KIRANA : Social Science Journal Volume 1. Number 3, 2024 pp. E-ISSN : 3062-780X DOI https://doi. org/10. 61579/kirana. Open Access: https://ejournal. id/index. php/kirana KONSEP PAYANGO PADA RUMAH TINGGAL TRADISIONAL DI GORONTALO Umar1*. Emil Fatra2. Thiara Tri Funny Manguma3 Architecture. Universitas Ichsan Sidenreng Rappang. Sidrap. Indonesia 2 Communication. Universitas Almarisah Madani. Makassar. Indonesia 3 Informatic. Universitas Almarisah Madani. Makassar. Indonesia Corresponding Email : umar. arts@gmail. ARTICLEINFO Article history: 07 August 2024 Received in revised form 14 August 2024 Accepted 21 August 2024 Available August 2024 Kata Kunci: Penerapan. Konsep Payango. Rumah Tinggal Tradisional. Gorontalo Keywords: Application. Payango Concept. Traditional Residential House. Gorontalo ABSTRAK Gorontalo, sebuah provinsi yang terletak di sebelah utara pulau Sulawesi, mempunyai bentuk adat budaya mengenai tata cara pembuatan suatu bangunan yang memiliki arti yang sangat penting dalam pembangunan, bernama konsep AupayangoAy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagimana penerapan konsep payango pada rumah tinggal tradisional di Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Hasil penelitian konsep Payango pada rumah masyarakat Gorontalo mengatur tentang penentuan ukuran dasar rumah . anjang dan leba. , penentuan peletakan Pulo Payango . itik awa. , penggalian pondasi atau tiang, penentuan 5 titik untuk meletakkan bahan-bahan payango, penentuan orientasi/arah bangunan, dan penentuan posisi peletakan pintu dan jendela rumah ABSTRACT Gorontalo, a province located in the north of the island of Sulawesi, has a form of cultural custom regarding the procedures for making a building which has a very important meaning in development, called the concept of "payango". This research aims to find out how the payango concept is applied to traditional houses in Gorontalo. The method used in this research is qualitative analysis using an ethnographic approach. The results of research on the Payango concept in Gorontalo people's houses regulate determining the basic size of the house . ength and widt. , determining the placement of Pulo Payango . tarting poin. , digging foundations or pillars, determining 5 points for placing Payango materials, determining the orientation/direction of the building, and determining the position of the doors and windows of the house This is an open access article under the CC BY-SA license. INTRODUCTION Arsitektur tradisional dalam hal ini bangunan rumah tinggal berkembang melalui proses dengan kurun waktu yang panjang. Yang sangat disayangkan kemudian adalah pewarisan budaya masyarakat tradisional dari satu generasi ke generasi dilakukan tanpa peninggalan baik berupa gambar maupun tulisan. Seperti kata Prijotomo, masyarakat tradisional nusantara adalah masyarakat lisan tanpa tulisan (Dewi, 2. Sehingga untuk mengerti konsep-konsep pola pikir yang abstrak, kepercayaan,budaya, adat istiadat, iklim, dan lingkungan harus dicermati dengan sangat teliti. * Corresponding Author: Umar : umar. arts@gmail. KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 3 September 2024, pp. eISSN 3062-780X Rumah tinggal tradisional di Gorontalo merupakan warisan budaya yang kaya akan nilai historis dan filosofis (Lingga et al. , 2. Salah satu elemen arsitektur yang khas dari rumah tradisional Gorontalo adalah konsep Payango. Payango tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga memiliki peran penting dalam struktur dan fungsi rumah. Dalam konteks budaya Gorontalo. Payango mencerminkan kearifan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi, sekaligus menunjukkan hubungan harmonis antara manusia dan lingkungannya (Mantau, 2. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami dan melestarikan konsepkonsep arsitektur tradisional yang mulai terancam punah oleh perkembangan zaman dan Payango sebagai salah satu elemen arsitektur tradisional Gorontalo, memiliki berbagai aspek yang menarik untuk diteliti lebih mendalam, baik dari segi struktur, material, maupun filosofi yang terkandung di dalamnya. Pemahaman yang komprehensif terhadap konsep Payango diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya pelestarian dan pengembangan arsitektur tradisional yang berbasis pada kearifan lokal. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang pentingnya payango dalam arsitektur tradisional Gorontalo dan bagaimana konsep ini dapat diaplikasikan dalam konteks arsitektur modern tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian sebelumnya telah mengkaji berbagai aspek dari rumah tradisional Gorontalo, termasuk struktur, bahan bangunan, dan nilai budaya. Namun, studi yang mendalam tentang penerapan konsep Payango masih terbatas. Beberapa metode yang digunakan dalam penelitian sebelumnya meliputi analisis kualitatif terhadap struktur rumah dan wawancara dengan tokoh masyarakat. Meskipun metode ini memberikan pemahaman yang baik tentang elemen budaya, seringkali kurang mendalam dalam menjelaskan aplikasi arsitektural spesifik dari Payango. Selain itu, ada keterbatasan dalam cakupan wilayah penelitian yang hanya meliputi beberapa desa tertentu, sehingga belum memberikan gambaran yang komprehensif. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengeksplorasi dan mendokumentasikan penerapan konsep Payango pada rumah tinggal tradisional di Gorontalo secara lebih mendalam dan komprehensif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya pelestarian arsitektur tradisional Gorontalo serta menambah wawasan tentang nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. METHOD Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi ini melibatkan beberapa langkah dan teknik yang spesifik. Berikut penjelasan lebih rinci tentang metode yang digunakan: Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian kualitatif etnografi dilakukan dengan cara-cara Observasi Partisipatif : Peneliti terlibat langsung dalam kehidupan sehari-hari subjek penelitian untuk memahami budaya mereka dari dalam. Peneliti mengamati, mendengar, dan mencatat berbagai aspek kehidupan masyarakat yang diteliti. Wawancara Mendalam : Melibatkan percakapan yang lebih personal dan mendalam dengan anggota masyarakat. Wawancara ini bertujuan untuk menggali pandangan, pemahaman, dan interpretasi mereka mengenai budaya mereka sendiri. KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 3 September 2024, pp. eISSN 3062-780X Dokumentasi : Mengumpulkan dokumen, artefak, foto, dan rekaman yang berkaitan dengan budaya yang sedang diteliti. Ini termasuk catatan harian, cerita rakyat, ritual, dan tradisi lisan lainnya. Analisis Data Analisis data dalam penelitian etnografi dilakukan dengan pendekatan induktif, yang berarti peneliti membangun teori atau pemahaman berdasarkan data yang dikumpulkan, bukan berdasarkan teori yang sudah ada. Langkah-langkah analisis meliputi: Reduksi Data : Menyederhanakan, memilih, dan memfokuskan data yang relevan dengan tujuan penelitian. Data yang tidak relevan atau berlebihan dihilangkan. Penyajian Data : Menyusun data dalam bentuk yang terorganisir sehingga mudah dipahami, seperti dalam bentuk narasi, tabel, atau grafik. Penarikan Kesimpulan/Verifikasi : Mencari pola, tema, atau kategori yang muncul dari data yang telah dianalisis. Peneliti menarik kesimpulan berdasarkan temuan-temuan ini dan memverifikasi kesimpulan dengan cara triangulasi atau memeriksa keabsahan Pendekatan Holistik-Kontekstual Pendekatan ini menekankan pemahaman gejala atau fenomena dalam konteksnya yang Artinya, peneliti tidak hanya melihat satu aspek dari budaya, tetapi juga mempertimbangkan semua faktor yang mempengaruhinya. Hal ini memastikan bahwa analisis yang dilakukan tidak hanya deskriptif tetapi juga memberikan wawasan mendalam tentang konteks sosial, historis, dan budaya. Triangulasi Untuk memastikan validitas dan reliabilitas data, peneliti menggunakan teknik triangulasi, yaitu menggabungkan berbagai sumber data, metode, atau teori. Misalnya, hasil dari observasi partisipatif dibandingkan dengan data dari wawancara mendalam dan dokumentasi untuk memastikan konsistensi dan keakuratan temuan. Deskripsi Budaya Pendekatan etnografi fokus pada mendeskripsikan budaya secara detail. Ini melibatkan mengorganisasikan, dan menjalani kehidupan mereka sehari-hari berdasarkan nilai-nilai dan kepercayaan budaya mereka. Peneliti mendeskripsikan pola-pola perilaku, norma, dan praktik-praktik yang menjadi ciri khas budaya tersebut. Dengan menggunakan pendekatan etnografi ini, peneliti dapat memahami secara mendalam konsep payango pada rumah tradisional di Gorontalo, serta bagaimana budaya tersebut diorganisasikan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat RESULT AND DISCUSSION Filosofi dan Pengertian Payango Masyarakat Gorontalo mayoritas penduduknya beragama islam. Mereka menginternalisasikan nilai-nilai islam dalam kehidupan kesehariannya termasuk adaptasi pelaksanaan adatnya. Simbol Ayaadati hula-hulaa to saraa, saraa hula-hulaa to KuruAoani . dat bersendikan syara, syara bersendikan QurAoa. (Ataufiq, 2. artinya, segala tindakan KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 3 September 2024, pp. eISSN 3062-780X masyarakat Gorontalo harus berdasarkan syara, yang sumbernya al-QurAoan. Bilamana ada adat yang bertentangan dengan itu, dinyatakan tidak berlaku. Jika demikian halnya, tradisi payango merupakan salah satu adat yang telah memenuhi persyaratan yang dimaksudkan, karena sampai dengan saat ini, tradisi ini masih tetap bertahan, walaupun masyarakatnya berada pada era modern, setiap waktu lebih mendonminasi pola pikir masyarakatnya ke hal-hal yang lebih praktis, prinsip efektifitas, daya hitung, dan efisiensi. Momayango rumah adalah tempat tinggal selama hidup dan mempunyai hubungan nasib dengan penghuninya (Lasalewo & Waani, 2. , oleh sebab itu apabila kita akan mendirikan rumah harus memperhatikan bulan yang baik untuk itu serta mengundang orang yang ahli dalam ilmu momayango. Maka dapat disimpulkan payango adalah penyatuan antara calon penghuni dengan rumah atau bangunan yang akan di tempati sehingga terciptalah kenyamanan serta ketenangan yang dirasakan oleh penghuni dalam rumah tersebut. Syarat dan Ketentuan Payango Waktu Pelaksanaan Payango diawali dengan konsultasi calon penghuni rumah kepada pelaku payango. Halhal yang dikonsultasikan berupa posisi denah, posisi pintu dan posisi kuda-kuda atap, serta kapan bulan dan hari yang baik untuk melakukan pembangunan. Dibawah ini adalah susun nasib dan alamat yang akan dialami penghuni rumah apabilah akan momayango pada bulan-bulan seperti yang dijelaskan di bawah ini: Muharram. peroleh penyakit dan huru hara. Shafar. peroleh ilmu. RabiAoul Awwal. kematian dan rugi harta. RabiAoul Akhir. peroleh kesukaran dan penyakit. Jumadi Awal . peroleh harta dan hamba sahaya. Jumadi Akhir. peroleh penyakit atau papah. Rajab: peroleh penyakit dan selau berselisih. SyaAoban . peroleh kemulian dunia dan aherat. Ramadhan. peroleh harta dan ilmu. Syawwal. peroleh kesakitan atau kesukaran. DzulQaidah. peroleh harta dan ilmu serta hamba, dan Dzul-Hijjah. peroleh harta dan padi serta Makna susun nasib dan alamat yang akan dialami penghuni rumah apabilah akan momayango dapat dilihat pada tabel 1 di bawah ini. Tabel 1. Nasib dan Alamat Berdasarkan Bulan Hijriah Sumber : Yamin Husain (Tokoh Ada. , 2023 Bulan Hijriah Muharam Syafar Nasib dan Alamat Payango pada bulan ini dapat menunjukkan kemungkinan penghuni rumah mengalami penyakit dan situasi huru-hara Payango pada bulan ini dapat memberikan kesempatan bagi penghuni rumah untuk memperoleh ilmu KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 3 September 2024, pp. RabiAoul Awal RabiAoul Akhir Zumadil Awal Zumadil Akhir Rajab SyaAoban Ramadhan Syawwal Dzul-Qaidah Dzul-Hijjah eISSN 3062-780X Payango pada bulan ini menunjukkan kemungkinan penghuni rumah mengalami kematian dan kerugian Payango pada bulan ini dapat menunjukkan kemungkinan penghuni rumah mengalami kesulitan dan Payango pada bulan ini dapat menunjukkan peluang bagi penghuni rumah untuk memperoleh harta dan memiliki hamba sahaya. Payango pada bulan ini menunjukkan kemungkinan Payango pada bulan ini menunjukkan kemungkinan penghuni rumah mengalami penyakit dan sering Payango pada bulan ini dapat menunjukkan peluang bagi penghuni rumah untuk meraih kemuliaan di dunia dan Payango pada bulan ini dapat menunjukkan peluang bagi penghuni rumah untuk memperoleh harta dan ilmu. Payango pada bulan ini dapat menunjukkan kemungkinan penghuni rumah mengalami kesakitan atau kesulitan Payango pada bulan ini menunjukkan kemungkinan penghuni rumah memperoleh harta, ilmu, dan memiliki Payango pada bulan ini menunjukkan peluang bagi penghuni rumah untuk memperoleh harta, hasil panen padi, dan ternak. Setelah mendapatkan bulan dan hari yang baik, maka pelaksanaan payango dilakukan (Trumansyahjaya, 2. Pada saat pelaksanaan terdapat pelaku payango, calon penghuni rumah . asangan suami istr. ukuran itu diambil dari depa suami dan depa istri, kemudian satu depa suami/istri dibagi 3 dibuang 1/3 baru diambil 2/3, seperti pada gambar 1 dibawah ini. Gambar 1. Pengambilan ukuran suami dan Istri KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 3 September 2024, pp. eISSN 3062-780X Ukuran 2/3 inlah yang menjadi pengukur ukuran yang dikehendaki dengan membaginya menjadi delapan dengan masing-masing 1/8 bagian mempunyai nasib sebagai berikut : 1. Rahmat, 2. Celaka, 3. Keuntungan, 4. Kerugian, 5. Beranak, 6. Kematian. Umur, 8. Hangus. seperti pada gambar 2. Gambar 2. Pembagian baik buruk dari 2/3 ukuran bambu Letak Titik Awal Pengukuran (Polu Payang. Pulo Payango adalah tempat utama memulai ukuran sesuai dengan perjalanan naga setelah proses pengambilan ukuran pemilik rumah kemudian dilanjutkan dengan penentuan titik awal pengukuran. Hasil wawancara Endang menjelaskan bahwa penentuan titik awal pengukuran harus memperhatikan arah mata angin dan peredaran bulan menurut penanggalan kalender islam (Endang & Th, 2. Oleh karna itu dalam menentukan letak titi pulo payango perlu memperhatikan bulan dan arah mata agin seperti di bawah ini : Bulan Muharram. Shafar, dan RabiAoul. Awal dari arah Timur ke Barat di sebelah Utara disitulah letak titik Pulo Payango. RabiAoul Akhir. Jumadi Awal. Jumadi Akhir dari arah Utara ke Selatan di sebelah Barat disitulah letak titik Pulo Payango. Rajab. SyaAoban. Ramadhan dari arah Barat ke Timur di sebelah Selatan disitulah letak titik Pulo Payango. Syawwal. Dzul-Qaidah. Dzul-hijjah dari arah Selatan ke Utara di sebelah Timur disitulah letak titik Pulo Payango. Pulo payango harus memperhatikan peredaran perjalanan dari pada naga. Letak Orientasi Arah Rumah Panyango dalam penentuan peletakan orientasi arah rumah menurut endang (Tokoh Ada. jika memilih orientasi arah rumah perlu memperhatikan arah mata angin seperi berikut ini : . Arah Rumah dari sebelah Utara itu bermakna satu baik dan tiga jahat, . Arah rumah dari sebelah Barat itu bermakna semua jahat, . Arah rumah dari sebelah Selatan itu bermakna baik semua, sedangakan . Arah rumah dari arah sebelah Timur itu bermakna tiga baik dan satu jahat. Sebagian besar masyarakat Gorontalo tidak memilih sebelah barat karena jahat semua (Dai & Manahung, 2. tapi jika memilih arah tersebut tinggal pandai-pandai pemilik rumah dalam menentukan letak pintu utama dan jendela rumah Letak Posisi Pintu dan Jendela Rumah Penentuan perletakan posisi pintu dan jendela rumah didasari pada 1/9 badan rumah dari pemilik rumah dengan ketentuan pembagian seperti penjelasan dibawah ini : Arah dari sebelah Utara dari sebelah kanan ke kiri itu bermakna : miskin, . Keras hati tidak gampan tertipu , . Hina tuang rumah, . Hati rusak karena belanja, . Peroleh kebesaran, . Kebesaran lagi mulia, . Peroleh padi banyak, . Mulia dari orang bayak, dan . Peroleh dosa dan penyakit. KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 3 September 2024, pp. eISSN 3062-780X Arah dari sebelah Timur dari sebelah kanan ke kiri itu bermakna : Peroleh istri baik . Istri cerai mati . Peroleh harta banyak . Keras hati . Bercerai istri . Peroleh anak dan harta . Peroleh hutan . Tiada berhutan dan, . Menjadi fakir. Sebelah Arah dari sebelah Selatan dari kiri ke kanan itu bermakna : Jadi dungu . Peroleh padi bayak . Peroleh anak pandai . Menang dari seteru . Kecurian . Peroleh harta . Peroleh seteru . Habis harta . Peroleh kesalahan. Arah dari sebelah Barat dari kiri ke kanan itu bermakna : Peroleh penyakit . Peroleh istri baik . Peroleh anak banyak . Aman baik dan sentosa . Kecurian . Peroleh anak perempuan . Keras hati kawan dan lawan . Dosa dan penyakit . Kesalahan penyakit. Perlatan dan Bahan Payango Alat pengukuran payango Jenis Bahan bambu, kayu dan tali merupakan peralatan yang sering digunakan dalam pelaksanaan pengukuran (Putri et al. , 2. Berikut ini adalah salah satu contoh bahan dari bambu yang digunakan dalam pengukuran seperti pada gambar 3 berikut ini : Gambar 3. Peralatan ukur dari bambu Bahan untuk payango Setalah mendapatkan posisi ukuran panjang dan lebar rumah yang tepat/sesuai bambu, maka kita perlu menyiapkan beberapa bahan lainnya yang juga merupakan syarat payango, adapun beberapa bahannya adalah : Padi. Gula Merah. Kelapa parut. Pecahan wajan penggorengan yang terbuat dari logam asli dan Uang koin perak (Syarif et al. , . ika tidak ad. bisa menggunakan uang koin yang ada pada umumnya, cukup kita meyakini bahwa uang tersebut terbuat dari logam pera. , seperti pada gambar 4 di bawah ini Gambar 4. Jenis Bahan yang ditanam pada 5 titik bangunan KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 3 September 2024, pp. eISSN 3062-780X Setelah penggalian dilakukan selanjutnya memulai pembuatan pondasi/tiang dan pada saat inilah gula merah, padi, koin, besi dan kelapa yang telah diparut disatukan. Kelima bahan di atas tadi dibungkus menjadi satu dalam sebuah kertas putih, dengan ukuran 1 sdm padi, 1 sdm parutan kelapa, 1 sdm gula aren yang telah dihaluskan, 1 koin uang perak, dan sepenggal pecahan wajan. Bahan tersebut dibagi menjadi 5 bungkus yang nantinya akan di tananam di tanah pada empat sudut rumah dan di pertengahan dari rumah yang dibangun CONCLUSION Payango adalah sebuah praktik tradisional dalam budaya Gorontalo yang berfokus pada penyatuan antara calon penghuni dan rumah atau bangunan yang akan ditempati. Konsep ini mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan konstruksi rumah, dari penentuan ukuran hingga orientasi bangunan, dengan tujuan menciptakan kenyamanan dan ketenangan bagi penghuni. Unsur-unsur Penting dalam Payango Penentuan Ukuran Dasar Rumah Menentukan panjang dan lebar rumah sesuai dengan prinsip-prinsip yang dipercayai dalam budaya Gorontalo. Ukuran ini dianggap penting untuk memastikan proporsi yang harmonis dan seimbang. Penentuan Peletakan Pulo Payango Pulo Payango adalah titik awal pengukuran dan penggalian pondasi atau tiang rumah. Penentuan titik ini adalah langkah pertama yang sakral dan penting dalam proses pembangunan rumah. Penentuan 5 Titik untuk Meletakkan Bahan-bahan Payango Bahan-bahan seperti padi, uang logam, gula merah, kelapa parut, dan belanga diletakkan di lima titik yang telah ditentukan. Masing-masing bahan memiliki makna simbolis dan dianggap membawa keberuntungan dan kesejahteraan bagi penghuni rumah. Penentuan Orientasi/Arah Bangunan Menentukan arah bangunan agar sesuai dengan prinsip-prinsip budaya dan kepercayaan yang dianut. Orientasi yang benar dipercaya dapat memaksimalkan aliran energi positif ke dalam rumah. Penentuan Posisi Peletakan Pintu dan Jendela Menentukan posisi pintu dan jendela untuk memastikan sirkulasi udara yang baik dan aliran energi yang seimbang di dalam rumah. Tujuan dan Manfaat Payango Tujuan utama dari penerapan Payango adalah untuk memastikan bahwa rumah yang dibangun memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi penghuninya. Dengan mengikuti konsep ini, diharapkan dampak negatif yang mungkin timbul dapat dihindari, sementara dampak positif dapat dimaksimalkan. Dampak Negatif yang Dihindari KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 3 September 2024, pp. eISSN 3062-780X Ketidaknyamanan: Rumah yang tidak dipayango mungkin tidak nyaman untuk dihuni karena tidak sesuai dengan prinsip-prinsip keseimbangan dan harmonisasi budaya Gorontalo. Gangguan Energi: Tanpa Payango, aliran energi di dalam rumah mungkin tidak seimbang, menyebabkan ketidaktenangan dan ketidaknyamanan bagi penghuni. Dampak Positif yang Dimaksimalkan Kenyamanan dan Ketenangan: Rumah yang dipayango diharapkan menciptakan lingkungan yang nyaman dan tenang bagi penghuninya, karena sudah disesuaikan dengan prinsip-prinsip budaya dan kepercayaan setempat. Keberuntungan dan Kesejahteraan: Praktik ini juga diharapkan membawa keberuntungan dan kesejahteraan bagi penghuni rumah melalui simbolisme dan ritual yang dilakukan. Dengan demikian, konsep Payango tidak hanya berfungsi sebagai panduan teknis dalam membangun rumah, tetapi juga sebagai upaya untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Gorontalo. ACKNOWLEDGE Terima kasih kepada tim jurnal yang telah memberikan kesempatan untuk menjadi bagian dari jurnal KIRANA dan kepada institusi Lembaga Pendidikan kami ucapkan terima Jurnal ini sebagai laporan kinerja kami sebagai dosen dan dilakukan secara mandiri REFERENCES