Journal of Sustainable Transformation Vol. 01 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU DALAM MENUNJANG MINAT BELAJAR SISWA SISWI MADRASAH ALIYAH SEPAKU DI KAWASAN IBU KOTA NEGARA NUSANTARA Royanti. Wadiansyah*. Sulis Rahmawati Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur Jalan K. Harun Nafsi Samarinda Seberang. Samarinda. Kalimantan Timur *Email: royanti@unukaltim. ABSTRACT Interpersonal communication is used in the form of achieving goals, for example, communication between teachers and students, and students and students. The purpose of education would not be realized without skilled and creative educators in carrying out the educational process as communication skills in finding out the strategies for supporting and inhibiting factors that support students' learning interests. Based on that reason, this study took the issue of teacher interpersonal communication in supporting students' learning interests at Madrasah Aliyah Sepaku using a descriptive qualitative method. Data collection tools include interview observations and The results of this study indicated that the interpersonal communication skills of teachers towards their students during the learning process in class such as creating a conducive and pleasant classroom atmosphere could support students' learning interest and intimacy and concern for their students. Factors supporting interest in learning at school were shown by the types of subjects and more focus during the learning process. The inhibiting factors of students' interest in learning were shown by teachersAo quality in teaching and the difficulty accepting subjects. If students are interested in learning activities, the process of learning would be better. Keywords: Interpersonal Communication. Interest in Learning. Madrasah Aliyah. ABSTRAK Komunikasi interpersonal digunakan untuk mencapai tujuan sebagai contoh komunikasi antara guru dengan siswa dan antara siswa dan siswa. Tujuan dari pendidikan tidak akan terwujud tanpa adanya pendidik yang terampil dan kreatif dalam menjalankan proses pendidikan sebagai keterampilan berkomunikasi untuk mengetahui strategi faktor pendukung dan penghambat yang menunjang minat belajar siswa. Berdasarkan permasalahan yang ada, penelitian ini mengambil masalah tentang komunikasi interpersonal guru dalam menunjang minat belajar siswa di Madrasah Aliyah Sepaku menggunakan metode kualitatif deskriptif. Alat pengumpulan data antara lain observasi wawancara dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi interpersonal guru terhadap siswa saat proses pembelajaran di kelas seperti menciptakan suasana di kelas yang kondusif dan menyenangkan bisa menunjang minat belajar siswa serta mengandung keakraban dan perhatian terhadap siswanya. Faktor pendukung minat belajar dalam pembelajaran di sekolah ditunjukkan berdasarkan jenis mata pelajaran dan fokus selama proses pembelajaran berlangsung. Faktor penghambat minat belajar siswa siswi di sekolah ditunjukkan oleh kualitas guru dalam mengajar dan kesulitan siswa dalam menerima mata pelajaran. Jika siswa siswi memiliki minat dalam kegiatan pembelajaran, maka proses pembelajaran akan berjalan lebih baik. Kata kunci: Komunikasi Interpersonal. Minat Belajar. Madrasah Aliyah. transform Vol. No. April: 80-88 Journal of Sustainable Transformation Vol. 01 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. PENDAHULUAN Komunikasi secara lebih luas sebagai berbagi pengalaman. Sampai batas tertentu, setiap makhluk dapat dikatakan melakukan komunikasi dalam pengertian berbagi Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam. Komunikasi semakin membantu kehidupan manusia dengan memberikan akses informasi yang tak terbatas kepada manusia dan mampu mempermudah jalinan (Cangara, 2. Salah satu bentuk komunikasi dalam rangka mencapai tujuan yakni melalui komunikasi interpersonal antara guru dengan guru, guru dengan siswa dan siswa dengan siswa merupakan kondisi yang memungkinkan berlangsungnya proses belajar mengajar yang efektif, karena setiap orang diberi kesempatan untuk terlibat dalam proses pembelajaran. Komunikasi interpersonal melibatkan sekurang-kurangnya dua orang. Satu orang berperan sebagai pengirim informasi, dan seorang lainnya sebagai penerima. Secara teoritis, kelancaran komunikasi ditentukan oleh peran kedua orang tersebut dalam memformulasikan dan memahami pesan. Cangara, 2. Pada kegiatan pendidikan, guru memegang peran yang sangat penting dalam mengembangkan kepribadian siswa. Melalui pendidikan, siswa diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan program akademik, tuntunan sosial dan tuntunan psikologis di lembaga pendidikan. Pentingnya komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh seorang guru salah satunya yaitu guru mampu memberikan motivasi siswa untuk menunjang minat belajar agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Guru perlu menjalin komunikasi interpersonal yang baik kepada siswa, sehingga guru memahami kesulitan belajar yang di pahami oleh siswa. Menciptakan transform Vol. No. April: 80-88 kemampuan komunikasi seperti menulis, membaca, berbicara, mendengarkan dan Sebagai timbal balik kemampuan komunikasi yang baik dari guru, siswa hendaknya juga memiliki kemampuan berkomunikasi dengan guru. Interaksi komunikasi seperti inilah yang akan mendatangkan kenyamanan siswa dan guru dalam proses belajar mengajar. Suasana belajar mengajar yang kondusif dan menyenangkan merupakan upaya guru untuk melakukan komunikasi interpersonal di dalam kelas. Siswa butuh dorongan bagaimana mengeksplorasi diri sehinggaperlu adanya upaya guru untuk supaya apa yang siswa dapat terpenuhi dengan adanya komunikasi interpersonal guru dapat melihat apa yang dapat dilakukan siswa untuk pembelajaran supaya berjalan efektif. Siswa memiliki minat untuk belajar maka di dukung oleh fasilitas yang berinovasi seperti internet, sudah bisa dipastikan bahwa siswa tersebut memiliki minat belajar yang tinggi. Pada saat ini sumber-sumber belajar dapat diperoleh dari dunia maya. Perkembangan internet, handphone, maupun media lainnya sangat besar pengaruhnya terhadap minat belajar Materi-materi pembelajaran dapat didownload dari internet dengan cepat dan efisien bahkan ada yang gratis. Proses pembelajran di Madrasah Aliyah Sepaku menggunakan internet karena buku pegangan guru maupun siswa sangat terbatas jumlahnya. Komunikasi interpersonal secara persuasif dan efektif antara guru dan siswa yang diharapkan yaitu agar membantu menunjang minat belajar siswa, serta mendorong siswa untuk lebih giat belajar, karena dengan komunikasi interpersonal yang efektif dan baik maka akan membuat siswa akan lebih komunikatif dan mau belajar untuk lebih giat, sehingga rencana dan tujuan belajar di sekolah maka akan Journal of Sustainable Transformation Vol. 01 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. tercapai dan menciptakan siswa yang berprestasi dan dengan adanya keberhasilan pendidikan tentunya ada sosok guru dengan pembelajaran di sekolah. Guru dalam mengajar harus pandai dalam menggunakan pendekatan secara baik dan efektif, dan bukan sembarangan yang bisa merugikan siswa-siswi di guru dapat melakukan pendekatan Teacher Center untuk guru menentukan tujuan pengajaran dan menjaga agar lingkungan belajar di kelas lebih terarah dan terstruktur. Strategi guru dalam mengarahkan proses pembelajaran yaitu menyajikan dan menjelaskan materi, penyampaian materi di lakukan guru dalam pendekatan instruksi langsung, mengajak murid memberi kontribusi sambil mempertahankan fokus pada pelajaran, pembelajran penguasaan materi, tugas di kelas dan pekerjaan rumah guna untuk melatih menentukan suatu Metode dengan pengajaran secara langsung dengan komunikasi secara verbal dan non-ferbal. Komunikasi secara verbal yang biasanya pembelajaran dikelas, saling bertukar pendepat atau informasi. Komunikasi secara non verbal yang dilakukan oleh guru di kelas seperti menunjukkan senyuman, raut wajah kesal dan intonasi suara. Sekolah merupakan lembaga sosial yang bergerak dalam bidang pendidikan yang mencetak generasi yang unggul baik segi pengetahuan umum maupun agama. Dalam hal ini tidak dipungkiri terdapat unsur-unsur komunikasi di dalamnya dan pasti melakukan proses komunikasi. Madrasah Aliyah ( MA ) atau secara umum disebut sekolah menengah umum yang berciri khas agama islam yang diselenggarakan oleh Departemen Agama. Madrasah Aliyah Sepaku adalah sekolah islam, berlokasi di kabupaten Penajam Paser Utara kecamatan Sepaku alamat Jalan transform Vol. No. April: 80-88 Ks. Tubun Rt. Kelurahan Desa Argomulyo dan Madrasah Aliyah Sepaku merupakan salah satu instansi pendidikan yang mempunyai peran penting dan sebagai media dalam mengembangkan bakat anakanak sekolah dalam proses belajar dikembangkan baik pelajaran umum maupun agama. Komunikasi antar-pribadi . nterpersonal hakikatnya adalah interaksi antara seorang individu dan individu lainnya tempat lambang-lambang pesan secara efektif digunakan, terutama dalam hal antarmanusia menggunakan bahasa. Proses pengolahan informasi, yang kemudian kita sebut sebagai komunikasi interpersonal meliputi sensasi, persepsi, memori, dan berpikir. Sensasi adalah proses menangkap stimuli. Persepsi ialah proses memberi makna pada sensasi pengetahuan baru. Dengan kata lain persepsi mengubah sensasi menjadi Memori menyimpan informasi dan memanggilnya Berpikir adalah mengolah dan memanipulasi informasi untuk memenuhi kebutuhan atau memberikan respon. (Maulana, 2. Komunikasi interpersonal adalah interaksi tatap muka antara dua atau beberapa orang, dimana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung dan penerima pesan dapat menerima dan menanggapi secara langsung pula. (Suranto, 2. Aktivitas kita sehari-hari merupakan aktivitas komunikasi, komunikasi sangat dominan dalam kehidupan kita, terutama komunikasi antar pribadi. Saat kita lahir ibu yang mengajak kita berkomunikasi menggunakan bahasa tubuh dan sentuhan. Kita juga bisa berbicara karena mengikuti komunikasi yang dilakukan orang tua dan orang-orang disekitar kita. Lambat laun komunikasi antarpribadi lebih ditujukan untuk mengawali hubungan Journal of Sustainable Transformation Vol. 01 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. baru dan membangun hubungan tersebut. Saat kita mengenal lingkungan di luar rumah seperti sekolah, kita akan bertemu dengan teman baru yang sebaya. Dan akan memulai tahapan proses komunikasi sampai saat ini dengan situasi dan tujuan yang berbeda. Little John memberikan definisi komunikasi antarpribadi . nterpersonal communicatio. adalah komunikasi antar individu-individu. Agus M Hardjana mengatakan, komunikasi antarpribadi adalah interaksi tatap muka antar dua atau beberapa orang, dimana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung dan penerima pesan dapat menerima dan dapat menanggapi secara langsung. (Sari, 2. Sedangkan menurut Agus Mulyono komunikasi yang berbentuk tatap muka, interaksi antar individu, verbal maupun kerja sama akan timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan- kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri. (Arizona, 2. Komunikasi proses komunikasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu proses komunikasi primer dan sekunder. Proses penyampaian pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang . sebagai Biasanya proses komunikasi ini dilakukan dalam bentuk antarpribadi yang melibatkan dua orang dalam situasi interaksi, komu- nikator mengirim pesan kepada komunikan. Di sini komunikator Encoder . komunikan menjadi Decoder . Akan tetapi komunikasi antarpribadi bersifat dialogisme, maka terjadilah pertukaran pesan, di mana komunikator menjadi Decoder . sementara komunikan menjadi Encoder . Dalam komunikasi antarpribadi, karena situasinya adalah tatap muka . ace to face transform Vol. No. April: 80-88 komunikasi bermedia, di mana umpan balik tertunda . elayed feedbac. (Anam, 2. Komunikasi interpersonal merupakan dasar untuk menjelaskan atau memahami jenis komunikasi lain. Karakteristik komunikasi antar pribadi antara lain. Komunikasi melibatkan paling sedikit dua atau tiga orang, jarak fisik diantara mereka sangat dekat, umpan balik dalam komunikasi tatap muka atau bermedia berlangsung cepat, adaptasi pesan bersifat khusus, tujuan atau maksud komunikasi tidak terstruktur dalam kenyataanya, proses komunikasi interpersonal dipengaruhi oleh faktor personal maupun kelompok. Adapun faktor personal yang memengaruhi komunikasi interpersonal antara lain, faktor kognitif, seperti konsep diri, persepsi, sikap, orientasi diri ( self-orientatio. dan self-estee. (Liliweri, 2. Proses penyampaian dan penerimaan pesan antara pengirim pesan dengan penerima baik secara langsung maupun tidak langsung. Komunikasi dikatakan terjadi secara langsung apabila pihak-pihak yang terlibat komunikasi dapat saling berbagi informasi tanpa melalui media. Sedangkan komunikasi tidak langsung dicirikan oleh adanya penggunaan media (Suranto, 2. Keberhasilan komunikasi ini dapat terlihat dari adanya kedekatan hubungan yang tercermin dari sentuhan, tatapan mata ekspresif, dan jarak fisik yang dekat diantara kedua pelaku komunikasi. Meskipun tidak dipungkiri komunikasi antarpribadi dapat berjalan dominan oleh salah satu pelaku komunikasi. Secara sederhana proses komunikasi penerima pesan. Berikut ini merupakan proses komunikasi yang terdiri dari enam langkah (Suranto, 2. yaitu keinginan komunikator, pengirim pesan, penerima pesan, decoding oleh komunikan, umpan Journal of Sustainable Transformation Vol. 01 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang dilakukan dalam pengumpulan data yaitu penelitian lapangan (Field Researc. (Moleong, 2. Adapun metode penelitian ini yaitu metode kualitatif untuk menyelidiki, menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh sosial yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendekatan kuantitatif. (Harahap, 2. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan suatu keadaan obyek atau peristiwa untuk menggambarkan keadaan komunikasi interpersonal guru dalam menunjang minat belajar siswa di Madrasah Aliyah Sepaku sehingga siswa siswi lebih terarah. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan, peneliti menyimpulkan bahwa setelah guru ataupun siswa menerjemahkan pesan yang dikirimkan, tentunya komunikan memberikan umpan balik terhadap pesan yang diterimanya. Dari umpan balik yang diberikan tersebut, dapat diketahui apakah komunikasi berjalan sesuai dengan tujuan atau tidak. Dari umpan balik itu yang akan dijadikan pertimbangan agar ataupun siswa dapat diperbaiki baik isi maupun caranya penyampaiannya. Apabila komunikan memberikan umpan balik yang positif menandakan bahwa komunikasi tersebut dapat diterima dengan baik oleh Pembahasan teori yang terkait dengan fenomena penelitian Fenomena penelitian dengan judul komunikasi interpersonal Guru dalam menunjang minat belajar siswa siswi Madrasah Aliyah Sepaku di kawasan Ibu Kota Negara Nusantara menghasilkan transform Vol. No. April: 80-88 temuan-temuan dalam penelitian yang kemudian temuan-temuan ini akan di padukan dengan teori-teori, antara lain: Seorang guru yang memberi pendidikan interpersonal yang bersifat langsung dengan melakukan tatap muka langsung untuk memberi pemahaman, arahan yang sepemikiran akan menjadi salah satu penerapan cara didik guru pada siswa. Pesan yang disampaikan bersifat persuasif dalam komunikasi interpersonal akan komunikan dalam proses pemahaman arahan yang sepemikiran. Bentuk komunikasi interpersonal guru yang bersifat persuasif yakni dengan menentukan arah perbuatan, ke arah tujuan yang hendak dicapai oleh siswa. Menunjang belajar siswa dapat dilakukan dengan memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya. Menunjang minat belajar yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik, dengan kata lain adanya usaha yang tekun dan didasari dengan adanya minat belajar siswa siswi di Fenomena penelitian ini seperti yang dikemukakan oleh Agus M. Hardjana, komunikasi interpersonal adalah interaksi tatap muka antar dua atau beberapa orang, dimana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung dan penerima pesan dapat menerima dan menanggapi secara langsung pula. Menurut Agus Mulyono, komunikasi berbentuk tatap muka, interaksi orang ke orang, dua arah, verbal dan nonverbal, serta saling berbagi informasi dan perasaan antara individu dengan individu atau antar individu dalam kelompok kecil. Seperti keberhasilan yang dilakukan oleh para guru dengan pendekatan memperlihatkan bentuk komunikasi verbal dan nonverbal secara pada waktu, situasi Journal of Sustainable Transformation Vol. 01 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. dan tempat yang mendukung agar komunikasi tersebut berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh guru untuk mengubah cara belajar siswa. Interaksi yang efektif dalam penyampaian pesan untuk mempengaruh sikap dan tingkah laku maupun untuk penyelesaian kesulitan salah satunya digunakannya komunikasi interpersonal, sehingga dapat membantu mengetahui masalah dan memberi solusi. Pesan yang disampaikan para seluruh staff guru bersifat persuasif dimana untuk memudahkan komunikan dalam proses berfikir dan mudah untuk menerima pesan yang disampaikan oleh komunikator. Pola berfikir karena kebenaran pun yang diterapkan melalui cara penyampaiannya dengan cara komunikasi interpersonal dapat memunculkan kedekatan emosional dan akan lebih mudah untuk diingat. Komponen pertama yang digunakan dalam situasi tersebut yaitu Pendekatan (Approac. diartikan sebagai pemilihan perilaku apa yang digunakan untuk situasi interpersonal yang digunakan untuk penyampaian pesan yang mempengaruhi sikap dan tingkah laku maupun untuk penyelesaian kesulitan siswa. Berdasarkan pengamatan peneliti, guru menerapkan pendekatan teacher center guru sebagai seorang ahli yang memegang kontrol selama proses pembelajaran dalam aspek organisasi, materi, dan waktu. Faktor Pendukung kualitas, keinginan belajar dan mata pelajaran yang disukai dan faktor Penghambat minat belajar, menggunakan metode yang terbilang lama, sehingga Sikap komunikasi yang ramah dan bersifat konseling maupun terbuka pada siswa menjadikan kemudahan guru dalam menyampaikan pesan dengan maksud dan tujuan yang baik sehingga siswa lebih mudah menerima pesan dan tertarik dengan transform Vol. No. April: 80-88 kenyamanan dan keramahan komunikasi komunikasi interpersonal. Sebagai contoh, ketika guru mulai memperlihat raut wajah kekesalan dan diiringi dengan cara bicara yang dengan nada keras dan bersifat mengintrogasi, maka guru tidak melihat feedback yang baik dari siswa. Siswa cenderung memberikan perubahan seperti yang sesuai dengan apa yang disampaikan oleh guru ketika guru mengajak bicara dengan keadaan santai . Penjelasan di atas adalah salah satu dari temuan penelitian dan akan dipadukan dengan teori antara lain yaitu tujuan komunikasi interpersonal dijelaskan bahwa komunikasi interpersonal merupakan suatu action oriented, ialah suatu tindakan yang berorientasi pada tujuan tertentu. Tujuan komunikasi interpersonal itu bermacammacam, salah satunya yang dijelaskan oleh Suranto Aw dalam bukunya "Komunikasi Interpersonal" edisi pertama salah satunya yaitu: Mempengaruhi Sikap dan Tingkah Laku. Komunikasi interpersonal ialah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu atau mengubah sikap, pendapat, atau perilaku baik secara Berdasarkan prinsip komunikasi, ketika pihak komunikasi menerima pesan atau informasi, berarti komunikasi telah mendapat pengaruh dari proses komunikasi sebab pada dasarnya, komunikasi adalah sebagai fenomena, sebuah pengalaman setiap pengalaman akan memberi makna tertentu terhadap kemungkinan terjadinya perubahan sikap. Guru berkomunikasi dengan siswa atau sedang mengajar ketika tidak ada sinergi dari siswa sehingga pesan yang disampaikan guru tidak diterima dengan baik oleh siswa membuat feedback yang diberikan oleh siswa tidak sesuai dengan yang diharapkan guru dan mengakibatkan komunikasi menjadi tidak efektif. Journal of Sustainable Transformation Vol. 01 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. Guru juga mengalami kesulitan ketika terdapat noise atau gangguan berupa kegaduhan didalam kelas ketika siswa sedang ramai dan tidak menghiraukan situasi yang membuat pesan atau informasi yang disampaikan oleh guru sehingga guru harus mengulangi kembali pesan yang komunikasi tidak efektif. Tidak semua siswa dapat terbuka. dengan guru terkait dengan apa saja kesulitan yang dihadapinya sehingga menyebabkan guru kesulitan untuk melakukan komunikasi dengan siswa yang tertutup. Komunikasi imterpersonal juga memiliki hal yang disampaikan dalam pesannya sedangkan dalam penelitian diatas guru mengalami hambatan psikolgis, gangguan ini timbul karena adanya perbedaan gagasan dan penilaian subyektif diantara orang yang terlibat diantara orang yang terlibat dalam komunikasi seperti emosi, perbedaan nilai - nilai, sikap dan Serta mengalami hambatan fisik, gangguan ini biasanya berasal dari luar dan mengganggu transmisi fisik pesan, seperti kegaduhan, jarak dan sebagainya. Interaksi yang efektif dalam penyelesaian masalah salah satunya digunakannya komunikasi interpersonal sehingga dapat membantu mengetahui masalah dan memberi solusi dan juga yang dihadapi siswa yang berpengaruh pada motivasi belajarnya. Komunikasi guru akan cukup terdukung ketika mendapatkan respon baik dari siswa dan juga tanggapan yang baik. Kemudahan guru dalam menyampaikan pesannya kepada siswa yakni ketika memberikan pesan dan memiliki dua jenis bentuk penyampaian pesan yakni halus dan keras yang saling Situasi dan kondisi adalah salah satu pendukung yang digunakan untuk dapat berbicara komunikasi interpersonal dengan efektif yang akan dapat berpengaruh dalam perbincangan lebih dalam lagi, begitu juga transform Vol. No. April: 80-88 dengan pesan yang disampaikan akan lebih fokus, terarah dan akan memunculkan solusi yang saling membangun antar peran Seperti yang dijelaskan dalam bukunya Suranto AW, tujuan komunikasi interpesonal antara lain salah satunya juga dapat memberikan bantuan (Konselin. ahli-ahli kejiwaan, ahli psikologi klinis dan interpersonal dalam kegiatan profesional mereka untuk mengarahkan kliennya. Kehidupan sehari-hari masyarakatpun juga dapat dengan mudah diperoleh contoh yang menunjukkan fakta bahwa komunikasi interpersonal dapat dipakai sebagai pemberian bantuan . hagi orang lain yang memerlukan. Kemudahan menyampaikan pesannya kepada siswa yakni ketika guru menyampaikan pesannya dengan halus dan perhatian sehingga siswa akan lebih terbuka dan pesan lebih mudah Hubungan interpersonal tidaklah bersifat statis, tetapi selalu berubah, untuk memelihara dan memperteguh hubungan interpersonal, memerlukan tindakan-tindakan tertentu untuk mengembalikan keseimbangan yang demikian dari kemampuan guru dalam Ketika siswa mengalami kesulitan baik dalam mata pelajaran ataupun diluar mata pelajaran guru harus mampu memberikan solusi yang sesuai dengan kesulitan yang dihadapi oleh siswa. Guru sebagai komunikator yang mempunyai keinginan untuk berkomunikasi dengan siswa, yakni keinginan untuk membagi keadaan internal sendiri . engalaman hidupnya yang positif untuk memotivasi dalam menunjang minat belajar sisw. baik informasional dengan siswa. Pesan komunikasi guru ini dapat berupa keinginan untuk mempengaruhi sikap dan Journal of Sustainable Transformation Vol. 01 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. tingkah laku . otivasi untuk menunjang minat belaja. Pembahasan Teori Interaksi Simbolik yang terkait dengan Komunikasi Interpersonal di Sekolah Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan di Madrasah Aliyah Sepaku. Kabupaten Penajam Paser Utara, peneliti menemukan kaitan komunikasi interpersonal dengan teori interaksi simbolik guru dengan siswa kelas XII dalam menunjang minat belajar siswa siswi yaitu dengan tiga ide dasar Mind (Pikira. Self (Diri Pribad. Society (Masyaraka. , sebagai berikut. Mind (Pikira. Pikiran . adalah proses percakapan seseorang dengan dirinya sendiri, pikiran adalah fenomena sosial. Pikiran muncul dan berkembang dalam proses sosial dan merupakan bagian integral dari proses sosial. Kegiatan belajar mengajar dikelas berkaitan erat dengan simbol-simbol dan bahasa yang tercermin bagaimana simbol dan bahasa yang Guru dapat mengerti simbol dan bahasa yang siswa gunakan, baik ketika ditanyakan telah mengerti atau belum, jika siswa diam maka menyimbolkan bahwa siswa belum memahami sepenuhnya. Reaksi tersebut telah dapat guru pahami dan guru telah melakukan pendekatan melalui komunikasi secara langsung kepada siswa, di sisi lain siswa juga telah dapat memahami simbol-simbol yang guru Ketika guru merasa kurang senang atau marah, tentunya siswa telah mengetahui dari ekspresi wajah dan tatapan mata yang guru perlihatkan dan pada bahasa yang guru gunakan terkhusus bahasa daerah, tentunya masih ada siswa yang belum memahaminya dikarenakan perbedaan latar belakang suku atau budaya yang dimiliki guru dan siswa. transform Vol. No. April: 80-88 Self (Dir. Self (Dir. adalah kemampuan untuk menerima diri sendiri sebagai sebuah objek. Diri adalah kemampuan khusus untuk menjadi objek sekaligus menjadi subjek. Lahirnya diri melalui persyaratan proses sosial yaitu komunikasi antarmanusia. Proses komunikasi yang terjadi dalam proses kegiatan belajar mengajar di kelas, memiliki konsep diri yang harus ada pada setiap guru, seperti konsep diri dalam mengajar yang tidak menggunakan satu metode melainkan dengan metode-metode baru yang harus dimiliki pada guru agar siswa dapat menerima materi pembelajaran dengan baik sehingga mudah utuk berinteraksi dengan siswa. Konsep diri dalam mengajar akan memudahkan guru dalam menjalani proses kegiatan belajar mengajar di kelas. Guru akan dapat menempatkan posisinya sesuai dengan situasi yang terjadi saat proses belajar mengajar berlangsung. Guru serius mengeluarkan volume suara yang lantang dan tegas saat menyampaikan materi, berkomunikasi dengan lembut kepada siswa saat memberikan senyuman, menyapa, memanggil, menegur, merespon dan saat memberikan motivasi dan nasihat kepada siswa. Society (Masyaraka. Pada dasarnya guru dan siswa telah menjalin hubungan yang baik. Komunikasi komunikasi antar pribadi guru dan siswa dapat dikatakan efektif yang disimbolkan melalui kedekatan guru kepada siswa, siswa yang terbuka dengan gurunya curhat mengenai kehidupan pribadinya, sikap saling menghargai satu sama lain, dan sikap guru yang tidak membeda-bedakan siswa satu dengan siswa yang lainnya, yang dapat membuat komunikasi antar pribadi guru dan siswa menjadi efektif. Namun hanya saja masih terdapat hambatan bagi siswa dalam komunikasi interpersonal guru dan Journal of Sustainable Transformation Vol. 01 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. siswa dari segi penyampaian materi yang menggunakan satu metode saja. KESIMPULAN Komunikasi interpersonal guru dan siswa dalam proses belajar mengajar sudah cukup baik, karena guru wali kelas XII dan siswa sudah menerapkan komunikasi interpersonal diantara keduanya dengan menjalin hubungan sosial yang baik dan menjaga komunikasi serta keterampilan komunikasi interpersonal guru terhadap siswanya saat proses pembelajaran di kelas. Faktor pendukung seperti minat belajar ditandai dengan kualitas guru dan keinginan belajar dan mata pelajaran yang disukai oleh siswa dan siswi di sekolah. Adapun faktor penghambat minat belajar ditandai dengan cara proses belajar mengajar yang menggunakan satu metode sehingga membosankan siswa siswi dan guru yang kurang menguasai materi Maulana. , dkk. Psikologi Komunikasi & Persuasi. Jakarta: Fip Press. Anam. , dkk. Komunikasi Antarpribadi. Banjarmasin: CV. Ahbab Pustaka. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Harahap. Penelitian Kualitatif. Sumatera Utara: Wal Ashri Publishing. Suranto A. Komunikasi Yogyakarta: Graha Ilmu DAFTAR PUSTAKA