Jurnal Ilmiah Citra Kebidanan Vol. 1 No. 1 Juli 2025 No : 35-43 E-ISSN : 3110-4665 HUBUNGAN USIA IBU. USIA KEHAMILAN DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI (KPD) Yuriska Tiara Ningsih1*. Shandy Kusumawardhani2. Syaflindawati Ramin3 1,2,3 Program Studi Kebidanan Institut Citra Internasional Email : yuriskatiaraningsih30@gmail. ABSTRAK Ketuban Pecah Dini (KPD) berisiko tinggi bagi ibu dan bayi karena dapat menyebabkan infeksi akibat masuknya bakteri ke rahim, meningkatkan risiko kematian, kelahiran prematur, dan cacat janin. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian KPD di RS Bakti Timah Pangkalpinang tahun Metode yang digunakan adalah desain deskriptif analitik dengan case control . erbandingan 1:. terhadap 120 sampel, terdiri dari 40 ibu dengan KPD . otal samplin. dan 80 ibu tanpa KPD . andom samplin. , dianalisis menggunakan uji chi-square. Penelitian ini dilakukan pada bulan juni sampai juli di RS Bakti Timah Pangkalpinang. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan dengan KPD adalah usia ibu . =0,019. OR=0,. artinya ada hubungan usia ibu dengan kejadian ketuban pecah dini, usia kehamilan . =0,042. OR=8,. artinya ada hubungan usia kehamilan dengan kejadian ketuban pecah dini, dan paritas . =0,000. OR=0,. artinya ada hubungan paritas dengan kejadian ketuban pecah dini. Pekerjaan tidak berhubungan signifikan . =0,071. OR=3,. , dengan faktor dominan adalah usia kehamilan. Hasil ini diharapkan menjadi acuan bagi tenaga kesehatan untuk deteksi dini, pencegahan KPD, dan peningkatan pelayanan antenatal yang komprehensif. Kata Kunci : Ketuban Pecah Dini. Usia Ibu. Usia Kehamilan. Paritas. Pekerjaan ABSTRACT Premature Rupture of Membranes (PROM) poses serious risks to both mother and baby, as it can lead to infections caused by bacteria entering the uterus, increasing the risk of maternal and neonatal death, preterm birth, and birth This study aimed to identify factors associated with the incidence of PROM at Bakti Timah Hospital. Pangkalpinang, in 2024. The research employed a descriptive-analytic design with a case-control approach . atio 1:. involving 120 samples, consisting of 40 mothers with PROM . otal samplin. and 80 mothers without PROM . andom samplin. Data were analyzed using the chi-square test. This research was conducted in June to July at Bakti Timun Hospital. Pangkalpinang. The results showed that factors significantly associated with PROM were maternal age . =0. OR=0. This means that there is a relationship between the mother's age and the occurrence of premature rupture of membranes, gestational age . =0. OR=8. This means there is a relationship between gestational age and the occurrence of premature rupture of membrane, and parity . =0. OR=0. This means there is a relationship between parity and the occurrence of premature rupture of membranes. Occupation was not significantly associated . =0. OR=3. , with gestational age being the dominant factor. These findings are expected to serve as a reference for healthcare workers in early detection and prevention of PROM, as well as in improving comprehensive antenatal care for pregnant women. Keyword : Premature Rupture Of Membranes. Maternal Age. Gestational Age. Parity. Occupation Vol. 1 No. 1 Juli 2025 Jurnal Ilmiah Citra Kebidanan Vol. 1 No. 1 Juli 2025 Pendahuluan Ke. tuban Pe. cah Dini (KPD) dide. finisikan se. bocoran spontan cairan ke. tuban dari se. laput ke. Ke. tuban pe. cah dini pada atau se. lah usia ge. minggu dise. but KPD ate. rm atau pre. s (PROM) dan se. lum usia ge. minggu dise. but KPD pre. rm atau pre. rm pre. of me. s (PPROM) (Rika Widianita. Ke. tuban Pe. cah Dini (KPD) dide. finisikan se. cahnya ke. tuban se. lum waktunya me. Hal ini dapat te. rjadi pada akhir ke. hamilan maupun jauh lum waktunya me. KPD pre. rm adalah KPD se. lum usia ke. hamilan 37 minggu. KPD yang manjang adalah KPD yang te. rjadi le. bih dari 12 jam lum waktunya me. Faktor-faktor se. trauma ke. lahiran dan ke. lainan konge. nital pada struktur rviks yang re. ntan dapat me. rusak fungsi otot pada rviks (Permatasari, 2. KPD me. rupakan salah satu pe. bab Angka Ke. m atian Ibu (AKI) adalah jumlah kematian ibu yang disebabkan oleh komplikasi kehamilan, persalinan, atau nifas per 100. 000 kelahiran hidup dalam satu tahun. KPD pada ibu be. rsalin dapat me. ningkatkan infe. ksi juga babkan se. psis yang dapat me. ningkatkan angka m atian ibu, se. kitar 85% ke. m atian atau mortalitas rinatal dise. babkan ole. h KPD. Ke. jadian Ke. Pe. cah Dini (KPD) di dunia be. rkisar dari 5% - 15% dari mua ke. hamilan dise. luruh dunia. KPD me. salah satu komplikasi ke. hamilan yang paling se. m ui. Inside. n KPD adalah 2,7% - 17% be. pada lama pe. n yang digunakan untuk gakan diagnosis KPD (Prawirohardjo, 2. Me. nurut data dari World He. alth Organization badan Kesehatan internasional yang bertanggungjawab untuk mempromosikan Kesehatan global dan mengurangi risiko penyakit serta cedera di seluruh dunia (WHO,2. jadian ke. tuban pe. cah dini atau inside. PROM (Pre. of me. ) be. antara 5-10% dari se. mua ke. lahiran KPD pre. rm 1% dari se. mua ke. hamilan, 70% kasus KPD te. rjadi pada hamilan ate. Me. nurut WHO . , angka jadian ke. tuban pe. cah dini di dunia me. ncapai 12,3% dari total pe. rsalinan, se. m uanya te. bar di Ne. mbang di Asia Te. nggara se. rti Malaysia. Myanmar. Thailand dan Indone. sia (World Health Organization, 2. Be. rdasarkan pencarian data World Health Organization (WHO). Peneliti tidak menemukan data kejadian ketuban pecah dini menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2023. Me. nurut World He. alth Organization (WHO) pada tahun 2020 Angka Ke. m atian Ibu (AKI) di dunia masih tinggi de. 000 jiwa. Tahun 2020 pravale. nsi KPD di dunia me. ncapai 2-10% dan KPD me. ngaruhi se. 5-15% dari ke. hamilan de. gan inside. nsi te. rtinggi be. di Afrika (World Health Organization, 2. Me. World He. alth Organization (WHO) pada tahun 2021 AKI dise. luruh dunia me. 000 ke. m atian de. bab ke. m atian ibu adalah te. kanan darah tinggi lama ke. -e. klamsia dan e. ndarahan, infe. ksi dan aborsi yang tidak aman (Zamilah et al. , 2. Me. nurut (World Health Organization, 2. , maparkan bahwa Angka Kematian Bayi (AKB) adalah jumlah kematian bayi yang terjadi pada usia di bawah satu tahun per 1000 kelahiran hidup dalam satu priode waktu tertentu. Pada tahun 2022 be. rkisar antara 0,7 hingga 39,4 ke. m atian pe. r 1000 ke. lahiran hidup. Pe. bab ke. matian ne. onatal kare. na ke. lahiran pre. m atur, komplikasi ke. sfiksia/trauma saat lahi. , ksi ne. onatal, dan ke. lainan konge. Laporan ntrian Ke. hatan Indone. sia tahun 2020 angka jadian ke. tuban pe. cah dini se. banyak 13,1% dari jumlah pe. rsalinan, pada tahun 2021 te. rjadi pe. jumlah ke. jadian ke. tuban pe. cah dini di Indone. njadi 14,6% (Kemenkes, 2. Be. rdasarkan data Dinas Ke. hatan Provinsi Ke. pulauan Bangka Be. litung me. nunjukan pe. kasus ke. tuban pe. cah dini dibe. rapa wilayah. Pada tahun 2021 te. rcatat 808 kasus ke. tuban pe. cah dini, rtinggi pada kabupate. n Bangka se. banyak 167 kasus, dangkan te. ndah pada kabupate. n Bangka Se. banyak 46 kasus. Pada tahun 2022 te. rcatat 817 kasus, rtinggi pada kabupate. n Bangka se. banyak 158 kasus, dangkan te. ndah pada kabupate. n Bangka Se. banyak 56 kasus. Pada tahun 2023 te. rcatat 804 kasus tuban pe. cah dini, te. rtinggi pada kabupate. n Bangka Barat se. banyak 185 kasus, se. dangkan te. ndah pada n Bangka Se. latan se. banyak 48 kasus (Profil Dinas Ke. hatan Provinsi Ke. pulauan Bangka Belitung. Angka Ke. m atian Ibu di Provinsi Ke. pulauan Bangka Be. litung pada tahun 2021 se. banyak 62 kasus, yang babkan ole. h infe. ksi se. banyak 3 kasus. Pada tahun 2022 me. ngalami pe. nurunan me. njadi 34 kasus, babkan ole. h infe. ksi se. banyak 2 kasus. dan pada tahun 2023 me. ngalami ke. naikan me. njadi 38 kasus dan babkan ole. h infe. ksi se. banyak 4 kasus (Profil Dinas Kesehatan Kepulauan Bangka Belitung, 2. Angka m atian Bayi di Provinsi Ke. pulauan Bangka Be. tahun 2021 se. banyak 181 kasus, yang dise. babkan ole. ksi se. banyak 3 kasus, pada tahun 2022 se. 190 kasus, se. rta pada tahun 2023 te. rjadi pe. angka ke. matian bayi se. banyak 225 kasus (Profil Dinas Ke. hatan Provinsi Ke. pulauan Bangka Belitung, 2. Vol. 1 No. 1 Juli 2025 Jurnal Ilmiah Citra Kebidanan Vol. 1 No. 1 Juli 2025 Be. rdasarkan data Dinas Ke. hatan Kota Pangkalpinang dike. tahui data ke. tuban pe. cah dini pada tahun 2021 te. rdapat 147 kasus ke. tuban pe. cah dini, pada tahun 2022 me. nurun me. njadi 137 kasus, pada tahun 2023 me. njadi 61 kasus, dan pada tahun 2024 me. njadi 85 kasus ke. tuban pe. cah dini (Profil Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, 2. Be. data yang dipe. h dari Re. kam Me. dis Rumah Sakit Bakti Timah Kota Pangkalpinang me. nunjukan ada nurunan jumlah kasus ke. tuban pe. cah dini. Pada tiga tahun te. rakhir, yakni dari tahun 2021 hingga 2023, angka kasus ke. tuban pe. cah dini pada tahun 2021 rcatat se. banyak 394 orang yang me. ngalami ke. cah dini. Angka ini me. nurun me. njadi 184 orang pada tahun 2022 dan pada tahun 2023 te. rdapat se. orang yang me. ngalami kasus ke. tuban pe. cah dini (Data Rekam Medis Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang, 2. Penanganan KPD terdapat pada kebijakan Permenkes Nomor 369/Menkes/SK/i/2007 tentang standar profesi bidan yang terdapat pada kompetensi ke-3 tentang asuhan dan konseling selama kehamilan yaitu bidan memberi asuhan antenatal bermutu tinggi untuk mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan yang meliputi deteksi dini, pengobatan atau rujukan dari komplikasi tertentu. Dalam hal ini bidan harus mampu memberikan pelayanan kesehatan seoptimal mungkin dengan melakukan deteksi dini untuk meminimalisir terjadinya komplikasi yang akan terjadi sehingga dapat mengurangi angka kematian ibu salah satunya adalah kejadian ketuban pecah dini (Irkan et al. , 2. Hasil pe. litian (Magdalena et al. , 2. Be. rdasarkan analisis bivariat didapatkan hasil ada hubungan yang signifikan antara usia ibu de. jadian KPD. Hal ini se. suai de. ngan Prawirohardjo . bahwa KPD pada ke. hamilan pre. m atur babkan ole. h adanya faktor-faktor diantaranya adalah faktor usia ibu. Hal ini se. jalan de. ngan Sukarni . yang me. nyatakan bahwa pada usia le. bih dari 35 tahun, te. rjadi pe. nurunan ke. mampuan organ-organ produksi yang be. ngaruh pada prose. sis se. hingga se. laput ke. tuban le. bih tipis yang mudahkan untuk pe. cah ke. tuban se. lum waktunya, gitu juga usia <20 tahun. Hasil pe. litian yang dilakukan ole. h (Widyandini et , 2. nunjukan ada hubungan yang signifikan antara usia ke. hamilan de. ngan ke. jadian ke. tuban pe. Pe. litian ini se. jalan de. ngan Maria dkk . nyatakan ada hubungan antara usia ke. hamilan dan tuban pe. cah dini ibu hamil de. ngan usia ke. <37 minggu . Me. nurut popowski e. al, . nyatakan ke. tuban pe. cah dini adalah salah satu pe. bab utama morbiditas dan mortalitas ne. saat ke. tuban pe. cah dini te. rjadi pada usia ke. minggu atau se. lah 34 minggu. Hasil pe. litian yang dilakukan ole. h (Pera mandasari, 2. nunjukan ada hubungan paritas ngan ke. jadian Ke. tuban Pe. cah Dini. Pe. litian ini jalan de. ngan pe. litian syukrianti yang me. adanya hubungan paritas de. ngan ke. tuban pe. cah dini. Pada primipara bagian te. ndah janin turun ke. panggul masuk ke. PAP pada akhir minggu ke. dangkan pada multipara te. rjadi saat mulai pe. Se. hingga pada multipara tidak ada bagian te. rndah janin yang me. nutupi PAP yang dapat me. ngurangi te. bagian bawah. Hasil pe. litian yang dilakukan ole. h (Andriyani et , 2. Me. nyatakan bahwa adanya hubungan antara rjaan dan ke. tuban pe. cah dini. Pe. litian ini juga jalan de. ngan pe. litian yang dilakukan ole. Wulandari, e. t al. hasil analisis hubungan antara pe. rjaan de. ngan KPD. Ke. jadian KPD le. banyak te. rjadi pada ke. lompok ibu yang be. dibanding de. ngan ibu yang tidak be. Aktivitas yang be. bihan dapat me. micu te. rjadinya ke. cah dini, mulanya akan me. nimbulkan his . ontraksi rahi. atau pe. rdarahan pe. Ke. kuatan his makin lama se. makin kuat diikuti ole. h pe. ndir darah. Pe. rdarahan te. but be. rasal dari pe. mbuluh darah yang pe. cah pada kanalis se. rvikalis saat te. ndataran se. Kadang-kadang ke. tuban pe. bih dahulu se. lum adanya his yang te. (Khosan, 2. Te. ori ini didukung ole. h te. ori yang mukakan Rinjani . bahwa ke. rja fisik pada saat hamil yang te. rlalu be. rat dan de. ngan lama ke. bihi tiga jam pe. rhari dapat be. rakibat ke. Ke. lahan dalam be. rja me. babkan le. m ahnya korion amnion se. hingga timbul ke. tuban pe. cah dini. Surve. i awal me. lalui obse. rvasi langsung wawancara rhadap salah satu bidan yang pe. liti lakukan h 2 kasus te. rbanyak di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang yaitu Ke. tuban Pe. cah Dini dan Pre. klamsia Be. Be. rdasarkan uraian dari latar be. lakang masalah diatas maka pe. liti te. rtarik untuk me. lakukan pe. rkait AuFaktor-faktor yang be. rhubungan de. jadian ke. tuban pe. cah dini (KPD) di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang Tahun 2024Ay. Adapun tujuan dalam penelitian ini ialah untuk menganalisis dan mengetahui lebih lanjut faktor Ae faktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini (KPD) di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang Vol. 1 No. 1 Juli 2025 Jurnal Ilmiah Citra Kebidanan Vol. 1 No. 1 Juli 2025 METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan penellitian studi case control. Case. control adalah suatu pe. litian analitik yang me. nyangkut bagaimana faktor re. siko dipe. lajari de. ngan me. katan re. De. ngan kata lain, e. nyakit atau status ke. ntifikasi pada saat ini, ke. m udian faktor re. siko diide. ntifikasi adanya atau rjadinya pada waktu yang lalu. Studi case. control ini didasarkan pada ke. nyakit yang sudah ada se. hingga me. untuk me. nganalisa dua ke. lompok te. ntu yakni lompok kasus yang me. rita pe. nyakit atau te. akibat yang dite. liti, dibandingkan de. ngan ke. yang tidak me. rita atau tidak te. na akibat. Intinya litian case. control ini adalah dike. tahui pe. m udian dite. lusuri pe. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini ialah ibu bersalin yang mengalami ketuban pecah dini yang tercatat di Medical Record . ekam medi. Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang Tahun 2024 yaitu sebanyak 120 responden dengan rasio perbandinga 1 : 2 ( 40 sampel kasus : 80 sampel kontro. dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Penelitian ini di lakukan di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang pada bulan juni sampai juli 2025. Dan Pada penelitian ini peneliti mengambil empat variabel yaitu usia ibu, usia kehamilan, paritas dan pekerjaan. Pada pe. litian ini pe. ngumpulan data me. data Se. r yang dipe. h dari catatan Re. kam me. n di Rumah Sakit Bakti Timah Kota Pangkalpinang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat, bivariat dan odds ratio (OR). Analisis univariat digunakan untuk me. njabarkan se. cara de. skriptif me. distribusi fre. nsi dan proporsi masing-masing l yang dite. liti, baik variabe. l be. bas maupun l te. Sedangkan analisa bivariat digunakan untuk me. lihat hubungan variabe. l be. bas se. cara se. ndiri de. ngan variabe. l te. Data pada variabe. ngan me. nggunakan variabe. l inde. n sama-sama data kate. gori, maka de. ngan uji statistik Auchi square. Ay. Odds Ratio (OR) digunakan dengan tujuan untuk lihat hubungan dan be. sarnya hubungan antara l be. bas de. ngan variabe. l te. rikat, kare. na de. litian adalah kasus control, maka me. Odds Ratio (OR). De. ngan OR dapat dipe. tingkat re. siko masing-masing variabe. l yang dite. rhadap ke. jadian ke. tuban pe. cah dini. HASIL Analisis Univariat Analisis univariat digunakan untuk me. cara de. skriptif me. nai distribusi fre. nsi dan proporsi masing- masing variabe. l yang dite. liti, baik l be. bas maupun variabe. l te. Pada umumnya dalam analisis ini hanya me. nghasilkan distribusi nsi dan pe. dari tiap variabe. l (Sujarwe. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Frekuensi Persentase (%) Total Total Variabel Ketuban Pecah Dini KPD (Kasu. Tidak KPD (Kontro. Total Usia Ibu Beresiko (<20 tahun dan > 35 tahu. Tidak Beresiko (>20 tahun - <35 tahu. Total Usia Kehamilan Preterem (< 37 mingg. Aterm (> 37 mingg. Total Paritas Beresiko (Multipara dan Grandemultipar. Tidak Beresiko (Primigravid. Pekerjaan Bekerja Tidak Bekerja Sumber : Data Sekunder, 2024 Berdasarkan Tabel 1 di atas, diketahui bahwa responden dengan kasus kejadian ketuban pecah dini (KPD) sebanyak 40 responden . ,3%) lebih sedikit dibandingkan yang tidak mengalami kejadian ketuban pecah dini (Kontro. yaitu sebanyak 80 reseponden . ,7%). Usia Ibu berdasarkan Tabel 1 di atas menunjukkan bahwa usia ibu beresiko sebanyak 29 responden . ,2%) lebih sedikit dibandikan dengan usia ibu tidak beresiko sebanyak 91 responden . ,8%). Pada usia kehamilan pada Tabel 1 di atas menunjukkan bahwa responden dengan usia kehamilan preterem sebanyak 5 responden . ,2%) lebih sedikit Vol. 1 No. 1 Juli 2025 Jurnal Ilmiah Citra Kebidanan Vol. 1 No. 1 Juli 2025 dibandingkan dengan usia kehamilan aterm sebanyak 115 responden . ,8%). Berdasarkan Tabel 1 di atas, menunjukkan paritas beresiko sebanyak 83 responden . ,2%) lebih banyak dibandingkan paritas tidak beresiko sebanyak 37 responden . ,8%) dan pada pekerjaan responden yang bekerja sebanyak 16 responden . ,3%) lebih sedikit dibandingkan dengan responden yang tidak bekerja sebanyak 104 responden . ,7%). Analisa ini untuk me. lihat hubungan variabe. l be. cara se. ndiri-se. ndiri de. ngan variabe. l te. Data pada l de. ngan me. nggunakan variabe. l inde. sama-sama data kate. gori, maka de. ngan uji statistik Auchi Ay. Uji ini untuk me. tahui ada tidaknya hubungan dan pe. daan proporsi antara variabe. n dan variabe. l de. n pada tingkat rcayaan 95% ( = 0. , se. hingga jika p value. 0,05 maka hasil hitungan ststistik be. Jika p > 0,05 maka hasil hitungan statistik tidak ada pe. Analisis Bivariat Tabel 2. Hubungan Usia Ibu dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini pada Ibu Bersalin Kejadian KPD KPD Tidak KPD . Beresiko Tidak Beresiko Jumlah Sumber : Data diolah menggunakan SPSS Usia Ibu Total CI 95% 0,019 0,244 ,078-0,. Hasil analisis berdasarkan tabel diatas didapatkan bahwa ibu dengan usia berisiko (<20 atau >35 tahu. lebih banyak pada kelompok kejadian tidak KPD . sebanyak 25 orang . ,3%) dibandingkan dengan kelompok KPD . , sedangkan responden dengan usia tidak berisiko lebih banyak pada kelompok tidak KPD sebanyak 55 orang . ,8%). Berdasarkan uji statistik chi square diperoleh nilai p = 0,019 < . maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara usia ibu dengan kejadian Ketuban Pecah Dini pada ibu bersalin di Rumah Sakit Bakti Timah Kota Pangkalpinang Tahun 2024. Hasil analisis lebih lanjut didapatkan nilai Odds Ratio (OR) = 0,244 . % CI: 0,0780,. yang berarti ibu dengan usia tidak berisiko terlindungi dari terjadinya KPD 0,244 kali lebih besar dibandingkan ibu dengan usia berisiko, atau usia berisiko memiliki risiko untuk mengalami KPD 4,09 kali lebih besar dibandingkan usia ibu tidak berisiko. Tabel 3. Hubungan Usia Kehamilan dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini pada Ibu Bersalin Kejadian KPD Usia Kehamilan KPD Tidak KPD . Preterm A term Jumla h Sumber : Data diolah menggunakan SPSS Total CI 95% 0,042 8,778 ,947-81,. Hasil analisis berdasarkan tabel diatas didapatkan bahwa ibu dengan usia kehamilan preterm lebih banyak pada kelompok kejadian KPD . sebanyak 4 orang . %) dibandingkan dengan kelompok tidak KPD . , sedangkan responden dengan usia kehamilan aterm lebih banyak pada kelompok tidak KPD . sebanyak 79 orang . ,8%) dibandingkan dengan kelompok KPD . Berdasarkan uji statistic FisherAos Exact diperoleh nilai p = 0,042 < . maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara usia kehamilan dengan kejadian Ketuban Pecah Dini pada ibu bersalin di Rumah Sakit Bakti Timah Kota Pangkalpinang Tahun 2024. Hasil analisis lebih lanjut didapatkan nilai Odds Ratio (OR) = 8,778 . % CI: 0,947-81,. yang berarti ibu dengan usia kehamilan Preterm berisiko 8,778 kali lebih besar mengalami KPD dibandingkan ibu dengan usia kehamilan aterm. Vol. 1 No. 1 Juli 2025 Jurnal Ilmiah Citra Kebidanan Vol. 1 No. 1 Juli 2025 Tabel 4. Hubungan Paritas dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini pada Ibu Bersalin Kejadian KPD KPD Tidak KPD . Berisiko Tida k Berisiko Jumla h Sumber : Data diolah menggunakan SPSS Paritas Total p-value CI 95% 0,000 0,157 . ,067-0,. Hasil analisis berdasarkan tabel diatas didapatkan bahwa ibu dengan paritas berisiko . ultipara dan grandemultipar. lebih banyak pada kelompok kejadian tidak KPD . sebanyak 66 orang . ,5%) dibandingkan dengan kelompok KPD . , sedangkan responden dengan paritas tidak berisiko . lebih banyak pada kelompok KPD . sebanyak 23 orang . ,5%) dibandingkan dengan kelompok tidak KPD . Berdasarkan uji statistik chi square diperoleh nilai p = 0,000 < . maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara paritas dengan kejadian Ketuban Pecah Dini pada ibu bersalin di Rumah Sakit Bakti Timah Kota Pangkalpinang Tahun 2024. Hasil analisis lebih lanjut didapatkan nilai Odds Ratio (OR) = 0,157 . % CI: 0,067-0,. yang berarti ibu dengan paritas tidak berisiko tertinggi mengalami KPD 0,157 kali lebih besar dibandingkan dengan paritas berisiko atau ibu dengan paritas berisiko memiliki risiko mengalami KPD 6,37 kali lebih besar dibandingkan ibu paritas tidak berisiko. Tabel 5. Hubungan Pekerjaan dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini pada Ibu Bersalin Kejadian KPD KPD Tidak KPD . Bekerja Tida k Bekerja Jumla h Sumber : Data diolah menggunakan SPSS Pekerjaan Total p-value 0,071 CI 95% 3,028 . ,035-8,. Hasil analisis berdasarkan tabel diatas didapatkan bahwa ibu yang bekerja lebih banyak pada kelompok kejadian KPD . sebanyak 9 orang . ,5%) dibandingkan dengan kelompok tidak KPD . , sedangkan responden yang tidak bekerja lebih banyak pada kelompok tidak KPD . sebanyak 73 orang . ,3%) dibandingkan dengan kelompok KPD . Berdasarkan uji statistik chi square diperoleh nilai p = 0,071 > . maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan dengan kejadian Ketuban Pecah Dini pada ibu bersalin di Rumah Sakit Bakti Timah Kota Pangkalpinang Tahun 2024. PEMBAHASAN Hubungan Usia Ibu dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini pada Ibu Bersalin Usia adalah lamanya waktu hidup se. jak se. Usia sangat be. ngaruh te. hamilan dan pe. Usia yang baik untuk lahirkan yaitu antara 20-35 tahun (Bunaiyah, 2. Hasil penelitian uji statistik chi-square yang didapatkan nilai p-value = 0,019 < . maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara usia ibu dengan kejadian Ketuban Pecah Dini pada ibu bersalin di Rumah Sakit Bakti Timah Kota Pangkalpinang Tahun 2024. Penelitian lebih lanjut diperoleh hasil dengan nilai OR = 0,244 dimana usia ibu tidak berisiko memiliki risiko KPD 0,244 kali lebih besar dibandingkan ibu dengan usia berisiko, atau ibu dengan usia berisiko memiliki risiko untuk mengalami KPD 4,09 kali lebih besar dibandingkan usia ibu tidak Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Batubara & Fatmarah, 2. yang berjudul AuFaktorfaktor yang berhubungan dengan terjadinya KPD (Ketuban Pecah Din. di PMB Desita. Sit Kecamatan Kota Juang Kabupaten BireuenAy dengan hasil analisis statistik menggunakan uji chi-square diperoleh nilar pvalue = 0,009 < . dan nilai OR = 0,151 yang Vol. 1 No. 1 Juli 2025 Jurnal Ilmiah Citra Kebidanan Vol. 1 No. 1 Juli 2025 artinya ada hubungan usia ibu dengan kejadian KPD di PMB Desita. Sit Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen. Didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Magdalena et al. , 2. yang berjudul AuFaktorfaktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini di IGD maternal RSUD dr. Drajat PrawiranegaraAy dengan hasil analisis statisik menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p-value = 0,000 < . dan nilai OR = 8,740 yang artinya ada hubungan usia ibu dengan kejadian Ketuban Pecah Dini di RSUD dr. Drajat Prawinegara. Didukug juga dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Arum et al. , 2. yang berjudul AuHubungan antara Usia Ibu dengan kejadian Ketuban Pecah Dini di Rumah Sakit Artha Bunda Kabupaten Lampung TengahAy dengan hasil analisis statistik menggunakan uji chi square diperoleh nilai p-value = 0,001 yang artinya ada hubungan usia ibu dengan kejadian Ketuban Pecah Dini di Rumah Sakit Artha Bunda Kabupaten Lampung Tengah. Peneliti berasumsi bahwa, usia merupakan faktor risiko kejadian KPD, dapat kita lihat bahwa ibu dengan usia berisiko (<20 atau >35 tahu. lebih banyak pada kelompok kejadian KPD, dibandingkan dengan usia yang tidak berisiko. Usia ibu >35tahun akan memengaruhi sistem reproduksi, karena organ-organ reproduksinya sudah mulai berkurang kemampuannya dan keelastisannya dalam menerima kehamilan. Dan usia ibu < 20 tahun harus ada pengaturan usia untuk hamil agar, reproduksi ibu disiapkan terlebih dahulu . enunda akan menghasilkan kehamilan, persalinan dan nifas yg normal (Prawihardjo, 2. Kehamilan pada usia muda . sering terjadi penyulit atau komplikasi bagi ibu maupun janin. Hal ini disebabkan perkembangan organ reproduksi belum sempurna untuk hamil, dimana rahim belum bisa menahan kehamilan dengan baik sehingga selaput ketuban belum matang dan mudah mengalami robekan sehingga dapat menyebabkan terjadinya ketuban pecah Sedangkan pada umur >35 tahun keadaan otot-otot dasar panggul tidak lagi elastis, sehingga mudah terjadi penyulit/komplikasi seperti serviks mudah berdilatasi sehingga dapat menyebabkan pembukaan serviks terlalu dini sehingga dengan mudahnya terjadi ketuban pecah dini (Hasifah. Isnawati, and Jumuriah, 2. Hubungan Usia Kehamilan dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini pada Ibu Bersalin Usia ke. hamilan adalah 280 hari . minggu atau 9 bulan 7 har. dihitung dari hari pe. rtama haid te. (Widyandini et al. , 2. Hasil uji statistik FisherAos exact didapatkan nilai pvalue = 0,042 < . maka dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara usia kehamilan dengan kejadian Ketuban Pecah Dini pada ibu bersalin di Rumah Sakit Bakti Timah Kota Pangkalpinang Tahun Penelitian lebih lanjut didapatkan nilai OR = 8,778 yang berarti ibu dengan usia kehamilan Preterm berisiko 8,778 kali lebih besar mengalami KPD dibandingkan ibu dengan usia kehamilan aterm. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (A. Novitasari et al. , 2. yang berjudul AuAnalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Ketuban Pecah Dini di RSUD Lamaddukeli Kab. WajoAy dengan hasil analisis statistik menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p-value = 0,048 < . dan nilai OR=1,843 yang berarti ada hubungan usia kehamilan dengan kejadian Ketuban Pecah Dini di RSUD Lamaddukeli Kab. Wajo. Didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan (Septyani et al. , 2. yang berjudul AuHubunga Usia Kehamilan. Paritas. Presentase Janin terhadap Kejadian Ketuban Pecah Dini pada Ibu BersalinAy dengan hasil analisis statistik menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p-value = 0,001 < . dan nilai OR = 5,435 yang berarti ada hubungan usia kehamilan dengan kejadian Ketuban Pecah Dini pada Ibu Bersalin. Didukung juga dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Septina & Lestari, 2. yang berjudul Au Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) Pada Ibu Bersalin di RSUD X Tahun 2022Ay dengan hasil analisis statistik menggunakan uji chi square diperoleh nilai p-value = 0,001 < . maka disimpulkan ada hubungan usia kehamilan dengan kejadian ketuban pecah dini di RSUD X Tahun 2022. Peneliti berasumsi bahwa. Usia kehamilan merupakan faktor risiko kejadian KPD, dapat kita lihat bahwa ibu dengan usia kehamilan preterem (< dari 37 mingg. Pada trime. r ke. tiga se. laput ke. tuban mudah cah, me. mahnya ke. kuatan se. laput ke. tuban ada hubungannya de. ngan pe. saran ute. rus, kontraksi rahim dan ge. rakan janin. Hal ini dikare. nakan pe. laput ke. tuban be. rkaitan de. ngan pe. rubahan prose. biokimia yang te. rjadi dalam kolage. n matriks apotosis me. m bran janin (Novitasari, 2. Hubungan Paritas dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini pada Ibu Bersalin Paritas me. rupakan jumlah anak yang dimiliki ole. ibu mulai dari anak pe. rtama sampai anak te. Paritas te. rbagi atas primipara, multipara, dan m ultipara. (Maharrani & Nugrahini, 2. Vol. 1 No. 1 Juli 2025 Jurnal Ilmiah Citra Kebidanan Vol. 1 No. 1 Juli 2025 Hasil uji statistik chi-square yang didapatkan nilai pvalue = 0,000 < . maka disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara paritas dengan kejadian Ketuban Pecah Dini di Rumah Sakit Bakti Timah Kota Pangkalpinang Tahun 2024. Penelitian lebih lanju didapatkan nilai OR = 0,157 dimana ibu dengan paritas tidak berisiko tertinggi mengalami KPD 0,157 kali lebih besar dibandingkan dengan paritas berisiko, atau ibu dengan paritas berisiko memiliki risiko mengalami KPD 6,37 kali lebih besar dibandingkan ibu paritas tidak berisiko. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Vima Erwani et al. , 2. yang berjudul AuFaktorFaktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini Pada Praktik Mandiri BidanAy dengan hasil analisis statistik menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p-value = 0,049 < . dan nilai OR = 3,863 yang artinya ada hubungan paritas dengan kejadian Ketuban Pecah Dini di Praktik Mandiri Bidan. Didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Lestari & Musa, 2. yang berjudul AuHubunga Umur dan Paritas Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini di RSUD TanggerangAy dengan hasil analisis statistik menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p-value = 0,034 < . dan nilai OR = 0,355 yang berarti ada hubungan paritas dengan kejadian Ketuban Pecah Dini di RSUD Tanggerang. Didukung juga penelitian yang dilakukan oleh (Sutarno, 2. yang berjudul AuHubungan Usia dan Paritas Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini di Polindes Arus Deras Kalimantan Barat Tahun 2024Ay dengan hasil analisis statistic menggunakan uji chi square diperoleh nilai p-value = 0,000 < . yang artinya ada hubungan paritas dengan kejadian Ketuban Pecah Dini di Polindes Arus Deras Kalimantan Barat. Peneliti berasumsi bahwa. Paritas merupakan faktor risiko kejadian KPD, dapat kita lihat bahwa ibu dengan paritas multipara lebih berisiko dibandingkan dengan paritas primipara, dikarenakan ibu yang mengalami ketuban pecah dini banyak yang merupakan ibu multipara yang sudah pernah melahirkan lebih dari 2 kali. KPD lebih sering terjadi pada multipara, karena penurunan fungsi reproduksi berkurang, jaringan ikat, vaskulerisasi dan serviks yang sudah membuka satu cm akibat persalinan yang lalu sehingga organ reproduksi mudah mengalami gangguan serta fungsi yang sedikit berkurang (Prawirohardjo, 2. Bagian terendah janin yang belum masuk pintu atas panggul juga berpengaruh. Pada primipara, bagian terendah janin belum masuk pintu atas panggul hingga akhir minggu ke-36 kehamilan, sedangkan pada multipara penurunan bagian terendah janin terjadi saat mulainya persalinan sehingga pada multipara tidak ada bagian dari terendah janin yang menutup pintu atas panggul yang dapat mengurangi ketahanan membran ketuban pada bagian bawah (Maharani, 2. Hubungan Pekerjaan dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini pada Ibu Bersalin Pe. rjaan adalah suatu ke. giatan atau aktivitas n se. hari-hari, namun pada masa ke. rjaan yang be. rat dan dapat me. hamilannya he. ndaklah dihindari untuk me. lamatan ibu maupun janin (Desti Widya Astuti. Hasil uji statistik chi-square di dapatkan nilai pvalue = 0,071 > . maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan ibu dengan kejadian Ketuban Pecah Dini pada ibu bersalin di Rumah Sakit Bakti Timah Kota Pangkalpinang Tahun 2024. Penelitian lebih lanjut didapatkan nilai OR = 3,028. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Handiani, 2. yang berjudul AuFaktor yang berhubungan dengan kejadian Ketuban Pecah Dini di Rumah SakitAy dengan hasil analisis statistik menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p-value = 0,742 > . dan nilai OR = 1,368 yang berarti tidak ada hubungan pekerjaan dengan kejadian Ketuban Pecah Dini di Rumah Sakit. Didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Wulansari et al. , 2. yang berjudul AuFaktorfaktor yang berhubunga dengan kejadian Ketuban Pecah Dini pada ibu bersalin di Provinsi GorontaloAy dengan hasil analisis statistik menggunakan uji chisquare diperoleh nilai p-value = 0,648 > . dan nilai OR = 0,804 yang berarti tidak ada hubungan pekerjaan dengan kejadian Ketuban Pecah Dini. Didukung juga dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Septina & Lestari, 2. yang berjudul Au Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) Pada Ibu Bersalin di RSUD X Tahun 2022Ay dengan hasil analisis statistik menggunakan uji chi square diperoleh nilai p-value = 0,121 > . maka disimpulkan tidak ada hubungan pekerjaan dengan kejadian ketuban pecah dini di RSUD X Tahun 2022. Peneliti berasumsi bahwa, pekerjaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kejadian Ketuban Pecah Dini, diakrenakan ibu yang mengalami Ketuban Pecah Dini lebih sedikit memiliki pekerjaan. Pekerjaan yang dilakukan baik itu ringan maupun berat, tidak secara langsung menjadi faktor penyebab terjadinya Ketuban Pecah Dini. Vol. 1 No. 1 Juli 2025 Jurnal Ilmiah Citra Kebidanan Vol. 1 No. 1 Juli 2025 KESIMPULAN Dari empat variabel usia ibu, usia kehamilan, paritas, pekerjaan ada tiga variabel yang berhubungan yaitu usia ibu, usia kehamilan, paritas dan ada satu yang tidak berhubungan yaitu pekerjaan dengan kejadian ketuban pecah dini di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang Tahun 2024. DAFTAR PUSTAKA