Si st em Pen du ku n g K ep utu s an d en gan Apl ik asi . V olu me 3. N o mo r 1. Mar et 2 0 24 Sistem Pendukung Keputusan dengan Aplikasi Halaman beranda jurnal: https://journal. id/index. php/spk/index Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Anggota HIMPROSI Menggunakan Metode Simple Additive Weighting Nadia Salsabilla1, *. Helmi Fauzi Siregar2 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan. Indonesia Jl. Lap. Golf No. 120 Pancur Batu. Sumatera Utara, 20235 Universitas Asahan. Kisaran. Indonesia Jl. AhmadYani No. Kisaran Kota. Sumatera Utara 21214 email: nsalsabila606@gmail. (Naskah masuk: 16 Januari 2024. diterima untuk diterbitkan: 20 Maret 2. ABSTRAK - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) dalam proses seleksi anggota baru Himpunan Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi atau disingkat HIMPROSI. Metode SAW dipilih sebagai metode penyelesaian dalam penelitian ini karena mampu melakukan pembobotan nilai pada setiap atribut. Prosesnya dilakukan dengan mengumpulkan data kinerja calon anggota baru HIMPROSI, memberikan bobot pada setiap kriteria, dan melakukan perhitungan matematis untuk menghasilkan nilai penjumlahan terbobot. Selanjutnya, dilakukan penilaian untuk memperoleh saran alternatif yang optimal. Implementasi SPK berbasis SAW ini dapat membantu dalam pengambilan keputusan pemilihan anggota baru HIMPROSI, mengurangi subjektivitas penilaian, dan mempercepat proses pengambilan keputusan. Penelitian ini mendapati bahwa A5 memiliki peringkat tertinggi dan dianggap sebagai kandidat terbaik untuk diterima sebagai anggota baru dengan nilai 0. KATA KUNCI Ae sistem pendukung keputusan, simple additive weighting. HIMPROSI HIMPROSI Member Selection Decision Support System Using the Simple Additive Weighting Method ABSTRACT - The aim of this research is to develop a Decision Support System (DSS) that uses the Simple Additive Weighting (SAW) method in the selection process for new members of the Information Systems Study Program Student Association or abbreviated as HIMPROSI. The SAW method was chosen as the solution method in this research because it is able to weight the values for each attribute. The process is carried out by collecting performance data on prospective new HIMPROSI members, giving weight to each criterion, and carrying out mathematical calculations to produce a weighted sum value. Next, an assessment is carried out to obtain optimal alternative Implementation of the SAW-based SPK can help in making decisions about selecting new HIMPROSI members, reducing the subjectivity of assessments, and speeding up the decision-making process. This research found that A5 had the highest ranking and was considered the best candidate to be accepted as a new member with a score of 0. KEYWORDS Ae decision support systems, simple additive weighting. HIMPROSI PENDAHULUAN Ketika memasuki dunia perguruan tinggi, mahasiswa tidak hanya mengandalkan sumber ilmu akademik sebagai satu-satunya sumber pengetahuan. Mereka juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri melalui kegiatan organisasi kemahasiswaan . Dalam setiap kampus, terdapat berbagai macam organisasi yang bertujuan sebagai tempat dan sarana untuk mengembangkan bakat serta melatih softskill. Pentingnya ketertarikan mahasiswa terhadap organisasi A 2024 Penulis. Diterbitkan oleh Sistem Pendukung Keputusan dengan Aplikasi. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY-SA. ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Sistem Pendukung Keputusan dengan Aplikasi. Volume 3. Nomor 1. Maret 2024 ISSN 2829-2189 (Onlin. tersebut dapat memberikan bantuan dalam mengembangkan dan menyalurkan bakat yang dimiliki . Di perguruan tinggi, terdapat sebuah organisasi kampus yang dikenal dengan sebutan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). HMJ ini merupakan kelompok individu yang tergabung dengan tujuan yang sama, yaitu membangun sebuah organisasi yang berkembang di lingkungan kampus . Salah satu prodi di UINSU juga memiliki organisasi himpunan mahasiswa jurusan yang dikenal sebagai HIMPROSI (Himpunan Mahasiswa Prodi Sistem Informas. Berkaitan dengan organisasi HIMPROSI maka tak luput pula dari yang namanya open recrutmen penerimaan anggota Dimana HIMPROSI melakukan nya setiap periode 1 tahun. Saat ini, pengambilan keputusan yang efektif dalam pengelolaan organisasi menjadi sangat penting apalagi dalam penerimaan anggota. Sebagaimana terlihat dari penelitian yang dilakukan oleh Silvi Dwi Megafani, dkk tentang sistem pendukung keputusan penerimaan anggota Menwa baru . dan penelitian yang dilakukan oleh Dewi Rohani, dkk mengenai sistem pendukung keputusan dalam proses seleksi penerimaan tenaga kontrak Polisi Pamong Praja (Pol PP) . Berdasarkan hal tersebut proses pengambilan keputusan pemilihan anggota himpunan mahasiwa prodi sistem informasi (HIMPROSI) saat ini belum terkomputersisasi dengan baik akibatnya membutuhkan waktu yang signifikan untuk mengambil keputusan yang tepat. Biasanya proses pengambilan keputusan dilakukan oleh Demisioner mulai dari penyeleksian berkas, wawancara, dan hasil pengumuman. Dalam proses pengambilan keputusan, terdapat tantangan lain yang muncul ketika penilaian subjektif dari anggota panitia mendominasi, sehingga kriteria yang digunakan dapat berpotensi menyebabkan kehilangan anggota berpotensi yang berkualitas karena penilaian yang dipengaruhi oleh emosi masing-masing panitia. Keputusan yang tepat dalam memilih anggota organisasi dapat mempengaruhi kemajuan dan kinerja organisasi itu sendiri. Oleh sebab itu, penggunaan sistem pendukung keputusan (SPK) menjadi semakin penting dalam membantu proses pemilihan anggota organisasi. Sistem pendukung keputusan adalah sebuah solusi interaktif yang berperan dalam proses pengambilan keputusan dengan memanfaatkan data dan berbagai model keputusan untuk menyelesaikan permasalahan yang memiliki tingkat struktur dapat bervariasi, mulai dari semi-terstruktur hingga tidak terstruktur . , . , . , . Dalam penyelesaian masalah sistem pendukung, terdapat beberapa metode yang digunakan yaitu AHP. SAW. TOPSIS. SMART. MPE, dan lainnya . , . , . , . , . Inti dari sistem pendukung keputusan bukanlah sepenuhnya mengotomatiskan pengambilan keputusan, tetapi lebih kepada menyediakan alat interaktif yang membantu pengambil keputusan dalam melakukan analisis beragam menggunakan model-model yang telah tersedia . Dalam konteks sistem pendukung keputusan, terdapat variasi alternatif, fitur, dan bobot yang digunakan untuk menentukan solusi optimal dalam proses pengambilan keputusan . Dalam Sistem Pendukung Keputusan (SPK), hasil yang ditampilkan biasanya berupa peringkat atau ranking sebagai bentuk evaluasi pemilihan terbaik . Dalam penelitian ini, peneliti memanfaatkan metode SAW sebagai salah satu metode MCDM (Multi-Criteria Decision Makin. yang populer . Teknik MCDM dapat menyediakan strategi alternatif untuk memecahkan masalah secara sistematis . Simple Additive Weighting (SAW) digunakan sebagai metode untuk menyelesaikan permasalahan pengambilan keputusan dengan multi-atribut . , . Dalam konteks penelitian ini, metode SAW direkomendasikan sebagai solusi untuk menentukan opsi terbaik dalam proses pengambilan keputusan. Metode ini menggunakan perhitungan matematis untuk mendapatkan penjumlahan terbobot dari penilaian kinerja setiap kriteria . Pemilihan metode SAW didasarkan pada keunggulannya dalam memberikan pembobotan nilai untuk setiap atribut. Setelah mendapatkan pembobotan nilai untuk setiap atribut, langkah selanjutnya adalah melakukan perangkingan untuk menentukan opsi terbaik dalam proses pengambilan keputusan. Penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan keberhasilan penggunaan metode SAW dalam sistem pendukung keputusan dalam berbagai bidang. Sebagai contoh, penelitian yang dilakukan oleh Riska Abdilana dan Indra Gunawan menunjukkan bahwa implementasi metode SAW dalam sistem pendukung keputusan pemilihan smartphone menggunakan Scratch menghasilkan kinerja yang baik atau memuaskan . Dalam jurnal hasil penelitian Rusydi Umar, dkk tentang analisis sistem pendukung keputusan seleksi calon anggota organisasi IMM menggunakan metode SAW, ditemukan bahwa hasil perangkingan yang dihasilkan sesuai dengan kriteria yang ditentukan, menunjukkan keakuratan dan ketepatan metode tersebut dalam konteks tersebut . Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Imron Amrulloh, dkk mengenai sistem pendukung keputusan pemilihan bibit lele dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) menunjukkan bahwa metode SAW memberikan solusi untuk permasalahan pemilihan jenis benih ikan lele sesuai dengan hasil penelitian mereka . Penelitian yang dilakukan oleh Triana Elizabeth dan Tinaliah mengenai sistem pendukung keputusan dalam pemilihan asisten dosen menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) menunjukkan bahwa sistem tersebut dapat membantu bagian akademik dalam memilih calon asisten mahasiswa berdasarkan penilaian terhadap lima kriteria yang dimasukkan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa informasi nilai referensi yang diberikan oleh sistem ini dapat bermanfaat bagi kepala program studi dan dosen pengampu mata kuliah untuk mengidentifikasi mahasiswa yang pernah menjadi asisten dosen sebelumnya . Temuan dari sejumlah penelitian tersebut mengindikasikan bahwa metode Simple Additive Weighting (SAW) telah terverifikasi dapat menyajikan solusi yang efektif dan tepat sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah sistem pendukung keputusan yang dapat digunakan dalam proses pemilihan anggota baru HIMPROSI. Fokus utama dari penelitian ini adalah mengembangkan sistem pendukung keputusan (SPK) yang menggunakan metode simple additive weighting untuk melakukan pemilihan anggota baru HIMPROSI di lingkungan perguruan tinggi. Dibangun dalam format platform web. SPK ini mengintegrasikan kriteria penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik unik HIMPROSI. Dengan mengacu pada keberhasilan metode SAW dalam berbagai konteks sebelumnya, penelitian ini menawarkan kontribusi praktis dalam meningkatkan efektivitas proses DOI: https://doi. org/10. 55537/spk. Nadia Salsabilla | 14 Sistem Pendukung Keputusan dengan Aplikasi. Volume 3. Nomor 1. Maret 2024 ISSN 2829-2189 (Onlin. pemilihan anggota, memastikan evaluasi yang holistik dan objektif, serta memberikan kemudahan akses bagi pengguna melalui platform web. METODE PENELITIAN Dalam pendekatan penelitian ini, metode penelitian mencakup langkah-langkah yang digunakan dalam proses penelitian dengan Sistem Pendukung Keputusan. Langkah-langkah tersebut melibatkan metode pengumpulan data, penerapan Simple Additive Weighting (SAW), dan perancangan sistem. Untuk informasi lebih rinci, silakan lihat Gambar Gambar 1. Tahapan Penelitian Berdasarkan diagram yang disajikan, terdapat beberapa tahapan dalam metode penelitian ini. Berikut adalah penjelasan mengenai tahapan tersebut: 1 Tahap Pengolahan Data Identifikasi masalah: Tahap pertama metode penelitian ini adalah menentukan masalah yang akan diteliti. Ini melibatkan menentukan latar belakang, rumusan, batasan, dan tujuan penelitian. Studi literatur: Tahap selanjutnya adalah melakukan studi literatur. Pada tahap ini, penulis akan mencari dan mengumpulkan informasi terkait topik dari berbagai literatur seperti buku, artikel, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan subjek penelitian yang didapat dari Mendeley. Google Scholar. Scopus, dan juga melalui aplikasi Publish or Perish (PoP). Tujuan dari studi literatur adalah untuk memahami penelitian sebelumnya yang telah dilakukan di bidang yang sama dan memperoleh pemahaman yang mendalam tentang topik penelitian. Pengumpulan data: Pada tahap berikutnya dilakukan pengumpulan data, penulis akan mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Data ini dikumpulkan melalui observasi dan 2 Tahap Analisis Analisis data menggunakan metode SAW: Metode SAW (Simple Additive Weightin. digunakan untuk menganalisis dan mengevaluasi calon anggota baru HIMPROSI. Metode ini melibatkan penentuan kriteria dan bobot kriteria, perankingan alternatif, dan normalisasi matriks. 15 | Nadia Salsabilla DOI: https://doi. org/10. 55537/spk. Sistem Pendukung Keputusan dengan Aplikasi. Volume 3. Nomor 1. Maret 2024 ISSN 2829-2189 (Onlin. Analisis sistem pembuatan SPK pemilihan anggota baru HIMPROSI menggunakan metode SAW. Tahap ini melibatkan analisis sistem yang lebih mendalam terkait dengan pembuatan SPK untuk pemilihan anggota baru HIMPROSI menggunakan metode SAW. Ini meliputi desain sistem, pembuatan program, dan proses 3 Implementasi Metode Simple Additive Weighting (SAW) Langkah-langkah sistem pendukung keputusan dengan menggunakan metode SAW adalah: Menentukan Kriteria dan alternatif yang akan menjadi penilaian dan acuan untuk pengambilan keputusan. Beri nilai setiap alternatif (A. pada masing-masing kriteria (C. yang telah ditentukan sebelumnya, dengan nilai i = 1,2,. m dan j = 1,2,. Menentukan Bobot Setiap Kriteria Rating Kecocokan Setiap Alternatif Pada Setiap Kriteria Menormalkan matriks berdasarkan rumus sesuai dengan atributnya . iaya atau keuntunga. Untuk melakukan normalisasi dilakukan dengan rumus pada formula : ycUycnyc ycAycaycuycn ycUycnyc yaycnycoyca yc ycayccycaycoycaEa ycaycycycnycaycyc ycoyceycycuycycycuyciycaycu . ycycnyc = . cAycnycu ycU ycn ycnyc ycUycnyc yaycnycoyca yc ycayccycaycoycaEa ycaycycycnycaycyc ycaycnycaycyca . Proses Pemberian Poin Berdasarkan Bobot yang telah ditentukan. Dari nilai rating kinerja . alternatif Ai pada atribut cj. I = 1,2,. ,m dan j = 1,2,. ,n, nilai preferensi (V. untuk masing-masing alternatif adalah sebagai ycOycn = Ocycuyc=1 ycyc ycycnyc Pemeringkatan. Pada tahap ini data peserta diurutkan berdasarkan poin tertinggi sampai terendah. 4 Penarikan Kesimpulan Pada tahap ini kesimpulan diambil berdasarkan hasil perangkingan dan analisis yang telah dilakukan. Kesimpulan ini dapat digunakan untuk memutuskan calon anggota baru HIMPROSI yang akan diterima. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Penentuan Kriteria dan Alternatif Kriteria penilaian diperoleh dari penilaian standart persyaratan penerimaan anggota baru HIMPROSI. Kriteria dan atribut penilaiannya dapat dilihat pada Tabel 1 berikut: Kode Tabel 1. Tabel Kriteria Kriteria Kemampuan Komunikasi Pengalaman Organisasi Kreativitas dan Inovasi Kemampuan Kerjasama Tim Nilai Wawancara Nilai Demisioner Atribut Benefit Benefit Benefit Benefit Benefit Benefit Alternatif adalah opsi yang tersedia untuk membuat keputusan. Alternatif-alternatif ini dipilih dari daftar nama peserta Open Recruitment HIMPROSI 2023. Pada kasus kali ini, penulis mengambil 5 sampel peserta yang dapat dilihat pada Tabel 5 berikut: Kode DOI: https://doi. org/10. 55537/spk. Tabel 2. Alternatif Nama Alternatif Mahasiswa 1 Mahasiswa 2 Mahasiswa 3 Mahasiswa 4 Mahasiswa 5 Nadia Salsabilla | 16 Sistem Pendukung Keputusan dengan Aplikasi. Volume 3. Nomor 1. Maret 2024 ISSN 2829-2189 (Onlin. Menentukan bobot kriteria Setelah menentukan kriteria dan alternatif, tahap selanjutnya adalah menentukan bobot untuk setiap kriteria. Tabel 2 berikut ini menunjukkan nilai-nilai untuk kreativitas dan inovasi, kemampuan komunikasi, kerjasama tim, nilai wawancara, dan nilai demisioner: Tabel 3. Bobot Untuk Kemapuan Komunikasi. Kreativitas Dan Inovasi. Kerjasama Tim. Nilai Wawancara. Nilai Demisioner Kemampuan Komunikasi Bobot Keterangan Sangat Baik Baik Cukup Kurang Bobot untuk Pengalaman Organisasi dapat dilihat pada Tabel 4 berikut: Tabel 4. Bobot Pengalaman Organisasi Pengalaman Organisasi Bobot Keterangan >3 tahun Sangat Baik 1-3 tahun Baik <1 tahun Cukup Tidak ada Kurang Selanjutnya, menentukan nilai bobot untuk kriteria yang telah ditentukan, seperti yang terlihat pada Tabel 5 di bawah Tabel 5. Bobot Kriteria Kode Kriteria Bobot Untuk menentukan kelulusan peserta maka dibuat rentang penilaian rekomendasi kelulusan. Rentang penilaian yaitu pembobotan penilaian berdasarkan tinggi rendahnya penilaian masing-masing kriteria dan nilai keseluruhan. Semakin tinggi nilainya, maka rekomendasi kelulusan peserta semakin kuat. Sebaliknya jika nilainya semakin rendah, maka rekomendasi kelulusan peserta semakin berkurang. Tabel 6. Rentang Rekomendasi Penilaian Rentang Penilaian Rekomendasi 76 - 1. Layak Diluluskan 51 - 0. Perlu Pertimbangan 0 - 0. Belum Layak Diluluskan Rating Kecocokan Setiap Alternatif Pada Setiap Kriteria Berikut adalah data nilai untuk setiap alternatif berdasarkan semua kriteria yang telah ditentukan, yaitu kemampuan komunikasi, pengalaman organisasi, kreativitas dan inovasi, kerjasama tim, nilai wawancara, dan nilai demisioner. Data nilai ini dapat ditemukan pada Tabel 6 di bawah ini: Tabel 7. Nilai Aternatif Kriteria Alternatif 17 | Nadia Salsabilla DOI: https://doi. org/10. 55537/spk. Sistem Pendukung Keputusan dengan Aplikasi. Volume 3. Nomor 1. Maret 2024 ISSN 2829-2189 (Onlin. Normalisasi Matriks Berikut ini adalah matriks keputusan yang terbentuk berdasarkan nilai alternatif yang telah diperoleh: ycU = 0. Selanjutnya, melakukan normalisasi matriks sesuai dengan atribut yang telah ditetapkan sehingga menghasilkan matriks normalisasi sebagai berikut ini: Kriteria nilai kemampuan komunikasi (Benefi. Kriteria nilai Kemampuan Kerjasama Tim (Benefi. yc11 = yc14 = = =0. = =1 yc21 = yc31 = yc41 = yc51 = ycAycaycu . ycAycaycu . ycAycaycu . ycAycaycu . = =1 yc24 = = =0. yc34 = =0. yc44 = Kriteria nilai Pengalaman Organisasi (Benefi. yc12 = = =1 yc22 = yc32 = yc42 = yc52 = ycAycaycu = =0. ycAycaycu = =0. ycAycaycu . ycAycaycu yc43 = yc53 = yc35 = yc45 = yc55 = ycAycaycu ycAycaycu = = 0. yc34 = yc44 = ycAycaycu = =1 yc54 = . ycAycaycu = =1 ycAycaycu = =0. ycAycaycu = =0. ycAycaycu . ycAycaycu . = =1 ycAycaycu = =1 ycAycaycu . ycAycaycu . yc24 = Kriteria nilai Nilai Demisioner (Benefi. yc14 = = =0. = = 0. ycAycaycu . = =1 Kriteria nilai Nilai Wawancara (Benefi. yc15 = = =1 yc25 = =0. ycAycaycu ycAycaycu . = =0. ycAycaycu . yc33 = yc54 = Kriteria nilai Kreativitas dan Inovasi (Benefi. yc13 = = = 0. yc23 = ycAycaycu . ycAycaycu . ycAycaycu . ycAycaycu . ycAycaycu . = =0. =0. ycAycaycu = =0. ycAycaycu = =1 Dari perhitungan tersebut maka didapatkan nilai normalisasi yang telah dilakukan berdasarkan rumus SAW yang dapat dilihat sebagai berikut: ycI = 0. 67 1 0. [ 1 Proses Perangkingan Proses perangkingan dilakukan dengan menjumlahkan matriks R yang telah dinormalisasi dan dikalikan dengan bobot setiap kriteria. Berikut adalah tahapan perangkingan: V1 = . = 0. V2 = . = 0. V3 = . = 0. V4 = . = 0. V5 = . = 0. DOI: https://doi. org/10. 55537/spk. Nadia Salsabilla | 18 Sistem Pendukung Keputusan dengan Aplikasi. Volume 3. Nomor 1. Maret 2024 ISSN 2829-2189 (Onlin. Dari hasil perhitungan tersebut, dapat disimpulkan bahwa V5 memiliki nilai tertinggi, diikuti oleh V2. V1. V3, dan V4. Oleh karena itu, calon anggota baru dengan nilai V5 memiliki peringkat tertinggi dan dianggap sebagai kandidat terbaik untuk diterima sebagai anggota baru HIMPROSI. Pada perhitungan diatas, terdapat hasil kalkulasi nilai preferensi yang dicari untuk menentukan rekomendasi kelulusan. Semakin tinggi nilai preferensi semakin kuat rekomendasi kelulusan peserta. Semakin kecil nilai preferensi yang diperoleh semakin lemah rekomendasi kelulusan peserta. Setelah itu, penentuan rekomendasi kelulusan diperoleh berdasarkan rentang penilaian yang sudah ditentukan seperti yang terlihat pada Tabel 8 berikut: Tabel 8. Tabel Rangking dan Rekomendasi Kelulusan Rangking Nama Alternatif Nilai Rekomendasi Mahasiswa 5 9005 Layak Diluluskan Mahasiswa 2 Layak Diluluskan Mahasiswa 1 8505 Layak Diluluskan Mahasiswa 3 Layak Diluluskan Mahasiswa 4 Layak Diluluskan Implementasi Sistem Sistem penelitian ini menggunakan pendekatan berbasis website dan menerapkan metode SAW untuk mendukung proses pengambilan keputusan. Bahasa pemrograman PHP beserta basis data MySQL digunakan dalam pengembangan sistem ini. Di bawah ini tahapan implementasi sistem tersebut: Tampilan Beranda Halaman beranda menyajikan berbagai pilihan menu yang tersedia di dalam sistem seperti menu kriteria, alternatif, normalisasi data, serta menu perangkingan yang dapat terlihat pada Gambar 2 di bawah ini: Gambar 2. Tampilan Halaman Beranda Halaman Kriteria Pada menu kriteria, admin memiliki kemampuan untuk melakukan pengubahan berat nilai yang melekat pada masing-masing kriteria, seperti yang ditampilkan pada Gambar 3 di bawah ini: 19 | Nadia Salsabilla DOI: https://doi. org/10. 55537/spk. Sistem Pendukung Keputusan dengan Aplikasi. Volume 3. Nomor 1. Maret 2024 ISSN 2829-2189 (Onlin. Gambar 3. Tampilan Menu Kriteria Halaman Alternatif Pada Menu alternatif, admin memiliki kemampuan untuk menambahkan, memodifikasi, dan menghapus alternatif yang diinginkan di dalam sistem, seperti yang terlihat pada Gambar 4 di bawah ini: Gambar 4. Tampilan Menu Alternatif Tampilan Normalisasi Pada menu normalisasi, sistem akan melaksanakan proses normalisasi nilai masing-masing alternatif terhadap setiap kriteria sesuai dengan metode SAW, seperti yang terlihat pada Gambar 5 di bawah ini: DOI: https://doi. org/10. 55537/spk. Nadia Salsabilla | 20 Sistem Pendukung Keputusan dengan Aplikasi. Volume 3. Nomor 1. Maret 2024 ISSN 2829-2189 (Onlin. Gambar 5. Menu Normalisasi Tampilan Perangkingan Pada Menu perangkingan, pada tahap ini sistem akan melaksanakan proses perangkingan sesuai dengan metode SAW di mana sistem akan menampilkan hasil evaluasi alternatif mulai dari peringkat tertinggi hingga terendah, seperti yang terlihat pada Gambar 6 di bawah ini: Gambar 6. Menu Perangkingan Perbandingan Data Manual dan Data Aplikasi Perbandingan yang terlihat pada Tabel 9 yaitu didapatkan akurasi perhitungan sistem terhadap perhitungan manual cukup tinggi, mencapai persentase > 99% untuk setiap mahasiswa. Tabel 9. Perbandingan Akuras Perhitungan Manual dengan Sistem Nama Alternatif Hasil Perhitungan Manual Hasil Perhitungan Sistem Rangking Akurasi Mahasiswa 5 Mahasiswa 2 Mahasiswa 1 Mahasiswa 3 Mahasiswa 4 21 | Nadia Salsabilla DOI: https://doi. org/10. 55537/spk. Sistem Pendukung Keputusan dengan Aplikasi. Volume 3. Nomor 1. Maret 2024 ISSN 2829-2189 (Onlin. Metode SAW digunakan untuk menentukan alternatif terbaik. Penerapan metode SAW dalam sistem berbasis web dapat dilakukan untuk membangun sistem pendukung keputusan yang membantu membuat keputusan yang melibatkan berbagai kriteria penilaian, salah satunya adalah dengan memberikan keputusan terhadap penerimaan anggota baru. Pada penelitian sebelumnya dengan kasus yang sama pernah dilakukan namun menggunakan metode TOPSIS . Terdapat perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan 6 kriteria penilaian dan 5 alternatif calon anggota. Sedangkan pada penelitian terdahulu hanya menggunakan 3 kriteria dan 4 alternatif. Penelitian ini melibatkan lebih banyak kriteria penilaian untuk memperoleh hasil evaluasi yang lebih komprehensif. Pada penelitian ini peneliti juga membuat perbandingan akurasi perhitungan manual dengan sistem. Tujuan pembandingan ini adalah untuk mengetahui tingkat akurasi sistem yang dibangun dalam menerapkan metode SAW secara komputasi. Pada sistem penelitian ini, perangkingan alternatif ditampilkan berdasarkan nilai preferensi tertinggi hingga terendah sehingga memudahkan user dalam melihat hasil akhir. Sedangkan pada sistem penelitian sebelumnya, tidak secara langsung menampilkan hasil Alternatif terbaiknya. Sehingga sistem pada penelitian ini diharapkan dapat memberikan user experience yang lebih baik dalam memahami hasil akhir perangkingan dibandingkan sistem pendukung keputusan KESIMPULAN Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa sistem pendukung pengambilan keputusan untuk memilih anggota baru HIMPROSI yang menggunakan metode SAW telah berhasil membantu membuat proses pengambilan keputusan menjadi lebih efektif, objektif, dan sistematis. Sistem ini mampu mengintegrasikan kriteria-kriteria yang relevan seperti kemampuan komunikasi, pengalaman organisasi, kreativitas dan inovasi, kemampuan kerja sama tim, nilai wawancara, serta nilai demisioner untuk menentukan peringkat calon anggota dengan akurasi 99% jika dibandingkan dengan perhitungan manual. Kriteria-kriteria tersebut dinormalisasi dan diberi bobot dalam metode SAW sehingga proses penilaian menjadi lebih terstruktur dan konsisten. Hasil akhir berupa peringkat kandidat yang paling sesuai dengan persyaratan dapat membantu panitia dalam pengambilan keputusan. Hasil dari 5 alternatif calon anggota yang dianalisis, semua alternatif yaitu Mahasiswa 5. Mahasiswa 2. Mahasiswa 1. Mahasiswa 3, dan Mahasiswa 4 dinyatakan "Layak Diluluskan" atau diterima menjadi anggota baru HIMPROSI. Peringkat tertinggi diraih oleh Mahasiswa 5 dengan nilai 9005, diikuti Mahasiswa 2. Mahasiswa 1. Mahasiswa 3, dan Mahasiswa 4. Secara umum, sistem pendukung keputusan terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas proses pengambilan keputusan. Metode multikriteria seperti SAW terbukti bermanfaat dalam mengintegrasikan pertimbangan secara sistematis. Penelitian lanjutan diharapkan dapat mengambil alternatif yang lebih beragam dan memperbaiki sistem agar lebih dinamis serta merepresentasikan perubahan Cakupan kriteria juga dapat diperluas untuk meningkatkan validitas hasil penelitian. DAFTAR PUSTAKA