Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences. Vol. 16 No. Halaman: 67 Ae 78, 2024 https://doi. org/10. 30599/jti. Manfaat Membaca Berita Bagi Siswa di SMK Swadhipa 2 Natar : Perspektif Aksiologi Repki1. Muhammad Fuad2, dan Siti Samhati3 1,2,3 Universitas Lampung * E-mail: repkitok996@gmail. com, abuazisah59@gmail. com, siti. samhati@fkip. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan manfaat membaca berita untuk siswa di sekolah khusunya siswa kelas XI TKJ 3 SMK Swadhipa 2 Natar sekaligus meninjau manfaat kegiatan membaca berita untuk siswa dalam cabang ilmu filsafat yaitu aksiologi. Hal yang mendasari juga dalam penulisan karya ilmiah ini adalah sebuah pemikiran siswa, yang selalu menganggap bahwa membaca berita kurang penting dan yang membaca berita adalah orang dewasa saja, untuk anak usia sekolah tidak perlu rutin dalam membaca berita. Padahal dengan semakin majunya teknologi ada banyak kemudahan dalam mengakses berita. Membaca berita bukan hanya untuk menambah ilmu saja bagi siswa, dapat menambah informasi, wawasan serta siswa dapat mengetahui yang sedang terjadi di dunia saat ini karena salah satu ciri dari berita yaitu aktual. Dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk mempermudah memberikan sebuah data serta penjelasan dari data yang didapat dalam proses pengumpulan data yang dibantu dengan pemberian angket. Jumlah populasi yang menjawab angket berjumlah 33 siswa teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah penyebaran angket, siswa menjawab angket lalu data yang didapat Sebelum siswa diberi angket siswa diminta untuk membaca satu buah berita dengan topik bebas untuk merasakan manfaat membaca berita sekaligus menanamkan minat baca untuk siswa. Kata kunci: membaca, filsafat, aksiologi, aktual. Abstract This article aims to describe the benefits of reading the news for students at school, especially students in class XI TKJ 3 SMK Swadhipa 2 Natar, while reviewing the benefits of news reading activities for students in the branch of philosophy, namely axiology. The underlying thing in writing this scientific work is the thinking of students, who always think that reading the news is less important and that only adults read the news, for school age children there is no need to regularly read the news. However, with increasingly advanced technology, it has become easier to access news. Reading the news is not only to increase knowledge for students, it can increase information, insight and students can find out what is happening in the world today because one of the characteristics of news is that it is actual. By using quantitative descriptive methods to make it easier to provide data and explanations of the data obtained in the data collection process which is assisted by administering questionnaires. The total population who answered the questionnaire was 33 students. The data collection technique in this research was distributing questionnaires, students answered the questionnaire and then the data obtained was described. Before students are given a questionnaire, students are asked to read one piece of news with a free topic to experience the benefits of reading news as well as instill an interest in reading in students. Keywords: read, philosophy, axiology, actual PENDAHULUAN Dalam pembelajaran di sekolah, khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia selalu mencakup empat aspek keterampilan dasar dalam berbahasa yang tidak pernah terlepas dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, yaitu menyimak, berbicara, menulis, dan membaca. Keempat keterampilan berbahasa ini tidak didapat langsung oleh seseorang dari kecil, melainkan secara bertahap dimulai dari menyimak semua bunyi yang diterima setiap harinya. Kemudian keterampilan berbicara, setelah memproses segala bunyi yang sudah disimak, lalu mulai belajar mengenal tanda atau lambang untuk mulai menulis dan membaca. Salah satu keterampilan berbahasa yaitu membaca merupakan suatu kemampuan seseorang dalam penguasaan sebuah lambang-lambang yang ada pada bahan bacaan. Membaca dewasa ini selalu dikaitkan dengan suatu kegiatan yaitu literasi. Literasi merupakan kemampuan seseorang menggunakan potensi dan keterampilan dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan aktivitas membaca dan menulis (Yetti, 2. Jadi, dapat disimpulkan kebiasaan membaca dapat p-ISSN 2087-4839 . -ISSN 2581-1452 Universitas Nurul Huda Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol. 16 No. 2, 2024 menambah ilmu pengetahuan, memperkaya informasi yang akan menjadi bekal seseorang dalam perkembangan dunia, serta menambahkan kemampuan kognitif karena harus berpikir kritis dalam Kebiasaan membaca tidaklah tumbuh begitu saja, melainkan harus tertanam dari lingkungan keluarga yang harus selalu mencoba mengenalkan suatu kebudayaan yang baik ini. Pada acara Kongres Bahasa Indonesia ke XII di Jakarta yang dilaksanakan pada 25-28 Oktober 2023, salah satu pembicara yaitu Dewi Lestari menjelaskan bahwa Indonesia lumayan sulit untuk menanamkan budaya baca karena dari dulu Indonesia memilik budaya lisan bukanlah budaya baca. Hal ini didukung dalam pelestarian sastra tradisional Indonesia dahulu mengandalkan sarana lisan bukan tulis. Tarigan dalam bukunya menjelaskan membaca adalah salah satu dari empat keterampilan berbahasa yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Tarigan menambahkan membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis (Tarigan, 2. Hasil akhir dari proses membaca adalah seseorang mampu membuat intisari dari bacaan (Yetti, 2. Seseorang membaca bukanlah tanpa tujuan, melalui membaca masyarakat dapat menemukan ide-ide baru untuk mendapatkan informasi, menambah ilmu pengetahuan dan wawasannya menjadi luas (Sudarsana, 2. Tarigan menjelaskan bahwa tujuan utama membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan (Tarigan, 2. Dengan membaca seseorang akan terfokus pada bacaan sehingga kegiatan membaca sangat baik untuk menambah pengetahuan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa membaca bukanlah sekedar kegiatan melepas waktu senggang, melainkan mendapatkan sebuah informasi baru serta dapat memahami makna dari setiap bacaan yang Di masa modern ini hampir semua aspek kehidupan dapat kemudahan karena pemanfaatan teknologi, tak terkecuali kegiatan membaca. Pada masa kini terdapat kemudahan dalam melakukan kegiatan membaca, yaitu sebuah bahan bacaan yang dapat diakses kapanpun dimanapun dan tanpa bahan bacaan tidak merepotkan pembacanya dalam membawa dan menaruh bahan bacaan. Hal ini karena bahan bacaan saat ini sudah serba digital, bahan bacaan bisa diakses kapanpun dan dimana pun dengan hanya membuka gawai. Karena sekarang adalah zaman serba praktis yang semuanya serba digital sehingga muncul suatu tren membaca berita secara digital dengan membaca berita online. Dengan mudahnya dalam mengakses bahan bacaan kini bacaan digital menjadi sebuah tren dan terus eksis hingga detik ini. Dalam Undang-undang Nomor 3 Tahun 2017 tentang sistem perbukuan tertulis bahwa literasi adalah kemampuan untuk memaknai informasi secara kritis sehingga setiap orang dapat mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas hidupnya (Republik Indonesia, 2. Kemampuan berpikir kritis dalam membaca tentunya sudah tertuang pada undangundang negara Indonesia untuk menambah pengetahuan tentang apa saja yang sedang berkembang di dunia, baik ilmu pengetahuan, teknologi terkini dan juga tentunya meningkatkan minat baca Indonesia. Seperti yang sudah diketahui, dibanding dengan negara-negara yang tergabung dalam ASEAN dan negara asing lainnya. Indonesia masih menduduki urutan terbawah dalam hal minat baca. Di tingkat internasional. Indonesia memiliki indeks membaca 0,001. Hal itu berarti dalam setiap seribu orang, hanya satu orang yang memiliki minat baca tinggi (Arum, 2. Kegiatan membaca tidaklah melulu tentang membaca buku mata pelajaran di sekolah. Seseorang bisa membaca berbagai macam bahan bacaan seperti koran, komik, majalah, buku cerita, buku tentang sains, dan juga berita. Dengan kehidupan serba digital berita pun tidak ketinggalan dalam menyajikan bacaan berita dalam bentuk digital. berita merupakan sebuah hasil dari jurnalistik. Secara etimologis istilah jurnalistik atau dalam bahasa Inggrisnya Journalism, dan dalam bahasa Belandanya Journalistiek, berasal dari perkataan Prancis. Journa yang artinya surat kabar. Berita adalah sebuah informasi yang sifatnya fata yang sedang terjadi maupun sudah terjadi dan disampaikan melalui perantara media, baik itu media elektronik maupun media like cetak (Asripilyadi, 2. Asripilyadi menambahkan penjelasan berita jika dalam bentuk teks, teks yang berisi tentang peristiwa yang terjadi https://doi. org/10. 30599/jti. Manfaat Membaca Berita Bagi Siswa di SMK Swadhipa 2 Natar : Perspektif Aksiologi Repki 1. Muhammad Fuad 2, dan Siti Samhati 3 di seluruh dunia dan disebarkan melalui berbagai media sosial, elektronik, maupun media cetak disebut teks berita (Asripilyadi, 2. Dalam sebuah buku tertulis "saya bukan hanya terpesona kepada koran, majalah, televisi, dan radio. Dengan kedatangan internet pada 1990-an, tiba-tiba rasanya lebih banyak lagi yang perlu diketahui. Mendadak segalanya ada. Berita mengalir dari setiap sudut Bumi, menyeluruh, cepat dan bebas biaya (Dobelli, 2. Dengan semakin mudahnya akses membaca khususnya berita tentu menjadi suatu hal yang baik untuk masyarakat dalam membaca. Namun, meski mudah akses dalam membaca khususnya membaca sebuah berita, diperlukan sebuah motivasi diri dalam minat membaca agar membaca khususnya membaca berita agar menjadi suatu kebiasaan. Asiprilyadi menjelaskan fungsi sebuah berita adalah untuk menyampaikan informasi, membantu masyarakat bersikap terbuka, lebih meningkatkan kesadaran pada publik, dan membentuk opini publik. Jadi, sebagai konsumsi publik berita tentu dibaca karena adanya sebuah fungsi yang sudah melekat serta pembaca memiliki tujuan untuk mendapat suatu informasi yang terbuka. Untuk mengkaji sesuatu ilmu, perlu dikaji dengan sebuah ilmu, yaitu ilmu filsafat. Suriasumantri menjelaskan bahwa dalam berfilsafat berarti berendah hati mengevaluasi segenap pengetahuan yang telah kita ketahui (Suriasumantri, 1. Kata "filsafat" berasal dari bahasa Yunani, yaitu philosophia yang terdiri dari dua suku kata, yaitu, philos yang berarti cinta dan shopia berarti kebijaksanaan (Rachmat et al, 2. Sejalan dengan asal-usul istilah filsafat. Immanuel Kant . menyatakan bahwa filsafat merupakan disiplin ilmu yang mampu menunjukan batas-batas dan ruang lingkup pengetahuan manusia secara tepat, maka semenjak itu pula refleksi filsafat mengenai pengetahuan manusia menjadi menarik perhatian (Samekto, 2. Dari penjelasan dasar tentang filsafat penulis mengasumsikan bahwa jika manusia semakin tahu dan semakin paham dengan suatu ilmu pengetahuan maka akan membuat manusia semakin bijaksana. Dalam ilmu filsafat terdapat tiga cabang utama, yaitu ontologis, epistemologi, dan aksiologi. Rasyidin dan Mardianto menjelaskan Ontologi adalah menceritakan apa hakikat dari pengetahuan dan dari mana asal sumber pengetahuan tersebut (Mardianto, 2. Epistimologi adalah menceritakan bagaimana proses pengetahuan itu disusun dan dibangun, dan kaidah ang diterapkan serta prinsip yang digunakan, kemudian aksiologi adalah menceritakan apa tujuan pengetahuan itu disusun serta hikmah pengetahuan tersebut untuk kemaslahatan manusia (Mardianto, 2. Lalu dalam buku Rahmat dkk juga menjelaskan bahwa ontologi adalah studi mengenai kategorisasi benda-benda di alam dan hubungannya antara satu dan lainnya. Epistemologi merupakan cabang filsafat yang menyelidiki asal, sifat, metode, dan batasan pengetahuan manusia (Rachmat et al, 2. Aksiologi berasal dari kata axios yakni dari bahasa Yunani yang berarti nilai dan logos yang berarti teori dengan demikian maka aksiologi adalah teori tentang nilai . alam Rahmat dkk 2011:139-. Sejalan dengan Rahmat. Heris menjelaskan bahwa aksiologi adalah suatu bidang kajian filsafat yang membahas seputar nilai kegunaan fungsi pengetahuan (Heris, 2. Menindaklanjuti masalah utama dalam penelitian ini adalah membaca yang dilakukan oleh siswa dengan bacaan berita, penelitian tentang minat baca sudah dilakukan leh beberapa peneliti, seperti Siti Anafiah yang menuliskan artikel jurnal dengan judul AuPemanfaatan Cerita Rakyat Sebagai Alternatif Bacaan Bagi AnakAy dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa yang memanfaatkan sebuah cerita rakyat (Anafiah, 2. Lalu ada penelitian yang dilakukan oleh Dyah Ayu Putri Utami yang menulis artikel dengan judul AuTinjauan Ontologi. Epistemologi, dan Aksiologi Kebijakan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMP Negeri 9 YogyakartaAy mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta yang meninjau gerakan literasi sekolah dengan berlandaskan tiga cabang filsafat ilmu yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi (Putri Utami, 2. Secara umum minat dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan yang menyebabkan seseorang berusaha untuk mencari ataupun mencoba aktivitas-aktivitas dalam bidang Silvia Sandi juga melakukan sebuah penelitian yang berkaitan dengan membaca dengan mengangkat judul AuMembangun Budaya Literasi Membaca Dengan Pemanfaatan Media Jurnal Baca HarianAy dengan memanfaatkan sebuah laporan berupa jurnal membaca setiap harinya (Wisuda Lubis, https://doi. org/10. 30599/jti. Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol. 16 No. 2, 2024 Perbedaan yang menjadi titik penelitian ini dikatakan baru dan berbeda dari beberapa penelitian sebelumny adalah dengan meninjau kegiatan baca oleh siswa adalah dengan bahan bacaan berita lalu menggunakan landasan aksiologi yang belum ada penelitian sebelumnya. Meski penelitian sebelumnya mengangkat minat baca serta menggunakan menggunakan landasan ilmu filsafat, belum ditemukan penelitian yang mengangkat minat baca dengan menggunakan bahan bacaan berupa berita. METODE Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Deskriptif kuantitatif adalah mendeskripsikan, meneliti, dan menjelaskan sesuatu yang dipelajari apa adanya, dan menarik kesimpulan dari fenomena yang dapat diamati dengan menggunakan angka-angka (Sulistyawati. Menurut Sugiyono, metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu (Siyoto, dan Ali 2015:. Penelitian ini tergolong kuantitatif karena terdapat sebuah data berupa angka dan diagram. Menurut Arikunto, analisis data adalah proses mengolah data mentah menjadi data yang lebih bermakna untuk dijadikan sebuah simpulan (Arikunto, 2. Adapun Teknik Pengumpulan Data dalam penelitian ini adalah Angket/Kuesioner. Menurut Sugiyono angket atau kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab (Sugiyono, 2. Pemberian angket pada penelitian ini adalah setelah siswa melakukan baca berita di kelas. Berita yang dibaca adalah berita yang bebas sesuai minat dan bacaan yang disukai siswa (Siyoto. Sandu dan Ali, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pada penelitian ini dilakukan pada 33 responden dengan memberikan angket berupa pertanyaan yang disediakan indikator dengan skor 0 sampai 4 menyerap pedoman skor model skala Linkert. Kuesioner ini diberikan kepada siswa SMK Swadhipa 2 Natar kelas XI jurusan TKJ tepatnya XI TKJ 3. Penulis menyiapkan 5 pertanyaan sebagai berikut. TABEL 1 Daftar pertanyaan angket Pertanyaan Indikator Apakah kamu membaca berita setiap hari Tidak pernah Jarang Kadangkadang Sering Selalu Apakah kamu membaca berita digital secara online dan secara sengaja membaca berita Tidak pernah sama sekali Pernah sekali namun tidak Pernah kali namun Pernah secara sengaja namun tidak rutin Rutin Membaca berita adalah Sangat tidak Tidak setuju Kurang Setuju Sangat Setuju Membaca berita menambah Sangat tidak Tidak setuju Kurang Setuju Sangat Setuju Membaca berita bermanfaat untuk siswa sekolah Sangat tidak Tidak setuju Kurang Setuju Sangat Setuju Pada tabel 1 merupakan daftar pertanyaan serta opsi jawaban yang disertai skor yang didapat dengan mengadaptasi dan menggunakan skala likert. https://doi. org/10. 30599/jti. Manfaat Membaca Berita Bagi Siswa di SMK Swadhipa 2 Natar : Perspektif Aksiologi Repki 1. Muhammad Fuad 2, dan Siti Samhati 3 Hasil yang diperoleh dari pembagian angket adalah sebagai berikut. TABEL 2 Hasil Jawaban Responden Indikator Pertanyaan Apakah kamu membaca berita setiap hari Apakah kamu membaca berita digital secara online dan secara sengaja membaca berita Membaca berita adalah Membaca berita menambah Membaca berita bermanfaat untuk siswa sekolah Pada tabel 2 berisi tentang hasil perolehan jumlah jawaban dari responden yang sudah penulis berikan angket. Penulis menggunakan sekaligus mengadaptasi skala likert dengan menggunakan skala 0 sampai 4. Pembahasan Pada artikel ini selain mengkaji kebermanfaatan dalam membaca berita, penelitian ini juga ingin mengetahui minat membaca siswa. Karena sebelum masuk pada pertanyaan kebermanfaatan membaca berita, penulis memberikan pertanyaan tentang minat membaca terlebih dahulu. Rahim menjelaskan minat baca ialah keinginan yang kuat disertai usaha-usaha seseorang untuk membaca (UMAR, 2. Sesuai dengan judul yang dibaca adalah berita, berita yang dibaca bisa berupa berita di koran ataupun berita digital yang ada pada gawai masing-masing responden. Bagi Aydemir dan Ozturk membaca secara digital membuat munculnya dampak yaitu budaya digitalisasi yang dikenal sebagai reading from the screen (Setiowati et al. , 2. Dengan semakin berkembang pesatnya teknologi membuat akses membaca khususnya berita menjadi semakin mudah hanya dengan membuka alat kemunikasis pribadi saja. Berikut ini beberapa pertanyaan yang sudah penulis berikan. Untuk mempermudah mendeskripsikan tiap kuesioner yang peneliti bagikan, maka akan dijelaskan per-poin tiap pertanyaan maupun pernyataan dengan menggunakan skala likert. Likert menurut Djaali ialah skala yang dapat dipergunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang suatu gejala atau fenomena pendidikan. Skala Likert adalah suatu skala psikometrik yang umum digunakan dalam kuesioner, dan merupakan skala yang paling banyak digunakan dalam riset berupa survei dan penelitian karena skala ini yang paling mudah digunakan (Sumartini et al. , 2. Berikut pembahasan tiap jawaban Pertanyaan pertama https://doi. org/10. 30599/jti. Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol. 16 No. 2, 2024 Pada pertanyaan pertama, penulis ingin mengetahui apakah berita menjadi sebuah budaya untuk siswa, dan diperoleh hasil sebagai berikut. Tabel 3 Minat membaca berita Pertanyaan SKOR Apakah kamu membaca berita setiap SKOR 12%0% Diagram 1 Keterangan : 0=Tidak pernah, 1=Jarang, 2=Kadang-kadang, 3=Sering, 4=Selalu Dari data pada tabel lalu digambarkan melalui diagram, terdapat hasil untuk kegiatan membaca berita setiap hari siswa adalah untuk siswa yang tidak pernah membaca berita satu orang atau 3%, siswa yang jarang membaca berita 9 siswa atau 29%, setelah itu siswa yang menjawab kadang-kadang membaca berita mencapai berjumlah 17 atau 55%, untuk siswa yang menjawab sering hanya 4 siswa atau 13%, dan yang selalu membaca berita tidak sama sekali atau 0%. Jadi, bisa dilihat untuk kebiasaan siswa dalam membaca berita masih dikatakan rendah dengan 55% siswa menjawab kadang-kadang daripada siswa yang menjawab selalu yaitu 0%. Tentu, ini selaras dengan bukti bahwa Indonesia memiliki tingkat literasi yang rendah seperti yang sudah dijelaskan pada pembahasan. Indonesia memiliki indeks membaca 0,001 yang merupakan terendah se-Asean. Padahal, membaca berita sangat bermanfaat bagi semua kalangan, yaitu dapat menambah wawasan, ilmu baru, mengetahui keadaan sekitar, dari lokal hingga internasional. Dengan rendahnya kebiasaan membaca berita ini tentu selaras dengan bukti bahwa minat baca Indonesia tergolong rendah. Pertanyaan kedua Setelah mengetahui hasil dari pertanyaan pertama yang bermaksud menanyakan budaya membaca berita pada siswa, pertanyaan kedua ini merujuk pada minat yang muncul dari diri sendiri Yaitu membaca berita apakah memang sudah diniatkan dari diri sendiri atau ada faktor lain. Berikut ini adalah hasil yang didapat. https://doi. org/10. 30599/jti. Manfaat Membaca Berita Bagi Siswa di SMK Swadhipa 2 Natar : Perspektif Aksiologi Repki 1. Muhammad Fuad 2, dan Siti Samhati 3 Tabel 4 Kebiasaan Membaca Berita Digital Pertanyaan SKOR Apakah kamu membaca berita digital secara online dan secara sengaja membaca berita? Skor 0%9% Diagram 2 0=Tidak pernah sama sekali 1=Pernah sekali namun tidak disengaja 2=Pernah beberapa kali namun tidak disengaja 3=Pernah secara sengaja namun tidak rutin 4=Rutin setiap hari Pada kuesioner kedua diperoleh hasil yang begitu mencolok, yaitu pertanyaan yang merujuk pada minat siswa dalam membaca berita tertinggi adalah poin pernah beberapa kali namun tidak disengaja dengan skor mencapai 58%, diikuti pernah secara sengaja tetapi tidak rutin mencapai 33%, lalu pernah sekali namun tidak sengaja mencapai 9%, lalu tidak pernah sama sekali dan rutin setiap hari 0% atau tidak ada sama sekali siswa yang melakukan kegiatan poin 0 dan 4. Dari pertanyaan ini nilai persentase yang cukup tinggi di poin pernah beberapa kali namun tidak disengaja, setelah ditelusuri setiap siswa secara tidak sengaja membaca berita karena muncul di FYP . or your pag. pada aplikasi tiktok, yang menandakan sebuah kebiasaan terkini yaitu kegiatan membaca melalui media digital. Siswa juga membaca berita berita jika berita itu muncul tiba-tiba di beberapa aplikasi seperti instagram atau dapat dari notifikasi gawai yang siswa miliki. Tentu hal ini menandakan bahwa untuk minat membaca berita siswa masihlah kurang karena untuk membaca berita masih tidak sengaja atau tidak munculnya niat untuk membaca atau mencari bahan bacaan berita terkini. Karena pada data tergambar jelas yaitu 58% siswa membaca tidak secara sengaja lalu yang membaca rutin setiap hari adalah 0%, hal ini membutuhkan sebuah program untuk memotivasi siswa agar mau membaca berita dengan catatan niat yang timbul dari hati atau gerakan dalam jiwa yang ingin mendapat suatu informasi bahkan bisa juga hiburan. Jika adanya sebuah program khususnya di sekolah yang menggerakan siswa untuk mau membaca berita dan dijadikan kebiasaan, maka ditinjau dari aksiologi program ini akan menjadi nilai yang berkaitan dengan kegunaan dan pengetahuan. https://doi. org/10. 30599/jti. Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol. 16 No. 2, 2024 Pertanyaan ketiga Setelah mengetahui kebiasaan membaca berita dan minat baca berita siswa, pada pertanyaan ketiga ini penulis ingin mengetahui pandangan siswa terkait pentingnya membaca berita, dan didapatlah hasil sebagai berikut. Tabel 5 Pandangan Pentingnya Membaca Berita Pertanyaan SKOR Membaca berita adalah penting Skor Diagram 3 Keterangan: 0= Sangat tidak setuju 1= Tidak setuju 2= Kurang setuju 3= Setuju 4= Sangat setuju Berdasarkan data yang diperoleh, didapat sebuah jawaban terkait membaca berita adalah 58% siswa menjawab setuju, diikuti sangat setuju yang mencapai 39% lalu kurang setuju hanya 3% dan tidak setuju dan sangat tidak setuju 0%. Persaingan jawaban antara setuju dan sangat setuju tentu menjadi sebuah sorotan, artinya sejumlah siswa dominan setuju dengan membaca berita itu adalah penting. Berbeda dari minat baca berita yang masih rendah, untuk pernyataan bahwa membaca berita itu penting siswa setuju. Berbeda dengan minat baca yang rendah, untuk pernyataan yang menyatakan bahwa membaca berita adalah penting, dua jawaban mendapat skor tertinggi. Jika dianalisis kembali, siswa secara sadar memilih ini, yang menandakan bahwa siswa menyadari akan pentingnya membaca berita. Seperti yang sudah dijelaskan dan ditegaskan kembali bahwa membaca berita dapat menambah pengetahuan, wawasan serta sebagai media hiburan. Pertanyaan keempat Pada pertanyaan keempat ini, penulis ingin mengetahui jawaban siswa terkait pernyataan bahwa berita merupakan sumber informasi yang bisa didapat oleh siswa yang membacanya. Karena, https://doi. org/10. 30599/jti. Manfaat Membaca Berita Bagi Siswa di SMK Swadhipa 2 Natar : Perspektif Aksiologi Repki 1. Muhammad Fuad 2, dan Siti Samhati 3 sumber informasi dapat bersumber dari manapun, dan apakah siswa sepakat dengan berita akan menjadi sumber informasi yang bisa siswa dapatkan. Dari angket yang sudah dibagikan diperoleh sebuah data sebagai berikut Tabel 6 Manfaat Baca Berita Bagi Siswa Pertanyaan SKOR Membaca berita menambah informasimu sebagai siswa Skor Diagram 4 Keterangan: 0= Sangat tidak setuju 1= Tidak setuju 2= Kurang setuju 3= Setuju 4= Sangat setuju Berdasarkan hasil angket siswa, pada pernyataan membaca berita menambah informasi untuk siswa, jawaban sangat tidak setuju, tidak setuju, kurang setuju adalah 0% atau tidak ada satupun siswa memilih poin itu, dan hanya setuju dan sangat setuju lah siswa memilih sehingga terdapat jumlah skor presentasi yaitu sangat setuju mencapai 55% dan setuju mencapai 45%. Pada pernyataan ini siswa sudah menyadari bahwa berita merupakan bacaan yang berguna bagi dirinya, tentu terlihat dari hasil angket yang dibagikan semuanya bisa dikatakan setuju bahwa membaca berita adalah menambah informasi bagi siswa. Dengan adanya sebuah data ini tentu dapat mempermudah berbagai pihak bahwa siswa pun merasa membaca berita dapat menambah informasi. Ditinjau dari filsafat ilmu yang pada dasarnya netral dan tidak berpihak, dalam informasi berita juga perlu adanya sebuah filter dan juga penyampaian wawasan kepada siswa bahwa tidak semua berita itu menambah informasi, ada juga yang menyesatkan atau sering dikenal dengan istilah hoax. Pertanyaan kelima Pada pertanyaan terakhir merupakan sebuah pernyataan, penulis ingin melihat aksiologi https://doi. org/10. 30599/jti. Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol. 16 No. 2, 2024 membaca berita menurut pandangan siswa sendiri. Tentunya, dengan melihat hasil dari pandangan siswa secara langsung, dapat membantu menarik simpulan sisi aksiologi bahwa berita memiliki nilai kebermanfaatan untuk siswa yang masih memiliki pandangan umum bahwa berita hanya dibaca oleh orang dewasa. Pada pernyataan terakhir diperoleh data sebagai berikut. Tabel 7 Manfaat Baca Berita Bagi Siswa Sekolah Pertanyaan SKOR Membaca berita bermanfaat untuk siswa Skor Diagram 5 Keterangan: 0= Sangat tidak setuju 1= Tidak setuju 2= Kurang setuju 3= Setuju 4= Sangat setuju Pada kuesioner kelima adalah penulis mempersempit cakupan untuk yang lebih menjurus ke Berbeda dari kueseioner ke empat, pada kuesioner kelima ini adalah kesadaran siswa akan manfaat dari membaca berita terkhusus bagi siswa. Berkaitan dengan manfaat berita penulis menggunakan sebuah pandangan aksiologi yang memandang kebermanfaatan sesuatu. Pada kuesioner kelima diperoleh hasil siswa yang menjawab setuju akan manfaat membaca berita bagi siswa mencapai 52%, diikuti sangat setuju 45%, kurang setuju 3% atau hanya satu siswa. Pada hasil yang didapat ini membuktikan bahwa siswa sadar akan manfaat membaca berita untuk diri sendiri. Jika ditinjau dari aksiologi, dalam kajianya yang bukan hanya nilai kebergunaan sesuatu ilmu, melainkan juga etika. Dalam melakukan kegiatan membaca berita dengan berpikit kritis, siswa dapat menimbang tentang masalah-masalah moral. Berita selalu erkaitan dengan kehidupan nyata, bersifat fakta dan aktual atau kekinian. Sehingga siswa dapat menentukan sendiri dalam berperilaku, hal yang perlu dihindari, bertindak lebih hati-hati dengan segala perkembangan dunia pengetahuan dan teknologi saat Ada banyak manfaat yang siswa petik sendiri dalam kegiatan membaca berita, bergantung topik berita yang dibaca. Dengan siswa sudah sadar akan manfaat berita bagi dirinya sendiri, tentu ini akan menjadi sebuah refleksi bagi guru dan juga orang tua, untuk menumbuhkan minat baca serta motivasi https://doi. org/10. 30599/jti. Manfaat Membaca Berita Bagi Siswa di SMK Swadhipa 2 Natar : Perspektif Aksiologi Repki 1. Muhammad Fuad 2, dan Siti Samhati 3 dalam siswa agar perlahan, minat baca siswa naik serta kegiatan membaca berita yang sudah diketahui siswa bermanfaat menjadi sebuah kebiasaan wajib bagi siswa. PENUTUP Berdasarkan hasil dari data angket yang dibagikan, dari total 33 siswa kelas XI TKJ 3 SMK Swadhipa 2 Natar yang dijadikan responden dapat disimpulkan bahwa kesadaran dan minat membaca khususnya membaca berita siswa dapat dikatakan kurang. Hal ini berdasarkan data 52% siswa jarang membaca berita, 58% siswa membaca berita beberapa kali namun secara tidak sengaja. Meski siswa kebiasaan membaca berita serta minat atau niat dari diri untuk baca berita juga masih bisa dikatakan kurang, akan tetapi pertanyaan yang mulai merujuk pada aspek manfaat atau aksiologi tergolong 58% siswa menjawab setuju untuk membaca berita penting. 55% sangat setuju dan setuju 45% bahwa berita menambah informasi. 52% siswa setuju membaca berita bermanfaat untuk siswa. Jadi meski minat baca berita kurang, siswa sendiri mengetahui akan pentingnya membaca Dilihat dari data ini tentu bisa dijadikan sebuah acuan khususnya untuk guru dan juga sekolah untuk dijadikan sebuah dasar program yang perlu dilakukan sekolah untuk meningkatkan minat baca dan literasi siswa. Karena siswa secara sadar dan mengetahui akan nilai manfaat dari membaca berita, guru dan sekolah hendaknya bisa menumbuhkan minat baca berita kepada siswa yang pada dasarnya sudah mengetahui akan manfaat membaca berita. Sekolah bisa menggerakan program baca satu hari satu berita untuk menumbuhkan minat baca khususnya membaca berita, selain menumbuhkan minat baca, kegiatan ini juga dapat membuat menghapus sebuah pemikiran siswa bahwa yang membaca berita hanya orang dewasa saja, siswa tidak. Jika dilaksanakan juga program sekolah untuk baca berita, ini juga sebagai variasi kegiatan literasi yang tidak harus selalu membaca buku yang selalu dianggap berat bagi siswa. Kegiatan membaca berita ini juga dapat dikombinasikan seperti penelitian sebelumnya yang memanfaatkan jurnal baca harian. Dalam perspektif aksiologi, manfaat membaca berita adalah pertama, membaca berita untuk siswa dapat menambah pengetahuan, wawasan dan informasi untuk siswa. Kedua meningkatkan literasi siswa. Ketiga, menanamkan budaya baca siswa. Keempat menumbuhkan berpikir kritis terhadap fenomena yang tengah terjadi dari berita yang dibaca. Kelima, menanamkan sifat yang penuh hati-hati, serta moral yang baik saat bertindak dan berperilaku. Keenam, meningkatkan indeks budaya baca nasional yang terglong rendah. Ketujuh, melaksanakan tujuan pendidikan nasional Indonesia seperti pada undang-undang dasar 1945 alinea keempat yaitu AuMencerdaskan kehidupan bangsaAy merupakan tujuan pendidikan nasional yang menggambarkan citacita bangsa Indonesia untuk mendidik dan menyamaratakan pendidikan ke seluruh penjuru Indonesia agar tercapai kehidupan berbangsa yang cerdas. Ditinjau dari hasil angket serta banyaknya manfaat berita, kegiatan membaca berita pada siswa dapat ditarik simpulan adalah sangat bermanfaat terlepas terdapat berita yang menyesatkan atau hoax, kegiatan membaca berita lebih banyak nilai manfaat dibanding tidak bermnafaatnya. Sehingga ini bisa dijadikan sebuah data dan juga landasan filosofis untuk sekolah menggerakan gerakan literasi membaca berita yang aktual di sekolah. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih Peneliti haturkan untuk Universitas Lampung yang memberikan jalan untuk melakukan penelitian ini. Bapak/Ibu Dosen terutama Bapak Prof. Dr. Muhammad Fuad. Hum. , dan Ibu Dr. Siti Samhati. Pd. yang telah membimbing peneliti dalam penyelesaian penelitian ini. Tidak lupa juga ucapan terima kasih untuk Kepala SMK Swadhipa 2 Natar Bapak Purwadi. jajaran guru SMK Swadhipa 2 Natar yang telah memberikan kesempatan untuk melakukan penelitian https://doi. org/10. 30599/jti. Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol. 16 No. 2, 2024 DAFTAR PUSTAKA