JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. September 2025 Page 1299-1305 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah PENERAPAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMAHAMAN MEMBACA SISWA KELAS IV UPT SD NEGERI 13 PELANGAI KECIL Sepnia DianaA. Eni MartaA 1,2 Universitas Rakonia. Indonesia Email: sepniadiana18@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 23 June 2025 Final Revised: 11 July 2025 Accepted: 16 August 2025 Published: 29 September 2025 Keywords: Picture Media Reading Comprehension Classroom Action Research Elementary School ABSTRACT Visual media is believed to help students understand reading better because it presents abstract concepts in concrete visual forms. This media also increases motivation, engagement, and active interaction between teachers and students. This research is motivated by the low reading comprehension skills of fourth-grade students at UPT SD Negeri 13 Pelangai Kecil. The purpose of this research is to describe the application and effectiveness of visual media in improving these skills. Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis & McTaggart model was conducted in three cycles with nine students as subjects. Data were collected through tests, observations, and documentation, then analyzed quantitatively and qualitatively. The results showed that visual media increased teacher and student activity as well as learning outcomes. The average student score increased from 65. 5 (Cycle I) to 72. 2 (Cycle II) and 1 (Cycle . Classical completion increased from 44. (Cycle I) to 55. 6% (Cycle II) and 88. 9% (Cycle . The study concluded that image media effectively improved students' reading comprehension ABSTRAK Media gambar diyakini dapat membantu siswa memahami bacaan dengan lebih baik karena menyajikan konsep abstrak dalam bentuk visual konkret. Media ini juga meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan interaksi aktif antara guru dan siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan membaca pemahaman siswa kelas IV UPT SD Negeri 13 Pelangai Kecil. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan penerapan dan keefektifan media gambar dalam meningkatkan keterampilan tersebut. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart dilakukan dalam tiga siklus dengan sembilan siswa se- bagai subjek. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa media gambar meningkatkan aktivitas guru dan siswa serta hasil belajar. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 65,5 (Siklus I) menjadi 72,2 (Siklus II) dan mencapai 91,1 (Siklus . Ketuntasan klasikal meningkat dari 44,4% (Siklus I) menjadi 55,6% (Siklus II) dan 88,9% (Siklus . Penelitian menyim- pulkan bahwa media gambar efektif meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa. Kata kunci: Media Gambar. Membaca Pemahaman. Penelitian Tindakan Kelas. Sekolah Dasar Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Penerapan Media Gambar Untuk Meningkatkan Keterampilan Pemahaman Membaca Siswa Kelas IV UPT SD Negeri 13 Pelangai Kecil PENDAHULUAN Keterampilan membaca pemahaman merupakan fondasi utama bagi siswa untuk menguasai berbagai mata pelajaran. Kemampuan ini tidak hanya melibatkan kemampuan membaca teks, tetapi juga memahami makna, konteks, dan pesan yang disampaikan, membaca pemahaman melibatkan proses kognitif kompleks yang mencakup pengenalan kata, pemahaman kalimat, dan interpretasi makna secara Namun, laporan Programme for In- ternational Student Assessment (PISA) 2018 menunjukkan bahwa literasi mem- baca siswa Indonesia masih rendah, dengan skor rata-rata 371, menempati per- ingkat 74 dari 79 negara, jauh di bawah rata-rata OECD sebesar 487. Kondisi ini menegaskan perlunya upaya perbaikan keterampilan membaca di sekolah dasar. Di UPT SD Negeri 13 Pelangai Kecil. Tahun Ajaran 2025/2026, rata-rata nilai membaca pemahaman siswa kelas IV hanya mencapai 60, dengan ketuntasan klasikal 50%, jauh di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75. Rendah- nya capaian ini disebabkan oleh pembelajaran konvensional yang minim me- manfaatkan media Observasi awal menunjukkan bahwa siswa kesuli- tan menemukan ide pokok, memahami informasi implisit, dan menjawab per- tanyaan inferensial. Guru cenderung menggunakan metode ceramah, yang ku- rang melibatkan siswa secara Media gambar diyakini dapat membantu siswa memahami bacaan dengan lebih baik karena menyajikan konsep abstrak dalam bentuk visual konkret. Media ini juga meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan interaksi aktif antara guru dan siswa. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan penerapan media gambar dalam pembelajaran membaca pemahaman dan Menganalisis efektivitas media gambar dalam meningkatkan keterampi- lan membaca pemahaman siswa. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) den- gan model Kemmis & McTaggart, yang terdiri dari empat tahap: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilakukan dalam tiga siklus pada siswa kelas IV UPT SD Negeri 13 Pelangai Kecil. Tahun Ajaran 2025/2026, dengan subjek sebanyak sembilan siswa. Pemilihan subjek didasarkan pada rendahnya nilai membaca pemahaman mereka pada awal observasi. Prosedur Penelitian Setiap siklus dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Perencanaan: Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berba- sis media gambar, menyiapkan media seperti gambar berseri, kartu gam- bar, dan diagram, serta instrumen penelitian seperti tes dan lembar obser- vasi. Media gambar dipilih berdasarkan relevansi dengan materi bacaan dan karakteristik siswa kelas IV. Tindakan: Melaksanakan pembelajaran dengan media gambar, termasuk kegiatan diskusi kelompok, presentasi, dan tanya jawab berbasis gambar. Guru memfasilitasi siswa untuk menghubungkan gambar dengan teks ba- caan. Observasi: Mengamati aktivitas guru dan siswa menggunakan lembar ob- servasi Observasi mencakup keterlibatan siswa, penggunaan media, dan interaksi kelas. Refleksi: Menganalisis hasil tes dan observasi untuk mengevaluasi keber- hasilan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Penerapan Media Gambar Untuk Meningkatkan Keterampilan Pemahaman Membaca Siswa Kelas IV UPT SD Negeri 13 Pelangai Kecil tindakan dan merencanakan perbaikan untuk siklus berikutnya. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian meliputi: Tes Membaca Pemahaman: Tes tertulis berupa soal pilihan ganda dan esai untuk mengukur kemampuan siswa menemukan ide pokok, menjawab pertanyaan inferensial, dan memahami isi bacaan. Tes disusun berdasarkan indikator membaca pemahaman sesuai Kurikulum Merdeka. Lembar Observasi: Lembar observasi terstruktur untuk menilai aktivi- tas guru . enggunaan media, pengelolaan kela. dan siswa . eterlibatan, interaksi, motivas. selama pembelajaran. Dokumentasi: Catatan lapangan, foto kegiatan, dan dokumen pendukung seperti hasil tes siswa dan RPP. Teknik Pengumpulan Data Data dikumpulkan melalui: Tes: Dilaksanakan pada akhir setiap siklus untuk mengukur hasil belajar siswa. Observasi: Dilakukan oleh observer . uru senio. selama pembelajaran untuk mencatat aktivitas guru dan siswa. Dokumentasi: Mengumpulkan bukti visual dan catatan tertulis untuk men- dukung Teknik Analisis Data Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif: Kuantitatif: Menghitung nilai rata-rata tes siswa dengan rumus: Nilai Rata-rata = Jumlah Nilai Siswa Jumlah Siswa Persentase ketuntasan klasikal dihitung dengan rumus: Ketuntasan Klasikal (%) Jumlah Siswa yang Tuntas Jumlah Siswa Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah 75. Kualitatif: Mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa berdasarkan lembar observasi, termasuk keterlibatan, interaksi, dan penggunaan media. Validitas dan Reliabilitas Validitas instrumen diperoleh melalui expert judgmewt oleh dosen pembimbing dan guru senior Bahasa Indonesia. Instrumen tes divalidasi untuk memastikan kesesuaian dengan indikator pembelajaran. Reliabilitas diukur melalui konsis- tensi hasil tes antarsiklus menggunakan koefisien reliabilitas CronbachAos Alpha, yang menunjukkan nilai di atas 0,7, menandakan reliabilitas tinggi. HASIL DAN PEMBAHASAN (RESULTS AND DISCUSSION) Hasil Penelitian Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Penerapan Media Gambar Untuk Meningkatkan Keterampilan Pemahaman Membaca Siswa Kelas IV UPT SD Negeri 13 Pelangai Kecil Penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan membaca pemahaman siswa dari siklus I hingga siklus i. Berikut adalah rincian hasilnya: Hasil Belajar Siswa Rata-rata nilai siswa meningkat dari 65,5 (Siklus I) menjadi 72,2 (Siklus II) dan mencapai 91,1 (Siklus . Ketuntasan klasikal juga meningkat dari 44,4% (Siklus I) menjadi 55,6% (Siklus II) dan 88,9% (Siklus . Tabel berikut merangkum hasil belajar siswa: Table 1: Perbandingan Hasil Belajar Siswa pada Setiap Siklus Siklus Nilai Rata-rata Ketuntasan Klasikal 44,4% 55,6% i 88,9% Aktivitas Guru dan Siswa Aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran juga mengalami peningkatan. Pada Siklus I, guru masih dominan, dengan keterlibatan siswa hanya 60%. Pada Siklus II, keterlibatan siswa meningkat menjadi 75% dengan penggunaan media yang lebih Pada Siklus i, keterlibatan siswa mencapai 90%, dengan interaksi kelas yang lebih dinamis. Tabel berikut merangkum hasil observasi: Table 2: Hasil Observasi Aktivitas Guru dan Siswa Aspek yang Diamati Siklus I Siklus II Siklus i Keterlibatan Siswa Penggunaan Media Interaksi Kelas Pembahasan Peningkatan keterampilan membaca pemahaman siswa sejalan dengan pener- apan media gambar yang semakin optimal di setiap siklus. Berikut adalah anal- isis rinci per Siklus I Pada Siklus I, pembelajaran masih didominasi oleh metode konvensional, den- gan media gambar sederhana seperti ilustrasi hitam-putih. Siswa cenderung pasif dan kesulitan menemukan ide pokok bacaan, terutama karena kurangnya variasi visual. Rata-rata nilai 65,5 menunjukkan bahwa siswa hanya mampu memahami informasi eksplisit, tetapi kesulitan dengan pertanyaan inferensial. Keterlibatan siswa hanya mencapai 60%, dengan interaksi kelas yang terbatas karena guru lebih banyak menjelaskan tanpa melibatkan siswa secara aktif. Siklus II Berdasarkan refleksi Siklus I, perbaikan dilakukan dengan menggunakan me- dia gambar berseri dan berwarna untuk meningkatkan daya tarik visual. Guru juga memfasilitasi diskusi kelompok, di mana siswa diminta menghubungkan gambar dengan teks bacaan. Hal ini meningkatkan motivasi siswa, tercermin dari keterlibatan siswa yang naik menjadi 75% dan nilai rata-rata menjadi 72,2. Namun, beberapa siswa masih kesulitan memahami informasi implisit, menun- jukkan perlunya pendekatan yang lebih Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Penerapan Media Gambar Untuk Meningkatkan Keterampilan Pemahaman Membaca Siswa Kelas IV UPT SD Negeri 13 Pelangai Kecil Siklus i Pada Siklus i, media gambar diperkaya dengan elemen interaktif, seperti kartu gambar yang digunakan dalam kegiatan tanya jawab dan presentasi kelompok. Guru juga menerapkan scaffoldiwg dengan memberikan petunjuk visual untuk membantu siswa memahami isi bacaan secara mendalam. Hasilnya, rata-rata nilai siswa meningkat signifikan menjadi 91,1, dengan ketuntasan klasikal 88,9%. Keterlibatan siswa mencapai 90%, menunjukkan pembelajaran yang lebih di- namis dan interaktif. Peningkatan ini sejalan dengan teori dual coding, yang menekankan bahwa kombinasi teks dan visual memperkuat pemahaman. Media gambar membantu siswa memvisualisasikan konsep abstrak, seperti ide pokok atau hubungan antarparagraf, sehingga memudahkan interpretasi makna. Selain itu, teori konstruktivisme Vygotsky mendukung temuan ini, di mana media gambar berfungsi sebagai scaffoldiwg untuk membangun pemahaman siswa secara bertahap. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian, yang menemukan bahwa me- dia gambar berseri efektif meningkatkan keterampilan membaca pemahaman. menunjukkan bahwa media gambar meningkatkan minat belajar, yang tercermin dalam keterlibatan siswa selama pembelajaran. Penggunaan media gambar tidak hanya meningkatkan hasil belajar, tetapi juga menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif, terutama pada siswa dengan tingkat literasi rendah. KESIMPULAN Penerapan media gambar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa kelas IV. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 65,5 (Siklus I) menjadi 91,1 (Siklus . Ketuntasan klasikal meningkat dari 44,4% (Siklus I) menjadi 88,9% (Siklus . Media gambar efektif mendorong siswa lebih aktif dalam proses pembela- jaran. Penerapan media gambar memiliki implikasi signifikan terhadap praktik pem- belajaran di sekolah dasar. Media ini dapat digunakan untuk mengatasi tantan- gan literasi rendah, terutama di daerah dengan sumber daya terbatas seperti UPT SD Negeri 13 Pelangai Kecil. Guru dapat mengintegrasikan media gam- bar dalam berbagai mata pelajaran untuk memperkuat pemahaman konsep abstrak. Misalnya, dalam pelajaran IPA, guru dapat menggunakan gambar sik- lus air untuk menjelaskan proses evaporasi dan kondensasi. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, seri gambar dapat digunakan untuk mengajarkan struktur naratif cerita. Untuk mendukung implementasi media gambar, pelatihan guru dalam desain dan penggunaan media visual diperlukan. Sekolah juga dapat berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mengembangkan media gambar berbasis budaya lokal, sehingga meningkatkan keterkaitan pembelajaran dengan kehidupan siswa. Sebagai contoh, gambar cerita rakyat lokal dapat digunakan untuk mengajarkan nilai-nilai budaya sekaligus meningkatkan keterampilan membaca. DAFTAR PUSTAKA