Jurnal Online Manajemen ELPEI (JOMEL) Volume 4 No. Agustus 2024 ISSN : ISSN : 2775-0752 PENERAPAN MANAJEMEN MUTU TERPADU SEBAGAI STRATEGI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI MADRASAH ALIYAH NURUL BAROKAH CIPATAT Siti Fatimah1. Denny Murdani2 Program Studi Manajemen. Universitas Teknologi Digital12 siti10120682@digitechuniversity. id, dennymurdani@digitechuniversity. ABSTRAK Manajemen Mutu Terpadu merupakan sebuah pendekatan strategis yang diterapkan dalam berbagai sektor, termasuk dalam bidang pendidikan. Penerapan Manajemen Mutu Terpadu di Madrasah Aliyah menjadi isu yang penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Tujuan diadakannya proses penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan penerapan manajemen mutu terpadu dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta bagaimana hal tersebut dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pendidikan di Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif. Metode ini dipilih karena dapat memberikan gambaran yang rinci dan mendalam tentang konsep yang diteliti. Dalam penelitian ini, dilakukan pengumpulan data tentang fenomena yang diteliti melalui observasi, wawancara, dan pengumpulan dokumen, serta kemudian dilakukan analisis secara mendalam dan rinci terhadap data tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: . Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat telah menerapkan sistem manajemen mutu melalui manajemen kepemimpinan yang baik. Penerapan manajemen mutu terpadu untuk menunjang proses belajar mengajar di Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat telah berjalan dengan baik. Manajemen mutu tersebut mencakup perencanaan kurikulum dan pengajaran yang berorientasi hasil, pendidikan dan pelatihan tenaga pendidik yang baik, fokus pada siswa sebagai peserta didik, dan penyediaan sarana dan prasarana yang . Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat telah melakukan upaya yang cukup baik dalam pelaksanaan manajemen mutu terpadu sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan. Secara keseluruhan, penerapan manajemen mutu terpadu di Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat dalam meningkatkan kualitas pendidikan telah berjalan cukup baik. Meskipun terdapat tantangan dan hambatan dalam penerapannya, namun evaluasi dan upaya perbaikan terus dilakukan untuk memperbaiki kekurangan tersebut. Kata Kunci: Manajemen Mutu Terpadu. Madrasah Aliyah. Kualitas Pendidikan ABSTRACK Total Quality Management (TQM) is a strategic approach applied in various sectors, including education. The implementation of Total Quality Management in Madrasah Aliyah is an important issue in efforts to improve the quality of education. The purpose of this research is to analyze the implementation of Total Quality Management in improving the quality of education and how it can enhance the effectiveness and efficiency of the education process in Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat. This research uses a qualitative descriptive approach. This method is chosen because it can provide a detailed and in-depth understanding of the researched concept. In this research, data about the researched phenomenon is collected through observation, interviews, document collection, and then analyzed in-depth. The results of this research indicate that: . Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat has implemented a quality management system through effective leadership management. The implementation of Total Quality Management to support the teaching and learning process in Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat has been successful. This quality management includes curriculum planning and outcomeoriented teaching, good education and training for educators, student-centered focus, and adequate facilities and . Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat has made significant efforts in implementing Total Quality Management to improve the quality of education. Overall, the implementation of Total Quality Management in Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat to enhance the quality of education has been successful. Although there are challenges and obstacles in its implementation, continuous evaluation and improvement efforts are being made to address these shortcomings. Keywords: Total Quality Management. Madrasah Aliyah. Quality of Education http://jurnal. stim-lpi. id/index. php/elpei Page 941 Jurnal Online Manajemen ELPEI (JOMEL) Volume 4 No. Agustus 2024 ISSN : ISSN : 2775-0752 PENDAHULUAN Pendidikan memegang peran yang sangat penting dalam pembangunan sebuah negara, termasuk di Indonesia. Pendidikan berperan utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing di pasar global. Kualitas pendidikan yang baik akan berdampak positif terhadap kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan. Hal ini membuktikan betapa pentingnya mendapatkan pendidikan yang berkualitas bagi setiap Pendidikan dapat meningkatkan kemampuan seseorang dalam berbagai aspek, termasuk kemampuan berpikir kritis, kreatifitas, komunikasi, dan keterampilan interpersonal. Semua kemampuan tersebut diperlukan dalam menjawab tantangan era globalisasi yang semakin kompleks. Oleh karena itu, investasi pada pendidikan yang berkualitas merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting untuk mencapai kemajuan sosial dan ekonomi pada sebuah negara. Menurut laporan terbaru dari UNESCO mengenai pemantauan pendidikan global tahun 2023, terdapat tiga tantangan utama dalam pendidikan saat ini, yaitu kesetaraan dan inklusi, kualitas, serta efisiensi. Pada tahun 2019, hanya sekitar 20% atau sekitar 620 ribu dari total 3 juta guru di Indonesia yang dapat mengikuti pelatihan kompetensi guru karena keterbatasan Namun, pada bulan November 2023. Program Merdeka Belajar berhasil meningkatkan jumlah peserta pelatihan menjadi 4,1 juta peserta, meningkat 7 kali lipat dibandingkan tahun Gerakan Merdeka Belajar telah mencapai hasil yang menjanjikan, meskipun sistem pendidikan Indonesia memiliki skala yang besar dan bersifat heterogen. Salah satu buktinya adalah peningkatan posisi Indonesia dalam PISA 2022 di bidang literasi, naik sekitar 5 hingga 6 peringkat (Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi, 2. Menurut Kementerian Agama . , strategi pengembangan lembaga pendidikan Islam di Indonesia mengacu pada kebijakan Kementerian Agama Bidang Pendidikan 2015-2019. Salah satu fokus utamanya adalah meningkatkan akses pendidikan, kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang moderat, deradikalisasi keagamaan, serta peningkatan mutu guru dan pengawas Pendidikan Agama Islam. Berdasarkan prediksi dari beberapa lembaga kredibel seperti The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). World Economic Forum, dan Bappenas. Indonesia di tahun 2045 akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada peringkat 6-7. Oleh karena itu. Ditjen Pendis sudah melakukan pemetaan Grand Desain Pendidikan Islam untuk mewujudkan Indonesia Emas tersebut. Dalam ruang lingkup Pendidikan Islam, terdapat empat isu strategis yang menjadi perhatian Ditjen Pendis, seperti aksesibilitas pendidikan berkualitas, kualitas relevansi dan daya saing, tata kelola akuntabilitas dan citra publik, serta moderasi beragama (Pendis Kemenag, 2. Madrasah Aliyah sebagai lembaga pendidikan islam tingkat menengah atau setara dengan SMA, memiliki peran yang penting dalam membentuk karakter serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas di Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut. Madrasah Aliyah perlu memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan manajemen dan kualitas Namun demikian, terdapat beberapa permasalahan yang sering muncul dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Madrasah Aliyah, permasalahan tersebut dapat mempengaruhi kinerja operasional yang bardampak buruk terhadap kualitas pendidikan. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kinerja operasional madrasah adalah dengan mengimplementasikan sistem manajemen mutu terpadu. Implementasi manajemen mutu terpadu melibatkan evaluasi terhadap seluruh bagian dalam madrasah untuk meminimalisir kesalahan dan memastikan bahwa setiap bagian bekerja secara Oleh karena itu, penerapan manajemen mutu terpadu dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan dan efisiensi kinerja operasional madrasah. http://jurnal. stim-lpi. id/index. php/elpei Page 942 Jurnal Online Manajemen ELPEI (JOMEL) Volume 4 No. Agustus 2024 ISSN : ISSN : 2775-0752 Manajemen Mutu Terpadu atau Total Quality Management (TQM) adalah konsep filosofi dan metodologi yang diterapkan pada berbagai bidang, termasuk pendidikan. TQM merujuk pada sistem manajemen yang berfokus pada kualitas, dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan melalui perbaikan secara berkelanjutan (Ai Hilyatul et al, 2. Dalam konteks pendidikan. TQM diimplementasikan sebagai Manajemen Mutu Terpadu Pendidikan, yang bertujuan untuk memberikan seperangkat alat praktis bagi setiap institusi pendidikan untuk memaksimalkan kepuasan pelanggan, yaitu para siswa dan orang tua. Oleh karena itu, fokus utama dari Manajemen Mutu Terpadu Pendidikan adalah orientasi pada kepuasan Secara keseluruhan. Manajemen Mutu Terpadu Pendidikan adalah pendekatan manajemen yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk, jasa, sumber daya manusia, proses, dan lingkungan pada institusi pendidikan untuk memaksimalkan kepuasan pelanggan dan daya saing organisasi. Chillar dan Sharma . menjelaskan bahwa manajemen mutu terpadu dalam Pendidikan harus dilakukan secara sistematis dan terencana, dengan melibatkan pengukuran dan analisis data secara berkala. Prinsip-prinsip dalam manajemen mutu terpadu dapat diterapkan dalam pendidikan guna meningkatkan kualitas pendidikan. Prinsip-prinsip tersebut diantaraya yaitu pendidikan yang berorientasi pada siswa, kepemimpinan yang kuat dan efektif, keterlibatan semua pihak, pendekatan sistematis, dan peningkatan berkelanjutan (Chhillar & Sharma, 2. Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, kualitas pendidikan dapat meningkat dan menghasilkan lulusan yang berkualitas, serta mampu bersaing dalam dunia Kualitas pendidikan merupakan konsep yang berkaitan dengan seberapa baik sebuah sistem pendidikan mampu memberikan pengalaman belajar yang efektif dan bermanfaat bagi Menurut Abdul Aziz, dkk. , disebutkan bahwa terdapat beberapa indikator kualitas di madrasah aliyah yang harus diperhatikan, diantaranya yaitu manajemen kepemimpinan, kurikulum dan pembelajaran, tenaga pendidik, siswa, sarana dan prasarana, serta evaluasi dan monitoring. Selain itu, aspek-aspek kinerja operasional juga dapat menjadi indikator dari kualitas pendidikan. Adapun beberapa aspek kinerja operasional yang signifikan di Madrasah Aliyah, yaitu kualitas pengajaran dan pembelajaran, kepuasan siswa dan orang tua, serta kinerja guru dan kepala madrasah (Yusuf & Rusli, 2. Salah satu teknik yang dapat digunakan dalam manajemen mutu terpadu . otal quality managemen. adalah Diagram Ishikawa. Dengan menggunakan teknik diagram Ishikawa, tim atau individu yang bertanggung jawab atas sebuah proses dapat mengambil langkah yang diperlukan untuk meminimalkan atau menghilangkan masalah yang muncul. Diagram ini sangat membantu untuk mengidentifikasi akar permasalahan dan mencari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan mempertimbangkan semua faktor yang mempengaruhi sebuah proses, pemecahan masalah dapat dilakukan secara terstruktur dan Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat menjadi salah satu contoh madrasah yang mengimplementasikan manajemen mutu terpadu sebagai bagian dari strategi operasional dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Meskipun menghadapi tantangan kompleks, seperti keterbatasan SDM dan pengelolaan sumber daya yang efektif, madrasah tersebut berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan dan efisiensi kinerja operasional. Penerapan manajemen mutu terpadu diharapkan dapat membantu madrasah tersebut mengintegrasikan berbagai proses, metode, serta sumber daya secara komprehensif untuk memastikan kualitas pendidikan yang optimal. Berdasarkan hal tersebut, maka penulis tertarik untuk mengkaji masalah tentang manajemen mutu terpadu di madrasah, dan melakukan penelitian dengan judul AuPenerapan http://jurnal. stim-lpi. id/index. php/elpei Page 943 Jurnal Online Manajemen ELPEI (JOMEL) Volume 4 No. Agustus 2024 ISSN : ISSN : 2775-0752 Manajemen Mutu Terpadu Sebagai Strategi Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Madrasah Aliyah Nurul Barokah CipatatAy. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan penerapan manajemen mutu terpadu dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta bagaimana hal tersebut dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pendidikan di Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat. Dengan harapan, keberhasilan dalam manajemen mutu terpadu ini akan memberikan manfaat yang signifikan bagi seluruh pihak, khususnya para siswa sebagai peserta didik. METODE PENELITIAN Penelitian ini mengeksplorasi konsep menggunakan metode pendekatan kualitatif Metode ini dipilih karena dapat memberikan gambaran yang rinci dan mendalam tentang konsep yang diteliti. Metode kualitatif dilakukan dengan memberikan perhatian yang tepat pada aspek yang diamati, sehingga diperoleh hasil yang sangat berguna. Objek dalam penelitian ini adalah penerapan manajemen mutu terpadu di Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat. Dalam konteks ini, fokus penelitian akan terpusat pada langkah-langkah konkrit yang dilakukan madrasah untuk menerapkan manajemen mutu terpadu sebagai strategi meningkatkan kualitas pendidikan. Objek penelitian ini meliputi beberapa aspek, antara lain yaitu sistem manajemen mutu, proses pendidikan, serta kualitas pendidikan dan kinerja Dalam penelitian ini, dilakukan pengumpulan data tentang fenomena yang diteliti melalui observasi, wawancara, dan pengumpulan dokumen, serta kemudian dilakukan analisis secara mendalam dan rinci terhadap data tersebut. Responden dalam penelitian ini berjumlah empat orang, meliputi Kepala Madrasah. Waka Kurikulum Madrasah. Guru dan Siswa di Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat. Teknik analisis data yang akan digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, yang menunjukkan data yang diperoleh secara rinci. Teknik analisis data yang digunakan akan mempertimbangkan faktor-faktor kualitatif yang ditemukan selama Selain teknik analisis deskriptif, teknik diagram Ishikawa juga digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor dari hasil penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Manajemen Mutu dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan Penerapan program manajemen mutu terpadu di Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat difokuskan kedalam tiga aspek yang mencakup sistem manajemen mutu, proses pendidikan, serta kualitas pendidikan dan kinerja operasional madrasah. Sistem Manajemen Mutu Sistem manajemen mutu pada lembaga pendidikan akan berjalan dengan efektif jika seluruh pihak yang terlibat, termasuk pimpinan, guru/staf, dan siswa, memperlihatkan komitmen yang kuat. Salah satu kunci utama dalam menerapkan manajemen mutu di sebuah Madrasah adalah manajemen kepemimpinan. Faktor ini mencakup manajemen dan model kepemimpinan yang tepat, perencanaan dan pengorganisasian kegiatan, pengelolaan sumber daya, pengawasan, dan evaluasi, serta perbaikan berkelanjutan. Berdasarkan hasil wawancara dan studi dokumen yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa manajemen dan model kepemimpinan di Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat diterapkan dengan menyusun struktur organisasi dan mendistribusikan kewenangan sesuai http://jurnal. stim-lpi. id/index. php/elpei Page 944 Jurnal Online Manajemen ELPEI (JOMEL) Volume 4 No. Agustus 2024 ISSN : ISSN : 2775-0752 tugas dan tupoksinya masing-masing, serta menanamkan rasa memiliki kepada setiap stakeholder yang terlibat. Kebijakan mutu dalam kepemimpinan di Madrasah ini disesuaikan dengan SOP yang berlaku. Proses penetapan setiap kebijakan dan keputusan selalu dilaksanakan melalui musyawarah melibatkan koordinasi antara Ketua Yayasan. Kepala Madrasah. Waka Kurikulum, dan para guru/staff Madrasah. Berdasarkan hasil dokumentasi penelitian juga menunjukkan adanya rapat antara Kepala Madrasah. Waka Kurikulum, dan para guru/staff Madrasah secara berkala setiap tahun atau setiap awal semester. Perencanaan dan pengorganisasian kegiatan pendidikan di Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat melibatkan kolaborasi antara berbagai pihak, dengan pengawasan langsung dari Kepala Madrasah. Peran kurikulum sangat penting dalam perencanaan dan pengorganisasian kegiatan pendidikan. Kegiatan tersebut direncanakan secara terstruktur melalui penyusunan kalender pendidikan. Hal ini menunjukkan adanya kerjasama dan pembagian tugas yang efektif dalam menjalankan kegiatan pendidikan serta adanya komitmen untuk memastikan bahwa kegiatan pendidikan berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah ditetapkan. Madrasah Aliyah Nurul Barokah mendapatkan anggaran dari pemerintah melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sumber daya keuangan yang tersedia tersebut digunakan untuk membiayai dan mendukung kegiatan pendidikan berdasarkan delapan standar pendidikan di Madrasah. Selain itu, madrasah memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dan siap memberikan pendidikan yang baik kepada siswa. Pengelolaan sumber daya manusia di Madrasah Aliyah Nurul Barokah dilakukan dengan membangun pendekatan komunikasi yang baik dan manajemen konflik yang efektif. Namun, pengelolaan fasilitas dan teknologi masih sederhana dan terbatas. Meski demikian. Upaya peningkatan pengelolaan sumber daya terus dilakukan untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif. Pengawasan dan evaluasi program pendidikan di Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat dilakukan oleh Kepala Madrasah dan Waka Kurikulum. Evaluasi ini melibatkan diskusi dengan staf dan guru sebagai langkah untuk perbaikan program madrasah. Evaluasi tahunan juga dilakukan, salah satunya melalui program PKKM oleh pengawas dari Kementerian Agama. Selain itu, program supervisi guru juga dijalankan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Pelaksanaan evaluasi berdasarkan kinerja guru dan laporan kegiatan, dengan target keberhasilan minimal 75%. Berdasarkan observasi dan dokumentasi penelitian, menunjukkan bahwa Madrasah ini telah menjalankan sistem evaluasi yang efektif untuk peningkatan kualitas program pendidikan. Berdasarkan pemaparan diatas, secara keseluruhan sistem manajemen mutu yang diterapkan melalui manajemen kepemimpinan di Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat telah memberikan kontribusi yang positif dalam memastikan keberlanjutan dan perkembangan Madrasah. Meskipun demikian, terdapat beberapa tantangan dan hambatan yang perlu terus diperbaiki sebagai langkah atau Upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kinerja operasional secara optimal. Penelitian ini selaras dengan temuan peneliti sebelumnya yang dilakukan oleh Hafidh Nur Fauzi . , tentang Manajemen Mutu Terpadu dalam Meningkatkan Kinerja Sekolah SMK MaAoarif 1 Piyungan Bantul. Penelitian tersebut menunjukan bahwa SMK MaAoarif 1 Piyungan Bantul menggunakan prinsip-prinsip dasar manajemen mutu terpadu dalam penyusunan programnya. Implementasi manajemen mutu terpadu dilakukan oleh kepala sekolah dengan melibatkan seluruh pendukung sekolah. Terdapat manfaat yang diperoleh dari penerapan manajemen mutu terpadu ini, yaitu peningkatan kinerja guru yang berdampak pada prestasi siswa dan peningkatan kinerja sekolah (Fauzi, 2. Proses Pendidikan http://jurnal. stim-lpi. id/index. php/elpei Page 945 Jurnal Online Manajemen ELPEI (JOMEL) Volume 4 No. Agustus 2024 ISSN : ISSN : 2775-0752 Berdasarkan hasil wawancara dan dokumen yang ada di Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat, menunjukkan bahwa penerapan manajemen mutu terpadu untuk menunjang proses belajar mengajar di Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat telah berjalan dengan baik. Manajemen mutu tersebut mencakup perencanaan kurikulum dan pengajaran yang berorientasi hasil, pendidikan dan pelatihan tenaga pendidik yang baik, fokus pada siswa sebagai peserta didik, dan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat telah mengembangkan kurikulum sesuai aturan pemerintah, dan menerapkan pembagian tugas pada awal tahun pelajaran melalui penyusunan rencana pembelajaran (RPP), serta berusaha untuk meningkatkan penggunaan metode pengajaran yang efektif. Meski terdapat beberapa guru yang masih menggunakan metode pengajaran konvensional yang membosankan. Namun. Madrasah telah melakukan upaya untuk mengubah metode pembelajaran menjadi lebih menarik dan efektif melalui beberapa pelatihan dan diseminasi langsung dari Waka Kurikulum. Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat memberikan program pendidikan dan pelatihan yang baik dan berdampak positif pada kualitas pembelajaran di Madrasah. Program pelatihan tersebut diantaranya yaitu mengikuti kegiatan pelatihan seperti Workhop. PKB dan MGMP, serta pelatihan online melalui aplikasi Sipintar yang diselenggarakan oleh Kemeterian Agama. Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat berusaha untuk meningkatkan prestasi akademik siswa dengan mengikuti perlombaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama, seperti Kegiatan Sains Madrasah (KSM), untuk menguji dan meningkatkan kemampuan siswa. Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat mengembangkan kemampuan dan keterampilan siswa melalui ekstrakurikuler. Salah satu contohnya adalah ekstrakurikuler menjahit dalam bidang tata busana. Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat juga memiliki fokus pada pendidikan karakter siswa guna mengembangkan etika dan moral yang baik. Hal ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mendorong siswa untuk jujur dan tidak mencontek saat ulangan. Selain itu, nilai-nilai moral juga diselipkan dalam setiap pembelajaran, seperti dalam materi menawarkan jasa dan meminta tolong dengan etika yang baik. Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat juga memberikan dukungan kepada siswa yang membutuhkan, melalui pemberian beasiswa atau subsidi sekolah gratis kepada anak-anak yang ingin melanjutkan sekolah namun terhalang oleh biaya. Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat menyadari pentingnya sarana dan prasarana yang memadai dalam mendukung proses belajar mengajar dan kualitas pendidikan. Sarana dan prasarana yang memadai dapat mendukung pengembangan proses belajar mengajar, kelancaran pembelajaran, dan pemahaman materi pelajaran. Terutama pada bidang teknologi, sarana dan prasarana yang memadai mempermudah proses pembelajaran di era digital saat ini. Peralatan seperti infokus mampu meningkatkan kinerja materi yang disampaikan di kelas. Hal ini dapat memudahkan siswa untuk memahami materi pada saat proses belajar mengajar. Namun, penyediaan sarana dan prasarana di Madrasah ini belum optimal, karena terdapat beberapa fasilitas yag belum memadai dan perlu diperbaiki atau ditingkatkan. Berdasarkan pemaparan diatas, secara keseluruhan Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat telah berhasil menerapkan manajemen mutu terpadu dengan cukup baik dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui setiap proses pendidikan. Walaupun masih terdapat tantangan dan hambatan dalam penerapannya, namun upaya terus dilakukan untuk memperbaiki kekurangan tersebut. Penelitian ini selaras dengan temuan peneliti sebelumnya yang dilakukan oleh Mustika Damai Yanti dari UIN Raden Intan Lampung dan ZahraAounnisa Aulia dari UIN Antasari Banjarmasin pada tahun 2021, tentang Implementasi Manajemen Mutu Terpadu Pendidikan Di Mts Negeri 6 Banjar Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar. Penelitian tersebut menunjukan http://jurnal. stim-lpi. id/index. php/elpei Page 946 Jurnal Online Manajemen ELPEI (JOMEL) Volume 4 No. Agustus 2024 ISSN : ISSN : 2775-0752 bahwa Implementasi manajemen mutu terpadu pada keterlibatan total sudah berjalan dengan baik dengan adanya rapat guru bidang studi setiap satu bulan sekali. MGMP, dan koordinator UN dibawah bimbingan kepala sekolah, serta dibinanya kerjasama antara Guru dan siswa diluar jam pelajaran, dan adanya tupoksi sesuai job description masing-masing. Implementasi manajemen mutu terpadu pada pengukuran sudah berjalan dengan baik dengan mempunyai struktur organisasi yang mengandung kontrol. Kepala madrasah pun selalu mengontrol jalannya pembelajaran (Yanti & Aulia, 2. Kualitas Pendidikan dan Kinerja Operasional Kualitas pendidikan yang diberikan oleh sebuah Madrasah sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor operasional yang ada di dalamnya. Kinerja operasional yang baik di Madrasah dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Berdasarkan hasil wawancara terkait kualitas pengajaran dan pembelajaran di Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat, menunjukkan bahwa kualitas pengajaran guru di Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat sudah cukup baik. Namun, terdapat beberapa guru yang perlu meningkatkan kualitas mengajarnya. Beberapa di antaranya gagal menyampaikan materi pelajaran dengan tepat sehingga siswa membutuhkan lebih banyak waktu untuk memahami pelajaran tersebut. Meskipun demikian, mayoritas guru berhasil menggunakan metode pembelajaran yang menarik dan efektif, dengan cara menggabungkan permainan sekaligus materi pembelajaran. Hasil observasi penelitian juga menemukan bahwa beberapa guru masih menggunakan metode pembelajaran konvensional, seperti metode ceramah yang dianggap tidak menarik dan membosankan bagi siswa. Hal ini menyebabkan kurangnya minat belajar dan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Namun, penelitian juga menemukan adanya guru-guru dengan kualitas dan metode pembelajaran yang inovatif dan menarik bagi Contohnya, kegiatan belajar mengajar yang mampu meningkatkan antusiasme dan motivasi siswa dalam belajar. Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat terbukti memberikan pengalaman belajar yang memuaskan bagi siswanya. Beberapa faktor yang menyebabkan kepuasan siswa tersebut antara lain adalah lingkungan yang nyaman, lokasi yang dekat dengan rumah, serta fasilitas belajar yang cukup memadai. Selain itu, hubungan antara siswa dan guru terjalin dengan baik, dengan adanya kepedulian guru terhadap kebutuhan dan kesulitan siswa. Contohnya, terdapat guru yang selalu siap mendengarkan keluhan siswa dan mencari solusi atas permasalahan yang Kepala Madrasah juga selalu terlibat aktif dalam kegiatan siswa, seperti kegiatan OSIS. Siswa juga mengungkapkan kepuasannya terhadap layanan dan fasilitas yang tersedia di Madrasah. Fasilitas seperti WiFi gratis. Infokus, dan Lab Komputer sangat membantu dalam proses pembelajaran. Namun, siswa juga memberikan saran untuk peningkatan fasilitas, seperti pembuatan lapangan olahraga, penambahan kursi, dan peningkatan kualitas jaringan internet. Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat melakukan evaluasi kinerja guru dan kepala madrasah secara berkala untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan operasional. Kinerja guru dinilai berdasarkan aturan yang tercantum dalam agenda, sementara kepala madrasah dinilai berdasarkan cara kepemimpinan dan komunikasinya dengan staf dan guru. Evaluasi internal dilakukan melalui pendekatan dan program pelatihan, sementara pemerintah juga melakukan penilaian melalui PKKM yang dilakukan oleh pengawas pendidikan. Madrasah ini menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan menyediakan program pelatihan untuk guru dan kepala madrasah. Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat juga memiliki evaluasi prestasi siswa yang diukur melalui keberhasilan dalam kegiatan Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Madrasah mendukung pengembangan http://jurnal. stim-lpi. id/index. php/elpei Page 947 Jurnal Online Manajemen ELPEI (JOMEL) Volume 4 No. Agustus 2024 ISSN : ISSN : 2775-0752 keterampilan siswa di luar kegiatan akademik. Hal ini dapat membantu siswa dalam menghadapi tantangan di masa depan. Terdapat beberapa ekstrakurikuler yang berhasil meraih prestasi dan mengharumkan nama Madrasah di tingkat Kabupaten, di antaranya Kejuaraan Pencak Silat dan Kejuaraan Voli antar Madrasah Aliyah. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa siswa di Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat mampu mengembangkan potensi dan keterampilan di luar kegiatan akademik, yang dapat mendukung kesuksesan di masa depan. Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat secara konsisten melakukan perbaikan dan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan untuk mengakomodasi peningkatan jumlah siswa dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Beberapa perbaikan yang dilakukan meliputi peningkatan bangunan menjadi gedung dua lantai, penambahan ruangan kelas, dan pemasangan fasilitas WiFi di setiap kelas. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan modern. Selain itu. Madrasah juga memperhatikan keamanan dengan memasang CCTV di area Madrasah untuk meningkatkan pengawasan dan keamanan siswa. Madrasah juga memiliki rencana jangka panjang untuk memperluas lapangan upacara, membangun gedung olahraga, menambah ruangan multimedia, dan ruangan ekstrakurikuler. Semua upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan siswa di Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat. Akreditasi Nasional sangat penting bagi madrasah sebagai bentuk pengakuan atas kualitas pendidikan yang diberikan. Melalui penilaian yang dilakukan oleh BAN-SM, madrasah dapat memperoleh pengakuan dari pemerintah dan meningkatkan reputasinya di mata masyarakat. Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat telah menjalani dua kali proses akreditasi yang diperbaharui setiap lima tahun sekali. Pada tahun 2022. Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat memperoleh nilai 85 dan terakreditasi B. Pihak Madrasah merasa puas dengan hasil Akreditasi Nasional yang diperoleh, namun tetap melakukan evaluasi dan tindak lanjut untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di masa yang akan datang. Proses akreditasi yang dilakukan secara berkala juga menunjukkan komitmen madrasah dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan. Berdasarkan pemaparan diatas, secara keseluruhan Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat memiliki kualitas pendidikan yang cukup baik dan kinerja operasional yang memadai. Guru-guru di madrasah ini mayoritas telas menggunakan metode pembelajaran yang cukup efektif, lingkungan belajar yang nyaman, dan fasilitas yang memadai. Madrasah ini juga memberikan dukungan yang baik dalam pengembangan keterampilan siswa di luar kegiatan Melalui proses akreditasi nasional. Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat telah memperoleh pengakuan atas kualitas pendidikan yang diberikan. Selain itu. Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat menunjukkan komitmen dan upaya yang terus-menerus dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan siswa. Penelitian ini selaras dengan temuan peneliti sebelumnya yang dilakukan oleh Lailatul Azizah dan Silvia Witri dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tahun 2021, tentang Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Penerapan Total Quality Management dalam Program Akreditasi Sekolah. Penelitian tersebut menunjukan bahwa dalam peningkatan mutu pendidikan dilakukan melalui penerapan Total Quality Management yang dilakukan dengan cara perbaikan secara terus menerus, menentukan standar mutu, perubahan kultur organisasi, mempertahankan hubungan dengan pelanggan dan memfokuskan kepuasan pelangan, serta memiliki komitmen dalam perubahan (Azizah & Witri, 2. Analisis Diagram Ishikawa http://jurnal. stim-lpi. id/index. php/elpei Page 948 Jurnal Online Manajemen ELPEI (JOMEL) Volume 4 No. Agustus 2024 ISSN : ISSN : 2775-0752 Diagram Ishikawa digunakan untuk membuat hasil analisa terkait faktor-faktor yang menjadi penghambat keberhasilan penerapan manajemen mutu terpadu di Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Analisis data ini bertujuan untuk mengidentifikasi isu atau permasalahan yang berpotensi dalam mempengaruhi menurunnya kualitas pendidikan. Adapun, data dari diagram ini diperoleh berdasarkan hasil observasi penulis selama penelitian berlangsung di Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat. Sumber: Observasi Penulis di MA Nurul Barokah . Gambar 1: Diagram Ishikawa Menurunnya Kualitas Pendidikan Berdasarkan Diagram Ishikawa diatas, penerapan manajemen mutu terpadu di Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat dalam meningkatkan kualitas pendidikan telah berjalan dengan cukup baik. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat menjadi penghambat keberhasilannya sehingga mengakibatkan kualitas pendidikan rendah. Melalui analisis diagram tersebut, dapat diketahui bahwa dari keempat faktor yang menjadi faktor penghambat utama yaitu sumber daya manusia (Ma. Faktor sumber daya manusia merupakan faktor yang memiliki masalah potensial terbanyak, seperti kekurangan staf pengajar, terdapat beberapa guru yang kurang disiplin dalam permasalahan waktu, terdapat guru yang kurang memanfaatkan serta memahami penggunaan IT dalam pembelajaran, terdapat beberapa guru yang memegang mata pelajaran tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikannya, serta rendahnya minat siswa dalam kegiatan Upaya perbaikan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut diantaranya yaitu melakukan rekrutmen staf pengajar yang berkualitas, mengadakan pelatihan atau workshop mengenai manajemen waktu bagi guru dan menerapkan sistem pengawasan dan evaluasi yang ketat terhadap kedisiplinan guru, memberikan pelatihan dan workshop mengenai penggunaan teknologi informasi kepada guru dan menyediakan perangkat IT yang memadai, mengadakan program pelatihan dan pengembangan kompetensi bagi guru, serta mengadakan program motivasi dan pembinaan minat belajar siswa dan menerapkan metode pembelajaran yang interaktif dan menarik minat siswa. Proses pembelajaran (Metho. dan sarana prasarana (Machin. menjadi faktor kedua yang memiliki masalah potensial terbanyak setelah fakto sumber daya manusia (Ma. Masalah-masalah tersebut diantaranya yaitu terdapat beberapa guru yang metode belajarya tidak efektif, masih menggunakan metode konvensional yang monoton, kurangnya sinkronisasi jadwal pelajaran dan terdapat prosedur kerja yang tidak sesuai dengan jobdesk, kurangnya http://jurnal. stim-lpi. id/index. php/elpei Page 949 Jurnal Online Manajemen ELPEI (JOMEL) Volume 4 No. Agustus 2024 ISSN : ISSN : 2775-0752 infrastruktur pendidikan, kurangnya pemanfaatan perpus, alat/media ajar rusak dan jaringan internet yang kurang stabil. Upaya perbaikan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut yaitu mengadakan pelatihan bagi guru untuk mempelajari dan menerapkan metode belajar yang lebih efektif, interaktif dan menarik, mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar mengajar, menggunakan variasi metode pembelajaran, membuat materi pembelajaran yang lebih menarik dan relevan, melakukan peninjauan dan evaluasi terhadap jadwal pelajaran yang ada, menyusun prosedur kerja yang jelas dan sesuai dengan jobdesk, melakukan inventarisasi dan pengecekan rutin terhadap alat/media ajar yang digunakan, memperbaiki atau mengganti alat/media ajar yang rusak, meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang pentingnya memanfaatkan perpustakaan serta menyediakan koleksi buku dan sumber belajar yang relevan dan menarik, mengajukan dan mengupayakan pembaruan atau perbaikan infrastruktur pendidikan kepada pihak yang berwenang, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada dengan melakukan perencanaan yang baik dan efisien. Faktor yang terakhir menjadi masalah potensial penyebab menurunya kualitas pendidika yaitu sumber atau media bahan pembelajaran (Materia. , seperti kurangnya bahan ajar yang relevan, guru hanya mengandalkan buku pelajaran dan terdapat materi yang tidak tuntas dalam Upaya perbaikan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut diantaranya yaitu mendorong guru untuk mencari sumber belajar tambahan, seperti materi online, video pembelajaran, atau sumber daya digital lainnya, memastikan bahwa materi pembelajaran disusun dengan baik dan sesuai dengan tingkat pemahaman siswa, mendorong guru untuk mengembangkan bahan ajar sendiri berdasarkan pengalaman dan keahlian mereka, dan menggunakan teknologi digital untuk mengakses sumber belajar yang lebih luas dan KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, terkait pelaksanaan penerapan manajemen mutu terpadu untuk menunjang proses belajar mengajar sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan di Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan sistem manajemen mutu yang diterapkan melalui manajemen kepemimpinan di Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat telah memberikan kontribusi positif dalam memastikan keberlanjutan dan perkembangan madrasah tersebut. Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat berhasil menerapkan manajemen mutu terpadu dengan cukup baik dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui setiap proses pendidikan, mencakup perencanaan kurikulum dan pengajaran yang berorientasi hasil, pendidikan dan pelatihan tenaga pendidik yang baik, fokus pada siswa sebagai peserta didik, dan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat memiliki kualitas pendidikan yang cukup baik dan kinerja operasional yang memadai. Mayoritas guru di madrasah ini telah menggunakan metode pembelajaran yang efektif, memberikan lingkungan belajar yang nyaman, dan tersedia fasilitas yang memadai. Selain itu, madrasah ini juga memberikan dukungan yang baik dalam pengembangan keterampilan siswa di luar kegiatan Melalui proses akreditasi nasional. Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat telah memperoleh pengakuan atas kualitas pendidikan yang diberikan. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa tantangan dan hambatan yang perlu terus diperbaiki untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kinerja operasional secara optimal. Berdasarkan diagram Ishikawa, penerapan manajemen mutu terpadu di Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat telah berjalan dengan cukup baik dalam meningkatkan kualitas Namun, terdapat faktor-faktor penghambat yang dapat mengakibatkan kualitas http://jurnal. stim-lpi. id/index. php/elpei Page 950 Jurnal Online Manajemen ELPEI (JOMEL) Volume 4 No. Agustus 2024 ISSN : ISSN : 2775-0752 pendidikan menurun, antara lain adalah sumber daya manusia (Ma. , proses pembelajaran (Metho. , sarana dan prasarana (Machin. , dan sumber atau media bahan pembelajaran (Materia. Oleh karena itu, perbaikan dan peningkatan kualitas harus dilakukan terus-menerus di setiap faktor untuk memastikan bahwa Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan yang ada. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran yang dapat dilakukan sebagai upaya perbaikan di masa mendatang untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat, diantaranya yaitu meningkatkan peran kepemimpinan yang baik dalam mengelola dan mengimplementasikan manajemen mutu terpadu, optimalisasi pengelolaan sumber daya manusia dengan memberikan pelatihan dan pengembangan yang sesuai untuk guru dan tenaga pendidik, melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan terhadap implementasi manajemen mutu terpadu, serta meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran dengan mengadopsi metode dan strategi yang inovatif. Dengan menerapkan saran-saran ini, diharapkan Madrasah Aliyah Nurul Barokah Cipatat dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan pendidikan yang terbaik kepada siswanya. DAFTAR PUSTAKA