Volume 2 Issue 1 . Pages 57-67 Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah E-ISSN: 3063-1181 Peningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Melalui Model Problem Based Learning (PBL) Mata Pelajaran IPAS Siswa Madrasah Ibtidaiyah Miftakhur Rizki1. Taryono2 STIT Muhammadiyah Bojonegoro1,2 dikdas@gmail. Abstrak Tujuan pada penelitian ini yakni peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa Madrasah Ibtidaiyah mata pelajaran IPAS melalui model Problem Based Learning (PBL). Metode penelitan ini adalah penelitian tindakan kelas yang merupakan sebuah model penelitian yang didalamnya mencakup empat komponen atau tahapan: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 24, yang dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2024/2025. Adapun tekni pengumpulan data pada penelitian ini meliputi tes, wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilalukan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis rata-rata pra siklus 67. 37 meningkat menjadi 74. 79 siklus I, dan 83,96 pada siklus II. Jumlah peserta didik yang tuntas dan memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) semakin meningkat, yang semula 25% meningkat 58% siklus I, meningkat 88% siklus II. Keterampilan berpikir kritis as tidak tuntas Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) mengalami penurunan, yang semula 75% menurun menjadi 42% pada siklus I, dan menurun menjadi 13% pada siklus II. Kata Kunci: Keterampilan Berpikir Kritis. Problem Based Learning (PBL). Madrasah Ibtidaiyah Abstract The aim of this study is to improve the critical thinking skills of elementary school students in the science subject through the Problem Based Learning (PBL) model. This research method is classroom action research which is a research model that includes four components or stages: planning, action, observation, and reflection. The subjects of this study were 24 fourth grade students, which were carried out in the odd semester of the 2024/2025 school year. The data collection techniques in this study include tests, interviews, observations and documentation. Based on the research that has been carried out, it shows an increase in critical thinking skills, an average of 67. pre-cycle increasing to 74. 79 cycle I, and 83. 96 in cycle II. The number of students who have completed and met the Learning Objective Achievement Criteria (KKTP) has increased, which was originally 25% increasing by 58% cycle I, increasing by 88% cycle II. Critical thinking skills as not completing the Learning Objective Achievement Criteria (KKTP) have decreased, which was originally 75% decreasing to 42% in cycle I, and decreasing to 13% in cycle II. Keywords: Critical Thinking Skills. Problem Based Learning (PBL). Elementary School PENDAHULUAN Tantangan kehidupan nyata menuntut adanya keterbaharuan dalam segala sektor. Salah satunya bidang pendidikan. Pendidikan memiliki peran yang sangat penting untuk masa depan individu dan masyarakat. Selain memberikan pengetahuan dan keterampilan, pendidikan juga membantu dalam pembangunan karakter, peningkatan kesempatan kerja, pemberdayaan individu, dan menciptakan masyarakat yang lebih maju dan harmonis. Oleh karena itu, investasi dalam | 57 Peningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Melalui Model Problem Based Learning (PBL) Mata Pelajaran IPAS Siswa Madrasah Ibtidaiyah pendidikan adalah investasi yang sangat berharga untuk mencapai masa depan yang lebih baik bagi semua orang (Ditmawa, 2. Pendidikan menjadi salah satu upaya dalam mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi tantangan kehidupan nyata. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan yakn engembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Depdiknas, 2. Pembelajaran salah satu aktivitas yang tidak lepas dari pelaksanaan kegiatan belajar dikelas. Suatu proses interaksi antara pendidik dengan peserta didik baik interaksi secara langsung seperti kegiatan tatap muka maupun secara tidak langsung yaitu dengan menggunakan berbagai media pembelajaran (Rusman, 2014:. Keterbaharuan pada kurikulum merdeka salah satu pada pembelajaran IPAS menjadi salah satu penggabungan dua mata pelajaran antara ilmu alam dan ilmu sosial. IPAS membantu peserta didik menumbuhkan keingintahuannya terhadap fenomena yang terjadi di sekitarnya. Keingintahuan ini dapat memicu peserta didik untuk memahami bagaimana alam semesta bekerja dan berinteraksi dengan kehidupan manusia di muka bumi (Kemenristek. Hal ini akan mendukung peserta didik dalam meningkatkan hasil belajarnya guna menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Menurut Mungzilina, dkk . hasil belajar merupakan puncak dari keberhasilan belajar siswa terhadap tujuan belajar yag telah ditetapkan. Sedangkan menurut (Astuti, 2. hasil belajar siswa melalui model problem based learning merupakan penggunaan model yang sangat efektif untuk meningkatkan hasil belajar. Model problem based learning didasarkan pada prinsip menggunakan masalah sebagai awal akuisisi dan integrasi pengetahuan baru, sehingga peserta didik dapat mengembangkan keterampilan dalam menyelesaikan masalah serta membangun pengetahuan baru. Adanya pengetahuan baru pada peserta didik menjadi pondasi awal dalam meningkatkan hasil belajar. Dimana hasil belajar merupakan hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan baik secara individu maupun secara berkelompok (Sukerteyasa, 2. Mempelajari mata pelajaran IPAS pada materi perubahan energi peserta didik kelas IV setidaknya mendapatkan hasil minimal sesuai dengan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yaitu 75. Namun banyak peserta didik kelas IV di MIM 7 Kenep Bojonegoro yang memperoleh hasil belajar dibawah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) pada mata pelajaran IPAS. Hal ini terbukti dari data nilai hasil tes pra siklus kelas IV mata pelajaran IPAS yang belum sesuai dengan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan. 58 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 2. , 2024 Peningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Melalui Model Problem Based Learning (PBL) Mata Pelajaran IPAS Siswa Madrasah Ibtidaiyah Diketahui bahwa dari 24 peserta didik dalam satu kelas, jumlah siswa yang tuntas dan mendapatkan hasil belajar diatas Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) mata pelajaran IPAS hanya 10, sedangkan yang tidak tuntas hasil belajar ada 14 peserta didik. Kualitas hasil belajar yang dikatakan baik berupa penilaian setelah mengikuti proses pembelajaran dengan menilai pengetahuan, sikap, ketrampilan pada diri siswa dengan adanya perubahan tingkah laku (Dwijayani, 2. Kurang maksimal hasil belajar tersebut salah satunya disebabkan oleh guru yang masih menggunakan model pembelajaran konvensional, penyampaian materi pembelajaran dengan metode ceramah sehingga kurang melibatkan peserta didik aktif didalam pembelajaran. Permasalahan yang lain yang muncul dimana guru juga kurang memaksimal dalam penggunakan media pembelajaran serta kurang kreatif dalam mengaitkan penyampaian materi pembelajaran dengan permasalahan nyata dalam kehidupan sehari hari. Keadaan yang demikian menunjukkan bahwa guru yang tidak mampu mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran cenderung membuat peserta didik merasa pembelajaran tidak kontekstual dengan kehidupan mereka. Akibatnya peserta didik menjadi kurang termotivasi untuk belajar (Hargreaves, 2. Guna mendukung hasil belajar yang berkualitas baik perlunya pemilihan model pembelajaran yang inovatif. Adapun salah satunya yakni model problem based learning (PBL) adalah pembelajaran yang memberikan masalah kepada peserta didik dan peserta didik diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang diberikan dengan pembelajaran yang aktif (Setiyaningrum. Pemilihan model problem based learning (PBL) diarahkan pada permasalahanpermasalahan yang terkait dengan kehidupan sehari-hari/kehidupan nyata yang dialami oleh peserta didik. Melalui masalah yang disajikan selama pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model problem based learning (PBL) peserta didik akan diajarkan untuk mencari pemecahan masalah/solusi dari permasalahan tersebut dari pengetahuan yang dimiliki peserta Penelitian menunjukkan penggunaan model PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kritis siswa yang diukur dari soal HOTS pada siklus I = 70,58%, siklus II = 82,35%, siklus i = 85,35% (Innestasia Hastawan. Kartika Chrysti Suryandari, dkk, 2. Berdasarkan pernyataan-pernyataan yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa dengan adanya penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang telah diterapkan oleh guru dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa di sekolah dasar. Oleh karena itu, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul AuPeningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Melalui Model Problem Based Learning Mata Pelajaran IPAS Siswa Madrasah IbtidaiyahAy. METODOLOGI Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 2. , 2. 59 Peningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Melalui Model Problem Based Learning (PBL) Mata Pelajaran IPAS Siswa Madrasah Ibtidaiyah Jenis penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif. Penelitian tindakan kelas ini dapat diartikan penelitian yang dilakukan oleh para pendidik di kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sehingga hasil kualitas belajar siswa meningkat. (Prawoto et al. , 2. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan di MIM 7 Kenep Bojonegoro yang dilakukan pada kelas IV dengan jumlah peserta didik 24 yang terdiri dari 15 peserta didik perempuan dan 9 peseta didik laki-laki. Materi yang dipilih mengenai perubahan energi yang diberikan pada semester ganjil. Peserta didik kelas IV ini rata-rata berusia 9 tahun dan dari latar belakang keluarga yang menengah. Rata-rata dari peserta didik kelas IV adalah warga desa Kenep atau bertempat tinggal di sekitar lingkungan sekolah. Waktu penelitian dilaksanakan selama kurang lebih 2 minggu dimulai dari tanggal 6 Oktober hingga 21 Oktober 2025. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Dari setiap siklus ini dilaksanakan 4 tahapan kegiatan sesuai dengan model Kemmis dan Taggart yang dikemukakan oleh Sani, dkk . yaitu: . , . pelaksanaan tindakan . , . , dan . Skema 4 tahapan pada penelitian Tindakan kelas dapat dilihat seperti Gambar 1 (Zainal Aqib, 2. Gambar 1. Skema langkah PTK Kemmis & Mc. Taggart Teknik pengumpulan data pada penelitian ini terdiri dari observasi, tes, dan dokumentasi. Lembar tes pada penelitian ini menggunakan tes essay mengacu pada solo taksonomi yang terdiri dari 5 soal. Tes merupakan suatu percobaan yang diadakan untuk mengetahui ada tidaknya 60 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 2. , 2024 Peningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Melalui Model Problem Based Learning (PBL) Mata Pelajaran IPAS Siswa Madrasah Ibtidaiyah keberhasilan seorang peserta didik dalam mempelajari materi yang diberikan (Astuti, dkk 2. Selanjutnya dari hasil tes yang diperoleh akan dianalisis dengan cara dicari nilai rata-ratanya. Nilai rata-rata tersebut nantinya akan dijadikan pedoman dalam penentuan keberhasilan penelitian. Keterampilan berpikir kristis pada penelitian ini akan dikatakan berhasil ketika jumlah peserta didik mencapai ketuntasan belajar Ou 85%. Sehingga peserta didik dapat dikatakan tuntas belajar apabila memperoleh nilai hasil tes Ou 75 berdasarkan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) mata pelajaran IPAS yang telah ditentukan di MIM 7 Kenep. Pembelajaran IPAS kelas IV MI dapat dikatakan berhasil jika hasil tes meningkat dari siklus I ke siklus II, dan Namun jika peningkatan hasil dari pembelajaran IPAS telah memenuhi indikator keberhasilan, maka siklus akan dihentikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari pelaksanaan penilitian yang telah dilakukan mengacu dan memperhatikan skema penelitian tindakan penelitian kelas yang terdiri dari, hasil penelitian pra siklus, hasil penelitian siklus 1 dan hasil penelitian siklus 2. Pada hasil dan pembahasan penelitian ini akan disampaikan adanya peningkatan hasil belajar berupa keterampilan berpikir kritis peserta didik di MIM 7 Kenep Bojonegoro pada mata pelajaran IPAS kelas IV. Hasil penelitian ini mengacu pada capaian peserta didik atau hasil belajar yang berupa keterampilan berpikir kritis yang diperoleh selama proses pembelajaran dengan menerapakan model pembelajaran problem based learning (PBL). Pada tahap awal penelitian peserta didik kelas IV MIM 7 Kenep mendapatkan nilai keterampilan berpikir kritis dengan kategori nilai yang tidak memuaskan karena banyak peserta didik yang tidak mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dilihat dari tes keterampilan berpikir kritis mata pelajaran IPAS. Sehingga peneliti melakukan penelitian untuk mengukur tingkat keterampilan berpikir kritis peserta didik melalui 2 siklus dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning (PBL). Pada siklus I sudah terlihat adanya beberapa peserta didik yang mampu mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), namun masih banyak juga peserta didik yang belum mampu mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Sehingga dilakukanlah peneliatian pada siklus ke I, pada siklus ke II peneliti mendapatkan hasil belajar yang Ou85% peserta didik dengan kategori yang sangat memuaskan yaitu sudah mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yakni mencapai nilai 75 pada masing-masing peserta didik. Hasil Keterampilan Berpikir Kritis Pra Siklus Tahap pra siklus ini menjadi tahapan awal oleh peneliti dalam melakukan observasi awal untuk dijadikan acuan dasar untuk menerapakan model pembelajaran problem based learning (PBL) mata pelajaran IPAS kelas IV di MIM 7 Kenep Bojonegoro. Peneliti akan melakukan sebuah penelitian dan memberikan tindakan pada tahapan selanjutnya untuk mencapai tujuan yang diharapkan yakni adanya Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 2. , 2. 61 Peningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Melalui Model Problem Based Learning (PBL) Mata Pelajaran IPAS Siswa Madrasah Ibtidaiyah hasil belajar IPAS kelas IV dengan mencapai mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Berdasarkan hasil observasi awal atau prasiklus diketahui peserta didik belum mendapatkan hasil belajar yang baik pada mata pelajaran IPAS kelas IV di MIM 7 Kenep Bojonegoro. Terdapat permasalahan pada hasil belajar peserta didik dilihat melalui hasil ulangan hari IPAS kelas IV MIM 7 Kenep Bojonegoro. Guru mencoba mencari solusi dalam mengatasi permasalahan tersebut dengan cara meminta peserta didik untuk mengulas kembali materi yang sudah dipelajari. Cara ini cukup efektif karena dengan mempelajari materi yang telah diberikan sebelumnya, peserta didik akan lebih paham dan memiliki daya ingat yang lebih baik. Namun ada beberapa peserta didik yang merasa kesulitan, dan hal tersebut menjadikan peserta didik tidak semangat untuk belajar. Dari permasalahan diatas, ditemukan hasil belajar peserta didik tidak memenuhi mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Data tersebut diperoleh dari hasil penilaian ulangan hari pada materi perubahan energi mata pelajaran IPAS kelas IV MIM 7 Kenep Bojonegoro. Rata-rata nilai yang diperoleh oleh peserta didik yakni 67,37. Untuk lebih jelasnya, berikut peneliti sajikan hasil penilaian ulangan harian pada Tabel 1. Tabel 1 Hasil Tes Keterampilan Berpikir Kritis Pra Siklus Mata Pelajaran IPAS Kelas IV MIM 7 Kenep Bojonegoro Kategori Rentang Nilai Jumlah siswa Sangat Baik Baik Cukup Kurang O60 Sangat Kurang Jumlah Nilai Nilai Rata-Rata Jumlah Siswa Tuntas Jumlah Siswa Tidak Tuntas Jumlah Siswa Jumlah Persentase Tuntas Jumlah Pesentase Tidak Tuntas Berdasarkan hasil tabel 1diatas dapat diketahui bahwa keterampilan berpikir kritisi peserta didik kelas IV MIM 7 Kenep Bojonegoro menunjukkan rata-rata nilai 67,37 dengan kategori kurang. Sebanyak 25% peserta didik pada mata pelajaran IPAS tuntas belajar atau sebanyak 6 peserta didik. Sedangkan ketidak tuntasan mencapai 75% atau sebanyak 18 peserta didik pada mata pelajaran IPAS materi perubahan energi belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang telah ditentukan. Hasil data tersebut menunjukkan perlunya adanya inovasi belajar yang dilakukan oleh guru untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada mata pelajaran IPAS di MIM 7 Kenep Bojonegoro. Hasil Keterampilan Berpikir Kritis Siklus I Pembelajaran pada siklus I kelas IV di MIM 7 Kenep Bojonegoro sudah menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk pelajaran mata pelajaran IPAS. 62 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 2. , 2024 Selama Peningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Melalui Model Problem Based Learning (PBL) Mata Pelajaran IPAS Siswa Madrasah Ibtidaiyah pelaksannaan siklus I ini peneliti mengambil materi perubahan energi yang diberikan pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Mengacu pada model pembelajaran yang digunakan yaitu Problem Based Learning (PBL), guru memberikan permasalahan dengan memberikan soal Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Dimana Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) didalamnya berisikan permasalahan-permasalahan perubahan energi yang terkaid dengan kehidupan sehari-hari yang dialami oleh peserta didik. Selanjutnya guru memberikan langkah-langkah cara pengerjaannya, yaitu dengan menyelesaikan atau mencari jawaban yang sesuai dengan tepat. Permasalahan tersebut diselesaikan secara berkelompok. Dalam satu kelas terdapat 5 kelompok, dalam satu kelompok terdapat 4-5 peserta didik. Soal yang diberikan sejumlah 6 butir soal. Setiap anggota kelompok mencoba menyelesaikan 1-2 soal dengan menuliskan jawaban yang Namun, sebagian peserta didik ada yang merasa kesulitan sehingga mereka meminta anggota kelompok untuk berdiskusi sehingga menemukan jawaban yang tepat. Pada akhir pembelajaran dengan menerapkan Problem Based Learning (PBL) mata pelajaran IPAS di MIM 7 Kenep Bojonegoro guru memberikan soal evaluasi yang dikerjakan secara mandiri oleh peserta didik berdasarkan hasil pemahaman yang diperoleh selama pelaksanaan pembelajaran dikelas. Hasil keterampilan berpikir kritis dapat dilihat pada tabel 2 di bawah ini. Tabel 2 Hasil Tes Keterampilan Berpikir Kritis Siklus I Mata Pelajaran IPAS Kelas IV MIM 7 Kenep Bojonegoro Kategori Rentang Nilai Jumlah siswa Sangat Baik Baik Cukup Kurang O60 Sangat Kurang Jumlah Nilai Nilai Rata-Rata Jumlah Siswa Tuntas Jumlah Siswa Tidak Tuntas Jumlah Siswa Jumlah Persentase Tuntas Jumlah Pesentase Tidak Tuntas 74,79 Berdasarkan data pada tabel 2, diperoleh hasil keterampilan berpikir kritis kelas IV mata pelajaran IPAS di MIM 7 Kenep Bojonegoro. Adapun rata-rata nilai mendapatkan 74. 79, dengan presentaase ketuntasan mencapai 58% serta ketidak tuntasan mencapai 42%. Dari 24 peserta didik kelas IV MIM 7 Kenep Bojonegoro terdapat 14 peserta didik tuntas belajar keterampilan berpikir kritisi dan 10 peserta didik tidak tuntasa dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Berdasarkan data tersebut, diketahui terdapat peningkatan dari keterampilan berpikir kritis peserta didik mata pelajaran IPAS di MIM 7 Kenep Bojonegoro melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Peningkatan Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 2. , 2. 63 Peningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Melalui Model Problem Based Learning (PBL) Mata Pelajaran IPAS Siswa Madrasah Ibtidaiyah pada siklus I belum mencapai target dari harapan peneliti. Sehingga peneliti memutuskan akan melaksanakan siklus II dengan memperhatikan hasil refeksi dari siklus I. Berikut diagaram batang adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis pada peserta didik kelas IV mata pelajaran IPAS di MIM 7 Kenep Bojonegoro Pra Siklus Siklus I O60 Grafik I Hasil Keterampilan Berpikir Kritis Pra Siklus dan Siklus I Kelas IV di MIM 7 Kenep Bojonegoro Dari grafik diatas dapat diketahui bahwa hasil tes keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas IV mata pelajaran IPAS di MIM 7 Kenep Bojonegoro yaitu. nilai 90-100 dari pra siklus dan siklus I terdapat 1 peserta didik, nilai 80-89 terdapat 3 peserta didik pada pra siklus dan 8 peserta didik untuk siklus I. Nilai 70-79 terdapat 6 peserta didik pada pra siklus dan 7 peserta didik pada siklus I. Nilai 6069 terdapat 6 peserta didik pada pra siklus dan 6 peserta didik pada siklus I. Sedangkan nilai yang O60 untuk pra siklus terdapat 8 peserta didik dan 3 peserta didik pada siklus I. Hasil Keterampilan Berpikir Kritis Siklus II Siklus II pada penelitian ini menjadi salah satu langkah untuk tindak lanjut yang diambil dari data hasil refeksi dari siklus I pada model pembelajaran yang sama Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada kelas IV di MIM 7 Kenep Bojonegoro mata pelajaran IPAS. Pelaksanaan pada siklus II ini untuk menyempurnakan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada siklus I. Materi pembelajaran yang diberikan guru sama seperti pelaksanaan pada siklus I yaitu, perubahan energi. Dengan materi awal . mengetahui sumber energi yang ada pada kehidupan sehari-hari. mengetahui macam-macam bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang diberikan berupa video pembelajaran dan melakukan eksperimen perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat. 64 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 2. , 2024 Peningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Melalui Model Problem Based Learning (PBL) Mata Pelajaran IPAS Siswa Madrasah Ibtidaiyah Sesuai dengan model pembelajaran yang digunakan yaitu. Problem Based Learning (PBL), guru memberikan permasalahan sama seperti pada siklus I. Namun pada siklus II ini guru memberikan permasalahan berupa soal Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dalam bentuk simulasi . yang terkait dengan perubahan energi. Dalam soal tersebut terdapat kolom yang berisikan gambar-gambar energy serta perubahan wujud yang dihasilkan dan contoh yang sering dijumpai dalam kehidupan seharihari. Guna mempermudah dalam menyelesaikan permasalahan ini, peserta didik diminta untuk menjawab dengan benar dan tepat secara berdiskusi dengan anggota kelompok. Pada akhir pembelajaran guru memberikan tes berupa soal evaluasi mengenai materi yang telah dipelajari, peserta didik mengerjakan secara individu dan diminta untuk menjawab dengan benar dan Hasil tes dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3 Hasil Tes Keterampilan Berpikir Kritis Siklus II Mata Pelajaran IPAS Kelas IV MIM 7 Kenep Bojonegoro Kategori Rentang Nilai O60 Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Jumlah Nilai Nilai Rata-Rata Jumlah Siswa Tuntas Jumlah Siswa Tidak Tuntas Jumlah Siswa Jumlah Persentase Tuntas Jumlah Pesentase Tidak Tuntas Jumlah siswa 83,96 Berdasarkan tabel 3 di atas dapat diketahui bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran IPAS kelas IV di MIM 7 Kenep Bojonegoro menunjukkan hasil yang sesuai dengan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yakni 75. Keberhasilan pada siklus II ini menunjukakan bahwa dengan menggunakan model pembelajara inovatif dalam meningkatan hasil belajar. Adapun hasil penelitian ini adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian menujukkan ketuntasan belajar mencapai 88% sedangkan yang tidak tuntas mencapai 13%. Dengan hasil nilai keterampilan berpikir kritis mencapai rata-rata 83. Dari hasil siklus II ini peneliti melakukan refleksi bahwa penelitian dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis sudah berketegori baik, sehingga peneliti memutuskan untuk mengakhiri pembelajaran dikelas IV MIM 7 Kenep Bojonegoro. Berikut grafik 2 peningkatan keterampilan berpikir kritis mata pelajaran IPAS pada kelas IV di MIM 7 Kenep Bojonegoro. Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 2. , 2. Peningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Melalui Model Problem Based Learning (PBL) Mata Pelajaran IPAS Siswa Madrasah Ibtidaiyah Pra Siklus Siklus I Siklus II O60 Grafik 2 Hasil Keterampilan Berpikir Kritis Pra Siklus- Siklus II Kelas IV di MIM 7 Kenep Bojonegoro Dari grafik diatas dapat diketahui bahwa hasil tes keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas IV mata pelajaran IPAS di MIM 7 Kenep Bojonegoro yaitu. nilai 90-100 dari pra siklus hingga siklus II menunjukkan data dengan kategori baik. Dengan mengaju grafik diatas dapat diketahui bahwa skor nilai 90-100 pada pra siklus mencapai 1 peserta didik, siklus I 1 peserta didik dan siklus II meningkat menjadi 5 peserta didik. Nilai 80-89 pra siklus mencapai 3 peserta didik, siklus I mencapai 8 peserta didik dan siklus II meningkat menjadi 15 peserta didik. Nilai 70-79 pra siklus mencapai 6 peserta didik, siklus I 7 peserta didik dan siklus II mengalami penurunan hanya terdapat 2 peserta didik. Nilai 60-69 pra siklus mencapai 6 peserta didik, siklus I menurun menjadi 5 peserta didik dan siklus II tetap hanya terdapat 2 peserta didik. Nilai O60 pra siklus mencapai 8 peserta didik, siklus I menurun menjadi 3 peserta didik dan siklus II sudah tidak terdapat peserta didik yang mendapat nilai O60. SIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) ini dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa madrasah ibtidiyah dengan menerapakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di kelas IV MIM 7 Kenep Bojonegoro. Hal tersebut dapat dilihat dari perolehan hasil penelitian yang telah menunjukkan bahwa adanya peningkatan pada setiap siklusnya. Pada data keterampilan bepikir kritis nilai rata-rata pra siklus 67. 37 meningkat menjadi 74. 79 pada siklus I, dan 83,96 pada siklus II. Jumlah peserta didik yang tuntas dan memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) semakin meningkat, yang semula 25% meningkat menjadi 58% setelah dilakukan siklus I, dan meningkat menjadi 88% setelah dilakukan siklus II. Adapun hasil belajar tidak tuntas Kriteria Ketercapaian Tujuan 66 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 2. , 2024 Peningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Melalui Model Problem Based Learning (PBL) Mata Pelajaran IPAS Siswa Madrasah Ibtidaiyah Pembelajaran (KKTP) atau belum memenuhi mengalami penurunan, yang semula 75% menurun menjadi 42% pada siklus I, dan menurun menjadi 13% pada siklus II. DAFTAR PUSTAKA