JURNAL COMM-EDU ISSN : 2622-5492 (Prin. 2615-1480 (Onlin. Volume 7 Nomor 3. September 2024 DAMPAK PERATURAN KEHIDUPAN SISWA (PERDUPSIS) DALAM PEMBENTUKAN MENTAL KEPEMIMPINAN SISWA PENDIDIKAN PEMBENTUKAN BINTARA POLRI DI SPN POLDA JAWA BARAT Evi Rahmawati1. Novi Widiastuti2 Program Studi Pendidikan Masyarakat IKIP Siliwangi. Cimahi-Jawa Barat-Indonesia evirahmawati917@gmail. com, 2noviw9@gmail. Received : Agustus 2022. Accepted : September 2024 Abstract This study aims to: determine the planning of student life regulations . in the formation of mental leadership for the formation of the National Police NCO at SPN Polda West Java, find out the implementation of student life regulations . in the formation of mental leadership in education for the formation of the National Police NCO at SPN Polda West Java. , regulation of student life . in the formation of mental leadership in education for the formation of the National Police NCO at the SPN Polda West Java. The research method used in this research is descriptive qualitative. The technique used to collect data is using observation, interview and documentation techniques. Checking data using triangulation and member check. The result of this research is that the mental formation of student leadership provides a way for the NCO students to be able to build the foundation of leadership character in the field, the experience gained is in the form of additional characters in building other characters in the form of characters to be religious, honest, tolerant, disciplined in time, able to to learn independently, have a fairly high curiosity, be able to communicate and tolerate well and be able to take responsibility for what is obtained and carried out in the field. Keywords: Student Life. Mental Leadership Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui perencanaan peraturan kehidupan siswa . dalam pembentukan mental kepemimpinan siswa pendidikan pembentukan Bintara Polri di SPN Polda Jawa Barat, mengetahui pelaksanaan peraturan kehidupan siswa . dalam pembentukan mental kepemimpinan siswa pendidikan pembentukan Bintara Polri di SPN Polda Jawa Barat, peraturan kehidupan siswa . dalam pembentukan mental kepemimpinan siswa pendidikan pembentukan Bintara Polri di SPN Polda Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif Deskriptif. Teknik yang dilakukan untuk mengumpulkan data dengan menggunakan Teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengecekan data menggunakan triangulasi dan member check. Hasil dari penelitian ini adalah pembentukan mental kepemimpinan siswa memberikan jalan bagi para siswa Bintara Polri untuk dapat membangun pondasi karakter kepemimpinan di lapangan, pengalaman yang didapat berupa adanya tambahan dalam membangun karakter lain berupa karakter untuk bersikap religius, jujur , toleransi, disiplin dalam waktu, mampu untuk belajar mandiri, mempunyai rasa ingin tahu yang cukup tinggi, mampu berkomunikasi dan melakukan toleransi dengan baik serta mampu bertanggung jawab dengan yang didapat dan dilakukan di lapangan. Kata Kunci: Kehidupan Siswa. Mental Kepemimpinan. How to Cite: Rahmawati. E, & Widiastuti. Dampak Dari Peraturan Siswa (Perdupsi. Dalam Pembentukan Mental Kepemimpinan Siswa Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Di SPN Polda Jawa Barat. Comm-Edu (Community Education Journa. , 7. , 313-317 314 Sari. Ansori & Widiastuti. Pelatihan Peningkatan Kemampuan Gadik Dan Gadikan Dalam Rangka Pembelajaran Oganisasi Polri Pada Program Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Di SPN Polda Jawa Barat PENDAHULUAN Peranan pemimpin dalam suatu organisasi memegang peranan penting baik dalam rangka pencapaian tujuan organisasi maupun dalam menciptakan keharmonisan di dalam organisasi. Pemimpin itu dapat diibaratkan sebagai nahkoda kapal ia bertugas mengkoordinasikan kepada anak buahnya agar kapal sampai kepada tujuannya. Dalam suatu organisasi baik itu sosial maupun pendidikan dihadapkan pada ketidakpastian yang kadangkala pemimpin mengambil keputusan secara cepat tanpa melakukan musyawarah atau kordinasi terlebih dahulu. Pendidikan juga menjadi faktor yang sangat penting dan menentukan dalam upaya menata dan membangun manusia Indonesia kearah yang lebih baik maju disiplin dan berkualitas. Untuk itu dibutuhkan peran pembina dalam pembentukan jiwa kepemimpinan. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran aar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan ahklak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan dirinya. (Depdiknas,UU No 20 tahun 2. Dengan adanya pendidikan, maka akan timbul dalam diri seseorang untuk berlomba-lomba dan memotivasi diri untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan. Pendidikan merupakan salah satu syarat untuk lebih memajukan pemerintah ini, maka pendidikan mulai dari tingkat SD sampai pendidikan di tingkat Universitas. Reformasi nasional Indonesia yang didorong oleh semangat bangsa Indonesia untuk menata kehidupan dan masa depan bangsa yang lebih baik telah menghasilkan perubahan mendasar dalam sistem ketatanegaraan dan kenegaraan. Perubahan tersebut telah ditindaklanjuti antara lain melalui penataan kelembagaan sesuai dengan perkembangan lingkungan dan tuntutan tugas ke depan. Perubahan pada sistem kenegaraan berimplikasi pula terhadap pemisahan TNI dan Polri dari ABRI yang dituangkan dalam Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor VI/MPR/2000 tentang Pemisahan TNI dan Polri serta Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor VII/MPR/2000 tentang Peran TNI dan Peran Polri. 1 Seiring dengan proses demokratisasi dan globalisasi, serta menghadapi tuntutan tugas masa depan sebagai bhayangkari negara, mengharuskan peningkatan kinerja dan profesionalisme TNI dan Polri melalui pendidikan. Sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 29 ayat . bahwa pendidikan kedinasan merupakan pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh departemen atau lembaga pemerintah non departemen yang berfungsi meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam pelaksanaan tugas kedinasan bagi pegawai dan calon pegawai negeri suatu departemen atau lembaga pemerintah non departemen. Oleh karena itu, pendidikan TNI dan Polri sebagai bagian dari Sisdiknas merupakan pendidikan kedinasan yang mendukung profesi kemiliteran dan profesi penegakan hukum sehingga pendidikan TNI dan Polri harus selalu terkait dengan proyeksi penugasan selanjutnya. Salah satu persoalan besar yang tengah dihadapi bangsa Indonesia adalah merosotnya nilainilai jati diri akibat pengaruh perkembangan lingkungan lokal, regional, ataupun global. Namun, di sisi lain, pengaruh lingkungan juga bisa berdampak positif untuk mewujudkan karakter bangsa Indonesia yang lebih kokoh dan tangguh. Untuk Indonesia yang berdaulat dan berkepribadian, ada Nawacita yang salah satunya adalah revolusi mental dalam membangun Di lingkungan Polri. Kapolri dalam Program Quick Wins Renstra Polri tahun 20152019 telah menjabarkan Nawacita dengan agenda "Polri sebagai Penggerak Revolusi Mental dan Pelopor Tertib Sosial di Ruang Publik". Revolusi mental sebagai program Nawacita ke-8 dan Program Quick Wins Polri nomor 6, dilaksanakan melalui jalur pendidikan dan pelatihan. Volume 7. No. September 2024 pp 313-317 Di sinilah sarana transfer pengetahuan dan keterampilan sekaligus proses pembelajaran Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang selalu mencintai dan memberi perhatian kepada orang lain sehingga ia dicintai, memiliki integritas yang kuat dan juga menjadi contoh dalam berperilaku sehingga ia dipercaya oleh pengikutnya. Selalu membimbing dan mengajari pengikutnya, memiliki kepribadian yang kuat dan konsisten tetapi yang terpenting adalah memimpin berlandaskan suara hati yang fitrah. Robins . mendefinisikan kepemimpinan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi sekelompok anggota agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Kepemimpinan adalah proses pengaruh sosial dimana pemimpin mengupayakan partisipasi sukarela para bawahanya dalam usaha mencapai Kajian Pustaka Peraturan adalah suatu tata cara yang dilakukan oleh pihak tertentu untuk menertibkan dan menyelaraskan dengan keperluan suatu pihak tersebut. Peraturan juga berguna bagi perkembangan mental dan psikologis bagi yang menaatinya. Menumbuhkan rasa hormat serta pembentukan pribadi yang baik. Peraturan kehidupan siswa s adalah peraturan yang diterapkan oleh lembaga tertentu dengan tujuan untuk memberi batasan dan mengatur sikap siswa yang sering bersikap kurang kondusif dalam menjalankan proses belajar mengajar di lembaga. (E. Mulyasa, 2. Kepemimpinan merupakan faktor yang menentukan dalam suatu perusahaan. Berhasil atau gagal perusahaan dalam mencapai suatu tujuan dipengaruhi oleh cara seorang pimpinan. Sosok pemimpin dalam perusahaan dapat menjadi efektif apabila pemimpin tersebut mampu mengelola perusahaannya dan mempengaruhi perilaku bawahan agar mau bekerja sama dalam mencapai tujuan perusahaan. Adapun pengertian kepemimpinan menurut Hasibuan . kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku para bawahan, agar mau bekerja sama dan bekerja secara produktif untuk mencapai tujuan perusahaan. METODE Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, metode ini dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan objek penelitian pada saat sekarang, berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau bagaimana adanya. Subjek dan Lokasi Penelitian ini adalah 50 Siswa Binata Polri di SPN Polda Jawa Barat, dan diambil sample sebanyak 6 orang. Lokasi penelitian dilaksanakan di SPN Polda Jawa Barat. Sedangkan instrumen Penelitian dalam pengumpulan data, peneliti menjadi instrumen utama penelitian atau merupakan alat pengumpul data utama, karena peneliti yang melakukan segala sesuatunya dari seluruh proses penelitian baik dalam perencanaan, melaksanakan pengumpulan data, menganalisis, menafsirkan data dan melaporkan hasil penelitiannya. Adapun Prosedur dalam penelitian ini adalah langkah-langkah yang akan peneliti ambil dalam melakukan penelitian, yaitu data deskriptif yang akan peneliti ungkapakan diantaranya : memecahkan masalah tentang dampak peraturan kehidupan siswa (PERDUPSIS) dalam pembentukan mental kepemimpinan siswa pendidikan pembentukan Bintara Polri di SPN Polda Jawa Barat. mendeskripsikan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi 316 Sari. Ansori & Widiastuti. Pelatihan Peningkatan Kemampuan Gadik Dan Gadikan Dalam Rangka Pembelajaran Oganisasi Polri Pada Program Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Di SPN Polda Jawa Barat HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan observasi, peneliti mencoba untuk memotret bagaimana perencanaan, pelaksanaan dan hasil peraturan kehidupan siswa (PERDUPSIS) dalam pembentukan mental kepemimpinan siswa pendidikan pembentukan Bintara Polri di SPN Polda Jawa Barat. Hasil analisis diketahui bahwa dalam perencanaan peraturan kehidupan siswa (PERDUPSIS) dalam pembentukan mental kepemimpinan siswa pendidikan pembentukan Bintara Polri di SPN Polda Jawa Barat Lembaga SPN Polda Jawa Barat bekerjasama dengan tenaga pendidik yang sudah ada untuk menyiapkan materi dan teori ajar tentang pembentukan mental kepemimpinan. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis peroleh aktifitas kegiatan yang dilakukan selam proses pembentukan mental kepemimpinan, siswa banyak mengalami perubahan terutama kepada siswa yang sebelumnya tidak mengikuti kegiatan, banyak diantara mereka yang mengakui bahwa sebelum mereka melakukan kegiatan tersebut mereka tidak seperti ini, mereka gampang menyerah dan pesimis dengan apa yang mereka lakukan dan juga keberanian mereka dalam memimpin suatu organisasi atau kelompok bahkan memimpin di dalam barisan mereka dengan percaya diri melakukan hal tersebut dengan demikian mereka secara tidak langsung jiwa kepemimpinan mereka secara perlahan-lahan timbul dan bagi mereka ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Pembahasan Peraturan adalah sesuatu yang dibuat dan dilaksanakan oleh individu agar tercipta suatu kondisi yang tertib, teratur dan kondusif. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, atur artinya disusun baik-baik, rapi, tertib. Peraturan artinya tataan atau petunjuk, kaidah, ketentuan, yang dibuat untuk mengatur (KBBI, 2. Kepemimpinan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang. Sebab belum tentu semua orang dapat mempengaruhi, menggerakkan, dan memotivasi orang lain. Untuk itu seorang pemimpin mempunyai persyaratan sebagai seorang pemimpin. Selain mempunyai sejumlah persyaratan yang diperlukan, pemimpin juga diharapkan memiliki beberapa keterampilan agar ia dapat memimpin organisasinya sebaik mungkin. Menurut Amin yang dikutip Kazt . mengemukakan tiga keterampilan yang perlu dimiliki seorang pemimpin, yaitu : keterampilan teknis, keterampilan manusiawi, keterampilan konseptual KESIMPULAN Dapat disimpulkan bahwa dampak peraturan kehidupan siswa dalam pembentukan mental kepemimpinan siswa pendidikan pembentukan BINTARA Polri sangat berpengaruh terhadap proses perkembangan diri yang baik. Dengan memiliki konsep diri yang positif proses perkembangan diri seseorang akan berjalan dengan baik karena tidak akan mudah terpengaruh terhadap hal-hal yang akan menghambat perkembangan diri seseorang. Begitu juga dengan kepemimpinan, jika kita telah menguasai kepemimpinan diri dengan baik, proses perkembangan diri akan berjalan dengan baik juga,karna kepemimpinan ini akan mengarahkan dirinya agar dapat mengambil keputusan secara bijak dan benar, jadi kepemimpinan yang baik ini sangat berpengaruh terhadap proses perkembangan diri. Volume 7. No. September 2024 pp 313-317 DAFTAR PUSTAKA