Strategi Media Sosial . tart-u. Silang. ig dalam Mewujudkan Akses Daring yang Inklusif bagi Teman Tuli 1,2*. Achmad Hufad Irniyati Samosir Sardin . Mustofa Kamil . Jajat Sudrajat . Uyu Wahyudin 1 Politeknik Kesejahteraan Sosial. Bandung. Jawa Barat. Indonesia 2 Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung. Jawa Barat. Indonesia * Korespondensi: irnisam@gmail. samosir26@upi. Tel: . 811-2212-177 Diterima: 20 Juni 2024. Disetujui: 10 Juli 2025. Diterbitkan: 31 Agustus 2025 Abstrak: Penelitian ini memiliki tujuan guna mengkaji serta mengenali strategi media sosial yang digunakan oleh ig dalam mewujudkan akses daring yang lebih inklusif bagi komunitas teman tuli di wilayah DKI Jakarta. Pendekatan penelitian kualitatif digunakan peneliti, dengan menggunakan wawancara mendalam, pengamatan, dan studi dokumen sebagai metode pengumpulan data. Adapun informan pada peneltian ini berjumlah delapan orang yang terdiri dari manajemen silang. ig sebanyak tiga orang, dan teman tuli yang mengakses layanan sebanyak lima orang. Teknik analisis data model Miles dan Huberman digunakan dalam meganalisis data yang didapatkan. Hasil riset ini mengungkapkan bahwa strategi yang diterapkan oleh silang. ig, seperti penggunaan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dan konten yang disesuaikan dengan kebutuhan teman tuli, efektif dalam meningkatkan aksesibilitas Teman tuli merespon positif terhadap konten yang disediakan, dan merasa lebih mudah dalam mengakses informasi yang relevan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam bidang pekerjaan sosial, khususnya dalam penerapan konsep-konsep aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Temuan ini dapat dijadikan acuan oleh berbagai kalangan dalam upaya pemecahan masalah aksesibilitas informasi bagi penyandang disabilitas di Indonesia. Kata kunci: Strategi media sosial, aksesibilitas, disabilitas sensorik, teman tuli. DKI Jakarta. Abstract: This study aims to explore and identify the social media strategies employed by silang. ig in fostering more inclusive online access for the Deaf community in the DKI Jakarta region. A qualitative research methodology was utilized, incorporating in-depth interviews, observations, and document analysis as primary data collection techniques. The participants of this research comprised eight individuals, including three managers from silang. ig and five Deaf users of the platformAos services. Data analysis was performed using the Miles and Huberman framework. The studyAos findings indicate that the strategies implemented by silang. ig, such as utilizing Indonesian Sign Language (BISINDO) and creating content specifically designed for the Deaf communityAos needs, have proven effective in enhancing the accessibility of information. Deaf participants responded favorably to the content, expressing greater ease in accessing relevant information. This research offers valuable insights into the domain of social work, particularly in the application of accessibility principles for individuals with The results can serve as a valuable resource for various stakeholders working to improve information accessibility for people with disabilities in Indonesia. Keywords: : Social media strategy, accessibility, sensory disability, deaf friends. DKI Jakarta. Pendahuluan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa di tahun 2019, kurang lebih 466 juta warga di seluruh dunia yang menghadapi gangguan pendengaran, dan 34 juta di antaranya adalah kategori anak. Diperkirakan terdapat sekitar 360 juta individu, yang setara dengan kurang lebih 5,3% dari total populasi global, menderita tuli (WHO, 2. Sekitar 180 juta orang di Asia Tenggara menghadapi gangguan pendengaran, seperti yang dilaporkan oleh Nocini (Nocini et al. , 2. Berdasarkan data yang diperoleh dari Sistem Informasi Manajemen Penyandang Disabilitas (SIMPD) Kementerian Sosial pada tanggal 8 September 2019, dilaporkan bahwa 7,03% penyandang disabilitas https://ejournal. id/index. php/jsk/article/view/3449 DOI : 10. 33007/ska. SOSIO KONSEPSIA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Vol. No. : hal 224-235 di Indonesia mengalami gangguan pendengaran (SIMPD Kemensos, 2. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susena. oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2020 menyatakan bahwa populasi penyandang disabilitas di Indonesia diperkirakan sekitar 22,3 juta orang. Setiap tahunnya, jumlah bayi baru lahir yang mengalami ketulian diperkirakan akan melebihi 5. 000 orang. Sekitar 0,4% dari populasi Indonesia, atau 4 orang per 1. 000 orang, saat ini mengalami ketulian. Selain itu, ada sekitar 40 juta penduduk Indonesia yang memiliki tingkat gangguan pendengaran yang berbeda-beda, dan 10% di antaranya adalah anak-anak (BPS, 2. Menurut data BPS DKI Jakarta, terdapat total 634 penyandang disabilitas pada tahun 2021. Mereka terpencar di 5 kawasan kota administrasi di DKI Jakarta (BPS DKI Jakarta, 2. Indonesia memiliki salah satu populasi penyandang disabilitas tuli tertinggi di dunia, masih ada sejumlah besar cap buruk dan ketidakadilan kepada penyandang disabilitas tuli di Indonesia. Diskriminasi ini berkisar dari persepsi bahwa mereka bukan individu yang "normal" hingga prasangka bahwa kondisi mereka membuat mereka tidak mampu berpartisipasi dalam kegiatan seperti masyarakat pada umumnya (Permatasari et al. , 2. Penyandang disabilitas adalah anggota masyarakat Indonesia yang tidak terpisahkan dari masyarakat Indonesia, dengan kedudukan, hak, tanggung jawab, dan kontribusi yang setara terhadap kesejahteraan dan kemakmuran bangsa secara keseluruhan (Situmorang & Kusuma, 2. Tuli merupakan sebuah identitas budaya, dan individu yang tuli adalah individu yang memiliki kemampuan penuh untuk terlibat dalam aktivitas apa pun. Mereka hanya menggunakan cara komunikasi yang berbeda (Levesque et al. , 2. Memiliki cara komunikasi yang berbeda tidak berarti bahwa mereka yang Tuli tidak memiliki kebebasan untuk terlibat, berpartisipasi dalam pekerjaan, dan memahami instruksi, seperti halnya orang lain yang memiliki pendengaran normal. Semua orang, terlepas dari disabilitasnya, memiliki hak untuk mengakses informasi. UndangUndang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 telah menetapkan peraturan mengenai hak-hak individu penyandang disabilitas, termasuk ketentuan tentang aksesibilitas yang diuraikan dalam pasal 8 (Undang-Undang Nomor 8, 2. Ketentuan ini juga termaktub dalam Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas (UNCRPD). Menurut Pasal 5 ayat 1 UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Auindividu dengan disabilitas berhak untuk mendapatkan beberapa hak, seperti hak untuk hidup, bebas dari diskriminasi, privasi, pendidikan, kesehatan, aksesibilitas, pelayanan publik, kesejahteraan sosial, perlindungan dari bencana, dan pendataan, dan lain-lain. Ay Penyandang disabilitas memiliki kebebasan untuk mengekspresikan diri, berkomunikasi, dan mengakses informasi. Namun demikian, penilaian yang ada terhadap standar pelayanan dan infrastruktur fasilitas umum, yang belum memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas, menyoroti perlunya peningkatan pelayanan. Hal ini dapat dicapai dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam pembauran kerjasama antar sektor, yang memotivasi kemandirian penyandang disabilitas (Carlin & Peterman, 2. Penelitian berujuan untuk: . mengidentifikasi profil/karakteristik silang. mengetahui kebutuhan aksesibilitas informasi bagi penyandang disabilitas tuli. mengetahui konten yang tersedia di kanal silang. ig bagi penyandang disabilitas tuli. mengetahui bagaimana penyandang disabilitas tuli memanfaatkan fasilitas yang ditawarkan oleh siang. mengetahui respon penyandang disabilitas tuli dalam mengakses informasi di silang. Platform media sosial kini telah terintegrasi sebagai komponen yang tidak dapat dipisahkan dari rutinitas keseharian masyarakat modern. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, media sosial telahberevolusi dari tujuan awalnya sebagai sarana komunikasi dan kini digunakan sebagai media untuk berbagi pengetahuan, membangun koneksi, dan bahkan sebagai platform untuk aktivisme sosial. Hal ini menyoroti peran penting dari strategi media sosial dalam mencapai tujuan tertentu, baik itu di bidang bisnis, pendidikan, maupun interaksi sosial (Sutherland. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa pendekatan media sosial yang baik dapat meningkatkan keterlibatan pengguna dan memperluas penyebaran konten (Pratama et al. , 2. Namun demikian, masih ada kekurangan dalam memahami bagaimana taktik ini dapat dimodifikasi Irniyati Samosir. Achmad Hufad. Jajat Sudrajat . Uyu Wahyudin. Sardin & Mustofa Kamil Strategi Media Sosial . tart-u. Silang. ig dalam Mewujudkan Akses Daring yang Inklusif bagi Teman Tuli SOSIO KONSEPSIA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Vol. No. : hal 224-235 untuk memenuhi kebutuhan tertentu, seperti memastikan aksesibilitas bagi individu dengan kesulitan sensorik wicara-bahasa. Maksud riset ini adalah menyelidiki taktik jejaring sosial yang dapat meningkatkan aksesibilitas informasi bagi individu dengan gangguan sensorik dan pendengaran. Studi konseptual menunjukkan bahwa aksesibilitas merupakan elemen penting dalam inklusi sosial bagi penyandang disabilitas. Memastikan bahwa penyandang disabilitas dapat sepenuhnya terlibat dalam masyarakat sangat bergantung pada aksesibilitas informasi (Navickait, 2. Dalam ranah media sosial, aksesibilitas mencakup spektrum komponen yang luas, mulai dari desain antarmuka yang mengakomodasi penyandang disabilitas hingga distribusi materi yang gampang diakses oleh seluruh pengguna, termasuk penyandang disabilitas indera. Penelitian ini berpatokan pada beberapa penelitian terdahulu yang menekankan pentingnya aksesibilitas bagi mereka yang memiliki keterbatasan. Sebagai contoh, penelitian yang dilakukan di Yogyakarta menunjukkan bahwa penyediaan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait infrastruktur dan kesadaran masyarakat (Budiatiningsih & Rojabi, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan penemuan tersebut dengan secara khusus meneliti peran media sosial dalam meningkatkan ketersediaan informasi. Pendekatan sistematis yang digunakan dalam penelitian ini mencakup desain penelitian metodis, dimulai dengan identifikasi masalah atau fokus, dilanjutkan dengan penelitian lapangan, memilih sumber data, menganalisis data, dan pada akhirnya menarik kesimpulan. Penelitian ini juga mencakup pengujian keabsahan data untuk memverifikasi keandalan data yang dikumpulkan dan penerapannya di tempat yang berbeda. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru tentang bagaimana taktik media sosial dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan unik mereka yang memiliki keterbatasan dalam berbicara. Oleh karena itu, penelitian ini tidak hanya akan memberikan kontribusi intelektual, tetapi juga memiliki implikasi praktis yang substansial dalam upaya meningkatkan inklusi sosial bagi mereka yang memiliki keterbatasan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi akademikus lain yang tertarik untuk mendalami lebih dalam mengenai teknik media sosial dan aksesibilitas bagi individu dengan Oleh karena itu, penelitian ini tidak hanya akan memberikan manfaat praktis, tetapi juga akan meningkatkan literatur ilmiah di bidang ini. Target utama dari riset ini adalah untuk merespons pertanyaan penting mengenai adaptasi metode media sosial untuk meningkatkan aksesibilitas informasi bagi individu dengan gangguan sensorik rungu wicara. Hal lainnya adalah bagaimana penelitian ini juga mengeksplorasi implementasi yang efektif dari taktik-taktik ini dalam berbagai Maka, penelitian ini diyakini dapat memberikan dampak besar dalam upaya untuk meningkatkan integrasi sosial dan memastikan realisasi hak-hak individu dengan disabilitas di era digital saat ini. Penelitian ini berpusat pada taktik media sosial yang bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas bagi individu dengan disabilitas sensorik, yaitu mereka yang tuli atau memiliki gangguan Aksesibilitas adalah istilah penting dalam kaitannya dengan disabilitas, yang mencakup berbagai aspek yang memberdayakan penyandang disabilitas untuk secara aktif terlibat dalam kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya (Pourramazani et al. , 2. Inklusivitas, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, diartikan sebagai penyediaan fasilitas yang bertujuan untuk menjamin kesamaan kesempatan dalam segala bidang kehidupan. Media sosial telah muncul sebagai instrumen yang sangat efisien untuk menyebarkan pengetahuan dan membina komunitas. Media sosial dapat digunakan dalam ranah disabilitas untuk meningkatkan kesadaran, menyebarkan informasi, dan membangun jaringan dukungan (Holland et , 2. Evelina . menyoroti bahwa memanfaatkan materi berbasis video di situs jaringan sosial seperti YouTube dan Instagram dapat menjadi cara yang ampuh untuk mengkomunikasikan informasi Irniyati Samosir. Achmad Hufad. Jajat Sudrajat . Uyu Wahyudin. Sardin & Mustofa Kamil Strategi Media Sosial . tart-u. Silang. ig dalam Mewujudkan Akses Daring yang Inklusif bagi Teman Tuli SOSIO KONSEPSIA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Vol. No. : hal 224-235 kepada komunitas tuli (Evelina, 2. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa upaya ini belum sepenuhnya dioptimalkan, yang dibuktikan dengan tidak adanya keterlibatan dalam bentuk penayangan . dan suka . Aksesibilitas bagi mereka yang memiliki gangguan sensorik rungu wicara mencakup berbagai aspek, seperti penyediaan bahasa isyarat dan teknologi pendukung komunikasi. Pentingnya Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) sebagai alat komunikasi utama bagi teman tuli ditekankan dalam sebuah studi yang dilakukan oleh (Gumelar et al. , 2. Studi ini juga menyoroti bahwa pemahaman dan penggunaan BISINDO oleh masyarakat umum dapat meningkatkan integrasi sosial bagi individu dengan gangguan sensorik rungu wicara. Beberapa penelitian sebelumnya telah meneliti berbagai aspek aksesibilitas dan taktik media sosial bagi penyandang disabilitas. Penelitian yang dilakukan oleh (Situmorang & Kusuma, 2. menekankan pentingnya memastikan aksesibilitas bagi individu dengan disabilitas di tempat umum. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun ada beberapa inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas, masih banyak hambatan yang harus diatasi, terutama kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai kebutuhan penyandang disabilitas. Penelitian (Evelina, 2. secara khusus berfokus pada ranah media sosial. Penelitian ini mengungkapkan bahwa meskipun ada upaya untuk menawarkan konten yang sesuai untuk teman tuli, tingkat keterlibatan dan keterlibatan masyarakat masih terbatas. Penelitian ini menunjukkan perlunya menerapkan metode konten yang lebih interaktif untuk meningkatkan keterlibatan dan interaksi mereka yang tuli di platform media sosial. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang memfokuskan pada aspek umum aksesibilitas di ruang publik dan keterbatasan keterlibatan teman tuli di media sosial secara luas, penelitian ini secara spesifik mengkaji strategi komunikasi digital dari akun silang. ig yang secara aktif menyuarakan isu-isu disabilitas serta memproduksi konten yang ditujukan untuk menjangkau teman tuli di wilayah DKI Jakarta. Penelitian ini berupaya mengungkap bagaimana media sosial dapat dimanfaatkan sebagai alat advokasi dan pemberdayaan berbasis komunitas. Pendekatan ini sejalan dengan mandat pekerjaan sosial untuk memperjuangkan keadilan sosial dan hak atas informasi yang setara bagi kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas sensorik rungu-wicara. Dengan demikian, temuan dari riset ini diharapkan dapat memperkaya wacana akademik dan praktik profesional pekerjaan sosial dalam ranah inklusi digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengkaji taktik media sosial yang digunakan oleh akun silang. ig dalam mewujudkan akses informasi dalam jaringan yang inklusif bagi teman tuli di DKI Jakarta. Penelitian ini secara khusus menyoroti tiga aspek utama, yaitu . karakteristik lokasi dan konteks sosial akun silang. jenis isi konten media sosial yang diproduksi. bentuk interaksi antara akun silang. ig dengan audiens, khususnya teman tuli. Melalui analisis ini, diharapkan penelitian dapat memberikan kontribusi ilmiah terhadap praktik pekerjaan sosial dalam mendorong aksesibilitas informasi bagi penyandang disabilitas rungu-wicara, serta menjadi masukan bagi para pemangku kepentingan dalam menjamin hak atas informasi yang setara. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif guna menyelidiki pemanfaatan taktik media sosial dalam meningkatkan aksesibilitas bagi individu dengan disabilitas sensorik rungu wicara, yaitu mereka yang tuli atau sulit mendengar. Para peneliti memilih strategi ini karena memungkinkan mereka untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif dan kontekstual tentang fenomena tersebut. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian deskriptif, dengan menggunakan metodologi kualitatif. Tujuan dari desain ini adalah untuk menyelidiki lebih lanjut strategi media sosial yang digunakan oleh silang. ig untuk memfasilitasi aksesibilitas internet bagi teman tuli. Rujukan data dalam penelitian ini mencakup data utama yang diperoleh melalui wawancara serta data sekunder . ata terdahul. Pengumpulan data utama dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam dengan pihak manajemen silang. ig, pengguna layanan silang. ig yang Irniyati Samosir. Achmad Hufad. Jajat Sudrajat . Uyu Wahyudin. Sardin & Mustofa Kamil Strategi Media Sosial . tart-u. Silang. ig dalam Mewujudkan Akses Daring yang Inklusif bagi Teman Tuli SOSIO KONSEPSIA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Vol. No. : hal 224-235 merupakan teman tuli, dan pakar di bidang disabilitas dan media sosial. Selanjutnya, observasi partisipan dilakukan untuk melihat secara langsung implementasi pendekatan media sosial yang dilakukan oleh silang. ig dan respon yang diberikan oleh komunitas sahabat tuli. Penelitian ini dilakukan di Silang. DKI Jakarta, dari bulan April hingga Agustus 2022. Peneliti memperoleh data sekunder dengan melakukan studi dokumentasi yang komprehensif, termasuk mengevaluasi literatur, makalah, dan konten media sosial yang relevan. Penelitian ini melibatkan analisis konten dari unggahan silang. ig di beberapa platform media sosial, serta memeriksa dokumen-dokumen yang relevan yang memberikan bukti tambahan untuk penelitian ini. Informasi yang dikumpulkan dari wawancara, observasi, dan studi dokumen dievaluasi dengan menggunakan metode analisis tematik. Prosedur analisis dimulai dengan pengumpulan data, yang kemudian diringkas untuk menghilangkan informasi yang tidak relevan. Data kemudian disajikan secara tematik, dan kesimpulan ditarik berdasarkan temuan. Triangulasi sumber dan teknik digunakan untuk memverifikasi keakuratan dan ketergantungan temuan penelitian, sehingga dapat melakukan penilaian validitas data. Keakuratan dan keandalan data penelitian ini, dipastikan dengan menggunakan berbagai pendekatan pengujian, seperti uji transferabilitas, dependabilitas, dan konformabilitas. Uji transferabilitas dilakukan dengan menyajikan penjelasan yang komprehensif dan metodis, sehingga pembaca dapat memahami temuan penelitian dan menentukan relevansinya dalam situasi yang Kebergantungan . memerlukan pemeriksaan menyeluruh terhadap data dan prosedur penelitian melalui seminar proposal dan seminar hasil. Tujuan dari uji konformabilitas adalah untuk memverifikasi bahwa kesimpulan penelitian hanya berasal dari data yang dikumpulkan dan tidak dipengaruhi oleh bias peneliti. Metode ini bertujuan untuk menghasilkan pemahaman yang menyeluruh tentang strategi media sosial yang berhasil untuk meningkatkan aksesibilitas di antara teman tuli. Selanjutnya, metode ini juga bermaksud untuk memberikan rekomendasi praktis yang dapat diadopsi oleh berbagai pemangku kepentingan untuk mempromosikan inklusi sosial bagi orangorang dengan gangguan bicara dan pendengaran. Adapun narasumber penelitian dalam studi ini melibatkan delapan partisipan yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu tiga orang dari pihak manajemen ig dan lima orang teman tuli yang mengakses layanan layanan tersebut. Hasil Untuk memahami strategi media sosial yang dijalankan dalam mendukung akses informasi bagi teman tuli, bagian ini menyajikan hasil penelitian yang terbagi ke dalam dua fokus utama. Pertama, mengenai profil akun silang. ig sebagai aktor utama dalam memproduksi konten digital yang inklusif, dan kedua mengenai analisis konten media sosial yang digunakan dalam membangun interaksi dan advokasi digital yang ramah disabilitas. Kedua bagian ini disusun untuk menggambarkan secara menyeluruh konteks sosial, pola komunikasi, serta pendekatan strategis yang diterapkan dalam praktik komunikasi digital yang mendukung prinsip dalam praktik pekerjaan sosial. Profil media silang. ig, gambaran lokasi, dan latar penelitian Penelitian ini dilakukan di DKI Jakarta, ibu kota Indonesia dan pusat kegiatan ekonomi, politik dan budaya. Jakarta memiliki populasi yang sangat heterogen, yang mencakup sekelompok besar individu dengan keterbatasan, khususnya penyandang disabilitas sesnsorik rungu wicara. Lokasi penelitian dipilih karena banyaknya keterlibatan media sosial dan kegiatan inklusif yang dilakukan oleh berbagai kelompok di Jakarta. Penelitian ini menyelidiki strategi media sosial yang digunakan oleh akun Instagram @silang. ig untuk membangun aksesibilitas online yang akomodatif bagi mereka Irniyati Samosir. Achmad Hufad. Jajat Sudrajat . Uyu Wahyudin. Sardin & Mustofa Kamil Strategi Media Sosial . tart-u. Silang. ig dalam Mewujudkan Akses Daring yang Inklusif bagi Teman Tuli SOSIO KONSEPSIA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Vol. No. : hal 224-235 yang memiliki gangguan pendengaran di DKI Jakarta. Data yang dikumpulkan mencakup berbagai postingan, keterlibatan pengguna, dan wawancara yang dilakukan dengan manajer akun dan individu tuli lainnya yang berteman dengan akun tersebut. Silang. ig adalah platform media sosial yang didirikan pada tahun 2017 oleh Yusuf. Hadi. Bagja, dan tim mereka. Motivasi mereka untuk membuat perusahaan rintisan berawal dari orang tua dan dua saudara laki-laki Yusuf, yang menghadapi tantangan dalam berkomunikasi karena tuli dan berjuang untuk berkomunikasi dengan masyarakat luas. Kemudian, muncullah konsep ini, yang bertujuan untuk memungkinkan individu terlibat dalam komunikasi melalui bahasa isyarat. Platform ini menawarkan akses yang mudah ke informasi bagi mereka yang memiliki gangguan pendengaran atau ganguan bicara, serta masyarakat luas atau individu dengan pendengaran normal, melalui penggunaan bahasa isyarat dan teks tertulis dalam berbagai format media. Nama Silang digagas oleh Hadi dan disetujui dengan suara bulat oleh tim melalui proses yang demokratis. Silang merupakan representasi bahasa isyarat melalui logo atau simbol yang menyerupai tanda X yang bermakna. Logo ini mewujudkan filosofi start-up yang menekankan bahasa isyarat dalam berbagai bentuk. Logo ini juga menyertakan simbol-simbol seperti tetesan air, yang melambangkan pemberian kehidupan. Dalam arti yang lebih luas. Silang bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang dunia tuli kepada orang-orang yang dapat mendengar. Bagian atas lambang melambangkan individu yang tuli, sedangkan bagian bawah melambangkan mereka yang memiliki kemampuan mendengar yang Bahasa isyarat mencakup berbagai macam aplikasi, termasuk layanan interpretasi bahasa isyarat, program pendidikan bahasa isyarat, dan pelatihan untuk staf kantor atau perusahaan untuk berkomunikasi secara efektif dengan individu tuli. Struktur organisasi dari silang-ig terdiri dari Founder dan Chief Excetuvi Officer (CEO), yang bertugas untuk memimpin, mengarahkan, dan mengelola silang. ig secara keseluruhan, serta membuat keputusan strategis dan mengawasi kinerja silang. Co-founder dan Chief Operating Officer (COO), berkewajiban mengurus operasional silang. ig sehari-harinya, bertugas untuk mengimplementasikan seluruh ide dan gagasan dari Chief Exceutive Officer menjadi nyata. Co-founder dan Commisioner, memiliki tugas dan tanggung jawab membantu dalam keberlangsungan silang. ig, baik itu dengan memberikan ide, saran, kritik agar silang. ig bisa mencapai tujuannya. Head of Brand Communication. Gambar 1. Logo Silang. (Hasil penelitian, 2. berkewajiban untuk merumuskan brand management yang inovatif, kreatif melalui analisas dan strategi marketing yang sesuai. dan Edukator. Followers dari akun IG @silang. ig sendiri sebanyak 23K 49K subscribers youtube dengan akun @SilangID dan 68. 485 views dari 82 video yang diunggah https://youtube. com/@silangid?si=mEz5fv5D1PK6emK0. Silang. ig juga memiliki aplikasi silang. Update yang bisa diakses melalui playstore & appstore yang menyediakan berbagai layanan termasuk untuk layanan juru bahasa isyarat (JBI) dan kelas bahasa isyarat https://w. Analisis konten media sosial Irniyati Samosir. Achmad Hufad. Jajat Sudrajat . Uyu Wahyudin. Sardin & Mustofa Kamil Strategi Media Sosial . tart-u. Silang. ig dalam Mewujudkan Akses Daring yang Inklusif bagi Teman Tuli SOSIO KONSEPSIA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Vol. No. : hal 224-235 Kebutuhan aksesibilitas informasi bagi teman tuli dalam konteks penelitian ini mencakup dua aspek utama: . penyediaan subtitle dan closed caption untuk berbagai bentuk media, seperti pertunjukan, video, film, dan program televisi, sebagaimana disampaikan oleh teman tuli yang menjadi informan dalam penelitian ini: AuSeringkali kita gak dapat informasi yang lengkap kalau lagi liat tayangan-tayangn visual, entah itu di tv, youtube, instagram dan yang lainnya. Kita hanya bisa liat visualnya tanpa tau persis itu tentang apa, karena gak ada teksnya. Ay (JS. JN. IA. TEP. AN, 24 Juni 2. Au. kadang jadi gak enak ngerepotin orang lain untuk sering ditanya-tanya. Apalagi yang ditanya itu tidak bisa isyarat. Jadi harus nulis di kertas, dan tayangannya keburu lewat. Ay (IA, 24 Juni 2. Au. oh iya, tambahan pendapat ya. kalau menurut aku sih, kita juga perlu ada teks tambahan gitu untuk ngasih gambaran tentang adegan atau interaksi dalam sebuah tayangan gitu, misalnya kenapa tertawa, takut, berlari dan yang lainnya. Ay (AN, 24 Juni 2. Aubener banget, aku setuju dengan itu. Kalau hanya teks yang diucapkan dalam tayangan memang sudah Kayaknya makin seru dan dapat informasinya makin lengkap kalau kita tau latar belakang gerakan atau adegan itu. Contohnya, ada suara pintu diketuk atau suara angin atau petir yang membuat orang dalam tayangan itu menangis. Ay (TEP, 24 Juni 2. promosi budaya tuli dengan memastikan ketersediaan Juru Bahasa Isyarat (JBI). Berbicara budaya tuli adalah berbicara mengenai bahasa. Budaya adalah cara hidup atau kebiasaan yang terbentuk dari beberapa hal seperti bahasa, seni, gaya hidup, cara berkomunikasi pada suatu komunitas atau kelompok. Advokasi budaya tuli melaui ketersediaan Juru Bahsa Isyarat (JBI) sangat Hal ini senada seperti yang disampaikan informan teman tuli dalam penelitian ini: AuKalau kebutuhan yang paling mendasar di orang tuli itu meneurut aku sih cara berkomunikasi dengan berinteraksi dengan layanan umum. Aku sendiri beberapa kali gagal ikut seminar yang bagus-bagus karena gak ada JBI-nya. Materinya bagus tapi aku gak ngerti penjelasannya, mau bertanya, tapi pematerinya tidak bisa berbahasa isyarat, jadi sangat terbatas banget. Ketersediaan JBI menurutku wajib Ay (JS, 23 Juni 2. AuKalau pengalaman saya yang sulit itu ketika mau mendapatkan informasi tentang kampus dan pendidikan gitu sih. Alhamdulilah sekarang saya punya kesempatan kuliah di bidang teknologi di salah satu kampus. Awal-awal dulu, sangat sulit cari info tentang kuliah. Informasi visual yang tersedia biasanya kurang. Kalau mau kontak ke bagian informasinya rata-rata tidak bisa berisyarat atau terpaksa baca gerak bibir, dan itu juga kurang jelas gitu. Jadi ketersediaan JBI itu sangat. sangat dibutuhkan orang tuli dimanapun. Ay (AN, 23 Juni 2. AuKalau menurut saya ya, ketersediaan JBI sangat perlu sekali. Khususnya yang masih sedikit itu dilayanan seperti ceramah-ceramah keagamaan. Sebagus apapun ceramahnya dan sehebat apapun penceramahnya kalau tidak ada penerjemah isyaratnya akan sia-sia. Karena peserta tuli pasti gak bisa memahami, dan terkadang kami suka merasa didiskriminasi karena terpaksa tidak ikut meskipun sangat ingin ikut tapi tidak ngerti yang disampaikan. Ay (JN, 23 Juni 2. Mendiskusikan budaya Tuli pada dasarnya juga melibatkan diskusi tentang bahasa. Budaya tuli sebagai bagian dari identitas komunitas tuli sangat erat kaitannya dengan akses terhadap bahasa Entitas yang dapat mendukung hal ini adalah pemerintah, organisasi tuli, dan komunitas daring seperti @silang. Analisis konten menunjukkan bahwa @silang. ig secara konsisten memasukkan fitur-fitur aksesibilitas, termasuk teks alternatif untuk foto, teks terjemahan untuk video, dan penggunaan bahasa isyarat dalam konten video tertentu. Selain itu, akun ini juga sering membagikan informasi yang relevan bagi komunitas Tuli, termasuk informasi terbaru mengenai acara komunitas, rekomendasi aksesibilitas, dan berita yang berdampak langsung pada mereka, sebagiaman Irniyati Samosir. Achmad Hufad. Jajat Sudrajat . Uyu Wahyudin. Sardin & Mustofa Kamil Strategi Media Sosial . tart-u. Silang. ig dalam Mewujudkan Akses Daring yang Inklusif bagi Teman Tuli SOSIO KONSEPSIA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Vol. No. : hal 224-235 disampaikan oleh penyedia layanan di silang. AuBerbicara tentang tuli, pasti akan berkaitan dengan bahasa, budaya dan komunikasi, iya kan. Seperti yang sudah saya ceritakan di awal, silang itu sendiri lahir karena adanya isu keterbatasan dalam Untuk memahami orang tuli dan agar bisa berkomunikasi dengan orang tuli ataupun orang dengar, maka diperlukan alat komunikasi, itulah BISINDO. Maka kami coba menyediakan kelas belajar bahasa isyarat Indonesia. Ay (BP, 24 Juni 2. AuDi silang sendiri, kita terus berupaya untuk mengembangkan program dan layanannya. Untuk saat ini, ada beberapa kelas atau level belajar bahasa isyarat yang kita sediakan. Ada kelas pemula, namanya A1 beginner. Ini adalah level pertama. Pada level ini akan diajarkan mengenai kosa isyarat sehari-hari yang sangat dasar. Kemudian kelas dasar, namanya A2elementary. Ini adalah level kedua. Di level ini belajar untuk memahami kebutuhan-kebutuhan dasar yang sederhana, membantu berkomunikasi dengan teman tuli secara sederhana. Setelahnya ada kelas atau level menengah yang disebut dengan B1 Disini akan diajarkan mengenai topik umum lingkungan kerja. BISINDO yang detil secara umum dan spesifik. Di level berikutnya ada kelas B2 advanced, yang membantu untuk berkomunikasi secara percaya diri dengan teman tuli maupun teman dengar, terus yang terakhir kelas C proficient, dimana di level ini disebut level dwibahasa atau bilingual. Ay (HI, 24 Juni 2. Interaksi pengguna Analisis interaksi pengguna di akun @silang. ig mengungkapkan bahwa sejumlah besar individu yang merupakan teman tuli merasa bahwa informasi yang inklusif dan mudah diakses sangat Sebagaimana disampaikan informan teman tuli dalampenelitain ini: Ausilang sekarang semakin berkembang. Kita sendiri sebagai orang tuli dapat banyak kenalan, teman, jaringan lewat silang. Kita juga terus update hal-hal baru seputar dunia tuli dan juga termotivasi untuk terus mengembangkan diri. Kita juga bisa saling bertukar isyarat baru sesuai wilayah masing-masing dan itu memperkaya komunikasi isyarat kita. Ay (JS. JN, dan AN, 23 Juni 2. Komentar dan pesan langsung yang diterima oleh akun ini menunjukkan rasa terima kasih dari komunitas tuli, yang merasakan hubungan yang lebih kuat dan mendapatkan informasi berharga melalui platform ini. Media silang. ig menawarkan beberapa layanan dan sumber daya untuk individu tuli dan mendengar. Ini termasuk: . Kelas bahasa isyarat pada tingkat kemahiran A1 dan A2, . Akses ke kampanye tanpa batas melalui JBI (Juru Bahasa Isyara. , . IG live yang menampilkan edukasi mengenai kesehatan dan kesejahteraan mental yang berkolaborasi dengan para ahli medis dan psikolog, dan . JBI berbasis AI yang memanfaatkan aplikasi dan video pembelajaran bahasa isyarat. Tujuan dari konten dan fasilitas silang. ig adalah untuk menyebarkan pengetahuan melalui cara-cara inovatif seperti video pendek dan brosur, dengan fokus pada topik-topik yang berkaitan dengan komunitas tuli. Hal ini termasuk memberikan informasi tentang dunia tuli, menawarkan tips dan trik untuk komunikasi yang efektif dengan teman-teman tuli, dan mempromosikan pendidikan. Selain itu, platform ini juga bertujuan untuk memberikan hiburan melalui penggunaan meme, dengan tujuan untuk menormalkan pengalaman dan situasi yang dihadapi oleh para penyandang tunarungu. Target audiens yang dituju oleh silang. ig terdiri dari individu yang berusia antara 18 dan 35 tahun, yang secara khusus menargetkan generasi yang dikenal sebagai Gen Z hingga milenial. Audiens ini memiliki preferensi untuk barang-barang yang lugas dan modern. Sebelum dipublikasikan, setiap informasi ditinjau secara menyeluruh oleh para teman tuli yang menjadi bagian dari tim untuk memastikan kejelasan dan mencegah potensi kesalahpahaman. Tim silang. ig bermitra dengan teman tuli untuk menjadi edukator dalam program kelas bahasa isyarat kelas A1 dan A2 yang disediakan oleh silang. Hal ini untuk memberikan kesempatan yang sama kepada teman tuli untuk mengaktualisasikan diri mereka dan juga untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta dengan belajar dari edukator teman tuli. Gambar 1 menunjukkan tampilan layanan atau fasilitasi silang. Irniyati Samosir. Achmad Hufad. Jajat Sudrajat . Uyu Wahyudin. Sardin & Mustofa Kamil Strategi Media Sosial . tart-u. Silang. ig dalam Mewujudkan Akses Daring yang Inklusif bagi Teman Tuli SOSIO KONSEPSIA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Vol. No. : hal 224-235 Gambar 1. Layanan/fasilitas silang. umber: hasil penelitian, 2. Pembahasan Menurut prinsip aksesibilitas yang termaktub dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, aksesibilitas diartikan sebagai penyediaan fasilitas guna memastikan kesetaraan peluang di seluruh bidang kehidupan. Memastikan aksesibilitas sangat penting untuk memfasilitasi kemampuan semua anggota masyarakat dalam mengakses suatu barang atau sistem sumber, sehingga mendorong kesempatan yang sama di semua bidang kehidupan (Poultourtzidis et , 2. Sistem sumber tidak hanya ada, tetapi juga menawarkan kemudahan bagi penggunanya. Kesetaraan kesempatan mengacu pada kondisi yang memastikan penyandang disabilitas memiliki akses terhadap peluang dan sumber daya untuk memanfaatkan keterampilan mereka secara penuh (Pujab, 2. Menurut konsep ini, aksesibilitas merujuk pada tingkat kemudahan seseorang untuk mencapai lokasi tertentu atau memanfaatkan layanan tertentu. Aksesibilitas merupakan aspek penting dalam upaya pemenuhan hak-hak masyarakat, terutama bagi individu dengan disabilitas sensorik seperti tuna rungu atau tuna wicara. Media sosial dapat memfasilitasi aksesibilitas informasi bagi individu dengan disabilitas, terutama bagi teman tuli, karena kecepatan dan interaksinya (Yeratziotis et al. , 2. Individu tuli dan mendengar dapat menggunakan media silang. ig untuk memfasilitasi komunikasi dan interaksi, serta mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang budaya tuli melalui penggunaan bahasa isyarat. Tagar #AksesTanpaBatas yang dapat diajangkau melalui perangkat lunak yang dapat diunduh, memiliki potensi untuk mengedukasi masyarakat tentang komunitas tuli, sehingga bermanfaat bagi individu yang mendengar dan tuli. Ketika berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman-teman tuli, penting untuk menunjukkan pola pikir inklusivitas, keadilan, dan pengertian. Salah satu temuan yang menarik namun belum banyak dibahas secara eksplisit dalam studi sebelumnya adalah bagaimana akun @silang. ig berperan aktif dalam promosi budaya tuli, tidak hanya melalui penggunaan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO), tetapi juga dengan memastikan ketersediaan Juru Bahsa Isyarat (JBI) dalam berbagai konten edukatif dan advokatif mereka. Keberadaan JBI dalam video atau siaran langsung media sosial bukan hanya sebatas pelengkap teknis, melainkan merupakan pernyataan simbolik dan praktis bahwa bahasa isyarat adalah bagian dari identitas budaya teman tuli yang layak dihormati dan difasilitasi (Peery, 2. Dengan memanfaatkan layanan yang ditawarkan oleh silang. ig, seperti subtitle dan closed caption untuk individu tuli, silang. ig mengadvokasi pengadaan Juru Bahasa Isyarat (JBI) untuk memastikan Irniyati Samosir. Achmad Hufad. Jajat Sudrajat . Uyu Wahyudin. Sardin & Mustofa Kamil Strategi Media Sosial . tart-u. Silang. ig dalam Mewujudkan Akses Daring yang Inklusif bagi Teman Tuli SOSIO KONSEPSIA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Vol. No. : hal 224-235 aksesibilitas informasi bagi komunitas tuli. Subtitle merujuk pada konten tekstual yang dimasukkan ke dalam video, film, atau acara TV untuk menerjemahkan bahasa yang digunakan dalam konten Di sisi lain, teks adalah representasi tertulis dari dialog yang diucapkan yang ditampilkan di layar televisi, layar video, atau tampilan visual lainnya. Closed caption memiliki tujuan untuk memberikan informasi tambahan atau penjelasan (Subhash, 2. Komponen utama dari teknik ini adalah memanfaatkan Fitur Aksesibilitas, seperti memasukkan teks alternatif,atau deskripsi singkat yang disematkan pada gambar atau elemen visual dalam konten digital untuk menjelaskan isi gambar tersebut kepada pengguna yang tidak dapat melihatnya seperti disabilitas sensorik netra, takarir atau subtitle, dan bahasa isyarat ke dalam konten media sosial. Langkah- langkah ini secara signifikan membantu individu tunarungu dalam mengakses informasi. Konsisten dengan penelitian sebelumnya, telah ditemukan bahwa menggabungkan teknologi dan elemen aksesibilitas dapat meningkatkan keterlibatan individu penyandang disabilitas dalam aktivitas online (Poultourtzidis et al. , 2022. Rizk & Hillier, 2. Menawarkan informasi yang dibutuhkan serta sesuai dengan minat komunitas teman tuli sangat penting untuk meningkatkan keterlibatan mereka. Memasukkan konten yang inklusif juga berfungsi untuk mengurangi perasaan kesepian dan meningkatkan perasaan memiliki di dalam komunitas. Mempromosikan kontak dan partisipasi pengguna melalui komentar, pesan langsung, dan acara online akan mendorong pengembangan komunitas yang lebih kuat dan saling mendukung. Interaksi ini juga memberikan masukan penting bagi pengelola akun untuk secara konsisten meningkatkan kualitas dan ketepatan konten yang Temuan dari penelitian ini memiliki banyak konsekuensi praktis bagi para pengelola media sosial dan organisasi yang terlibat dalam melayani komunitas penyandang disabilitas. Pertama, sangat penting untuk memprioritaskan penerapan elemen aksesibilitas dalam setiap konten yang Selain itu, sangat penting untuk memahami kebutuhan dan pilihan komunitas yang dilayani agar dapat memberikan informasi yang relevan dan berharga. Selain itu, sangat penting untuk menekankan pentingnya mendorong interaksi dan keterlibatan pengguna untuk membangun komunitas yang inklusif dan saling mendukung. Terdapat berbagai keterbatasan dalam penelitian ini yang harus diperhatikan. Pada awalnya, penelitian ini secara eksklusif dilakukan pada satu akun media sosial, sehingga kesimpulannya mungkin tidak dapat diterapkan pada semua akun media sosial yang terlibat dalam komunitas teman tuli. Selain itu, penelitian ini secara eksklusif bergantung pada data yang dapat diakses secara publik dan wawancara dengan individu-individu tertentu, yang mungkin meninggalkan aspek-aspek tertentu yang tidak diungkapkan. Kesimpulan Silang. ig sebagai startup dengan visi membangun ekosistem inklusif, memiliki cita-cita mendukung komunitas teman tuli dan teman dengar untuk mendapatkan informasi melalui berbagai konten atau layanan berbasis teknologi. Salah satunya melalui tayangan bahasa isyarat dan layanan JBI di jejaring sosial baik instagram dan youtube. Silang. ig menghubungkan perusahaan dengan komunitas tuli, untuk membantu mewujudkan bisnis yang inklusi dan berkelanjutan. Konten silang. cukup beragam dan variatif. Seperti program silang Audeaf impact dalam bentuk deaf webinar, deaf economy, deaf empowerment, entertament for inclusive, sign talk, sign internshipAy dan event yang diselenggarakan oleh teman tuli, seperti nobar atau nonton bareng keluarga cemara2. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa strategi edukasi melalui platform digital dapat menjangkau lebih banyak target dan pergeseran atau revolusi teknologi 4. 0 menjadi sebuah momentum untuk mengembangkan berbagai layanan atau fasilitas yang dapat diakses/dimanfaatkan oleh masyarakat umum, secara khusus teman tuli. Mengacu pada hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa strategi media sosial yang digunakan oleh @silang. ig efektif dalam mewujudkan akses daring yang inklusif bagi komunitas teman tuli di DKI Jakarta. Efektivitas ini ditunjukkan melalui tiga aspek utama yakni konteks sosial dan positioning silang. ig sebagai akun berbasis komunitas yang memiliki kedekatan dengan isu Irniyati Samosir. Achmad Hufad. Jajat Sudrajat . Uyu Wahyudin. Sardin & Mustofa Kamil Strategi Media Sosial . tart-u. Silang. ig dalam Mewujudkan Akses Daring yang Inklusif bagi Teman Tuli SOSIO KONSEPSIA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Vol. No. : hal 224-235 disabilitas, menjadikan silang. ig dipercaya oleh audiens teman tuli sebagai sumber informasi yang relevan dan aman. Pemanfaatn konten visual yang disesuaikan, seperti penggunaan bahasa isyarat Indonesia (BISINDO), takarir atau subtitle, dan visual ekspresif, yang meningkatkan aksesibilitas dan pemahaman informasi bagi teman tuli. Pola interaksi yang partisipatif dan responsif, dimana silang. tidak hanya menyampaikan informasi satu arah, tetapi juga aktif melibatkan teman tuli dalam diskusi, menjadi edukator atau tutor bahasa isyarat, kampanye digital, dan produksi konten, sehingga memperkuat rasa kepemilikan komunitas teman tuli terhadap platform silang. ig dan mendukung pemenuhan hak informasi bagi penyandang disabilitas sensorik wicara/tuna rungu. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam bidang pekerjaan sosial, khususnya dalam penerapan konsep-konsep aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Temuan ini diharapkan dapat dijadikan rujukan oleh berbagai stakeholder dalam upaya pemecahan masalah aksesibilitas informasi bagi penyandang disabilitas di Indonesia. Saran Pemerintah dapat mengalokasikan anggaran yang memadai dalam rangka penyediaan akses informasi bagai penyandang disabilitas, secara khusus orang tuli. Pemerintah perlu mendukung, mendorong startup-startup berkolaborasi dan bermitra dalam menyediakan akses informasi menuju Indonesia inklusi. Untuk studi pengembangan selanjutnya, diusulkan melakukan riset yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak akun media sosial dan komunitas teman tuli di berbagai lokasi. Selain itu, riset yang lebih mendalam dengan metode kualitatif dan kuantitatif yang lebih komprehensif dapat menyumbangkan pemahaman yang lebih baik tentang strategi media sosial yang efektif untuk menciptakan akses daring yang ramah disabilitas. Ucapan terimakasih: Terimakasih kepada Kementerian Sosial RI. Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, serta kepada silang. ig yang telah memberikan dukungan pada penulisan karya ilmiah ini. Kepada Universitas Pendidikan Indonesia, yang membersamai dan mengedukasi penulis untuk dapat berkontribusi melalui berbagai tulisan. Daftar Pustaka