SUBJECTIVE WELL-BEING (SWB): PNS DAN NON PNS YANG BERSUKU KUTAI ( STUDY INDIGENOUS) SUBJECTIVE WELL-BEING (SWB): PNS AND NON PNS WHO ARE KENDAI (INDIGENOUS STUDY) Emilda Rifi Yusnita Fakultas Psikologi. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Email : emildarifi9021@gmail. Abstrak: Subjective Well-Being merupakan suatu hal yang penting dalam hidup, karena dengan bahagia setiap orang pasti merasakan kenyamanan. Nilai-nilai budaya yang berbeda mempunyai pengaruh terhadap kognitif, emosi, motivasi dan sistem perilaku individu (Markus dan Kitayama,1991 dalam Boyun Woo, 2. Penelitian bertujuan agar peneliti serta pembaca mengetahui Bagaimana perspektif PNS dan Non PNS bersuku Kutai mengenai subjective well- being dan Faktor Ae Faktor yang mempengaruhi SWB. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif . tudy indigenou. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 200 orang, yaitu PNS dan Non PNS bersuku Kutai. Model sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik snow ball sampling, dengan alat pengumpul data berupa open-ended questionnaire. Hasilnya diketahui bahwa SWB menurut Suku kutai adalah jika mereka memiliki Rasa Puas . 00%). Nilai Spiritual . 50%), Kebersaman Keluarga . 50%). Kesuksesan Pekerjaan . 00%). Kecukupan Materi . 00%), Pencapaian/Keinginan . 50%). Hubungan Sosial . 00%). Faktor-faktor yang memengaruhi SWB Suku Kutai adalah Faktor Hubungan Sosial. Faktor Kecukupan Materi / Permasalahan Keuangan. Faktor Kesuksesan pekerjaan. Kata Kunci: Suku Kutai. PNS dan Non PNS. Subjective Well-Being. Abstract: Subjective Well-Being is an important thing in life, because happily everyone must feel Different cultural values have an influence on the cognitive, emotional, motivational and behavioral systems of individuals (Markus and Kitayama, 1991 in Boyun Woo, 2. The research aims to allow researchers and readers to know how the perspective of PNS and Non PNS with Kutai tribe on subjective well-being and factors influencing SWB. This study used a qualitative approach . tudy indigenou. Participants in this study amounted to 200 people, namely PNS and Non Civil Solder Kutai. Sampling model in this research using snow ball sampling technique, with data collection tool in the form of open-ended questionnaire. The result is known that SWB according to Kutai Tribe is if they have Sense of Satisfaction . 00%). Spiritual Value . 50%). Family Taste . 50%). Job Success . 00%). Material Sufficiency . 00%). Achievement / 29. 50%). Social Relations . 00%). Factors influencing SWB of Kutai Tribe are Social Relation Factor. Material Adequacy Factor / Financial Problem. Job Success Factor. Keywords: Kutai Tribe. PNS and Non PNS. Subjective Well-Being. Jurnal Motiva Emilda Rifi Yusnita PENDAHULUAN Masyarakat Indonesia merupakan suatu masyarakat majemuk yang memiliki keanekaragaman di dalam berbagai aspek Bukti nyata adanya kemajemukan di dalam masyarakat kita terlihat dalam beragamnya kebudayaan di Indonesia. Tiap suku bangsa inilah yang kemudian mempunyai ciri kahas kebudayaan yang berbeda-beda terkait dengan komunitas dan identitas sosial. Suku Kutai adalah suku asli Kalimantan Timur, tepatnya berada di kabupaten Kutai Kartanegara. Suku kutai tersebar di dalam 18 wilayah kecamatan dan 238 desa/kelurahan . Kutai kaya akan sumber daya alam yang dapat dihasilkan dari berbagai macam sektor perekonomian, pertanian, perkebunan dan pertambangan (Batubara,Minyak dan Gas Bum. Kabupaten Kutai Kartanegara yang merupakan kabupaten yang menerima dana bagi hasil sumberdaya alam terbesar di Indonesia sebesar Rp. 556,55 Milyar (Kementerian Keuangan, 2. Namun apakah saat ini kebahagian dan kesejahteraan masih dapat dirasakan bagi masyarakat kalimantan Timur? Banyak Kasus-kasus PHK (Pemutusan Hubungan Kerj. yang menimpa Dari permasalahan yang terjadi saat ini dampak terbesar sangat dirasakan oleh karyawan-karyawan lokal yang sudah tidak pekerjaannya sekarang. Survey awal yamg dilakukan oleh peneliti pada masyarakat Tenggarong diketahui lebih banyak mencoba pekerjaan lainnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tidak banyak juga masyarakat Non PNS yang mulai mencari-cari peluang untuk menjadi tenaga honorer. Hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti ke berberapa orang masyarakat kutai yang berprofesi sebagai PNS dan Non PNS disimpulkan bahwa masyarakat Kutai lebih cenderung memilih pekerjaan yang dapat menjamin kehidupan hingga akhir masa tua yaitu sebagai PNS dan begitu pun dengan Masyarakat yang Non PNS mereka mengatakan jika ada peluang yang dapat membantu mereka mereka kearah pekerjaan yang lebih terjamin mereka akan berusaha untuk mencoba, seperti dengan menjadi tenaga Jurnal Motiva honorer dapat membantu jalan mereka untuk menjadi seorang PNS. Dibuktikan dengan adanya berita didapat oleh peneliti, dikutip dari surat kabar kaltim-tibunnews, selasa 21 Februari 2012 yang menyebutkan hingga tahun 2010, jumlah pegawai Negeri Sipil (PNS) di kabupaten Kutai kartanegara mencapai 25. 078 orang. Jumlah tersebut terbanyak di Kaltim dan mungkin terbanyak di Indonesia. Bahkan jumlah PNS Kukar mengalahkan jumlah PNS kota Samarinda yang hanya 10. 283 Orang. Dari hasil survey wawancara awal yang dilakukan,peneliti menyimpulkan bahwa kondisi masyarakat yang bersuku Kutai untuk mencapai kesejahteraan, kebahagian dan kenyaman hidup dapat diperoleh dengan menjadi PNS. Hal ini dipilih dengan alasan yang menurut mereka akan masa depan lebih Hal ini dibuktikan dengan gaji/upah yang sesuai dan permanen, memperoleh dana kesehatan, jaminan hari tua dan lain-lain. Menurut mereka menjadi seorang PNS lebih gampang dari pada harus berdagang maupun Hal ini terkait dengan sistem kekeluargaan khas kutai yang disebut AububuhanAy yang sangat erat sehingga dapat Penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti tidak jauh dari permasalahan yang telah diungkap oleh berberapa peneliti terdahulu, yang melakukan penelitian serupa mengenai subjective well-being, kebahagian dan kekuatan karakter pada suku-suku di Indonesia. Pada penelitian kali ini penulis ingin melakukan peneltian yang serupa tentang masyarakat Kutai yang bekerja sebagai PNS dan Non PNS. Hal ini dilatarbelakangi penelitian terdahulu bahwa setiap suku mempunyai persepsi yang berbeda-beda dalam kesejahteraan,dalam kesempatan kali ini mengunakan Pendekatan Studi Indigenous, dapat menekankan tentang perilaku dan cara berpikir seseorang dalam konteks budayanya (Mujamiasih,2. Setiap suku memiliki kebudayaan yang berbeda. Emilda Rifi Yusnita METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian Indigenous Psychology, pendekatan yang dilihat dari sudut pandang budaya lokal, agar data yang diperoleh asli dalam realitas Indonesia sendiri, sehingga setiap fenomena dipandang menurut konteks, dipapar, serta ditafsirkan secara relatif berdasarkan situasi budaya dan ekologi tempat fenomena berlangsung. Kim dan Berry . mendefinisikan indigenous psychology sebagai kajian ilmiah mengenai perilaku dan mental manusia yang bersifat pribumi,tidak dibawa dari daerah lain, dan didesain untuk masyarakatnya sendiri. Tujuan indigenous psychology adalah untuk menciptakan pendekatan terstruktur universal dalam memahami orang-orang dalam konteks Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan indigenous psychology, yang menekankan studi tentang perilaku dan pikiran dalam konteks budaya (Kim & Berry, 1. Tempat Penelitian Penelitian ini penulis memfokuskan pada Tiga wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Tenggarong. Kecamatan Anggana dan Kecamatan Muara Muntai. Adapun alasan peneliti hanya mengambil Tiga kecamatan penyebaran pupulasi masyarakat yang bersuku Kutai masih tergolong banyak dan kental suku Unit Analisis Unit Analisis menerangkan Subjective Well-Being PNS dan Non PNS yang Bersuku Kutai . tudi Indigenous Psikolog. dalam penelitian ini adalah: Persepsi PNS dan Non PNS Masyarakat suku Kutai terhadap pengalaman hidupnya yang terdiri dari evaluasi kognitif dan afeksi dan menjadikan kepuasan hidup menjadi faktor utama untuk mencapai kesejahteraan dan menekankan pada perilaku dan pikiran masyarakat dalam konteks Peneliti mengunakan teori Subjective Well-Being dari Diener . sebagai perspektif teoritis. Dalam penelitian ini Subjective Well-Being didefinisikan sebagai persepsi seseorang terhadap pengalaman hidupnya dalam lingkup pekerjaan yang terdiri dari evaluasi kognitif dan afektif. Jurnal Motiva Sampel Sumber Data Sumber data adalah segala sesuatu yang menjadi objek penelitian. Dalam hal ini sumber datanya adalah pegawai PNS dan Non PNS yang bersuku Kutai. Responden dalam penelitian ini berjumlah 200 Responden terdiri dari PNS dan Non PNS yang bersuku Kutai di tiga kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Kutai. Adapun kriteria responden penelitian ini adalah . PNS dan Non PNS dengan masa kerja minimal 2 tahun dengan alasan subyek sudah menguasai pekerjaan dan bisa menilai dan merasakan cocok atau tidak cocok pekerjaan tersebut . Usia 20 Ae 60 tahun dengan alasan pada masa tersebut adalah masa usia produktif . Bersuku Kutai yang asli garis keturunan bersifat patrilineal, garis keturunannya ditarik dari pihak laki-laki. Model sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik snow ball sampling. Teknik Pengumpulan Data Data Penelitian ini dikumpulkan melalui pertanyaan terbuka . pen-ended berdasarkan Study Indigenous Psychology yang diperkenalkan oleh Kim & Park . Data penelitian ini juga ditunjang dengan data demografis responden, yang meliputi Jenis Kelamin. Usia. Lama Masa Kerja. Diener dan Oishi . 5,dalam Ningsih 2. menyatakan bahwa sejauh mana faktor demografis tertentu dapat meningkatkan Subjective Well-Being tergantung dari nilai dan tujuan yang dimiliki seseorang, kepribadian dan kultur. Teknik Analisis Data Penelitian ini adalah Indigenous Psychology yang di desain oleh Kim& Park . Aitem yang digunakan berbentuk pertanyan terbuka menggunakan instrumen openended questionaire. Kim& Park . mendefinisikan indigenous psychology sebagai kajian ilmiah mengenai perilaku dan mental manusia yang bersifat pribumi, tidak dibawa dari daerah lain, dan didesain untuk masyarakatnya sendiri. Analisis data dengan menggunakan pendekatan Indigenous Psychology. Dengan Preliminary coding, categorization, axial coding and cross-tabulations. Pengujian Keabsahan Data Emilda Rifi Yusnita Penelitian ini dilakukan pada PNS dan Non PNS yang bersuku Kutai yang berada di berberapa wilayah di kabupaten Kutai Kartanegara. Data yang berhasil dikumpulkan melalui open-ended questionnaire akan diproses . ilakukan koding dan kategorisas. dengan jawaban responden yang dikumpulkan dinilai oleh tim penilai yaitu 3 orang rater, penentuan jumlah rater yang ada berdasarkan penelitian terdahulu dan berpengalaman dalam HASIL DAN PEMBAHASAN Setting Penelitian ini adalah Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki luas 27. 263,10 km2 terletak antara 115026Ao28AoAo BT117036Ao43Ay BT an 1028Ao21 LU-1008Ao06Ay LS. Kabupaten Kutai Kartanegara sendiri terbagi dalam 18 Wilayah kecamatan dan 238 desa/ kelurahan dengan pertumbuhan penduduk per-tahun. Penduduk Kabupaten Kutai Kartanegara mencapai 306 . dengan kepadatan penduduk rata-rata 32 jiwa/km2. Subjek dalam penelitian ini adalah PNS dan Non PNS yang bersuku Kutai, sebanyak 200 responden. Berikut disajikan data demografi subjek penelitian: Jenis Kelamin Responden diketahui bahwa 5% yaitu berjenis kelamin lakilaki, dan 44. 5% berjenis kelamin perempuan. Usia Responden diketahui bahwa sebanyak 4 8 . 0 % yaitu berusia antara 31 sampai 40 tahun. Status Perkawinan Responden diketahui bahwa sebanyak 74. 0% yaitu status perkawinannya yaitu sudah menikah. Pekerjaan Responden diketahui bahwa Pekerjaan PNS dan Non PNS adalah Sebanding. Masa Kerja Responden diketahui bahwa sebanyak 3 1 . 5 0 % yaitu memiliki masa kerja antara 6 sampai 10 tahun. Pengambilan data ini dilakukan dengan cara, memberikan questioner kepada responden secara langsung dan tahapan selanjutnya setelah pengumpulan data adalah proses tabulasi data. Peneliti menyalin satu demi satu jawaban responden sebanyak 200 orang, dari 5 soal pertanyaan yang Jawaban-jawaban responden diberi kode urut Jurnal Motiva peneliti saat mengecek jumlah responden yang ada dan masingmasing jawabannya Hasil Penelitian Temuan penelitian adalah hasil yang didapatkan dari sebuah penelitian yang telah dilakukan oleh seorang peneliti, baik dengan menggunakan metode observasi, wawancara . maupun dengan metode survey. Terdapat 5 pertanyaan yang harus di jawab Tahapan selanjutnya yaitu, tahap kategorisasi. Pada mengelompokkan jawaban-jawaban responden sesuai dengan kategori yang telah dibuat oleh peneliti dan para reviewer. Para reviewer dalam penelitian ini berjumlah 3 orang. Adapun Fungsi para reviewer disini adalah untuk menghasilkan sebuah kesepakatan dalam menentukan suatu kategori, sehingga subjektivitas peneliti dapat terhindarkan. Pembentukkan kategori diambil dari kata kunci pertama jawaban responden, peneliti menganggap bahwa kata kunci pertama merupakan gambaran jawaban responden yang mewakili dari seluruh kalimat yang ada. Setelah tahap kategorisasi selesai, peneliti kemudian melakukan proses koding tahap 1 dimana peneliti bersama para reviewer mendata kategori-kategori yang tersedia dari tiap pertanyaan, mulai dari jumlah kategori yang ada, sampai jumlah responden yang menjawab dalam setiap kategori. Kemudian koding tahap 2, disini peneliti dan para reviewer membentuk kategori yang lebih umum daripada koding sebelumnya yaitu pada koding tahap 1. Kategori umum ini didapatkan dari kategori-kategori yang maknanya hampir mendekati satu sama lain, sehingga kategori khusus yang saling berkesinambungan dapat dijadikan dalam satu kategori umum. Pada koding tahap 2 ini dijadikan dalam satu kategori yang sama. Untuk mempermudah, berikut peneliti menjelaskan dan memberi gambaran dari 5 soal pertanyaan dari jawaban responden beserta hasil koding. Soal no. 1 (Apakah Anda Puas dengan kehidupan Anda saat ini dan Bagaimana Anda menggambarkan Kepuasan Anda Tersebut ?) Emilda Rifi Yusnita Tabel IV. Koding Tahap 1 soal no. 1 (Kategorisasi Tingkat Kepuasa. No. Kategori Sangat Puas Puas Tidak Puas Lainya Tidak Menjawab ( tidak Jumlah Total Kategori Sangat Puas Puas Tidak Puas Lainya Tidak Menjawab ( tidak Jumlah Total Jumlah No. Kepuasan Hidup Nilai Spritual Kebersamaan Keluarga Tercapainya tujuan hidup Kecukupan materi Pekerjaan Tidak Terkategorisasi Jumlah Total No. Jumlah Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa kategori Kepuasan Hidup saat ini memiliki skor tertinggi yaitu sebesar 34. dengan responden sebanyak 68 orang. Soal no. 2 (Apa yang membuat Anda puas dengan pekerjaan Anda dan Pencapaian apa yang Anda inginkan ?) Tabel IV. Koding Tahap 1 soal no. 2 (Kategorisasi Tingkat Kepuasa. Jurnal Motiva Tabel IV. Data Keseluruhan Kategori Soal Nomor 2 Tabel IV. Data Keseluruhan Kategori Umum Soal Nomor 1 Kategori Umum Kelompok yang terkategori berada pada urutan nomor 1 sampai 4, sedangkan kelompok yang tidak terkategori berada pada nomor 5 yang terdiri dari jawaban kosong dan jawaban yang tidak dapat dimasukkan dalam kategori manapun. Kelompok yang terkategori berada pada urutan nomor 1 sampai 4, sedangkan kelompok yang tidak terkategori berada pada nomor 5 yang terdiri dari jawaban kosong dan jawaban yang tidak dapat dimasukkan dalam kategori manapun. No. Jumlah Kategori Terlaksananya Pekerjaan Pencapaian / keinginan Materi Hubungan Sosial Penghargaan Pribadi Tidak Terkategorisasi Jumlah Total Jumlah Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa kategori terlaksananya pekerjaan saat ini memiliki skor tertinggi yaitu sebesar 00% dengan responden sebanyak 76 orang. Dari hasil kategori pertanyaan soal nomor 1 dan nomor 2 disatukan menjadi satu kelompok sehingga mendapatkan kesimpulan dari data kategori soal nomor 1 dan nomor 2 yaitu sebagai berikut : Sangat Puas Puas Tidak Puas Life Satisfaction Pekerjaan Lainya Tidak Berdasarkan grafik tingkat kepuasan di atas, diketahui bahwa skor tertinggi di duduki oleh kategori Puas berdasarkan dari dua Emilda Rifi Yusnita pertanyaan Komponen kognitif SWB yaitu kepuasan hidup secara global dengan nilai 50% sebanyak 119 orang dan kepuasan pada domain tertentu . dengan nilai 70. sebanyak 140 orang. Tabel IV. Data Keseluruhan Kategori Soal Nomor 1 dan Nomor 2. Kategori sepesifik ke kategori Umum No. Komponen Kognitif Kategori Umum Juml Nilai Spritual Kebersamaan Keluarga Kepuasan Hidup ( Tercapainya Life Satisfactio. Kecukupan materi Pekerjaan Tidak Terkategorisasi Jumlah Total Terlaksananya Pekerjaan Pencapaian / 59 2 Kepuasan Hidup Pada Domain Materi (Pekerjaa. Hubungan Sosial Penghargaan Pribadi Tidak Terkategorisasi Jumlah Total Berdasarkan tabel di atas, diketahui 0 Kepuasan Hidup kategori kepuasan hidup ( Life Satisfactio. mempunyai sekor tertinggi 00% pada kategori kepuasan hidup dengan jumlah 68 responden sedangkan pada kategori kepuasan pada pekerjaan mempunyai tingkat sekor tertinggi 38. 00% pada pelaksaan pekerjaan dengan jumlah 76 responden. Soal no. 3 (Apakah Sistem kekeluargaan khas kutai yang disebut AububuhanAy berperan penting dan membantu Anda dalam pencapaian pekerjaan tersebut?) Sangat Membantu Membantu Tidak Membantu Lainya Tidak Menjawab ( tidak Jumlah Total Berdasarkan tabel diatas diketahui Nilai responden yang menjawab dari Kategori 1 %yaitu Sangat Membantu sebanyak 27. kategori 2 yaitu Membantu sebanyak 50%,. Kategori 3 yaitu tidak membantu kategori empat yaitu lainnya sebanyak 13. dan kategori lima tidak terkategorisasi sebanyak 7. 50% dari total responden sebanyak 200 responden. Sangat Membantu Membantu Tidak Membantu Lainya Peran "Bubuhan" Suku Kutai terhadap Pekerjaan Tidak Tidak Terkategori Pada grafik diatas menjelaskan bahwa pertanyaan yang merujuk pada peran penting AububuhanAy suku kutai pada pencapaian pekerjaan dengan nilai tertinggi 28. 50% adalah Kategori Membantu dengan jumlah 57 Dengan demikian dapat disimpulkan Sistem kekeluargaan khas kutai yang disebut AububuhanAy dari hasil jawaban responded kelompok tersebut berperan penting dan membantu dalam pencapaian pekerjaan. Soal no. 4 (Berikan gambaran, pristiwaperistiwa apa yang menyenangkan dalam pekerjaan Anda?) Tabel IV. Koding soal Nomor 3 ( Ciri Khas AuKutaiAy ) No. Kategori Jurnal Motiva Jumlah Emilda Rifi Yusnita No Kategori Jumlah Aktif (Hubungan Sosia. Antusias Berminat Akan Bangga Gembira Lainya Tidak Terkategorisasi Jumlah Total Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa kategori tugas / pekerjaan saat ini memiliki skor tertinggi yaitu sebesar 23. dengan responden sebanyak 46 orang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa gambaran, pristiwa menyenangkan menurut suku kutai yang bekerja sebagai PNS dan Non PNS tugas/pekerjaan Menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Dinas Kategori Jumlah % Kecewa Khawatir Takut Bermusuhan Lekas Marah Lainya Tabel IV. Koding soal Nomor 4 ( Komponen Afektif Positif ) Berdasarkan Tabel diatas, kelompok yang terkategori berada pada urutan nomor 1 sampai 6, sedangkan kelompok yang tidak terkategori berada pada nomor 7 yang terdiri dari jawaban kosong dan jawaban yang tidak dapat dimasukkan dalam kategori Selanjutnya koding tahap 2 dilakukan untuk mengelompokkan kategorikategori yang spesifik ke dalam satu kategori umum, untuk lebih mudah Tidak Terkategorisasi Jumlah Total luar dan dalam kota serta Liburan. Soal no. 5 (Berikan gambaran, pristiwaperistiwa yang tidak menyenangkan dalam pekerjaan Anda?) Tabel IV. Koding soal Nomor 5 ( Komponen Afektif Berdasarkan Tabel diatas, kelompok yang terkategorisasikan berada pada urutan nomor 1 sampai 6, sedangkan kelompok yang tidak terkategorisasikan berada pada nomor 7 yang terdiri dari jawaban kosong dan jawaban yang tidak dapat dimasukkan dalam kategori Tabel IV. Data Keseluruhan Kategori Soal Nomor 4 Tabel IV. Koding soal Nomor 5 ( Komponen Afektif negatif ) Kategori Jumlah % Kategori Umum Tugas / Pekerjaan Pertemanan Melayani Materi Tanggung Jawab Konflik dengan Rekan Kerja Bekerja Tidak Sesuai Masalah Pribadi Di puji / diapresiasi Tidak Terkategorisasi Jumlah Total Jurnal Motiva Jumlah % Masalah teknis Masalah Keuangan Hubungan dengan masyarakat / klien Emilda Rifi Yusnita Tidak ada apresiasi/pujian Tidak diberi kepercayaan/tanggung Lainya Tidak Terkategorisasi Jumlah Total Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa kategori Konflik dengan rekan kerja memiliki skor tertinggi yaitu sebesar 21. dengan responden sebanyak 42 orang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa gambaran, pristiwa yang tidak menyenangkan menurut suku kutai yang bekerja sebagai PNS dan Non PNS adalah Konflik dengan rekan Pembahasan Penekanan analisis akan difokuskan masyarakat suku Kutai yang bekerja sebagai PNS dan Non PNS bertujuan untuk mengetahui bagaimana Subjective Well-Being masyarakat Kutai yang bekerja sebagai PNS dan Non PNS,dan Faktor-faktor apa saja yang Subjective Well-Being masyarakat Kutai yang bekerja sebagai PNS dan Non PNS. Gambaran Bagaimana Subjective WellBeing masyarakat Kutai yang bekerja sebagai PNS dan Non PNS adalah sebagai Kepuasan hidup saat ini . asa puas, bahagia dan temtram/dama. Kategori (Life Satisfactio. adalah penilaian kognitif seseorang terhadap kehidupannya seperti perasaan aman, nyaman, dan bahagia pada kehidupan yang dijalaninya. Menurut masyarakat suku Kutai ketika memiliki rasa bahagia, tanpa beban pikiran, rasa nyaman, rasa tentram/damai, rasa aman, rasa puas,dan hidup tanpa ada masalah sudah menjadi memperoleh kesejahteraan hidupnya. Life satisfaction (Diener, 1. merupakan penilaian kognitif seseorang mengenai kehidupannya, apakah kehidupan yang dijalaninya berjalan dengan baik. Jurnal Motiva Nilai Spiritual Nilai spiritual mengacu pada peroses memenuhi atau telah terpenuhinya target individu dalam hal spiritual. Target spiritual mencakup aktivitas-aktivitas yang mencerminkan keyakinan terhadap agama. Pendapat Diener . menyatakan bahwa secara umum orang yang religius cenderung untuk memiliki tingkat well being yang lebih tinggi, dan lebihn Diener mengungkapkan bahwa hubungan positif antara spiritualitas dengan subjective well-being berasal dari makna dan tujuan jejaring sosial dan sistem dukungan yang diberikan oleh organisasi keagamaan. Kebersamman Keluarga Ikatan atau kebersamaan keluarga tercermin dari adanya dukungan materi dan non materi dari keluarga kertika menjalankan Pendapat dari Oetami dan Yuniarti . 1: . yang diketahui bahwa peristiwa yang membuat seseorang paling bahagia adalah peristiwa yang berhubungan dengan keluarga. Kesuksesan Pekerjaan Kesuksesan pekerjaan menurut masyarakat suku Kutai dapat tercapainya kesejahteraan hidup jika memiliki pekerjaan, kesuksesan dapat diraih, dan memiliki keberuntungan. Hasil penelitian Asri Mutiara Putri . yang menunjukkan bahwa individu yang bekerja lebih bahagia dibandingkan dengan individu yang tidak bekerja. Kecukupan Materi Kategori kecukupan materi menurut masyarakat Suku Kutai adalah pada saat kebutuhan hidup mereka tercukupi . andang, pangan, papa. , mapan dalam segala hal, memiliki penghasilan, materi/uang juga tercukupi dan tidak punya hutang kepada orang lain. Penelitian di Barat, diketahui bahwa hasil studi kasus yang diteliti oleh Fafchamps dan Kebede . terdapat hubungan positif antara subjective well-being dan kekayaan seseorang di suatu kota. Artinya bahwa semakin seseorang memiliki kekayaan yang banyak maka subjective well-being akan mudah dicapai. Emilda Rifi Yusnita Pencapaian/Keinginan Kategori Pencapaian Keinginan tercapainya keinginan/harapan, sudah memiliki pekerjaan, dan sudah dapat memuaskan diri sendiri. Menurut Engler . alam Jarvis, 2009: . pandangan Maslow mengenai upaya keras manusia demi pencapaian prestasi/tujuan hidup terlalu terikat pada budaya individualistik di Amerika Serikat Hubungan Sosial Hubungan yang positif dengan orang lain berkaitan dengan subjective well-being, karena dengan adanya hubungan yang positif tersebut akan mendapat dukungan sosial dan kedekatan emosional. Penelitian yang dilakukan oleh Seligman . alam Diener & Scollon,2. menunjukan bahwa semua orang yang paling bahagia memiliki kualitas hubungan sosial yang dinilai baik. Diener dan Scollon . menyatakan bahwa hubungan yang dinilai baik tersebut harus mencakup dua dari tiga hubungan sosial berikut ini, yaitu keluarga, teman, dan hubungan romantis. Faktor Kesuksesan pekerjaan Faktor Kutai kesejahteraan hidup jika memiliki pekerjaan, kesuksesan dapat diraih, dan memiliki keberuntungan. Berdasarkan hasil jawaban secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa kesejahteraan hidup Suku Kutai ialah apabila seseorang memiliki Rasa puas akan kehidupan saat ini, selalu bersyukur, kebersamaan dalam keluarga, terlaksananya pekerjaan, kecukupan materi, tercapainya / keinginan dan terjalin hubungan sosial yang baik. Faktor-faktor Subjective well-being masyarakat Kutai yang bekerja sebagai PNS dan Non PNS Secara keseluruhan, diketahui bahwa masyarakat suku kutai yang bekerja sebagai PNS dan Non PNS sebagian besar faktor-faktor well-being dalam hidupnya adalah faktor hubungan sosial ,faktor kecukupan materi / permasalahan Keuangan, dan Faktor kesuksesan pekerjaan Faktor Hubungan Sosial Hubungan yang positif dengan orang lain berkaitan dengan subjective wellbeing, hubungan yang positif tersebut akan mendapat dukungan sosial dan kedekatan emosional. Pada dasarnya kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain merupakan suatu kebutuhan Faktor Kecukupan Materi Permasalahan Keuangan Faktor kecukupan materi menurut karyawan Jawa Jurnal Motiva penghasilan cukup, ekonomi/uang cukup, memiliki tempat tinggal, memiliki tabungan/investasi, dapat hidup berhemat, memiliki fasilitas, dapat mengontrol pengeluaran, dapat memanajemen pendapatan, dapat hidup secara mapan, dan tidak punya Karakter pribadi Suku Kutai Karakter pribadi orang kutai optimisme dan percaya diri. Suku Kutai lebih optimis tentang masa depannya mereka merasa lebih bahagia dan puas atas hidupnya dibandingkan dengan orang pesimis yang mudah menyerah dan putus asa jika suatu hal terjadi tidak sesuai dengan keinginannya. Berdasarkan keterangan di atas, diketahui bahwa sebagian besar orang Kutai selalu bersyukur dengan kehidupan yang di hadapi sekarang dan selalu menjalin hubungan baik pada orang lain, sehingga mereka merasa sudah mencapai kesejahteraan Adapun hasil temuan peneliti yang bersumber dari pertanyaan seberapa penting peran kekeluargan AuBubuhanAy di lingkungan mereka saat ini terjawab dengan hasil Berperan / membantu pada tercapainya pekerjaan. Dan menurut dari hasil data demografis terkait dengan nilai kepuasan hidup pada masyarakat Kutai sangat sesuai yaitu dimana hasil kategori yang diperoleh memperlihatkan bahawa Emilda Rifi Yusnita tingkat masyarakat yang berusia diatas 30 tahun, dan memiliki setatus perkawinan sudah menikah serta mempunyai pekerjaan yang baik dan masa kerja diatas 6-10 tahun dan ini didominasi oleh wanita pekerja. Kesejahteraan Psikologis Pekerja. INSAN Vol. 15 No. 1 54-62 Ariati. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian di lapangan yang dilakukan pada masyrakat Suku Kutai yang bekerja sebagai PNS dan Non PNS dapat disimpulkan bahwa: Subjective Well-Being masyarakat Suku Kutai adalah kondisi dimana seseorang memiliki Rasa puas akan bersyukur dengan terpenuhinya hubungan sosial dan terlaksananya pekerjaan dengan baik untuk pencapaian/keinginan. Dan tidak ada perbedaan pengertian SWB menurut masyarakat Suku Kutai yang bekerja sebagai PNS dan Non PNS Faktor-faktor SWB masyarakat Suku Kutai. Diketahui faktor-faktor kecukupan materi dan faktor kesuksesan DAFTAR PUSTAKA