CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj VOL. 01 NO. JUNI HUBUNGAN USIA. JENIS KELAMIN DAN JUMLAH LEUKOSIT DENGAN DURASI DEMAM PADA PENDERITA DEMAM TIFOID ANAK DI RSUD KOTA MATARAM TAHUN 2019 Ae TAHUN 2021 Bunga Sevia Mitha1. Ety Retno Setyowati2. Made Rika Anastasia Pratiwi3. Lalu Buly Fatrahadi Utama4 1,2,3,4 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram Email: bungaseviamitha@gmail. Received: 01-03-2023. Revised:09-05-2023. Accepted:16-06-2023 Abstract Typhoid fever is a bacterial infection caused by Salmonella typhi, a gram-negative bacterium. Fever is the main symptom of typhoid fever. Fever with a long duration can endanger the safety of children. This study aims to analyze the correlation between age, gender and total leukocytes with the duration of fever of children with typhoid fever in Regional General Hospital Kota Mataram 2019 Ae 2021. This study uses an observational analytic research type with a cross sectional research design. The sampling technique was carried out using the total sampling method with a total of 70 medical record data. Data were analyzed using chi square. The results of this study showed that the age group 5 - O 18 years was 56 . %). With the male sex as much as 46 . 7%) greater than the female as much as 24 . 3%). The leukocytes total of the respondents in this study were abnormal, namely 50 . 4%) and within normal limits, 20 . 6%). Respondents experienced more fever with a long duration of 61 . than experienced a fever with a short duration of 9 . 9%). The results of the analysis using chi square showed that there was a significant corellation between age . -value = 0,. , gender . -value = 0,. , and leukocytes total . -value = 0,. with duration of fever in children with typhoid fever. The conclusion is of this study is there is correlation between age, gender and leukocytes total with the duration of fever of children with typhoid fever in Regional General Hospital Kota Mataram 2019 Ae 2021. Keywords : age, gender, leukocyte total, fever duration, typhoid fever. Abstrak Demam tifoid merupakan penyakit infeksi bakteri yang disebabkan oleh Salmonella typhi yaitu suatu bakteri gram-negatif. Demam merupakan gejala utama demam tifoid. Demam dengan durasi panjang dapat membahayakan keselamatan anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin dan jumlah leukosit dengan durasi demam penderita demam tifoid anak di RSUD Kota Mataram tahun 2019 Ae tahun 2021. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan data menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien tahun 2019 Ae 2021. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode Total sampling dengan total sampel 70 data rekam medis. Data dianalisis menggunakan Chi Square. Hasil dari penelitian ini menunjukan kelompok usia terbanyak yaitu 5 - O 18 tahun dengan jumlah 56 . %). Jenis kelamin laki Ae laki lebih besar sebanyak 46 . ,7%) dari pada perempuan sebanyak 24 . ,3%). Jumlah leukosit responden pada penelitian ini didapatkan hasil abnormal yaitu sebanyak 50 . ,4%) dan dalam batas normal sebanyak 20 . ,6%). Responden lebih banyak mengalami demam dengan durasi panjang yaitu sebanyak 61 . ,1%) daripada mengalami demam dengan durasi pendek sebanyak 9 . ,9%). Hasil analisis menggunakan chi square. E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. 131 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj VOL. 01 NO. JUNI didapatkan hasil adanya hubungan bermakna antara usia dengan durasi demam . -value = 0,. , jenis kelamin dengan durasi demam . -value = 0,. , dan jumlah leukosit dengan durasi demam . -value = 0,. pada penderita demam tifoid anak. Kesimpulan pada penelitian ini yakni terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin dan jumlah leukosit dengan durasi demam penderita demam tifoid anak di RSUD Kota Mataram tahun 2019 Ae tahun 2021. Kata Kunci : usia, jenis kelamin, jumlah leukosit, durasi demam, demam tifoid . PENDAHULUAN Angka kematian anak merupakan salah satu indikator kesehatan yang paling sensitif untuk menggambarkan tingkat kesejahteraan anak, biasanya di gunakan pembangunan kesehatan suatu bangsa (BPPD, 2. Infeksi masih merupakan masalah kesehatan didunia. Penyakit infeksi sampai saat ini masih menjadi penyebab kematian utama terutama pada anak Ae anak (Suwandi & Sandika, 2. Menurut Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) . diperkirakan dua pertiga dari 8,8 juta kematian pada anak disebabkan oleh penyakit infeksi. Pravalensi tertinggi diagnosa adalah pneumonia . %), diare . %), malaria . %), demam berdarah . ,1%), demam tifoid . ,35%). Sedangkan penyakit lainnya yaitu campak, tuberkulosis paru, hepatitis dengan pravalensi di bawah 4% (IHME, 2. Di negara Ae negara berkembang utamanya yang memiliki iklim tropis termasuk di Indonesia penyakit demam tifoid terus menjadi masalah penting kesehatan anak, karena penyebarannya berkaitan erat dengan urbanisasi, kepadatan penduduk, kesehatan lingkungan, sumber air dan sanitasi yang buruk serta higiene industri pengolahan makanan yang masih rendah (Soegijanto, 2. Selain sebagai penyebab kematian anak, menurut depertemen Kesehatan RI tahun 2011 melaporkan bahwa demam tifoid urutan ke Ae 2 dari 10 penyakit terbanyak pasien rawat inap rumah sakit di Indonesia pada tahun 2010 dengan case fatality rate sebesar 0,67% (Depkes RI. Demam tifoid merupakan penyakit infeksi bakteri yang disebabkan oleh Salmonella typhi, suatu bakteri gram-negatif (Mustofa et al. , 2. Menurut World Health Organization (WHO) . jumlah kasus demam tifoid di seluruh dunia diperkirakan 11 sampai 20 juta kasus, 000 sampai 161. kematian setiap tahun. Jumlah kematian terbanyak terdapat di Asia Selatan dengan 000 kematian dan Asia Tenggara dengan perkiraan 13. 000 kematian (Stanaway et al. , 2. Risiko demam tifoid di beberapa negara lebih tinggi pada populasi yang kekurangan akses ke air bersih dan sanitasi yang memadai. Masyarakat miskin dan kelompok rentan termasuk anakanak berada pada risiko tertinggi (WHO. Di Indonesia, insiden demam tifoid masih tinggi bahkan menempati urutan ketiga diantara negara Ae negara di dunia. Penyakit ini didapatkan sepanjang tahun cenderung meningkat (Elisabeth et al. Kemenkes RI tahun 2018 mengemukakan bahwa insiden tifoid di Indonesia masih sangat tinggi berkisar 350810 per 100. 000 penduduk dengan angka kematian diperkirakan sekitar 3,1-10,4% sebagai akibat dari keterlambatan diagnosis serta pengobatan (Rahimi et al. , 2. Penyakit ini tersebar di wilayah dengan insidensi yang tidak berbeda jauh antar daerah (Saputra et al. , 2. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj Barat, prevalensi demam tifoid di Provinsi NTB pada tahun 2017 sebesar 1,9%, dan tersebar di seluruh kabupaten atau kota (Dinkes NTB, 2. Pada minggu ke-8 tahun 2016 demam tifoid termasuk ke dalam tiga jenis penyakit dengan peringatan dini berpotensi KLB yang muncul di Kota Mataram, yaitu sebanyak 17 kasus (Dinkes Mataram, 2. Tingginya kasus terutama kematian akibat demam tifoid tidak terlepas dari kontrol dan pencegahan oleh berbagai pihak. Penegakan diagnosis dini dan manajemen kasus yang efektif dapat menentukan keberhasilan upaya penanganan demam Namun salah satu faktor yang masih menjadi tantangan bagi para klinis adalah gejala demam tifoid yang tidak khas sehingga pengenalan gejala dan tanda klinis menjadi sangat penting untuk membantu penegakan diagnosis (Febriani et al. , 2. Demam merupakan gejala utama demam tifoid (Levani & Prastya, 2. Demam dapat didefinisikan dengan suatu keadaan suhu tubuh di atas normal. Kesulitan dalam mencari penyebab demam pada penderita demam tifoid anak menimbulkan dampak durasi demam Demam berkepanjangan adalah demam yang berlangsung lebih dari tujuh hari perawatan di rumah sakit, hal tersebut jika tidak ditangani dapat menyebabkan kerusakan otak, hiperpireksia yang akan menyebabkan syok, retardasi mental atau ketidakmampuan belajar (Andrea, 2. Demam dengan durasi lama juga dapat membahayakan keselamatan anak dan akan menimbulkan komplikasi lain seperti, hipertermi, kejang dan penurunan Brusch . melaporkan bahwa Sebagian terjadi pada penyakit demam tifoid yang rentan didapatkan pada VOL. 01 NO. JUNI anak Ae anak baik usia sekolah juga dewasa Pada penelitian Barbara R Hegner . juga mengemukakan bahwa adanya hubungan antara usia dengan durasi demam. Hal ini sesuai dengan data yang sebelumnya sudah dikeluarkan oleh studi dari Global Burden of Disease (GBD, 2. Akan tetapi hasil penelitian Manulu & Rantung . menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara usia dengan durasi demam pada penderita demam tifoid. Sehingga semua usia beresiko terkena demam tifoid. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan hasil penelitian Irwan . Berbeda dengan peneliti lain yang menyatakan bahwa tidak ada ada perbedaan jenis kelamin yang signifikan terhadap durasi demam penderita demam tifoid (Handayani dan Ulfa, 2. Selain itu, penelitian lain yang dilakukan oleh Arinda . yang menyatakan terdapat hubungan yang bermakna antara durasi demam dengan kadar leukosit pada penderita demam tifoid anak. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rosinta et al. , . di Rumah Sakit Al-Ihsan Bandung. Namun berbeda dengan dua hasil penelitian yang dilakukan oleh Arifin et al. , . dan Febriani et al. , . yang menyatakan bahwa jumlah leukosit yang normal dan abnormal tidak berhubungan dengan durasi demam pada pasien demam tifoid anak. Faktor penyebab demam tifoid pada anak masih terus menjadi masalah kesehatan penting di negara berkembang yaitu keterlambatan penegakan diagnosis pasti. Oleh karena itu, diperlukan identifikasi faktor resiko yang mempengaruhi durasi demam untuk menentukan penanganan yang Berdasarkan hal tersebut peneliti ingin melakukan penelitian tentang AuHubungan Usia. Jenis Kelamin dan Jumlah Leukosit dengan Durasi Demam Penderita Demam Tifoid Anak di RSUD Kota Mataram Tahun 2019 Ae Tahun 2021Ay E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. 125 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik observasional dengan Pengambilan data menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien tahun 2019 Ae tahun 2021. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober Ae Desember 2022 di RSUD Kota Mataram. Populasi penelitian ini adalah seluruh penderita demam tifoid anak yang dirawat tercatat dalam rekam medis di RSUD Kota Mataram tahun 2019 Ae tahun Jumlah populasi penelitian yaitu 70 data rekam medis. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode Total sampling. Total sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasinya yaitu sebanyak 70 data rekam medis penderita demam tifoid anak. HASIL Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Kategori Usia Usia Jumlah . 0Ae4 O 18 Total Sumber: Data Sekunder 2022 Persentase (%) VOL. 01 NO. JUNI 0%). Sedangkan usia 0 Ae 4 tahun sebanyak 14 . 0%). Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Jumla Kelamin h . Laki 46 Laki Perempua Total Sumber: Data Sekunder 2022 Persentas e (%) Berdasarkan data yang diperoleh dari (Tabel . didapatkan sebagian besar jenis kelamin yaitu laki Ae laki sebanyak 46 . 7%) dan pada jenis kelamin perempuan sebanyak 24 . 3%). Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan Jumlah Leukosit Jumlah Jumla Leukosi h . Abnorma Normal Total Sumber: Data Sekunder 2022 Persentas e (%) Berdasarkan data yang diperoleh dari (Tabel . didapatkan sebagian besar jumlah leukosit pasien yaitu abnormal sebanyak 50 . 4%) dan jumlah leukosit normal sebanyak 20 . 6%). Dimana didapatkan 33 responden mengalami leukopenia, 17 responden lainnya mengalami leukositosis, dan 20 pasien dengan jumlah leukosit dalam batas normal. Berdasarkan data yang diperoleh dari 70 responden didapatkan kelompok usia penderita demam tifoid anak paling banyak adalah usia 5 Ae O 18 tahun sebanyak 56 Tabel 0. Distribusi Responden Berdasarkan Nilai Rerata Leukosit untuk Terjadinya Demam Durasi Demam Jumlah Leukosit E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj VOL. 01 NO. JUNI Mean . el/AAL) Median . el/AAL) Modus Min Max Leukopenia Leukositosis Normal Panjang Abnormal Pendek Sumber: Data Sekunder 2022 Sesuai dengan hasil penelitian (Tabel . didapatkan nilai rerata pada responden dengan leukosit abnormal leukopenia sebanyak 3. 693 sel/AAL, kemudian pada responden dengan leukosit abnormal leukositosis sebanyak 12. sel/AAL dan pada responden dengan leukosit normal didapatkan sebanyak 454 sel/AAL. Durasi Demam Panjang Pendek Total Jumlah . Persentase (%) Sumber: Data Sekunder 2022 Berdasarkan data penelitian (Tabel. didapatkan bahwa durasi demam panjang sebanyak 61 . 1%) dan durasi demam pendek sebanyak 9 . 9%). Tabel Distribusi Responden Berdasarkan Durasi Demam Tabel 3. Hasil Bivariat Hubungan Usia Dengan Durasi Demam Durasi Demam Total p-value* Panjang Pendek 0 Ae 4 tahun 12,9% 7,1% 20,0% 5 - O18 Total 74,3% 5,7% 80,0% 87,1% 12,9% 100,0% Usia 0,04 *Uji chi-square bermakna jika p-value < 0,05 Berdasarkan analisis bivariat dari 70 responden (Tabel . didapatkan hasil yaitu responden dengan kelompok usia usia 5 Ae O 18 tahun, memiliki durasi demam panjang sebanyak 52 orang . 3%) dan memiliki durasi demam pendek sebanyak 4 orang . 7%). Sedangkan kelompok usia 0 Ae 4 tahun, mengalami durasi demam panjang sebanyak 9 orang . 9%) dan mengalami durasi demam pendek sebanyak 5 orang . 1%). Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan Chi-square didapatkan nilai p-value 0,04 . -value < 0,. yang artinya Ho ditolak, hasil tersebut menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan durasi demam pada penderita demam tifoid. E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj Prevalence Ratio (PR) 0,92 VOL. 01 NO. JUNI Berdasarkan hasil perhitungan Prevalence Ratio (PR) variabel usia merupakan faktor resiko timbulnya durasi demam panjang pada penderita demam tifoid. = 1,43 0,64 Nilai PR > 1 dan rentang interval Tabel 7. Hasil Bivariat Hubungan Jenis Kelamin dengan Durasi Demam Durasi Demam Jenis Kelamin Laki-laki Perempu Total Panjang Total Pendek 0,03 *Uji chi-square bermakna jika p-value < 0,05 Berdasarkan analisis bivariat dari 70 menunjukkan terdapat hubungan yang responden (Tabel . didapatkan hasil signifikan antara jenis kelamin dengan yaitu responden dengan jenis kelamin laki durasi demam pada penderita demam Ae laki, memiliki durasi demam panjang sebanyak 44 orang . ,9%) dan memiliki 0,95 durasi demam pendek sebanyak 2 orang Prevalence Ratio (PR) = = 1,35 0,70 . ,9%). Sedangkan jenis kelamin perempuan, mengalami durasi demam Nilai PR > 1 dan rentang interval panjang sebanyak 17 orang . 3%) dan mengalami durasi demam pendek Berdasarkan hasil perhitungan Prevalence sebanyak 7 orang . ,0%). Ratio (PR) variabel jenis kelamin Berdasarkan hasil analisis dengan merupakan faktor resiko timbulnya durasi menggunakan Chi-square didapatkan demam panjang pada penderita demam nilai p-value 0,03 . -value < 0,. yang artinya Ho ditolak, hasil tersebut Tabel 4. Hasil Bivariat Hubungan Jumlah Leukosit dengan Durasi Demam Jumlah Leukosi Abnorm Normal Total Durasi Demam Panjang Total Pendek 0,00 *Uji chi-square bermakna jika p-value < 0,05 E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. 128 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj Berdasarkan analisis bivariat dari 70 responden (Tabel . didapatkan hasil yaitu responden dengan jumlah leukosit abnormal yang mengalami durasi demam panjang sebanyak 48 orang . ,6%) dan mengalami durasi demam pendek sebanyak 2 orang . ,9%). Sedangkan dengan jumlah leukosit normal yang mengalami durasi demam panjang sebanyak 13 orang . 6%) dan yang mengalami durasi demam pendek sebanyak 7 orang . ,0%). Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan Chi-square didapatkan nilai pvalue 0,00 . -value < 0,. yang artinya Ho ditolak, hasil tersebut menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah leukosit dengan durasi demam pada penderita demam tifoid. Prevalence Ratio (PR) 0,96 0,65 = 1,47 Nilai PR > 1 dan rentang interval kepercayaan melewati angka 1. Berdasarkan hasil perhitungan Prevalence Ratio (PR) variabel jumlah leukosit merupakan faktor resiko timbulnya durasi demam panjang pada penderita demam tifoid. PEMBAHASAN Usia Berdasarkan hasil penelitian (Tabel. menunjukan bahwa pasien dengan kelompok usia 5 - O 18 tahun paling banyak mengalami demam tifoid yaitu sebanyak 56 . 0%). Sedangkan pasien dengan kelompok usia 0 Ae 4 tahun sebanyak 14 . 0%) yang mengalami demam tifoid. Hasil penelitian ini sesuai teori Lubis . yang menyatakan bahwa usia sekolah memiliki risiko besar mengalami demam tifoid. Pada usia anak memperhatikan kebersihan atau higien perseorangannya yang diakibatkan karena ketidaktahuannya bahwa dengan jajan makanan sembarang dapat menyebabkan tertular penyakit demam tifoid. Akan tetapi VOL. 01 NO. JUNI demam tifoid juga dapat menyerang siapa saja sehingga pada penelitian ini juga ditemukan penderita usia <5 tahun. Jenis Kelamin Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin didapatkan pada penelitian ini (Tabel . bahwa responden yang terdiagnosis menderita demam tifoid sebagian besar berjenis kelamin laki-laki yakni sebanyak 46 . 7%) sedangkan jenis kelamin perempuan sebanyak 24 . 3%). Budiarto dan Anggraeni . dalam penelitiannya menyatakan bahwa anak yang terdiagnosis menderita demam tifoid lebih banyak terjadi pada jenis kelamin laki-laki dibandingkan dengan jenis kelamin perempuan. Hal tersebut dikarenakan laki-laki lebih sering melakukan aktivitas di luar rumah daripada di dalam rumah. Kebiasaan ini menyebabkan laki-laki lebih rentan terkena penyakit yang ditularkan melalui makanan seperti demam tifoid (Astuti, 2. Jumlah Leukosit Berdasarkan jumlah leukosit (Tabel. terdiagnosis menderita demam tifoid sebagian besar mengalami jumlah leukosit abnormal yakni sebanyak 50 . sedangkan jumlah leukosit normal sebanyak 20 . 6%). Pemeriksaan jumlah leukosit merupakan pemeriksaan darah tepi untuk mengetahui korelasi jumlah leukosit normal, leukopenia, atau leukositosis dengan kejadian demam tifoid. Leukosit dikenal dengan sel darah putih, leukosit berfungsi memodulasi reaksi radang dalam tubuh, termasuk saat menangkal infeksi bakteri atau merespons alergen yang masuk (Fuadah. Durasi Demam Didapatkan hasil penelitian (Tabel. bahwa responden yang terdiagnosis menderita demam tifoid sebagian besar mengalami durasi demam panjang (Ou7 har. E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. 129 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj yakni sebanyak 61 . 1%) sedangkan mengalami durasi demam pendek (O7 har. yakni sebanyak 9 . 9%). Yang memberikan pengaruh terhadap durasi demam salah satu adalah variasi jumlah endotoksin di dalam tubuh, endotoksin akan berdampak buruk jika jumlahnya cukup banyak (Arifin et al. , 2. Sistem imunitas dimana jika sistem imun penderita cukup baik maka kemampuan tubuh melawan invasi bakteri pun bisa lebih cepat sehingga hasil pemeriksaan suhu tubuhnya pun baik (Febriani et al. , 2. Selain itu dipengaruhi oleh Kecepatan Metabolisme Basal (Basal Metabolic Rat. Hal ini memberi dampak jumlah panas yang diproduksi oleh masing Ae masing orang berbeda Ae beda sehingga durasi demam pada tiap Ae tiap individu juga berbeda tergantung mekanisme fisiologis tubuh masing Ae masing (Febriani et al, 2. Hubungan Usia dengan Durasi Demam Pada Penderita Demam Tifoid Anak Durasi demam panjang pada penelitian ini (Tabel. lebih banyak ditemukan pada penderita demam tifoid anak kelompok usia 5 - O18 tahun. Setelah dilakukan uji statistik dengan analisis chi-square diperoleh nilai pvalue sebesar 0,004. Hal ini menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara usia dengan durasi demam pada demam tifoid anak. Nilai Prevalence Ratio (PR) pada penelitian yaitu sebesar 1,43 yang menunjukan bahwa responden dengan kelompok usia 5 - O18 tahun beresiko mengalami durasi demam panjang. Hal ini dikarenakan responden berada pada usia produktif yang merupakan pelajar, dimana mereka lebih sering mengkonsumsi makanan atau jajanan yang dijual di lingkungan sekolah yang tidak terjamin Saat makan di luar rumah atau di tempat umum biasanya ada lalat beterbangan yang bisa menularkan bakteri Salmonella typhi ke makanan. Artinya mereka tidak tahu bagaimana mengolah VOL. 01 NO. JUNI bahan baku makanan menjadi makanan siap saji yang dilakukan oleh penjamah makanan. Serta banyaknya tempat yang menjual makanan yang tidak memenuhi syarat kesehatan juga berkontribusi terhadap peningkatan jumlah bakteri Salmonella typhi yang tertelan (Afifah & Pawenang, 2. Demam merupakan suatu respon tubuh yang disebabkan karena adanya bakteri Salmonella typhi dan endotoksinnya merangsang sintesis dan pelepasan zat Terdapat dua jenis yaitu pirogen eksogen dan endogen. Rangsangan eksogen menginduksi leukosit untuk memproduksi pirogen endogen dan yang poten diantaranya adalah IL-1 dan TNF (Kasim, 2. Komponen aktif endotoksin berupa lapisan Endotoksin menyebabkan peningkatan suhu yang progresif tergantung dari jumlah bakteri Sallmonela typhi (Arifin et al. , 2. Dari suatu penelitian didapatkan bahwa jumlah organisme yang dapat menimbulkan gejala penyakit adalah sebanyak 105 -106 diperlukan untuk menimbulkan gejala klinis pada anak lebih kecil. Semakin besar jumlah bakteri Salmonella Typhi yang tertelan maka semakin tinggi resiko yang mengalami durasi demam panjang (Kasim, 2. Hasil penelitian ini juga sama dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Muh Zul Azhri Rustam . menunjukan bahwa usia merupakan faktor yang signifikan terhadap durasi demam pada anak. Penelitian ini juga di dukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Paramitasari . yang menunjukan bahwa pasien rawat jalan di daerah endemik telah menunjukkan penderita demam tifoid dengan durasi panjang tertinggi pada remaja dan dewasa dibandingkan anak di bawah umur lima tahun (Pramitasari, 2. E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj Hubungan Jenis Kelamin dengan Durasi Demam Pada Penderita Demam Tifoid Anak Durasi demam panjang pada penelitian ini (Tabel. lebih banyak ditemukan pada penderita demam tifoid anak berjenis kelamin laki Ae laki. Setelah dilakukan uji statistik dengan analisis chi-square diperoleh nilai p-value sebesar 0,003 yang mana nilai tersebut <0,05. Hal ini menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan durasi demam pada demam tifoid anak. Nilai Prevalence Ratio (PR) pada penelitian yaitu sebesar 1,35 yang menunjukan bahwa responden dengan jenis kelamin laki Ae laki mempunyai resiko lebih besar mengalami durasi demam panjang dibandingkan dengan jenis kelamin Hasil penelitian ini sejalan hasil penelitian yang dilakukan Alam et al . yang mengatakan lebih banyaknya pasien demam tifoid anak dengan durasi panjang berjenis kelamin laki Ae laki 54% dibandingkan dengan pasien demam tifoid anak perempuan 46%, hal ini disebabkan karena faktor pemicu demam dapat bersumber dari kegiatan harian pasien. Aktivitas laki-laki cenderung lebih banyak (Mogasale et al. , 2. Akibat banyaknya kegiatan tersebut memicu resiko peningkatan jumlah bakteri Salmonella typhi. Endotoksin merupakan kompleks toksin yang hanya terdapat pada dinding sel bakteri Salmonella typhi yang dapat mengakibatkan Ketika jumlah endotoksin memasuki sirkulasi sistemik yang melebihi ambang batas atau terinfeksi endotoksin dalam jumlah besar akan berdampak buruk, sehingga menunjukan pasien rata Ae rata mengaami durasi demam panjang. Batas toksin endotoksin yaitu 100 AAg (Arifin et al. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Manulu & Rantung . Berdasarkan VOL. 01 NO. JUNI pembahasan penelitian tersebut dilihat dari aktivitas bermain anak laki-laki diluar rumah lebih tinggi dibandingkan dengan anak perempuan, hal ini mengakibatkan infeksi dengan jumlah endotoksin meningkat akan mempengaruhi durasi demam (Manulu & Rantung, 2. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang diteliti oleh Handayani dan Ulfa . diketahui bahwa jenis kelamin dengan durasi demam tidak terdapat hubungan yang bermakna . =1,. Hubungan Jumlah Leukosit dengan Durasi Demam Pada Penderita Demam Tifoid Anak Jumlah penelitian ini (Tabel. lebih banyak mengalami durasi demam panjang daripada jumlah leukosit normal. Setelah dilakukan uji statistik dengan analisis chi-square diperoleh nilai p-value sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara jumlah leukosit dengan durasi demam pada demam tifoid anak. Nilai Prevalence Ratio (PR) pada penelitian yaitu sebesar 1,47 yang menunjukan bahwa mempunyai peluang lebih besar sebanyak 1,47 kali mengalami durasi demam panjang dibandingkan dengan leukosit dalam batas Menurut peneliti, hal ini sesuai dengan teori bahwa pasien demam tifoid dengan kadar leukosit di bawah normal atau di atas normal berpengaruh terhadap tingkat infeksi yang diderita cukup tinggi. Hal ini dapat terjadi karena perbedaan respon imun pasien dan jumlah endotoksin yang ada di dalam tubuh penderita dalam jumlah banyak atau sudah mencapai batas toksik sehingga efek dari endotoksin menyebabkan pasien demam tifoid anak mengalami durasi demam panjang (Nafiah et al. , 2. Respon tubuh dimediasi oleh sitokin yang dihasilkan oleh leukosit yang berperan dalam respon inflamasi. Respon tersebut yaitu demam yang disebabkan oleh aksi E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj Leukositosis adalah stimulasi pematangan dan pelepasan leukosit yang dimediasi sitokin dari sumsum tulang untuk meningkatkan jumlah leukosit dalam aliran darah (Selawati, 2. Secara umum jumlah leukosit yang dihasilkan melebihi batas normal karena leukosit memiliki fungsi melindungi tubuh dari infeksi. Dengan masuknya infeksi bakteri Salmonella typhi ke dalam tubuh maka jumlah leukosit akan Kemudian adanya peningkatan jumlah bakteri Salmonella typhi dalam sumsum tulang mempengaruhi proses pembentukan sel darah terutama sel darah putih, sehingga menghasilkan jumlah sel (Ramadhayanti, 2. Kondisi ini disebut sebagai leukopenia. Hal ini sejalan dengan teori bahwa dosis endotoksin dalam tubuh dapat menyebabkan supresi sumsum tulang dan aktivasi hemofagositosis oleh makrofag pada sumsum tulang tempat pembentukan leukosit dan dosis endotoksin juga memengaruhi jumlah pirogen endogen yang dilepaskan sebagai penyebab demam. Pada jumlah leukosit rendah menandakan bahwa dosis endotoksin bakteri Salmonella typhi dalam tubuh banyak sehingga menyebakan demam dengan durasi lama (Maelanti, 2. Penelitian ini sejalan dengan Rosinta et , . menyatakan bahwa jumlah leukosit normal dan abnormal memiliki hubungan dengan dengan durasi demam . = 0,. pada pasien demam tifoid anak di Rumah Sakit Al-Ihsan Bandung. Hasil penelitian menunjukan semakin abnormal jumlah leukosit maka semakin berat juga infeksinya akibat dari inokulum yang tertelan yang akan berpengaruh terhadap durasi demam (Rosinta et al. , 2. Hasil ini juga di laporkan di dalam penelitian Arinda . yang menunjukan bahwa kebanyakan pasien berdurasi demam 7-13 hari . %) dengan rerata kadar leukosit abnormal . %) VOL. 01 NO. JUNI diikuti kadar leukosit normal . %). Hasil dari uji analitik Chi square dan Fisher exact menunjukkan nilai p=0,01 . <0,. terdapat hubungan yang bermakna antara kadar leuksoit dengan durasi demam pada penderita demam tifoid anak yang di rawat inap di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Husada Bandar Lampung tahun 2017. PENUTUP SIMPULAN Distribusi responden sebagian besar berusia 5 - O 18 tahun sebanyak 56 . 0%) orang. Distribusi responden sebagian besar berjenis kelamin laki-laki sebanyak 46 . ,7%) orang. Responden yang mengalami jumlah leukosit abnormal 50 . 4%) orang. Responden yang mengalami durasi demam panjang sebanyak 61 . Terdapat hubungan usia dengan durasi demam pada penderita demam tifoid anak yang dirawat di RSUD Kota Mataram Tahun 2019 Ae Tahun 2021 dengan p-value 0,04 . -value < 0,. Terdapat hubungan jenis kelamin dengan durasi demam pada penderita demam tifoid anak yang dirawat di RSUD Kota Mataram Tahun 2019 Ae Tahun 2021 dengan p-value 0,03 . -value < 0,. Terdapat hubungan jumlah leukosit dengan durasi demam pada penderita demam tifoid anak yang dirawat di RSUD Kota Mataram Tahun 2019 Ae Tahun 2021 dengan p-value 0,00 . value < 0,. SARAN Untuk peneliti selanjutnya, disarankan untuk meneliti faktor-faktor lain yang memberikan pengaruh terhadap durasi demam pada penderita demam tifoid anak seperti status gizi, pengetahuan keluarga, dan Kecepatan Metabolisme Basal (Basal Metabolisme Rat. E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4. CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj Untuk institusi pendidikan, penelitian ini dapat menambah refrensi khususnya terkait masalah faktor resiko yang berhubungan dengan durasi demam penderita demam tifoid pada anak Untuk fasilitas Kesehatan, diharapkan dapat meningkatkan upaya promotif dan preventif dengan konseling, informasi, dan edukasi (KIE) mengenai faktor resiko yang berhubungan dengan durasi demam pada anak DAFTAR PUSTAKA