Ekasakti Matua Jurnal Manajemen e-ISSN: 2985-6590 | p-ISSN: 2985-6604 Vol. No. Juli 2026 Website: https://ejurnal-unespadang. id/EMJM Pengaruh Komitmen Kerja. Loyalitas Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan Koko Nurhadi Yanto1. Novi Yanti2. Meri Dwi Anggraini3 Fakultas Ekonomi. Universitas Ekasakti. Padang. Indonesia Fakultas Ekonomi. Universitas Ekasakti. Padang. Indonesia Fakultas Ekonomi. Universitas Ekasakti. Padang. Indonesia Corresponding Author: nurhadiyantok@gmail. Abstract: This research aims to find out which is dominant in work commitment, work loyalty, work discipline and employee performance at the Pesisir Selatan Ministry of Religion Office and the influence of work commitment, work loyalty and work discipline on employee performance at the Pesisir Selatan Ministry of Religion Office partially and simultaneously. This research uses a quantitative approach. The research sample was 53 respondents. Data collection uses a valid and reliable questionnaire. Data analysis was carried out using multiple linear regression analysis, testing the t and F hypotheses. The results of the The dominant indicator in the work commitment variable is Discipline in work with a TCR value of 83. 00%, work loyalty is Sense of belonging with a TCR value of 87. 80% , work discipline is Justice and contributes to the realization of employee discipline with a TCR value of 84. 80% and employee performance is Work Quantity with a TCR value of 60%, work commitment has a positive and significant effect on employee performance, work loyalty has a positive and significant effect on employee performance, work discipline has a positive and significant effect on employee performance and work commitment, work loyalty and work discipline has a positive and significant effect on employee performance at the Pesisir Selatan Ministry of Religion Office Keywords: Work Commitment. Work Loyalty. Work Discipline and Employee Performance Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mana yang dominan dalam komitmen kerja, loyalitas kerja, disiplin kerja dan kinerja karyawan di Kantor Kementerian Agama Pesisir Selatan dan pengaruh komitmen kerja, loyalitas kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai di Kantor Kementerian Agama Pesisir Selatan secara parsial dan serentak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian adalah 53 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang valid dan dapat diandalkan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda, menguji hipotesis t dan F. Hasil penelitian. Indikator dominan dalam variabel komitmen kerja adalah Disiplin dalam bekerja dengan nilai TCR 83,00%, loyalitas kerja adalah Rasa memiliki dengan nilai TCR 87,80%, disiplin kerja adalah Keadilan dan berkontribusi pada terwujudnya disiplin karyawan dengan nilai TCR 84,80% dan kinerja karyawan adalah Kuantitas Kerja dengan nilai TCR 87,60%. Komitmen Kerja Memiliki Pengaruh Positif dan Signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Loyalitas Kerja Memiliki Pengaruh Positif dan Signifikan Terhadap Kinerja Karyawan dan Komitmen Kerja. Loyalitas Kerja dan Disiplin Kerja Memiliki Pengaruh Positif dan Signifikan Terhadap Kinerja Pegawai di Kantor Kemenag Pesisir Selatan DOI: https://doi. org/10. 31933/emjm. Licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License 297 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM Kata Kunci: Komitmen Kerja. Loyalitas Kerja. Disiplin Kerja dan Kinerja Karyawan PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Kementerian Agama Republik Indonesia mempunyai tugas melaksanakan sebagaian tugas pemerintah di bidang agama. Dalam melaksanakan tugasnya tersebut. Kementerian Agama Pesisir Selatan lebih banyak menitikberatkan pada pelayanan terhadap masyarakat di bidang agama. Seiring dengan perkembangan tuntunan pelayanan pada masyarakat yang semakin komplek, perlu terus ditingkatkan kualitas kinerja pelayanan masyarakat. Baik buruknya pelayanan yang diberikan oleh Kementerian Agama Agama Pesisir Selatan akan menentukan citra kementerian agama di masyarakat, karena dengan semakin baiknya pelayanan, maka kepuasaan dan kepercayaan akan dapat diwujudkan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan Pramana Yuda M. Kom bagian operator kepegawaian pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan permasalahan mengenai kinerja pegawai dapat dilihat dari banyaknya pekerjaan yang tertunda atau tidak selesai sesuai jadwal yang telah ditentukan karena terdapat beberapa pegawai yang kurang disiplin dalam jam kerja, jam istirahat dan jam pulang pegawai. Dapat dilihat pada tabel 1. hasil capaian kinerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan berdasarkan SKP. Tabel 1. Rata-Rata Penilaian Capaian Kerja Pegawai Tahun 2022 Unsur-unsur Target penilaian Hasil penilaian Orientasi pelayanan 95,00% 80,00% Kepemimpinan 92,00% 85,00% Disiplin 90,00% 80,00% Komitmen organisasi 90,00% 80,00% Kerjasama 95,00% 80,00% Inisiatif 95,00% 80,00% Sumber: Data Sub Bagian Kepegawaian,2023 Keterangan Pada Tabel 1 unsur-unsur penilaian tingkat capaian SKP terdiri atas unsur tentang perilaku kerja yang di dalammya terdapat enam unsur yakni orientasi pelayanan, integritas, komitmen, disiplin, kerjasama dan kepemimpinan. Penilaian kinerja pegawai dengan menggunakan SKP mulai diberlakukan disetiap instansi pada Peraturan Pemerintah No. tahun 2011 dan adalah hasil penilaian rata-rata sasaran kinerja pegawai (SKP) pada jabatan fungsional pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan pada periode januari sampai desember 2022. Dimana pada aspek orientasi pelayanan yang berhubungan dengan kuantitas masih banyaknya pekerjaan yang belum terselesaikan, realisasi kuantitas di tahun 2022 hanya 80,00% dan kepemimpinan 85,00%. Dari aspek kerjasama dan kedisplinan dengan aspek kualitas masih banyak yang menyelesaikan pekerjaan belum sesuai dengan target yang di harapkan baik dalam segi kehadiran yang pegawai dalam waktu bekerja. Dilihat dari rata-rata penilaian kualitas hanya mencapai 80,00% dari target 100% terrealisasi. Semantara integritas dan komitmen dilihat dari aspek waktu penyelesaian pekerjaan masih belum optimal dilihat masih banyaknya pekerjaan yang belum terselesaikan dari waktu yang ditetapkan selama 12 bulan dengan capaian 80,00% dari target yang inginkan. Nilai rata-rata capaian sasaran kerja pegawai (SKP) memiliki bobot sebesar 80,00% dimana kategori baik, walaupun masuk dalam kategori baik namun belum mencapai target yang menjadi tujuan pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan. Berdasarkan permasalahan kinerja pegawai komitmen kerja menjadi faktor yang harus Komitmen kerja merupakan suatu fenomena yang menarik karena pentingnya 298 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM suatu komitmen seseorang terhadap perusahaan atau organisasi tempat individu bekerja atau organisasinya maka dari itu banyak peneliti yang ingin meneliti tentang komitmen kerja Berdasarkan hasil wawancara tentang komitmen kerja dan loyalitas kerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan dilihat kuesioner sebagai berikut. Tabel 2. Jawaban Pertanyaan Tentang komitmen kerja dan loyalitas kerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan Jawaban Presentese (%) Pertanyaan Belum/ Sudah/ya Belum/ Sudah/ya Komimen dalam melaksanakan pekerjaan yang diberikan oleh Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan Komitmen yang diberikan sangat baik kepada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan Mengembangkan keterampilan saya secara khusus yang berhubungan dengan pekerjaan Mampu dan cakap untuk berkomunikasi dengan rekan Loyalitas kerja yang saya miliki sebelumnya, membantu saya memahami prosedur kerja yang berlaku di Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan Loyalitas kerja yang saya miliki sebelumnya, dapat digunakan secara optimal pada tugas pekerjaan pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan Loyalitas kerja yang saya miliki membantu, membantu saya menyelesaikan tugas-tugas secara efektif dan epesien Pekerjaan yang saya lakukan saat ini, sangat membutuhkan komitmen dalam kerja Sumber: 10 Pegawai Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan, 2024 Berdasarkan tabel 2 tentang komitmen dan loyalitas kerja yang dimiliki oleh pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan, dimana pegawai yang menjawab sudah pada variabel komitmen kerja dengan pertanyaan pertama komimen dalam melaksanakan pekerjaan yang diberikan oleh Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan dengan jawaban sudah 3 karyawan dan 7 belum karyawan Saya mempunyai kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan yang diberikan oleh pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan, pada pertanyaan kedua saya memiliki komitmen kerja dalam menulis laporan dengan baik dengan jawaban seimbang 5 sudah dan 5 belum, selanjutnya pertanyaan ketiga saya dapat mengembangkan keterampilan saya secara khusus yang berhubungan dengan pekerjaan dengan jawaban 3 sudah dan 7 belum dan untuk pertanyaan keempat pada variabel komitmen kerja adalah Saya mampu dan cakap untuk berkomunikasi dengan rekan kerja mendapat jawaban 8 sudah dan 2 belum. Dari jawaban karyawan di atas tentang variabel loyalitas kerja dapat dikatakan bahwa karyawan belum memiliki loyalitas yang maksimal dalam menjalankan pekerjaan yang ditugaskan oleh pegawai. Dalam tabel 1. 2 dapat kita lihat tingkat kedisplinan pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan dalam satu bulan berikut ini: Fenomena yang ada masih terdapat pegawai dalam bekerja mengalami penurunan disiplin kerja atau rendahnya disiplin kerja dapat ditunjukkan dengan keterlambatan pegawai yang merupakan penurunan terhadap kehadiran dalam bekerja menjadi cerminan dari rendahnya disiplin kerja seorang pegawai dengan pekerjaannya. Tingkat keterlambatan 2022 dapat dilihat pada tabel berikut : 299 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM Tabel 3. Tingkat Kehadiran dari Bulan Januari-Desember 2022 pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan Jumlah Tidak Bulan Terlambat Cuti Januari 30,19 7,55 Febuari 22,64 11,32 Maret 28,30 9,43 April 30,19 16,98 Mei 24,53 13,21 1,88 Juni 39,62 9,43 Juli 13,21 16,98 Agustus 13,21 18,87 September 16,98 22,64 Oktober 20,75 16,98 November 7,55 7,55 Desember 26,41 15,09 Sumber : Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan,2023 Berdasarkan dari tabel 3 diatas dapat dilihat bahwa jadwal masuk kerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan adalah pukul 08. 00 WIB sampai dengan pukul 00 WIB. Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa biasanya apel pagi dimulai pada jam 00 WIB sampai selesai, akan tetapi setiap harinya masih ada saja diantara pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan ini yang datang terlambat dan bahkan tidak mengikuti apel pagi. Berdasarkan Tabel 1. 3 data kehadiran pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan belum optimal. Disiplin kerja akan sangat berpengaruh terhadap kinerja pegawai dan apabila pegawai disiplin kerja maka akan mempunyai rasa loyalitas yang tinggi untuk Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan. Berdasarkan observasi awal yang peneliti lakukan, kinerja pegawai di lihat dari Ketidaksesuaian kinerja pegawai dengan standar instansi diduga karena kurangnya rasa loyalitas pegawai terhadap instansi tersebut. Data kehadiran memiliki kinerja yang di bawah standar ketetapan instansi, masih banyak yang datang tidak tepat waktu saat masuk kantor, penyelesaikan tugas tidak tepat waktu, dan masih adanya sebagian pegawai yang meninggalkan tugas pada jam kerja tanpa keterangan yang sah. Berdasarkan latar belakang masalah, maka dapat dirumuskan permasalahannya yang akan dikemukan adalah: Indikator manakah yang dominan dalam variabel komitmen kerja, loyalitas kerja, disiplin kerja dan kinerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan? Apakah komitmen kerja berpengaruh secara parsial terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan? Apakah loyalitas kerja berpengaruh secara parsial terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan? Apakah disiplin kerja berpengaruh secara parsial terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan? Apakah komitmen kerja, loyalitas kerja dan disiplin kerja berpengaruh secara simultan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan? Kinerja Pegawai Menurut Wibowo . kinerja adalah implementasi dari rencana yang telah disusun Implementasi kinerja dilakukan oleh sumber daya manusia yang memiliki kemampuan, kompetensi, motivasi, dan kepentingan. Bagaimana organisasi menghargai dan memperlakukan sumber daya manusianya akan memengaruhi sikap dan perilakunya dalam menjalankan kinerja. 300 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM Jadi dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan hasil yang diharapkan dalam rangka mencapai tujuan organisasi dalam periode waktu tertentu. Kinerja merupakan catatan outcome yang dihasilkan dari fungsi karyawan tertentu atau kegiatan yang dilakukan selama periode waktu tertentu. Indikator kinerja karyawan Menurut Robbins &Judge . Kualitas kerja diukur dari persepsi karyawan terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan serta kesempurnaan tugas terhadap keterampilan dan kemampuan pegawai. Kuantitas merupakan jumlah yang dihasilkan dinyatakan dalam istilah seperti jumlah unit, jumlah siklus aktivitas yang diselesaikan. Ketepatan waktu, merupakan tingkat aktivitas diselesaikan pada awal waktu dinyatakan, dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain. Efektivitas merupakan tingkat penggunaan sumber daya organisasi . enaga, uang, teknologi, bahan bak. dimaksimalkan dengan maksud menaikkan hasil dari setiap unit dalam pengunaan sumber daya. Kemandirian merupakan tingkat seorang karyawan yang nantinya akan dapat menjalankan fungsi kerjanya tanpa meminta bantuan, bimbingan dari orang lain atau Komitmen Kerja Robbins, & Coutler . menyatakan bahwa Auas a state in which an employee identifies with a particular organization and, itAos goal and whises to maintain membership in the organizationAy. Seseorang yang memiliki komitmen kerja karyawan ketika akan memihak pada suatu organisasi dan tujuan-tujuannya serta memelihara keanggotaan dalam organisasi Menurut Sapeni . menyatakan bahwa pegawai yang memiliki komitmen tinggi memiliki perilaku antara lain: punya kepedulian terhadap pekerjaannya, selalu menyediakan waktu dan tenaga yang cukup untuk membantu rekan kerja, peduli dengan rekan sejawat, peduli dengan atasan dan peduli pada tugas pokok. Menurut Robbins & Coutler . indikator komitmen kerja adalah : Sikap terhadap tugas adalah bagaiaman sikap pegawai terhadap tugas yang diberikan Loyalitas adalah bagaimana loyal pada pekerjaannya Tanggung jawab adalah tanggung jawab atas tugas yang diberikan kepada karyawan. Disiplin dalam bekerja adalah bagaimana pegawai dalam memilah waktu bekerja. Loyalitas Kerja Menurut Siswanto . , pengertian loyalitas pegawai adalah biasanya identik dengan komitmen kepada organisasi kadang-kadang dipandang sebagai sikap. Namun, tidak begitu banyak sikap . tau komponen pemikira. yang penting dalam organisasi, melainkan itu adalah komponen tindakan bottom-line. Menurut Khare . , loyalitas pegawai adalah manifestasi dari komitmen organissi, dengan identifikasi kekuatan relatif dari tiap individu dan keterlibatan dalam organisasi tertentu. Menurut Pandey dan Khare . , loyalitas pegawai adalah perilaku pegawai yang mencerminkan kesetiaan kepada organisasi untuk mempromosikan kepentingan dan gambar keluar. Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa loyalitas pegawai adalah kesetiaan karyawan terhadap organisasinya, berhubungan dengan komitmen dari karyawan terhadap organisasinya. Indikator loyalitas dikemukakan oleh Siswanto . , antara lain: 301 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM Taat pada peraturan. Setiap kebijakan yang diterapkan dalam perusahaan untuk memperlancar dan mengatur jalannya pelaksanaan tugas oleh manajemen perusahaan ditaati dan dilaksanakan dengan baik. Tanggung jawab pada perusahaan. Karakteristik pekerjaan dan pelaksanaan tugasnya mempunyai konsekuensi yang dibebankan pegawai. Kemauan untuk bekerja sama. Bekerjasama dengan orang-orang dalam suatu kelompok akan memungkinkan perusahaan dapat mencapai tujuan yang tidak mungkin dicapai oleh orang-orang secara invidual. Rasa memiliki adanya rasa ikut memiliki karyawan terhadap perusahaan akan membuat karyawan memiliki sikap untuk ikut menjaga dan bertanggung jawab terhadap perusahaan sehingga pada akhirnya akan menimbulkan loyalitas demi tercapainya tujuan perusahaan. Hubungan antar pribadi pegawai yang mempunyai loyalitas tinggi mereka akan mempunyai sikap fleksibel ke arah tata hubungan antara pribadi. Disiplin Kerja Hasibuan . , kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Menurut Sutrisno . mengartikan Audisiplin sebagai suatu kekuatan yang berkembang di dalam tubuh pegawai dan menyebabkan pegawai dapat menyesuaikan diri dengan sukarela pada keputusan, peraturan, dan nilai-nilai yang tinggi dari pekerjaan dan perilakuAy. Sedangkan menurut Indah Hartatik . menyebutkan disiplin keja adalah suatu alat yang digunakan manajer untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan instansi serta norma-norma sosial yang Menurut Hasibuan . indikator kedisiplinan sebagai berikut: Tujuan dan kemampuan ikut mempengaruhi tingkat kedisiplinan pegawai. Tujuan yang akan dicapai harus jelas dan ditetapkan secara ideal serta cukup menantang bagi kemampuan pegawai. Teladan pimpinan sangat berperan dalam menentukan kedisiplinan pegawai karena pimpinan dijadikan teladan dan panutan oleh para bawahannya. Pimpinan harus memberi contoh yang baik, berdisiplin baik, jujur, adil, serta sesuai kata dengan perbuatan. Keadilan ikut mendorong terwujudnya kedisiplinan pegawai, karena ego dan sifat manusia yang selalu merasa dirinya penting dan minta diperlakukan sama dengan manusia lainnya. Keadilan yang dijakin dasar kebijaksanaan dalam pemberian balas jasa atau hukuman akan merangsang terciptanya kedisiplinan pegawai yang baik. Pengawasan melekat ialah tindakan nyata dan paling efektif dalam mewujudkan kedisiplinan pegawai instansi. Sebab dengan waskat berarti atasan harus aktif dan langsung mengawasi perilaku, moral, sikap, gairah kerja, dan prestasi kerja bawahannya. Kerangka Konseptual Sesuai dengan permasalahan di atas, maka dibuatlah suatu susunan berupa kerangka konseptual sebagai berikut : 302 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM Gambar 1. Kerangka Konseptual Hipotesis Menurut Sugiyono . menyatakan bahwa hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan. Berdasarkan uraian dalam tinjuan pustaka dan hasil penelitian dari penelitian terdahulu di atas, maka dapat dikembangkan hipotesis penelitian sebagai berikut: H1: Diduga komitmen kerja berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan H2: Diduga loyalitas kerja berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan H3: Diduga disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan H4: Diduga komitmen kerja, loyalitas kerja dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan Metode Penelitian Jenis penelitian adalah kuantitatif. Metode pengumpulan data adalah Riset Lapangan . ield researc. dan Riset Kepustakaan . ibrary researc. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, dokumentasi dan kuesioner. sumber data digunakan dalam penelitian ini data Adalah data yang diperoleh secara langsung dari karyawan yang menjadi responden melalui daftar pertanyaan . baik dari variabel dependen dan variabel independen. Dan data ini merupakan jawaban yang akan dianalisis untuk kepentingan pengujian statistik. Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai sebanyak Sampel 53 orang. Metode analisis data adalah analisis regresi linear berganda. Uji koefisien determinasi serta uji hipotesis uji t dan uji-F. Sebelum melakukan hasil penelitian ini maka dilakukanlah uji instrument yaitu uji validitas dan uji reliabilitas. HASIL PENELITIAN Analisa Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda merupakan analisis yang digunakan untuk mengukur pengaruh antara variabel dependen dengan beberapa variabel independen. Hasil pengujian regresi linear berganda dapat dilihat dalam tabel 4 sebagai berikut 303 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM Tabel 4. Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Sig. 28,924 18,079 1,600 ,116 ,275 ,184 ,213 3,491 ,002 Model 1 (Constan. loyalitas kerja ,114 disiplin kerja ,367 Dependent Variable: kinerja pegawai ,111 ,168 Collinearity Statistics Tolerance VIF ,141 3,027 ,010 ,140 4,994 ,000 ,883 1,132 ,963 ,916 1,039 1,092 Berdasarkan tabel 4. 11 dapat dibuat persamaan regresi linear berganda sebagai berikut : KP = 28,924 0,275KK 0,114LK 0,367DK e Dari persamaan diatas maka dapat di interprestasikan beberapa hal, sebagai berikut: Konstanta sebesar 28,924 artinya jika tidak ada komitmen kerja, loyalitas kerja dan disiplin kerja (Xi= . maka nilai kinerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan sebesar konstanta yaitu 28,924 satuan. Koefisien komitmen kerja 0,275, koefisien bernilai positif artinya komitmen kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan dimana jika komitmen kerja naik satu satuan maka kinerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan naik sebesar 0,275 satuan bila variabel independen lainnya konstan. Koefisien loyalitas kerja 0,114, koefisien bernilai positif artinya loyalitas kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan dimana jika loyalitas kerja naik satu satuan maka kinerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan turun sebesar 0,114 satuan bila variabel independen lainnya konstan. Koefisien disiplin kerja 0,367, koefisien bernilai positif artinya disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan dimana jika disiplin kerja naik satu satuan maka kinerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan naik sebesar 0,367 satuan bila variabel independen lainnya konstan. Hasil Koefisien Determinasi Hasil pengujian koefisien determinasi (R. dapat dilihat dalam tabel 5 sebagai berikut. Tabel 5. Koefisien Determinasi Model Summaryb Change Statistics Adjusted R Std. Error of the R Square Model R Square Square Estimate Change Change df1 df2 ,639a ,515 ,561 4,97143 ,115 2,127 3 49 Predictors: (Constan. , disiplin kerja, loyalitas kerja, komitmen kerja Dependent Variable: kinerja pegawai Sig. Change ,109 Berdasarkan tabel 5 nilai koefisien determinasi ditunjukkan oleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,561. Hal ini berarti kontribusi komitmen kerja, loyalitas kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan sebesar 56,10% sedangkan sisanya 43,90% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini seperti pengalaman kerja, kompetensi dan lainnya. 304 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM Pengujian Hipotesis Uji t Dimana besarnya yang diguankan dalam uji ini adalah 5% ( = 0,. , dimana df=n-k1= 53-2-1= 49, maka angka kritik adalah 2,014 untuk nilai t-tabel, sehingga dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 6. Hasil Uji t Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Sig. 28,924 18,079 1,600 ,116 ,275 ,184 ,213 3,491 ,002 Model 1 (Constan. loyalitas kerja ,114 disiplin kerja ,367 Dependent Variable: kinerja pegawai ,111 ,168 Collinearity Statistics Tolerance VIF ,141 3,027 ,010 ,140 4,994 ,000 ,883 1,132 ,963 ,916 1,039 1,092 Berdasar tabel 6 dapat dijelaskan sebagai berikut: Variabel komitmen kerja memiliki t hitung . > t tabel . dan nilai sig perhitungan yang diperoleh adalah sebesar 0,002<0,05. Hal ini berarti bahwa H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa komitmen kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan. Variabel loyalitas kerja memiliki t hitung . > t tabel . dan nilai sig perhitungan yang diperoleh adalah sebesar 0,010<0,05. Hal ini berarti bahwa H2 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa loyalitas kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan. Variabel disiplin kerja memiliki t hitung . > t tabel . dan nilai sig perhitungan yang diperoleh adalah sebesar 0,000<0,05. Hal ini berarti bahwa H3 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan. Uji F Dimana besarnya yang digunakan dalam uji ini adalah 5% ( = 0,. Dimana df=nk-1= 53-2-1= 49, maka angka kritik untuk tabel-F adalah 2,71, dapat dilihat perbandingan pada tabel 7 berikut: Tabel 7. Uji-F ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression 157,713 52,571 Residual 1211,042 24,715 Total 1368,755 Dependent Variable: kinerja pegawai Predictors: (Constan. , disiplin kerja, loyalitas kerja, komitmen kerja 10,127 Sig. ,000b Dari tabel tersebut diketahui nilai F hitung 10,127 yang lebih besar dari nilai F tabel sebesar 2,71 . ampiran tabel F) dan nilai signifikan sebesar 0,000b lebih kecil dari 0,00. Hal ini berarti bahwa H4 diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa komitmen kerja, loyalitas kerja dan disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan. 305 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM PEMBAHASAN Pengaruh komitmen kerja Terhadap kinerja pegawai Berdasarkan analisis regresi linear berganda dan pengujian hipotesis uji-t komitmen kerja memiliki berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan. Menurut Afandi . kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya pencapaian tujuan organisasi secara illegal, tidak melanggar hukum dan tidak bertentangan dengan moral dan etika. Menurut Mangkunegara . pengertian kinerja . restasi kerj. adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya. Hasil penelitian Harahap. Agussalim. , & Anggraeni. Hasil penelitian kompensasi signifikan secara parsial memengaruhi kinerja karyawan. Disiplin Kerja juga signifikan secara parsial memengaruhi kinerja karyawan. Secara bersama, kompensasi serta disiplin kerja signifikan memengaruhi kinerja karyawan di PT. Nusa Alam Lestari Padang dan penelitian Vernandes. Haryati. , & Yuliastanty. Hasil hipotesis menunjukkan bahwa Lingkungan kerja dan Disiplin kerja secara parsial Lingkungan kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan antaran pada PT. Pos Indonesia (Perser. di Kota Padang. Pengaruh loyalitas kerja Terhadap kinerja pegawai Berdasarkan analisis regresi linear berganda dan pengujian hipotesis uji-t loyalitas kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan. Menurut Afandi . kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya pencapaian tujuan organisasi secara illegal, tidak melanggar hukum dan tidak bertentangan dengan moral dan etika. Menurut Mangkunegara . pengertian kinerja . restasi kerj. adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya. Hasil penelitian Harahap. Agussalim. , & Anggraeni. Hasil penelitian kompensasi signifikan secara parsial memengaruhi kinerja karyawan. Disiplin Kerja juga signifikan secara parsial memengaruhi kinerja karyawan. Secara bersama, kompensasi serta disiplin kerja signifikan memengaruhi kinerja karyawan di PT. Nusa Alam Lestari Padang dan penelitian Vernandes. Haryati. , & Yuliastanty. Hasil hipotesis menunjukkan bahwa Lingkungan kerja dan Disiplin kerja secara parsial Lingkungan kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan antaran pada PT. Pos Indonesia (Perser. di Kota Padang. Pengaruh disiplin kerja Terhadap kinerja pegawai Berdasarkan analisis regresi linear berganda dan pengujian hipotesis uji-t disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan. Menurut Afandi . kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya pencapaian tujuan organisasi secara illegal, tidak melanggar 306 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM hukum dan tidak bertentangan dengan moral dan etika. Menurut Mangkunegara . pengertian kinerja . restasi kerj. adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya. Hasil penelitian Harahap. Agussalim. , & Anggraeni. Hasil penelitian kompensasi signifikan secara parsial memengaruhi kinerja karyawan. Disiplin Kerja juga signifikan secara parsial memengaruhi kinerja karyawan. Secara bersama, kompensasi serta disiplin kerja signifikan memengaruhi kinerja karyawan di PT. Nusa Alam Lestari Padang dan penelitian Vernandes. Haryati. , & Yuliastanty. Hasil hipotesis menunjukkan bahwa Lingkungan kerja dan Disiplin kerja secara parsial Lingkungan kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan antaran pada PT. Pos Indonesia (Perser. di Kota Padang. Pengaruh komitmen kerja, loyalitas kerja dan disiplin kerja Terhadap kinerja Berdasarkan analisis regresi koefisien determinan dan pengujian hipotesis uji-F Komitmen kerja, loyalitas kerja dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan. Menurut Afandi . kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya pencapaian tujuan organisasi secara illegal, tidak melanggar hukum dan tidak bertentangan dengan moral dan etika. Menurut Mangkunegara . pengertian kinerja . restasi kerj. adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya. Hasil penelitian Harahap. Agussalim. , & Anggraeni. Hasil penelitian kompensasi signifikan secara parsial memengaruhi kinerja karyawan. Disiplin Kerja juga signifikan secara parsial memengaruhi kinerja karyawan. Secara bersama, kompensasi serta disiplin kerja signifikan memengaruhi kinerja karyawan di PT. Nusa Alam Lestari Padang dan penelitian Vernandes. Haryati. , & Yuliastanty. Hasil hipotesis menunjukkan bahwa Lingkungan kerja dan Disiplin kerja secara parsial Lingkungan kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan antaran pada PT. Pos Indonesia (Perser. di Kota Padang. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Indikator dominan dalam variabel komitmen kerja adalah Disiplin dalam bekerja dengan nilai TCR sebesar 83,00%, loyalitas kerja adalah Rasa memiliki dengan nilai TCR sebesar 87,80%, disiplin kerja adalah Keadilan ikut mendorong terwujudnya kedisiplinan pegawai dengan nilai TCR sebesar 84,80% dan kinerja pegawai adalah Kuantitas kerja dengan nilai TCR sebesar 87,60% pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan Variabel komitmen kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan. Variabel loyalitas kerja positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan. Variabel disiplin kerja positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan. 307 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM Komitmen kerja, loyalitas kerja dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat dikemukakan beberapa saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan atau pihak lain yang berkepentingan. Adapun saran yang diberikan, antara lain: Bagi Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan juga harus memerhatikan budaya dan norma yang berlaku di Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan apakah bertentangan atau berbenturan dengan prinsip yang dimiliki oleh para karyawan dalam penelitian ini, karena dengan adanya benturan tersebut akan membuat ketidakpuasan yang dirasakan yang ada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan yang tidak lain dan tidak bukan efeknya akan berdampak pada komitmen organisasi pegawai pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan yang tidak maksimal karena mereka bekerja tidak pada visi dan misi yang sama dengan Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan, itulah kenapa budaya dan norma yang ada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan juga hal yang perlu diperhatikan Untuk mempertahankan disiplin kerja melalui penghargaan yang sudah tinggi hendaknya Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan memberikan sistem penghargaan yang lebih memuaskan agar disiplin kerja dapat terjaga dengan baik. Loyalitas kerja pada Kantor Kementrian Agama Pesisir Selatan perlu meningkatkan pengetahuan pegawai terhadap pengoptimalan informasi tentang tangung jawab kerja yang dapat dilakukan dengan sosalisasi berupa poster terkait loyalitas kerja dan cara Selain itu, dengan meningkatkan pelaksanaan pelatihan yang menyeluruh kepada pegawai, memperbanyak tanda bahaya agar mereka dapat mengenali dengan baik seluruh risiko bahaya yang ada dilingkungan kerja. DAFTAR PUSTAKA