JPFT - volume 11, nomor 1, pp. April 2023 Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Open Access http://jurnal. id/index. php/jpft ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK PADA MATERI FISIKA DALAM PEMBELAJARAN DARING Analysis of Students' Science Process Skills on Physics Materials in Online Learning Salwa Rufaida. Riskawati R. Sindi Program Studi Pendidikan Fisika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Makassar. Makassar. Indonesia salwa@unismuh. Kata Kunci keterampilan proses Materi Fisika Pembelajaran Daring Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan proses sains yang dimiliki oleh peserta didik selama pembelajaran daring pada materi fisika. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini akan dibagikan instrument keterampilan proses sains fisika terhadap 30 peserta didik kelas XI yang masuk 10 besar pada tiga Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Gowa yang masih menerapkan system pembelajaran Daring sampai saat ini yaitu SMA Aksara Bajeng. SMA Handayani Sungguminasa, dan SMAN 19 Gowa. Instrumen keterampilan proses sains dibagikan secara online. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara garis besar keterampilan proses sains yang dimiliki oleh peserta didik dominan berada pada kategori rendah dengan frekuensi terbanyak yaitu 13 orang, 12 orang berada pada kategori sedang, 4 orang pada kategori sangat rendah dan 1 orang berada pada kategori tinggi. Sedangkan untuk setiap indikator keterampilan proses sains, dari 7 indikator terdapat 4 indikator yang masuk kategori rendah dan 3 indikator berada pada kategori sedang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keterampilan proses sains peserta didik pada materi fisika dalam pembelajaran daring dominan masih tergolong rendah. Keywords science process skills physics material online learning (Min. 3 wor. Abstract This study aims to analyze the science process skills possessed by students during online learning on physics material. The type of research used is descriptive research with a quantitative In this study, instruments of physics science process skills will be distributed to 30 students of class XI who are in the top 10 at three high schools in Gowa Regency that are still implementing the online learning system to date, namely SMA Aksara Bajeng. SMA Handayani Sungguminasa, and SMAN 19 Gowa. Science process skills instruments are shared online. The data obtained were analyzed using descriptive analysis. The results showed that in general the science process skills possessed by the dominant students were in the low category with the highest frequency of 13 people, 12 people in the medium category, 4 people in the very low category and 1 person in the high category. Meanwhile, for each indicator of science process skills, of the 7 indicators, there are 4 indicators that are in the low category and 3 indicators are in the medium category. So it can be concluded that the students' science process skills on physics material in dominant online learning are still relatively low. A2023 The Author p-ISSN 2338-3240 e-ISSN 2580-5924 Received 12/11/2022. Revised 15/12/2022. Accepted 17/01/2023. Available Online 30/04/2023 *Corresponding Author: fisika@yahoo. PENDAHULUAN Indonesia karena adanya wabah covid-19 sangat dirasakan dampak perubahan pada peserta didik dan pendidik itu sendiri. Banyak kendala yang ditemui ketika pembelajaran secara daring seperti keterbatasan kuota, jaringan yang tidak efektif, tidak dapat mengontrol perkembangan anak dengan baik, gaya belajar lebih dominan ke visual dan tulisan serta kesulitan dari karakteristik mata pelajaran . , . Sehingga peserta didik memerlukan ketelitian dan kejelian dalam menerima dan mengolah materi secara Kendala lain dalam pembelajaran daring yaitu masih banyaknya pendidik yang kurang dalam mengoptimalkan teknologi serta keluhan Awal tahun 2019 tepatnya di bulan maret, pembelajaran daring mulai marak dilakukan di Indonesia karena adanya wabah covid-19 yang harus menekankan kita belajar dan bekerja di Pembelajaran Daring merupakan proses pembelajaran yang dilakukan dengan bantuan . Banyak media-media pembelajaran daring yang digunakan untuk menunjang system pembelajaran tersebut, mulai dari media dengan chat sampai pada media dengan tatap muka online. Maraknya Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online orang tua peserta didik dari segi tugas yang diberikan . , serta mata pelajaran yang menekankan pada keterampilan proses sains. Pembelajaran daring merupakan proses pembelajaran yang dilakukan dengan bantuan internet dan alat penunjang seperti handphone dan komputer yang dilakukan secara jarak jauh bermutu . Selain itu dengan adanya pembelajaran daring dapat membantu pendidik dan peserta didik memanfaatkan teknologi kearah yang positif. Akan tetapi tidak semua mata pelajaran cocok menggunakan system pembelajaran daring. Salah satu mata pelajaran yang kurang cocok menerapkan pembelajaran daring adalah fisika . Fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang tidak hanya menuntut peserta didik untuk menguasai materi, tapi lebih menekankan pada keterampilan proses sains peserta didik dalam memecahkan masalah yang ada . Sebelum adanya wabah covid-19, keterampilan proses sains peserta didik dapat dilatih dan ditingkatkan praktikum/pengamatan langsung di laboratorium. Akan tetapi ketika pembelajaran daring yang C 90% diterapkan selama covid, kegiatan praktikum dikurangi serta tidak terlaksana dengan efektif di sekolah. Hal tersebut secara logika akan mengakibatkan menurunnya keterampilan proses sains yang dimiliki oleh peserta didik. Hal ini diperkuat dari hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan hasil-hasil penelitian, diperoleh bahwa materi fisika merupakan salah satu materi yang sangat sulit untuk ditransfer kepada peserta didik melalui pembelajaran daring karena kebanyakan konten fisika memiliki rumus-rumus yang memerlukan penjelasan secara utuh . Masalah yang paling terlihat pada peserta didik dalam materi fisika adalah kesulitan dalam mengerjakan soal-soal fisika yang berhubungan dengan rumus dan hitungan . Selain itu pada pembelajaran fisika tidak hanya untuk mentransfer ilmu kepada peserta didik, tetapi bagaimana peserta didik menumbuhkan sikap positif . Hal tersebut dapat terjadi ketika peserta didik mengalami, mencari kebenaran, atau mencoba menemukan suatu hukum atau dalil sendiri, dan dapat dialaminya . Dengan kata lain pembelajaran fisika menuntut peserta didik untuk melatih dan meningkatkan keterampilan proses sains yang mereka miliki. Keterampilan proses sains merupakan suatu keterampilan yang menekankan pada proses penemuan baru dari pengamalan yang dialami Vol. No. 1, pp. April 2023 sendiri yang terdiri dari beberapa indikator, mengamati/observasi, mengelompokkan/klasifikasi, meramlkan/memprediksi, percobaan, menentukan alat/bahan/sumber, percobaan . Melatih dan mengembangkan keterampilan proses sains peserta didik sangat penting terhadap penerapan ilmu fisika dalam kehidupan sehari-hari . , karena ilmu fisika mencakup proses, produk dan sikap ilmiah yang bersifat siklik, saling berhubungan, serta menjelaskan bagaimana gejal-gejala alam tersebut terukur melalui pengamatan dan penelitian . Sehingga dalam proses pembelajaran fisika selama ini selalu dikaitkan dengan kegiatan praktikum untuk melatih dan meningkatkan secara langsung keterampilan proses sains peserta didik. Akan tetapi maraknya pembelajaran fisika yang seharusnya dilakukan tatap muka di kelas/laboratorium, sekarang hanya bisa dilakukan dengan pembelajaran Hal ini secara logika mempengaruhi keterampilan proses sains peserta didik. Keterampilan pengaruh yang positif terhadap penguasaan konsep fisika . dan berkaitan erat dengan kegiatan praktikum secara langsung . Dalam materi fisika lebih kepada pembuktian teori yang didasarkan pada kegiatan praktikum dan penurunan rumus-rumus fisika. Penelitian terdahulu menemukan bahwa pembelajaran . penyampaian materi fisika secara daring mengalami kesulitan dalam hal menjelaskan pembuktian teori dari penurunan rumus . Selain menggunakan virtual lab tidak memberikan langsung seperti merangkai alat . Penelitian lain juga menemukan bahwa pembelajaran daring mempengaruhi menurunnya hasil belajar dan minat belajar fisika peserta didik . Hal mempengaruhi perkembangan keterampilan proses sains yang dimiliki peserta didik, yang akan berdampak pada hasil belajar fisika secara Beberapa hasil penelitian yang telah pembelajaran daring selama covid-19 yang berkaitan dengan fisika. Diantaranya penelitian yang dilakukan oleh Maulidina dan Bhakti yang menemukan fakta bahwa pembelajaran online memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online minat belajar dan hasil belajar fisika peserta didik, serta pelajaran fisika lebih tepat dilakukan dengan tatap muka secara langsung . Jeffrey pembelajaran online berbasis zoom cloud meeting berpengaruh terhadap hasil belajar fisika peserta didik yang didalamnya terdapat kelemahan kurangnya pengawasan selama proses pembelajaran serta terbatasnya akses internet di daerah masing-masing peserta didik . Selain itu system pembelajaran daring juga membutuhkan penjelasan secara rinci dan konkrit seperti fisika . Hal tersebut diperkuat oleh Lede yang menemukan bahwa tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi fisika mengalami penurunan, dimana diperoleh hanya 23,8% mahasiswa yang paham materi, 76,2% memahami materi . Hasil penelitian yang ditemukan bahwa lebih dari 50% guru telah melakukan praktikum selama pembelajaran daring menggunakan media virtual lab, hands on, dan demonstrasi, tetapi kegiatan tersebut menemui kendala peserta didik yang kurang memahami langkah kerja yang diberikan oleh guru serta guru sulit mengendalikan peserta didik untuk melakukan praktikum daring . Dari beberapa hasil penelitian di atas menunjukkan secara garis besar dampak pembelajaran daring di masa pandemi covid-19 terhadap pelajaran fisika yang meliputi minat belajar fisika, hasil belajar fisika, tingkat kejenuhan dalam belajar fisika, rendahnya pemahaman terhadap materi fisika, tidak cocoknya materi kegiatan praktikum fisika online, serta kendala-kendala yang dihadapi pada saat proses pembelajaran fisika secara Akan tetapi sampai sekarang belum ada penelitian yang mengkaji secara khusus mengenai bagaimana tingkat keterampilan proses sains peserta didik selama diterapkannya pembelajaran daring di masa pandemi covid-19 khususnya pada materi fisika. Oleh karena itu, peneliti berinisiatif untuk melakukan peneltian yang menganalisis secara khusus keterampilan proses sains yang dimiliki peserta didik selama pelajaran fisika di tingkat SMA. Mengingat pentingnya keterampilan proses sains harus dimiliki oleh peserta didik khususnya dalam konsep-konsep kehidupan sehari-hari. Vol. No. 1, pp. April 2023 Sekolah yang menjadi target penelitian adalah SMA Aksara Bajeng. SMA Handayani Sungguminasa, dan SMAN 19 Gowa dengan total responden 30 orang, dimana setiap sekolah akan diambil 10 peserta didik kelas XI sebagai sampel penelitian yang dipilih dengan menggunakan teknik sampling purposive. Berdasarkan hasil observasi awal, ketiga sekolah tersebut menerapkan system pembelajaran daring selama covid-19 dengan bantuan google classroom, google meet, whatsapp, dan virtual Pada penelitian ini dibagikan instrument keterampilan proses sains peserta didik kelas XI pada materi fisika di sekolah Kabupaten Gowa. Sulawesi Selatan secara online melalui link http://instrumenketerampilanprosessains. -site. Instrument yang digunakan untuk mengukur keterampilan proses sains yaitu tes kinerja yang dilengkapi dengan rubrik penilaian. Tes tersebut mengukur setiap indikator yang praktikum, serta mengkomunikasikan . Rubrik penilaian yang digunakan dalam menilai setiap indikator keterampilan proses sains yaitu rubrik yang dimodifikasi dari Saputra dkk, . yang terdiri dari 3 skala. Instrument yang telah disusun kemudian divalidasi oleh dua pakar. Validasi instrument terdiri dari validasi butir dan reliabilitas. Validitas butir dianalisis dengan menggunakan analisis Aiken dengan standar kevalidan dipengaruhi skala rating dan jumlah rater yang digunakan . Hasil analisis validitas butir diperoleh valid dengan nilai 0,79. Sedangkan untuk reliabilitas instrument digunakan teknik Alpha Cronbach . , diperoleh hasil koefisien korelasi sebesar 0,801 berada pada kategori sangat kuat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa instrument keterampilan proses sains tersebut valid dan dapat dipercaya . Data hasil penelitian akan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil analisis keterampilan proses sains yang dimiliki oleh peserta didik. Selain itu analisis ini juga dapat mengungkap persentase peserta didik pada setiap indikator keterampilan proses sains fisika. Rumus untuk mengetahui persentase tersebut sebagai berikut. ycEyco = METODOLOGI PENELITIAN ycIycoycuyc ycEyceycycuycoyceEaycaycu ycu100% yaycycoycoycaEa ycIycoycuyc ycAycaycoycycnycoycayco Nilai keterampilan proses sains yang dimiliki peserta didik pada pelajaran fisika dapat Penelitian yang dilakukan merupakan jenis Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Vol. No. 1, pp. April 2023 dikategorikan pada klasifikasi pengkategorian sebagai berikut. kategori AuRendahAy. Secara detail dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. Klasifikasi Kategori . Tabel 2. Keterampilan Peserta Didik Nilai 76 Ae 100 56 Ae 75 36 Ae 55 0 Ae 35 Kategori Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah No. Kategori Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Jumlah HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Berdasarkan hasil analisis keterampilan proses sains terhadap 30 peserta didik kelas XI yang diambil dari 10 besar pada tiga Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Gowa yang masih menerapkan system pembelajaran Daring sampai saat ini yaitu SMA Aksara Bajeng (Sekolah . SMA Handayani Sungguminasa (Sekolah . , dan SMAN 19 Gowa (Sekolah . Maka hasil penelitian ini dipaparkan dalam dua keadaan, yaitu keterampilan proses sains Fisika peserta didik secara keseluruhan berdasarkan sekolah masing-masing. Sedangkan untuk keadaan kedua diuraikan keterampilan proses sains peserta didik pada setiap indikator keterampilan proses sains. Proses Sains Fisika Frekuensi (Sekola. Total Tabel di atas juga menjelaskan bahwa secara keseluruhan keterampilan proses sains Fisika peserta didik dari setiap sekolah dapat dilihat bahwa kategori AuRendahAy menempati posisi pertama yaitu sebesar 13 peserta didik dari jumlah total 30. Sedangkan kategori AuSedangAy berada pada urutan kedua tertinggi yaitu 12 peserta didik, selanjutnya kategori AuSangat RendahAy yaitu 4 peserta didik dan terkahir kategori AuTinggiAy hanya 1 peserta didik dari total 30 peserta didik. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan keterampilan proses sains Fisika yang dimiliki oleh peserta didik masih dominan Rendah pada proses pembelajaran daring. Data tersebut dapat digambarkan dalam grafik berikut. Keterampilan Proses Sains Fisika secara Keseluruhan Keterampilan proses sains peserta didik pada pembelajaran fisika yang dilakukan secara Daring untuk tiga sekolah di Kabupaten Gowa diperoleh bahwa pada SMA Aksara Bajeng hanya ada dua kategori yang dicapai oleh peserta didik yaitu terdapat 6 peserta didik memperoleh kategori AuRendahAy dan 4 peserta didik yang memperoleh kategori AuSedangAy. Pada SMA Handayani Sungguminasa diperoleh 1 peserta didik masuk kategori AuTinggiAy, 1 peserta didik masuk kategori AuSedangAy, 4 peserta didik memperoleh kategori AuRendahAy dan 4 peserta didik masuk kategori AuSangat RendahAy. Sedangkan untuk SMAN 19 Gowa, nilai keterampilan proses sains untuk pembelajaran daring pada materi Fisika sama dengan SMA Aksara Bajeng dimana terdapat dua kategori yaitu AuRendahAy dan AuSedangAy dengan rincian 3 peserta didik pada kategori AuRendahAy dan 7 peserta didik pada kategori AuSedangAy. Dari pemaparan keterampilan proses sains peserta didik untuk tiga sekolah tersebut dapat disimpulkan bahwa hanya SMAN 19 Gowa yang dominan nilai keterampilan proses sains peserta didiknya pada kategori AuSedangAy. Sedangkan untuk dua sekolah lainnya dominan berada pada Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sekolah 3 Sekolah 2 Sekolah 1 Gbr. 1 Frekuensi Keterampilan Proses Sains pada Setiap Sekolah Grafik tersebut menjelaskan bahwa frekuensi tertinggi berada pada kategori sedang yaitu sebanyak 7 peserta didik yang ditempati oleh Serta ada dua sekolah yang tidak masuk kategori sangat rendah dan kategori tinggi yaitu sekolah 1 dan sekolah 3. Keterampilan Proses Sains Fisika untuk Setiap Indokator Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Penelitian keterampilan proses sains Fisika peserta didik menengah atas, juga menganalisis tiap indikator keterampilan proses sains. Data keterampilan proses sains fisika peserta didik untuk setiap indikator dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3. Rata-rata Nilai Keterampilan Proses Sains Fisika Peserta Didik Tiap Indikator No. Indikator Observasi Klasifikasi Interpretasi Memprediksi Menyusun Hipotesis Mendesain Percobaan Mengomunikasikan Rata-rata Nilai NILAI Data pada tabel di atas menjelaskan bahwa dari 7 indikator, hanya ada 3 indikator yang memperoleh kategori AuSedangAy yaitu indikator Sedangkan 4 indikator lainnya masuk kategori Rendah. Indikator yang Aumendesain percobaanAy dengan nilai sebesar 41,2. Indikator terendah kedua yaitu observasi dengan nilai sebesar 42,6. Hal ini disebabkan karena peserta didik tidak dilibatkan secara langsung dalam kegiatan praktikum dan kegiatan observasi. Peserta didik hanya diberikan suatu deskripsi peristiwa kemudian diarahkan untuk mengobservasi dan mendesain percobaan dari peristiwa tersebut. Sehingga berdampak pada menurunnya kemampuan peserta didik dalam mengobservasi dan mendesain percoban. Gambaran keterampilan proses sains peserta didik pada setiap indikator dapat dilihat pada grafik berikut. INDIKATOR Gbr. 2 Rata-rata Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Tiap Indikator Berdasarkan hasil analisis di atas mengenai keterampilan proses sains peserta didik pada 3 Vol. No. 1, pp. April 2023 sekolah yang masih menerapkan pembelajaran daring baik secara keseluruhan maupun untuk setiap indikator dapat disimpulkan bahwa keterampilan proses sains peserta didik rendah. Hal ini diakibatkan karena kurangnya kegiatan praktikum pada system pembelajaran daring, sehingga keterampilan proses sains peserta didik menurun (Lestar. Kegiatan praktikum yang dilakukan secara langsung sangat Kategori proses sains peserta didik (Satrian. Oleh Rendah karena itu, sebaiknya dalam pembelajaran fisika Sedang baik secara daring maupun offline tetap harus Rendah melaksanakan kegiatan praktikum. Secara detail Rendah keterampilan proses sains Fisika peserta didik Sedang Rendah pembelajaran online dapat dilihat sebagai Sedang Rendah Observasi Kegiatan kegiatan yang menuntut peserta didik untuk memanfaatkan indera penglihatan dalam mengamati suatu objek/peristiwa dengan tujuan mengumpulkan data sesuai denga fakta yang ada . Hasil penelitian ini diperoleh untuk indikator observasi ratarata nilai peserta didik sebesar 42,6 dan Hal menunjukkan bahwa tingkat kemampuan Dalam berdasarkan hasil wawancara guru mata pelajaran Fisika pada tiga sekolah yaitu dengan membagikan lembar observasi melalui aplikasi whatsapp berupa persoalanpersoalan dalam kehidupan sehari-hari, kemudian menginstruksikan kepada peserta didik untuk mengobservasi penerapan ilmu fisika dalam persolan tersebut. Inilah yang peserta didik berdasarkan hasil wawancara 15 peserta didik dengan mengambil 5 perwakilan dari setiap sekolah bahwa mereka susah untuk diberikan oleh guru karena terkadang persoalan tersebut tidak pernah mereka alami dan lihat secara langsung. Klasifikasi Klasifikasi merupakan kemampuan peserta didik dalam mencari perbedaan, persamaan, dan ciri-ciri khusus untuk setiap objek . Hasil penelitian yang diperoleh untuk indikator klasifikasi rata-rata nilai peserta didik sebesar 65,3 dan masuk kategori Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan mengklasifikasi yang dimiliki peserta didik masih menunjukkan hasil yang lebih baik. Menurut peserta didik dalam Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online mengklasifikasi suatu objek/keadaan yang diberikan oleh guru cukup bisa diselesaikan dengan baik karena masih berhubungan dengan teori-teori fisika yang telah Interpretasi Interpretasi merupakan kemampuan yang menafsirkan atau menyimpulkan sesuatu . , . Hasil penelitian yang diperoleh untuk indikator interpretasi rata-rata nilai peserta didik sebesar 47,4 dan masuk kategori rendah. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan menafsirkan atau menyimpulkan yang dimiliki oleh peserta didik masih rendah. Alasan yang berdasarkan hasil wawancara yaitu persolan yang diberikan oleh guru untuk diberikan ditangkap oleh peserta didik karena menurut mereka untuk menafsirkan atau menyimpulkan sesuatu dengan baik harus dibuktikan secara langsung kebenarannya oleh peserta didik tersebut. Memprediksi Memprediksi peserta didik dalam mengemukakan sesuatu yang mungkin terjadi tapi pada keadaan yang belum terjadi . Hasil penelitian yang diperoleh untuk indikator memprediksi yaitu rata-rata nilai peserta didik sebesar 48,9 dan masuk kategori rendah. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan memprediksi yang dimiliki oleh peserta didik Dalam kemampuan memprediksi peserta didik, guru memperlihatkan suatu video melalui google meet terkait peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan pembelajaran fisika, kemudian menginstruksikan peserta didik kemungkinan terjadi jika ada peristiwa seperti yang diperlihatkan dalam video. Seperti halnya dengan kemampuan dalam menginterpretasi, kemampuan memprediksi juga membutuhkan pengalaman langsung maupun pembuktian langsung oleh peserta didik sehingga mereka mampu dalam memprediksi sesuatu dengan baik. Menyusun Hipotesis Menyusun hipotesis merupakan kemampuan peserta didik dalam menjelaskan hubungan antara variable dalam suatu permasalah yang muncul dengan berdasar pada buktibukti yang terbatas . , . Hasil penelitian yang diperoleh untuk indikator menyusun hipotesis rata-rata nilai peserta didik sebesar 64,3 dan masuk kategori Vol. No. 1, pp. April 2023 Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan berhipotesis yang dimiliki peserta didik masih menunjukkan hasil yang lebih baik. Peserta didik cukup baik dalam memberikan penjelasan hubungan antara variable terhadap suatu persoaln yang tampilkan oleh guru melalui video. Mendesain Percobaan Mendesain diperlukan, menentukan apa yang akan kemampuan dalam menentukan langkah kerja . , . Hasil penelitian yang percobaan yaitu rata-rata nilai peserta didik sebesar 41,2 yang merupakan nilai rata-rata terendah dari semua indikator keterampilan proses sains dan masuk kategori rendah. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan mendesain percobaan yang dimiliki oleh peserta didik rendah. Dalam mengukur kemampuan mendesain percobaan peserta didik, guru hanya memberikan tema percobaan melalui aplikasi whatsapp sesuai topik fisika yang dipelajari, kemudian peserta didik diinstruksikan untuk menetukan alat dan bahan, variable yang akan diukur, diamati, dan dicatat, serta langkah kerja yang sesuai dengan tema tersebut, selanjutnya dikirm melalui google Hasil wawancara dengan peserta didik diperoleh bahwa dalam mengerjakan tugas tersebut peserta didik lebih banyak sehingga terkadang alat, bahan, variable serta langkah kerja yang dituliskan tidak sesuai dengan tema percobaan yang Mengomunikasikan Mengomunikasin merupakan kemampuan peserta didik dalam mempresentasikan dan mereka . , . Hasil penelitian yang mengomunikasikan hasil kerja peserta didik yaitu rata-rata nilai peserta didik sebesar 68,7 dan masuk kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan mengomunikasikan yang dimiliki peserta didik masih menunjukkan hasil yang lebih Guru mempresentasikan hasil kerja peserta didik menjelaskan dengan bai kapa yang mereka kerjakan melalui aplikasi google meet. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Pembahasan Vol. No. 1, pp. April 2023 Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa keterampilan proses sains yang dimiliki oleh peserta didik untuk materi fisika pada pembelajaran daring dominan Sehingga menyarankan dalam mengajarkan materi fisika, seorang guru selain memberikan teori juga harus memberikan kegiatan praktikum sebagai bentuk dari pembuktian teori. Hal ini akan berdampak pada peningkatan keterampilan proses sains yang dimiliki oleh peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dilaksanakan secara offline . , . , dimana dalam pembelajaran fisika yang dilaksanakan secara online memiliki kelemahan dalam pengawasan secara langsung serta tidak meratanya akses jaringan disemua daerah . , . Sedangkan teori fisika harus dijelaskan dan dibuktikan secara konkrit . , . , serta memerlukan tingkat pemahaman yang tinggi . , . Selain itu, dalam pembuktian teoriteori fisika harus dilakukan dengan kegiatan ilmiah seperti praktikum secara langsung . Oleh karena itu, pembelajaran fisika secara khususnya dalam peningkatan keterampilan proses sains peserta didik. Perbedaan yang cukup nyata dapat dilihat pada beberapa hasil penelitian keterampilan proses sains peserta didik pada pembelajarn offline khususnya pada kegiatan praktikum secara langsung. Keterampilan proses sains yang dimiliki oleh peserta didik selama langsung berada dalam kategori baik dan sangat . Pembelajaran penerapan kegiatan praktikum terbukti dapat meningkatkan keterampilan proses sains yang dimiliki oleh peserta didik . Dalam upaya peningkatan keterampilan proses sains sangat penyelidikan/pengamatan langsung . Hasil pembelajaran fisika secara offline dengan didukung oleh kegiatan praktikum membuat peserta didik memiliki kemampuan obsevasi, mengukur, dan melakukan prediksi yang tergolong sangat baik, sedangkan untuk kemampuan menafsirkan atau menyimpulkan masuk kategori baik . Mengingat pentingnya keterampilan proses sains harus dimiliki oleh peserta didik dalam pembelajaran fisika guna untuk meningkatkan hasil belajar yang mereka miliki, terkhusus lagi konsep-konsep kehidupan sehari-hari. Sehingga implikasi dari hasil penelitian ini yaitu dapat dijadikan dasar keterampilan proses sains peserta didik bagi pihak sekolah yang menjadi objek maupun sekolah lain. DAFTAR PUSTAKA