JURNAL INFOMANPRO p-ISSN 2460-9609 e-ISSN 2774-7956 https://ejournal. id/index. php/infomanpro 15 No. 1 Tahun 2026 , pp. Kombinasi Filter Bertingkat dan Wetlands Dapat Mengurangi Senyawa Organik Dalam Limbah Blackwater Lies Kurniawati Wulandari1. Maranatha Wijayaningtyas2 Jurusan Teknik Sipil. Institut Teknologi Nasional Malang. Jalan Sigura-Gura no. 2 Malang Email: lieskurniawatiw@lecturer. Jurusan Teknik Sipil. Institut Teknologi Nasional Malang. Jalan Sigura-Gura no. 2 Malang Email: maranatha. wijaya@gmail. ABSTRACT Domestic wastewater treatment on a laboratory scale using an aerobic reactor. The variables studied include several variations, namely the residence time on the filter . , 10, and 15 minute. which is then flowed to the plant for a single time . , 4, 6 day. The observed response is the COD concentration of domestic wastewater starting from the aerobic enfluent to determine the efficiency of COD reduction. Observations were carried out under conditions considered steady state, which in this study was one residence time. The main variable observed in this study was COD (Chemical Oxygen Deman. through a laboratory test The purpose of this study is to improve the quality of domestic wastewater from communal blackwater (WWTP) through filtration and continued with wetlands. With the presence of wetlands, in addition to improving the quality of wastewater, it is also expected to reduce unpleasant odors. The data analysis method used is Linear Regression with the help of the SPSS program. The results of the study showed a decrease in COD at a residence time of 15 minutes - 6 days. Chemical Oxygen Demand (COD), from the results of the study showed that the results of the relationship between observation time and COD parameters in vetiver plants showed that there was a significant influence between observation time and COD parameters with a 5 percent error rate. The time coefficient of -2,700 indicates that every 1 minute there will be a decrease in COD in vetiver plants by 2,700 mg/L. Keywords : Multistage filter combination. Blackwater waste. Wetlands ABSTRAK Pengolah air limbah domestik dengan skala laboratorium dengan menggunakan reaktor aerob. Variabel yang diteliti meliputi beberapa variasi yaitu waktu tinggal pada filter . ,10 dan 15 meni. yang kemudian dialirkan pada tanaman dengan waktu tunggal . , 4, 6 har. Respon yang diamati adalah konsentrasi COD air limbah domestic mulai dari enfluen aerob guna mengetahui efisiensi penunurunan COD. Pengamatan dilakukan dalam kondisi yang dianggap steady state, yang dalam penelitian ini lamanya adalah satu kali waktu Variabel utama yang diamati dalam penelitian ini adalah COD (Chemical Oxygen Demand ) melalui proses uji laboratorium. Tujuan penelitian ini Adalah untuk meningkatkan kualitas air buangan limbah domestik komunal blackwater (IPAL) melalui fitrasi dan dilanjut dengan wetlands Dengan adanya wetland, selain meningkatkan kualitas air buangan juga diharapkan dapat mengurangi bau yang kurang sedap. Metode analisis data yang digunakan adalah Regresi Linier dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan penurunan COD pada waktu tinggal 15 menit - 6 hari. Chemical Oxigen Demand (COD), dari hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil hubungan antara waktu pengamatan dengan parameter COD pada tanaman akar wangi menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara waktu pengamatan terhadap parameter COD dengan taraf kesalahan 5 persen. Koefisien waktu sebesar -2,700 menunjukkan bahwa setiap 1 menit akan terjadi penurunan COD pada tanaman akar wangi sebesar 2,700 mg/L. Kata Kunci : Kombinasi filter bertingkat. Limbah Blackwater. Wetlands PENDAHULUAN Kegiatan penduduk yang terus meningkat berdampak pada semakin meningkatnya volume air limbah yang dihasilkan. Hal ini sering kali tidak didukung oleh penyediaan prasarana sanitasi lingkungan yang seimbang. Sebagai produk akhir JURNAL INFOMANPRO p-ISSN 2460-9609 e-ISSN 2774-7956 https://ejournal. id/index. php/infomanpro 15 No. 1 Tahun 2026 , pp. dalam pemakaian air bersih selama melakukan aktivitas kehidupan, air limbah memerlukan penanganan yang memadai karena dapat memberi dampak yang cukup serius bagi lingkungan dan manusia jika tidak dikelola dengan baik. Dampak tersebut antara lain mencemari sumber air baku yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih (Mukhtasor, 2. Penurunan kualitas atau rusaknya keseimbangan suatu lingkungan hidup antara lain disebabkan (Supradata,2. Baik komponen atmosfer, hidrosfer, maupun litosfer akibat limbah buangan pertanian, rumah tangga, dan industri yang telah melampaui ambang batas yang telah ditentukan. Pencemaran tersebut terjadi akibat jumlah beban yang dibuang kedalam saluran atau perairan sungai telah melampaui kesanggupan alami air sungai guna pemurnian kembali . Air limbah yang paling banyak dibuang dan mencemari sungai adalah air limbah yang berasal dari limbah rumah tangga . Sekitar 5075% dari beban organik yang berada di dalam sungai berasal dari limbah domestik (Nelwan. Akibat dari pembuangan limbah yang tidak berada pada tempatnya ini akan mengakibatkan munculnya berbagai macam penyakit saluran pencernaan, penyakit saluran pernapasan, dan penyakit lainnya. Jenis air limbah sendiri ada dua, yaitu air limbah blackwater dan air limbah greywater (Muti,2. Air limbah blackwater berasal dari kotoran manusia yang perlu pengolahan terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai karena mengandung bakteri patogen. Pada umumnya blackwater ditampung kedalam septic tank atau langsung disalurkan ke sewage system untuk kemudian diolah dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah domestik (IPAL). Untuk air limbah greywater berasal dari kegiatan dapur . empat cuci pirin. , air bekas mencuci pakaian, dan air mandi yang biasanya langsung di buang ke saluran drainase . atau ke perairan umum . Salah satu contoh pembuangan air limbah septic tank komunal di Tlogomas kota Malang. Limbah tersebut setelah melalui endapan pada beberapa kolam kemudian langsung dibuang ke sungai. Gambar 1. 1:KondisiSeptic tank Komunal atau MCK Terpadu di Tlogomas 120 KK (Gambar tahun 2. IPAL komunal adalah septic tank raksasa yang dibagun dengan teknologi yang lebih baik dengan menggunakan potensi kinetik dan menggunakan filter 5-7 lapis (Anaerobic Baffle Reacto. dapat mengubah limbah cair dan keluarannya diharapkan menjadi air sesuai standard baku mutu limbah domestik yg layak untuk disalurkan ke sungai, kolam atau pun area persawahan. Pada model fisik ini dirancang dengan menggunakan gabungan metode filter dan wetland, dengan cara menerima aliran limbah domestik atau MCK komunal diterima unit filter kemudian dialirkan ke unit Filter sebagai saringan dari limbah tersebut diatas, adapun filter yang digunakan terdiri dari beberapa lapis yaitu lapisan kerikil, lapisan arang, lapisan pasir. Filter tersebut dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menyerap kotoran yang ada. Air keluaran dari filter tersebut diatas akan ditampung yang kemudian digunakan sebagai air tanaman yang berfungsi sebagai filter terakhir dengan waktu Tanaman tersebut disebut wetland. Constructed wetland adalah wetland buatan yang dikelola dan dikontrol oleh manusia untuk keperluan filtrasi air buangan dengan penggunaan tanaman, aktifitas mikroba dan proses alami lainnya (Hesket dan Bartholomew, 2001dalam Herumurti, 2. Constructed wetland adalah pengolahan limbah secara alami yang terdiri atas tiga faktor utama : Area yang digenangi air dan mendukung hidupnya aquatic plant . anaman ai. jenis hydrophyte . umbuhan ai. JURNAL INFOMANPRO p-ISSN 2460-9609 e-ISSN 2774-7956 https://ejournal. id/index. php/infomanpro 15 No. 1 Tahun 2026 , pp. Media tumbuh berupa tanah yang selalu digenangi air Media jenuh air Pada penelitian ini, ada dua macam pengolahan air limbah blackwater dengan cara menggunakan tanaman atau wetland. Keluaran dari wetland diharapkan akan menjadi air persawahan atau pertanian. METODE PENELITIAN 1 Kerangka konsep penelitian Rancangan penelitian ini adalah sebagai berikut: Variabel Bebas : Tanaman Typha angostifolia (Cattai. Vetiveria zizanoides (Akar Wang. Dengan variabel bebasnya adalah jarak tanaman, waktu tinggal, dan kedalaman terikatnya adalah Debit . Variabel terikat adalah parameter yg terpilih : COD (Cemical Oxigen Deman. Variabel kontrol : Limbah rumah tangga (Blackwate. Filter bertingkat . erikil, arang dan pasi. Dengan variabel bebas yaitu ketebalan pada setiap lapisan dan variabel terikatnya adalah Debit. Waktu tinggal . hari, 4hari, 6har. Black water adalah limbah rumah tangga yg berwarna hitam yang berasal dari kloset yang biasanya diterima oleh septic tank. IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limba. adalah tempat kumpulan atau penampungan kotoran manusia yang terdiri dari beberapa keluarga. Filter adalah bahan atau material yang digunakan untuk menyaring limbah domestik atau limbah rumah tangga dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas air, sehingga layak Filter terdiri dari kerikil, arang batok kelapa dan pasir, sedangkan ketebalan kerikil dan arang batok tetap konstan dan ketebalan pasir divariasikan. Wetlandadalah filter air yang berupa tanaman air, sehingga dapat menyaring kotoran melalui akar tanaman. Pengembangan model mck komunal Blackwater Ae Filter Tunggal Blackwater Ae Kerikil Ae tampungan air Blackwater Ae Arang batok kelapa Ae tampungan air Blackwater Ae Pasir Ae tampungan air Hipotesa Hipotesa yang akan dibuktikan dalam penelitian ini adalah : Jenis bahan yang digunakan pada sistem filtrasi memberikan dampak yang signifikan terhadap hasil pengolahan kualitas air . Penggunaan jenis tanaman . memberikan dampak yang lebih baik terhadap pengolahan kualitas air. Lama waktu tinggal air limbah pada media pengolahan limbah . iltrasi dan wetlan. berpengaruh terhadap hasil pengolahan air . Tanaman air mampu menjadi agen pereduksi kandungan limbah pada system Wetland. Model fisik Pengolahan limbah domestik komunal dengan jenis blackwater mampu meningkatkan kualitas air sampai dengan air Gambar 1: Filter Tunggal Definisi operasional . Model fisik adalah suatu tiruan peristiwa alamiah atau prototipe pada lapangan yang dibentuk dengan menggunakan model fisik di Gambar 2: Filter bertingkat . Blackwater - Filter bertingkat Ae Tampungan JURNAL INFOMANPRO p-ISSN 2460-9609 e-ISSN 2774-7956 https://ejournal. id/index. php/infomanpro 15 No. 1 Tahun 2026 , pp. Filter yang bertingkat seperti gambar dibawah dengan variasi ketebalan pasir . Blackwater Ae Filter bertingkat Ae 2 Tanaman akar wangi dan Typha . aktu tingga. Tampungan air. Gambar 4. 9: Pengambilan sampel limbah pada IPAL Tlogomas Gambar 3: Filter bertingkat dengan akar wangi dan Sampel limbah yang sudah diambil, di test dulu sebelum dituangkan pada filter yang telah Typha Gambaran lokasi studi dan pengambilan Diagram alir Sampel limbah diambil dari IPAL komunal Tlogomas dengan menggunakan jerigen dan diambil berulang kali, dengan 1 kali pengambilan yaitu 10 jerigen . seperti gambar dibawah Gambar 4 : Diagram alir penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN JURNAL INFOMANPRO p-ISSN 2460-9609 e-ISSN 2774-7956 https://ejournal. id/index. php/infomanpro 15 No. 1 Tahun 2026 , pp. Cod . hemical oxygen deman. pada filter bertingkat dan waktu tinggal COD adalah parameter yang menunjukkan aktivitas senyawa anorganik yang menggunakan oksigen dalam proses kimianya di dalam air. Paremeter COD merupakan parameter utama untuk mengetahui pencemaran air limbah. Tingginya nilai COD akan menunjukkan bahwa terjadi pencemaran air yang tinggi juga. Batas standart COD yang digunakan pada penelitian ini sebesar 100 mg/L. Adalah parameter yang menunjukkan aktivitas senyawa anorganik yang menggunakan oksigen dalam proses kimianya di dalam air. Paremeter COD merupakan parameter utama untuk mengetahui pencemaran air limbah. Tingginya nilai COD akan menunjukkan bahwa terjadi pencemaran air yang tinggi juga. Batas standart COD yang digunakan pada penelitian ini sebesar 100 mg/L. Tabel 1: Data Hasil COD Filter Bertingkat dan Waktu Tunggal pada Tanaman Akar Wangi Pas Wetla . Kom Gambar 5 : Grafik Hubungan antara Waktu Gambar 6: Grafik Hubungan antara Waktu Pengamatan dengan COD Gambar 6 adalah penjelasan dari gambar 5 setelah masuk pada wetland dan diambil setiap 5 menit dengan perlakuan kombinasi 1 . ebal pasir 15 c. perlakuan kombinasi 2 . ebal pasir 20 c. perlakuan kombinasi 3 . ebal pasir 25 c. menunjukkan bahwa nilai COD mengalami penurunan dari kondisi awal . kecuali kombi 1 waktu wetland 6 hari. Proses penyaringan dengan waktu tinggal limbah pada media penyaring selama 25 menit dan wetland selama 6 hari pada tanaman akar wangi menghasilkan nilai COD yang paling rendah. Kombinasi 3 dengan tebal pasir 25 cm dan wetland 6 hari pada tanaman akar wangi mendapatkan hasil nilai COD terendah sebesar 105 mg/L . COD yang didapatkan lebih baik dibandingkan COD sampel awal tetapi masih diatas batas standart yang digunakan. Tabel 2 : Data Hasil COD Filter Bertingkat dan Waktu Tunggal pada Tanaman Typha Wetl Typh a 5' Typha Typha Typha Typha Pengamatan. Black Water dan Kombi dengan COD JURNAL INFOMANPRO p-ISSN 2460-9609 e-ISSN 2774-7956 https://ejournal. id/index. php/infomanpro 15 No. 1 Tahun 2026 , pp. Kebutuhan oksigen kimia (COD) adalah jumlah oksigen . g O. yang diperlukan untuk oksidasi komponen-komponen polutan . dalam air dengan cara kimia, yaitu dengan menambah bahan kimia peng-oksidasi pada polutan. Pemodelan hubungan waktu pengamatan Gambar 7: Grafik Hubungan antara Waktu dengan cod berbagai kombinasi Pengamatan. Black Water dan Kombi dengan COD Gambar 8: Grafik Hubungan antara Waktu Pengamatan dengan COD Pada gambar 8 dengan perlakuan kombinasi 1 . ebal pasir 15 c. perlakuan kombinasi 2 . ebal pasir 20 c. dan perlakuan kombinasi 3 . ebal pasir 25 c. menunjukkan bahwa COD mengalami penurunan di waktu tinggal dari kondisi awal . lack wate. kecuali kombi 3 waktu wetland 2 hari. Proses penyaringan dengan waktu tinggal limbah pada media penyaring selama 25 menit dan wetland selama 6 hari pada tanaman typha menghasilkan nilai COD yang paling Kombinasi 3 dengan tebal pasir 25 cm dan wetland 6 hari pada tanaman typha mendapatkan hasil nilai COD terendah sebesar 96 mg/L . COD yang didapatkan jauh lebih baik dibanding dengan COD sampel awal dan dibawah nilai COD batas standart yang digunakan. Dari perlakuan diatas didapatkan bahwa proses penyaringan kombinasi 3 dengan tebal pasir 25 cm dan wetland selama 6 hari dengan tanaman typha menghasilkan nilai COD paling rendah yaitu 96 mg/L, yang berarti perlakuan yang telah dilakukan mampu mengurangi nilai COD dalam air limbah . lack wate. dengan baik. COD adalah jumlah oksigen . g O. yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat-zat organis yang ada dalam 1 liter sampel air, dimana pengoksidasi K2. Cr2. O7 digunakan sebagai sumber oksigen . xidizing agen. (G. Alerts dan SS Santika, 1. Gambar 6 : Waktu Pengamatan Dari Gambar 6 terlihat bahwa perlakuan dengan Kombinasi 3 (Kerikil 15. Arang 20. Pasir . dengan waktu Wetland selama 6 hari pada tanaman Akar Wangi dan tanaman Typha merupakan perlakuan terbaik untuk mendapatkan nilai COD optimal, sehingga dilakukan pemodelan regresi dengan menggunakan perlakuan tersebut. Waktu Pengamatan dengan COD dengan Kombinasi Kerikil 15. Arang 20, dan Pasir 25 Wetland 6 Hari pada Tanaman Akar Wangi dan Tanaman Typha. Hasil hubungan antara waktu pengamatan dengan parameter COD pada tanaman akar wangi menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara waktu pengamatan terhadap parameter COD dengan taraf kesalahan 5 persen. Koefisien waktu sebesar -2,700 menunjukkan bahwa setiap 1 menit akan terjadi penurunan COD pada tanaman akar wangi sebesar 2,700 mg/L. Hasil hubungan antara waktu pengamatan dengan COD Typha menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara waktu pengamatan terhadap parameter COD dengan taraf kesalahan 5 persen. Koefisien waktu sebesar -3,060 menunjukkan bahwa setiap 1 menit akan terjadi penurunan COD pada tanaman Typha JURNAL INFOMANPRO p-ISSN 2460-9609 e-ISSN 2774-7956 https://ejournal. id/index. php/infomanpro 15 No. 1 Tahun 2026 , pp. sebesar 3,060 mg/L. Perbandingan antara koefisien waktu pada tanaman akar wangi . dan tanaman Typha . menunjukkan bahwa pengaruh waktu terhadap parameter COD pada tanaman Typha lebih besar dibandingkan pada tanaman akar wangi. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian model fisik limbah blackwater komunal, maka dapat disimpulkan berdasarkan rumusan masalah Adalah : COD 482 mg/L masuk pada karateristik air limbah yang belum diolah termasuk sedang . Hasil setelah diolah atau treatment Adalah COD Akar Wangi 105 mg/L dan Typha atau Cattail 96 mg/L sedangkan standar 100 mg/L . emenuhi syarat air pertanian/ irigas. Persamaan kualitas air pada model fisik adalah : COD-Akar Wangi = 169. 500 Ae2. 700 X, R Square= 97. COD - Typha =Y = 173. 900 Ae 3. 060 X, R Square= 97. Persamaan model didapatkan guna untuk mendapatkan kualitas air buangan dengan menyesuaikan debit limbah yang ada sehingga sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Debit model maksimum mampu menampung 42,768 liter/ hari, sedangkan debit IPAL aktual untuk 120 KK menampung 30 liter/hari. Dari hasil perhitungan didapatkan selisih 12,768 liter/ hari yang dipersiapkan jika ada tambahan pada anggota keluarga masing-masing. DAFTAR PUSTAKA