Jurnal Peduli Masyarakat Volume 6 Nomor 3. September 2024 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM MENINGKATKAN KINERJA UMKM DITINJAU DARI PERAN AKADEMISI DENGAN DUKUNGAN LITERASI PRODUK HALAL Amin Kuncoro1. Husnurrosyidah2 & Sudarman3 Universitas Maritim Amni Semarang Jl. Soekarno Hatta No. Palebon. Semarang. Jawa Tengah 50246. Indonesia Institut Agama Islam Kudus Jl. Conge Ngembalrejo. Ngembal Rejo. Ngembalrejo. Kudus. Jawa Tengah 59322. Indonesia *kiaisekuler@gmail. ABSTRAK Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian di banyak negara, termasuk Indonesia. Namun, dalam menghadapi persaingan pasar global. UMKM sering kali menghadapi tantangan dalam meningkatkan kinerja mereka, terutama dalam hal pemahaman dan implementasi literasi produk halal. Literasi produk halal menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk yang sesuai dengan prinsip syariah. Pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk mengkaji bagaimana peran akademisi dalam mendukung peningkatan kinerja UMKM melalui peningkatan literasi produk halal. Akademisi, sebagai sumber pengetahuan dan inovasi, dapat berperan dalam menyediakan edukasi, penelitian, serta pendampingan kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan standar halal. Dengan literasi produk halal yang lebih baik. UMKM diharapkan dapat meningkatkan daya saing mereka di pasar lokal dan global, serta memperluas jangkauan pasar mereka di segmen konsumen yang peduli terhadap produk halal. Studi ini juga menyoroti pentingnya kerjasama antara akademisi, pemerintah, dan pelaku UMKM dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM berbasis literasi halal. Kata kunci: akademisi. daya saing. literasi produk halal. IMPROVING THE PERFORMANCE OF MSMEs REVIEWED FROM THE ROLE OF ACADEMICS WITH THE SUPPORT OF HALAL PRODUCT LITERACY ABSTRACT Micro. Small and Medium Enterprises (MSME. are the backbone of the economy in many countries, including Indonesia. However, in facing global market competition. MSMEs often face challenges in improving their performance, especially in terms of understanding and implementing halal product Halal product literacy is becoming increasingly important along with increasing consumer awareness of products that comply with sharia principles. Community service aims to examine the role of academics in supporting the improvement of MSME performance through increasing literacy of halal Academics, as a source of knowledge and innovation, can play a role in providing education, research and assistance to MSMEs to increase understanding and application of halal standards. With better halal product literacy. MSMEs are expected to increase their competitiveness in local and global markets, as well as expand their market reach in the consumer segment who cares about halal products. This study also highlights the importance of collaboration between academics, government and MSME players in creating an ecosystem that supports the growth of MSMEs based on halal literacy. Keywords: academics. halal product literacy. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Di Indonesia. UMKM menyumbang lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sebagian besar tenaga kerja. Namun, meskipun kontribusinya besar. UMKM masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan kinerja mereka, baik di tingkat lokal maupun global. Tantangan utama yang dihadapi oleh UMKM meliputi keterbatasan modal, akses terhadap teknologi, kapasitas manajerial, dan literasi bisnis, termasuk literasi produk halal yang menjadi semakin relevan di pasar saat ini (Ali. , & Syed. Literasi produk halal adalah pemahaman yang mendalam mengenai prinsip-prinsip dan standar yang harus dipenuhi untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan sesuai dengan ketentuan syariah. Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat muslim di seluruh dunia, produk halal tidak hanya menjadi tuntutan agama, tetapi juga menjadi faktor yang memengaruhi keputusan konsumen di pasar global. Bagi UMKM, kemampuan untuk memproduksi dan mengedarkan produk halal dapat menjadi salah satu keunggulan kompetitif yang signifikan. Namun, untuk mencapai standar halal yang diakui, diperlukan pemahaman yang kuat serta kemampuan untuk menerapkan sertifikasi dan proses yang sesuai (Anwar. , & Abdullah. Dalam konteks ini, akademisi memiliki peran penting dalam membantu UMKM mengatasi tantangan literasi produk halal. Akademisi tidak hanya berperan sebagai sumber pengetahuan melalui penelitian, tetapi juga sebagai agen perubahan melalui pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UMKM. Dengan dukungan akademisi. UMKM dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang standar halal, memperbaiki proses produksi, serta memanfaatkan peluang di pasar yang lebih luas. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran akademisi dalam meningkatkan kinerja UMKM melalui penguatan literasi produk halal. Selain itu, penelitian ini juga akan mengidentifikasi berbagai bentuk dukungan yang dapat diberikan oleh akademisi, baik dalam aspek edukasi, riset, maupun pengembangan kapasitas bisnis UMKM. Melalui kolaborasi antara akademisi, pelaku UMKM, dan pemangku kepentingan lainnya, diharapkan tercipta ekosistem yang kondusif bagi peningkatan daya saing UMKM di era ekonomi global berbasis syariah. Dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran konsumen terhadap produk halal telah mengalami peningkatan yang signifikan, baik di pasar domestik maupun internasional. Hal ini tidak hanya didorong oleh pertumbuhan populasi Muslim di seluruh dunia, tetapi juga oleh peningkatan kesadaran akan kualitas, kebersihan, dan kehalalan produk yang dikonsumsi. Menurut data Global Islamic Economy Report, pasar produk halal global diperkirakan akan terus tumbuh secara eksponensial, mencakup berbagai sektor seperti makanan, kosmetik, farmasi, hingga Hal ini menciptakan peluang besar bagi UMKM untuk memasuki segmen pasar ini. Namun, fenomena tersebut juga mengungkap adanya kesenjangan antara potensi pasar halal dan kesiapan UMKM dalam memenuhinya. Azam. , & Hassan. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh UMKM di Indonesia adalah kurangnya literasi mengenai produk halal. Meskipun Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, banyak pelaku UMKM yang belum memahami secara komprehensif tentang prosedur, standar, dan manfaat sertifikasi halal. Keterbatasan pengetahuan ini menyebabkan banyak UMKM kehilangan peluang untuk bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional yang memiliki persyaratan ketat terkait produk halal. Selain itu, proses sertifikasi halal yang dianggap rumit dan memerlukan biaya tambahan sering kali menjadi penghalang bagi UMKM untuk mengurus sertifikasi tersebut, sehingga mereka cenderung mengabaikannya. Di sisi lain. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group pemerintah Indonesia telah memberikan perhatian serius terhadap pengembangan ekonomi syariah, termasuk penguatan sektor halal. Dukungan kebijakan ini terlihat dari berbagai inisiatif yang mendorong sertifikasi halal bagi produk-produk lokal, terutama yang diproduksi oleh UMKM. Namun, kebijakan tersebut masih membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, untuk memberikan dukungan yang lebih holistik kepada UMKM. Akademisi dapat berperan dalam melakukan riset untuk menyederhanakan proses sertifikasi, meningkatkan kesadaran, serta memberikan solusi inovatif yang sesuai dengan kapasitas dan karakteristik UMKM (Hamzah. , & Rahim. Fenomena lainnya adalah minimnya akses terhadap informasi dan pendidikan formal terkait literasi produk halal di kalangan pelaku UMKM. Banyak UMKM yang belum menyadari pentingnya literasi ini sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis mereka. Di sinilah peran akademisi menjadi sangat krusial. Sebagai agen pengetahuan, akademisi dapat menjadi penghubung antara perkembangan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan praktis di lapangan. Melalui program-program pelatihan, seminar, dan pendampingan, akademisi dapat membantu UMKM memahami pentingnya literasi produk halal dan bagaimana mereka dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan daya saing bisnis. Dengan semakin berkembangnya fenomena permintaan produk halal di pasar global, peran akademisi dalam meningkatkan literasi produk halal di kalangan UMKM tidak hanya relevan tetapi juga mendesak. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara peluang yang ada dengan keterbatasan yang dihadapi oleh UMKM, sehingga UMKM dapat bertransformasi menjadi pemain utama dalam pasar halal global. Dalam upaya meningkatkan kinerja UMKM melalui literasi produk halal, peran akademisi tidak hanya terbatas pada penyampaian pengetahuan teoritis, tetapi juga mencakup aspek pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian ini merupakan salah satu pilar penting dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana akademisi diharapkan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam bidang yang relevan dengan kebutuhan perkembangan ekonomi dan sosial. Pada konteks UMKM dan literasi produk halal, fokus pengabdian akademisi dapat diarahkan pada beberapa aspek utama yang saling berhubungan. Edukasi dan Pelatihan Literasi Produk Halal Salah satu fokus utama pengabdian akademisi adalah penyelenggaraan program edukasi dan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaku UMKM. Banyak UMKM yang masih belum memiliki akses terhadap informasi yang komprehensif terkait standar halal, termasuk persyaratan sertifikasi, proses produksi yang sesuai, hingga strategi pemasaran produk halal. Oleh karena itu, akademisi dapat berperan aktif dalam mengembangkan kurikulum pelatihan yang praktis dan aplikatif, serta mudah diakses oleh para pelaku Program pelatihan ini dapat dilaksanakan melalui seminar, lokakarya, ataupun modul daring yang disesuaikan dengan berbagai tingkat pemahaman pelaku UMKM, mulai dari pemula hingga yang telah berpengalaman. Pendampingan Sertifikasi Halal Banyak pelaku UMKM merasa terbebani dengan proses sertifikasi halal yang dianggap rumit dan memakan biaya. Akademisi dapat berperan dalam memberikan pendampingan secara langsung kepada UMKM dalam proses sertifikasi halal, mulai dari penyusunan dokumen, persiapan audit, hingga pemenuhan persyaratan administrasi. Pendampingan ini tidak hanya akan membantu mempercepat proses sertifikasi, tetapi juga memberikan keyakinan kepada UMKM bahwa mereka mampu memenuhi standar yang diperlukan Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group tanpa harus menghadapi beban yang berat. Pendekatan kolaboratif ini juga membantu meningkatkan kepercayaan pelaku UMKM terhadap proses sertifikasi. Riset dan Inovasi Produk Halal Selain memberikan edukasi, akademisi juga memiliki tanggung jawab untuk melakukan riset terkait inovasi dalam pengembangan produk halal. Inovasi ini bisa mencakup teknologi produksi, pengemasan, distribusi, hingga strategi pemasaran yang sesuai dengan prinsip syariah. Akademisi dapat melakukan penelitian terapan yang langsung terkait dengan kebutuhan UMKM, seperti bagaimana meningkatkan efisiensi produksi tanpa melanggar prinsip halal atau bagaimana mengembangkan produk-produk halal yang memiliki daya tarik tinggi bagi konsumen. Hasil riset ini kemudian dapat diterapkan secara langsung di lapangan melalui kemitraan dengan UMKM, sehingga mendorong peningkatan kualitas produk yang dihasilkan. Pengembangan Jejaring dan Pemasaran Produk Halal Akademisi juga dapat berperan dalam membangun jejaring pemasaran untuk produk halal yang dihasilkan oleh UMKM. Hal ini mencakup pengembangan strategi pemasaran digital yang efektif untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Dengan dukungan akademisi. UMKM dapat memanfaatkan platform digital dan e-commerce untuk mempromosikan produk halal mereka, sehingga memperluas jangkauan pasar. Selain itu, akademisi juga dapat memfasilitasi kolaborasi antara UMKM dengan berbagai pihak, seperti lembaga sertifikasi halal, pemerintah, dan sektor swasta, untuk menciptakan ekosistem halal yang kuat dan mendukung. Penyadaran dan Advokasi Kebijakan Akademisi dapat memainkan peran penting dalam mengadvokasi kebijakan yang lebih mendukung perkembangan UMKM dalam hal literasi dan sertifikasi halal. Melalui riset dan dialog dengan pembuat kebijakan, akademisi dapat memberikan rekomendasi yang didasarkan pada data empiris, sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih relevan dengan kebutuhan UMKM. Misalnya, penyederhanaan prosedur sertifikasi halal, insentif bagi UMKM yang ingin mengurus sertifikasi, atau subsidi biaya sertifikasi bagi UMKM kecil. Dengan demikian, akademisi dapat menjadi penghubung antara dunia usaha dan pemerintah dalam menciptakan regulasi yang lebih ramah bagi UMKM. Melalui fokus pengabdian ini, akademisi tidak hanya membantu meningkatkan kinerja UMKM dari segi pemahaman literasi produk halal, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap daya saing UMKM di pasar halal yang semakin berkembang. Kolaborasi antara akademisi dan UMKM diharapkan mampu menciptakan ekosistem bisnis yang lebih inklusif, inovatif, dan berbasis pada nilai-nilai syariah yang kuat, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi secara keseluruhan (Hamzah. , & Rahim. METODE Metode pengumpulan data melalui studi lapangan dan kajian literatur. Pendekatan ini bertujuan untuk memahami secara mendalam peran akademisi dalam meningkatkan kinerja UMKM melalui dukungan literasi produk halal. Berikut adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini:Langkah pertama dalam penelitian ini adalah melakukan kajian pustaka terkait literatur yang relevan, termasuk buku, jurnal, artikel ilmiah, dan laporan kebijakan terkait UMKM, literasi produk halal, serta peran akademisi dalam pengembangan usaha. Wawancara mendalam dilakukan untuk mendapatkan pandangan langsung dari berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan UMKM dan literasi produk halal. Observasi ini dilakukan di tempat produksi UMKM untuk melihat bagaimana mereka mengimplementasikan prinsip-prinsip Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group halal dalam proses produksi mereka. FGD dilakukan dengan melibatkan beberapa kelompok pemangku kepentingan, termasuk pelaku UMKM, akademisi, lembaga sertifikasi, dan Diskusi ini bertujuan untuk menggali lebih dalam isu-isu yang muncul dari wawancara dan observasi, serta untuk menghasilkan solusi kolaboratif yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kinerja UMKM melalui literasi produk halal. Data yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan FGD dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik. Langkah pertama dalam analisis ini adalah melakukan transkripsi wawancara dan catatan observasi, kemudian mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul dari data tersebut. Metode terakhir yang digunakan adalah evaluasi program pengabdian yang telah dilaksanakan oleh akademisi terkait literasi halal. Penelitian ini akan menilai dampak dari program-program yang sudah berjalan terhadap peningkatan kinerja UMKM. HASIL DAN PEMBAHASAN Beberapa temuan penting terkait peran akademisi dalam meningkatkan kinerja UMKM melalui literasi produk halal. Hasil-hasil ini diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan diskusi kelompok terarah (FGD) yang melibatkan pelaku UMKM, akademisi, dan lembaga Berikut adalah hasil dan pembahasannya berdasarkan tema-tema utama yang diidentifikasi dalam analisis data: Peran Edukasi Akademisi dalam Literasi Produk Halal Salah satu temuan utama adalah pentingnya edukasi yang diberikan oleh akademisi dalam meningkatkan pemahaman UMKM terkait literasi produk halal. Program pelatihan yang dirancang oleh akademisi, baik melalui seminar, lokakarya, maupun modul daring, terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dasar pelaku UMKM mengenai konsep halal, standar sertifikasi, serta persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh sertifikasi halal. Pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam program pelatihan ini menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan terkait proses produksi halal, mulai dari pemilihan bahan baku yang sesuai hingga metode produksi yang bersih dan terjaga dari kontaminasi non-halal. Akademisi juga membantu menghilangkan kesalahpahaman yang selama ini berkembang di kalangan pelaku UMKM, terutama terkait anggapan bahwa sertifikasi halal merupakan proses yang sangat rumit dan mahal. Pendampingan Sertifikasi Halal oleh Akademisi Hasil menunjukkan bahwa akademisi yang terlibat dalam program pengabdian masyarakat secara aktif memberikan pendampingan kepada UMKM selama proses sertifikasi halal. Pendampingan ini mencakup penyusunan dokumen administratif, persiapan audit, hingga bantuan dalam berkomunikasi dengan lembaga sertifikasi halal. Pendekatan ini terbukti efektif dalam mengurangi kekhawatiran UMKM terkait prosedur sertifikasi yang sering dianggap rumit dan memakan waktu. Pelaku UMKM yang menerima pendampingan akademisi berhasil menyelesaikan proses sertifikasi dengan lebih cepat dan efisien. Mereka juga merasa lebih terbantu dalam memahami persyaratan sertifikasi, yang sebelumnya dirasa sangat Riset dan Inovasi Produk Halal Akademisi juga memberikan kontribusi signifikan dalam riset dan inovasi produk halal untuk UMKM. Beberapa inovasi yang dihasilkan melalui kolaborasi antara akademisi dan UMKM meliputi pengembangan produk baru yang sesuai dengan prinsip halal, optimalisasi proses Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group produksi untuk efisiensi biaya, serta penerapan teknologi yang dapat meningkatkan kualitas Dalam beberapa kasus, akademisi membantu UMKM merumuskan produk halal yang lebih kompetitif di pasar, misalnya dengan mengembangkan produk yang lebih ramah lingkungan atau yang lebih menarik bagi konsumen muslim modern. Pengembangan Jejaring dan Pemasaran Produk Halal Temuan lainnya adalah adanya dukungan akademisi dalam membantu UMKM mengembangkan jaringan pemasaran yang lebih luas. Akademisi tidak hanya memberikan pelatihan tentang strategi pemasaran produk halal, tetapi juga membantu UMKM memanfaatkan platform digital dan media sosial untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Beberapa UMKM yang mengikuti program pendampingan akademisi melaporkan peningkatan penjualan setelah menerapkan strategi pemasaran digital yang disarankan oleh akademisi, terutama dalam memanfaatkan e-commerce yang mendukung produk halal. Tantangan dan Peluang dalam Pengembangan Literasi Produk Halal Meskipun terdapat banyak dukungan dari akademisi, penelitian ini juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang masih dihadapi UMKM. Beberapa pelaku UMKM merasa bahwa kendala utama dalam memperoleh sertifikasi halal adalah biaya sertifikasi yang relatif tinggi, terutama bagi usaha kecil dengan modal terbatas. Selain itu, kompleksitas regulasi dan kurangnya pemahaman tentang perubahan kebijakan terkini sering kali menjadi hambatan bagi UMKM untuk berpartisipasi secara penuh dalam ekosistem halal (Anwar. , & Abdullah. Di sisi lain, peluang yang diidentifikasi adalah semakin berkembangnya pasar halal, baik di dalam maupun luar negeri. Permintaan yang tinggi terhadap produk halal memberikan insentif bagi UMKM untuk terus berupaya memenuhi standar halal dan meningkatkan literasi mereka dalam hal ini. Pembahasan Peran edukasi ini menegaskan pentingnya akademisi sebagai agen pengetahuan yang mampu menjembatani kesenjangan informasi antara regulasi halal dan pelaku usaha. Pelatihan yang diberikan akademisi tidak hanya membantu UMKM dalam memahami standar halal, tetapi juga memberi kepercayaan diri bagi UMKM untuk menjalani proses sertifikasi. Selain itu, penggunaan metode pendidikan yang fleksibel, seperti modul daring dan pelatihan langsung, memudahkan UMKM untuk mengakses informasi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi mereka. Wilson. , & Liu. Pendampingan oleh akademisi memainkan peran kunci dalam memecahkan masalah teknis dan administratif yang dihadapi UMKM selama proses sertifikasi. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara akademisi dan UMKM dapat menghasilkan solusi praktis dan strategis dalam membantu UMKM mengatasi kendala yang mungkin tidak dapat mereka selesaikan sendiri. Selain itu, pendampingan akademisi juga memberikan nilai tambah dalam hal akuntabilitas dan kepercayaan terhadap proses sertifikasi, yang sering kali dianggap terlalu birokratis. Yusuf. , & Tahir. Peran akademisi dalam riset dan inovasi produk halal menjadi salah satu elemen kunci yang membantu UMKM meningkatkan daya saing mereka di pasar global. Kolaborasi antara akademisi dan UMKM menciptakan peluang bagi UMKM untuk terus berinovasi dalam produk mereka, sehingga mereka tidak hanya sekadar memenuhi standar halal, tetapi juga mampu menghadirkan nilai tambah yang dapat menarik lebih banyak konsumen. Inovasi produk halal juga memungkinkan UMKM untuk menjawab permintaan pasar yang terus berkembang dan Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Dukungan akademisi dalam pemasaran produk halal menyoroti pentingnya peran teknologi digital dalam pengembangan UMKM di era modern. Akademisi mampu memperkenalkan dan mendukung UMKM dalam memanfaatkan platform digital untuk mempromosikan produk halal mereka, yang sebelumnya mungkin belum sepenuhnya Melalui strategi pemasaran digital. UMKM dapat memperluas jangkauan konsumen mereka, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, yang secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan kinerja bisnis mereka. Yusuf. , & Tahir. Tantangan yang dihadapi UMKM dalam hal biaya sertifikasi dan regulasi memerlukan perhatian lebih dari pemerintah dan lembaga terkait. Akademisi dapat berperan sebagai advokat untuk kebijakan yang lebih ramah bagi UMKM, seperti subsidi sertifikasi halal atau penyederhanaan prosedur bagi usaha kecil. Sementara itu, peluang besar di pasar halal menjadi dorongan kuat bagi UMKM untuk berinovasi dan meningkatkan literasi produk halal mereka, dengan dukungan penuh dari akademisi dan pemangku kepentingan lainnya. SIMPULAN Edukasi Literasi Produk Halal: Akademisi memainkan peran kunci dalam meningkatkan pemahaman pelaku UMKM tentang konsep halal, standar sertifikasi, serta proses produksi yang sesuai dengan prinsip-prinsip halal. Edukasi ini mengurangi kesalahpahaman dan memberikan kepercayaan diri kepada UMKM untuk menjalani sertifikasi halal. Pendampingan Sertifikasi Halal: Pendampingan akademisi terbukti efektif dalam mempercepat dan mempermudah proses sertifikasi halal bagi UMKM. Akademisi membantu UMKM dalam menyelesaikan kendala administratif dan teknis, yang sering kali menjadi hambatan bagi UMKM dalam memperoleh sertifikasi halal. Riset dan Inovasi Produk Halal: Kolaborasi antara akademisi dan UMKM menghasilkan inovasi dalam produk halal, mulai dari efisiensi proses produksi hingga pengembangan produk baru yang lebih kompetitif. Inovasi ini meningkatkan daya saing UMKM di pasar, baik domestik maupun internasional. Pengembangan Jejaring dan Pemasaran: Akademisi membantu UMKM mengembangkan strategi pemasaran yang efektif, terutama melalui pemanfaatan platform digital dan e-commerce. Hal ini memungkinkan UMKM menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan penjualan produk halal mereka. Tantangan dan Peluang: Meskipun terdapat tantangan, seperti biaya sertifikasi yang tinggi dan kompleksitas regulasi. UMKM memiliki peluang besar di pasar halal yang terus berkembang. Dengan dukungan akademisi. UMKM dapat memanfaatkan peluang ini dan meningkatkan literasi produk halal DAFTAR PUSTAKA