Journal for Quality in Women's Health Vol. 3 No. 2 September 2020 | pp. p-ISSN: 2615-6660 | e-ISSN: 2615-6644 DOI: 10. 30994/jqwh. Analisa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi WUS Usia Ou 35 Tahun Menolak Menggunakan Alat Kontrasepsi IUD Di BPS Ny. Retno Indahningsih Desa Candiwates Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan Widya Anggraeni*. Kurnia Indriyanti Purnama Sari Prodi Di Kebidanan STIKES Dian Husada Mojokerto. Indonesia Corresponding author: Widya Anggraeni . idyainggit11@gmail. Received: July, 28 2020. Accepted: August, 28 2020. Published: September, 1 2020 ABSTRAK Beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi WUS Ou35 tahun menolak menggunakan IUD yaitu faktor pengetahuan, pengalaman, social budaya, ekonomi, tenaga kesehatan, agama, riwayat Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi WUS Ou35 tahun menolak menggunakan Alat kontrasepsi IUD. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Survei. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Consecutive Sampling. Populasi adalah WUS Ou 35 tahun menolak menggunakan alat kontrasepsi IUD di BPS Ny. RetnoIndahningsih Desa Candiwates Kec. Prigen Kab. Pasuruan. jumlah populasi yang digakan berjumlah 32 responden. Pada sampel diwakili yang memenuhi criteria inklusi sebesar 30 responden dan menggunakan teknik nonprobability sampling. Hasil penelitian data didapat melalui penyebaran kuesioner. Data ditabulasi dan disajikan dengan table distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapat bahwa sebagian besar . 3%) factor pengetahuan, seluruhnya . %) factor pengalaman, sebagian besar . %) faktor social budaya, sebagian besar . 7%) faktor ekonomi, sebagian besar . 3%) factor tenaga kesehatan, seluruhnya . %) faktor agama dan seluruhnya . %) faktor riwayat kesehatan sangat mempengaruhi WUS Ou35 tahun menolak menggunakan alat kontrasepsi IUD. Kata Kunci: WUS. Alat Kontrasepsi. IUD This is an open-acces article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. PENDAHULUAN Alat kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) adalah cara pencegahan kehamilan yang sangat efektif dan reversible bagi wanita tertentu, terutama yang tidak terjangkit PMS dan sudah pernah melahirkan. AKDR adalah salah satu alat plastik atau logam kecil yang dimasukkan ke uterus melalui kanalis servikalis AKDR terdiri dari dua jenis mengandung obat dan tidak mengandung obat AKDR mengandung obat yang saat ini digunakan meliputi dua model penghasil hormon yang tersedia hanya di beberapa negara dan dengan model Ae model yang Website: http://jqwh. org | Email: publikasistrada@gmail. Analisa Faktor-Faktor Yang MempengaruhiA. mengandung tembaga (Copper T380 A. Copper T 200. Copper T220 C. Multiload 375. Multiload 250 dan Nova T). AKDR yang tanpa obat yang sekarang digunakan adalah lippes loap dan cincin baja tanah Aekarat tunggal atau ganda. Efektivitas AKDR dipengaruhi oleh karakteristik alat, keterampilan penyedia layanan . alam memasang ala. dan karakteristik pemakai . isalnya usia dan parita. Reputasi AKDR yang kurang baik dan klien sering mendapatkan informasi yang salah dan menakutkan mengenai kontrasepsi dari teman, saudara dan sumber Ae sumber lainnya. Karena beberapa alasan tersebut sehingga peminat KB IUD pun semakin turun sehingga pengunaan IUD terus-menerus semakin turun dari tahun ke Seperti halnya yang terjadi di BPS. Ny. Retno Indahningsih ini banyak wanita subur usia Ou 35 tahun menolak menggunakan alat kontrasepsi IUD Di Propinsi Jawa Timur berkisar 14,52 %. Sementara ini, kegiatan Keluarga Berencana masih kurangnya dalam penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MJKP). Dari studi pendahuluan yang telah didapat dari BPS Ny. Retno Indahningsih di Desa Candiwates Kec. Prigen Kab. Pasuruan terdapat 2,27 % . akseptor KB IUD, 73,3 % . akseptor non IUD seperti akseptor KB suntik 40 % . , dan akseptor KB pil 33,3% . Walaupun mekanisme kerja pasti tidak diketahui, hipotesiskan bahwa AKDR mengganggu motilitas sperma dan perjalanan Ovum. Riset terakhir menunjukkan bahwa cara kerja utama adalah mencegah pembuahan. Namun pada kenyataannya yang terjadi di masyarakat, mereka wanita usia subur khususnya yang berumur Ou 35 tahun sedikit mengetahui tentang efek samping yang terjadi yaitu perdarahan dan perubahan siklus haid. Sebagai tambahan dalam beberapa siklus haid sesudah pemasangan AKDR, akseptor mungkin mengalami perasaan tidak nyaman yang agak berlebihan sewaktu haid. Para ahli telah menjelaskan tentang faktorfaktor wanita menolak menggunakan IUD diantaranya yaitu pengetahuan, pengalaman, sosial budaya, ekonomi, agama, dan sebagainya. Sejalan dengan itu, peneliti ingin mengetahui tentang faktor apa saja yang mempengaruhi WUS Ou 35 tahun menolak menggunakan IUD. Mendidik individu dan pasangan mengenai ragam metode yang tersedia serta memberikan informasi tentang keamanan dan cara pemakaian metode Ae metode tertentu merupakan bagian penting setiap program keluarga berencana. Dari fenomena diatas solusi yang dapat dilakukan oleh petugas kesehatan adalah dengan pemberian konseling. Dengan melakukan konseling berarti petugas membantu pada akseptor dalam memilih dan memutuskan jenis kontrasepsi yang akan di gunakan sesuai dengan pilihannya, (Syaifudin. Sehingga minat para akseptor KB khusunya wanita usia subur Ou 35 tahun diharapkan meningkat untuk ikut serta dalam menggunakan alat kontrasepsi IUD. Dari permasalahan diatas mka rumusan masalah dalm penelitian ini adalah AuFaktor-faktor yang mempengaruhi WUS Usia Ou 35 tahun menolak menggunakan alat kontrasepsi IUDAy. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi WUS Usia Ou 35 tahun menolak menggunakan alat kontrasepsi IUD di BPS Ny. Retno Indahningsih. METODE Dalam penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yaitu yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskriptif tentang suatu keadaan obyektif. Sedangkan pendekatan penelitian yang digunakan adalah Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah WUS Usia Ou 35 tahun yang menolak menggunakan alat kontrasepsi IUD di BPS Ny. Retno Indahningsih Desa Candiwates Kec. Prigen Kab. Pasuruan sebanyak 32 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Sampling metode non probability sampling tipe Consecutive Sampling yaitu pemilihan sampel dengan menetapkan subyek yang memenuhi kriteria penelitian dimasukkan dalam penelitian sampai kurun waktu Instrument yang digunakan adalah lembar observasi. Data yang diperoleh dianalisis dan disajikan dalam bentuk tabel frekuensi. Journal for Quality in Women's Health Analisa Faktor-Faktor Yang MempengaruhiA. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Karakteristik Responden Berdasarkan Faktor Pengetahuan Tabel 1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Faktor Pengetahuan Pada WUS Usia > 35 Tahun Menolak Menggunakan Alat Kontrasepsi IUD No Pengetahuan Frekuensi Prosentase Baik 13,3% Cukup 23,3% Kurang 63,3% Jumlah Berdasarkan Tabel 1 didapatkan data bahwa sebagian kecil atau 4 responden . mempunyai pengetahuan baik, sebagian kecil atau 7 responden . 3%) mempunyai pengetahuan cukup dan sebagian besar atau 19 responden . 3%) mempunyai pengetahuan Sebelum seseorang memutuskan untuk mulai menggunakan, merencanakan dan menghentikan pemakaian kontrasepsi IUD. Seseorang akseptor KB IUD harus sudah mengetahui tentang kontrasepsi IUD. Apabila akseptor IUD pengetahuannya kurang tentang kontrasepsi (IUD) maka angka kegagalan dan kecenderungan untuk DO dari keikutsertaan IUD menjadi meningkat maka dari itu penting untuk meningkatkan pengetahuan calon akseptor atau akseptor IUD tentang alat kontrasepsi yang digunakan. (Buku Acuan Keterampilan AKDR. Hal tersebut terjadi karena responden kurang mengetahui tentang efek samping, keuntungan, dan manfaat tentang IUD. Pengetahuan mereka tentang IUD hanya terbatas tempat pemasangan/ insersi IUD yakni didalam rahim, dari hal tersebut mereka sudah ketakutan akan mencoba menggunakannya. Apalagi anggapan bahwa terjadi pendarahan yang terjadi akan mengurungkan pemakaian alat kontrasepsi IUD tersebut. Karakteristik Responden Berdasarkan Faktor Pengalaman Tabel 1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Faktor Pengalaman pada WUS Usia > 35 Tahun Menolak Menggunakan Alat Kontrasepsi IUD No Pengalaman Frekuensi Prosentas Sangat Mempengaruhi Tidak Jumlah Berdasarkan Tabel 2 didapatkan data bahwa seluruhnya 30 responden . %) pada faktor pengalaman sangat mempengaruhi WUS usia Ou 35 tahun menolak menggunakan alat kontrasepsi IUD. Pengalaman juga digunakan untuk merujuk pada pengetahuan dan keterampilan tentang sesuatu yang diperoleh lewat keterlibatan atau berkaitan dengannya selama periode tertentu. Secara umum, pengalaman menunjukkan pada mengetahui bagaimana atau pengetahuan prosedural daripada pengetahuan proposional. Diketahui bahwa mereka tidak ada yang pernah memakai alat kontrasepsi IUD dikarenakan kurangnya faktor pengetahuan yang diperoleh selain itu pengaruh dari cerita atau pengalaman mantan pengguna atau akseptor IUD tentang ketidaknyamanan yang dirasakan akan menyurutkan niat para calon akseptor untuk menggunakan metode IUD. Mereka akan memilih metode yang dianggapnya lebih aman, mudah, dan sedikit efek samping. Journal for Quality in Women's Health Analisa Faktor-Faktor Yang MempengaruhiA. Dari segi prosedur. IUD dipasang didalam rahim. Hal ini menimbulkan kekhawatiran rasa yang sakit atau nyeri saat dimasukkanya IUD, perubahan atau efek samping yang terjadi setelah pemakaian seperti ketakukan bila terjadi pendarahan. Kurang pengetahuan dan informasi tentang IUD baik dari orang lain atau media massa menimbulkan mereka buta dan tidak mengerti akan IUD, kinerja, serta manfaat yang diperoleh setelah pemakaian. Anggapan seperti itu akan mendukung mereka untuk tidak memakai alat kontrasepsi IUD dan memutuskan untuk memilih alat kontrasepsi lain yang sesuai dengan yang dikehendaki. Selain itu IUD pun semakin sedikit dipergunakan sebagai alat kontrasepsi yang cocok bagi mereka, kurangnya peran serta tenaga kesehatan akan pentingnya pemberian konseling dan penyuluhan tentang IUD kepada masyarakat juga mempengaruhi mereka untuk lebih memilih alat kontrasepsi yang lain selain IUD. Karakteristik Responden Berdasarkan Faktor Sosial Budaya Tabel 3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Faktor Pengalaman pada WUS Usia > 35 Tahun Menolak Menggunakan Alat Kontrasepsi IUD N Sosial Budaya Frekue Prosentase Sangat Mempengaruhi Tidak Jumlah Berdasarkan Tabel 3 didapatkan data bahwa sebagian besar 27 responden . %) pada faktor sosial budaya sangat mempengaruhi dan 3 responden . %) pada faktor sosial budaya tidak mempengaruhi WUS usia Ou 35 tahun menolak menggunakan alat kontrasepsi IUD. Metode fertility awareness atau metode Au Kesadaran akan fertilitasAy membutuhkan kerjasama dan saling percaya mempercayai antara pasangan suami istri. Di lain pihak pengguna kontrasepsi kadang-kadang digunakan oleh istri tanpa sepengetahuan atau dukungan suami. Keadaan yang paling ideal adalah bahwa istri dan suami harus bersama-sama memilih metode kontrasepsi yang terbaik, saling bekerja sama dalam pemakaian kontrasepsi , membiayai pengeluaran untuk kontrasepsi, memperhatikan tanda-tanda bahaya pemakaian kontrasepsi. (Hartanto, 2. Dari hasil penelitian diketahui bahwa di daerah tersebut tidak ada suatu larangan dalam memilih alat kontrasepsi mereka bebas dan berhak menggunakan alat kontrasepsi apapun namun ada beberapa alasan mereka tidak mau menggunakan IUD diantaranya karena faktor lingkungan seperti pasangan dan keluarga kurang mendukung untuk memilih alat kontrasepsi IUD, orang sekitar atau tetangga juga banyak yang lebih menggunakan alat kontrasepsi lain selain IUD. Suami sebagai kepala keluarga mempunyai peran penting dalam keluarga. Keikutsertaan suami dalam pemilihan kontrasepsi juga dipertimbangkan sangat penting. Jika hanya sasaran pada wanita saja yang selalu diberi informasi, sementara para suami kurang pembinaan dan pendekatan, suami kadang juga melarang istrinya karena faktor ketidaktahuan dan tidak ada komunikasi untuk saling memberikan pengetahuan. Begitu juga halnya dengan keluarga dan orang sekitar mendukung untuk ikut serta dalam program KB IUD, kebanyakan mereka menganggap IUD merupakan alat kontrasepsi yang membahayakan, itu terjadi karena adanya anggapan bahwa benang yang dimasukan ke dalam rahim. Mereka takut dapat menimbulkan pengeluaran darah yang hebat. Memang biasanya tidak sedikit yang terjadi dapat menimbulkan kejadian yang serupa. Ini membuktikan bahwa efektivitas dan kinerja IUD berbeda-beda. Journal for Quality in Women's Health Analisa Faktor-Faktor Yang MempengaruhiA. apalagi bila saat awal digunakannya IUD. Orang sekitar atau tetangga dekat yang mempunyai respon kurang untuk menggunakan IUD ternyata mempengaruhi responden yang mengurungkan untuk memakai alat kontrasepsi lain selain IUD. Karakteristik Responden Berdasarkan Faktor Ekonomi Tabel Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Faktor Ekonomi pada WUS Usia > 35 Tahun Menolak Menggunakan Alat Kontrasepsi IUD Ekonomi Frekuensi Prosentase Sangat 96,7% Mempengaruhi 3,4% Tidak Jumlah Berdasarkan Tabel 4 didapatkan data bahwa sebagian besar 29 responden . 7%) pada faktor ekonomi sangat mempengaruhi WUS usia > 35 Tahun Menolak Menggunakan Alat Kontrasepsi IUD dan 1 responden . 4%) pada faktor ekonomi tidak mempengaruhi WUS usia > 35 tahun Menolak Menggunakan Alat Kontrasepsi IUD. Tingkat ekonomi mempengaruhi pemilihan jenis kontrasepsi. Hal ini disebabkan karena untuk mendapatkan pelayanan kontrasepsi yang diperlukan akseptor harus menyediakan dana yang diperlukan. Walaupun jika dihitung dari segi keekonomisannya, kontrasepsi IUD lebih murah dari KB suntik atau pil, tetapi kadang orang melihatnya dari beberapa biaya yang harus dikeluarkan untuk sekali pasang (Saifudin, 2. Meskipun sebagian besar responden bekerja sebagai karyawan swasta namun hal tersebut tidak berpengaruh pada mereka untuk memutuskan menggunakan alat kontrasepsi IUD. Mereka lebih menganggap bahwa harga alat kontrasepsi IUD lebih terjangkau karena bekerja dalam jangka waktu yang lama. Mereka ingin mengatur keadaan perekonomian keluarga bukan saja untuk kepentingan program keluarga berencana yang didominasi, akan tetapi kebutuhan keluarga yang lain lebih penting lainnya. Di sisi lain ketidaktahuan tentang kinerja alat kontrasepsi IUD pun cukup kurang sehingga mereka tidak ingin memutuskan menggunakan alat kontrasepsi IUD. Karakteristik Responden Berdasarkan Faktor Tenaga Kesehatan Tabel 5 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Faktor Tenaga Kesehatan Pada WUS Usia > 35 Tahun Menolak Menggunakan Alat Kontrasepsi IUD Tenaga Kesehatan Frekuensi Prosentase Sangat mempengaruhi 93,3% Mempengaruhi 6,66% Tidak mempengaruhi Jumlah Berdasarkan Tabel 5 didapatkan data bahwa sebagian besar 28 responden . ,3%) pada faktor tenaga kesehatan sangat mempengaruhi dan 2 responden . ,66%) pada faktor tenaga kesehatan mempengaruhi WUS usia > 35 Tahun Menolak Menggunakan Alat Kontrasepsi IUD. Tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan memudahkan seseorang atau masyarakat untuk menyerap informasi dan mengimplementasikan dalam perilaku dan gaya hidup seharihari khususnya dalam kesehatan. Tingkat pendidikan khususnya tingkat pendidikan wanita mempengaruhi derajat kesehatan (BKKBN, 2. Journal for Quality in Women's Health Analisa Faktor-Faktor Yang MempengaruhiA. Hal tersebut terjadi karena di desa tersebut tidak pernah diadakan penyuluhan tentang alat kontrasepsi IUD sehingga akses informasi dan pengetahuan tentang IUD kurang, para tokoh masyarakat juga tidak pernah mengetahui tentang pentingnya hal tersebut. Oleh karena itu, peran serta tenaga kesehatan akan kegiatan yang menimbulkan minat akseptor KB untuk menggunakan alat kontrasepsi IUD sangat diperlukan lebih-lebih bila disertai dengan pemberian hadiah bagi siapa saja yang memakai alat kontrasepsi IUD akan lebih menarik minat akseptor KB. Dari hasil penelitian didapatkan tingkat pendidikan yang rendah juga dapat disimpulkan sebagai hal yang mendukung pemilihan alat kontrasepsi lain selain IUD. Sebagian besar responden mengenyam pendidikan SD dimana tingkat pendidikan sangat berpengaruh terhadap perubahan sikap dan perilaku hidup sehat. Interaksi yang efektif antara klien dan tenaga kesehatan adalah ini. Disini peran tenaga kesehatan sangatlah penting dalam pemberian informasi yang tepat, lengkap serta objektif mengenai metode kontrasepsi IUD yaitu dengan pemberian konseling. Konseling yang baik dapat membuat klien lebih puas dan dapat membantu klien dalam menggunakan kontrasepsi secara konsisten dan meningkatkan keberhasilan KB IUD sehingga klien mengetahui manfaatnya bagi diri sendiri maupun Karakteristik Responden Berdasarkan Faktor Agama Tabel 6 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Faktor Agama Pada WUS Usia > 35 Tahun Menolak Menggunakan Alat Kontrasepsi IUD Agama Frekuensi Prosentase Sangat Mempengaruhi Tidak Jumlah Berdasarkan Tabel 6 didapatkan data bahwa 30 responden . %) pada faktor agama sangat mempengaruhi WUS usia > 35 Tahun Menolak Menggunakan Alat Kontrasepsi IUD. Pendapat atau pandangan agama yang melarang atau mengharamkan pemakaian kontrasepsi IUD karena pemakaian IUD bersifat aborsi, bukan kontrasepsi. Mekanisme IUD belum jelas, karena IUD dalam rahim tidak menghalangi pembuahan sel telur bahkan adanya IUD sel mani masih dapat masuk dan dapat membuahi sel telur . asih ada kegagala. selain itu pemakaian IUD dan sejenisnya tidak dibenarkan selama masih ada obat-obatan dan alat Selain itu pada waktu pemasangan dan pengontrolan IUD harus dilakukan dengan melihat aura wanita (BKKBN, 2. Diketahui bahwa responden secara keseluruhan beragama islam dan daerah tersebut tidak terdapat pandangan yang melarang dan mengharamkan penggunaan IUD, mereka tidak ada tekanan dari luar tentang pemakaian alat kontrasepsi sehingga mereka bebas untuk memutuskan alat kontrasepsi yang dikehendaki dan memang di beberapa daerah tertentu karena alasan faktor agama yang kuat sehingga dapat mempengaruhi pola pikir masyarakat sekitar dalam menentukan alat kontrasepsi yang digunakan. Namun hal tersebut tidak mempengaruhi mereka memutuskan memilih alat kontrasepsi yang lain. Diketahui bahwa banyaknya responden yang memakai KB suntik, dan mereka beranggapan sesuai dengan agama islam yang telah dianutnya sudah menghalalkan alat kontrasepsi yang ia pakai. Sehingga banyak responden yang enggan untuk memilih alat kontrasepsi lain seperti IUD. Journal for Quality in Women's Health Analisa Faktor-Faktor Yang MempengaruhiA. Karakteristik Responden Berdasarkan Faktor Riwayat Kesehatan Tabel 7 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Faktor Riwayat Kesehatan Pada WUS Usia > 35 Tahun Menolak Menggunakan Alat Kontrasepsi IUD Riwayat Frekuen Prosen Kesehatan Sangat Mempengaruhi Tidak Jumlah Berdasarkan Tabel 7 didapatkan data bahwa 30 responden . %) pada faktor agama sangat mempengaruhi WUS usia > 35 Tahun Menolak Menggunakan Alat Kontrasepsi IUD. Pendapat atau pandangan agama yang melarang atau mengharamkan pemakaian kontrasepsi IUD karena pemakaian IUD bersifat aborsi, bukan kontrasepsi. Mekanisme IUD belum jelas, karena IUD dalam rahim tidak menghalangi pembuahan sel telur bahkan adanya IUD sel mani masih dapat masuk dan dapat membuahi sel telur . asih ada kegagala. selain itu pemakaian IUD dan sejenisnya tidak dibenarkan selama masih ada obat-obatan dan alat Selain itu pada waktu pemasangan dan pengontrolan IUD harus dilakukan dengan melihat aura wanita (Saifudin, 2. Diketahui bahwa responden secara keseluruhan beragama islam dan daerah tersebut tidak terdapat pandangan yang melarang dan mengharamkan penggunaan IUD, mereka tidak ada tekanan dari luar tentang pemakaian alat kontrasepsi sehingga mereka bebas untuk memutuskan alat kontrasepsi yang dikehendaki dan memang di beberapa daerah tertentu karena alasan faktor agama yang kuat sehingga dapat mempengaruhi pola pikir masyarakat sekitar dalam menentukan alat kontrasepsi yang digunakan. Namun hal tersebut tidak mempengaruhi mereka memutuskan memilih alat kontrasepsi yang lain. Diketahui bahwa banyaknya responden yang memakai KB suntik, dan mereka beranggapan sesuai dengan agama islam yang telah dianutnya sudah menghalalkan alat kontrasepsi yang ia pakai. Sehingga banyak responden yang enggan untuk memilih alat kontrasepsi lain seperti IUD KESIMPULAN Berdasarkan dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa : Sebagian besar pada faktor pengetahuan . ,3%) sangat mempengaruhi responden WUS usia > 35 tahun menolak menggunakan alat kontrasepsi IUD Seluruhnya pada faktor pengalaman . %) sangat mempengaruhi responden WUS usia > 35 tahun menolak menggunakan alat kontrasepsi IUD Sebagian besar pada faktor sosial budaya . %) sangat mempengaruhi responden WUS usia > 35 tahun menolak menggunakan alat kontrasepsi IUD Sebagian besar pada faktor ekonomi . ,7%) sangat mempengaruhi responden WUS usia > 35 tahun menolak menggunakan alat kontrasepsi IUD Sebagian besar pada faktor tenaga kesehatan . ,3%) sangat mempengaruhi responden WUS usia > 35 tahun menolak menggunakan alat kontrasepsi IUD Seluruhnya pada faktor agama . %) sangat mempengaruhi responden WUS usia > 35 tahun menolak menggunakan alat kontrasepsi IUD Seluruhnya pada faktor riwayat kesehatan . %) sangat mempengaruhi responden WUS usia > 35 tahun menolak menggunakan alat kontrasepsi IUD Journal for Quality in Women's Health Analisa Faktor-Faktor Yang MempengaruhiA. DAFTAR PUSTAKA