Jurnal Jendela Inovasi Daerah Badan Perencanaan Pembangunan. Riset dan Inovasi Daerah Kota Magelang E-ISSN: 2621-8739 http://jurnal. Volume Vi No. Magelang. Agustus 2025. Hal. Jurnal Inovasi Daerah. Volume II No 1. Magelang. Maret 2019. Hal. ANALISIS EFEKTIVITAS APLIKASI MONGGO LAPOR PADA PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK DI KOTA MAGELANG Putri Ika Pertiwi Badan Perencanaan Pembangunan. Riset dan Inovasi Daerah Kota Magelang e-mail: puthree. ikha@gmail. Article Info: C Article submitted: 20 June 2025 a Article received: 21 August 2025 a Available online: 21 August 2025 ABSTRAK Dalam rangka mewujudkan komitmen menuju smart city. Kota Magelang telah mengembangkan berbagai inovasi digital untuk mempercepat respons pemerintah terhadap kebutuhan warganya. Salah satu aplikasi unggulan yang dikembangkan adalah AuMonggo LaporAy. Aplikasi ini menjadi media pelaporan masyarakat untuk menyampaikan aduan, kritik, saran, maupun permintaan layanan secara langsung dan real-time. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas aparatur pemerintah pengelola aplikasi dan masyarakat pengguna layanan. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Monggo Lapor terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Magelang. Hal ini dibuktikan dengan respons cepat dan tanggap, laporan yang selalu ditindaklanjuti hingga tuntas, aplikasi yang tergolong mudah digunakan oleh masyarakat, dan peningkatan partisipasi masyarakat pada bulan Januari Ae Juni 2025. Aplikasi ini berperan signifikan dalam memperkuat transparansi dan responsivitas pelayanan publik. Disarankan agar Pemerintah Kota Magelang dapat melakukan sosialisasi dan literasi digital yang lebih intensif terkait aplikasi Monggo Lapor, serta mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa pelaporan publik adalah hak warga yang dijamin dan akan ditanggapi secara terbuka dan bertanggung jawab oleh pemerintah. Kata Kunci: Efektivitas. Aplikasi Monggo Lapor. Pelayanan Publik. ABSTRACT In order to realize its commitment to becoming a smart city. Magelang City has developed various digital innovations to accelerate the government's response to the needs of its citizens. One of the featured applications developed is "Monggo Lapor". This application serves as a public reporting medium for submitting complaints, criticisms, suggestions, and service requests directly and in realtime. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. Research informants consisted of government officials managing the application and community service users. Data analysis used the Miles and Huberman interactive analysis model which includes data reduction, data presentation, and drawing The results show that the Monggo Lapor application has proven effective in improving the quality of public services in Magelang City. This is evidenced by the fast and responsive response, reports that are always followed up to completion, the application is relatively easy to use by the public, and increased public participation in January - June 2025. This application plays a significant role in strengthening the transparency and responsiveness of public services. It is recommended that the Magelang City Government conduct more intensive digital literacy and outreach regarding the Monggo Lapor application, as well as socialize to the public that public reporting is a guaranteed citizen right and will be responded to openly and responsibly by the Keywords: Effectiveness. Monggo Lapor Application. Public Services. Copyright A 2025 by Authors. Published by Badan Perencanaan Pembangunan. Riset dan Inovasi Daerah Kota Magelang. This open-access article is distributed under a Creative Commons Attribution (CC-BY) 4. 0 International License. Jurnal Jendela Inovasi Daerah,E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025,Hal. PENDAHULUAN Pelayanan publik merupakan salah satu indikator utama dalam mengukur kinerja pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dan hak-hak dasar Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, pemerintah dituntut untuk melakukan inovasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik guna menciptakan layanan yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel. Salah satu bentuk inovasi tersebut adalah pemanfaatan aplikasi berbasis teknologi digital sebagai sarana komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Hal ini sejalan dengan pernyataan Restiane et al. bahwa aplikasi pengaduan digital mampu meningkatkan partisipasi warga dan menjadikan pemerintah lebih akuntabel. Kota Magelang sebagai salah satu daerah yang berkomitmen menuju smart city telah mengembangkan berbagai platform digital untuk mempercepat respons pemerintah terhadap kebutuhan warganya. Salah satu aplikasi unggulan yang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Magelang adalah AuMonggo LaporAy. Aplikasi ini berfungsi sebagai media pelaporan masyarakat untuk menyampaikan aduan, kritik, saran, maupun permintaan layanan kepada pemerintah secara langsung dan real-time. Implementasi aplikasi pengaduan digital seperti Monggo Lapor memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, selama dukungan dari pemerintah. Sumber Daya Manusia, dan partisipasi masyarakat berjalan beriringan (Fauzi & Nurhadi, 2021. Pratama & Adianto, 2. Selain itu, pengembangan teknologi dan komunikasi publik juga harus didukung oleh regulasi dan kebijakan yang jelas, agar aplikasi ini dapat diakses secara luas dan berkelanjutan (Trisusilowaty et al. , 2019. Zulfikar & Pratama, 2. Meskipun peluncuran aplikasi Monggo Lapor mendapat respons positif dari masyarakat, efektivitas aplikasi ini dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik masih menjadi pertanyaan yang relevan untuk diteliti. Hingga saat ini belum banyak kajian akademik yang secara khusus mengevaluasi efektivitas Monggo Lapor dalam konteks pelayanan publik daerah. Evaluasi terhadap aplikasi ini penting dilakukan untuk mengukur sejauh mana aplikasi tersebut mampu meningkatkan responsivitas, transparansi, dan kepuasan masyarakat, terlebih lagi Monggo Lapor merupakan aplikasi satu-satunya yang dapat mewadahi aduan dan laporan Jurnal Jendela Inovasi Daerah,E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025,Hal. masyarakat Kota Magelang. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi urgensi akademik sekaligus praktis untuk menilai kontribusi nyata Monggo Lapor dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih partisipatif dan akuntabel di Kota Magelang. Dalam rangka mengkaji efektivitas aplikasi Monggo Lapor secara lebih mendalam, maka dirumuskan beberapa permasalahan penelitian berikut. Apakah aplikasi ini mampu menjawab kebutuhan masyarakat dengan cepat dan tepat? Bagaimana kualitas penyelesaian laporan dari masyarakat selama ini? Bagaimana tingkat partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan aplikasi ini? Dan apakah masyarakat Kota Magelang sudah terlibat sepenuhnya dalam proses pelaporan pada aplikasi ini? Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas aplikasi Monggo Lapor dalam peningkatan pelayanan masyarakat di Kota Magelang, dengan melihat aspek kecepatan respons, kualitas penyelesaian laporan, kemudahan penggunaan aplikasi, serta keterlibatan masyarakat dalam proses pelaporan. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi Pemerintah Kota Magelang dalam optimalisasi sistem layanan publik berbasis digital dan mendorong terciptanya pemerintahan yang responsif dan partisipatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan menggali informasi dari berbagai pihak yang terlibat, seperti aparatur pemerintah pengelola aplikasi dan masyarakat pengguna layanan. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat memperoleh gambaran yang mendalam mengenai implementasi aplikasi Monggo Lapor serta kontribusinya terhadap peningkatan pelayanan masyarakat di Kota Magelang. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena peneliti ingin menggambarkan dan menganalisis secara mendalam mengenai efektivitas aplikasi Monggo Lapor sebagai sarana pengaduan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Magelang. Pendekatan kualitatif deskriptif memungkinkan peneliti untuk Jurnal Jendela Inovasi Daerah,E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025,Hal. mengungkap fenomena sosial berdasarkan fakta-fakta yang terjadi di lapangan dari perspektif partisipan, yaitu pengguna dan pengelola aplikasi. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Magelang, khususnya pada instansi terkait yaitu Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Magelang sebagai pengelola aplikasi Monggo Lapor. Kelurahan Tidar Utara. Kelurahan Tidar Selatan, dan Kelurahan Kedungsari tempat masyarakat pengguna aplikasi berada. Waktu pelaksanaan penelitian berlangsung dari bulan April hingga Juni 2025. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data laporan terbaru yaitu pada bulan Januari sampai dengan Juni tahun 2025. Informan dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Adapun informan terdiri atas 2 . orang petugas pengelola aplikasi Monggo Lapor pada Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Magelang, 3 . orang masyarakat pengguna aplikasi Monggo Lapor dari beberapa kelurahan dengan latar belakang usia dan profesi yang beragam, dan 1 . orang perwakilan admin dinas yaitu dari Sekretariat Daerah Kota Magelang. Data dikumpulkan dengan tiga teknik utama, yaitu wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Pada teknik wawancara mendalam dilakukan terhadap informan kunci, yaitu petugas pengelola aplikasi dan masyarakat pengguna aplikasi untuk menggali pengalaman, persepsi, dan penilaian mereka terhadap penggunaan aplikasi Monggo Lapor. Selanjutnya teknik observasi lapangan, peneliti mengamati langsung alur penggunaan aplikasi serta proses tindak lanjut dari laporan yang masuk, baik secara teknis maupun interaksi antar pihak. Terakhir, pada teknik dokumentasi dilakukan dengan mengkaji dokumen atau data sekunder seperti rekap laporan bulanan aplikasi Monggo Lapor, data jumlah laporan masuk, laporan tindak lanjut, serta Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan pengaduan masyarakat melalui aplikasi Monggo Lapor. Analisis data dilakukan menggunakan analisis interaktif model Miles dan Huberman yang terdiri atas tiga tahap utama, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi (Miles. Huberman, & Saldaya, 2. Reduksi data dilakukan dengan menyortir, memilah, dan merangkum data yang Jurnal Jendela Inovasi Daerah,E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025,Hal. relevan dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya pada tahap penyajian data dilakukan dengan menyusun data dalam bentuk narasi, kutipan informan, tabel ringkasan, dan pola hubungan antara informasi. Pada tahap terakhir, penarikan kesimpulan dan verifikasi dilakukan dengan menafsirkan makna dari data yang telah disusun, serta melakukan triangulasi untuk memastikan validitas Tahap terakhir yang dilakukan adalah menjaga keabsahan . Peneliti membandingkan data dari berbagai sumber . asyarakat, petugas, dan dokume. dan menggunakan berbagai teknik . awancara, observasi, dokumentas. sebagaimana disarankan oleh Patton . dan Sugiyono . Selain itu, dilakukan pengecekan ulang terhadap informan untuk memastikan bahwa data yang ditarik sesuai dengan kenyataan di lapangan. HASIL DAN PEMBAHASAN Literature Review Persamaan Penelitian Penelitian ini sejalan dengan beberapa penelitian sebelumnya, terutama dalam beberapa aspek berikut: Peningkatan Partisipasi Masyarakat Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Chabibi & Basit . dalam penelitiannya terhadap aplikasi Tangkar di Karawang, yang menunjukkan bahwa sosialisasi aplikasi pengaduan berdampak langsung pada peningkatan jumlah laporan masyarakat. Peningkatan Responsivitas Pemerintah Sabeni & Setiamandani . serta Fauzi & Nurhadi . mendorong instansi pemerintah untuk meningkatkan kecepatan dan ketepatan dalam merespons laporan masyarakat. Hasil ini konsisten dengan data penyelesaian laporan Monggo Lapor yaitu di atas 97%. Jurnal Jendela Inovasi Daerah,E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025,Hal. Peran Teknologi dalam Pelayanan Publik Wibowo & Suryanto . menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan efektivitas pelayanan publik, terutama dalam hal kecepatan akses dan efisiensi Hal yang sama tercermin dari persepsi informan dalam penelitian ini bahwa dengan adanya aplikasi Monggo Lapor aduan dari masyarakat bisa direspons dan ditangani dengan lebih cepat antara 1-2 hari, kecuali untuk aduan yang membutuhkan kebijakan atau anggaran yang cukup besar. Perluasan Temuan Penelitian ini memperluas cakupan temuan dari penelitian terdahulu, yaitu: Tingkat Literasi Digital dan Faktor Usia Berbeda dengan penelitian Restiane et al. yang hanya fokus pada fungsionalitas aplikasi Lapor Sleman, penelitian ini menemukan bahwa tingkat literasi digital dan faktor usia berpengaruh pada pemanfaatan aplikasi Monggo Lapor. Hal ini menjadi aspek yang belum banyak dibahas dalam studi sebelumnya. Persepsi Ganda dari Dua Perspektif (Pengguna dan Pengelol. Penelitian ini menggabungkan persepsi dari masyarakat dan pengelola aplikasi yang jarang dibahas secara seimbang dalam literatur terdahulu. Pada penelitian Kurniawan et al. hanya menyoroti perspektif dari pengelola aplikasi, sedangkan penelitian ini mengintegrasikan sudut pandang masyarakat dan pemerintah secara bersamaan. Perbedaan atau Inovasi Kontekstual Beberapa perbedaan yang ditemukan pada penelitian ini dibanding penelitian sebelumnya terdapat pada beberapa aspek, yaitu: Pengaruh Sosialisasi terhadap Lonjakan Penggunaan Dalam penelitian ini, kegiatan sosialisasi berpengaruh positif terhadap peningkatan jumlah laporan dari masyarakat. Hal ini berbeda dengan Jurnal Jendela Inovasi Daerah,E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025,Hal. pernyataan Ningsih & Harjono . , yang menyebutkan bahwa meski ada sosialisasi, tidak selalu berdampak langsung pada volume laporan karena faktor kepercayaan publik lebih dominan. Kebutuhan akan Integrasi Sistem Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi aplikasi lokal Monggo Lapor dengan sistem nasional seperti SP4N-LAPOR. Temuan ini sejalan dengan penelitian Yahya & Setiyono . yang menyatakan bahwa integrasi sistem mampu menyederhanakan proses tindak lanjut dan menghindari duplikasi laporan. Berdasarkan perbandingan di atas, dapat disimpulkan secara keseluruhan bahwa penelitian ini menguatkan temuan sebelumnya tentang pentingnya digitalisasi layanan pengaduan. memperluas cakupan dengan menyoroti aspek spasial dan dual perspektif yaitu dari masyarakat dan pemerintah. dan memberikan kontribusi baru berupa pemetaan hambatan konteks lokal dan dorongan terhadap sistem yang lebih terintegrasi dan transparan. Perbandingan penelitian ini dengan penelitian terdahulu dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Perbandingan Penelitian Ini dengan Penelitian Terdahulu Nama Peneliti dan Tahun Penelitian Fokus Penelitian Metode Efektivitas Chabibi & Basit aplikasi Tangkar Karawang Pengaruh egov terhadap Fauzi & Nurhadi Kuantitatif Pengelolaan Sabeni & pengaduan Setiamandani . Kualitatif Studi kasus Hasil Penelitian Sosialisasi Aplikasi Respons petugas sistem digital. Kontribusi Khusus Menunjukkan edukasi publik Fokus hubungan egovernment dan kepuasan Menekankan Jurnal Jendela Inovasi Daerah,E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025,Hal. Nama Peneliti dan Tahun Penelitian Metode Hasil Penelitian Kontribusi Khusus Efektivitas Lapor Sleman Restiane et al. Deskriptif Smart Regency Aplikasi masalah dengan partisipasi warga masih rendah. Fokus daerah sebagai kota pintar. Pengaruh Wibowo Suryanto . layanan publik Teknologi Fokus Teknologi Informasi bukan hanya aplikasi aduan. Studi NTB Care Kurniawan et al. Kualitatif Efektivitas SP4N-LAPOR Yahya Studi sebagai sistem Setiyono . Transparansi Ningsih & layanan publik Kualitatif Harjono . aplikasi digital Efektivitas Monggo Lapor Ini pada Kualitatif publik di Kota Magelang Penelitian . Fokus Penelitian Kuantitatif Diperlukan Sumber Daya Menekankan Manusia peran sumber pengelola agar daya internal. berjalan efektif. Menyuarakan Sistem nasional belum optimal karena integrasi sistem pusat lokal lemah. dan daerah. Partisipasi Menyoroti tergantung pada kepercayaan Aplikasi Memberikan Monggo Lapor terbukti efektif publik di Kota Magelang. Jurnal Jendela Inovasi Daerah,E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025,Hal. Gambaran Umum Aplikasi Monggo Lapor Aplikasi Monggo Lapor merupakan inovasi digital Pemerintah Kota Magelang untuk menjembatani komunikasi antara masyarakat dan instansi Aplikasi ini memungkinkan masyarakat menyampaikan keluhan, saran, maupun laporan terkait pelayanan publik secara cepat dan praktis melalui website resmi Monggo Lapor . ttps://lapor. id/). Sejalan dengan konsep e-government yang mengedepankan kemudahan akses dan partisipasi publik (Fauzi & Nurhadi, 2021. Kurniawan et al. , 2. Monggo Lapor diharapkan mampu menjawab kebutuhan tersebut. Sejak diluncurkan pada bulan Mei tahun 2018, aplikasi ini telah mengalami berbagai pengembangan fitur dan peningkatan sistem layanan. Tujuan utamanya adalah menciptakan tata kelola pemerintahan yang terbuka, responsif, dan partisipatif dalam kerangka smart city. Penyajian Data Data Kuantitatif Laporan Masyarakat Data yang diperoleh melalui teknik dokumentasi menunjukkan laporan masyarakat dari bulan Januari hingga Juni 2025. Data tersebut dapat dilihat pada Tabel 2 berikut: Tabel 2. Rekap Data Jumlah Laporan pada Aplikasi Monggo Lapor pada Bulan Januari Ae Juni 2025 Januari Jumlah Laporan Masuk Selesai Ditangani Belum Ditangani Februari Maret April Mei Juni 15 . er 18 Jun. Bulan Dalam Proses Sumber: Aplikasi Monggo Lapor Jurnal Jendela Inovasi Daerah,E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025,Hal. Januari Februari Maret April Mei Jumlah Laporan Masuk Selesai Ditangani Dalam Proses Belum Ditangani Juni Gambar 1. Diagram Rekap Data Jumlah Laporan pada Aplikasi Monggo Lapor pada Bulan Januari Ae Juni 2025 . er 18 Juni 2. Sumber: Aplikasi Monggo Lapor Dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan jumlah laporan setiap bulan. Berdasarkan pernyataan dari pengelola aplikasi, pada bulan Desember tahun 2024 telah dilaksanakan Sosialisasi Aplikasi Monggo Lapor, yang kemudian memberikan dampak peningkatan jumlah laporan pada tahun 2025 ini. Hal ini sejalan dengan temuan Prasetya . dan Sabeni & Setiamandani . yang menyatakan bahwa sosialisasi merupakan faktor penting dalam mendorong partisipasi masyarakat dalam menggunakan aplikasi pengaduan publik. Di sisi lain, persentase tingkat penyelesaian laporan masyarakat mencapai 97%, yang menunjukkan bahwa respons pemerintah terhadap laporan masyarakat semakin cepat dan efektif. Narasi Data dan Observasi Lapangan Aplikasi Monggo Lapor memungkinkan pelaporan dengan kategori seperti infrastruktur, lalu lintas dan parkir, pelayanan air, kebersihan, keamanan, kependudukan, layanan kesehatan, dan beberapa aspek lainnya. Berdasarkan rekap bulanan, jenis laporan paling dominan adalah lalu lintas dan parkir . ,2%), diikuti keamanan dan kenyamanan . ,3%), layanan pendidikan dan sekolah . ,5%), dan Jurnal Jendela Inovasi Daerah,E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025,Hal. pelayanan kesehatan, jaminan kesehatan dan pelayanan puskesmas . ,5%). Data tersebut dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Rekap Data Laporan Masyarakat Sesuai Kategori di Aplikasi Monggo Lapor pada Bulan Januari - Juni 2025 Pajak Daerah dan PBB Gangguan Layanan Penyaluran Air Infrastruktur Kawasan Permukiman Informatika Layanan Pendidikan dan Sekolah Jalanan Berlubang. Galian dan Drainase Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jaringan dan Infrastruktur Telekomunikasi Sampah. Limbah. Izin Lingkungan. Penghijauan Kependudukan (Akta. KTP. KK. Pindah Pendudu. Keamanan dan Kenyamanan Lalu Lintas dan Parkir Pelayanan Kesehatan. Jaminan Kesehatan dan Pelayanan Puskesmas Ketenagakerjaan Penyandang Disabilitas. Rehabilitasi Sosial. Kemiskinan dan Orang Terlantar Aduan Bantuan Sosial Penerangan Jalan Umum (PJU) Santunan Kematian Pelayanan Publik Kecamatan Magelang Utara Pelayanan Publik Kecamatan Magelang Tengah KATEGORI Jumlah Total JUMLAH Sumber: Aplikasi Monggo Lapor Selain itu, dokumentasi juga menunjukkan bahwa laporan atau aduan dari masyarakat direspons dengan cepat oleh pengelola aplikasi, yaitu dalam waktu 1-2 Berdasarkan data aduan yang masuk pada aplikasi Monggo Lapor dari bulan Januari sampai Juni 2025, dapat dilihat bahwa saat ini masyarakat sudah semakin aktif dalam menyampaikan keluhan dan aduan mereka melalui sistem informasi. Keberanian masyarakat dalam menyuarakan permasalahan dan keluhannya juga Jurnal Jendela Inovasi Daerah,E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025,Hal. semakin meningkat. Di sisi lain. Perangkat Daerah juga sangat responsif dalam menjawab dan menindaklanjuti setiap laporan yang diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terjalin hubungan yang semakin kuat dan konstruktif antara pemerintah daerah dan masyarakat, yang artinya saling mendukung dalam menciptakan pelayanan publik yang lebih transparan, responsif, dan partisipatif. Data Hasil Wawancara dari Informan Untuk memperkuat data kuantitatif, peneliti juga mewawancarai beberapa informan terkait: AuDulu kalau mau lapor harus ke kantor kelurahan atau ke dinas terkait. Sekarang lebih mudah karena bisa dilakukan melalui HP atau komputer. Dan biasanya langsung ada jawaban dan tindak lanjut dari dinas. Ay (Informan 1 Ae Warga Magelang Selatan, 9 Mei 2. AuKami dari dinas memiliki tim khusus yang bertugas memantau dan menindaklanjuti laporan dari aplikasi Monggo Lapor. Rata-rata, setiap aduan yang masuk kami tanggapi dalam waktu 1 hingga 5 hari kerja, tergantung pada arahan dari pimpinan. Namun, untuk laporan yang membutuhkan kebijakan lanjutan atau alokasi anggaran yang lebih besar, proses tindak lanjut bisa memerlukan waktu yang lebih lama. Ay (Informan 2 Ae Admin Sekretariat Daerah Kota Magelang, 28 Mei 2. AuBila ada laporan yang belum direspons pada aplikasi Monggo Lapor, bukan berarti laporan tersebut tidak ditindaklanjuti. Dari pengelola aplikasi Diskominsta sudah menginformasikan kepada Perangkat Daerah terkait, namun kadang belum direspons karena ada 2 . Pertama, dikarenakan laporan tersebut sudah ada tindaklanjutnya namun admin dinas lupa menuliskan jawabannya pada aplikasi. Kedua, penyebab lain belum direspons adalah karena laporan tersebut memerlukan kebijakan tertentu dan anggaran besar sehingga agak lama menyesuaikan dengan anggaran yang ada di tahun ini, tetapi akan tetap ditindaklanjuti. Ay (Informan 3 Ae Pengelola 1 Aplikasi Monggo Lapor, 5 Juni 2. AuSebenarnya kegiatan sosialisasi yang kami lakukan belum banyak, dan yang terakhir audiens kami menyasar kepada mahasiswa. Namun alhamdulillah kegiatan ini sangat berdampak karena setelah sosialisasi partisipasi masyarakat jadi meningkat. Setiap laporan yang masuk juga akan langsung kami informasikan kepada dinas terkait agar mendapat respons dan tindak lanjut dengan segera. Ay (Informan 4 Ae Pengelola 2 Aplikasi Monggo Lapor, 5 Juni 2. Jurnal Jendela Inovasi Daerah,E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025,Hal. Hasil ini sejalan dengan penelitian oleh Wibowo & Suryanto . yang menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dapat meningkatkan efektivitas layanan publik melalui percepatan penanganan pengaduan. Pola Hubungan Berdasarkan penyajian data di atas, dapat diidentifikasi beberapa pola hubungan antar informasi, yaitu: Sosialisasi dan Partisipasi Sosialisasi aplikasi secara langsung berkorelasi positif dengan peningkatan jumlah laporan yang masuk. Hal ini terbukti dengan pernyataan pengelola aplikasi dan data jumlah laporan yang masuk pada bulan Januari Ae Juni 2025 yang semakin Hal ini sesuai dengan pernyataan (Chabibi & Basit, 2024. Yahya & Setiyono, 2. bahwa terdapat korelasi positif antara sosialisasi aplikasi dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelaporan. Responsivitas dan Kepercayaan Masyarakat Semakin cepat laporan ditanggapi, semakin tinggi kepercayaan masyarakat. Tingkat penyelesaian yang tinggi pada seluruh laporan yang masuk bulan Januari sampai Juni 2025 menunjukkan efektivitas kinerja instansi pemerintah, terutama yang memiliki sistem kerja berbasis digital. Hambatan Pelaksanaan Kendala dalam pelaksanaan aplikasi Monggo Lapor masih ditemukan hingga saat ini, seperti belum meratanya pemanfaatan aplikasi dikarenakan kurangnya literasi digital pada masyarakat tertentu, terutama pada masyarakat dengan rentang usia 45 tahun ke atas. Berdasarkan pengamatan di lapangan, masyarakat dengan rentang usia 45 tahun ke atas cenderung mengalami kesulitan, khususnya saat proses pembuatan akun. Hal ini dikarenakan banyak dari mereka yang belum memiliki surel elektronik atau email yang merupakan salah satu syarat untuk mendaftar. Akibatnya, mereka mengalami hambatan dalam menyampaikan laporan atau aduan melalui aplikasi. Hal ini sejalan dengan pernyataan Yasmin . yang mengatakan bahwa lansia mengalami berbagai hambatan utama dalam menggunakan teknologi digital. Jurnal Jendela Inovasi Daerah,E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025,Hal. antara lain ketakutan terhadap teknologi . ear of technolog. , keterbatasan fungsional seperti penurunan penglihatan dan kemampuan motorik, serta minimnya dukungan sosial dari lingkungan terdekat. Pendapat lain yang sejalan yaitu Nisa et . yang menyatakan bahwa kemampuan literasi digital lansia berada pada posisi rendah menuju sedang pada aspek digital skill, dan rendah dalam aspek digital safety. Meskipun beberapa dari mereka menunjukkan pemahaman serta kemampuan yang baik terkait dua aspek tersebut, namun dari segi penerapan masih sangat rendah. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas aplikasi Monggo Lapor dalam meningkatkan pelayanan publik di Kota Magelang. Berdasarkan data yang diperoleh melalui wawancara terhadap tanggapan pengguna, ditemukan beberapa temuan utama yang mencerminkan efektivitas aplikasi ini dalam empat aspek penting, yaitu kecepatan respons pengelola aplikasi, kualitas penyelesaian laporan, kemudahan penggunaan aplikasi, dan partisipasi masyarakat dalam proses Keempat aspek ini sejalan dengan konsep responsivitas pemerintah, yaitu kemampuan pemerintah untuk secara cepat, tepat, dan tanggap menanggapi kebutuhan serta keluhan masyarakat (Agrawal & Ribot, 1. Responsivitas ini dapat diukur dari kecepatan respons terhadap laporan, kualitas tindak lanjut yang diberikan, dan tindak lanjut yang dapat dirasakan manfaatnya oleh pelapor. Dalam konteks pemerintahan digital, aplikasi Monggo Lapor menjadi contoh konkret pemanfaatan teknologi untuk menciptakan saluran komunikasi dua arah antara pemerintah dan warga. Tidak hanya mempercepat proses pelaporan dan tindak lanjut. Monggo Lapor juga membuka ruang bagi masyarakat untuk lebih aktif terlibat dalam pengawasan dan perbaikan layanan publik. Dengan demikian, keberadaan aplikasi ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih responsif, transparan, dan partisipatif. Jurnal Jendela Inovasi Daerah,E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025,Hal. Kecepatan Respons Kecepatan respons merupakan salah satu indikator utama dalam menilai efektivitas sistem pelaporan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelola Monggo Lapor memberikan respons awal dalam waktu 1Ae2 hari setelah laporan Hal ini menunjukkan adanya komitmen untuk segera menindaklanjuti aduan masyarakat. Namun, terdapat beberapa laporan yang mengalami keterlambatan respons, terutama pada kategori laporan yang memerlukan koordinasi lintas instansi dan memerlukan kebijakan. Dalam kondisi tertentu, terdapat laporan yang responsnya memakan waktu hingga 5-7 hari. Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, petugas admin Perangkat Daerah akan memberikan respons awal terhadap aduan yang Selanjutnya, aduan tersebut akan disampaikan kepada bidang terkait, atau bila diperlukan, hingga ke Kepala Badan atau Kepala Dinas untuk proses tindak Setelah petugas admin Perangkat Daerah menerima hasil tindak lanjut dari bidang terkait atau pimpinan, maka barulah jawabannya resmi akan disampaikan kepada pelapor melalui aplikasi Monggo Lapor. Berdasarkan wawancara dengan pengelola aplikasi, apabila terjadi keterlambatan respons biasanya dikarenakan oleh 2 . Pertama, laporan sebenarnya telah ditindaklanjuti oleh Perangkat Daerah, namun admin dinas lupa atau terlambat memasukkan jawaban ke dalam aplikasi. Kedua, beberapa laporan memerlukan kebijakan khusus serta alokasi anggaran yang cukup besar, sehingga proses tindak lanjut memerlukan waktu yang lebih lama menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran pada tahun berjalan. Salah satu contohnya adalah laporan terkait perbaikan jalan berlubang. Pada prinsipnya, seluruh laporan yang masuk pada aplikasi ini akan tetap Perbedaan hanya terletak pada waktu penanganannya, yang disesuaikan dengan tingkat kompleksitas permasalahan yang dilaporkan. Meskipun demikian, secara keseluruhan, kecepatan respons terhadap laporan masyarakat melalui aplikasi Monggo Lapor dinilai sudah memadai dan terbukti mampu mempersingkat jalur birokrasi konvensional. Jurnal Jendela Inovasi Daerah,E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025,Hal. Kualitas Penyelesaian Laporan Dalam aspek ini, kualitas penyelesaian laporan dinilai dari sejauh mana laporan ditindaklanjuti hingga tuntas serta kepuasan pelapor terhadap hasil Hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar laporan masyarakat, khususnya yang bersifat teknis ringan seperti lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) mati dan lampu penyebrangan Alun-alun yang mati akan ditindaklanjuti dengan hasil yang jelas dan dapat diverifikasi. Namun, untuk laporan teknis yang cukup berat dan memerlukan anggaran yang besar, maka akan ditindaklanjuti dengan jangka waktu yang lebih lama. Contohnya adalah perbaikan jalan berlubang. Laporan teknis lain yang masih belum dapat ditindaklanjuti sepenuhnya adalah parkir liar. Bila parkir liar berada di bahu jalan, maka itu menjadi wewenang Dinas Perhubungan untuk melakukan penertiban. Namun bila terdapat laporan parkir liar di wilayah tanah milik perorangan atau tanah perusahaan, seperti Indomaret, maka Dinas Perhubungan tidak bisa melakukan penertiban. Selain itu, pada laporan yang bersifat administratif atau yang memerlukan kebijakan tertentu, maka penyelesaiannya akan memakan waktu yang lebih lama oleh dinas terkait. Contohnya adalah laporan mengenai bantuan sosial. Pada permasalahan ini, penanganannya tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Sosial Kota Magelang saja, tetapi juga melibatkan proses seleksi penerima bantuan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Oleh karena itu, waktu tindak lanjut dan penyelesaiannya menjadi lebih lama dibandingkan dengan laporan lainnya. Meskipun kualitas penyelesaian sudah tergolong baik, masih diperlukan peningkatan pada aspek transparansi dalam proses tindak lanjutnya. Kualitas tindak lanjut laporan menjadi penentu keberhasilan sistem Mursyidah dan Choriyah . menekankan bahwa kualitas penyelesaian tidak hanya diukur dari penyelesaian masalah, tetapi juga dari komunikasi umpan balik kepada pelapor. Sistem harus menyediakan informasi mengenai status laporan dan hasil akhir secara terbuka agar tercipta rasa kepercayaan publik. Jurnal Jendela Inovasi Daerah,E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025,Hal. Kemudahan Penggunaan Aplikasi (Aksesibilita. Aplikasi Monggo Lapor dinilai cukup ramah pengguna . ser-friendl. Desain antarmuka yang sederhana dan bahasa yang digunakan tergolong mudah dipahami oleh masyarakat umum. Sebagian besar pengguna menyatakan bahwa mereka dapat dengan mudah mengirimkan laporan tanpa memerlukan bantuan Meski demikian, beberapa responden berusia lanjut merasa kesulitan dalam menyampaikan laporan karena harus membuat akun terlebih dahulu, sedangkan mereka tidak memiliki surat elektronik . Hal ini menunjukkan perlunya pengembangan fitur seperti sistem dapat menyediakan opsi laporan tanpa login yang memungkinkan masyarakat lanjut usia dapat mengirim aduan tanpa harus mendaftar atau registrasi terlebih dahulu. Namun demikian, secara keseluruhan aplikasi Monggo Lapor sudah mendukung aksesibilitas yang baik bagi sebagian besar warga. Partisipasi Masyarakat Partisipasi masyarakat merupakan kunci keberhasilan aplikasi layanan Putera dan Harsono . menyatakan bahwa adanya peningkatan jumlah laporan dari masyarakat selama periode evaluasi aplikasi menunjukkan bahwa sistem mulai diterima oleh publik sebagai sarana menyampaikan aspirasi. Data menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Monggo Lapor terus meningkat sejak diluncurkan, yang menandakan adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk melaporkan masalah publik. Hal ini terlihat dari data jumlah laporan yang masuk pada bulan Januari Ae Juni 2025, yang jumlahnya semakin Di sisi lain, partisipasi masyarakat tidak hanya terlihat dari jumlah laporan yang masuk, tetapi juga dari beragamnya jenis aduan yang disampaikan, mulai dari masalah teknis seperti infrastruktur rusak, hingga isu administratif seperti keterlambatan layanan publik. Berdasarkan data laporan yang masuk pada aplikasi Monggo Lapor, pengaduan yang disampaikan masyarakat telah mencakup berbagai aspek, mulai dari permasalahan teknis hingga administratif. Hal ini menunjukkan Jurnal Jendela Inovasi Daerah,E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025,Hal. bahwa masyarakat sudah lebih memahami bahwa pelaporan adalah bagian dari hak dan tanggung jawab sebagai warga negara dalam mengawasi jalannya pelayanan Tentunya ini menjadi bukti bahwa masyarakat Kota Magelang semakin aktif dan peduli dalam menyuarakan permasalahan yang mereka hadapi melalui sistem informasi Monggo Lapor yang telah disediakan. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan data dan observasi peneliti terhadap kecepatan respons, kualitas penyelesaian laporan, kemudahan penggunaan aplikasi, serta keterlibatan masyarakat dalam proses pelaporan di aplikasi Monggo Lapor, maka dapat disimpulkan bahwa aplikasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Magelang. Hal ini dapat dilihat dari setiap laporan yang masuk melalui aplikasi Monggo Lapor akan selalu direspons dengan cepat dan ditindak lanjuti dengan segera. Meskipun pada permasalahan yang memerlukan kebijakan tertentu atau penyesuaian anggaran, tindak lanjutnya memerlukan waktu lebih lama. Namun terbukti dari observasi di lapangan menunjukkan bahwa permasalahan yang disampaikan akan tetap ditindak lanjuti dan diselesaikan. Di sisi lain, aplikasi ini juga terbukti mudah diakses dan digunakan oleh masyarakat dalam menyampaikan aduan, meskipun pada sebagian pengguna lanjut usia masih memerlukan pendampingan atau bantuan teknis, khususnya pada tahap awal pembuatan akun. Partisipasi masyarakat juga menunjukkan tren positif, yang terlihat dari peningkatan jumlah laporan pada bulan Januari - Juni 2025. Hal ini mencerminkan bahwa masyarakat merasa aplikasi ini relevan dan bermanfaat sebagai sarana untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun pengaduan. Secara keseluruhan, aplikasi Monggo Lapor terbukti mampu menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat secara lebih langsung, cepat, dan efisien, serta memperkuat prinsip pelayanan publik yang responsif dan transparan. Namun demikian, terdapat beberapa catatan evaluatif yang perlu diperhatikan. Proses tindak lanjut laporan yang berkaitan dengan kebijakan atau anggaran sering kali memerlukan waktu lebih lama, dan terdapat perangkat daerah yang masih terlewat dalam memberikan umpan balik secara digital melalui aplikasi. Jurnal Jendela Inovasi Daerah,E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025,Hal. Saran yang dapat disampaikan oleh peneliti adalah Pemerintah Kota Magelang dapat melakukan sosialisasi dan literasi digital secara intensif terkait penggunaan aplikasi Monggo Lapor, khususnya kepada masyarakat yang belum Selain mensosialisasikan bahwa masyarakat berhak menyampaikan laporan dan aduan apapun mengenai kondisi dan pelayanan publik di Kota Magelang tanpa merasa takut dan khawatir, karena saat ini pemerintah sudah lebih terbuka dan responsif terhadap laporan dari masyarakat. Sosialisasi ini bisa dilakukan melalui pelatihan langsung, video tutorial sederhana, serta penyebaran informasi melalui media sosial, balai RW/RT, dan layanan publik. Dengan strategi ini, diharapkan partisipasi masyarakat dalam penggunaan aplikasi Monggo Lapor semakin meningkat dan berdampak positif pada perbaikan pelayanan publik di Kota Magelang. DAFTAR PUSTAKA