LISTRA Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index || REPRESENTASI KETIDAKADILAN GENDER DALAM NOVEL AySURGA YANG TAK DIRINDUKANAy KARYA ASMA NADIA (KAJIAN FEMINISME) Siti Nur Rohmah 1,*. Mustofa 2. Sariban 3 1-3Universitas Islam Darul AoUlum Lamongan. Indonesia 1 sitinurrohmah249@gmail. 2 tofa09@unisda. 3 sariban@unisda. ARTICLE INFO Article history Received: 02-01-2025 Revised: 20-01-2025 Accepted: 02-02-2025 ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan . Pandangan perempuan tentang gender dalam novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia, . Bentuk Ketidakadilan gender yang dialami perempuan dalam novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia, . Perlawanan perempuan dalam novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia. Yang selanjutnya dijadikan langkah awal dalam memperjuangan perspektif gender serta dapat melengkapi penelitian mengenai analisis ketidakadilan gender. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskreptif yang memaparkan semua unsur yang terkait penggunaan jenis metode dan pendekatan penelitian Data penelitian ini adalah berupa kutipankutipan, gambaran dan ungkapanyang mengandung nilai yang bersumber dari buku novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia. Pada tahap analisa data, dilakukan langkahlangkah analisis deskreptif dan analisis isi serta penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam buku novel Surga yang Tak Dirindukan masih banyak cerita tentang pengexploitasian perempuan/istri oleh laki-laki/suami serta perjuanga perempuan/istri atas hak-haknya. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa perempuan/istri masih memeiliki kemampuan untuk memperjuangkan hak-haknya. Karena itu diharap kan kepada para kaum perempuan/istri tidak segan-segan untuk tetap berjuang demi kesetaraan gender. Kata kunci: ketidakadilan, gender, perlawanan. ABSTRACT The purpose of this study was to describe . the views gender of women in the novel Surga Yang Tak Dirindukan by Nadia. Asma on several aspects of their live. the gender injustice suffered by women in the Novel Surga Yang Tak Dirindukan by Nadia. Asma: . women Aos resistance in the Novel Surga Yang Tak Dirindukan by Nadia. Asmaagainst injustice they live. Then, it would be the first step in struggling prespective of gender andto complete the analysis of gender injustice. This research used descriptive qualitative method that explained all element about the kinds of method and the approach. The data of the research were quotes, description, and expression which consist of norm in Surga Yang Tak Dirindukan novel by Asma Nadia. In data analysis,the writer used a descriptive analysis and a content analysis and also the conclusions. The result of the research was carried out to show that the Catatan Hati Seorang Istri novel had many stories about exploitation of aman or husband toward a woman or wife and the struggle of a woman or wife to her rights. Based on the research, it could be concluded that a woman or wife still had ability to struggle her rights. Therefore, it supposed to a woman or wife not to doubt in struggling the gender equality. Keyword: injustice, gender, struggle. This is an open-access article under the CCAeBY-SA license. https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index listra@unisda. Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. Pendahuluan Karya sastra adalah suatu bentuk tulisan yang indah dan bermanfaat bagi pembaca dan merupakan hasil kreativitas pengarang dalam mencermati realitas (Sutardi, 2011 :1-. Karya sastra tidak dapat lepas dari unsur pengarang, masyarakat, dan pembaca. Karya sastra dapat merupakan potret kehidupan masyarakat (Sariban, 2009: . Teori sastra bukanlah sekadar pernyataan yang berupa rangkaian kata-kata nan indah, namun terkait dengan ontologi sastra, epistemologi sastra, dan aksiologi sastra. Dalam penelitian sastra mutlak perlu landasan teori yang tepat untuk mengungkapkan fungsi dan nilai karya sastra itu semaksimal-maksimalnya. (Mustofa, 2021:. Tokoh perempuan banyak digambarkan mendapat perlakuan secara diskriminatif. Kenyataan tersebut mendorong lahirnya feminisme dalam bidang sastra. Berbekal paparan tersebut, penulis termotivasi untuk mencoba menemukan penggambaran perempuan di dalam karya sastra dalam sudut pandang perempuan. Novel yang berjudul Surga yang Tak Dirindukankarya Asma Nadia diangkat sebagai objek dalam penelitian ini. Asma Nadia memotret poligami dari semua sisi, yaitu sisi suami, sisi korban yang dalam hal ini adalah istri pertama, dan sisi perempuan kedua. Paparan-paparan Asma Nadia dalam tulisannya tersebut mewujudkan berbagai konsep yang jika dipahami dengan baik mampu membuka mata pembaca untuk mengenali perempuan lebih dekat dan kemudian dapat melihat mereka dengan pandangan yang lebih bijak. Tujuan penelitian ini adalah: . mendeskripsikan pandangan perempuan tentang gender. mendeskripsikan bentuk ketidakadilan gender yang dialami perempuan. mendeskripsikan perlawanan perempuan dalam novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia Secara etimologis feminis berasal dari kata femme . , berarti perempuan . , yang berjuang untuk memperjuangkan hak-hak kaumperempuan . , sebagai kelas sosial (Nyoman Kutha Ratna, 2015: . Perlu dibedakan antara male dan female . ebagai aspek perbedaan biologis, sebagai hakikat alamiah, masculine dan feminine . ebagai aspek perbedaan psikologis dan cultura. Dikotomi pertama mengacu pada seks, sedangkan dikotomi yang kedua mengacu pada jenis kelamin, sebagai perbedaan gender. Fenimisme, baik sebagai gerakan sosiokultural maupun kritik sastra Berkaitan dengan perbedaan yang kodua (Nyoman Kutha Ratna, 2015:. Dengan kalimat lain, male dan female mengacu pada seks, sedangkan inculine/eminimmengau pada jenis kelamin dan gender, sebagai he dan she (Heman J. Waluyo, 2011: . Weedon . alam Sugihastiti dan Suharto . 6: . menjelaskan tentang faham feminis dan teorinya, bahwa faham feminis adalah politik. sebuah politik langsung mengubah hubungan kekuatan kehidupan antara perempuan dan laki-laki dalam masyarakat. Kekuatan ini mecakup semunstruktur kehidupan, segi-segi kehidupan, keluarga, pendidikan, kebudayaan, dan Segi-segi kehidupan itu menetapkan siapa, apa, dan untuk siapaserta akan menjadi apa perempuan itu. Faham feminis ini lahir dan mulai berkobar pada sekitar akhir 1960-an diBarat, dengan beberapa factor penting yang mempengaruhinya. Gerakan inimempengaruhi banyak segi kehidupan dan mempengaruhi setiap aspek kehidupan perempuan (Sugihastuti dan Suharto, 2016: . Feminisme lahir karena adanya ketidakadilan gender. Nugraheni EkoWardani, dalam Jurnal Bahasa Sastra dan Pengajarannya, . 7: . menyampaikan bahwa perbedaan gender sering menimbulkan ketidakadilangender. Hal inilah yang melahirkan gerakan feminisme di berbagai negara. Feminisme adalah teori tentang persamaan antara laki-laki dan perempuan dibidang politik, ekonomi, dan sosial. atau kegiatan organisasi yangmemperjuangkan hak-hak serta kepentingan perempuan. Senada dengan pendapat di atas, soenardjati Djajanegara . 0: . mengatakan ada beberapa aspek yang turut Mempengaruhi Terjadinya Gerakan feminisme, yaitu aspek politis, aspek evangelis, dan aspck sosialisme. Aspekpolitik, yukni ketika pemerintah merasa tidak dianggap pemerintah Begitu pula tatkala Kepentingan-kepentingan kaum perempuan berkaitan dengan politik diabaikan. Dari aspek agama disebutkan bahwa kaun Representasi Ketidakadilan Gender dalam Novel AySurga Yang Tak DirindukanAy Karya Asma Nadia (Kajian Feminism. Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. feminismenuding pihak gereja bertanggung jawab atas doktrin-doktrin yangmenyebabkan posisi perempuan di bawah kaum laki-laki. Aspek ketiga yaitu konsep sosialisme yang menganggap kaum perempuan merupakan suatu kelasdalam masyarakat yang ditindas oleh kelas lain, yaitu kelas laki-laki. Lebih lanjut Soenarjati Djajanegara . 0: . mengungkapkan bahwa feminisme adalah suatu gerakan yang memusatkan perhatian pada perjuangan perempuan dalam menempatkan Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tujuan feminisme adalah meningkatkan kedudukan dan derajat perempuan agar sama dan sejajar dengan kedudukan dan derajat lakilaki. Feministe menurut Herman J. Waluyo . 1: . merupakan gerakan kaum wanita Untuk menolak segala sesuatu yang dimarginalisasikan, disubordinasikan, dan direndahkan oleh kebudayaan dominan baik dalambidang politik dan ekonomi maupun kehidupan sosial pada Dalam pengertian yung lebih sempit yuitu sastra feminis dikaitkan dengan caracara memahami karya sastra baik dalam kaitannya dengan proses produksi maupunresepsi. Emansipasi wanita dengan demikian merupakan salah satu aspek dalam kaitannya dengan persamaan hak. Dalam ilmu sosial kontemporer lebih dikenal sebagai gerakan " kesetaraan Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa perempuan Indonesia belum bisa melepaskan diri dari dunia domestiknya. Keberhasilan perempuan diukur dari kemampuannya menjalankan peran seperti dalam pepatah lama, dapur, sumur, dan kasur. Metode Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu metode dengan cara mengumpulkan data, mendeskripsikan data dan menganalisis data. Hal ini sejalan dengan pendapat Moleong . data deskriptif adalah data yang berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Metode kualitatif adalah metode penelitian yang dilakukan dengan tidak mengutamakan angka-angka, tetapi mengutamakan kedalaman penghayatan terhadap interaksi antar konsep yang sedang dikaji secara empiris (Endaswara, 2013:. Jenis data yang diambil adalah data yang bersifat kualitatif, misalnya data yang mendeskripsikan bentuk ketidakadilan gender tokoh perempuan dalam novel surga yang tak dirindukan karya Asma Nadia yaitu tokoh Arini dan Mei Ros. Teknik penggumpulan data pada penelitian ini menggunakan dua metode yaitu Teknik baca simak dan Teknik catat. (Mahsun, 2. Sedangkan, peneliti dalam melakukan proses penelitian menggunakan alat bantu instrumen yang berupa lembar korpus data. Penelitian ini juga menggunakan metode analisis isi (Content analysi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kritik sastra feminis. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan Pandangan perempuan tentang gender dalam novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia, . Bentuk Ketidakadilan gender yang dialami perempuan dalam novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia, . Perlawanan perempuan dalam novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil sebagai berikut . pandangan perempuan tentang gender yang terdapat dalam novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia, yaitu mencakup pandangan terhadap lembaga perkawinan, pandangan mengenai sosok anak hasil pernikahan, pandangan terhadap tubuh perempuan, pandangan terhadap dirinya sendiri, dan pandangan terhadap perselingkuhan. bentuk ketidakadilan gender yang dialami perempuan dalam novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia yaitu berupa beban kerja ganda, penguasaan hak atas tubuh, kekerasan fisik dan seksualitas. perlwanan perempuan dalam novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia yaitu berupa penolakan terhadap feminitas, memiliki aspek produktif secara ekonomi, penolakan terhadap poligami, dan perlawanan terhadap kekerasan seksual. Representasi Ketidakadilan Gender dalam Novel AySurga Yang Tak DirindukanAy Karya Asma Nadia (Kajian Feminism. Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. Pembahasan Penelitian yang berkaitan dengan gender dan feminis dalam karya sastra sudah banyak Perbedaan yang utama terletak pada objek penelitian yang diteliti dan kritik feminis yang di gambarkan Penelitian pertama dilakukan oleh AuPerspektif Gender dan Nilai Feminisme dalam Novel Perawan di Sangkar Ilusi Karya Zulis Rahmawati RidwanAy oleh seorang mahasiswi Universitas Islam Darul AoUlum Lamongan lulusan tahun 2012 FKIP Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang Bernama Yuanita Arini . Adapun yang dibahas dalam penelitian ini adalah . Unsur pembangun novel yang diutamakan analisisnya antara lain: tema, penokohan, alur, setting, sudut pandang dan gaya bahasa,. Penelitian kedua dilakukan Nur mengambil judul AuRepresentasi Feminisme Perempuan Afghanistan dalam Novel Perempuan-perempuan Tak Berwajah (The End of manner. Ay sebagai tugas akhir Universitas Islam Darul AoUlum Lamongan. Adapun yang dibahas dalam penelitian ini adalah . Struktur yang terkandung dalam Novel Perempuan-perempuan Tak Berwajah (The End of manner. , . Bentuk ketidakadilan yang dialami perempuan Afghanistan dalam Novel Perempuan-perempuan Tak Berwajah (The End of manner. , . Bentuk tindakan perempuan Afghanistan dalam dalam Novel Perempuanperempuan Tak Berwajah (The End of manner. Dalam novel tersebut menampilkan tokoh utama yaitu Maria Galante, seorang fotografer yang ditugaskan meliput di Afghanistan untuk meneliti kultur budaya perempuan yang ada di sana. Selain sebagai tokoh utama. Maria Galante juga berperan sebagai pencerita. Penelitian ketiga dilakukan oleh Suyitno yang mengambil AuKajian Novel dalam Spektroskop Feminisme dan Nilai PendidikanAy dalam penelitiannya dan menjadi salah satu buku yang diterbitkan. Suyitno membahas dalam bukunya yang berjudul AuKajian Novel dalam Spektroskop Feminisme dan Nilai PendidikanAy meliputi . Wacana peretas batas patriarki, . Teks peliput semiotika asa perempuan meliputi eksplorasi semiotika teks, eksplorasi konstelasi masalah dan kerangka kerja kajian, . Diskursus feminisme teks empat novel yaitu Saman karya Ayu Utami. Tarian Bumi karya Oka Rusmini. Geni Jora karya Abidah El Khaliqy dan Nayla karya Djenar Maesa Ayu yang meliputi data teks pengucapan ideologi feminisme, data genetic teks, data efektif dan niali pendidikan, . Elaborasi teks yang meliputi simpul diskursus dan analisis diskursus, . Purnawacana yang meliputi pengucapan ideologi femini teks, kegayutan genetic teks dengan ideologi feminismenya, kegayutan interaksi subjek dengan teks dan kegayutan nilai-nilai pendidikan teks dengan nilai-nilai sosial. Berdasarkan temuan kajian-kajian yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu sebagaimana tersebut di atas, maka penelitian yang peneliti lakukan ini berbeda dengan penelitian terdahulu. Meskipun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah sama-sama teori feminisme, tetapi fokus penelitiannya berbeda. Karena fokus penelitian berbeda, maka temuannya akan berbeda pula. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Pandangan perempuan yang terdapat dalam novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia terhadap lembaga pernikahan adalah bahwa institusi perkawinan merupakan sesuatu yang sakral. Kesakralan pernikahan merupakan sesuatu yang mutlak. Ketika memilih untuk menikah, maka perempuan berhenti memikirkan dirinya, memikirkan hidupnya. Perempuan telah menandatangani kontrak bahwa ia akan mendedikasikan dirinya secara utuh bagi suami dan anak-anaknya, tanpa menyisakan ruang bagi dirinya sendiri. Pandangan perempuan terhadap anak-anak hasil pernikahan dalam novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia adalah bahwa kehadiran seorang anak ternyata sangat penting karena anak adalah anugerah, amanah, dan titipan dari Tuhan yang harus dijaga, dirawat, dan dibesarkan dengan baik. Demi anak-anak, orang tua terpaksa bersikap normal dan berpurapura seolah semuanya baik-baik saja. Orang tua tidak ingin anak-anak mengetahui bahwa orang tua yang selama ini mereka banggakan telah mengecewakan mereka. Pandangan perempuan terhadap perselingkuhan dalam novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia adalah pada dasarnya sikap perempuan dalam novel Surga yang Tak Dirindukan sangat menolak adanya perselingkuhan. Secara normatif, hati nurani manusia akan menolak perselingkuhan. Tidak ada orang yang sengaja ingin menjadi penyebab Representasi Ketidakadilan Gender dalam Novel AySurga Yang Tak DirindukanAy Karya Asma Nadia (Kajian Feminism. Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. perselingkuhan, menjadi korban perselingkuhan, atau menjadi pelaku perselingkuhan. Akan tetapi seringkali terdapat latar belakang tertentu yang membuat hal tersebut terjadi. Pandangan perempuan terhadap dirinya sendiri dalam novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia adalah sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai patriakal, sekalipun sebagian yang lain telah keluar dari hal tersebut. Kemunculan keduanya melalui tokoh tokoh dalam novel Surga yang Tak Dirindukan menjelaskan nilai-nilai yang lahir dari sistem patriakal telah menutup peluang bagi perempuan untuk berkembang, bahkan menutup peluang bagi perempuan untuk mendapatkan kebahagiaan yang ia inginkan. Bentuk ketidakadilan yang dialami perempuan dalam novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia berupa beban kerja ganda dan penguasaan ekonomi berkaitan dengan pandangan kaum feminis mengenai Aosuper womanAo. Mereka menyatakan bahwa membuka keran bagi perempuan untuk masuk ke ranah publik, tanpa membiarkan laki-laki untuk masuk ke ranah domestik merupakan merupakan bentuk opresi yang lebih kejam. Para feminis berpendapat bahwa menuntut perempuan untuk credible di luar rumah, dan perfect di dalam rumah merupakan sesuatu yang tidak manusiawi. Bentuk ketidakadilan yang dialami perempuan dalam novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia berupa kekerasan fisik adalah dominasi laki-laki terhadap perempuan. Sesuatu yang penting adalah bahwa peristiwa kekerasan tersebut lebih sering terjadi di dalam lembaga terkecil, yaitu keluarga atau juga kekasih. Bentuk ketidakadilan yang dialami perempuan dalam novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia berupa penguasaan atas tubuh perempuan, dan seksualitas adalah tubuh perempuan seringkali menjadi sumber malapetaka bagi diri mereka. Dari tubuhnyalah berbagai tindakan pelecehan dan kekerasan seksual yang dialami perempuan berawal mula. Dalam pemikiran yang paling sederhana, sang pemilik tubuh adalah orang yang paling berhak atas tubuh tersebut. Akan tetapi kenyataannya tidak demikian yang terjadi. Perlawanan perempuan dalam novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia berupa penolakan terhadap feminitas berangkat dari suatu kondisi masyarakat patriakal yang menggunakan peran gender yang kaku. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa perempuan harus tetap pasif dengan beberapa penanda feminin seperti penuh kasih sayang, penurut, tanggap terhadap simpati dan persetujuan, ceria, baik, dan ramah. Sebaliknya hak ini juga dilakukan untuk memastikan bahwa laki-laki harus tetap aktif dengan beberapa penanda maskulin seperti kuat, agresif, penuh rasa ingin tahu, ambisius, penuh rencana, bertanggung jawab, orisinil dan kompetitif. Perlawanan perempuan dalam novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia berupa memiliki aspek produktif secara ekonomi sebagai sebuah upaya perlawanan terhadap dominasi laki-laki. Hal ini berkaitan dengan apa yang disampaikan oleh seorang pemikir feminis bahwa equalitas dalam relasi perempuan dan laki-laki tidak akan dapat diperoleh oleh seorang perempuan jika ia tidak memiliki peran dalam menyokong kebutuhan finansial Perlawanan perempuan dalam novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia berupa penolakan terhadap poligami adalah dengan melawan takdir bahwa perempuan secara kodrati adalah selalu menerima semua hal yang terjadi kepadanya. Hal itu mereka lakukan karena baginya berbagai ketidakadilan yang bermuara pada penderitaan perempuan seringkali dimaknai sebagai ketidakadilan yang diakibatkan oleh ketetapan Tuhan bagi perempuan. Dengan kata lain, para perempuan yang memandang berbagai ketidakadilan tersebut bersifat kodrati, bukan konstruksi masyarakat atas diri mereka. Perlawanan perempuan dalam novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia berupa perlawanan terhadap kekerasan fisik dan seksual berangkat dari dominasi dan penguasaan laki-laki terhadap perempuan, salah satu konsep yang didengungkan feminis adalah bahwa seorang perempuan harus melakukan perlawanan dengan merebut kembali kepemilikian atas Kepemilikan atas tubuh menjadi sesuatu yang sering tidak disadari karena telah dimaknai sebagai sesuatu yang bersifat kodrati. Bagi para feminis, hubungan seksual, kehamilan, dan jumlah anak merupakan sesuatu yang menjadi pilihan bagi perempuan, bukan kewajiban atau keharusan. Representasi Ketidakadilan Gender dalam Novel AySurga Yang Tak DirindukanAy Karya Asma Nadia (Kajian Feminism. Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian, maka simpulan dalam penelitian ini adalah: Pandangan perempuan yang terdapat dalam novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia meliputi pandangan terhadap lembaga pernikahan,pandangan terhadap anak-anak hasil pernikahan, pandangan terhadap perselingkuhan, dan pandangan perempuan terhadap dirinya Bentuk ketidakadilan yang dialami perempuan dalam novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia adalah berupa beban kerja ganda dan penguasaan ekonomi, kekerasan fisik, penguasaan atas tubuh perempuan dan seksualitas. Perlawanan perempuan dalam novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia berupa penolakan terhadap feminitas, memiliki aspek produktif secara ekonomi, penolakan terhadap poligami, dan perlawanan terhadap kekerasan fisik dan seksual. Sebuah penelitian bukanlah sesuatu yang bersifat statis. Oleh karena itu, penelitian terus mengalami perubahan. sebagai sebuah penyempurnaan untuk memperoleh hasil yang lebih Oleh karena itu, pihak peneliti manapun dapat memberikan masukan-masukan yang dan juga dapat menyempurnakan penelitian ini dengan menambahkan unsur-unsur baru yang belum terdapat di dalam penelitian ini. Dengan demikian nantinya akan tercipta penelitian tentang feminisme pada novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia yang lebih lebih sempurna. Adapun implikasi yang diharapkan dari penelitian ini adalah menjadi data sumbangan terhadap teori-teori feminisme. Penerapan kajian feminisme dalam karya sastra menjadi suatu hal yang penting untuk dilakukan tenaga kependidikan di Indonesia. Sebagai agen perubahan, guru dapat memberikan kontribusi bagi sosialisasi peran gender yang diidealkan. Selain itu, yang dapat dilakukan pada waktu mendatang terhadap novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia adalah berupa kajian psikologi. Hal ini disebabkan karena novel tersebut memiliki data yang kaya sehubungan dengan kondisi psikologi tokoh. Daftar Pustaka