Magistrorum Et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 05 Nomor 01. Agustus 2024, 31 - 41 P-ISSN: 2722-9270 edu/jms Peningkatan Pengetahuan Strategi Pengasuhan pada Anggota Dharma Wanita SMA N 1 Tengaran Melalui Psikoedukasi Parenting Maria Prima Novita1 Jusuf Tjahjo Purnomo Maria Nugraheni Mardi Rahayu Winston Kakampu Fakultas Psikologi. Universitas Kristen Satya Wacana ARTICLE INFO ABSTRACT Article history: Received 1-4-2024 Revised 6-6-2024 Accepted 12-7-2024 Being a parent can be both rewarding and challenging for adults. To be able to implement effective parenting, parents need to have various knowledge and understanding of their children's development and effective parenting strategies, especially in this modern era. On the other hand, not all parents have the knowledge and understanding of child development and effective parenting methods. Therefore, the community service team of the Faculty of Psychology collaborated with the Dharma Wanita Management of SMA N 1 Tengaran to conduct parenting psychoeducation aimed at Dharma Wanita members. This psychoeducation was conducted to increase parents' knowledge about child development and parenting After participating in this parenting psychoeducation activity, parents are expected to increase their knowledge and understanding of child and adolescent development, adolescent issues, and parenting strategies in the digital era. The results of the evaluation of the psychoeducation participants' reactions showed that this activity had material that suited the needs of the participants, was delivered clearly, had interesting content and was well organized. Key words: Psikoedukasi. Remaja. Strategi Pengasuhan DOI: 24246/jms. ABSTRAK Menjadi orang tua dapat membawa kebahagiaan sekaligus tantangan bagi individu dewasa. Untuk dapat menerapkan pengasuhan yang efektif, orangtua perlu memiliki berbagai pengetahuan dan pemahaman terhadap perkembangan anak mereka serta strategi pengasuhan yang efektif, khususnya di masa modern ini. Di sisi lain, belum semua orang tua memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai perkembangan anak dan metode pengasuhan yang efektif. Oleh karena itu. Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi bekerjasama dengan Pengurus Dharma Wanita SMA N 1 Tengaran untuk mengadakan psikoedukasi parenting yang ditujukan kepada anggota Dharma Wanita. Psikoedukasi ini dilakukan untuk dapat meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai perkembangan anak dan strategi pengasuhan. Setelah mengikuti kegiatan psikoedukasi parenting ini, diharapkan orang tua dapat meningkatkan 1 Corresponding author: maria. novita@uksw. Peningkatan Pengetahuan Strategi Pengasuhan Pada Anggota Dharma Wanita Sma N 1 Tengaran Melalui Psikoedukasi Parenting (Maria Prima Novita. Jusuf Tjahjo Purnomo. Maria Nugraheni Mardi Rahayu. Winston Kakamp. pengetahuan dan pemahaman mereka mengenai perkembangan anak dan remaja, isu-isu pada remaja, dan strategi pengasuhan di era digital. Hasil evaluasi reaksi peserta psikoedukasi menunjukkan bahwa kegiatan ini memiliki materi yang sesuai dengan kebutuhan peserta, disampaikan dengan jelas, memiliki konten yang menarik dan pengaturan tempat yang PENDAHULUAN Menjadi orang tua dapat membawa kebahagiaan sekaligus tanggung jawab yang menantang bagi individu di masa dewasa (Reasoner & Lane, 2. Orang tua pada umumnya mengharapkan anak-anak mereka dapat tumbuh menjadi individu yang sehat secara fisik dan Kebanyakan orang tua telah memahami pentingnya kesehatan fisik pada anak. sisi lain, belum banyak orang tua yang menyadari pentingnya kesehatan psikologis anak dan bagaimana menerapkan pengasuhan yang dapat mendukung kesehatan psikologis pada anak (Hall, 2. Selain itu, dengan semakin berkembangnya jaman, orang tua perlu mengembangkan pengetahuan tentang pengasuhan yang lebih sesuai dengan kondisi masa kini. Pengasuhan di abad 21 membawa berbagai tantangan dan tuntutan yang berbeda dengan pengasuhan di masa lalu. Kehidupan keluarga juga telah mengalami berbagai perubahan, sehingga membawa tantangan baru bagi orang tua dalam mengasuh anak-anak Beberapa masalah umum yang ditemui oleh orang tua dalam pengasuhan anak di masa dewasa ini antara lain masalah perilaku pada anak (Fooladvand. Nadi. Abedi, & Sajjadian, 2. , perkembangan kepribadian maladaptif (Zheng, 2. dan penggunaan smartphone secara berlebihan (Murti, 2. Selain itu, perkembangan teknologi yang begitu pesat juga berdampak pada kehidupan masyarakat saat ini, tidak terkecuali berdampak pula pada relasi orang tua dan anak. Orang tua perlu memiliki pengetahuan yang komprehensif tentang pengasuhan yang lebih sesuai dengan kebutuhan anak dan kondisi saat ini, seperti mengenal anak dan remaja, mengenal isu-isu anak dan remaja, serta strategi parenting yang efektif. Oleh karena itu, edukasi tentang strategi pengasuhan kepada para orang tua perlu dilakukan untuk dapat membantu orang tua menerapkan strategi pengasuhan yang efektif untuk anak. Adapun beberapa pengetahuan dasar yang penting diketahui oleh orang tua dalam menunjang proses pengasuhan anak antara lain pemahaman mengenai karakteristik anak dan remaja, isu-isu tentang anak dan remaja, serta strategi parenting yang efektif. Anak-anak dan remaja masing-masing memiliki karakteristik yang unik dan khas, yang berbeda dari orang dewasa (Santrock, 2. Masa anak-anak dicirikan dengan adanya pertumbuhan tingi dan berat badan secara pesat, diikuti dengan perkembangan keterampilan motorik dan perkembangan otak yang pesat. Lima tahun pertama, masa anak-anak biasanya disebut sebagai masa golden age yang menggambarkan betapa pentingnya masa pertumbuhan anak di tahun-tahun awal ini. Pada perkembangan kognitif, anak-anak mulai mengalami perkembangan dalam cara berpikir dan berbahasa yang pesat. Didukung dengan perkembangan otak yang baik, anak-anak akan dapat menyerap informasi dari lingkungan dengan pesat. Sementara itu, dalam perkembangan sosioemosi, anak-anak mulai mengembangkan pengenalan diri dan belajar memahami orang lain. Anak juga perlu belajar untuk mengekspresikan emosi dan mengenali emosi yang dirasakan. Jurnal Magistrorum Et Scholarium. Volume 05 Nomor 01. Agustus 2024, 31-41 Dibandingkan dengan masa anak-anak, remaja memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Remaja mengalami perubahan fisik yang berkembang pesat serta mengalami pubertas (Hurlock, 2. Selaras dengan perkembangan otak yang pesat, cara berpikir remaja pun berbeda dengan anak-anak. Remaja mengalami perubahan dalam kemampuan berpikir, di mana remaja lebih mampu untuk berpikir abstrak. Secara psikologis, remaja juga mengalami perubahan dalam kematangan emosi serta pembentukan identitas diri. Masa remaja seringkali dianggap sebagai masa pencarian jati diri serta menuju kedewasaan. Selain itu, di masa remaja, pertemanan dan persahabatan merupakan hal yang penting untuk remaja. Penerimaan teman sebaya menjadi penting bagi remaja, sehingga hal ini dapat memunculkan tantangan baru dalam pengasuhan. Penerimaan teman sebaya dapat menjadi salah satu faktor yang memicu kenakalan-kenakalan remaja, terutama ketika remaja ingin merasa diterima oleh teman sebayanya, sehingga cenderung mengikuti apa yang dilakukan oleh teman sebayanya (Santrock, 2. Peran orang tua dalam perkembangan remaja tentu akan berbeda dengan peran orang tua dalam perkembangan anak-anak. Pendekatan pengasuhan orang tua perlu disesuaikan pula dengan usia dan karakteristik anak mereka. Orang tua juga perlu memahami seperti apa karakteristik, tugas perkembangan, dan isu-isu yang terkait dengan tumbuh kembang anak Dengan demikian, orang tua dapat menerapkan strategi pengasuhan yang lebih efektif dan sesuai dengan kondisi anak. Melihat adanya kebutuhan edukasi untuk peningkatan pengetahuan mengenai strategi parenting efektif, maka Tim Pengabdi Masyarakat dari Fakultas Psikologi UKSW bekerjasama dengan Pengurus Dharma Wanita SMA N 1 Tengaran untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai perkembangan anak dan remaja, meningkatkan pemahaman orang tua mengenai isu-isu permasalahan yang umum dialami oleh remaja serta faktor-faktor penyebabnya, dan meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai strategi parenting untuk Psikoedukasi ini diharapkan berdampak pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam menerapkan pengasuhan yang efektif bagi anak. Untuk menjawab tujuan kegiatan, terdapat 3 materi yang disajikan dalam psikoedukasi yaitu materi AuMengenal Anak dan RemajaAy. AuIsu-Isu RemajaAy, dan AuParenting RemajaAy. Materi pertama. AuMengenal Anak dan RemajaAy secara spesifik bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai bagaimana perkembangan fisik, kognitif dan sosioemosi pada anak dan remaja serta perbedaannya. Materi kedua. AuIsu-isu RemajaAy bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai isu permasalahan yang umum dialami oleh para remaja, seperti bentuk-bentuk kenakalan remaja, perilaku remaja yang maladaptif, serta faktorfaktor penyebabnya. Materi ketiga. AuParenting RemajaAy bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai praktik strategi pengasuhan yang dapat diterapkan untuk remaja sehingga orang tua dapat menerapkan strategi tersebut dalam pengasuhan remaja sehari-hari. Untuk mengetahui capaian tujuan kegiatan, akan dilakukan evaluasi reaksi dan evaluasi pembelajaran peserta kegiatan. METODE PELAKSANAAN Waktu dan Tempat Peningkatan Pengetahuan Strategi Pengasuhan Pada Anggota Dharma Wanita Sma N 1 Tengaran Melalui Psikoedukasi Parenting (Maria Prima Novita. Jusuf Tjahjo Purnomo. Maria Nugraheni Mardi Rahayu. Winston Kakamp. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Psikoedukasi Parenting Anak dan Remaja yang dilakukan pada bulan Desember 2023. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Fakultas Psikologi UKSW dengan SMA N 1 Tengaran. Peserta Kegiatan Sasaran peserta dalam kegiatan Psikoedukasi Parenting ini adalah anggota Dharma Wanita di SMA N 1 Tengaran. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 43 orang anggota Dharma Wanita. Tabel 1. Demografi Partisipan Karakteristik Partisipan Valid (N) Perempuan Total Usia Valid (N) 20-30 Tahun 11,6% 31-40 Tahun 20,9% 41-50 Tahun 30,2% 51-60 Tahun 37,2% Total Jumlah Anak Valid (N) 0 . idak/belum memiliki ana. 9,3% 1 orang 86,0% 2 orang 4,7% Total Usia Anak Valid (N) 0-10 Tahun 34,1% 11-20 Tahun 48,8% 21-30 Tahun 17,1% Total Tingkat Pendidikan Anak Valid (N) Tidak/belum bersekolah 19,5% 12,2% 19,5% Jenis Kelamin Jurnal Magistrorum Et Scholarium. Volume 05 Nomor 01. Agustus 2024, 31-41 SMP 19,5% SMA 12,2% Perguruan Tinggi 17,1% Total Prosedur Pelaksanaan Psikoedukasi Parenting ini dikembangkan dengan menerapkan 5 tahap yaitu asesmen, mendesain dan mengembangkan program, penerapan program, dan evaluasi program (Lawson. Pada tahap awal. Tim Pengabdian Masyarakat melakukan asesmen kebutuhan kepada kelompok sasaran, yaitu anggota Dharma Wanita di SMA N 1 Tengaran. Tim Pengabdian Masyarakat melakukan diskusi dengan perwakilan dari SMA N 1 Tengaran untuk mengetahui kebutuhan belajar dari kelompok sasaran. Setelah proses asesmen kebutuhan, selanjutnya Tim Pengabdian Masyarakat mengembangkan rancangan materi psikoedukasi yang akan diberikan. Berdasarkan hasil asesmen, maka disusunlah materi psikoedukasi yang terdiri dari 3 bagian yaitu AuMengenal Anak dan RemajaAy. AuIsu-isu RemajaAy, dan Peran Orangtua dalam Mendampingi RemajaAy. Materi psikoedukasi ini kemudian dikonsultasikan kembali kepada pengurus Dharma Wanita di SMA N 1 Tengaran dan dikembangkan sesuai dengan masukan dari pihak penerima manfaat. Diskusi ini juga dilakukan untuk mengatur jadwal pelaksanaan Kemudian Tim Pengabdian Masyarakat menyajikan materi sesuai dengan jadwal yang telah disepakati. Metode yang digunakan dalam kegiatan psikoedukasi ini antara lain adalah sharing, diskusi, dan tanya jawab. Untuk mengetahui capaian psikoedukasi, peserta kegiatan diminta untuk memberikan evaluasi terhadap kegiatan yang telah berlangsung. Alat Ukur Evaluasi pelatihan dilakukan dengan evaluasi reaksi peserta dan evaluasi pembelajaran. Evaluasi reaksi peserta diberikan di akhir pelatihan dengan menggunakan kuesioner yang disusun oleh pelaksana pengabdian masyarakat. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan peserta pelatihan terhadap pelatihan yang telah diikuti. Evaluasi pembelajaran dilakukan dengan cara mengukur strategi parenting orang tua melalui instrumen pengasuhan yang dikembangkan oleh Etikawati et al. Alat ukur parenting ini terdiri dari 36 butir pernyataan yang mengukur 7 aspek pengasuhan yang menekankan pada nilai-nilai yang perlu ditanamkan pada anak, seperti kendali perilaku, jujur, disiplin, hormat, rukun, penerimaan, dan kasih sayang. Alat ukur ini digunakan karena sederhana, mudah digunakan, serta dinilai cocok dengan latar belakang peserta yang mengikuti kegiatan ini. Selain itu, pada saat pemaparan materi, pelaksana pengabdian masyarakat juga memberikan kesempatan kepada perwakilan peserta untuk menyampaikan pembelajaran yang diperoleh dari setiap sesi materi. Pelaksana pengabdian masyarakat tidak menggunakan pengukuran sebelum dan sesudah kegiatan dikarenakan waktu pelaksanaan kegiatan yang terbatas. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan program pengabdian masyarakat diawali dengan mengadakan diskusi informal dengan pihak sekolah di SMA N 1 Tengaran. Diskusi ini dilakukan pada tanggal 5 Desember 2023 di SMA N 1 Tengaran. Dalam diskusi ini Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat melakukan asesmen singkat untuk mengetahui gambaran dari kelompok Dharma Wanita di SMA N 1 Tengaran dan perkiraan kebutuhan dari kelompok sasaran. Setelah itu. Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat melakukan diskusi internal untuk menentukan materi dan rancangan kegiatan psikoedukasi parenting. Rencana dan gambaran materi yang telah Peningkatan Pengetahuan Strategi Pengasuhan Pada Anggota Dharma Wanita Sma N 1 Tengaran Melalui Psikoedukasi Parenting (Maria Prima Novita. Jusuf Tjahjo Purnomo. Maria Nugraheni Mardi Rahayu. Winston Kakamp. disusun oleh tim pelaksana pengabdian masyarakat kemudian disampaikan kepada perwakilan sekolah SMA N 1 Tengaran untuk disetujui dan memastikan tanggal pelaksanaan kegiatan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada hari. Selasa 19 Desember 2023 di SMA N 1 Tengaran. Kegiatan berlangsung dari pukul 10. 00 WIB hingga pukul 12. 30 WIB. Kegiatan diawali dengan doa pembukaan dan sambutan dari perwakilan SMA N 1 Tengaran. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi 1 yaitu AuMengenal Anak dan RemajaAy yang berisi tentang karakteristik anak dan remaja serta tugas perkembangan anak dan Pada materi yang pertama ini, materi yang dibahas antara lain adalah perkembangan biologis, kognitif dan sosioemosi anak, tugas perkembangan anak, perkembangan biologis, psikologis, dan sosial ekonomi masa remaja, perubahan pada remaja, dan tugas perkembangan Tujuan dari sesi pertama ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang perkembangan anak dan remaja serta perbedaannya. Gambar 1. Penyampaian Materi Sesi 1 dan 2 Pada sesi kedua, yaitu AuIsu-isu RemajaAy, peserta diajak untuk mendiskusikan isu-isu yang terkait dengan kehidupan remaja, yang berbeda dari masa anak-anak. Pada sesi ini, peserta juga diajak untuk mendiskusikan berbagai jenis kenakalan remaja dan faktor-faktor yang memengaruhi kenakalan remaja. Sesi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua mengenai masalah remaja serta faktor-faktor apa saja yang dapat meningkatkan dan menurunkan potensi remaja untuk terlibat dalam kenakalan remaja. Gambar 2. Penyampaian Materi Sesi 3 Di sesi 3, yaitu AuParenting RemajaAy, peserta diajak untuk mendiskusikan peran orang tua dalam mendampingi remaja. Pada sesi ini, pembicara menyampaikan berbagai jenis masalah-masalah yang umum dialami oleh remaja serta strategi penanganannya. Tujuan dari penyampaian sesi ketiga ini adalah orang tua mendapatkan gambaran mengenai masalah, kecemasan, dan kendala yang umum dialami remaja serta contoh penanganannya melalui Jurnal Magistrorum Et Scholarium. Volume 05 Nomor 01. Agustus 2024, 31-41 kasus-kasus nyata. Selain itu, pembicara juga menyampaikan tentang tips praktis bagaimana peran orang tua dalam mendampingi remaja. Gambar 3. Peserta Kegiatan Pengabdian Masyarakat Setelah semua sesi selesai, peserta diminta untuk mengisi formulir evaluasi kegiatan. Setelah itu, kegiatan pengabdian masyarakat diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan, foto bersama, dan doa penutup. Gambar 4. Penyerahan Kenang-kenangan Evaluasi Reaksi Peserta Di akhir kegiatan, peserta memberikan evaluasi terhadap kegiatan. Hasil evaluasi peserta terhadap kesesuaian materi pelatihan dapat dilihat pada Gambar 5. Dari hasil evaluasi ini diketahui bahwa sebanyak 67,4% peserta menilai bahwa materi pelatihan telah sesuai dengan kebutuhan peserta dan sebanyak 32,6% peserta menilai bahwa telah sangat sesuai dengan kebutuhan peserta. Tidak terdapat peserta yang memberikan penilaian kesesuaian materi dengan nilai tidak sesuai dan sangat tidak sesuai. Peningkatan Pengetahuan Strategi Pengasuhan Pada Anggota Dharma Wanita Sma N 1 Tengaran Melalui Psikoedukasi Parenting (Maria Prima Novita. Jusuf Tjahjo Purnomo. Maria Nugraheni Mardi Rahayu. Winston Kakamp. Gambar 5. Hasil Evaluasi Kesesuaian Materi Pada hasil evaluasi penyampaian materi didapatkan bahwa sebanyak 48,8% peserta menilai bahwa cara penyampaian materi telah dilakukan dengan sangat jelas dan sebanyak 51,2% peserta menilai cara penyampaian materi dilakukan dengan jelas. Tidak terdapat peserta yang memberikan penilaian penyampaian materi tidak jelas dan sangat tidak jelas. Hasil evaluasi atas penyampaian materi disajikan pada Gambar 6. Gambar 6. Hasil Evaluasi Penyampaian Materi Hasil evaluasi konten materi dijasikan pada Gambar 7. Berdasarkan hasil evaluasi didapatkan bahwa sebanyak 72,1% peserta menilai konten materi yang disampaikan menarik dan 27,9% peserta menilai konten materi yang disampaikan sangat menarik. Tidak terdapat peserta yang memberikan penilaian konten materi tidak menarik dan sangat tidak menarik . ihat gambar . Jurnal Magistrorum Et Scholarium. Volume 05 Nomor 01. Agustus 2024, 31-41 Gambar 7. Hasil Evaluasi Konten Materi Pada hasil evaluasi pengaturan tempat, didapatkan bahwa sebanyak 37,2% peserta menilai bahwa pengaturan tempat untuk psikoedukasi pelatihan telah diatur dengan sangat baik dan 62,8% peserta menilai bahwa pengaturan tempat untuk psikoedukasi pelatihan telah diatur dengan baik. Tidak terdapat peserta yang memberikan penilaian pengaturan tempat tidak baik dan sangat tidak baik . ihat Gambar . Gambar 8. Hasil Evaluasi Pengaturan Tempat Selain itu terdapat beberapa masukan lainnya dari para peserta pelatihan, seperti penambahan lama waktu pelatihan, penambahan sesi diskusi, dan lebih memfokuskan pada materi yang bersifat teknis. Secara umum, penilaian peserta terhadap kegiatan psikoedukasi ini adalah positif. Evaluasi Pembelajaran Peserta Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan pada peserta kegiatan. Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat memberikan waktu untuk berdiskusi mengenai materi yang telah Selain itu, beberapa perwakilan peserta diminta untuk menyampaikan apa yang telah dipelajari dari kegiatan pelatihan. Salah seorang peserta menyampaikan bahwa setelah mengikuti kegiatan ini mereka mendapatkan pengetahuan mengenai strategi pengasuhan remaja yang dapat diterapkan sehari-hari. Khususnya dari sharing pengalaman pengasuhan remaja yang disampaikan pada sesi materi yang ketiga. Selain itu, pelaksana pengabdian masyarakat juga melakukan pengukuran strategi parenting orang tua melalui alat ukur Peningkatan Pengetahuan Strategi Pengasuhan Pada Anggota Dharma Wanita Sma N 1 Tengaran Melalui Psikoedukasi Parenting (Maria Prima Novita. Jusuf Tjahjo Purnomo. Maria Nugraheni Mardi Rahayu. Winston Kakamp. Hasil pengukuran terhadap strategi parenting orangtua setelah mengikuti kegiatan ini adalah sebagai berikut: Tabel 2. Data Kategorisasi Skor Strategi Parenting Orangtua Kategori Jumlah (N) Persentase (%) Tinggi 79,06% Sedang 20,93% Rendah Total Berdasarkan Tabel 2, diketahui bahwa sebagian besar peserta kegiatan pengabdian masyarakat telah memahami strategi pengasuhan yang dapat diterapkan kepada anak mereka yang mencakup penanaman aspek nilai hormat, rukun, kendali perilaku, penerimaan . , disiplin, jujur, dan rasa kasih sayang . SIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan di paparan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan ini telah mencapai tujuan yang diharapkan yaitu meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai perkembangan anak dan remaja, meningkatkan pemahaman orang tua mengenai isu-isu permasalahan yang umum dialami oleh remaja serta faktor-faktor penyebabnya, dan meningkatkan pengetahuan orangtua mengenai strategi parenting untuk Peserta juga memberikan penilaian positif terhadap adanya kegiatan Psikoedukasi Parenting ini. Berdasarkan evaluasi reaksi peserta, dapat diketahui bahwa sebagian besar peserta telah menilai materi yang disajikan dalam pelatihan ini telah sesuai kebutuhan peserta, disampaikan dengan jelas, memiliki konten yang menarik dan pengaturan tempat yang baik. Berdasarkan evaluasi pembelajaran, diketahui bahwa peserta dapat memahami poin-poin utama yang dijelaskan pada sesi pelatihan serta memahami nilai-nilai yang dapat ditanamkan kepada anak-anak dalam proses pengasuhan. Pengembangan modul selanjutnya dapat dititikberatkan pada muatan materi yang lebih praktis untuk dapat diterapkan orang tua dalam proses pengasuhan anak serta adanya tambahan waktu untuk diskusi maupun waktu pelatihan secara keseluruhan. Selain itu, untuk kegiatan serupa di masa mendatang. Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat selanjutnya dapat melakukan pengukuran sebelum dan sesudah kegiatan pengabdian masyarakat untuk mengetahui perubahan pembelajaran para peserta sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan DAFTAR PUSTAKA