Terbit Online pada laman web jurnal: http://ojs. id/index. php/Madiya/index Jurnal Ilmiah MADIYA Masyarakat Mandiri Berkarya Vol. 5 No. November 2024: 201-205 E-ISSN: 2775-779X Peningkatan Kompetensi Pengelola Bumdes Melalui Pelatihan Pembukuan Dan Keuangan Bumdes Di Kekelengen Desa Sugihen Sastra Karo Karo1. Hartono Ginting2. John Sihar Manurung3. Jasa Ginting4 1,2,3,4 Jurusan Akuntansi. Politeknik Negeri Medan Email: sastra. 19591231@polmed. id, hartonoginting@polmed. johnmanurung@polmed. Jasaginting@polmed. Abstrak Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. merupakan bentuk dari upaya pemerintah dalam memberdayakan masyarakat pedesaan. BUMDes dibentuk untuk menjadi motor penggerak perekonomian desa dan sumber pendapatan desa. BUMDes yangdikelola secara profesional akan mendukung terwujudnya tujuan dan sasaran yangtelah ditentukan, tidak terkecuali dengan pengelolaan keuangan. Sebagai pebisnis pengelola BUMDes wajib melakukan analisa SWOT,yaitu harus mengetahui tentang apa saja kelebihan atau kekuatan (Strengt. , kelemahan atau kekurangan (Weaknes. , peluang atau kesempatan (Opportunitie. dan yang paling penting apa saja ancaman atau bahaya yang bakal dihadapi(Threat. Metode yang digunakan adalah metode pelatihan kepada Pengelola BUMDes. Pengelolaan keuangan menjadi permasalahan yang sering dihadapi oleh pengelola BUMDes,. Laporan Keuangan BUMDes semestinya sama seperti lembaga lainnya, harus disajikan dan dikelola secara profesional, transparan, akuntabel, sistematis dan lengkap, namun BUMDes Kekelengen Desa Sugihen hanya membuat pencatatan pembukuan kas masuk dankas keluar dengan proses manual. Permasalahan ini muncul dikarenakan faktor keterbatasan SDM Pengelola BUMDes tersebut. Sosialisasi dan pelatihan penting dilakukan agar BUMDes Kekelengen desa Sugihen dapat berkembang dengan baik. Laporan keuangan yang lengkap dan sistematis akan menjadi daya tarik sendiri bagi stakeholder. Pengabdian ini menghasilkan output berupa template EFA (Excel For Accountin. dan penyerahan satu komputer yang sudah diinstal Accurate yang dapat digunakan untuk pembukuan dan pelaporan keuangan BUMDes Kekelengen desa Sugihen Kata Kunci: BUMDes. Pengelolaan Keuangan. Accurate Abstract Village-owned enterprises (BUMDe. are a government effort to empower rural communities. BUMDes was formed to become a driving force for the village economy and a source of village income. BUMDes that are managed professionally will support the realization of predetermined goals and objectives, including financial Problems arise due to the limited human resources of BUMDes managers. Problems arise due to the limited human resources of BUMDes managers. Socialization and training are essential so BUMDes Kekelengen Sugihen village can develop well. The strengths of BUMDes Kekelengen are that it has very fertile agricultural land, the village population is 241 heads of families, it has full support from the government, from the village to the central government, it has sufficient water sources for village needs, the economy of the Karo district and National is quite good, and the distance is quite close to the cities of Berastagi and Medan. Meanwhile, the Weaknesses are that human resources . lack motivation and focus and are still management and admin staff are still less competent in several fields, specially making financial reports, and Office equipment is still available in the village office. If we look at opportunities, many business opportunities can still be explored, such as savings and loan cooperatives, agricultural equipment shops, and Karo Karo et. al | Jurnal Ilmiah MADIYA: Masyarakat Mandiri Berkarya, 2024, 5 . : 201-205 basic needs shops. Exploring the potential of villages to become agrotourism villages, as threats (Threat. are village entrepreneurs who are already active or going first, entry of entrepreneurs from outside the village, and rapid development. BUMDes financial reports should be the same as other institutions. they must be presented and managed professionally, transparently, accountable, systematically, and completely, but BUMDes Kekelengen Sugihen Village only records cash in and cash out using a manual process. Complete and systematic financial reports will be attractive to stakeholders. This service produces output in the form of an EFA (Excel For Accountin. template and the delivery of a computer that has been installed with Accurate, which can be used for bookkeeping and financial reporting for BUMDes Kekelengen. Sugihen village Keywords: BUMDes. Bookkeeping. Accurate A 2024 Author. All rights reserved. Pendahuluan1 Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. merupakan badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa (Affandi. AK, dan Bahri 2. melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan Desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa (Permendesa Nomor 4, 2. BUMDes sebagai lembaga ekonomi desa diharapkan mampu mengelola modal yang ditanamkan desa melalui pengelolaan berbagai unit usaha sesuai potensi desa. Dari pengelolaan berbagai unit usaha tersebut maka BUMDes akan menghasilkan keuntungan . Sebagian keuntungan BUMDes akan dibagikan kepada Bagian keuntungan inilah yangdisebut dividen yang nantinya akan menjadi salah satu Pendapatan Asli Desa (PADe. , dimana peningkatan PADes merupakan salah satu tujuan BUMDes, olehkarena itu pengelola BUMDes tentunya harus mampu membuat pembukuan yaitu membuat pencatatan sesuai unit usaha yang dijalankan sampai menyusun laporan Tujuan utama pendirian BUMDes adalah untuk meningkatkan perekonomian desa, meningkatkan pendapatan asli desa, meningkatkan pengelolaan potensi desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan menjadi tulang punggung pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pedesaan (Bahri. Sebayang, dan AK 2. Pendirian dan pengelolaan BUMDes adalah perwujudan dan pengelolaan ekonomi produktif desa yang dilakukan secara kooperatif, partisipatif, transparansi, akuntabel dan sustanaible, oleh karena itu diperlukan upaya yang cukup serius agar BUMDes dapat berjalan dengan efektif, efesien, professional dan mandiri. Keberadaan dan kinerja BUMDes harus mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Sejarah berdirinya BUMDes di desa Sugihen kecamatan Dolat Rayat adalah setelah dikeluarkannya Peraturan Desa Sugihen No. 7 Tahun 2017 tentang pembentukan dan pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. dijelaskan pada Bab II pasal 2ayat 4 bahwa Nama BUMDes didesa Sugihen disebut dengan nama BUMDes AuKekelengenAy yang atinya kasih sayang. Pada pasal 3 tertulis bahwa tujuan pembentukan BUMDes Kekelengen adalah: Meningkatkan pendapatan asli desa dalam rangka meningkatkan kemampuan pemerintah desa dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan Masyarakat. Karo Karo et. al | Jurnal Ilmiah MADIYA: Masyarakat Mandiri Berkarya, 2024, 5 . : 201-205 Mengembangkan potensi perekonomian di wilayah pedesaan untuk mewujudkan kelembagaan yang tangguh dalam memberikan pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat. Menciptakan lapangan kerja. Mengoptimalkan pengembangan potensi desa. Mengentaskan kemiskinan. Unsur yang sangat berperan dalam mengelola keuangan BUMDes adalah para pengelola BUMDes itu sendiri khususnya bagian keuangan atau bendehara. Keterbatasan pendidikan dan pengetahuan pengelola BUMDes mengakibatkan kemampuan yang terbatas dalam mengelola keuangan BUMDes. Berdasarkan nformasi yang diperoleh dari Kepala Desa Sugihen Bpk Agustiar Kemit dan Manager BUMDes Kekelengen desa Sugihen sewaktu tim pengabdian ini mengadakan kunjungan bahwa pada umumnya tingkat pendidikan para pengelola BUMDes adalah setingkat SLTA dan ada beberapa yang sudah pernah kuliah sampai jenjang Diploma 3, sehingga menurut data yang diperoleh bahwa pencatatankeuangan hanya sebatas uang masuk dan uang keluar saja. Berdasarkan uraian tersebut, beberapa masalah dapat dirumuskan sebagai berikut: Rendahnya tingkat pendidikan, kurangnya pemahaman mengenai tata kelolakeuangan dalam menyusun laporan keuangan. Masih kurangnya pelatihan dalam pengelolaan keuangan dan penyusunanlaporan keuangan yang baik. Tidak adanya laptop atau komputer untuk pengelolaan adminitrasi Metode Pelaksanaan Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan Pada hari Sabtu tanggal 14 September 2024 bertempat di aula kantor desa Sugihen yang diikuti oleh seluruh pengelola BUMDes Kekelengen yang berjumlah 14 orang. Pada saat diskusi tentang analisa SWOT maka diperoleh bahwa bahwa kekuatan (Strengt. yang dimiliki oleh BUMDes Kekelengen adalah Mempunyai tanah pertanian yang yang sangat subur. Jumlah penduduk desa 241 kepala keluaga. Dapat dukungan penuh dari pemerintah mulai dari pemerintah desa sampai pusat. Mempunyai sumber mata air yang cukup untuk kebutuhan desa. Perekonomian dareah kabupaten Karo dan Nasional cukup baik dan Jarak yang cukup dekat dengan kota Brastagi dan Medan. Sedangkan Kelemahan (Weaknes. adalah Sumber daya manusia . kurang motivasi dan kurang fokus Modal masih terbatas. Pengurus dan teanga adm masih kurang kompeten di beberapa bidang, khususnya membuat laporan keuangan. Peralalatan kantor masih numpang di kantor desa. Kalau dilihat dari peluang (Opportunitie. adalah Masih banyak peluang bisnis yang masih bisa digali, seperti koperasi simpan pinjam, toko alat-alat pertanian, toko kebutuhan pokok Menggali potensi desa untuk jadi desa agrowisata, sebagai ancaman (Threat. adalah Pengusaha desa yang sudah aktif atau berjalan lebih dahulu. Masuknya pengusaha luar desa dan Cepatnya perkembangan teknologi. Sementara tentang pembuatan laporan keuangan harus disajikan dan dikelola secara profesional, transparan, akuntabel, sistematis dan lengkap akan menjadi daya tarik sendiri bagi investor dan juga para stakeholder. Gambar berikut ini adalah peserta dan tim pengabdian di ruang pelatihan Karo Karo et. al | Jurnal Ilmiah MADIYA: Masyarakat Mandiri Berkarya, 2024, 5 . : 201-205 Gambar 1. Tim pengabdian dan peserta pelatihan di aula kantor desa Sugihen Hasil Pelaksanaan Secara umum kegiatan pengabdian ini berjalan lancar, dimulai dari kegiatan survey pendahuluan, pelaksanaan kegiatan pengabdian, sampai kepada penyusunan laporan. Pelaksanaan kegiatan berjalan lancar terlihat dari tingkat kehadiran peserta, aktifnya saat berdiskusi dan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan pada saat sesi tanya-jawab kepada tim pengabdian. Rata-rata nilai pretest adalah 71,46 dengan standart deviasi 4,54 dan nilai post test rata-ratanya 84,17 dengan standart deviasi 4,34 hal ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetehuan setelah pelaksanaan kegiatan pelatihan ini yaitu rata-ratanya naik sebesar 12,71 nilai, tapi ditinjau dari standart deviasi juga mengalami penurunan hal ini menunjukkan perbedaan nilai lebih rendah dari satu peserta dengan peserta lainnya, atau dengan kata lain nilai post peserta lebih merata dibandingkan dengan test pretest Pada saat itu juga tim pengabdian menyerahkan satu unit personal computer (PC) yang di terima oleh Darwin Sembiring selaku Manager BUMDes Kekelengen dan disaksikan oleh Komando Kemit selaku Kepala Desa Sugihen. Tim pengabdian menjelaskan bahwa computer tersebuat berasal dari DIPA Polmed 2024 yang diharapkan dapat digunakan sebaik baiknya oleh pengelola BUMDes dalam rangka pembuatan laporan keuangan dan adm sehingga ada peningkatan kinerja, karena komputer tersebut telah diinstal dengan template EFA (Excel For Accounting dan accurate Karo Karo et. al | Jurnal Ilmiah MADIYA: Masyarakat Mandiri Berkarya, 2024, 5 . : 201-205 Terlaksananya pengabdian secara umum berjalan dengan lancar dengan dukungan dari kepala sekolah dan seluruh peserta pelatihan dengan motivasi tinggi untuk dapat membuat karya ilmih khususnya penelitian tindakan kelas dengan lebih baik. Selain faktor pendukung, ada pula faktor penghambat yang mengakibatkan kegiatan pengabdian ini Simpulan Setelah selesainya pelatihan ini diharapkan para peserta mempunyai memahami pentingnya analisa SWOT dalam menjalankan bisnis. Setelah selesainya pelatihan ini diharapkan para pengelola bahwa pembukuan keuangan yang baik akan meningkatkan kepercayaan dari para stakeholder yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan BUMDes. Dengan selesainya pelatihan ini maka admin BUMDes Kekelengen desa Sugihen dapat membuat laroran keuangan yang baik Ucapan Terimakasih Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada Direktur Politeknik Negeri Medan. Ketua P3M Politeknik Negeri Medan. Ketua Jurusan Akuntansi. Kepala Desa Sugihen. Pengelola BUMDes Kekelengen desa Sugihen dan seluruh peserta pelatihan dan juga pihak-pihak yang telah memberi dukungan dan motivasi sehingga pengabdian ini dapat diselesaikan dengan lancar dan sukses. Daftar Pustaka