MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN : 2828-5883 ARTIKEL PENELITIAN DISTRIBUSI KASUS CELAH BIBIR DAN LANGIT-LANGIT BERDASARKAN USIA PEMBEDAHAN DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2020-2022 Nida Midati Shadrinaa. Syahril Samadb. Listiyawatic. Cristiani Nadya Pramasarid. Daniale Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Laboratorium Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Laboratorium Program Studi Profesi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Laboratorium Anatomi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Email: nidamarkar29@gmail. Abstrak Latar Belakang: Celah bibir serta langit-langit ialah malformasi kongenital kepala dan leher yang paling umum Etiologi celah bibir dan/atau langit-langit telah dipelajari secara ekstensif bahwa anomali ini bersifat Faktor risiko terjadinya celah yaitu seperti, jenis kelamin, faktor genetik yang dapat berinteraksi dengan faktor lingkungan selama kehamilan, dan riwayat keluarga. Presentasi klinis celah mulut bervariasi dan dapat diklasifikasikan sebagai celah langit-langit terisolasi atau celah bibir dengan ataupun tanpa celah langit-langit. Bayi dengan celah dapat melakukan operasi celah bibir apabila telah memenuhi kriteria AuThe Rules of TenAy, yaitu usia lebih dari 10 minggu atau 3 bulan, berat badan sekitar 4-5 kg atau lebih dari 10 pounds, dan hemoglobin lebih dari 10 g/dl. Perbaikan langit-langit dilakukan pada usia anak 10 sampai 12 bulan. Tujuan: Menggambarkan distribusi kasus celah bibir dan/atau celah langit-langit menurut usia pembedahan di Provinsi Kalimantan Timur tahun 2020-2022. Metode: Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif dengan teknik total sampling. Sampel penelitian ini diambil dari populasi berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Hasil: Distribusi kasus celah bibir dan/atau celah langit-langit pada tahun 20202022 memperlihatkan kelompok usia pembedahan lebih kerap dilakukan oleh kelompok usia balita . -5 tahu. yakni 44 orang . ,15%). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini, distribusi kasus celah berdasarkan usia saat dilakukan pembedahan banyak terjadi pada usia balita yaitu pada usia 0-5 tahun. Kata Kunci: Celah Bibir. Celah Langit-Langit. Usia Pembedahan Abstract Background: Cleft lip and palate are the most common congenital malformations of the head and neck. The etiology of cleft lip and/or palate has been studied extensively that this anomaly is multifactorial. Risk factors for clefts include gender, genetic factors that may interact with environmental factors during pregnancy, and family history. The clinical presentation of cleft palate varies and can be classified as isolated cleft palate or cleft lip with or without a cleft palate. Babies with cleft can perform cleft lip surgery if they meet the criteria of AuThe Rules of TenAy, namely at the age of more than 10 weeks or 3 months, body weight is about 4-5 kg or more than 10 pounds, and hemoglobin is more than 10 g/dl. Repair of the palate is carried out at the age of ac child 10 months to 12 months. Objective: Describe the distribution of cases of cleft lip and/or cleft palate based on surgical age in East Kalimantan Province in 2020-2022. Method: This type of research is a descriptive study with total sampling technique. The sample for this study was taken from the population based on predetermined inclusion criteria. Result: The distribution of cleft lip and/or cleft palate cases in 2020-2022 shows that the surgical age group is more often carried out by the toddler age group . -5 year. , namely 44 people . 15%). Conclusion: Based on the results of this study, the distribution of cleft cases by age when surgery is performed occurs a lot at the age of toddlers, namely at the age of 0-5 years. Keywords: Cleft Lip. Cleft Palate. Surgical Age MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN : 2828-5883 PENDAHULUAN Rongga langit di Indonesia ialah 7. 500 per . avum 9,10 Berdasarkan Riset merupakan bagian awal dari sistem Kesehatan Dasar 2007 prevalensi bibir sumbing di Kalimantan Timur adalah 0,9 pencernaan, fonasi, sensorik, pelindung, pernapasan, dan sosial. Rongga mulut Anak yang mengalami celah bibir adalah ruang yang memiliki struktur serta langit-langit bisa didapati beberapa seperti bibir, gigi, lidah, mukosa mulut, gangguan, di antaranya adalah gangguan kelenjar saliva, serta palatum. 1,2 Celah bibir serta langit-langit ialah satu di antara kelainan kongenital di mana dapat menyebabkan gangguan pada fungsi rongga mulut. 3 Malformasi kongenital 3,12 Salah kepala dan leher yang paling umum ialah permasalahan yang dapat dialami oleh celah bibir dan/atau langit-langit, dan bayi dengan celah bibir serta celah langit- mungkin berhubungan dengan anomali langit ialah gangguan fungsi menelan, kongenital lainnya. sehingga sulit untuk memenuhi asupan Celah bibir serta celah langit- nutrisi dan akibatnya nilai gizi anak berkurang seperti terlihat pada berat malformasi kongenital yang paling umum badan yang di bawah standar dari berat terjadi dengan prevalensi yang diperoleh badan anak, dan apabila kondisi ini berdasarkan meta-analisis dari studi yang ditinjau adalah 0,3 kasus pada setiap pertumbuhan anak yang tercermin dari 1000 kelahiran hidup. 6 Kasus celah bibir, tinggi badannya. 13,14,15 serta celah bibir dengan langit-langit Bayi laki-laki, melakukan operasi celah bibir apabila sedangkan perempuan lebih sering hanya bayi telah memenuhi kriteria AuThe Rules memiliki celah langit-langit yang terisolasi of TenAy, yaitu pada usia lebih dari 10 . ekitar 0,5:1. 7,8 Menurut hasil Riset minggu atau 3 bulan, berat badan sekitar Kesehatan Dasar 2007 prevalensi bibir 4-5 kg atau lebih dari 10 pounds, dan sumbing di Indonesia adalah 0,2 persen hemoglobin lebih dari 10 g/dl. Operasi dengan insidensi celah bibir serta langit- celah langit-langit dapat dilaksanakan MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN : 2828-5883 saat anak berusia 10 bulan sampai 12 teknik total sampling serta sampel Pada usia itu dapat menghasilkan diambil dari populasi berdasarkan dengan fungsi bicara yang optimal. 16 Apabila anak kriteria inklusi yang telah ditentukan. dioperasi setelah usia yang ditentukan. Metode maka hasil operasi terutama pada fungsi adalah menggunakan data sekunder yang bicaranya akan terkendala dan tidak dikumpulkan dan diolah langsung dari Hal ini disebabkan oleh karena objek suatu penelitian. Data sekunder anak sudah mengingat kata-kata yang diperoleh dari formulir registrasi pasien salah di dalam memorinya. celah bibir dan/atau langit-langit Provinsi Berdasarkan Kalimantan Timur yang terdaftar di terdapat penelitian terdahulu mengenai Yayasan Celebes Cleft Center pada tahun distribusi kasus celah bibir dan/atau Pengumpulan data akan langit-langit, namun belum ada penelitian dilakukan menggunakan Microsoft Excel yang dapat mewakili distribusi kasus ini berdasarkan jenis kelamin dan lokasi menurut usia pembedahan. Maka dari Data yang telah diperoleh akan itu, peneliti memiliki ketertarikan untuk diolah dengan mengelompokkan variabel meneliti terkait distribusi pasien celah bibir dan/atau langit-langit berdasarkan berdasarkan data pada tabel tersebut. variabel tersebut. deskriptif dengan menerapkan metode survei morbiditas dan ditujukan untuk menggambarkan distribusi pasien celah bibir dan/atau langit-langit menurut usia Data yang dikumpulkan formulir registrasi pasien celah bibir dan/atau Analisis univariat dipergunakan Penelitian ini ialah penelitian Penelitian ini menerapkan analisis METODE PENELITIAN langit-langit Provinsi Kalimantan Timur di Yayasan Celebes Cleft Center. Penelitian ini menerapkan suatu data tanpa menarik kesimpulan. Analisis data dilakukan dengan cara menghitung frekuensi serta persentase dari masing-masing variabel. Seluruh data pengolahan dengan program komputer yaitu Microsoft Excel dan Statistical Product Service and Solutions (SPSS) versi Seluruh data yang didapat akan ditunjukkan dalam bentuk tabel serta MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN : 2828-5883 diperoleh dari Yayasan Celebes Cleft Center pada tahun 2020-2022, dari 83 kasus celah bibir dan/atau langit-langit HASIL DAN PEMBAHASAN formulir registrasi pasien yang dapat Menurut hasil penelitian yang dipergunakan menjadi sampel penelitian didapatkan dari formulir registrasi pasien sesuai dengan kriteria inklusi adalah celah bibir dan/atau langit-langit di Provinsi Kalimantan Timur sebanyak 77 kasus. Tabel 1. Distribusi Kasus Celah Bibir serta Langit-Langit Berdasarkan Usia Pembedahan . Usia Pembedahan Balita -5 tahu. Kanak-kanak -11 tahu. Remaja -25 tahu. Dewasa -45 tahu. Lansia -65 tahu. Total 14,29 Kasus Celah LangitCelah Bibir serta Langit Langit-Langit 2,60 40,26 5,19 2,60 20,78 28,57 2,60 0,00 6,49 9,09 1,30 1,30 2,60 5,19 0,00 0,00 0,00 0,00 23,38 6,49 70,13 Celah Bibir Total 57,15 Gambar 1. Diagram Distribusi Kasus Celah Bibir serta Langit-Langit Menurut Usia Pembedahan . Berdasarkan pembedahan pasien celah bibir dan/atau langit-langit pada kelompok usia balita . MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN : 2828-5883 5 tahu. yaitu berjumlah 44 orang . %) . ,15%), kelompok usia kanak-kanak . -11 tahu. tergolong masa kanak-kanak awal . -3 hanya berjumlah 22 orang . ,57%), pasien remaja . -25 tahu. 7 orang . ,09%), pasien dewasa . -45 tahu. SIMPULAN Dari orang . ,19%), dan tidak ada pasien yang bahwa pasien celah bibir dan/atau langitlangit pembahasan yang sudah dipaparkan, tergolong lansia. Data pembedahan terbanyak adalah kelompok usia balita . -5 tahu. yaitu berjumlah 44 disimpulkan secara khusus bahwa pasien celah bibir dan/atau langit-langit dengan kelompok usia pembedahan terbanyak adalah kelompok usia balita . -5 tahu. yaitu berjumlah 44 orang . ,15%). ,15%). Berdasarkan dari data UCAPAN TERIMA KASIH