KESKOM. :29 - 33 JURNAL KESEHATAN KOMUNITAS ( J O U R N A L O F C O M M U N I T Y H E A LT H ) http://jurnal. Pengaruh Konseling melalui Media Sosial terhadap Pengetahuan dan Praktik Pengelolaan Hipertensi The inCuence of Counselling through Social Media to knowledge and practice of the management of Hypertension Rina Mitasari1,heryudarini Harahap2. Sri DesAta3 1,2,3 Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat. STIKes Hang Tuah Pekanbaru ABSTRACT ABSTRAK Hypertension as one of the "comorbidity" of heart disease, the prevelance was adequate highly in Indonesia. Health oEcers in public health care are rarely conduct health promo on as an eAorts to manage hypertension because of they are more focus to doing the cura ve interven on beside the preventa ve and promo ng. The purpose of the study was to And out the inCuence of counselling through social media to knowledge and prac ce of the management of hypertension. This was a quan ta ve study that used Non Randomized Quasi Experiments design and Control Group Pretest Pos est approach. The sample was 52 people with consecu ve sampling techniques. The data analysis did to knowledge and prac ces variables before and a er the interven on was performed. The data analyze was used paired t test and independent t test. The result showed that there was mean average of knowledge of social media group was higher than the conven onal group. There was no signiAcant diAerence of hypertension managing prac ce mean average between social media group and the conven onal group in pre-pos est scores. This research is a great alterna ve of health educa on in health promo on programs to enhance knowledge in managing hypertension disease independently one to control high blood Penyakit hipertensi sebagai salah satu komorbiditas dari penyakit jantung, dinilai cukup nggi di Indonesia. Upaya pengelolaan hipertensi di puskesmas salah satunya dengan promosi kesehatan yang dilakukan tenaga kesehatan. Namun minimnya promo f dan preven f dari petugas puskesmas dikarenakan banyaknya ndakan kura f yang harus di kerjakan. Tujuan peneli an ini yaitu diketahuinya pengaruh konseling melalui media sosial terhadap pengetahuan dan prak k pengelolaan Jenis peneli an adalah kuan ta f dengan menggunakan desain Quasy Eksperimen Non Randomized Control Group Pretest Postest. Sampel pada peneli an adalah 52 orang yang berusia produk f dengan teknik consecu ve Analisis data yang digunakan yaitu paired t test dan independent t test. Hasil peneli an diperoleh yaitu lebih nggi rata-rata variabel pengetahuan pada kelompok media sosial dibandingkan kelompok konvensional. Tidak ada perbedaan rata-rata yang bermakna prak k pengelolaan hipertensi skor pre maupun pos est pada kelompok konvensional dan kelompok media sosial. Peneli an ini merupakan alterna f promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dalam mengelola penyakit hipertensi secara mandiri untuk mengontrol tekanan darah nggi. Keywords : Hypertension. Conven onal Counselling. Social Media Counselling, knowledge and prac ce of the management Kata Kunci : Hipertensi. Konseling Konvensional. Konseling Media Sosial. Pengetahuan. Prak k Pengelolaan Correspondence : Rina Mitasari. Jl. Merak Utama Blok D6. Tangkerang Selatan Kota Pekanbaru Email : rinrina_mitasari@yahoo. com, 0821 7228 5826 A Received 24 Januari 2019 A Accepted 13 Maret 2019 A p - ISSN : 2088-7612 A e - ISSN : 2548-8538 A DOI: h ps://doi. org/10. 25311/keskom. Vol5. Iss1. Copyright @2017. This is an open-access ar cle distributed under the terms of the Crea ve Commons A ribu on-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 Interna onal License . p://crea vecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. which permits unrestricted non-commercial used, distribu on and reproduc on in any medium Keskom. Vol. No. April 2019 PENDAHULUAN Hipertensi merupakan silent killer. Berdasarkan data yang dirilis American Heart Associa on (AHA), gejala dapat bervariasi pada masing-masing individu dan hampir sama dengan gejala penyakit lainnya. Laporan World Health Organiza on (WHO) tahun 2013 jumlah penyakit hipertensi meningkat dari 7,8 juta orang pada tahun 2009 menjadi 8,4 juta setelah penyakit Diperkirakan pada tahun 2030 penyakit hipertensi mencapai 28 juta orang dan 19 juta orang diantaranya meninggal akibat hipertensi (Kemenkes, 2. Hipertensi di Indonesia terjadi penurunan pada tahun 2013. Hal ini terlihat dari awalnya 31,7 persen tahun 2007 menjadi 25,8 persen pada Kejadian hipertensi pada usia 15-17 tahun sebesar 8,4 persen, usia >18 sebesar 25,8 persen dan usia 30 tahun sebesar 20 persen (Kemenkes RI, 2. Angka kejadian dan pravalensi hipertensi berbeda di se ap provinsi di Indonesia. Berdasarkan proAl Dinas Kesehatan Provinsi Riau tahun 2016, penyakit kedua terbanyak yang dialami oleh pasien puskesmas di Provinsi Riau yaitu hipertensi esensial . yakni sebanyak 12,26 persen. Dari seluruh kabupaten yang ada di Provinsi Riau. Kabupaten Indragiri Hulu termasuk lima besar dengan kasus hipertensi ter nggi. Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu selama Tahun 2017, jumlah hipertensi pada usia produk f mengalami peningkatan se ap bulan. Kejadian hipertensi menempa urutan pertama dari 10 besar penyakit yang ada di Kabupaten Inhu. Pada Bulan Oktober 2017 jumlah kasus baru hipertensi mencapai 362 kasus dengan 183 kasus pada usia produk f. Kejadian ini menunjukan bahwa bukan hanya lansia saja yang dapat terkena hipertensi, usia produk f bisa terkena hipertensi. Tingginya angka kejadian hipertensi pada usia produk f disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan yang dak sehat. Gaya hidup merupakan faktor yang sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Sebagaimana yang disampaikan oleh Depkes RI, 2010 dalam (Montol. Pascoal. Pontoh. Manado, & Tomohon, 2. gaya hidup yang dak sehat seper merokok, serta pola makan yang salah seper nggi kalori, lemak dan natrium dapat meningkatkan kejadian hipertensi. Dalam upaya untuk mengatasi permasalahan penyakit dak menular tersebut diperlukan program promosi dan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan adalah upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok atau masyarakat (Notoatmodjo, 2. Berdasarkan survei awal yang dilakukan peneli , upaya promosi kesehatan yang dilakukan tenaga kesehatan di Puskesmas Sipayung Indragiri Hulu dengan cara penyuluhan dan jarang sekali dilakukan konseling terkait pemberian pendidikan kesehatan terkait hipertensi. Hal ini dikarenakan petugas puskesmas lebih fokus ke ndakan kura f, sehingga minimnya promo f dan preven f di puskesmas h p://jurnal. Hasil peneli an (Dewan . Andraja , & Supardi, 2. didapatkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan keluarga dengan hipertensi. Salah satu metode pendidikan kesehatan berupa konseling kesehatan merupakan suatu proses 2 arah antara konselor dengan individu, untuk membantu individu mengenali dan mengatasi masalah yang dihadapi individu tersebut (Snetselaar, 2. Pemberian konseling diperlukan untuk memudahkan pasien mendapatkan informasi yang dibutuhkan terkait pengobatan yang sedang dijalani. Salah satu alterna f adalah penggunaan leaCet agar dapat dibaca pasien dimanapun dan kapanpun. Informasi dalam leaCet diharapkan dapat membantu pasien hipertensi agar patuh terhadap pengobatan yang diberikan dalam mengontrol tekanan darahnya (Dewan et al. , 2. Seiring dengan perkembangan zaman dan pesatnya perkembangan teknologi itu komunikasi antar manusia dapat dilakukan dengan berbagai alat atau sarana, salah satunya alat komunikasi yang banyak digunakan saat ini adalah internet, handphone, facebook, twi er dan whatsapp. WhatsApp (WA) sebagai salah satu aplikasi media sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia setelah Facebook, menjadi sarana yang cukup eAsien dalam hal komunikasi (Azhari, 2. METODE Jenis peneli an ini adalah kuan ta f dengan menggunakan desain Quasy Eksperimen Non Randomized Control Group Pretest Postest untuk mengetahui perubahan pengetahuan dan prak k tentang pengelolaan hipertensi setelah diberikan konseling pada pasien hipertensi. Peneli an ini dilaksanakan di Puskesmas Sipayung Kabupaten Indragiri Hulu, pada bulan Juli Ae Agustus 2018. Populasi dalam peneli an ini adalah pasien hipertensi yang berada di Puskesmas Sipayung Indragiri Hulu. Tahapan pada peneli an yaitu peneli mengiden Akasi calon responden dengan cara peneli menunggu di lokasi peneli an. Kemudian untuk kelompok intervensi, dilakukan pretest dengan cara memberikan kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan prak k pengelolaan hipertensi. Konseling dilakukan dengan cara memasukkan responden ke grup whatsapp dan leaCet di unggah pertama kali secara personal chat. Setelah 15 menit dilakukan Pos est ke 1 dengan menggunakan kuesioner yang sama. Setelah 2 minggu diberikan konseling melalui grup whatsapp dilakukan kembali Pos est ke 2 dengan menggunakan kuesioner yang sama. Sampel peneli an dari peneli an ini adalah pasien hipertensi yang berobat di Puskesmas Sipayung Indragiri Hulu. Jumlah sampel minimal adalah 52 responden yang terdiri dari 26 untuk kelompok konseling langsung dan 26 untuk konseling media sosial. Cara peneli dalam memilih sampel peneli an yaitu dengan membagi sampel ke kelompok konseling konvensional dan Rina, et al Konseling Media Sosial Social Media Counseling konseling melalui media sosial dengan cara menanyakan responden menggunakan whatsapp atau dak. Jika responden menggunakan whatsapp, akan di masukkan ke kelompok konseling melalui media sosial. Responden yang dak menggunakan whatsapp akan di masukkan ke kelompok konseling konvensional. Peneli memberikan kuesioner yang terdiri dari 20 pertanyaan untuk variabel pengetahuan, didapatkan ada beberapa pertanyaan yang sebagian kecil dari responden menjawab benar, antara lain tentang, ak vitas Asik, olahraga ru n, kandungan rokok dan berhen merokok. Kemudian untuk mengukur variabel prak k pengelolaan digunakan kuesioner bersumber dari Riskesdas . berupa pertanyaan terbuka. Analisis data yang di lakukan adalah analisis data pengetahuan dan prak k sebelum dan sesudah dilakukan Uji bivariat yang digunakan yaitu uji t, dan uji mul variat yang digunakan adalah Repeated Measure. Peneli mengurus dan mendapatkan ethical clearence dengan nomor : 010/KEPK/STIKes-HTP/VII/2018 yang menyatakan peneli telah melalui prosedur kaji e k dan dinyatakan layak untuk dilaksanakan peneli an. Rata-rata variabel pengetahuan pada pretest kelompok konseling konvesional lebih rendah dibandingkan kelompok media sosial, setelah diberikan konseling rata-rata pos est 1 pada kelompok konseling konvensional mengalami peningkatan dibandingkan kelompok media sosial, tetapi setelah 2 minggu diberikan intervensi rata-rata pengetahuan kelompok konseling media sosial lebih meningkat dibandingkan kelompok konseling Pada variabel prak k pengelolaan, skor rata-rata kelompok konseling konvensional lebih beresiko dibandingkan kelompok konseling media sosial. Setelah dilakukan intervensi selama 2 minggu, rata-rata prak k pengelolaan hipertensi hanya sedikit ada perbedaan. Tabel 2 Perbedaan Rata-Rata Pretest Variabel Prak k Pengelolaan Hipertensi Kelompok Sosial Media dan Kelompok Konvensional HASIL Setelah diberikan intervensi didapatkan bahwa hasil pengetahuan pada pengukuran pertama lebih nggi pada kelompok konvensional. Setelah dilakukan intervensi selama 2 minggu . os est . di dapatkan hasil pengetahuan pada kelompok konseling media sosial lebih nggi dibandingkan kelompok konseling konvensional. Didapatkan bahwa ak vitas berat yang dilakukan responden pada kelompok media sosial terdapat perubahan rata-rata setelah diberikan intervensi. Sedangkan untuk ak vitas ringan maupun ak vitas sedang pada kelompok konvensional dan media sosial dak ada perubahan ak vitas yang dilakukan responden setelah diberikan intervensi. Tabel 1 Distribusi Subjek menurut Pengetahuan dan Prak k Pengelolaan Sebelum dan Sesudah Intervensi Berdasarkan tabel 2, didapatkan ada perbedaan rata-rata variabel pengetahuan skor pre, pos est 1 dan pos est 2 pada kelompok konvensional dan kelompok media sosial. Tidak ada perbedaan rata-rata yang bermakna prak k pengelolaan hipertensi skor pre maupun pos est pada kelompok konvensional dan kelompok media sosial. Tabel 3 Analisis Covariat Berdasarkan tabel 3 bahwa hanya faktor usia berinteraksi dengan variabel prak k pengelolaan hipertensi dengan nilai p value 0,008 (<0,. Sedangkan faktor pendidikan, pekerjaan dan jenis kelamin dak ada interaksi dengan variabel pengetahuan dan prak k di buk kan p value >0,05. PEMBAHASAN Setelah diberikan intervensi didapatkan bahwa hasil pengetahuan pada pengukuran pertama lebih nggi pada kelompok konvensional. Hal ini disebabkan karena pada kelompok konseling konvensional, mendapatkan informasi j u r n a l KESEHATAN KOMUNITAS Keskom. Vol. No. April 2019 secara langsung kepada peneli sehingga ada feedback antara peneli dan responden, sedangkan kelompok sosial media hanya membaca materi yang di berikan melalui whatsapp dan waktu membaca yang dak lama sehingga responden belum memahami informasi yang diberikan. Setelah dilakukan intervensi selama 2 minggu . os est . di dapatkan hasil pengetahuan pada kelompok konseling media sosial lebih nggi dibandingkan kelompok konseling konvensional, hal ini dikarenakan kelompok konseling media sosial yang se ap hari di beri informasi dan diskusi sehingga informasi diterima baik oleh Hasil peneli an menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signiAkan terhadap skor dari variabel pengetahuan dari kelompok media sosial maupun kelompok konvensional. Nilai signiAkansi dari pengukuran didapatkan hasil p value < 0,05. Pemberian konseling diperlukan untuk memudahkan pasien mendapatkan informasi yang dibutuhkan terkait pengobatan yang sedang dijalani. Pengetahuan atau kogni f merupakan domain yang pen ng untuk terbentuknya ndakan seseorang. Pengetahuan adalah faktor intern yang mempengaruhi terbentuknya perilaku. Perilaku seseorang tersebut akan berdampak pada status kesehatannya (Notoatmodjo, 2. Kelebihan dan fungsi whatsapp salah satunya memiliki Atur yang komplit, karena dengan whatsapp dapat berkirim teks, gambar, video, suara, dan bisa berbagai lokasi GPS, sehingga orang bisa berkomunikasi secara bersama-sama dalam kurun waktu yang bersamaan tanpa harus bertemu. Beberapa orang bisa melakukan diskusi di dalam sebuah grup whatsapp. Hasil peneli an ini sesuai dengan (Haendra. Anggara, & Prayitno, 2. bahwa Pemberian promosi kesehatan media sosial . berpengaruh terhadap pengetahuan tentang bahaya merokok pada mahasiswa PSIK semester 8 di Universitas Muhamadiyah Yogyakarta. Hasil peneli an yang dilakukan (Kurniasih. Supadmi, & Darmawan, 2. didapatkan bahwa ada perbedaan pemberian konseling dan short messages services . terhadap kepatuhan terapi hipertensi. WhatsApp (WA) sebagai salah satu aplikasi media sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia setelah Facebook, menjadi sarana yang cukup eAsien dalam hal komunikasi. Seiring dengan peneli an (Trisnani, 2. , didapatkan bahwa, tokoh masyarakat memanfaatkan WA sebagai media komunikasi dalam menyampaikan pesan, informasi yang disampaikan lebih efek f dan merupakan kepuasan tersendiri karena menggunakan teknologi informasi (WA) pesan lebih cepat diterima kepada Hasil peneli an menunjukkan bahwa dak terdapat perbedaan rata-rata yang signiAkan dari perilaku merokok dan ak vitas Asik dari kelompok media sosial maupun konvensional. Nilai signiAkasi dari pengukuran didapatkan hasil p value > 0,05. Hal ini dapat disebabkan karena untuk mengubah prak k h p://jurnal. seseorang butuh waktu yang lama dan pengawasan. Hasil ini dak sesuai dari peneli an (Nurhidayat, 2. bahwa Perbandingan antara pela han dan Mobile group menunjukkan bahwa intervensi berbasis WhatsApp menghasilkan perubahan terhadap ak vitas Asik daripada dengan cara tatap muka. Hal ini dikarenakan karena untuk mengubah ndakan membutuhkan waktu yang lebih lama. Prak k pengelolaan yang berpengaruh terhadap konseling media sosial setelah diberikan intervensi adalah pola makan. Hal ini dikarenakan ngginya hasil pengetahuan responden tentang penyebab hipertensi, makanan yang menyebabkan hipertensi dan makanan yang harus dihindari sehingga responden mengurangi makanan yang bisa menyebabkan hipertensi. Hasil peneli an Ragot . yang menyatakan bahwa kesadaran pasien mengenai tekanan darah memegang peranan pen ng dalam kemampuan untuk mencapai kesuksesan pengendalian tekanan darah pada hipertensi. KESIMPULAN Ada pengaruh konseling media sosial dan konseling konvensional terhadap pengetahuan tentang hipertensi namun dak ada pengaruh konseling pada kelompok konseling konvensional dan media sosial terhadap prak k pengelolaan hipertensi yaitu gaya hidup dan ak vitas Asik. Sebagai alterna f pengelolaan kejadian hipertensi dalam melaksanakan promosi kesehatan bagi petugas kesehatan dengan menggunakan perkembangan teknologi yaitu media social untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang KonCik Kepen ngan Tidak terdapat konCik kepen ngan dalam peneli an ini. Ucapan Terima Kasih Ucapan terimakasih kepada Ketua STIKes Hang Tuah Pekanbaru. Ketua Program Studi Magister IKM STIKes Hang Tuah Pekanbaru. Seluruh staf dosen dan tata usaha Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat STIKes Hangtuah Pekanbaru yang telah membantu peneli dalam menyelesaikan peneli an ini, kemudian kepada puskesmas sipayung rengat kab. Indragiri hulu, yang telah mengizinkan peneli untuk melaksanakan peneli an. Selanjutnya peneli mengucapkan terima kasih kepada responden peneli an yang telah bersedia meluangkan waktunya DAFTAR PUSTAKA