Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PENDERITA HIPERTENSI DI KALURAHAN MARGOREJO TEMPEL SLEMAN YOGYAKARTA Ariadne Eka Haris Novianti1. Fransisca Anjar Rina2. Herlin Lidya3 STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401 Pringwulung. Condong Catur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia. Email: ariadnenovii@gmail. STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401 Pringwulung. Condong Catur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia. Email: fransisca. anjarrina@stikespantirapih. STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401 Pringwulung. Condong Catur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia. Email: herlinlidya@stikespantirapih. ABSTRAK Latar belakang: Hipertensi adalah penyakit tidak menular yang pengobatan dan perawatannya membutuhkan waktu seumur hidup. Tujuan pengobatan dan perawatan adalah pengendalian hipertensi untuk mencegah komplikasi. Penderita hipertensi banyak yang tidak mengkonsumsi obat hipertensi secara rutin sehingga menyebabkan tekanan darah tidak terkontrol. Salah satu hal yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi adalah dukungan keluarga. Dukungan keluarga meliputi dukungan penghargaan, dukungan emosional, dukungan instrumental dan dukungan informasional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Kalurahan Margorejo. Metode: Metode penelitian yang digunakkan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 340 orang pasien hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta. Sampel dipilih dengan menggunakkan teknik proporsional random sampling. Instrumen penelitian menggunakkan kuisioner yaitu kuisioner dukungan keluarga dan kuisioner kepatuhan minum obat. Metode pengumpulan data dengan metode Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 51,9% responden memiliki tingkat dukungan keluarga kurang dan 61% menunjukkan responden memiliki kepatuhan minum obat yang rendah. Hasil uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat . 032:, odd rasio: 2. Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman. Petugas kesehatan sebaiknya memberikan edukasi kepada keluarga untuk memberikan dukungan pada pasien hipertensi sehingga pasien hipertensi patuh menjalani pengobatan. Kata kunci: dukungan keluarga, hipertensi, kepatuhan pengobatan ABSTRACT Background: Hypertension is a non-communicable, deadly disease whose treatment and care requires a lifetime. The goal of treatment and care is to control hypertension to prevent There are still many hypertension sufferers who do not take hypertension medication regularly, resulting in uncontrolled blood pressure. One of the things that influences the fulfillment of medication for hypertension sufferers is family support. Family support includes esteem support, emotional support, instrumental support, and informational support. Objective: This study aims to determine the relationship between family support and medication adherence among hypertension sufferers in Margorejo District. Ariadne Eka Haris Novianti. Fransisca Anjar Rina. Herlin Lidya Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta Methods: The research method used in this research is descriptive correlation with a cross sectional The population in this study was 340 hypertensive patients in Margorejo Tempel Village. Sleman Yogyakarta. The sample was selected using the proportional random sampling technique. The research instrument used questionnaires, that is family support questionnaire and medication adherence questionnaire. Data collection method using survey method. Results: The results showed that 51. 9% of respondents had a low level of family support and 61% of respondents showed that they had low medication adherence. Chi-square test results showed a significant relationship between family support and medication adherence . -value 0. 032:, odds ratio: Conclusion: There is a significant relationship between the level of family support and adherence to taking medication in hypertension sufferers in Margorejo Tempel Sleman Village. Health workers should educate families to provide support for hypertensive patients so that they adhere to their Key words: family adherence, hypertension, medication adherence PENDAHULUAN Salah satu faktor risiko terjadinya kenaikan dibandingkan tahun 2013 yaitu kematian di Indonesia sebagian besar 8,4% penderita hipertensi di Indonesia disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (Riskesdas, (PTM). Enam dari sepuluh besar PTM Istimewa Yogyakarta adalah provinsi di Indonesia yang mempunyai prevalensi Provinsi Daerah kematian antara lain stroke, hipertensi, diabetes, tumor ganas, penyakit hati dan 11,01% (Riskesdas, 2. Hipertensi PTM LeMone et al . menyebutkan Indonesia yaitu dengan prevalensi 31,7% perubahan gaya hidup dan farmakologi (Riskesdas, 2. Angka ini disebut yaitu pemberian obat medis diharapkan dapat menekan kematian akibat hipertensi. banyak faktor risiko penyebab hipertensi Faktanya, tidak semua penderita hipertensi yang sebenarnya dapat dicegah sehingga rutin minum obat hipertensi, pada tahun hipertensi tidak terjadi. 2018 didapatkan temuan sebanyak 32,3% World Health Organization (WHO) penderita hipertensi tidak rutin minum menyatakan prevalensi hipetensi di seluruh dunia adalah 1,13 miliar orang. Sedangkan hipertensi sama sekali (Riskesdas, 2. jumlah penderita hipertensi di seluruh Alasan tidak minum obat pada hipertensi Indonesia yang terdiagnosis dokter pada adalah merasa sudah sehat 59,8%, tidak tahun 2018 sebesar 8,8% (Riskesdas, rutin ke faskes 31,3%, minum obat Angka ini menunjukkan adanya tradisional 14,5%, alasan lainnya 12,5%, 13,3% Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 sering lupa 11,5%, tidak mampu beli oat rutin 8,1%, tidak tahan efek samping obat 4,5% dan obat tidak ada di faskes 2%(Riskesdas. Penelitian (Widyaningrum et al. , 2. Penelitian ini ketidakpatuhan minum obat anti hipertensi antara dukungan kepatuhan minum obat p a s i e n hipertensi. hubungan yang signifikan terhadap kejadian METODE PENELITIAN kenaikan tekanan darah pada penderita hipertensi(Artini et al. , 2. Kenaikan Penelitian ini menggunakan tekanan darah tidak terkontrol menjadi salah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian Margorejo. Tempel. Sleman pada tanggal 9 September 2022 sampai dengan tanggal 8 (Hairunisa, 2. Januari Faktor demografi dan sosial, faktor Populasi faktor kesehatan dan faktor dukungan sosial Tempel. Sleman. S a m p e l Kalurahan p e n e l i t i a n i n i a d a l a h 340 p a s i e n perilaku, faktor persepsi, faktor pengobatan. Kalurahan Margorejo, m e n g g u n a k a n proportionate stratified penderita hipertesi (Friedman et al. , 2. Dukungan keluarga dapat membantu lansia di 15 padukuhan dan setiap mengatasi masalahnya dengan efektif, dapat padukuhan diambil 5-6 responden untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental Instrumen Hal ini karena dukungan keluarga keluarga dan kuisioner kepatuhan minum didapatkan dari orang terdekat sehingga obat Morisky Medication Adherence Scale seseorang merasa dihargai, diperhatikan dan (MMAS). Analisis data yang digunakkan dicintai (Niman et al. , 2. Bantuan yang dengan uji Chi square. dapat diberikan oleh keluarga yang berupa Seluruh Ariadne Eka Haris Novianti. Fransisca Anjar Rina. Herlin Lidya Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Karakteristik Responden di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Tahun 2022 Variabel Usia Jumlah Minimum Maximum Mean 55,09 Karakteristik Responden Frekuensi . Persentase (%) Jenis Kelamin Pendidikan Pekerjaan Laki-laki Perempuan SMP SMA Perguruan Tinggi Bekerja Tidak bekerja Sumber: data primer, 2022 Pada responden yang mengalami hipertensi rata- tekanan darah sistolik. Dengan rata 55,09 tahun, sebagian besar jenis meningkatnya usia, dapat ditemukan adanya kelamin perempuan . ,7%), latar belakang kenaikan tekanan darah diastol secara rata- pendidikan tertinggi adalah SD . ,6%) dan rata walaupun tidak begitu nyata, meskipun pekerjaan lebih besar tidak bekerja. begitu ada kenaikan prevalensi hipertensi Faktor setiap kenaikan kelompok usia. satunya adalah karena usia. Penelitian Karakteristik responden menunjukkan sebelumnya menyebutkan adanya hubungan antara usia dengan kejadian hipertensi Hipertensi dimana seseorang yang berusia diatas 40 dimulai usia 55 tahun (Black & Hawks, tahun memiliki peluang 2. 76 kali lebih besar Tingginya kejadian hipertensi pada mengalami hipertensi dibandingkan dengan responden yang berusia kurang dari 40 tahun menopause yang dialami perempuan di usia (Hintari & Fibriana, 2. Hal ini dikarenakan perempuan yang Sartik High Density perubahan struktur pada pembuluh darah yang elastisitasnya berkurang dan juga Lipoprotein (HDL) pembuluh darah yang menyempit, akan memelihara fungsi dan struktur pembuluh terjadi perubahan pada pembuluh darah arteri menjadi lebih sempit dan kaku menopause, kadar esterogen akan menurun Ketika dalam darah yang Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 dan kadar HDL menurun. Kadar HDL yang rendah yang disertai peningkatan Low Sebagai contoh seseorang yang terpapar Density Lipoprotein (LDL) yang akan sedikit informasi tidak akan tahu apakah memicu terjadinya aterosklerosis sehingga gejala sakitnya merupakan bagian dari gejala dapat menaikkan tekanan darah (La Ode, hipertensi atau tidak. Sehingga orang yang terpapar sedikit informasi akan memiliki Karakteristik lebih sedikit keluhan gejala dibandingkan didominasi pendidikan terakhir Sekolah Dasar (SD). Tingkat pendidikan menjadi Hal ini diiringi oleh rendahnya salah satu faktor yang dapat meningkatkan kebutuhan akan informasi layanan kesahatan kejadian hipertensi. Penelitian sebelumnya karena sedikitnya gejala yang dirasakan oleh penderita hipertensi tersebut (Friedman et , 2. hipertensi (Eksanoto, 2. Semakin tinggi Kemungkinan pendidikan maka semakin mudah seseorang angka hipertensi pada orang yang tidak menerima informasi, hal ini akan menambah bekerja adalah karena kurangnya aktifitas pengetahuan yang dimiliki. Sebaliknya, fisik bila dibandingkan dengan orang yang bekerja sebagai petani, buruh dan pegawai seseorang, akan semakin sulit seseorang Pekerjaan yang melibatkan anyak untuk menerima informasi, sehingga sikap aktifitas fisik dapat memperlancar peredaran seseorang terhadap penerimaan, informasi darah sehingga dapat mencegah hipertensi. dan hal lain yang akan didapatkan juga Dalam analisanya, orang yang tidak bekerja rendah (Mubarak et al. , 2. menderita hipertensi 8. 95 kali lebih besar Tingkat dibandingkan orang yang bekerja (Ahmad & Hardani, 2. Tabel 2. Dukungan Keluarga Responden di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Tahun 2022 Dukungan Keluarga Frekuensi . Persentase (%) Baik Kurang Total . Sumber: data primer, 2022 Tabel 2. menunjukan bahwa lebih dari Penelitian ini sejalan dengan setengah responden memiliki dukungan penelitian Purnawidadi & Lintang . keluarga yang kurang dalam pengobatan pada penderita hipertensi di Puskesmas Ariadne Eka Haris Novianti. Fransisca Anjar Rina. Herlin Lidya Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta Airmadidi Minahasa Utara dibutuhkan oleh responden. Dukungan instrumental berkaitan dengan menunjukkan sebagian besar responden . ,3%). kesehatan penderita keluarga misalnya dalam Komponen dukungan keluarga Selain menunjang pemeliharaan kesehatan penderita hipertensi yaitu pemenuhan diit yang sehat, sebesar 30,6% dan yang tertinggi adalah kebutuhan makan dan tempat istirahat yang nyaman serta aman. Penderita hipertensi juga sebesar 37%. Sementara itu dukungan terhindar dari kelelahan jika keluarga mampu keluarga emosional dan penghargaan berada menolong pekerjaan penderita pada saat sakit. di tengah yaitu sebesar 32,4%. Dukungan Komponen keluarga instrumental merupakan fasilitas, sarana dan prasarana yang meliputi terendah adalah dukungan informasional. kebutuhan makan, minum, penyediaan tempat Dukungan keluarga informasional merupakan tinggal, transportasi, uang dan bantuan dalam informasi yang diperlukan penderita mengenai melakukan pekerjaan rumah (Alvita et al. , 2. penyakitnya (Friedman et al. , 2. Dalam Berdasarkan hasil wawancara singkat, sebagian responden mengatakan memanfaatkan bahwa sudah mendapatkan informasi melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pendidikan kesehatan hipertensi di puskesmas, posyandu dan pelayanan kesehatan yang lain. responden juga menanggung biaya lain yang Tetapi, pendidikan kesehatan yang didapatkan hanya mengenai penyakit hipertensi, belum transportasi untuk pergi ke pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan pokok seperti makan, mengenai pengobatan hipertensi. Selain itu minum dan tempat tinggal. Dukungan keluarga sebagian besar responden mengatakan keluarga emosional dan penghargaan merupakan bagian mencari informasi mendukung kesembuhan penderita hipertensi Keluarga (Friedman et al. , 2. Tabel 3. Kepatuhan Minum Obat pada Responden di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Tahun Kepatuhan Minum Frekuensi . Persentase (%) Obat Tinggi Rendah Total . Sumber: data primer, 2022 Tabel 3. menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat pada responden di Kalurahan Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 Margorejo sebagian besar rendah . %). menghabiskan banyak waktu di luar rumah Lupa minum obat pada responden dapat dapat menyebabkan lupa waktu minum obat. disebabkan oleh beberapa hal antara lain Faktor ketidaktahuan tentang pengobatan adalah fungsi kognitif responden yang hipertensi berkaitan dengan karakteristik berkaitan dengan daya ingat pasien yang rendah sehingga menyebabkan responden Responden lupa waktu minum obat dan lupa instruksi Hal penelitian Fitrika yang menyebutkan adanya menerima informasi. semakin rendah tingkat hubungan antara fungsi kognitif dengan pendidikan seseorang, akan semakin sulit kepatuhan minum obat hipertensi pada lansia (Fitrika et al. , 2. Dilihat dari karakteristik rata-rata usia penerimaan, informasi dan hal lain yang responden yaitu 55 tahun yang artinya akan akan didapatkan juga rendah. Usia rata-rata memasuki usia lanjut dimana usia lanjut responden adalah 55 tahun yang akan berpengaruh terhadap menurunnya daya memasuki usia lanjut dimana daya tangkap ingat seseorang. Selain itu, kesibukan dan daya ingat seseorang akan menurun responden yang bekerja sebagai buruh, seiring bertambahnya usia (Mubarak et al. Tabel 4. Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Responden di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Tahun 2022 Tingkat Dukungan Keluarga Tingkat Kepatuhan Tinggi Tk. Dukungan keluarga baik Tk. Dukungan keluarga kurang Total Sumber : data primer, 2022 Odd risk P Value Rendah Tabel 4. menunjukkan bahwa hasil Kalurahan Margorejo Tempel Sleman. analisa data menggunakan chi square Seseorang dengan dukungan keluarga baik terdapat hubungan yang signifikan antara 783 kali kemungkinan lebih patuh minum obat antihipertensi. Hasil keluarga dengan minum obat pada penderita hipertensi di Ariadne Eka Haris Novianti. Fransisca Anjar Rina. Herlin Lidya Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta penelitian ini sejalan dengan Dewi et al prasarana yang disediakan oleh keluarga . Biaya BPJS keluarga dengan responden dan keluarga responden tidak minum obat hipertensi pada penderita perlu memikirkan biaya yang dikeluarkan hipertensi di Puskesmas Dau Kabupaten dalam pengobatan hipertensi. Hal tersebut Malang. Rendahnya kepatuhan minum akan mengurangi beban pikiran responden pada responden di Kalurahan Margorejo membuat responden semakin patuh dalam informasi mengenai pengobatan hipertensi regimen pengobatannya. Selain itu, sarana yang diterima responden. Keluarga harus dan prasarana yang sudah dipenuhi oleh keluarga membuat kepatuhan minum obat Sarana yang berupa pencegahan, penurunan risiko prasarana yang baik dapat menunjang sakit dan keterlibatan gaya hidup yang peningkatan dan pemeliharaan kesehatan Informasi yang terbatas terkait Motivasi dapat timbul dengan mempengaruhi kepatuhan minum obat sarana prasarana yang dibutuhkan dan seseorang (Friedman et al. , 2. Hal ini diinginkan responden dalam mendukung didukung oleh penelitian Pare et al . kesembuhan responden (Mustayah et al. kepatuhan minum obat hipertensi dengan SIMPULAN DAN SARAN pemberian informasi obat yang tepat. Pemberian informasi obat yang benar Gambaran dapat meningkatkan pengetahuan pasien penelitian adalah ratarata berusia 55 tahun, dalam penggunaan obat sehingga dapat jenis kelamin perempuan lebih banyak memotivasi pasien untuk minum obat pendidikan terakhir SD, dan sebagian diberikan (Kurniapuri & Supadmi, 2. Kepatuhan Sebagian responden memiliki dukungan keluarga Margorejo yangkurang dan sebagian besar responden disebabkan oleh adanya layanan BPJS memiliki dukungan keluarga rendah yaitu yang dimanfaatkan dengan maksimal oleh 47 orang . %). Berdasarkan analisa responden serta tersedianya sarana dan laki-laki. Kalurahan Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 disimpulkan bahwa terdapat hubungan Friedman. Bowden. , & Jones. Buku Ajar Keperawatan Keluarga Riset Teori dan Praktik. EGC. Hairunisa. Hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat dan Diet Dengan Tekanan Darah Terkontrol Pada Penderita Hipertensi Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas I Kecamatan Pontianak Barat. Pontianak. Universitas Tanjungpura. Hintari. , & Fibriana. Hipertensi pada Penduduk Usia Produktif . -59 Tahu. di Wilayah Kerja Puskesmas Pageruyung Kabupaten Kendal. Kurniapuri. , & Supadmi. Pengaruh Pemberian Informasi Obat Antihipertensi Terhadap Kepatuhan Pasien Hipertensi di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta Periode November 2014. La Ode. Epidemiologi Hipertensi: Sebuah Tinjauan Berbasis Riset. Penerbit LeutikaPrio. LeMone. Karen. , & Genere, . Keperawatan Medical Bedah Gangguan Eliminasi Gangguan Kardiovaskular. EGC. Mubarak. Chayatin. , & Bagus. Ilmu Keperawatan Komunitas Konsep dan Aplikasi. Salemba Medika. Mustayah. Kasiati, & Retnowati. Bahan Ajar Psikologi untuk Keperawatan. Penerbit NEM. Niman. Hariyanto. , & Dewi. Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Fungsi Sosial Lansia di Wilayah Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Malang. Nursing News, 2. Pare. Turwewi. Farm. Lutsina, . Farm. , & Si. CHMK Pharmaceutical Scientific Journal Volume 3 Nomor 1. Januari 2020. Riskesdas. Kementerian Kesehatan RI Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riskesdas. Kementerian Kesehatan RI Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Widyaningrum. Retnaningsih. , & Tamrin, . Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Lansia Penderita Hipertensi. Jurnal Ilmu Keperawatan Komunitas, 2. , https://doi. org/10. 32584/jikk. yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan obat pada Kalurahan Margorejo Tempel Sleman. Pasien hipertensi yang mendapatkan dukungan keluarga baik, memiliki kemungkinan 2, 783 kali lebih patuh untuk minum obat anti hipertensi DAFTAR PUSTAKA