Jurnal Sarjana Teknik Informatika Vol. No. Februari 2025, pp. e-ISSN: 2809-3399, p-ISSN: 2338-5197 http://journal. id/index. php/JSTIF/index Pemodelan Aset Game Spirit CallAos sebagai Media Pembelajaran Sejarah Budaya Indonesia dengan Game Development Life Cycle Muhammad Ikhsan Nur Falah a,1,*. Bambang RobiAoin b,2 Program Studi S1 Informatika. Fakultas Teknologi Industri. Universitas Ahmad Dahlan. Indonesia muhammad1900018191@webmail. 2 bambang. robiin@tif. * Penulis Korespondensi ABSTRAK Game edukasi spirit callAos ber-genre historical dan puzzle yang diadaptasi dari novel berjudul Maz Havelaar. Salah satu permasalahan dalam menyusun game edukasi adalah penyusunan aset yang berkualitas dan atraktif sehingga mempengaruhi daya tarik visual, meningkatkan pengalaman bermain, serta memicu reaksi emosional dari pemain. Penelitian ini bertujuan menyusun aset 3 dimensi . D) game edukasi spirit callAos. Metode penelitian untuk menyusun aset game edukasi adalah Game Development Life Cycle (GDLC) yang terdiri dari initiation, pre-production, production, testing, dan release. Penelitian ini telah berhasil menyusun aset pada game edukasi spirit callAos yang memiliki kesesuaian dan kelayakan berdasarkan alpha test dan uji kualitas pemodelan. Hasil alpha test oleh 2 responden mengidentifikasi 95,38% menyampaikan sangat setuju dan setuju dengan luaran penelitian. Hasil pengujian lain terkait kualitas model oleh guru sejarah selaku pihak ahli mengidentifikasi 99% nilai sangat setuju dan setuju. Seluruh capaian penelitian ini berpotensi dilanjutkan dalam bentuk pengembangan suatu produk akhir berupa game edukasi spirit callAos. Riwayat Artikel Diterima 25 Maret 2024 Diperbaiki 15 Februari 2025 Diterbitkan 25 Februari 2025 Kata Kunci Alpha Test Aset 3D GDLC Game Edukasi Model 3D This is an open-access article under the CCAeBY-SA license Pendahuluan Kesulitan belajar adalah suatu keadaan dari peserta didik yang tidak dapat belajar sebagaimana mestinya, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti intelegensi dan non intelegensi . Pihak United Nations Educational. Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menyatakan dari 1000 penduduk Indonesia, ternyata hanya satu orang yang memiliki minat baca, indeksi minat baca dari penduduk Indonesia baru mencapai 0,001 . Masyarakat Indonesia rerta membaca 0-1 buku setiap tahun . Pada proses pembelajaran, mata pelajaran sejarah Indonesia sering dianggap sebagai satu pelajaran hafalan yang membosankan karena setiap pelajar harus membaca buku yang tebal. Saat ini, pelajar Indonesia sering menggunakan smartphone dalam berbagai aktivitas. Penelitian ini melihat urgensi sebuah media pembelajaran yang atraktif dan interaktif sehingga dapat digunakan menyampaikan suatu pesan atau nasehat dari guru kepada siswa. Penggunaan media pembelajaran yang atraktif dapat menarik siswa untuk belajar sejarah . Salah satu bentuk media pembelajaran yang atraktif yaitu game edukasi. Salah satu game edukasi yang memuat nilai sejarah yaitu Spirit CallAos sebagai game dengan genre historical dan puzzle yang diadaptasi dari novel dengan judul Max Havelaar Ae Multatuli . yang secara khusus berisi pembelajaran dan ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan . Game edukasi ini mengangkat cerita mengenai perjuangan dari Max Havelaar dalam ketidakadilan yang diakibatkan oleh sistem kolonial Hindia-Belanda dengan menulis surat kepada Ratu Belanda. Game ini juga menggunakan struktur ejaan lama Van Ophuijsen 1901 yang diperkenalkan di Hindia Belanda pada tahun 1901 . Upaya memenuhi kebutuhan sumber daya dalam pengembangan game edukasi, maka dilakukan pembuatan aset game Spirit CallAos. Aset game edukasi adalah setiap elemen yang akan digunakan dalam pembuatan game berupa karakter, animasi, bangunan, suasana, dan objek-objek pendukung 12928/jstie. jurnalsarjana@tif. Jurnal Sarjana Teknik Informatika e-ISSN: 2809-3399, p-ISSN: 2338-5197 Vol. No. Februari 2025, pp. Dalam pembuatan setiap aset game Spirit CallAos akan menggunakan teknik low-poly karena memiliki ukuran file yang rendah dan mudah diintegrasikan ke dalam proyek dengan skala besar. Kajian penelitian terdahulu yang memuat pembuatan aset game telah dilakukan meliputi aset 3D untuk game dengan tema superhero . , aset 3D untuk game dengan tema wayang . , aset 3D untuk game dengan tema toon . , aset 3D untuk game dengan tema karakter Jawa . , dan aset 2D untuk game dengan tema senjata tradisional . Penelitian terdahulu telah membuat aset dalam bentuk 2D dan 3D, penelitian ini akan fokus membuat aset dalam bentuk 3D. Penelitian terdahulu juga telah menawarkan kajian dengan tema yang beragam, penelitian ini fokus membentuk aset dengan tema pada novel berjudul Max Havelaar Ae Multatuli. Hasil luaran penelitian ini akan menerapkan evaluasi dengan metode alpha test oleh tim peneliti dan kualitas pemodelan oleh guru sejarah, sehingga dapat memastikan kesesuaian dan kelayakan setiap aset game edukasi. Penelitian ini diharapkan memberi kontibusi kajian pembuatan aset game yang lebih beragam dari penelitian terdahulu. Metode Penelitian ini menerapkan Game Development Life Cycle (GDLC) yang menerapkan pendekatan GDLC memiliki 5 tahapan, dimulai dari fase initiation . embuatan konse. , pre-production, production, testing, dan release . yang dapat dilihat pada Gambar 1. Initiation Menentukan konsep game Pre-production Membuat daftar karakter dan Membuat sketsa karakter dan Metode Penelitian Production Modeling karakter dan Membuat atribut karakter Texturing karakter dan Rigging dan Exporting Testing Release Alpha test Uji kualitas Distribusi aset karakter dan Gambar 1. Metode Penelitian Tahap pertama yaitu initiation atau membuat konsep dasar dan deskripsi sederhana, mulai dari mendefinisikan bentuk game edukasi, topik game edukasi, dan target pengguna game edukasi . Tahap pre-production mengimplementasi ide dan referensi model menjadi sketsa gambar. Membuat konsep awal dan sketsa dari asset yang akan dibuat, mencakup gambar tangan, sketsa digital, atau bahkan model konsep sederhana. Tahap production sebagai proses utama berkaitan dengan membuat aset menggunakan model dari objek tiga dimensi menggunakan perangkat lunak . Pemodelan 3D terdapat teknik yang digunakan seperti primitive dan low-poly. Tahap testing melakukan evaluasi dengan metode alpha testing dan uji pemodelan untuk melihat kualitas dan tingkat kemiripan asset environment dan karakter 3D. Pada tahap alpha testing, akan dilakukan oleh internal peneliti dan uji kualitas pemodelan akan dilakukan oleh guru sejarah SMA Negeri 1 Wates. Hasil dan Pembahasan Initiation Story Diceritakan pada tahun 1834, seorang pejabat Belanda yang baru ditunjuk sebagai asisten residen di distrik Lebak. Jawa. Dia tiba dengan semangat untuk memberantas korupsi dan ketidakadilan yang merajalela di kalangan pejabat kolonial. Havelaar segera menyadari bahwa distrik Lebak memiliki kondisi yang mengerikan. Penduduk Lebak menderita karena sistem tanam paksa, pajak yang tinggi, dan eksploitasi oleh pejabat Belanda dan penguasa setempat. Muhammad Ikhsan Nur Falah et al. (Pemodelan Aset Gam. Jurnal Sarjana Teknik Informatika Vol. No. Febuari 2025, pp. ISSN 2809-3399 Tokoh Tokoh utama ini adalah Max Havelaar, seorang asisten residen Belanda yang bertugas di kota Lebak. Jawa Barat. Beberapa tokoh lain yaitu Ratu Belanda. Pak Dewandana. Bupati Lebak. Adipati, dan para warga Desa Lebak. Environment Environment yang digambarkan dalam game edukasi ini mencakup beragam lokasi dan konteks sosial di Hindia Belanda pada kolonialisme. Beberapa environment meliputi: surat tanah, pohon tebu, pohon kopi, lentera pelita, papan pengumuman, rumah para warga desa, perkebuanan, rumah bupati, perkebunan, perdesaan, dan ruangan kerajaan Belanda. Scene Game Scene 1 (Prolog - Cutscen. : Datang seorang wakil residen Belanda yang ditugaskan untuk wilayah Lebak Jawa bernama Max Havelaar. Max Havelaar datang dengan semangat reformis dan tekad untuk memberantas korupsi dan ketidakadilan. Gameplay Activity 1 (Objective . : Max Havelaar berusaha melawan sistem tanam paksa yang menyebabkan penderitaan di kalangan penduduk setempat. Max mulai dengan mengumpulkan suratsurat penting dan mulai menyusun rencana untuk membongkar praktek kolonialisme Pemerintahan Hindia Belanda. Gameplay Activity 2 (Objective . : Upaya Max Havelaar untuk membela keadilan dihadang oleh konflik dengan rekannya yang korupsi dan struktur administratif yang bertentangan dengan prinsip. Gameplay Activity 3 (Objective . : Max Havelaar mulai menjalankan rencana bersama Warga pribumi untuk membongkar setiap praktek korupsi dalam kolonialisme sistem Pemerintahan Hindia Belanda. Good Ending: Max Havelaar berhasil mengubah kebijakan kolonialisme Belanda dari Lebak Banten. Maz Havelaar berhasil mengubah pandangan dunia sehingga Ratu Belanda Wilhelmina membuat pengumuman pada pidato tahunannya di 1901 bahwa kebijakan baru. Politik Etis akan diterapkan di Hindia-Belanda. Bad Ending: Max Havelaar, akhirnya merasa tidak bisa lagi berjuang dalam sistem yang korup, memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bentuk protes. Pre-Production Kebutuhan Karakter Tahap pembuatan Karakter pada game AuSpirit CallAosAy membutuhkan data-data untuk menentukan asset karakter 3D berupa ilustrasi tokoh pada saat kolonialisme Belanda di Lebak Banten. Sketsa Karakter Sebelum ke tahap pembuatan pada software 3D, dibuatlah sketsa karakter dengan menggunakan model laki-laki dan perempuan yang dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Contoh Sketsa Model . Muhammad Ikhsan Nur Falah et al. (Pemodelan Aset Gam. Jurnal Sarjana Teknik Informatika e-ISSN: 2809-3399, p-ISSN: 2338-5197 Vol. No. Februari 2025, pp. Kebutuhan Environment Tahap pembuatan asset environment pada game AuSpirit CallAosAy membutuhkan data sebagai aset environment berupa deskripsi daerah Lebak. Banten pada masa kolonialisme Belanda. Sketsa Environment Tahap perancangan sketa environment dilakukan untuk memudahkan pembuatan dan penempatan setiap aset pada bagian assembly. Hasil penetapan skets environment dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 3. Sketsa Tantangan Production Modeling Base Karakter Hasil sketsa model karakter laki-laki dan perempuan, dilanjutkan proses pembuatan modeling karakter 3D menggunakan metode primitive dan akan dikembangkan menjadi low-poly. Hasil model karakter lak-laki dan perempuan dapat dilihat pada Gambar 4. Gambar 4. Model Karakter Pemberian Atribut Karakter Model karakter yang telah dibuat kemudian diberikan atribut sesuai dengan list kebutuhan atribut. Pemberian atribut menggunakan teknik primitive dan extrude pada base model karakter yang dapat dilihat pada Gambar 5. Muhammad Ikhsan Nur Falah et al. (Pemodelan Aset Gam. Jurnal Sarjana Teknik Informatika Vol. No. Febuari 2025, pp. ISSN 2809-3399 Gambar 5. Sampel Pemberian Atribut Karakter Jumlah polygon dari setiap karakter setelah ditambah atribut dapat dilihat pada Tabel 1. Jumlah vertex, edge, dan face setelah ditambahkan atribut. Tabel 1 Gaya Tabel Base Model Max Havelaar (Playe. Pak Dewandana Bupati Lebak Adipati KNIL Warga 1 Warga 2 Warga 3 Ratu Belanda Vertex Edge Face Texturing Karakter Texturing adalah proses memberi warna dan tekstur pada karakter sehingga menjadi lebih realis. Texturing dilakukan dengan menambah pewarnaan basic. Texturing diawai dengan memberi material dasar pada objek. Sampel hasil texturing karakter dapat dilihat pada Gambar 6. Gambar 6. Sampel Pemberian Tekstur Karakter Rigging dan Animating Karakter Proses ini dilakukan dengan mengunggah aset karakter format fbx ke dalam web mixamo. Setiap aset karakter dilakukan pemeriksaan pada setiap sudut karakter sehingga tidak terjadi missing object. Sampel hasil rigging dan animating karakter dapat dilihat pada Gambar 7. Muhammad Ikhsan Nur Falah et al. (Pemodelan Aset Gam. Jurnal Sarjana Teknik Informatika e-ISSN: 2809-3399, p-ISSN: 2338-5197 Vol. No. Februari 2025, pp. Gambar 7. Sampel Pemeriksaan Karakter Setelah karakter tidak terdapat missing object, maka dilakukan penempatan place markers untuk mengidentifikasi masing-masing sendi pada karakter. Hasil karakter yang ditambahkan rigging maka karakter akan mampu bergerak sesuai dengan penempatan sendi. Hasil karakter yang mendapatkan animasi dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2 Daftar Animating Karakter Karakter Max Havelaar (Playe. Pak Dewandana Bupati Lebak Adipati KNIL Warga 1 Warga 2 Warga 3 Ratu Belanda Animasi yang Diterapkan berjalan, berlari, melompat idle, duduk idle, berlari idle, memeras sapi Idle, duduk Setelah menambahkan animasi, tahap selanjutnya mengunduh animasi dengan format fbx. Tahap ini akan dilakukan rigging pada web mixamo dan hasil rigging dimasukan ke dalam software Blender Identidikasi bone pada karakter dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3 Daftar Bone Karakter Nama Bone Mixamorig:Hips Mixamorig:Spine Mixamorig:Spine1 Mixamorig:Spine2 Mixamorig:Neck Mixamorig:Head Mixamorig:HeadTop_End Mixamorig: LeftShoulder Mixamorig:LeftArm Nama Bone Mixamorig:LeftForeArm Mixamorig:LeftHand Mixamorig:RightShoulder Mixamorig:RightArm Mixamorig:RightForeArm Mixamorig:RightHand Mixamorig:LeftUpLeg Mixamorig:LeftLeg Mixamorig:LeftFoot Nama Bone Mixamorig:LeftToeBase Mixamorig:LeftToe_End Mixamorig:RightUpLeg Mixamorig:RightLeg Mixamorig:RightFoot Mixamorig:RightToeBase Mixamorig:RightToesEnd Exporting Karakter Proses rendering dilakukan dengan mengunggah model 3D ke dalam format fbx. Format fbx mendukung supports packing textures saat mengekspor dari Blender dan menentukan nilai parameter path mode. Proses ini sama dengan AucopyAy pada parameter ekspor dan mengaktifkan opsi embed textures, serta membatasi Auselected objectAy dan Auvisible objectAy. Hasil karakter 3D yang telah dibuat untuk game ini dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4 Daftar Hasil Karakter 3D Nama Hasil Karakter 3D Nama Hasil Karakter 3D Muhammad Ikhsan Nur Falah et al. (Pemodelan Aset Gam. Jurnal Sarjana Teknik Informatika Vol. No. Febuari 2025, pp. ISSN 2809-3399 Max Havelaar Warga 1 Pak Dewandana Warga 2 Bupati Lebak Warga 3 Adipati Ratu Belanda KNIL Modeling Environment Modeling dengan teknik primitive dilakukan dengan suatau pendekatan dimana lingkungan akan dibangun menggunakan bentuk dasar atau primitive, seperti kubus dan silinder. Proses ini langkah awal dalam pembuatan model 3D sebelum penambahan detail yang lebih kompleks. Sampel hasil modeling aset environment dapat dilihat pada Gambar 8. Muhammad Ikhsan Nur Falah et al. (Pemodelan Aset Gam. Jurnal Sarjana Teknik Informatika e-ISSN: 2809-3399, p-ISSN: 2338-5197 Vol. No. Februari 2025, pp. Gambar 8. Sampel Model Environment Texturing Environment Proses memberi warna dan texture dilakukan dengan pewarnaan basic. Proses texturing pada aset environment memiliki kesamaan dengan proses texturing karakter. Proses texturing diawali dengan memberi material dasar pada objek dan menambah material lain yang sesuai dengan texture. Sampel hasil texturing aset environment dapat dilihat pada Gambar 9. Gambar 9. Sampel Tekstur Model Environment Exporting Environment Setelah proses modeling dan texturing, setiap asset di-export dengan format fbx. Proses ini telah menghasilkan 13 aset environment yang dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5 Daftar Hasil aset Environment Environment Hasil Aset Environment Environment Rumah Max Havelaar Surat tanah Rumah Bupati Papan Pengumuman Rumah Warga Lentera Hasil Aset Environment Muhammad Ikhsan Nur Falah et al. (Pemodelan Aset Gam. Jurnal Sarjana Teknik Informatika Vol. No. Febuari 2025, pp. ISSN 2809-3399 Jerami Ruangan Kerajaan Pohon tebu Pohon kopi Testing Alpha Test Pengujian alpha test dilakukan oleh 2 responden yang terdiri dari tim pengembang game spirit callAos dengan mengisi 65 atribut. Interpretasi hasil pengujian alpha test dapat dilihat pada Gambar Alpha Testing Responden 1 Responden 2 Gambar 10. Hasil Alpha Test Sangat Setuju Setuju Netral Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju : . x 100% = 39,23% : . x 100% = 56,15% : . x 100% = 4,61% : . x 100% =0 % : . x 100% = 0% Muhammad Ikhsan Nur Falah et al. (Pemodelan Aset Gam. Pertanyaan 64 Pertanyaan 61 Pertanyaan 58 Pertanyaan 55 Pertanyaan 52 Pertanyaan 49 Pertanyaan 46 Pertanyaan 43 Pertanyaan 40 Pertanyaan 37 Pertanyaan 34 Pertanyaan 31 Pertanyaan 28 Pertanyaan 25 Pertanyaan 22 Pertanyaan 19 Pertanyaan 16 Pertanyaan 13 Pertanyaan 10 Pertanyaan 7 Pertanyaan 4 Pertanyaan 1 Jurnal Sarjana Teknik Informatika e-ISSN: 2809-3399, p-ISSN: 2338-5197 Vol. No. Februari 2025, pp. Hasil alpha test mengidentifikasi 95,38% skala sangat setuju dan setuju terkait kesesuaian model 3D dengan sketsa model. Hasil pengujian ini dapat ditindaklanjuti dengan pengujian kualitas model yang melibatkan pihak ahli. Pengujian Kualitas Pemodelan Pengujian kualitas pemodelan dilakukan oleh guru sejarah dari salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri. Pengujian akan memuat 53 atribut yang memastikan setiap model karakter dan environment 3D memiliki nilai akurat atau kelayakan sebagai media gim edukasi. Interpretasi dari hasil pengujian kualitas pemodelan dapat dilihat pada Gambar 11. Uji Kualitas Pemodelan Pertanyaan 1 Pertanyaan 3 Pertanyaan 5 Pertanyaan 7 Pertanyaan 9 Pertanyaan 11 Pertanyaan 13 Pertanyaan 15 Pertanyaan 17 Pertanyaan 19 Pertanyaan 21 Pertanyaan 23 Pertanyaan 25 Pertanyaan 27 Pertanyaan 29 Pertanyaan 31 Pertanyaan 33 Pertanyaan 35 Pertanyaan 37 Pertanyaan 39 Pertanyaan 41 Pertanyaan 43 Pertanyaan 45 Pertanyaan 47 Pertanyaan 49 Pertanyaan 51 Guru Sejarah Column1 Column2 Gambar 11. Hasil Pengujian Kualitas Model Sangat Setuju Setuju Netral Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju : . x 100% = 24% : . x 100% = 75% : . x 100% = 1% : . x 100% = 0% : . x 100% = 0% Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan hasil penilaian uji kualitas pemodelan aset karakter dan aset environment dapat disetujui atau memiliki kualitas yang layak untuk menjadi aset di dalam game AuSpirit CallAosAy. Release Seluruh aset game Spirit CallAos didistribusikan kepada pengembang game dengan mengunggah yang sudah di-render ke dalam format . FBX ke dalam google drive. Hasil aset dapat dikembangkan melalui software Unity menjadi game edukasi Spirit CallAos. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, telah dihasilkan aset model 3D untuk game edukasi Spirit CallAos. Aset model 3D karakter yang berhasil dibuat meliputi karakter Max havelaar, pak Ewandana. Bupati Lebak. Adipati. Knil. Warga 1. Warga 2. Warga 3, dan Ratu belanda. Aset lain model 3d environment yang berhasil dibuat meliputi rumah Max Havelaar, rumah bupati, rumah warga, ruangan kerajaan, surat tanah, pohon tebu, pohon kopi, papan pengumuman, lentera, dan jerami. Pengujian dengan pendekatan alpha test mencapai skala nilai 39,23% sangat setuju, 56,15% setuju, dan 4,61% netral. Pengujian lain dengan pendekatan kelayakan model mencapai skala nilai 24% sangat setuju, 75% setuju, dan 1% netral. Berdasarkan hasil pengujian, seluruh aset model 3D karakter dan environment memiliki kualitas yang layak untuk dijadikan aset ke dalam game Spirit CallAos. Muhammad Ikhsan Nur Falah et al. (Pemodelan Aset Gam. Jurnal Sarjana Teknik Informatika Vol. No. Febuari 2025, pp. ISSN 2809-3399 Deklarasi Kontribusi Penulis. Semua penulis berkontrbusi secara bersama-sama dengan kontributor utama dalam artikel ini. Semua penulis membaca dan menyetujui versi akhir dari artikel yang diajukan. Pernyataan Pendanaan. Tidak ada penulis yang menerima dana atau hibah dari lembaga atau badan pendanaan untuk penelitian ini. Konflik Kepentingan. Penulis menyatakan tidak ada konflik kepentingan. Informasi Tambahan. Tidak ada informasi tambahan dalam artikel ini. Daftar Pustaka