Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research Vol. 2 No. eISSN: 2797-1813 The Influence of Profitability. Leverage. Liquidity. Company Size, and Audit Committee on Tax Avoidance in Manufacturing Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2016-2020 Intan Solaikhah . Eny Kusumawati Department of Economic. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia intanshoull@gmail. https://doi. org/10. 53017/ujmr. Received: 15/02/2022 Revised: 25/03/2022 Accepted: 28/03/2022 Abstract A company that develops properly will have an impact on the income and the tax of company. Companies with high income, the tax rate will be higher which will result in tax avoidance. The purpose of this study was to analyze the influence of of proftability, leverage, liquidity, firm size, and audit committee on tax avoidance. The population in this study are manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Ecchange (IDX) during the 2016-2020. The sample was determined by purposive sampling technique and obtained a sample of 300 companies. This research uses statistikal analysis by regression analysis. The results in this study are profitability, leverage, liquidity, firm size and audit committee had affect the tax avoidance. Meanwhille firm size had no effect on tax avoidance. Keywords: Profitability. Leverage. Liquidity. Firm size. Audit committee. Tax avoidance Pengaruh Profitabilitas. Leverage. Likuiditas. Ukuran Perusahaan dan Komite Audit Terhadap Tax Avoidance pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 20162020 Abstrak Perusahan yang berkembang dengan baik akan berdampak pada pendapatan dan pajak dari Perusahaan dengan pandapatan yang tinggi, pajak yang dibayarkan akan semakin tinggi yang akan menimbulkan terjadinya tax avoidance. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, leverage, likuiditas, ukuran perusahaan, dan komite audit terhadap tax avoidance. Populasi penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesi (BEI) tahun 2016-2020. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 300 perusahaan. Peneliti menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian adalah profitabilitas, leverage, likuiditas, dan komite audit berpengaruh terhadap tax avoidance dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap tax avoidance. Kata kunci: Profitabilitas. Leverage. Likuiditas. Ukuran perusahaan. Komite audit. Tax Pendahuluan Pajak merupakan alat bagi pemerintah dalam mencapai tujuannya untuk memperoleh pendapatan baik langsung maupun tidak langsung dari masyarakat untuk membiayai Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Intan Solaikhah and Eny Kusumawati pengeluaran rutin, pembangunan nasional, dan perekonomian masyarakat. Peran wajib pajak dalam sistem pemungutan pajak akan menentukan pencapaian rencana penerimaan Meskipun jumlah wajib pajak meningkat dari tahun ke tahun beberapa hambatan dapat menghambat upaya untuk meningkatkan rasio pajak yang kendalanya adalah kepatuhan pajak. Bagi masyarakat, pajak merupakan beban karena mengurangi pendapatannya, terlebih lagi tidak mendapatkan imbalan secara langsung ketika membayar pajak. Faktor inilah yang menyebabkan banyak orang dan perusahaan melakukan penghindaran pajak . Tax avoidance merupakan suatu skema panghindaran pajak dengan tujuan mengurangi beban pajak dengan memanfatkan celah peraturan perpajakan di suatu negara. Penghindaran pajak dapat dilakukan dengan cara transfer pricing, mengalihkan keuntungan ke negara yang meneraptan tarif pajak rendah . egera lindungi paja. , ataupun kepemilikan institusional. Cara untuk memerangi penghindaran pajak adalah dengan cara pertukaran informasi antar anggota. Pertukaran informasi keuangan dapat dilakukan secara otomatis (AEo. maupun pertukaran informasi dengan permintaan (EoIR). Forum global juga membuat standar pertukaran informasi dengan common reporting standard (CSR) . Bagi perusahaan, pajak merupakan beban yang akan mengurangi laba bersih, sehingga perusahaan berusaha untuk melakukan pembayaran pajak seminimal mungkin. Hal ini menimbulkan perbedaan kepentingan antara fiskus . emungut paja. yang menginginkan penerimaan pajak yang maksimal dari perusahaan sebagai wajib pajak yang menginginkan pembayaran pajak yang minimal. Upaya perusahaan untuk meminimalkan beban pajak disebut perencanaan pajak. Perencanaan pajak yang dilakukan secara sah dan tidak bertentangan dengan peraturan perpajakan disebut penghindaran pajak, sedangkan perencanaan pajak yang dilakukan secara tidak sah dan bertentangan dengan peraturan disebut penghindaran pajak . Salah satu penghindaran pajak yang dilakukan wajib pajak ialah tax avoidance, yaitu upaya penghindaran pajak secara legal yang tidak melanggar peraturan penpajakan yang dilakukan wajib pajak dengan cara berusaha mengurangi besar jumlah pajak terutangnya dengan mencari kelemahan peraturan atau loopholes . Dengan adanya latar belakang masalah tersebut peneliti melakukan pengujian kembali untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tax avoidance. Penelitian ini memfokuskan pada faktor kinerja keuangan profitabilitas, leverage, dan likuiditas serta faktor tata kelola perusahaan yaitu ukuran perusahaan dan komite audit. Profitabilitas adalah suatu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan entitas mendapatkan laba pada tingkat aset, penjualan, dan modal saham . Profitabilitas terdiri dari beberapa rasio, salah satunya adalah return on asets (ROA). ROA mampu menggambarkan keberhasilan entitas menghasilkan keuntungan pada masa lampau untuk selanjutnya menjadi proyeksi di masa yang akan datang . Perusahaan yang memiliki tingkat laba yang tinggi berpeluang untuk meningkatkan efisiensi kewajiban pembayaran pajak melalui penghindaran pajak. Penelitian Oktamawati . memberikan simpulan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap tax avoidance. Leverage adalah penggunaan aset dan sumber dana oleh perusahaan yang memiliki biaya tetap . eban biay. dengan maksud agar meningkatkan keuntungan pemegang saham . Rasio leverage digunakan untuk mengetahui kemampuan entitas melunasi seluruh liabilitasnya, meliputi liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjangnya. Semakin rendah rasio leverage berarti semakin mampu melunasi seluruh liabilitasnya, atau masih ada peluang untuk menambah pinjaman . Jika perusahaan mampu melunasi seluruh Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Intan Solaikhah and Eny Kusumawati liabilitasnya maka perusahaan tersebut tidak akan melakukan penghindaran pajak karena mampu melunasi liabilitasnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa leverage dapat mempengaruhi tax avoidance. Penelitian yang dilakukan oleh Kalbuana et al . memberikan simpulan bahwa leverage berpengaruh terhadap tax avoidance. Liabilitas adalah rasio untuk mengukur kemampuan entitas dalam memenuhi liabilitas jangka pendek, semakin tinggi tingkat rasio liabilitas semakin mampu untuk melunasi utang lancarnya, atau utang lancarnya terjamin . Jika suatu perusahaan memiliki tingkat liabilitas yang rendah maka perusahaan tersebut akan cenderung melakukan penghindaran pajak karena tidak mampu dalam melunasi utang lancarnya. Penelitian yang dilakukan oleh Gultom . memberikan simpulan bahwa liabilitas berpengaruh terhadap tax Ukuran perusahaan adalah suatu skala dimana dapat diklasifikasikan besar kecil perusahaan yang dapat dilihat dari total aset, penjualan bersih, dan kapitalisasi pasar. Perusahaan yang memiliki total aset besar menunjukkan bahwa perusahaan tersebut telah mencapai tahap kedewasaan dimana dalam tahap ini arus kas perusahaan sudah positif dan dianggap memiliki prospek yang baik dalam jangka waktu yang relatif lama. Sehingga perusahaan dapat diklasifikasikan sebagai perusahaan besar yang akan semakin menjadi pusat perhatian pemerintah dan akan menimbulkan kecendrungan untuk berlaku patuh atau menghindari pajak. Didukung oleh penelitian yang dilakukan Fauzan . yang memberikan simpulan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap tax avoidance. Komite audit adalah komite yang dibentuk oleh dewan komisaris perusahaan tercatat, yang anggotanya diangkat dan diberhentikan oleh dewan komisaris untuk membantu melakukan pemeriksaan atau penelitian yang dianggap perlu terhadap pelaksanaan fungsi direksi dalam mengelola perusahaan tercatat. Adanya komite audit akan mempermudah dalam melakukan pengendalian internal dengan baik sehingga dapat mencegah adanya penghindaran pajak. Penelitian yang telah dilakukan oleh Oktamawati . menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap tax avoidance. Penelitian ini merupakan pengembang dari penelitian Oktamawati . Pembaharuan dalam penelitian ini adalah menambah satu variabel yang mempengaruhi tax avoidance yaitu likuiditas. Alasan menambah variabel likuiditas untuk menentukan tingkat kemampuan suatu perusahaan dalam melunasi liabilitas lancarnya, karena dengan mengetahui tingkat kemampuan perusahaan dalam menutupi liabilitas lancarnya akan memberikan peluang bagi perusahaan untuk melakukan penghindaran pajak. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2016-2020, sedangkan sampel penelitian Oktamawati . adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2010-2014. Untuk peneliti selanjutnya bias menambahkan variabel dan jumlah tahun periode. Berdasarkan latar belakang yang sudah diuraikan, maka penulit tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul pengaruh profitabilitas, leverage, likuiditas, ukuran perusahaan, dan komite audit terhadap tax avoidance pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Busa Efek Indonesia (BEI) tahun Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka dalam penelitian ini rumusan masalahnya adalah sebagai berikut: Apakah profitabilitas berpengaruh terhadap tax avoidance? Apakah leverage berpengaruh terhadap tax avoidance? Apakah likuiditas berpengaruh terhadap tax avoidance? Apakah ukuran perusahaan berpengaruh terhadap tax avoidance? Apakah komite audit berpengaruh terhadap tax avoidance? Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Intan Solaikhah and Eny Kusumawati Literatur Review Teori Stakeholder Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) teori merupakan pendapat yang didasarkan pada penelitian dan penemuan, didukung oleh data dan argument. Penyelidikan eksperimental yang mampu menghasilkan fakta berdasarkan ilmu pasti, logika, metodologi, dan argumentasi. Berdasarkan teori stakeholder, manajemen organisasi diharapkan melakukan aktivitas yang dianggap penting oleh stakeholder mereka dan melaporkan kembali aktivitas-aktivitas tersebut pada stakeholder . Tax Avoidance Tax avoidance merupakan suatu skema panghindaran pajak dengan tujuan mengurangi beban pajak dengan memanfatkan celah peraturan perpajakan di suatu negara. Penghindaran pajak dapat dilakukan dengan cara transfer pricing, mengalihkan keuntungan ke negara yang meneraptan tarif pajak rendah . egera lindungi paja. , ataupun kepemilikan institusional. Cara untuk memerangi penghindaran pajak adalah dengan cara pertukaran informasi antar anggota. Pertukaran informasi keuangan dapat dilakukan secara otomatis (AEo. maupun pertukaran informasi dengan permintaan (EoIR). Forum global juga membuat standar pertukaran informasi dengan common reporting standard (CSR) . Profitabilitas Rasio profitabilitas adalah rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu. Rasio ini juga memberikan tingkat evektivitas menejemen suatu perusahaan yang ditunjukkan dari laba yang dihasilkan penjualan atau pendaatan investasi . Leverage Leverage adalah penggunaan aktiva dan sumber dana oleh perusahaan yang memiliki biaya tetap . eban biay. dengan maksud agar meningkatkankeuntungan pemegang saham. Dana tersebut sebagai pengungkit supaya perusahaan dapat meningkatkan keuntungan. Tambahan dana dapat mendorong peningkatan operasional perusahaan sehingga diharapkan dapat meningkatkan keuntungan . Likuiditas Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka Pengertian lain adalah kemampuan seseorang atau perusahaan untuk memenuhi kewajiban atau utang yang segera harus dibayar dengan harta lancarnya. Rasio likuiditas bertujuan menaksir kemampuan keuangan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dan komitmen pembayaran keuangannya. Semakin tinggi angka rasio likuiditas, akan semakin baik bagi investor. Perusahaan yang memiliki rasio likuiditas tinggi akan diminati para investor dan akan berimbas pula pada harga saham yang cenderung akan naik, karena tingginya permintaan . Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan investor dalam melakukan investasi. Ukuran perusahaan menunjukkan adanya perbedaan risik usaha perusahaan besar dan kecil. Ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan yang dapat ditujukan dengan total aset, total penjualan, rata-rata tingkat penjualan, dan rata-rata total aset. Semakin besar ukuran suatu perusahaan maka semakin baik teknologi dan sistem dalam perusahaan serta adanya kemudahan bagi manajemen Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Intan Solaikhah and Eny Kusumawati dalam menggunakan aset perusahaan akan mendorong peningkatan kinerja perusahaan. Ukuran perusahaan merupakan salah satu variabel yang hanya digunakan untuk menjelaskan mengenai variasi pengungkapan dalam laporan keuangan (Lela, 2016: . Komite Audit Komite audit adalah komite yang dibentuk oleh dewan komisaris perusahaan tercatat, yang anggotanya diangkat dan diberhentikan oleh dewan komisaris untuk membantu melakukan pemeriksaan atau penelitian yang dianggap perlu terhadap pelaksanaan fungsi direksi dalam mengelola perusahaan tercatat. Keanggotaan komite audit sekurangkurangnya terdiri dari tiga orang, dimana seorang diantaranya merupakan komisaris independen Perusahaan tercatat yang sekaligus merangkap sebagai ketua komite audit, sedangkan dua anggota lainnya memiliki kemampuan di bidang akuntansi dan/atau Model kerangka pemikiran penelitian ini adalah profitabilitas, struktur modal, ukuran perusahaan, dan good corporate governance terhadap nilai perusahaan. Good corporate governance diproksikan dengan dewan komisaris independen dan kepemilikan manajerial. Pengembagan Hipotesis Pengaruh profitabilitas terhadap tax avoidance Rasio profitabilitas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba melalui semua kemampuan dan sumber daya yang dimilikinya, yaitu berasal dari kegiatan penjualan, penggunaan aset, maupun peneggunaan modal. perusahaan mampu dalam menghasilkan laba yang tinggi maka beban pajak yang harus dibayarkan juga tinggi. Dengan demikian, perusahaan akan melakukan penghidaran pajak agar beban perusahaan tidak tinggi sehingga dapat dikatakan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap tax avoidance. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Oktamawati . dan Fauzan . memberikan bukti empiris bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap tax avoidance. Berdasarkan temuan hasil penelitian, maka hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut: H1 = Profitabilitas berpengaruh terhadap tax avoidance Pengaruh leverage terhadap tax avoidance Leverage adalah rasio atau ukuran yang menggambarkan sejauh mana utang perusahaan dapat ditutupi oleh modal sendiri. Semakin tinggi tingkat leverage maka semakin tinggi pula kemungkinan perusahaan untuk melaporkan laba yang lebih tinggi. Jika suatu perusahaan memiliki tingkat leverage tinggi maka perusahaan tersebut cenderung mengurangi pembayaran pajaknya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa leverage dapat mempengaruhi tax avoidance. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Oktamawati . Kalibuana . memberikan bukti empiris bahwa leverage berpengaruh terhadap tax avoidance. Berdasarkan uraian teori dan temuan hasil penelitian sebelumnya, maka hipotesis yang diajukan adalah: H2 = Leverage berpengaruh terhadap tax avoidance Pengaruh likuiditas terhadap tax avoidance Likuiditas adalah rasio untuk mengukur kemampuan entitas dalam memenuhi liabilitas jangka pendek dan membiayai kegiatan operasionalnya sehari-hari. Intinya adalah seberapa cepat . entitas memenuhi liabilitas jangka pendek . Jika perusahaan tidak mampu atau lemah dalam memenuhi kewajiban jangka pendek maka dapat menyebabkan perusahaan tersebut melakukan penghindaran pajak demi memenuhi kewajiban jangka Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Intan Solaikhah and Eny Kusumawati Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa likuiditas dapat mempengaruhi tax Hasil penelitian yang dilakukan oleh Gultom . memberikan bukti empiris bahwa likuiditas berpengaruh terhadap tax avoidance. Berdasarkan uraian teori dan temuan hasil penelitian, maka hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut: H3 = Likuiditas berpengaruh terhadap tax avoidance Pengaruh ukuran perusahaan terhadap tax avoidance Dewan Ukuran perusahaan menunjukkan besar kecilnya perusahaan. Semakin besar ukuran perusahaan maka semakin mendapatkan perhatian pasar maupun publik (Uly, 2020: . Sehingga demi menjaga nama baik perusahaan, manajemen akan cenderung untuk tidak melalakukan penghindaran pajak. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa ukuran perusahaan dapat mempengaruhi tax avoidance. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Fauzan . memberikan bukti empiris bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap tax avoidance. Berdasarkan uraian teori dan temuan hasil penelitian, maka hipotesis yagn diajukan adalah sebagai berikut: H4 = Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap tax avoidance Pengaruh komite audit terhadap tax avoidance Komite audit adalah komite yang dibentuk oleh dewan komisaris perusahaan tercatat, yang anggotanya diangkat dan diberhentikan oleh dewan komisaris untuk membantu melakukan pemeriksaan atau penelitian yang dianggap perlu terhadap pelaksanaan fungsi direksi dalam mengelola perusahaan tercatat. Dengan adanya komite audit akan mempermudah dalam melakukan pengendalian internal dengan baik sehingga dapat mencegah adanya penghindaran pajak. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa komite audit dapat mempengaruhi tax avoidance. Jika komite audit melakukan fungsinya dengan efektif maka penghindaran pajak akan semakin rendah. Jika pengawasan berjalan efektif maka kecenderungan manajer untuk melakukan penghindaran pajak di ekspektasikan menurun. Senghingga dapat dikatahan bahwa kokmite audit dapat mempengaruhi tax avoidance. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Fauzan . Oktamawati . dan Agustina & Aris . memberikan bukti empiris bahwa komite audit berpengaruh terhadap tax avoidance. Berdasarkan uraian teori dan temuan hasil penelitian, maka hipotesis yangdiajukan adalah sebagai berikut: H5 = Komite audit berpengaruh terhadap tax avoidance Metode Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung yang melalui media perantara. Data diperoleh dengan melihat yang ada pada laporan keungan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesiayaitu w. id, sumber lain yang relevan seperti website resmi Teknik pengumpulan data yang digunakan dalalm penelitian ini adalah dengan menggunakan purposive sampling dengan kriteria tertentu. Definisi Operasional Variabel dan Pengukurannya Penelitian ini menggunakan satu variabel dependen dan lima veriabel independe. Teknik pengumpulan data dilakukan dengancontent analysis dan teknik dokumentasi. Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Intan Solaikhah and Eny Kusumawati Variabel dependennya yaitu tax avoidance. Proksi dalam mengukur tax avoidance menggunakan rumus Dyreng yaitu: yayaycNycI = ycEyceycoycaycaycycaycycaycu ycEycaycycayco yaycaycayca ycIyceycayceycoycyco ycEycaycycayco Variabel independen pertama adalah profitabilitas diukur dengan menggunakan ROA (Return On Assee. ROA dihitung dengan laba setelah pajak dibagi total asset . Kedua, leverage dengan rumus DER (Debt to Equity Rati. yaitu total liabilitas dibagi ekuitas . Variabel independen ketiga yaitu liabilitas yang diukur dengan menggunakan Current Ratio. Current ratio dihitung dengan asset lancar dibagi liabilitas lancar . Variabel independen keempat yaitu ukuran perusahaan dihitungan dengan cara logaritma natural total asset . Variabel terakhir yaitu komite audit dihitung dengan jumlah komite audit. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 26. Selain itu, dilakukan pula uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji Selanjutnya dilakukan uji regresi linear berganda dengan model regresi sebagai berikut: ycNya = yu yu1 ycEycIycC yu2 yayaycO yu3 ycOycE yu4 yaya yu5 yayaya yce Keterangan: = Tax Avoidance PRO LVE LIK yu1 , yu2 , yu3 , yu4 , yu5 = Konstanta = Profitabilitas = Leverage = Ukuran Perusahaan = Komite Audit = Likuiditas = Koefisien regresi variabel control = error term Metode analisis data penelitian ini digunakan untuk menganalisis pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, dimana diperlukan tahapan pengujian melalui analisis statistik. Adapun pengujian yang akan dilakukan tersebut, antara lain meliputi: Analisis statistik deskriptif Analisis statistik deskriptif bertujuan untuk memberikan gambatan atau deskripsi dan perilalku suatu data. Dalam penelitian ini statistik deskripsi dilihat dari nilai rata-rata . , standar deviasi maksimum dan minimum. Penulis menggunakan program aplikasi SPSS versi 25 untuk analisis data. Uji asumsi klasik Uji penyimpangan asumsi klasik dilakukan untuk mengetahui beberapa penyimpangan yang terjadi pada data yang digunakan untuk penelitian. Hasil dan Pembahasan Deskripsi Objek Penelitian Populasi Hasil seleksi sampel berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dapat dilihat pada Tabel 1 berikut ini: Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Intan Solaikhah and Eny Kusumawati Tabel 1. Hasil Seleksi Sampel dengan Purposive Sampling No Kriteria Perusahaan manufaktur terdaftar di BEI selama tahun 2020 Perusahaan yang tidak terdaftar dari tahun 2016 Perusahaan yang tidak mempublikasikan annual report. Perusahaan yang tidak mengalami laba Perusahaan yang tidak menyediakan informasi yang diperlukan Total Sampel selama satu tahun Total Sampel selama lima tahun Outlier Jumlah Sampel yang Dapat Diolah Jumlah Statistik Deskriptif Hasil uji statistik deskriptif dapat dilihat pada Tabel 2 berikut ini: Tabel 2. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Variabel Tax Avoidance Profitabilitas Leverage Likuiditas Ukuran Perusahaan Komite Audit Valid N . Minimum 0,1592 0,0031 0,0833 0,6065 23,2018 2,000 Maximum 0,4618 126,9654 4,1897 208,4446 33,4945 5,000 Mean 0,257397 0,983908 0,83657 3,730108 29,122853 709,000 Std. Dev 0,0478564 8,7354176 0,7444890 13,7759499 1,6311328 0,319869 Tax avoidance Nilai rata-rata . dari tax avoidance sebesar 0,257397 yang memiliki arti bahwa perusahaan manufaktur periode 2016-2020 memiliki rasio kas yang dikeluarkan untuk biaya pajak dibagi dengan laba sebelum pajak sebesar 25,7397%. Artinya setiap satu rupiah laba sebelum pajak, dikeluarkan biaya pajak sebesar 0,257397 rupiah. Profitabilitas Nilai rata-rata . profitabilitas sebesar 0,983908 yang artinya bahwa kemampuan perusahaan tersebut dalam mendatangkan laba setelah pajak sebesar 98,3908% dari total Setiap satu rupiah total aset mampu memberikan kontribusi laba setelah pajak sebesar 0,983908 rupiah. Leverage Berdasarkan hasil uji statistik deskriptif menunjukkan bahwa jumlah analisis dalam penelitian ini (N) adalah 230 perusahaan. Leverage dari 230 sampel perusahaan memiliki nilai minimum sebesar 0,0833 dan nilai maksimum sebesar 4,1897. Nilai standar deviasinya adalah sebesar 0,7444890 lebih kecil dari nilai rata-rata yang menunjukkan rendahnya tingkat fluktuasi dari leverage periode penelitian. Nilai rata-rata . dari leverage sebesar 0,838657 yang artinya kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan segala kewajiban jangka panjangnya sebesar 83,8657%. Setiap satu rupiah total ekuitas mampu memberikan kontribusi total utang sebesar 0,838657 rupiah. Likuiditas Berdasarkan hasil uji statistik deskriptif menunjukkan bahwa jumlah analisis dalam penelitian ini (N) adalah 230 perusahaan. Likuiditas dari 230 sampel perusahaan memiliki nilai minimum sebesar 0,6056 dan nilai maksimum sebesar 208,4446. Nilai standar deviasinya adalah sebesar 0,908359 lebih kecil dari nilai rata-rata likuiditas yang menunjkan bahwa rendahnya tingkat fluktuasi likuiditas periode penelitian. Nilai rata-rata Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Intan Solaikhah and Eny Kusumawati . dari likuiditas sebesar 3,730108 yang artinya kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya sebesar 373,0108%. Setiap satu rupiah utang lancar dijamin dengan aktiva lancar sebesar 3,730108 rupiah. Ukuran perusahaan Berdasarkan hasil uji statistik deskriptif menunjukkan bahwa jumlah analisis dalam penelitian ini (N) adalah 230 perusahaan. Ukuran perusahaan dari 230 sampel perusahaan memiliki nilai minimum sebesar 0,6056 dan nilai maksimum sebesar 33,4945. Nilai standar deviasinya adalah sebesar 1,6311328 lebih kecil dari nilai rata-rata ukuran perusahaan yang menunjukkan bahwa randahnya tingkat fluktuasi ukuran perusahaan periode penelitian. Nilai rata-rata . dari ukuran perusahaan sebesar 29,122853 rata-rata logaritma natural dari total aktiva perusahaan sebesar 29,122853 rupiah. Komite audit Berdasarkan hasil uji statistik deskriptif menunjukkan bahwa jumlah analisis dalam penelitian ini (N) adalah 230 perusahaan. Komite audit dari 230 sampel perusahaan memiliki nilai minimum sebesar 2,000 dan nilai maksimum sebesar 5,000. Nilai standar deviasinya adalah sebesar 0,319869 sedangkan lebih kecil dari nilai rata-rata komite audit yang menunjukkan bahwa rendahnya tingkat fluktuasi komite audit periode penelitian. Nilai rata-rata . dari jumlah komite audit sebesar 3,08261 yang artinya perusahaan manufaktur periode 2016-2020 rata-rata memiliki jumlah komite audit sebanyak tiga orang. Hasil Uji Asumsi Klasik Hasil uji normalitas Dalam penelitian ini untuk menguji normalitas peneliti menggunakan uji central limit teori (CLT) dimana jika data sudah lebih dari 30 maka dapat dikatakan data tersebut terdistribusi secara normal. Jumlah data dalam penelitian ini yaitu sebesar 230 sehingga dapat disimpulkan bahwa data tersebut normal. Hasil uji multikolenieritas dan heteroskedastisitas Tabel 3 menunjukkan semua variabel memiliki nilai tolerance lebih besar dari 0,10, nilai VIF lebih kecil dari 10 dan nilai signifikan melebihi 0,5 maka dapat disimpulkan bahwa semua variabel independen tidak terjadi multikolinieritas dan heteroskedastisitas. Tabel 3. Hasil Uji Multikolinieritas dan Heteroskedastisitas Variabel Profitabilitas Leverage Likuiditas Ukuran Perusahaan Komite Audit Tolerance 0,885 0,970 0,952 0,804 0,917 VIF 1,130 1,031 1,050 1,243 1,091 -taile. 0,989 0,612 0,076 0,690 0,795 Hasil Uji Hipotesis Tabel 4 menunjukkan hasil uji F yang lolos sehingga data layak untuk digunakan atau Nilai Adjusted R Square sebesar 0,147 atau 14,7%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen yaitu profitabilitas, leverage, likuiditas, ukuran perusahaan, dan komite audit dapat menjelaskan variasi variabel dependen yaitu tax avoidance sebesar 14,7% sedangkan sisanya adalah 85,3% . % - 14,7%) dijelaskan oleh variabel independen lain yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini. Hasil output uji statistik t menunjukkan bahwa profitabilitas, leverage, likuiditas, dan komite audit berpengaruh terhadap tax avoidance dengan nilai signifikan lebih kecil dari 0,05, sedangkan variabel ukuran perusahaan tidak Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Intan Solaikhah and Eny Kusumawati berpengaruh terhadap tax avoidance. Hal ini dikarenakan ukuran perusahaan memiliki nilai signifikan sebesar 0,078 yang berarti lebih besar dari 0,05. Dengan nilai durbin Watson sebesar 1,385 maka data tersebut tidak tejadi autokorelasi. Tabel 4. Hasil Uji Hipotesis Variabel (Constan. Profitabilitas Leverage Likuiditas Ukuran Perusahaan Komite Audit Unstandardized Coefficients Std. Error 0,289 0,058 0,001 0,000 0,008 0,004 0,001 0,002 0,002 0,004 0,020 0,010 Standardized Coefficients Sig. 0,207 0,127 0,263 5,004 3,196 2,050 4,200 0,000 0,002 0,042 0,000 -0,12 -1,768 0,078 0,131 2,049 Beta Adjusted R Squer Sig. DurbinWatson 0,147 8,911 0,000 1,385 0,042 Berdasarkan hasil regresi yang disajikan pada Tabel 4 diatas, maka diperoleh persamaan regresi linear berganda berikut ini: TA = 0,289 0,001PRO 0,008LEV 0,001LIK Ae 0,004UP 0,020KA e Keterangan: Constant = 0,289, artinya jika variabel independen . rofitabilitas, leverage, likuiditas, ukuran perusahaan, dan komite audi. dianggap konstan, maka rata-rata tax avoidance mengalami kenaikan. Koefisien regresi profitabilitas (ROA) = 0,001 dengan arah positif, artinya semakin tinggi profitabilitas perusahaan, maka tax avoidance juga semakin meningkat. Koefisien regresi leverage (LEV) = 0,008, dengan arah positif, artinya semakin tinggi leverage perusahaan maka tax avoidance juga semakin meningkat. Koefisien regresi likuiditas (LIK) = 0,001, dengan arah positif, artinya semakin tinggi likuiditas perusahaan meningkat, maka tax avoidance juga semakin meningkat. Koefisien regresi ukuran perusahaan (UP) = -0,004, dengan arah negatif, semakin besar ukuran perusahaan, maka tax avoidance semakin menurun. Koefisien regresi komite audit (KA) = 0,010 dengan arah positif, semakin banyak jumlah komite audit perusahaan, maka tax avoidance juga semakin meningkat. Nilai eror adalah 0,058 yang berarti menyatakan bahwa tingkat kesalahan atau penyimpangan yang mungkin tidak diketahui dalam model regresi sebesar 0,058. Pembahasan Profitabilitas berpengaruh terhadap tax avoidance Hasil penelitian dapat dikatakan bahwa ROA merupakan indikator kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba sehingga ROA merupakan faktor penting dalam pengenaan pajak penghasilan bagi perusahaan. Pajak dengan laba perusahaan berbanding lurus, ketika ROA meningkat menunjukkan semakin baik kinerja perusahaan dan semakin besar laba yang dihasilkan perusahaan maka akan mempengaruhi beban pajak yang semakin tinggi. Dengan demikian, perusahaan akan melakukan penghidaran pajak agar beban perusahaan tidak tinggi sehingga dapat dikatakan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap tax avoidance. Profitabilitas yang tinggi akan mengakibatkan pajak yang optimal sehingga kecenderungan untuk melakukan kegiatan penghindaran pajak akan meningkat. Dengan kata lain, perusahaan yang memperoleh laba besar diasumsikan tidak melakukan penghindaran pajak karena dapat mengatur pendapatan dan pembayaran pajaknya. Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Intan Solaikhah and Eny Kusumawati Semakin tinggi profitabilitas perusahaan maka semakin tinggi pula keuntungan perusahaan sehingga semakin baik pengelolaan aset perusahaan. Jika pengelolaan aset perusahaan baik maka perusahaan mampu dalam menghasilkan laba yang baik pula, jika perusahaan memiliki laba yang tinggi maka jumlah pajak yang harus dibayarkan juga Sehingga manajemen akan cenderung melakukan penghindaran guna mengurangi beban perusahaan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa profitabilitas mempengaruhi tax avoidance. Dalam penelitian ini peneliti berhasil memberikan bukti empiris bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap tax avoidance. Hal ini sejalan dengan penelitian Oktamawati . yang memberikan simpulan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap tax avoidance. Leverage berpengaruh terhadap tax avoidance Berdasarkan hasil penelitian, semakin tinggi nilai risiko leverage berarti semakin tinggi jumlah pendanaan dari utang pihak ketiga yang digunakan perusahaan dan semakin tinggi pula biaya bunga yang dikeluarkan. Jika suatu perusahaan memiliki tingkat leverage tinggi maka perusahaan tersebut cenderung mengurangi pembayaran pajaknya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa leverage dapat mempengaruhi tax avoidance. Ketika suatu perusahaan memiliki utang yang tinggi maka perusahaan tersebut akan mengurangi pembayaran pajaknya karena perusahaan yang memiliki utang tidak mampu untuk membayar pajaknya . Dengan demikian, dapat dikatakan leverage dapat mempengaruhi tax avoidance. Tingkat utang yang tinggi pada perusahaan akan menjadikan beban bagi perusahaan. Tingkat beban bunga yang tinggi pada perusahaan dapat mengurangi beban pajak sehingga perusahaan yang memiliki beban pajak yang tinggi akan lebih memilih berutang kepada pihak lain atas modalnya sendiri demi meminimalkan pajak. Dengan demikian semakin besar leverage suatu perusahaan maka akan menyebabkan perusahaan melakukan tax avoidance sehingga dapat dikatakan bahwa leverage dapat mempengaruhi tax avoidance. Dalam penelitian ini peneliti mampu memberikan bukti secara teoritis bahwa leverage berpengeruh terhadap tax avoidance. Hal ini sejalan dengan penelitian Kalbuana et al . yang memberikan simpulan bahwa leverage berpengeruh terhadap tax avoidance. Likuiditas berpengaruh terhadap tax avoidance Berdasarkan hasil penelitian, perusahaan yang mempunyai rasio likuiditas rendah maupun tinggi akan berperngaruh terhadap tax avoidance dimana jika perusahaan memiliki rasio likuiditas akan cenderung melakukan penghindaran pajak. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa likuiditas dapat mempengaruhi tax avoidance. Jika suatu perusahaan mempunyai kondisi rasio likuiditas rendah dan kesusahan dalam memenuhi utang jangka pendek dapat membuat suatu perusahaan melakukan tindakan penghindaran pajak karena perusahaan lebih mementingkan untuk mempertahankan arus kas dari pada harus membayar pajak yang tinggi. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa likuiditas berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Perusahaan yang mempunyai rasio likuiditas tinggi menunjukkan bahwa perusahaan tersebut dalam kondisi arus kas yang lancar. Dengan demikian, jika perusahaan dalam kondisi baik maka perusahaan tersebut akan mampu dalam memenuhi kewajibannya namun jika perusahaan tidak dalam keandaan yang baik atau dalam keadaan likuiditas rendah maka kemungkinan perusahaan tersebut akan melakukan penghindaran pajak. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa likuiditas dapat mempengaruhi tax avoidance. Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Intan Solaikhah and Eny Kusumawati Dalam penelitian ini peneliti mampu memberikan bukti secara empiris bahwa likuiditas berpengaruh terhadap tax avoidance. Hal ini sejalan dengan penelitian Gultom . yang memberikan simpulan bahwa likuiditas berpengaruh terhadap tax avoidance. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap tax avoidance Ukuran perusahaan dalam penelitian ini diproksikan pada logaritma total empiris. Semakin besar total aktiva suatu perusahaan maka menunjukkan bahwa peruahaan tersebut baik, stabil dan lebih mampu menghasilkan laba dibandingan dengan perusahaan dengan total aset yang kecil. Jika suatu perusahaan memiliki total aktiva yang besar maka akan mendapatkan perhatian dari pasar maupun publik. Sehingga demi menjaga nama baik perusahaan, manajemen akan cenderung untuk tidak melalakukan penghindaran pajak. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa ukuran perusahaan dapat mempengaruhi tax Hasil penelitian yang dihasilkan pada penelitian ini adalah ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap tax avoidance. Jadi besar kecilnya total aset suatu perusahaan tidak akan mempengaruhi tax avoidance. Suatu perusahaan belum tentu akan patuh terhadap pembayaran pajak meskipun perusahaan tersebut memiliki ukuran perusahaan yang besar karena besar kecilnya suatu perusahaan tidak akan berpengaruh terhadap tax avoidance. Berdasarkan hasil penelitian bahwa penelitian ini tidak berhasil memberikan buktu empiris secara teorits bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap tax avoidance. Komite audit berpengaruh terhadap tax avoidance Berdasarkan hasil penelitian, maka jumlah anggota komite audit memberikan jaminan untuk dapat melakukan investasi dalam kebijakan tarif pajak perusahaan yang efektif. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang memiliki komite audit akan lebih bertanggung jawab dan terbuka dalam menyajikan laporan keuangan karena komite audit akan memantau semua kegiatan yang berlangsung di perusahaan. Keberadaan komite audit dapat meningkatkan pengendalian internal, jika pengendalian internal perusahaan baik maka perusahaan akan patuh terhadap peraturan perundang-undang yang berlaku terutama dalam pembayaran pajak. Maka dengan adanya komite audit akan mendorong perusahaan untuk tidak melakukan penghindaran pajak. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa komite audit berpengaruh terhadap tax avoidance. Tanggung jawab komite audit yaitu untuk memastikan bahwa perusahaan telah dijalankan sesuai undang-undang dan peraturan yang berlaku, melaksanakan usahanya dengan beretika, melaksanakan pengawasannya secara efaktif terhadap benturan kepentingan dan kecurangan karyawan perusahaan. Dengan adanya komite audit maka perusahaan akan patuh terhadap peraturan perundang-undang yang berlaku terutama dalam pembayaran pajak. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa komite audit dapat mempengaruhi tax avoidance. Jika komite audit melakukan fungsinya dengan efektif maka penghindaran pajak akan semakin rendah. Jika pengawasan berjalan efektif maka kecenderungan manajer untuk melakukan penghindaran pajak di ekspektasikan menurun. Senghingga dapat dikatahan bahwa kokmite audit dapat mempengaruhi tax avoidance. Berdasarkan penelitian ini peneliti berhasil memberikan bukti secara teoritis bahwa komite audit berpengeruh terhadap tax avoidance. Hal ini sejalan dengan penelitian Fauzan . yang memberikan kesumpulan bahwa komite audit berpengaruh terhadap tax Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Intan Solaikhah and Eny Kusumawati Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh profitabilitas, leverage, likuiditas, ukuran perusahaan dan komite audit terhadap tax avoidance pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2016-2020. Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan yang telah dilakukan dalam penelitian ini, maka dapat diambil simpulan sebagai berikut: Variabel profitabilitas, leverage, likuiditas, ukuran perusahaan dan komite audit secara simultan memiliki pengaruh terhadap variabel tax avoidance. Variabel profitabilitas berpengaruh terhadap tax avoidance. Maka semakin tinggi tingkat profitabilitas suatu perusahaan semakin tinggi pula tingkat perusahaan akan melakukan penghindaran pajak. Variabel leverage berpengaruh terhadap tax avoidance. Maka besarnya leverage suatu perusahaan akan membuat perusahaan melakukan penghindran pajak. Variabel likuiditas berpengaruh terhadap tax avoidance. Maka perusahaan yang mempunyai rasio likuiditas rendah perusahaan tersebut akan melakukan penghindaran Variabel ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap tax avoidance. Maka besar ukuran perusahaan belum tentu mendorong perusahaan untuk tidak melakukan penghindaran pajak. Variabel komite audit berpengaruh terhadap tax avoidance. Maka perusahaan yang mempunyai komite audit akan mendorong perusahaan tersebut patuh dalam pembayaran pajak. Selain itu, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan diantaranya: Hasil regresi menunjukkan nilai koefisien determinasi (Adjs R. untuk variabel dependen pengungkapan tax avaoidance hanya sebesar 14,7% yang berarti sebesar 85,3% variasi variabel dependen dipengaruhi oleh variabel lain. Maka variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini tergolong masih sedikit. Ruang lingkup yang digunakan dalam penelitian ini hanya mencangkup pada satu sektor perusahaan, sehingga hasil penelitian tidak dapat digeneralisasikan kepada populasi yang lebih luas. Referensi