The Influence Of Leadership Style And Work Motivation On Employee Performance (Survey on Margabakti Village Apparatuses Cibeureum Tasikmalay. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai (Survei Pada Aparatur Kelurahan Margabakti Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalay. Alwa Assaigof. Ari Arisman. Suci Putri Lestari. 1,2,. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Perjuangan Tasikmalaya Email: . assaigof28@gmail. ariirsman@unper. suciputri@unper. ARTICLE HISTORY Received . April 2. Revised . Mei 2. Accepted . Mei 2. KEYWORDS Leadership Style. Work Motivation. Employee Performance This is an open access article under the CCAeBY-SA ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai Aparatur Kelurahan Margabakti Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan data yang diperoleh langsung melalui kuesioner yang disebarkan pada 63 responden yang merupakan Aparatur Kelurahan Margabakti Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian yang diketahui bahwa Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai Kelurahan Margabakti Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Gaya Kepemimpinan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai Kelurahan Margabakti Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Motivasi Kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai Kelurahan Margabakti Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. ABSTRACT This research was conducted with the aim of knowing the effect of leadership style and work motivation on employee performance in Margabakti Village Apparatuses Cibeureum District Tasikmalaya City. The method used in this study was a survey method using data obtained directly through questionnaires that were distributed to 63 respondents who were Margabakti Village Apparatuses Cibeureum District Tasikmalaya City. The technique used in this research is multiple regression analysis. Based on the research results, it is known that Leadership Style and Work Motivation simultaneously have a significant effect on the Performance of Employees in the Margabakti Village Cibeureum District Tasikmalaya City. Leadership style partially has a significant effect on the performance of Margabakti Sub-district Employees Cibeureum District Tasikmalaya City. Partially, work motivation has a significant effect on the performance of Margabakti Village Employees Cibeureum District Tasikmalaya City. PENDAHULUAN Kelurahan menurut Pasal 101 Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 6 Tahun 2013 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah, maka perlu membentuk Peraturan Walikota tentang Tugas Pokok. Fungsi dan Rincian Tugas Unit Kelurahan Dalam Lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Kelurahan adalah unit kerja sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat . huruf f Peraturan Daerah Susunan organisasi Kelurahan adalah sebagaimana diatur dalam Pasal 80 Peraturan Daerah. Kepemimpinan yang tegas sangat berpengaruh kepada para pegawai agar bisa melaksanakan tugasnya sesuai dengan yang diharapkan dan direncanakan oleh kepala lurah untuk meningkatkan kinerja pegawai dalam segi pelayanan yang akan diberikan oleh pihak Kelurahan kepada masyarakat. Tabel 1. Target Pelayanan Pegawai Kelurahan Margabakti Tahun 2019-2021 Tahun Target Pelayanan Pelayanan Terealisasi Sumber: SKP Kelurahan Margabakti 2022 Dari Tabel 1. dapat dilihat bahwa Target Pelayanan Pegawai dari tahun 2019-2021 tiap tahunnya memiliki target yang sama. Pada tahun 2019 target Pelayanan Pegawai Kelurahan Margabakti sebesar Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 3 No. 1, 2023 page:43Ae. 43 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 100% namun nilai yang terealisasi sebesar 85%, selanjutnya pada tahun 2020 target Pelayanan Pegawai Kelurahan Margabakti sebesar 100% nilai yang terealisasi sebesar 100% atau dikatakan sangat sempurna, tetapi pada tahun 2021 target Pelayanan Pegawai Kelurahan Margabakti sebesar 100% namun nilai yang terealisasi menurun yang tadinya 100% menjadi 85%. Dalam pelayanan motivasi kerja mempengaruhi tingkat kenaikan maupun tingkat penurunan Sehingga Kinerja Pegawai Kelurahan Margabakti Kota Tasikmalaya dipengaruhi oleh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi. Hal ini menunjukan adanya permasalahan dari segi pelayanan maka Kepala Kelurahan harus bisa meningkatnya kembali tingkat pelayanan terhadap masyarakat. Maka sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 menekankan pemberian kewenangan yang luas kepada pemerintah daerah agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memberdayakan, menjamin proses demokratisasi, perlindungan hukum dan jaminan kehidupan lainnya. Gambar 1. Penilaian Sikap Kerja Pegawai Kelurahan Margabakti Tahun 2019-2021 Sumber: SKP Kelurahan Margabakti 2022 Dari Gambar 1. 1 dapat dilihat penilaian perilaku kerja pegawai selama 3 tahun di atas yakni pada tahun 2019-2021. Pada tahun 2019 penilaian perilaku kerja pegawai rata-rata sebesar 87,47, kemudian pada tahun 2020 penilaian perilaku kerja pegawai mengalami penurunan rata-rata sebesar 73,66 dan pada tahun 2021 penilaian perilaku kerja pegawai mengalami kenaikan rata-rata sebesar menjadi 89,40. Gaya kepemimpinan dan motivasi kerja merupakan hal yang penting didalam sebuah organisasi dalam pelaksanaan kerja dan motivasi kerja yang baik. Hal ini timbul akibat dari adanya gaya kepemimpinan dan motivasi yang buruk akan mengakibatkan penurunan kinerja pegawai yang akan membawa dampak pada penurunan kinerjanya. Kemudian dari hasil wawancara dengan Ibu Yati bagian pengolah data pelayanan Kelurahan terlihat adanya naik turun sikap pegawai yang diindikasikan salah satunya oleh kurangnya dalam pemberian arahan yang dilakukan oleh pemimpin. LANDASAN TEORI Gaya Kepemimpinan Menurut Bukti. Benjamin dkk . Gaya kepemimpinan adalah cara yang digunakan oleh seorang pemimpin dalam mempengaruhi bawahan . agar mau melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai dengan diharapkan akan tercapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Motivasi Kerja Menurut Hasibuan . Motivasi kerja adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala dan upayanya untuk mencapai keputusan. Kinerja Pegawai Menurut Mangkunegara . Kinerja adalah hasil karya secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan survei dalam bentuk pembagian kuesioner kepada Aparatur Pegawai Kelurahan Margabakti Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Objek penelitian ini adalah Gaya Kepemimpinan. Motivasi dan Kinerja Pegawai. 44 | Alwa Assaigof. Ari Arisman. Suci Putri Lestari. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Motivasi Kerja. Sedangkan subjek penelitian ini adalah Kelurahan Margabakti Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya yang berjumlah 63 pegawai sebagai responden. Populasi dari penelitian ini sebanyak 63 orang Aparatur Pegawai Kelurahan Margabakti Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Sampel yang digunakan adalah teknik Sampling incidental yaitu siapa saja yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2018:. Penelitian ini menggunakan skala likert bernilai positif. Hasil dari kuesioner data ordinal kemudian diubah menjadi data interval dengan bantuan MSI kemudian dihitung jumlah maksimum dan minimum dengan Nilai Jenjang Interval (NJI). Kemudian terdapat pengujian yaitu Uji Validitas dan Uji Reliabilitas. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda namun sebelumnya dilakukan pengujian uji asumsi klasik terlebih dahulu. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Validitas Uji Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Dengan kriteria pengujian jika nilai signifikansi . -taile. < . , maka kuesioner dinyatakan valid. Tabel 2. Hasil Uji Validitas Gaya Kepemimpinan Motivasi Kerja Kinerja Pegawai Nilai Sig Taraf Sig Keterangan 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data dari Hasil Penelitian yang diolah Penulis . Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 3 No. 1, 2023 page:43Ae. 45 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Uji Reliabilitas Reliabilitas merupakan alat untuk mengukur konsitensi hasil pengukuran kuesioner dalam penggunaan berulang. Suatu instrumen dikatakan reliabel apabila koefisien reliabilitasnya diatas 0,60 maka hasil uji dikatakan reliabel. Dengan keputusan jika nilai CronboachAos Alpha > 0,60 maka angket penelitian dikatakan reliabel. Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas Variabel X1 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,714 Hasil pengujian nilai CronbachAos Alpa untuk X1 sebesar 0,714. Dinyatakan reliabel karena > 0,60 maka nilai 0,714 > 0,60. Artinya kuesioner yang telah diajukan reliabel atau layak untuk dilanjutkan ketahap penelitian. Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Variabel X2 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,804 Hasil pengujian nilai CronbachAos Alpa untuk X2 sebesar 0,804. Dinyatakan reliabel karena > 0,60 maka nilai 0,804 > 0,60. Artinya kuesioner yang telah diajukan reliabel atau layak untuk dilanjutkan ketahap penelitian. Tabel 5. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Y Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,883 Hasil pengujian nilai CronbachAos Alpa untuk Y sebesar 0,883. Dinyatakan reliabel karena > 0,60 maka nilai 0,883 > 0,60. Artinya kuesioner yang telah diajukan reliabel atau layak untuk dilanjutkan ketahap penelitian. Pembahasan Pembahasan meliputi analisis data dengan menggunakan Uji Asumsi Klasik, kemudian dengan persamaan Regresi Berganda. Koefisien Kolerasi dan Koefisien Determinasi (R . , serta data jawaban responden menggunakan skala ordinal. Seluruh pengujian menggunakan program SPSS versi 25. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 6. Hasil Uj Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardize d Residual Normal Parametersa,b Mean ,0000000 Std. Deviation 6,23632376 Most Extreme Differences Absolute ,094 Positive ,094 Negative -,093 Test Statistic ,094 Asymp. Sig. -taile. ,200c,d Test distribution is Normal. 46 | Alwa Assaigof. Ari Arisman. Suci Putri Lestari. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Motivasi Kerja. Berdasarkan uji normalitas (Lampiran 4, halaman . uji Kolmogorov Smirnov menunjukan signifikansi 0,200 > 0,05. Maka dapat disimpulakan bahwa model regresi ini berdistribusi normal karena menunjukan nilai signifikansi lebih dari 0,05. Uji Multikolinearitas Tabel 7. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta 9,708 5,154 ,882 ,232 ,380 1,884 3,799 Sig. ,064 ,000 ,170 4,545 ,000 Model (Constan. Gaya Kepemimpinan Motivasi Kerja ,773 Dependent Variable: Kinerja Pegawai ,454 Collinearity Statistics Tolerance VIF ,901 1,110 ,901 1,110 Berdasarkan hasil uji multikolinearitas menunjukan bahwa Gaya Kepemimpinan nilai tolerance 0,901 E 0,10 dan VIF 1,110 C 10,00 dan Motivasi kerja nilai tolerance 0,901 E 0,10 dan VIF 1,110 C 10,00. Maka dapat disimpulkan bahwa Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja tidak terjadi Uji Heteroskedastisitas Tabel 8. Hasil Uji Heteroskedastisitas Correlations Spearman's Gaya Kepemimpinan Correlation Coefficient Sig. -taile. Motivasi Kerja Correlation Coefficient Sig. -taile. Unstandardized Correlation Residual Coefficient Sig. -taile. Gaya Kepemimpinan 1,000 Motivasi Unstandardized Kerja Residual ,242 -,012 ,242 ,056 1,000 ,926 ,186 ,056 -,012 ,186 ,144 1,000 ,926 ,144 Berdasarkan hasi uji hetreroskedastisitas pada output korelasi rank spearman. Gaya Kepemimpinan menghasilkan nilai signifikan 0,926 > 0,05 dan Motivasi Kerja menghasilkan nilai signifikan 0,144 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas, sehingga uji heteroskedastisita terpenuhi. Uji Autokorelasi Tabel 9. Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Std. Error Change Statistics Adjusted of the R Square Model Square R Square Estimate Change Change df1 ,678a ,460 ,442 6,339410 ,460 25,509 Predictors: (Constan. Motivasi Kerja. Gaya Kepemimpinan Dependent Variable: Kinerja Pegawai Sig. Change ,000 DurbinWatson 1,564 Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 3 No. 1, 2023 page:43Ae. 47 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Berdasarkan hasil uji autokolerasi dapat diketahui bahwa hasil nilai Durbin Watson terletak diantara -2 dan 2 yaitu dengan nilai du 1,564. Maka dapat disimpulkan bawah tidak ada gejala autokolerasi, sehingga uji autokolerasi terpenuhi. Analisis Data Tabel 10. Hasil Persamaan Regresi Linear Berganda Unstandardized Coefficients Model Standardized Coefficients Sig. 1,884 ,064 Std. Error Beta (Constan. 9,708 5,154 Gaya Kepemimpinan ,882 ,232 ,380 3,799 ,000 Motivasi Kerja ,773 ,170 ,454 4,545 ,000 Y = 9,708 0,882X1 0,773X2 e Persamaan regresi diatas dapat diinterpretasikan beberapa hal sebagai berikut: Nilai konstanta persamaan di atas adalah sebesar 9,708 yang menunjukan bahwa jika Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja memiliki nilai 0 . , dapat diketahui bahwa ketiga variabel tersebut tidak mengalami perubahan, maka nilai Kinerja Pegawai adalah sebesar 9,708. Nilai koefisien regresi Gaya Kepemimpinan sebesar 0,882 artinya apabila variabel Gaya Kepemimpinan dinaikan dalam satu satuan maka akan terjadi kenaikan terhadap Kinerja Pegawai sebesar besaran kenaikan dikalikan 0,882. Nilai koefisien regresi Motivasi Kerja sebesar 0,773 artinya apabila variabel Gaya Kepemimpinan dinaikan dalam satu satuan maka akan terjadi kenaikan terhadap Kinerja Pegawai sebesar besaran kenaikan dikalikan 0,773. Tabel 11. Hasil Koefisien Korelasi dan Determinasi Model Summaryb Change Statistics Model ,678a Square ,460 Adjusted R Std. Error of Square the Estimate ,442 6,339410 R Square Change ,460 Change 25,509 Sig. Change ,000 Predictors: (Constan. Motivasi Kerja. Gaya Kepemimpinan Dependent Variable: Kinerja Pegawai Dari hasil SPSS versi 25 maka diperoleh R (Koleras. sebesar 0,678 artinya terdapat kolerasi atau hubungan positif antara Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja secara bersama-sama terhadap Kinerja Pegawai Kelurahan Margabakti Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Berdasarkan penafsiran kolerasi yang telah ditemukan maka hubungan positif Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja secara simultan terhadap Kinerja Pegawai termasuk kedalam kategori kuat karena berada diantara 0,60 Ae 0,799. Berarti jika Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja naik maka Kinerja Pegawai ada kemungkinan bisa naik, hal ini disebabkan peningkatan Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja diikuti dengan meningkatnya Kinerja Pegawai. Dengan menghasilkan sumber daya manusia yang terampil, bermotivasi tinggi dan dapat dipercaya untuk menjalankan suatu tugas didalam organisasi. Oleh karena itu komponen penting yang berfungsi sebagai penggerak kegiatan pada suatu organisasi yaitu pemimpin yang bisa memberikan arahan agar dapat terjadinya peningkatan pada kinerja pegawai. Hasil perhitungan pada Koefisien Determinasi menghasilkan nilai R2 (Koefisien Determinas. sebesar 0,460 dari angka tersebut menunjukan bahwa besar pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai Kelurahan Margabakti Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya sebesar 46% sedangkan sisanya 54%, artinya 54% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. 48 | Alwa Assaigof. Ari Arisman. Suci Putri Lestari. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Motivasi Kerja. Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Secara Simultan Terhadap Kinerja Pegawai Tabel 12. Hasil Uji Simultan ANOVAa Model Regression Residual Total Sum of Squares 2050,308 2411,288 4461,596 Mean Square 1025,154 40,188 25,509 Sig. ,000b Dependent Variable: Kinerja Pegawai Predictors: (Constan. Motivasi Kerja. Gaya Kepemimpinan Hasil uji simultan menunjukan bahwa nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti secara simultan Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Hal tersebut berarti dalam penelitian ini menunjukan bahwa Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja secara bersama-sama dapat menyebabkan perubahan pada Kinerja Pegawai. Artinya Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja menjadi pendorong utama secara bersama-sama untuk menyebabkan perubahan pada Kinerja Pegawai ke arah yang lebih baik sehingga terjadinya peningkatan Kinerja Pegawai. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Secara Parsial Terhadap Kinerja Pegawai Tabel 13. Hasil Uji Parsial Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model (Constan. 9,708 Std. Error 5,154 Gaya Kepemimpinan ,882 Motivasi Kerja ,773 Dependent Variable: Kinerja Pegawai ,232 ,170 Standardized Coefficients Beta ,380 ,454 Correlations 1,884 Sig. ,064 3,799 4,545 ,000 ,000 Zeroorder Partial Part ,523 ,574 ,440 ,506 ,361 ,431 Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai koefisien kolerasi antara Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai sebesar 0,440. Nilai koefisien kolerasi positif menunjukan bahwa Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai memiliki hubungan yang positif, maka semakin baik Gaya Kepemimpinan maka baik pula tingkat Kinerja Pegawai yang dihasilkan. Sedangkan besar pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai secara parsial yaitu: Kd = . 2 x 100% = 19,36%. Untuk mengetahui tingkat signifikansi pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai secara parsial dilihat dari hasil uji parsial menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa Gaya Kepemimpinan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Pengaruh Motivasi Kerja Secara Parsial Terhadap Kinerja Pegawai Tabel 14. Hasil Uji Parsial Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model (Constan. 9,708 Std. Error 5,154 Gaya Kepemimpinan ,882 Motivasi Kerja ,773 Dependent Variable: Kinerja Pegawai ,232 ,170 Standardized Coefficients Beta ,380 ,454 Correlations 1,884 Sig. ,064 3,799 4,545 ,000 ,000 Zeroorder Partial Part ,523 ,574 ,440 ,506 ,361 ,431 Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai koefisien kolerasi antara Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai sebesar 0,506. Nilai koefisien kolerasi positif menunjukan bahwa Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai memiliki hubungan yang positif, maka semakin baik Motivasi Kerja maka baik pula tingkat Kinerja Pegawai yang dihasilkan. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 3 No. 1, 2023 page:43Ae. 49 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Sedangkan besar pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai secara parsial yaitu: Kd = . 2 x 100% = 25,60%. Untuk mengetahui tingkat signifikansi pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai secara parsial dilihat dari hasil uji parsial menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa Motivasi Kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Gaya Kepemimpinan pegawai Kelurahan Margabakti Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya sudah sangat baik. Hal ini berarti pegawai Kelurahan Margabakti Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya memiliki kepemimpinan yang sangat baik. Motivasi Kerja pegawai Kelurahan Margabakti Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya sudah sangat baik. Hal ini berarti bahwa pegawai Kelurahan Margabakti Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya memiliki motivasi yang sangat baik. Kinerja Pegawai Kelurahan Margabakti Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya sudah sangat baik. Hal ini berarti bahwa Kinerja Pegawai Kelurahan Margabakti Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya sudah sangat baik. Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai Kelurahan Margabakti Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Gaya Kepemimpinan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai Kelurahan Margabakti Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Motivasi Kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai Kelurahan Margabakti Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Saran Bagi Kelurahan Berdasarkan hasil penelitian dan simpulan yang diperoleh dalam penelitian ini, maka penulis memberikan beberapa saran yang sekiranya dapat bermanfaat sebagai masukan bagi pihak yang Adapun saran yang dapat diberikan, sebagai berikut: Berdasarkan skor terendah dalam Gaya Kepemimpinan dengan indikator Kemampuan Mengambil Keputusan pada poin pernyataan AuPemimpin selalu mengambil keputusan dengan cepatAy oleh karena itu, kepala lurah sebaiknya dalam pengambilan keputusan yang dilakukan jangan terlalu cepat, dengan cara pemimpin menerapkan kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik, menangani dan mendelegasikan tanggung jawab, mendengarkan umpan balik dari pegawai dan memiliki fleksibilitas untuk memecahkan masalah yang terjadi. Secara keseluruhan Gaya Kepemimpinan yang dimiliki oleh kepala lurah sudah sangat baik sehingga dapat dipertahankan atau lebih ditingkatkan kembali untuk memajukan Kelurahan Margabakti Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya menjadi lebih baik. Berdasarkan skor terendah dalam Motivasi Kerja dengan indikator Kebutuhan Rasa Aman pada poin pernyataan AuPegawai kelurahan mendapatkan bantuan dari masyarakat apabila dalam kesulitanAy maka disarankan sebaiknya pegawai kelurahan untuk dapat meningkatkannya motivasi dengan cara upgrading atau pelatihan dan diberi reward bagi pegawai. Secara keseluruhan Motivasi Kerja kepala lurah sudah sangat baik sehingga dengan meningkatkan motivasi tersebut bisa membuat pegawai juga dalam meningkat dalam pekerjaannya. Berdasarkan skor terendah dalam Kinerja Pegawai dengan indikator Kerjasama pada poin pernyataan AuKerjasama pegawai dengan masyarakat sudah terlaksanaAy maka dari itu hendaknya kepala lurah lebih meningkatnya kembali kerjasama antara pegawai dan masyarakat yang bisa dilakukan dengan cara memperbaiki pola komunikasi dan sosialisasi dengan masyarakat. Secara keseluruhan Kinerja Pegawai yang dimiliki pegawai Kelurahan Margabakti Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya sudah sangat baik. Bagi Penulis Lain Disarankan melakukan penelitian dengan menambah variabel lain seperti Budaya Kerja. Lingkungan Kerja. Kemampuan Kerja. Budaya Organisasi dan lain sebagainya atau indikator lain yang dapat mempengaruhi Kinerja Pegawai seperti Kuantitas. Kualitas. Orientasi Pelayanan. Integritas. Komitmen. Disiplin. Kerjasama. Inisiatif Kerja dan Kepemimpinan. 50 | Alwa Assaigof. Ari Arisman. Suci Putri Lestari. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Motivasi Kerja. DAFTAR PUSTAKA