JISI . JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI VOLUME 7 NO. 1 FEBRUARI 2020 PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI UKM EKO BUBUT DENGAN METODE COMPUTERIZED RELATIONSHIP LAYOUT PLANNING (CORELAP) Okka Adiyanto1*. Anom Firda Clistia2 Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknologi Industri. Universitas Ahmad Dahlan adiyanto@ie. ABSTRAK Perancangan sebuah tata letak fasilitas produksi merupakan salah satu hal yang penting untuk meningkatkan hasil produksi serta memperlancar alur proses produksi. Penelitian kali ini dilakukan di Usaha Kecil Menengah (UKM) Eko Bubut yang memproduksi kerajinan dari kayu. Kendala yang dihadapi UKM Eko bubut yaitu, banyaknya produk yang menumpuk di departemen jigsaw dan bubut. Selain adanya penumpukan produksi, penghambat aliran produksi yaitu adanya back tracking di departemen oven ke departemen pengecatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang layout usulan dengan metode CORELAP. Produk yang diambil untuk melakukan penelitian ini adalah sendok kayu yang memiliki 9 departemen. Penelitian ini menggunakan metode CORELAP merupakan metode construction yang mengubah data kualitatif menjadi data kuantitatif sehingga menentukan fasilitas pertama yang diletakkan didalam layout diperlukan data keterkaitan hubungan aktivitas. Terdapat 3 hasil alternatif menggunakan CORELAP, alternatif 1 memiliki OMH sebesar 13. 410,96 dan skor Alternatif 2 OMH sebesar 6. 318,21 dan skor sebesar 31. Alternatif 3 memiliki OMH 304,59 dan skor 26. Dari hasil perhitungan CORELAP maka dipilih usulan alternatif 3. Kata Kunci : CORELAP. Tata Letak Fasilitas. OMH. Desain Letak ABSTRACT The design of a production facility layout is one of the important things to improve production and facilitate the flow of the production process. This research was conducted at UKM Eko Bubut which produce wood crafts. The problems from UKM Eko Bubut are, the number of products that accumulate in the jigsaw and lathe departments. In addition to the production buildup, the inhibitor of production flow is the back tracking in the oven department to the painting department. The purpose of this study was to design the proposed layout with the CORELAP method. The product taken to do this research is wooden spoons that have 9 departments. This study uses the CORELAP method which is a construction method that converts qualitative data into quantitative data so that determining the first facility placed in the layout requires the relationship between activity data. There are 3 alternative results using CORELAP, alternative 1 has OMH of 13,410. 96 and a score of 30. Alternative 2 OMH is 6,318. 21 and a score of 31. Alternative 3 has OMH of 5,304. 59 and a score of From the results of CORELAP calculation it is chosen alternative 3 Keyword : CORELAP. Layout Facilities. OMH. Design Layout PENDAHULUAN Tata letak pabrik adalah salah satu hal yang paling penting untuk meningkatkan hasil produksi dan memperlancar alur proses Tata letak pada pabrik perlu di perhatikan dengan tepat sehingga akan mempermudah aliran produksi yang ada. DOI: https://dx. org/10. 24853/jisi. Penataan tata letak pabrik ini juga berlaku pada produksi tingkat UKM. Penyelesaian perancangan tata letak ini dilakukan dengan memperhatikan proses produksi dari awal sampai akhir sehinga bisa menetukan fasilitas pada pabrik dengan baik JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Website: http://jurnal. id/index. php/jisi dan dapat menigkatkan utilitas ruangan serta meminimalisasi biaya material handling (Adiyanto & Rizky Paldo, 2. Kurang tepatnya penataan dalam fasilitas pada proses produksi dapat mengakibatkan penurunan produktifitas yang timbul karena produk pada saat di produsi kurang lancar maka diperlukan aspek kinerja dan aspek kenyamaan dan Penyelesaian rancangan tata letak pabrik ini dapat memberikan kelancanran proses produksi sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing suatu produk (Dharmayanti. Hardjomidjojo. Fauzi, & Mulyadi, 2. Perancangan layout ini juga dapat mengurangi momen perpindahan dari setiap departemen sehingga ongkos produksi akan lebih minimal (Pamularsih. Herni Mustofa, & Susanty, 2015. Rubianto & Bendatu, 2. Eko Bubut merupakan salah satu usaha kecil menegah yang memproduksi kerajinan kayu, pemilik dari usaha tersebut adalah Eko Pujianto Dusun Gumawang RT 22/16. Daerah Putat Patok. Gunung Kidul. Luas lahan pada UKM Eko Bubut dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian atas dengan luas lahan 6 x 20 meter dan bagian bawah dengan luas lahan 9 x 20 meter. Salah satu produk kerajinan yang dihasilkan pada UKM Eko Bubut adalah sendok, mangkok dan Jenis kayu yang digunakan untuk membuat produk adalah kayu mahoni, kayu gambilina dan kayu mangga. Proses dalam pembuatan kerajian kayu mengalami masalah yang mengakibatkan penumpukan bahan baku yaitu pada departemen mesin jigsaw dan didepartemen mesin bubut dalam karena banyak material yang menunggu, gerakan pemindahan yang tidak perlu serta banyaknya pemotongan . dari lintasan yang ada akan menyebabkan kesimpangan yang akhirnya akan membawa kearah kemacetan selain itu Penataan yang kurang efisien antara jarak departemen oven dengan pengecatan yang berjauhan dan alur proses produksi yang kurang lancar. Penelitian kali ini bertujuan untuk merancang sebuah layout baru yang ada pada UKM Eko Bubut. Pada penelitian ini digunakan metode Computerized Relationship Layout Planning (CORELAP). Metode CORELAP ini merupakan metode construction yang mengubah data kualitatif menjadi data P-ISSN: 2355-2085 E-ISSN: 2550-083X kuantitatif (Murnawan. Eka, & Karunia, 2018. Tompkins. White. Bozer, & Tanchoco, 2. Beberapa penelitian yang menggunakan metode CORELAP yaitu pada penelitian (Nelfiyanti. Rani, & Ramadhan, 2. , pada penelitian selain pemecahan menggunakan CORELAP menggunakan microsof excel dan Microsoft Selain itu juga ada penelitian dari (Setiyawan. Qudsiyyah, & Mustaniroh, 2. mengkombinasikan dua metode antara CORELAP dan BLOCPLAN. Pada penelitian (Ariyani, 2. juga membuat rancnagan usulan tata letak fasilitas untuk menimalkan jarak lintasan pada suatu restoran. Banyak CORELAP baik dengan satu metode maupun digabungkan dengan metode yang lain. Oleh karena itu pada penyelsaian masalah yang ada pada UKM Eko Bubut dapat menggunakan metode CORELAP. TINJAUAN PUSTAKA Tata Letak Definisi tata letak fasilitas adalah suatu tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas produksi (Wignjosoebroto, 1. Perancangan tata letak fasilitas ini bertujuan untuk menentukan hubungan stasiun kerja dari setiap fasilitas produksi agar terjadi efisiensi dan efektifitas dalam system produksinya. Perancangan tata letak ini meliputi beberapa fasilitas-fasilitas operasi dengan memanfaatkan tempat/area yang tersedia, sehingga ruangan /fasilitas produksi menjadi lebih efektif (Wahyudi. Menurut (Apple, 1. perancangan tata letak fasilitas berperan penting sebagai berikut . Suatu perencanaan aliran barang yang efisien merupakan prasyarat untuk mendapatkan produksi yang ekonomis. Pola aliran barang yang merupakan dasar bagi perencanaan fasilitas fisik yang . Perpindahan barang merubah pola aliran statis menjadi suatu kenyataan yang dinamis, menunjukkan cara bagaimana suatu barang dipindahkan. Susunan fasilitas yang efektif disekitar pola meminimumkan biaya produksi. Biaya JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI produksi minimum dapat keuntungan maksimum. Volume 7 No 1 Februari 2020 Komputer Desain Kemajuan teknologi semakin berkembang ini sering diaplikasikan teknik analitik dengan bantuan computer dalam pengembangan tata Penggunaan perhitungan komputer dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan prosedur Tata letak dengan bantuan komputer mempertimbangkan aliran antar departemen dapat secara kuantitatif dicatat dalam sebuah Form to Chart atau secara kualitatif dicatat di dalam sebuah Relationship Chart. Tata letak dengan bantuan komputer yang dikenal antara CRAFT (Computerized Relative Allocation of Technique. COFAD (Computerized Facilities Desig. PLANET (Plant Layout Analysis and Evaluation Techniqu. ALDEP (Automated Layout Design Progra. BLOCPLAN dan CORELAP (Computerized Relationship Layout Techniqu. (Nelfiyanti et al. , 2016. Rubianto & Bendatu, 2. Menurut (Tompkins et al. , 2. CORELAP (Computerized Relationship Layout Techniqu. merupakan suatu algoritma konstruksi yang menentukan penyusunan tata letak, prinsip kerjanya menggunakan hasil perhitungan Total Closeness Rating (TCR) dari setiap departemen. TCR merupakan jumlah dari nilai-nilai numerik yang menyatakan hubungan kedekatan antar departemen. Hubungan tersebut ditunjukkan melalui hurufhuruf yang masing-masing telah diberi bobot. Adapun bobot kedekatan yang digunakan adalah sebagai berikut: = 4 (Mutlak harus didekatka. = 3 (Sangat penting didekatka. = 2 (Penting didekatka. = 1 (Dapat didekatka. = 0 (Tidak penting didekatkan = -1 (Dihindari untuk didekatka. Langkah Pembuatan menggunakan metode corelap . Hitung Total Closeness Rating (TCR) untuk masing-masing departemen. Berikut Contoh Perhitungan nilai TCR Untuk menghitung nilai TCR, jumlahkan bobot nilai kedekatan tiap departemen dimana nilai kedekatan tiap departemen didapat dari ARC dan FTC. Dari ARC dan FTC diatas, dapat dihitung nilai total closeness rating (TCR) tiap departemen dari penjumlahan closeness rating. Pilih salah satu departemen dengan TCR maksimum, kemudian tempatkan terlebih dahulu di pusat tata letak. Jika ada TCR yang sama, pilih terlebih dahulu yang memiliki luasan yang lebih besar kemudian jika luasannya sama, maka pilih yang merupakan departmen dengan nomer Tempatkan keterkaitan A, dengan yang sudah terpilih, kemudian keterkaitan E. U, dan X. Jika ada beberapa yang sama kriteria yang Penempatan departemen sudah dipilih, tentukan penempatannya berdasarkan Placing Rating, yaitu jumlah weight closeness rating antar departemen yang sudah masuk dengan yang akan masuk. Jika placing rating sama, maka panjang batas atau jumlah unit persegi yang bersisian dengan berdekatan dibandingkan METODE PENELITIAN Tahapan dari penelitian ini yaitu melakukan observasi awal yaitu melakukan pengamatan langsung kepabrik dalam proses pengamatan yang harus di cermati adalah aliran proses produksi, data operasional setiap mesin produksi, luas lantai pada UKM Eko Bubut, jarak antara derajat hubung akttivitas antar departemen mesin yang ada pada Ukm, dan layot pada tiap-tiap rungan untuk bisa mendapatkan permasalahan apa saja yang ada pada UKM Eko Bubut. Perbandingan berdasarkan layout awal dengan yang baru berdasarkan kenyamanan dalam berkeja, tingkat produktifitas yang di hasilkan dalam produk akhir dan kelancaran dalam proses aliran produksi, sehingga dapat menguraikan perumusan masalahan, batasan dalam setiap masalah dan mengetahui maksud dan tujuan dalam sebuah penelitian. Tahap pengumpulan data dibagi menjadi dua yaitu data perimer dan data sekunder data primer yaitu data luas, data fasilitas, data hasil wawancara dan data waktu proses produksi sedangkan data sekunder adalah data permintan produk. Analisa kondisi awal membandingkan layout yang awal pada UKM Eko Bubut dan Pembuatan Layout JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Website: http://jurnal. id/index. php/jisi P-ISSN: 2355-2085 E-ISSN: 2550-083X Alur Perancangan dapat dilihat pada Diagram 1 dan pelubangan Peroses oven Proses pengecatan Gudang produk jadi Diagram 1 Alur perancangan HASIL DAN PEMBAHASAN Layout Awal Pada penelitian ini dibuat gambar layout awal dari UKM Eko Bubut. Layout awal dapat dilihat pada Gambar 1. Kode pada setiap departemen kerja dapat dilihat pada 2,54 x 1,46 5,95 x 5,52 3,96 x 12,01 3,70 32,84 47,55 Langkah selanjutnya yaitu membuat derajat hubungan kedekatan dengan kriteria yang telah berdasarkan kondisi di lantai produksi UKM Eko Bubut. Derajat hubungan kedekatan atau Activity Relation Chart yang menggunakan kombinasi antara analisa aliran material dan juga analisa aktivitas . ctivity relationshi. (Prasetya. Runtuk, & Hartanti. ARC di lantai produksi UKM Eko Bubut dapat dilihat pada Error! Reference source not found. Pembuatan ARC didasari pada alasan kedekatan setiap department dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 1. Gambar 2 Activity Relationship Chart Produk Sendok Kayu Tabel 2 Alasan keterkaitan antar departemen Gambar 1 Layout awal Kode Tabel 1 Kode departemen kerja UKM Eko Bubut Departemen Kerja Bahan baku Proses pemotongan gergaji mesin Proses pemolaan Proses pemotongan mesin jigsaw Proses pembubutan bagian dalam Proses pengamplasan Ukuran Area . 3,92 x 4,52 Luas . 17,71 2 x 4,52 9,04 1,5 x 2 1,03x 4,59 4,73 2,60 x4,52 11,75 1,14 x 1,73 1,97 Diskripsi Alasan Proses aliran kerja yang berurutan Banyak debu atau scrap sisa Komunikasi yang dilakukan antar pekerja kurang baik Kemungkinan ruangan yang pengap atau panas menggunakan tenaga kerja yang sama Kode Setelah didapat ARC UKM Eko Bubut, maka dilakukan perhitungan Ongkos Material Handling (OMH) awal dengan mengacu kepada Tabel 3 yaitu ongkos setiap bulan di UKM Eko Bubut. OMH yang didapatkan dapat dilihat pada JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Volume 7 No 1 Februari 2020 layout yang didapat yaitu score 30 dan perolehan OMH 13. 410,96 pada abel 5 Tabel 4. Pengerjaan selanjutnya yaitu menggunakan algoritma CORELAP hingga mendapatkan layout terbaik dengan skor OMH Gambar 3 Layout alternatif 1 abel 5 Nilai OMH alternatif 1 Tabel 3 Ongkos setiap bulan OMH 833,33 104,16 Layout alternatif 2 Gambar 4 merupakan hasil dari perhitungan CORELAP dengan score layout yang didapat yaitu score 31 dan perolehan OMH 318,21 pada Tabel 6. Tabel 4 OMH awal Gambar 4 Layout alternatif 2 Tabel 6 Nilai OMH alternatif 2 Perancangan Layout Alternatif Ada 3 layout usulan yang sudah dibuat pada penelitian ini menggunakan metode Corelep Layout alternatif 1 Gambar 3 merupakan hasil dari perhitungan CORELAP dengan score Layout alternatif 3 JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Website: http://jurnal. id/index. php/jisi Gambar 5 merupakan hasil dari perhitungan CORELAP dengan score layout yang didapat yaitu score 26 dan perolehan OMH 5. 304,59 pada Tabel Gambar 5 Layout alternatif 3 Tabel 7 Nilai OMH alternatif 3 P-ISSN: 2355-2085 E-ISSN: 2550-083X Perancangan tata letak layout yang Computerized Relationship Layout Planning (CORELAP) mendapatkan 3 alternatif dengan nilai score dan OMH yang berbeda-beda. Berdasrkan hasil perhitungan dengan metode CORELAP ini maka alternative yang dipilih yaitu pada alternative 3 yang memili nilai skor 26 dan OMH terkecil dari yang lain sebesar 5. 304,59. Apabila digambarkan pada layout yaitu pada Gambar 6 dan apabila layout usulan tersebut dibuat diagram A Activity Tamplate Block Diagram (ATBD) dapat dilihat pada Gambar Gambar 6 Alternatif terpilih menggunakan metode CORELAP JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Volume 7 No 1 Februari 2020 Gambar 7 Activity Tamplate Block Diagram alternatif terpilih KESIMPULAN Penelitian yang dilakukan di UKM Eko Bubut dengan perancangan tata letak layout metode Computerized Relationship Layout Planning (CORELAP) dilakukan untuk mendapatkan nilai score yang terkecil dan OMH terkecil atau minimal. Dari hasil perhitungan dengan metode CORELAP didapat 3 alternatif usulan perbaikan. Dari 3 alternatif terbesbut alternative 3 memiliki score dan OMH terkecil dibandingkan alternative Pemilihan alternative layout dengan memeprtimbangkan OMH terkecil dikarenakan untuk menekan biaya pengeluaran dari UKM Dari hasil penelitian tersbut maka dapat diambil kesimpulan bahwa alterntaif 3 dapat dipilih dikarenakan nilai skornya yaitu 26 dan OMH 5. 304,59 dalam satu hari. DAFTAR PUSTAKA