Diah Paramudhita Achmad1. Retnowaty2. Ari Musdolifah3 Kompetensi Universitas Balikpapan STRATEGI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ACARA DEBAT CALON PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2019 Diah Paramudhita Achmad1. Retnowaty2. Ari Musdolifah3 Universitas Balikpapan1. Universitas Balikpapan2. Universitas Balikpapan3 pos-el: diahachmad96@gmail. com1, retnowaty@uniba-bpn. id2, ary. musdolifah@uniba-bpn. ABSTRAK Komunikasi dengan strategi kesantunan berbahasa sangat mempengaruhi kenyamanan dalam tuturan antara penutur dan mitra tutur. Penelitian ini berfokus pada realisasi dengan tujuan untuk mendefinisikan dan mendeskripsikan strategi kesantunan muka positif dan negatif para calon dan wakil presiden dalam acara debat 2019, yang nantinya akan menjadi acuan dalam masyarakat tentang pentingnya kesantunan berbahasa di kalangan generasi muda. Jenis dalam penelitian ini adalah penelitian linguistik sinkronis. Adapun data yang didapat dari penelitian ini berupa tuturan yang mengandung strategi kesantunan muka positif dan negatif antara para calon dan wakil presiden yang diakses melalui situs media Youtube. Instrument pengumpulan data yang digunakan adalah peneliti dengan bantuan alat tulis, kartu data dan transkip percakapan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode Padan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa adanya data dominan pada strategi kesantunan muka positif dengan jenis menggunakan penanda solidaritas dan pada muka negatif jenis memberikan penghormatan, hal ini dikarenakan kata ganti persona sebagai wujud kekerabatan dan penghormatan sebagai wujud menghargai akan sering ditemui dalam acara formal seperti debat, sedangkan jenis pada muka positif yaitu mengintensifkan ketertarikan, menunjukkan pengertian dan perhatian, memberikan penawaran atau janji dan memberikan alasan, serta pada muka negatif jenis tuturan yang berpotensi mengancam muka sebagai aturan umum dan nominalisasi merupakan jenis yang tidak memiliki data karena tidak relevan terhadap konteks di dalam debat. Kata Kunci: Kesantunan berbahasa, muka positif, muka negatif, debat presiden ABSTRACT Communication with politeness strategies greatly influences the comfort of speech between speakers and speech partners. This research focuses on realization with the aim of defining and describing positive and negative politeness strategies of candidates and vice presidents in the 2019 debate, which will later become a reference in society about the importance of language politeness among the younger generation. The type in this research is synchronic linguistic The data obtained from this study in the form of utterances that contain politeness strategies positive and negative faces between the candidates and the vice president accessed through the Youtube media site. Data collection instruments used were researchers with the help of stationery, data cards and conversation transcripts. Data analysis in this study used the Padan The results of the data analysis show that there is dominant data on positive face politeness strategies using types of solidarity markers and on the negative face types pay respect, this is because personal pronouns as a form of kinship and respect as forms of respect will often be found in formal events such as debates, whereas type on the positive face that is intensifying interest, showing understanding and attention, giving an offer or promise and giving reasons, as well as on the negative face type of speech that has the potential to threaten the face as a general rule and nominalization is a type that has no data because it is not relevant to the context in the Keywords: politeness, positive face, negative face, president debate Vol. No. Desember 2020 Diah Paramudhita Achmad1. Retnowaty2. Ari Musdolifah3 PENDAHULUAN Kesantunan komunikasi sangat mempengaruhi antara penutur dan mitra tutur. Pemahaman umum terhadap berbagai gagasan yang disampaikan penutur kepada mitra tuturnya tidaklah cukup. Dalam prinsip universal interaksi manusia, fenomena kesantunan merupakan bentuk natural dalam berbahasa di kehidupan sosial. Kehidupan sosial membuat kesantunan berbahasa dibutuhkan di mana saja, tidak peduli tingkat pendidikan dan ekonomi masyarakat yang kompleks dalam lingkungan tersebut. Kesantunan berbahasa yang biasa terjadi, menunjukkan adanya sikap nyata sejumlah prinsip dan norma yang berlaku khususnya dalam masyarakat Indonesia. Namun, tidak bisa dipungkiri tipe kesantunan berbahasa juga dapat dibatasi dengan adanya ikatan kekerabatan atau tempat terjadinya kesantunan berbahasa Oleh sebab itu, untuk mengetahui lebih dalam mengenai strategi ini dibutuhkan konsep wajah atau muka. Brown dan Levinson (Nadar, 2013, p. kesantunan berbahasa dapat dilakukan dengan strategi muka. Konsep muka adalah citra yang dimiliki semua orang untuk dijaga dan dipelihara olehnya agar tidak dapat direndahkan orang lain. Muka merupakan wujud pribadi seseorang dalam masyarakat atau lingkungannya. Muka disini mengacu pada makna sosial dan emosional yang dimiliki pribadi itu sendiri untuk diketahui orang lain. Manusia dengan muka tersebut dalam interaksi sosial sehari-hari, biasanya bertingkah laku dengan harapan dapat dihormati, diterima, dan memiliki nama Jika suatu saat muka seseorang mengandung suatu ancaman terhadap harapan-harapannya, maka seseorang itu akan melakukan tindak penyelamatan Vol. No. Desember 2020 Kompetensi Universitas Balikpapan Namun, jika orang lain yang akan menyelamatkan muka seseorang itu, maka orang lain dapat memperhatikan keinginan muka positif dan muka negatif seseorang itu terlebih dahulu. Muka positif adalah kebutuhan untuk dapat diakui, sedangkan muka negatif adalah keinginan untuk dapat melakukan atau memerintah. Muka positif dan negatif inilah yang sangat banyak ditemukan dalam debat. Debat merupakan kegiatan saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok dengan tujuan mencapai kemenangan untuk satu pihak. Dalam debat politik antar calon presiden dan wakil presiden, tujuannya adalah mencapai kemenangan untuk mengambil hati masyarakat Indonesia. Strategi kesantunan berbahasa pun menjadi hal utama yang dilakukan sang calon presiden dan wakil Dari acara debat presiden dan wakil presiden tersebut, masyarakat sebagai calon pemilih tentu melihat calon pemimpin dari cara berkomunikasi. Debat yang dilakukan pun tentu memberikan informasi bagaimana calon presiden menyampaikan visi misi, jawaban atas pertanyaan moderator atau lawan, serta menyanggah dan mengkritisi sebuah isu yang diangkat dalam acara debat. Kurangnya strategi kesantunan yang melibatkan muka positif dan negatif dan kesalahpahaman ini akan banyak terjadi baik dalam debat nonformal maupun formal sekalipun, seperti debat antar calon presiden dan wakil presiden. Debat politik antar calon presiden belakangan ini ditayangkan terbuka bagi masyarakat tak terkecuali dapat ditonton oleh kalangan pelajar/siswa. Penelitian mengenai kesantunan telah banyak dilakukan dengan teori-teori yang berbeda, misalnya penelitian milik Naibahas. Ratnawati. Retnowaty . Diah Paramudhita Achmad1. Retnowaty2. Ari Musdolifah3 menggunakan teori prinsip kesantunan berbahasa yang dipelopori oleh Leech (Rahardi. Teori maksim-maksim kesantunan agar pesan dapat tersampaikan dengan baik yang berbeda teori dengan penelitian ini. Penelitian yang sejalan dengan teori strategi kesantunan berbahasa telah dilakukan oleh Retnowaty . dan Saputry . Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian merasa perlu dilakukan untuk mengetahui strategi kesantunan berbahasa yang digunakan oleh calon presiden dan wakil presiden dalam berdebat dan nantinya bermanfat dalam edukasi kepada masyarakat luas bahkan khususnya pelajar atau mahasiswa mengenai debat sekaligus bentuk strategi kesantunan berbahasa yang digunakan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian linguistik sinkronis karena penelitian ini dilakukan dengan mengangkat fenomena debat calon presiden dan wakil presiden dengan kurun waktu di bulan Januari hingga Maret dalam momen pemilihan Sedangkan, pendekatan penelitian ini ialah dengan pendekatan pragmatik karena masalah yang diteliti merupakan teori linguistik pada tataran Penelitian ini menggunakan penelitian jenis deskriptif kualitatif karena penelitian ini mendeskripsikan data terkait dengan hasil yang mendalam pada sesi debat politik calon presiden dan wakil Sumber utama data penelitian ini adalah video yang telah diunduh di media Youtube dengan peristiwa debat calon presiden dan wakil presiden tahun 2019. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Padan. Dalam tahapan analisis data dari Vol. No. Desember 2020 Kompetensi Universitas Balikpapan metode padan ini, peneliti menggunakan teknik dasar dan teknik lanjutan. PEMBAHASAN Berdasarkan data yang diperoleh dalam penelitian, ditemukan strategi kesantunan baik strategi kesantunan terhadap muka positif maupun negatif yang terdapat dalam acara debat calon dan wakil presiden 2019 yaitu sebanyak 56 data. Adapun data strategi kesantunan terhadap muka positif antara lain melebihkan ketertarikan, pengakuan dan simpati kepada mitra tutur 5 data atau 8,9%, menggunakan penanda solidaritas dengan mitra tutur 14 data atau 25%, mencari persetujuan dengan mitra tutur 2 data atau 3,6%, menghindari perbedaan dengan mitra tutur 2 data atau 3,6%, menunjukkan kesamaan dengan mitra tutur 3 data atau 5,4%, menggunakan gurauan 1 data atau 1,8%, merangkul mitra tutur dalam kegiatan bersama 3 data atau 5,4%. Hasil dari penelitian juga menunjukkan adanya data strategi kesantunan terhadap muka negatif yaitu ungkapan secara tidak langsung 6 data atau 10,7%, bertanya 3 data atau 5,4%, bersikap pesimis 1 data atau 1,8%, meminimalkan beban 2 data atau3,6%, memberikan penghormatan 7 data atau 12,5%, meminta maaf 2 data atau 3,6%, impersonal bagi penutur dan mitra tutur 1 data atau 1,8% dan bersifat lugas tapi tidak diarahkan kepada mitra tutur 4 data atau 7,1%. Beberapa data yang sesuai dengan jenis strategi kesantunan berbahasa tersebut, peneliti juga menemukan bahwa terdapat beberapa jenis yang tidak terdapat dalam penelitian ini, yaitu diantaranya adalah dalam jenis strategi kesantunan muka positif antara lain memperhatikan apa mengintensifkan ketertarikan kepada lawan bicara, menunjukkan pengertian dan perhatian terhadap keinginan mitra tutur. Diah Paramudhita Achmad1. Retnowaty2. Ari Musdolifah3 menunjukkan sifat optimis, meminta atau resiprositas, memberikan hadiah bisa berupa barang, simpati, pengertian, atau kerja sama dengan mitra tutur. Beberapa jenis yang juga tidak terdapat dalam penelitian, yaitu strategi kesantunan terhadap muka negatif menyatakan tuturan yang berpotensi mengancam muka sebagai aturan umum Strategi Kesantunan Positif Strategi kesantunan berkaitan erat dengan konsep muka. Konsep muka menurut Brown dan Levinson (Nadar, 2013, p. merupakan citra diri yang diinginkan oleh setiap orang untuk dirinya. Muka positif mengacu kepada citra diri setiap orang yang mempunyai keinginan agar apa yang dimiliki , dilakukan, dan dipercayainya dihargai oleh orang lain. Melebihkan Ketertarikan. Pengakuan dan Simpati kepada Mitra Tutur Setiap orang pasti memiliki kelebihan dan keunggulan. Oleh karena itu, reputasi ini yang akan menjadi citra atau muka positif dari diri seseorang dan penutur yang memperhatikan kualitas yang dimiliki mitra tuturnya dianggap seseorang yang memiliki strategi kesantunan Berikut contoh datanya. Tuturan : Karena itu saya mengajak bersama-bersama mencari pemecahan masalah. Saya dilakukan oleh Pak Joko Widodo di bidang infrastruktur, beliau telah bekerja keras, namun namanya demokrasi saya menawarkan suatu strategi yang akan lebih cepet membawa kemakmuran dan keadilan bagi rakyat Indonesia. Konteks yang terdapat dalam tuturan ini adalah pada debat kedua. T selaku moderator memimpin acara debat dan Vol. No. Desember 2020 Kompetensi Universitas Balikpapan memberikan kesempatan kepada P untuk menyampaikan visi dan misi sebagai pembuka pendebat pertama. Visi dan misi disampaikan sebagai bentuk pengantar atas apa yang akan nanti didebatkan dan ditanggapi oleh lawan debat P yaitu J. Penyampaian visi dan misi yang disampaikan oleh P merupakan janji dan tawaran yang akan diberikan jika nanti P menjabat sebagai presiden. Penyampaian visi dan misi juga disampaikan penuh semangat dan serius. Dalam tuturannya. P menjaga muka positif mitra tuturnya yaitu J dengan mengacu pada citra diri terhadap hasil dari yang J lakukan serta perasaan dihargai. Strategi yang digunakan ialah strategi kesantunan terhadap muka positif dengan jenis melebihkan ketertarikan, pengakuan dan simpati kepada mitra tutur yang dimaksudkan kepada penutur J. Dalam penyampaian visi dan misi yang dilakukan oleh P, banyak mengandung anggapan bahwa Indonesia memiliki kekayaan namun kekayaan yang dimiliki itu tidak melainkan mengalir ke luar negeri. Penyampaian ini bisa mengancam muka positif J, oleh karena itu P menggunakan strategi kesantunan positif dengan memberikan pengakuan bahwa pada masa pemerintahan J telah bekerja keras dalam bidang infrastruktur sehingga P tidak mengancam muka positif, melainkan mencoba untuk memberikan pengakuan dengan menghargai usaha yang dilakukan Hal ini dibuktikan dengan kutipan pernyataan P yaitu AuSaya menghargai apa yang sudah dilakukan oleh Pak Joko WidodoAy. Menggunakan Penanda Solidaritas dengan Mitra Tutur Penggunaan kata persona sebagai penyebutan nama diri atau kelompok dalam bentuk kata tertentu akan melibatkan ikatan sosial dan emosional. Diah Paramudhita Achmad1. Retnowaty2. Ari Musdolifah3 Sistem sapa penyebutan nama terhadap mitra tutur akan memberikan penanda solidaritas antara penutur dan mitra tutur. Oleh karena itu, sebuah tuturan yang menggunakan penanda solidaritas dalam sebuah percakapan atau interaksi akan terdengar santun dan memiliki ikatan emosional yang akan menjaga muka positif mitra tuturnya. Tuturan : Dibawah Prabowo-Sandi hukum harus ditegakkan untuk rakyat kecil, kita harus menghadirkan kesejahteraan kepada mereka. Jangan hukum ini dipakai untuk memukul lawan tapi melindungi kawan. Kita pastikan hukum ini tegak lurus. Supermasi HAM harus kita pastikan Indonesia. Dibawah Prabowo-Sandi. HAM akan kita tegakkan dan ini harga mati buat kita, adil makmur bersama PrabowoSandi. Konteks pernyataan ini adalah I sebagai moderator membuka amplop yang berisi pertanyaan pertama mengenai topik HAM yang ditujukan oleh pasangan calon dan wakil presiden nomor urut 02 yaitu penutur P dan S. Pertanyaan yang diberikan penutur P dan S mengenai strategi yang akan digunakan dalam menghadapi masalah HAM. P selaku calon presiden menjawab terlebih dahulu lalu ditambahkan oleh S sebagai pasangan debatnya. Pertama. P menyampaikan bahwa kepala negara sebagai kepala pemerintahan yang Kedua, melanjutkan jawaban dengan waktu yang S menyebutkan salah satu kisah masyarakat dalam kunjungannya serta menyebutkan janji kepastian hukum yang akan dihadirkan jika mereka terpilih menjadi calon dan wakil presiden. Tuturan S tersebut menggunakan strategi kesantunan muka positif yaitu citra Vol. No. Desember 2020 Kompetensi Universitas Balikpapan diri yang ingin diterima dan diperlakukan sebagai anggota sebuah tim yaitu tim berdua mereka sebagai calon dan wakil Strategi yang digunakan untuk muka positif ini adalah dengan menggunakan penanda solidaritas dengan mitra tutur. Dalam penyampaian lanjutan untuk menambahkan jawaban kepada moderator serta penonton saat itu, penutur S menggunakan penanda solidaritas Prabowo-Sandi Strategi ini dilakukan S dengan menunjukkan sikap solidaritas kepada mitra tuturnya yaitu P sebagai tim dalam menghadapi tantangan atau pekerjaan yang dilakukan, sehingga P merasa bahwa setiap tindakan dilakukan bersama sebagai tim dengan solidaritas yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dalam tuturan AuDi bawah Prabowo-Sandi. HAM akan kita tegakkan dan ini harga mati buat kita, adil makmur bersama PrabowoSandiAy. Menghindari Perbedaan dengan Lawan Bicara Tuturan kesepakatan terhadap mitra tutur, juga termasuk strategi kesantunan muka positif karena dengan mencari kesepakatan dengan menghindari perbedaan, penutur menunjukkan sikap keterbukaan terhadap pendapat mitra tutur. Sehingga, tidak mengancam muka positif mitra tutur terhadap hal yang ingin dilakukan. Tuturan : Baik, terima kasih. Kok saya tidak melihat perbedaan, karenaA karena memang pemerintah yang bertanggung jawab untuk melaksanakan penyelerasan dan juga untuk melakukan perbaikan kemudian juga menghasilkan produk-produk itu, ini tugas pemerintah. Pemerintah adalah presiden adalah chief law and forcement officer adalah penangung jawab, pelaksana dan penegakan Itu tanggung jawab presiden. Diah Paramudhita Achmad1. Retnowaty2. Ari Musdolifah3 Konteks yang terdapat dalam tuturan di atas adalah saat I membatasi jawaban S tentang regulasi hukum Indonesia. I mempersilahkan kepada paslon 01 untuk Namun, ternyata tanggapan dari J sebagai paslon 01 berbeda dengan jawaban yang diberikan oleh S J memberikan tanggapan mengenai ketidaksetujuannya terhadap S dan memanfaatkan waktu yang ada hingga I kembali melempar kesempatan kepada P untuk menanggapi. Dalam tuturan tersebut. P menjaga muka positif mitra tuturnya dengan mengacu pada citra diri diakui oleh orang lain agar dapat menyenangkan hati. Tuturan yang dilakukan oleh P tersebut mengandung strategi kesantunan muka positif yaitu menghindari perbedaan dengan mitra tuturnya J. Untuk menjaga muka positif J tentang bagaimana peran seorang presiden dalam mengatur regulasi yang berlaku, penutur P menghindari perbedaan tujuan yang ingin dilakukan dengan menyebutkan bahwa penutur P dan J telah berpikir dan mempunyai tujuan yang sama. Menggunakan Gurauan Sebuah perkataan atau tuturan akan menjadi santun apabila penutur mencoba memberikan gurauan di dalam tuturannya baik tuturan itu berupa permintaan maupun sindiran dan lain sebagainya. Hal ini disebabkan oleh kemampuan gurauan dalam menurunkan tingkat ancaman muka mitra tutur. Strategi kesantunan muka positif yang mengandung gurauan dapat dilihat dengan contoh berikut. Tuturan : Saya bukan gerindra lagi Pak, gak bisa jawab Pak. Kecuali Bapak angkat lagi Pak. Konteks yang terjadi dalam tuturan di atas adalah pada kesempatan memberikan pertanyaan kepada lawan debat, penutur J menyampaikan pertanyaan kepada P mengenai pemberdayaan perempuan. Saat Vol. No. Desember 2020 Kompetensi Universitas Balikpapan itu P menjawab pertanyaan dengan berbagai hal-hal yang penting dan juga dalam menjawabnya, ada keikutsertaan S selaku pendamping debat P saat itu. Namun, dalam dialog tersebut ternyata terdapat gurauan yang diberikan oleh S menjawab pertanyaan yang cukup serius. Tuturan yang terjadi pada saat itu, merupakan wujud dari penutur S dalam menjaga muka positif dari mitra tuturnya Muka positif yang dijaga oleh S merupakan citra diri yang dapat menyenangkan orang lain. Tuturan tersebut mengandung strategi kesantunan muka positif karena S bertutur dengan Jawaban penutur P saat menjawab sangat tegas dan lugas serta Namun saat waktu menjawab masih ada, gimik dari P mempersilahkan S untuk menambahkan jawaban. Saat debat berlangsung suasana tegang, sehingga penutur P lupa bahwa teman debatnya yaitu penutur S tidak bisa menjawab karena tidak termasuk ke dalam ranah lingkup partai yang dipimpin P. Penutur S kemudian memberikan gurauan kepada P agar suasana sedikit menjadi cair dan menjaga muka positif P karena lupa dengan hal tersebut. Merangkul Lawan Bicara dalam Kegiatan Bersama Tuturan yang mengandung strategi merangkul lawan bicara atau mitra tuturnya dalam kegiatan atau percakapan bersama apabila penutur melibatkan mitra tutur dalam sebuah aktivitas atau Tuturan : Karena menurut saya, hukum adalah bagaimana negara ini bisa melindungi rakyatnya, hukumu juga tidak tebang pilih, dan hukum betul-betul bisa memberikan rasa tenteram rasa nyaman kepada seluruh Diah Paramudhita Achmad1. Retnowaty2. Ari Musdolifah3 rakyat Indonesia. Pak Kiai saya persilahkan untuk menambahkan. Konteks yang terdapat dalam tuturan berupa dialog tersebut adalah dengan adanya calon dan wakil presiden nomor urut 1 yaitu penutur J dan M mendapat giliran dalam menyampaikan jawaban yang diberikan oleh lawan debatnya yaitu penutur S mengenai UKM yang belum pasti kepastian hukumnya. Setelah S bertanya, penutur J dan M secara bergantian menjawab. Tuturan tersebut menjelaskan bahwa terdapat ungkapan oleh J yang sedang menjaga muka positif dari mitra tuturnya. Muka positif yang dijaga oleh J merupakan citra diri dari mitra tutur yang ingin dianggap memiliki peran pada saat Penutur J menyampaikan jawaban-jawabannya dengan programprogram yang akan dilakukan, setelah itu J memberikan kesempatan secara langsung kepada teman debatnya yaitu untuk menambahkan penyampaian atau hal-hal yang ingin disampaikan oleh M. Penutur J menunjukkan sikap santun dalam bertutur dengan menjaga muka positif penutur M menyampaikan pendapat dan tambahan argumentasi sebagai sebuah tim agar apa yang menjadi visi dan misi dilakukan bersama-sama. Strategi Kesantunan Negatif Strategi kesantunan berkaitan erat dengan konsep muka. Konsep muka menurut Brown dan Levinson (Nadar, 2013, p. merupakan citra diri yang diinginkan oleh setiap orang untuk dirinya. Muka negatif kebutuhan seseorang untuk merdeka, memiliki kebebasan bertindak dan tidak tertekan oleh pihak lain. Ungkapan Secara Tidak Langsung Strategi mengungkapkan sesuatu secara tidak langsung sangat efektif mengandung ancaman muka negative Vol. No. Desember 2020 Kompetensi Universitas Balikpapan mitra tutur. Strategi ini akan mengubah tuturan berjenis lain walau memiliki makna yang sama. Tuturan : YaA jadi kalo kami menilai bahwa perlu ada langkah-langkah yang lebih konkrit, praktis dan segera. Sebagai contoh, bagaimana bisa seorang gubernur gajinya hanya delapan juta kemudian dia mengelola provinsi umpamanya Jawa Tengah yang lebih besar dari Malaysia dengan APBD yang begitu besar. Konteks yang terdapat dalam tuturan tersebut adalah pada debat pertama . I selaku moderator memimpin acara debat dan membuka kembali debat dengan tema yang berbeda yaitu tema korupsi dan Pada kesempatan kali ini, paslon 01 yaitu J dan M mendapat giliran pertama untuk menjawab pertanyaan yang ada di amplop dan kemudian jawaban mereka langsung akan ditanggapi oleh paslon 02 yaitu P dan S. Jawaban yang diberikan J menjelaskan bahwa rekruitmen pejabat sebagai bentuk awal adanya korupsi sudah diperkecil dengan sistem yang terbuka dan akuntable. Sedangkan. P melalui tanggapannya memberikan saran atas langkah yang lain. Seorang penutur P dalam tuturannya sedang menjaga muka negatif dari mitra tuturnya yaitu J. muka negatif yang sedang dijaga ialah citra diri yang tidak ingin Strategi yang digunakan ialah strategi kesantunan terhadap muka negatif dengan jenis ungkapan secara tidak langsung yang dimaksudkan kepada penutur J. P menggunakan strategi kesantunan negatif dengan memberikan ungkapan secara tidak langsung mengenai pendapatan seorang gubernur dan harus mengolah dana yang begitu besar. Hal itu P ungkapkan karena hal tersebut akan menjadi alasan bagaimana seorang pejabat melakukan korupsi dan nepotisme. Diah Paramudhita Achmad1. Retnowaty2. Ari Musdolifah3 Namun, mengenai fakta tersebut P menggunakan ungkapan tidak langsung untuk menjaga muka negatif dari lawan bicaranya yang juga merupakan kepala negara pemerintahan saat itu yaitu mitra tuturnya J. Bertanya Cara lain yang dapat digunakan untuk mengurangi beban yang akan diberikan kepada mitra tutur adalah menggunakan Dengan pertanyaan penutur memberikan kesempatan kepada mitra tutur untuk menolak atau menerima beban tersebut, walau penutur sifatnya memaksa namun akan menjaga muka negatif mitra Tuturan : Kami ingin bertanya bahwa Bapak kan sudah memerintah selama empat tahun lebih, yang kita masyarakat bahwa kadang-kadang aparat itu berat sebelah. Sebagai contoh, kalau ada kepala daerah gubernur-gubernur yang mendukung paslon 01 itu menyatakan dukungan tidak papa, tapi ada kepala desa di Jawa Timur menyatakan dukungan kepada kami, sekarang ditahan Pak. Konteks yang terdapat dalam tuturan tersebut ialah di dalam debat pertama terdapat tema yang membahas tentang HAM. Dimana dalam tema ini, mengangkat sebuah pertentangan antara penegakan hukum yang ada kaitannya dengan isu HAM bagi pelanggar hukum. Pertanyaan berkaitan dengan hal tersebut dijawab oleh J, yang kemudian ditanggapi oleh P selaku lawan tutur serta lawan Dalam mengungkapkan bahwa penutur P sedang melakukan strategi kesantunan berbahasa dengan menjaga muka negatif dari mitra tuturnya yaitu J. Muka negatif yang ingin dijaga oleh P adalah citra diri yang tidak Vol. No. Desember 2020 Kompetensi Universitas Balikpapan ingin tertekan. Strategi yang digunakan ialah strategi kesantunan terhadap muka negatif dengan jenis bertanya. menggunakan strategi kesantunan negatif dengan memberikan pertanyaan dengan maksud bahwa pertanyaannya tersebut mengandung arti sebagai umpan dari kalimat yang disampaikan setelahnya. menggunakan pertanyaan untuk menjaga muka negatif dari lawan bicaranya dengan membuka fakta secara halus dengan pertanyaan walaupun pertanyaan tersebut tidak dijawab, sehingga lawan tuturnya tidak secara jelas terpojokan. Bersikap Pesimis Sikap pesimis dalam strategi ini sebenarnya adalah sikap pura-pura pesimis seorang penutur kepada mitra tuturnya. Strategi ini merupakan tindakan untuk menetralkan yang dikehendaki oleh penutur agar tindakan yang dikehendaki. Berikut contohnya. Tuturan : Memang, kita masih memiliki beban pelanggaran HAM berat masa lalu, tidak mudah menyelesaikannya karena masalah pembuktian dan waktu yang terlalu Harusnya ini sudah selesai setelah peristiwa itu terjadi, tapi kami menyelesaikan masalah HAM ini dan untuk menjamin hak-hak tersebut, negara harus didukung oleh sistem hukum yang adil dan penegakan supermasi hukum yang baik melalui penguatan sistem managemen hukum yang baik dan budaya taat hukum harus terus kita perbaiki. Konteks yang terdapat dalam tuturan tersebut adalah dalam debat pertama yang dilakukan pada tanggal 17 Januari 2019 dibuka dengan penyampaian masing- Diah Paramudhita Achmad1. Retnowaty2. Ari Musdolifah3 masing paslon yaitu paslon 01 penutur J dan M, serta paslon 02 yaitu P dan S. kesempatan pertama untuk menyampaikan visi dan misi, diberikan kepada paslon 01 yaitu J. Setelah diberikan kesempatan, kemudian J menyampaikan visi dan misi dengan tenang dan berwibawa. Dalam penyampaian visi dan misi. J menyebutkan bahwa adanya fakta mengenai banyak hal yang harus dilakukan. Dalam tuturannya. J menggunakan strategi kesantunan untuk menjaga muka negatif dari mitra tuturnya. Muka negatif yang sedang dijaga oleh J adalah citra diri kebutuhan untuk merdeka. Muka dengan citra diri ini dilakukan karena kepesimisan tersebut juga J harapkan sebagai tugas yang nantinya dia akan lakukan tanpa tuntutan yang diberikan kepada lawan Strategi yang digunakan ialah strategi kesantunan terhadap muka negatif dengan bersifat pesimis. J menggunakan strategi kesantunan negatif dengan memberikan pernyataan mengenai fakta banyaknya masalah yang masih harus diperbaiki sebagai bentuk kepesimisan. Namun. P menggunakan sikap pesimis tersebut untuk menjaga muka negatif dari lawan bicara serta debat sebagai wujud rendah hati mengakui kekurangan yang ada namun menyadari hal itulah yang menjadi usaha yang akan dilakukan. Meminimalkan Beban Semakin berat beban yang hendak diberikan kepada mitra tutur akan semakin jatuh muka negatifnya. Penutur yang memahami kondisi akan berusaha mencari cara mengurangi beban dengan pemilihan kosa kata yang memiliki makna yang sama namun memiliki kesan yang berbeda. Tuturan : Kami tidak punya potongan diktaktor atau otoriter, kami tidak punya rekam jejak melanggar HAM, kami tidak punya rekam jejak melakukan kekerasan, kami juga tidak punya rekam jejak masalah korupsi. Vol. No. Desember 2020 Kompetensi Universitas Balikpapan Jokowi-Amin jabatan dan reputasi dan akan kami gunakan semua kewenangan yang kami miliki untuk perbaikan bangsa Terima kasih. Konteks yang terdapat dalam tuturan tersebut adalah pada sesi akhir debat pertama, kedua paslon 01 dan 02 diberikan kesempatan menyampaikan pernyataan Kesempatan pertama diberikan oleh paslon 01 yang saat itu diwakilkan oleh J. J menyampaikan pesan atau pernyataan penutup dengan tegas dan Dalam tuturannya. J menjaga muka negatif dari mitra tuturnya M dengan citra diri tidak dipaksakan kehendaknya. Strategi yang digunakan ialah strategi kesantunan terhadap muka negatif dengan meminimalkan beban. J menggunakan strategi kesantunan negatif dengan meminimalkan beban dengan mengganti kosa kata yang ambisius dengan kosa kata yang dapat menarik simpati audiens saat itu, sehingga mitra tutur yang menjadi lawan debatnya saat itu tidak merasa menjadi beban. J menggunakan kosa kata tersebut untuk menjaga muka negatif dari lawan bicara sebagai sikap yang sopan dan Memberikan Penghormatan Menempatkan mitra tutur pada posisi yang pantas mendapatkan penghormatan dapat mengurangi beban yang diberikan Sebagai contoh berikut. Tuturan : Yang saya hormati, pimpinan KPU dan Bawaslu. Yang saya hormati. Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Sandiaga Uno, kawan baik saya. Konteks yang terdapat dalam tuturan tersebut adalah Pembukaan debat pertama, moderator memberikan kesempatan untuk para paslon yaitu J dan M serta P dan S untuk menyampaikan visi dan misi. Diah Paramudhita Achmad1. Retnowaty2. Ari Musdolifah3 Penyampaian visi dan misi dimulai kepada pasangan J dan M. Dalam tuturannya. J menjaga muka negatif dari lawan debatnya yaitu P dan S dengan citra diri tidak ingin tertekan oleh orang lain. Strategi yang digunakan ialah strategi kesantunan terhadap muka negatif dengan memberikan penghormatan. menggunakan strategi kesantunan negatif dengan memberikan penghormatan kepada lawan tutur yang sekaligus menjadi lawan debat untuk meminimalkan beban perseturuan diantara mereka yang pada saat itu akan beradu argumen. Meminta Maaf Memberikan sebuah permohonan atau permintaan maaf mempunyai efek meminimalkan bobot beban kepada mitra Permintaan maaf memiliki fokus kepada penutur sebagai pihak yang memiliki kesalahan sehingga terkesan merendahkan diri agar mitra tutur tidak merasa dijatuhkan muka negatifnya. Tuturan : Mohon maaf Pak Prabowo, jadi yang saya maksud tadi adalah mantan koruptor atau mantan napi korupsi yang Bapak calonkan sebagai Itu ada. ICW memberikan data itu jelas sekali, ada enam yang Bapak calonkan dan yang tanda tangan dalam pencalegan itu adalah ketua umumnya dan sekjen. Artinya Bapak tanda tangan. Konteks yang terdapat dalam tuturan di atas adalah ditengah-tengah masih berlangsungnya debat suasana menjadi panas dan tegang. Hal ini disebabkan karena pertanyaan J yang diajukan kepada P mengenai koruptor yang ada di deretan anggota partai yang diketuai oleh P. menanggapi pertanyaan tersebut dengan tegas untuk pertanyaan itu bisa dicek jawaban dan kebenarannya. Namun, ternyata setelah J diberi kesempatan untuk menanngapi. J menyatakan bahwa P telah Vol. No. Desember 2020 Kompetensi Universitas Balikpapan salah paham atas pertanyaannya sehingga J meminta maaf. Tuturan yang dilakukan oleh J merupakan strategi dalam menjaga muka negatif P. Muka negatif yang dijaga saat itu merupakan citra diri yang tidak ingin ditekan oleh orang lain. Strategi yang digunakan ialah strategi kesantunan terhadap muka negatif dengan meminta J menggunakan strategi kesantunan negatif dengan meminta maaf kepada lawan tutur yang sekaligus menjadi lawan meminimalkan beban perseturuan diantara mereka yang pada saat itu tanggap menyampaikan pertanyaan yang membuat P salah paham tentang koruptor yang ada di partainya, muka negatif P akan jatuh, sehingga J menggunakan kata maaf untuk meminimalisir bobot beban kepada P disertai dengan penjelasan kesalah pahaman yang terjadi. Impersonal bagi Penutur dan Mitra Tutur Impersonal bagi penutur merupakan strategi kesantunan yang memiliki maksud dengan tidak secara langsung mengenai mitra tutur atau pribadi agar dapat meringankan beban terhadap mitra tutur . Tuturan tersebut akan tergambar sebagai Tuturan : Ini bisa dianggap adalah koalisi kerjasama antara pejabatpejabat perusahaan-perusahaan perusahaanperusahaan swasta meninggalkan seperti tadi, lubang-lubang tidak ditutup, ya akhirnya dia lolos, dia tidak akan dikejar dan tidak akan Konteks yang terdapat dalam tuturan tersebut adalah debat kedua antara calon presiden J dan P, diadakan tanyangan video untuk membangun visualisasi Diah Paramudhita Achmad1. Retnowaty2. Ari Musdolifah3 pertanyaan yang diberikan oleh panelis. Salah satu video yang ditayangkan adalah permasalahan lubang tambang yang belum Pertanyaan tersebut diajukan kepada P dan diminta untuk menjawab dengan solusi permasalahan yang efektif. Tuturan yang dilakukan oleh P merupakan strategi dalam menjaga muka negatif J. Muka negatif yang dijaga saat itu merupakan citra diri yang tidak ingin ditekan oleh orang lain. Strategi yang digunakan oleh P ialah strategi kesantunan terhadap muka negatif dengan impersonal dari penutur dan mitra tutur. menggunakan strategi kesantunan negatif dengan impersonal dari penutur dan mitra tutur untuk tidak secara spesifik menunjuk bahwa pejabat-pejabat yang membantu terjadinya pencemaran oleh lubang tambang ini merupakan bawahan dari J. menggunakan frasa pejabat pemerintahan untuk meminimalisir bobot beban J karena beliau merupakan kepala pemerintahan yang secara prosedural memberikan ijin kepada pejabat-pejabat bawahannya untuk bekerjasama dengan perusahaan swasta yang tidak bertanggung jawab. Bersifat Lugas Tapi Tidak Diarahkan kepada Mitra Tutur Cara lain untuk melakukan strategi kesantunan dengan menyindir atau bicara nyinyir dapat menggunakan cara bicara yang lugas namun tidak diarahkkan langsung kepada mitra tutur, sehingga tidak secara langsung menjatuhkan muka negatif mitra tuturnya. Tuturan : Kalau kita pelajari dan kalau kita lihat sekarang, dalam laporan-laporan bank dunia yang terakhir-akhir justru mengatakan bahwa hampir tidak kelihatan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi kita secara real daripada pembangunan infrastruktur-infrastruktur dianggap tidak efisien tidak sesuai Vol. No. Desember 2020 Kompetensi Universitas Balikpapan dengan proses-proses yang tertib. Terima kasih. Konteks yang terdapat dalam tuturan tersebut adalah Tema infrastruktur di debat kedua calon presiden yaitu J dan P telah Data-data yang diberikan oleh masing-masing calon presidenpun dikatakan dengan tegas dan lugas, termasuk konflik-konflik yang terjadi. Pada saat J menjawab pertanyaan berkaitan dengan infrastruktur jalan, kemudian P diberikan kesempatan untuk Dalam tanggapannya. P memberikan informasi bahwa infrastruktur yang telah dibangun tidak memiliki dampak yang nyata untuk perekonomian Indonesia. hal tersebut P katakan karena itu merupakan hasil kinerja dari J selama menjadi presiden saat itu. Tuturan yang dilakukan oleh P merupakan strategi dalam menjaga muka negatif J. Muka negatif yang dijaga saat itu merupakan citra diri yang tidak ingin ditekan oleh orang lain. Strategi yang digunakan ialah strategi kesantunan terhadap muka negatif dengan bersifat lugas tapi tidak diarahkan kepada mitra P menggunakan strategi kesantunan negatif untuk menyadarkan dengan lugas namun tidak menyebutkan keterlibatan mitra tutur J. Dalam dialog kali ini. P hanya menyebutkan data yang dia berikan secara tidak langsung sedang mengkritik kinerja yang sudah ada yaitu kinerja dari J. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian tentang strategi kesantunan berbahasa dalam acara debat calon dan wakil presiden 2019 , dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Pada acara debat calon dan wakil presiden 2019 terdapat banyak strategi kesantunan berbahasa yang digunakan. Realisasi penggunaan strategi kesantunan berbahasa yaitu strategi kesantunan muka Diah Paramudhita Achmad1. Retnowaty2. Ari Musdolifah3 positif yang diantaranya dengan jenis melebihkan ketertarikan, pengakuan dan simpati kepada mitra tutur, menggunakan penanda solidaritas dengan mitra tutur, mencari persetujuan dengan mitra tutur, menghindari perbedaan dengan mitra tutur, menunjukkan kesamaan dengan mitra tutur, menggunakan gurauan, merangkul mitra tutur dalam kegiatan Hasil analisis data menunjukkan hasil yang dominan adalah jenis Menggunakan Penanda Solidaritas dengan Mitra Tutur yaitu 14 data atau 46,7%. Hal ini berdasarkan hasil penelitian karena, merupakan penggunaan kata ganti persona yang secara pragmatis dapat menjaga muka positif mitra tutur dengan sistem kekerabatan dalam sebuah interaksi. Penggunaan penanda solidaritas juga dapat dijadikan sebagai sistem sapa yang efektif untuk menunjukkan solidaritas ikatan sosial dan emosi penutur dan mitra Sedangkan, hasil analisis data menunjukkan jenis yang tidak terdapat mengintensifkan ketertarikan kepada lawan bicara, menunjukkan pengertian dan perhatian terhadap keinginan lawan bicara, memberikan penawaran dan janji kepada mitra tutur, serta memberikan atau meminta alasan yaitu masing-masing jenis tersebut yaitu 0% atau 0 data. Hal ini hal-hal menunjukkan ketertarikan, pengertian, perhatian, dan janji tidak digunakan untuk menjaga muka positif pada acara debat. Data yang didapatkan dari hasil penelitian dengan strategi kesantunan negatif yaitu dengan jenis ungkapan secara tidak langsung, bertanya, bersikap pesimis, penghormatan, meminta maaf, impersonal bagi penutur dan mitra tutur dan bersifat lugas tapi tidak diarahkan kepada mitra Vol. No. Desember 2020 Kompetensi Universitas Balikpapan Hasil analisis data menunjukkan bahwa data yang paling dominan adalah jenis memberikan penghormatan yaitu 7 data atau 26,9%. Hal ini dikarenakan hasil penelitian ini adalah sebuah acara debat calon dan wakil presiden, dimana acara tersebut merupakan acara formal yang dihadiri banyak tamu-tamu atau tokoh Berkaitan dengan acara yang kesantunan terhadap muka negatif dengan merupakan hal yang penting. Para penutur merupakan sosok yang akan dilihat etika berbicara dan sikap santunnya yaitu salah satunya berdebat dengan mendudukan mitra tutur atau lawan debatnya pada posisi yang pantas dan terhormat. Sedangkan, menunjukkan jenis yang tidak terdapat dalam penelitian adalah jenis menyatakan tuturan yang berpotensi mengancam muka sebagai aturan umum dan menyatakan dalam bentuk nominalisasi yaitu masingmasing jenis tersebut yaitu 0% atau 0 data. Hal ini dapat dikarenakan karena jenis menyatakan tuturan yang berpotensi mengancam muka sebagai aturan umum kesantunan untuk menjaga muka negatif bagi mitra tutur yang banyak atau sejenis mitra tutur di sebuah ruang rapat dan bukan di acara debat. DAFTAR PUSTAKA