Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 DIVERSIFIKASI ATRAKSI GOA SELARONG SEBAGAI DESTINASI WISATA PILGRIM TANAH MATARAM GUWOSARI YOGYAKARTA Aguk Irawan 1. Siti Noor Aini 2. Halim Ahmad 3*. Hesti Purwaningrum 4 SEKOLAH TINGGI PARIWISATA AMBARRUKMO YOGYAKARTA aguk@stipram. ainoen@stipram. halimahmad@stipram. id 3* hesti@stipram. Abstract Article 31 of Law Number 13 of 2012 respecting the Special Status of the Special Region of Yogyakarta contains provisions pertaining to cultural preservation and development initiatives, one of which is the growth of culture-based tourism. Selarong Cave, located in Guwosari Village, is strongly linked to Prince Diponegoro's battle. These cultural and historical artifacts have the potential to be transformed into a tourist destination that is packaged as a pilgrimage tourism Finding the potential and preparedness of supporting infrastructure for the growth of pilgrimage tourism in Tanah Mataram Guwosari Village is the goal of this study. This study employs a qualitative research methodology, and its findings are presented in a descriptive The government, the community, tourists, and tourism management components are among the research participants. Because of the Selarong Cave object's religious and symbolic value, authenticity, historical and cultural appeal, and highly capable natural environmental support, the research findings suggest that pilgrimage tourism may be a viable alternative for sustaining the fervor of tourism activities. It is necessary to upgrade the facilities for pilgrimage tourism-specific activities. Keywords: Diversification, pilgrim. Selarong. Guwosari. PENDAHULUAN wisatawan mancanegara sepanjang tahun Daerah Istimewa (D. I) Yogyakarta Yogyakarta merupakan salah satu episentrum pariwisata berkualitas, tetapi juga menawarkan atraksi dipublikasikan oleh Kementerian Pariwisata budaya yang kuat dengan citra otentisitas. menunjukkan angka kunjungan wisatawan Status keistimewaan yang dimiliki oleh nusantara ke D. Yogyakarta sebanyak Yogyakarta sangat berkaitan erat dengan faktor budaya. Undang-undang Nomor 13 terbanyak ke-7 skala nasional, serta 58. Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Indonesia. Data Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Istimewa Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 Yogyakarta narasi cerita tersebut belum mampu digarap dengan optimal sehingga aktivitas wisata di pemeliharaan dan pengembangan hasil cipta. Goa Selarong masih belum mendatangkan rasa, karsa, dan karya yang berupa nilai-nilai, manfaat yang maksimal untuk masyarakat. pengetahuan, norma, adat istiadat, benda. Oleh seni, dan tradisi luhur, dengan salah satunya atraktivitas wisata yang ada di Goa Selarong perlu dilakukan, terutama potensinya untuk Pasal pariwisata berbasis budaya. pengembangan wisata pilgrim. Pengembangan wisata budaya di Yogyakarta meliputi berbagai tema utama METODE PENELITIAN seperti situs sejarah, situs budaya, museum Desain Penelitian dan seni, desa budaya, serta pertunjukan dan Data Pemerintah Provinsi Yogyakarta dilakukan dengan menghasilkan data-data memuat lebih dari 30 objek wisata berbasis tertulis dan lisan dari orang-orang dan pelaku budaya yang ada di wilayah Yogyakarta. yang diamati (Wardiyanta, 2. Lokasi Diantara objek wisata budaya tersebut salah penelitian berada di Kalurahan Guwosari, satunya adalah Goa Selarong yang berada Kecamatan Pajangan. Kabupaten Bantul. Kalurahan Guwosari. Kecamatan Pajangan. Penentuan Kabupaten Bantul. Selarong Goa Penelitian pertimbangan aspek potensialitas lokasi. wisata yang dirintis pengelolaannya oleh Potensi Goa Selarong yang Sumber dan Jenis Data dianggap besar pada akhirnya membuat Sumber data dalam penelitian ini pemerintah turut terlibat dalam upaya digolongkan menjadi data primer dan data pengelolaannya agar bisa lebih berkembang. Data primer adalah informasi asli Potensialitas Goa Selarong tercermin dari yang diperoleh dari sumber pertama data narasi sejarah yang terkait dengan peristiwa utama (Moleong, 2. Pengambilan data Perang Jawa tahun 1785 sampai dengan primer dalam penelitian ini dilakukan melalui tahun 1855 yang dimotori oleh Pangeran teknik wawancara kepada para narasumber. Diponegoro. Namun demikian, kuatnya Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 yang dalam penelitian ini akan diambil dari Kepala Kalurahan Guwosari. Informasi dari narasumber Pengelola wisata pemerintah sangat penting untuk melihat Penentuan narasumber dari sumber dukungan dari pemerintah terhadap pengelola wisata dilakukan dengan pengembangan wisata di Goa Selarong saat ini maupun agenda mendatang. Narasumber dari unsur ini Wisatawan adalah ketua pengelola wisata. Informasi Penentuan yang didapatkan dari pengelola wisata sampling, yang dilakukan berdasarkan kondisi kegiatan wisata di Goa Selarong saat ini, serta arah pengembangannya informasi dari narasumber wisatawan dilakukan pada tengah pekan dan akhir Masyarakat pekan agar informasi yang didapatkan Penentuan Informasi masyarakat dilakukan dengan metode mengetahui aspirasi wisatawan pada dipilih berdasarkan rekomendasi dari pengembangan Goa Selarong kedepan. narasumber sebelumnya, dan berakhir Sedangkan data sekunder diperoleh manakala data yang didapatkan dianggap dari dokumen-dokumen pendukung yang sudah mencukupi. Narasumber awal dari Narasumber Penggalian unsur masyarakat dipilih adalah tokoh masyarakat setempat. Informasi dari Analisis Data Data dianalisis menggunakan teknik menemukan nilai-nilai historis, filosofis, analisis interaktif, dengan tiga komponen maupun cerita-cerita lainnya seputar Goa utama yang meliputi reduksi data, sajian data. Selarong sebagai penguat atraktivitas. dan verifikasi data. Pemerintah Penentuan Penyajian Data Data yang telah dianalisis kemudian dilakukan dengan metode purposive. disajikan secara deskriptif, yaitu dalam Narasumber bentuk cerita yang mengalir. Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Kalurahan Guwosari dibentuk dari Gambaran Umum Kalurahan Guwosari penggabungan 2 desa yaitu Desa Selarong Guwosari merupakan kalurahan yang dan Desa Iroyudan, berdasarkan perintah menjadi bagian dari administratif Kecamatan Gubernur D. Yogyakarta pada bulan Pajangan. Kabupaten Bantul. Provinsi D. Oktober tahun 1947. Guwosari merupakan Yogyakarta. Secara geografis. Kalurahan penamaan wilayah yang ada di sekitar Goa Guwosari memiliki luas wilayah 830,011 ha Selarong yang menjadi icon di daerah dengan wilayahnya didominasi oleh area tersebut, sehingga diadopsi sebagai nama perbukitan sebesar 70%, dan 89,8% tanahnya kalurahan yang baru terbentuk tersebut. merupakan tanah kering, dengan hanya 7,7% Wilayah Kalurahan Guwosari diklasterisasi persawahan (Raharjo dkk, 2. Kalurahan karakteristiknya, yaitu kawasan pertanian. Guwosari Kalurahan Bangunjiwo. Kapanewon Kasihan kerajinan, kawasan wisata kuliner ingkung, dan kawasan peternakan (Aminah dan Kalurahan Wijirejo. Kapanewon Pandak di sebelah selatan. Nasution. Kalurahan Kapanewon memiliki ragam potensi ekonomi pada Pajangan di sisi barat, dan Kalurahan berbagai sektor, meliputi sektor pariwisata. Ringinharjo Bantul, sektor pertanian, sektor peternakan, sektor Kapanewon Bantul pada sisi timur (Annisa perikanan, dan industri kecil (Annisa dan dan Maula, 2. Kalurahan Guwosari Maula, 2. Kalurahan Guwosari memiliki memiliki 15 wilayah padukuhan yakni Dukuh Kembangputihan. Dukuh Kentolan pengembangan sektor pariwisata mengingat Lor. Dukuh bentang alam geografisnya yang menarik. Gandekan. Dukuh Dukuh. Dukuh Iroyudan, juga menyimpan narasi sejarah peninggalan Dukuh Kadisono. Dukuh Kembanggede. Dukuh Karangber. Dukuh Santan. Dukuh peninggalan kolonial yang belum cukup Kalakijo. Dukuh Kedung. Dukuh Bungsing, tereksplorasi (Perdana dkk, 2. Dukuh Sendangsari. Kalurahan Kentolan Kidul. Dukuh Watugedug, dan Dukuh Pringgading (Prawita dan Jayanti, 2. (Hindu Kalurahan Ae Buddh. Guwosari Pada tahun 2024 Desa Guwosari ditetapkan sebagai Desa Budaya berdasarkan ketetapan dari Gubernur D. Yogyakarta. Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 Desa budaya merupakan bentuk konkrit dari Kalurahan Guwosari pelestarian aset budaya, sebagai wahana bagi Kelompok Sadar komunitas masyarakat yang melakukan Namun aktivitas budaya sebagai ekspresi atas sistem Pemerintah Kabupaten Bantul mengambil kepercayaan . , sistem kesenian, sistem alih pengelolaan wisata di Goa Selarong agar mata pencaharian, sistem teknologi, sistem Wisata (Pokdarwi. Pengambilalih-kelolaan lingkungan, tata ruang, dan arsitektur melalui tersebut tidak serta merta menyingkirkan aktualisasi kekayaan potensi budaya serta peran masyarakat, karena pemerintah masih mempertahankan tata kelola wisata di Goa dimilikinya (Triwardani dan Rochayanti. Selarong dengan tetap menggunakan seluruh 2. , terutama dalam wujud adat dan tradisi, personil pengelola sesuai dengan peran yang seni pertunjukan, kerajinan, dan tata ruang diemban sebelumnya. Bahkan beberapa dan arsitektural (Atmoko, 2. Melalui pengelola wisata diangkat statusnya sebagai ketetapan tersebut Desa Guwosari telah Aparatur menjadi desa pelestari budaya seperti tradisi Pariwisata Kabupaten Bantul. Meskipun jawa, kuliner jawa, kerajinan jawa, bahasa pengelolaan wisata Goa Selarong dilakukan jawa, juga aksara jawa dalam kehidupan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, sehari-hari, serta beberapa benda atau akan tetapi porsi manfaat ekonomi tetap bisa bangunan cagar budaya dengan icon budaya dirasakan oleh Pemerintah Kalurahan serta Goa Selarong. masyarakat Guwosari dalam bentuk bagi Sipil Negara Dinas Deskripsi Temuan masyarakat akan lebih memberikan jaminan Pengelolaan Wisata Goa Selarong Model (ASN) keberhasilan pengelolaan wisata berbasis Pemerintah Kolaborasi antara masyarakat Kabupaten Bantul melalui Dinas Pariwisata dengan pemerintah menjadi faktor penting Kabupaten Bantul, dengan tetap melibatkan penunjang keberhasilan pembangunan wisata yang akan memudahkan dalam pembahasan Pengelolaan wisata di Goa Selarong pada kepariwisataan maupun pembangunan yang mengarah pada peningkatan keberhasilan Goa Selarong Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 (Setiawan Saefulloh, 2. wisatawan (Detmuliati dan Pratama, 2. , sehingga turut memperkuat peran pelaku Grebeg Selarong menjadi agenda wisata yang rutin diselenggarakan sebagai usaha lokal masyarakat. Grebeg Selarong sebagai event di Goa Selarong. Grebeg diselenggarakan di bulan Juli. Akan tetapi Selarong pada awalnya merupakan upaya mulai tahun 2025 ini, pelaksanaan acara masyarakat utuk menggali nilai sejarah di Grebeg Selarong akan dilakukan pada seputar Goa Selarong, yang kemudian momen hari jadi Kalurahan Guwosari yaitu ditampilkan sebagai bentuk kegiatan yang bulan Oktober. Grebeg Selarong belum diharapkan akan terus bertahan dan menjadi menjadi event wisata daerah oleh Dinas Pariwisata Grebeg Selarong Kabupaten Bantul, diselenggarakan pada tahun 2005, dan menjadi agenda rutin setiap 5 tahuan, dengan mengandalkan swadaya masyarakat. Namun acara grebeg sederhana yang dilaksanakan demikian, proses agar Grebeg Selarong bisa pada setiap tahunnya. Acara Grebeg Selarong masuk dalam kalender event wisata daerah dilakukan dengan mengarak gunungan oleh sedang ditempuh. Hal tersebut dilakukan agar kelompok masyarakat dari 15 padukuhan di Grebeg Selarong bisa mendapatkan porsi Kalurahan Guwosari, dengan mengenakan anggaran dari pemerintah daerah, sehingga diharapkan bisa meningkatkan kemeriahan Penyelenggaraan acara yang dikemas atraktif acara serta mengakselerasi promosi hingga mebuat Grebeg Selarong menjadi magnet menjangkau pasar-pasar potensial wisatawan bagi masyarakat luas untuk datang ke Goa secara lebih luas. Selarong dan menikmati acara Grebeg Selarong. Realita tersebut pada akhirnya Profil Wisatawan Goa Selarong Goa Selarong dikunjungi oleh 18. Grebeg Selarong sebagai sajian penunjang wisatawan pada tahun 2023 berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik Kabupaten Penyelenggaraan Goa Selarong. Bantul. Pada awal tahun 2025 tepatnya bulan strategis dalam upaya memacu peningkatan Januari, angka statistik wisatawan di Goa kunjungan wisatawan (Lestari dkk, 2. Selarong mencapai jumlah 1. 096 wisatawan melalui peningkatan keputusan berkunjung seperti yang termuat di portal berita nasional Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 berdasarkana keterangan personil Dinas cukup besar (Ahmad dan Sigarete, 2. Pariwisata Jumlah dengan motivasi untuk mendatangi tempat- wisatawan yang cukup tinggi pada awal tempat baru yang belum mapan yang tahun disebabkan karena ada beberapa hari dianggap menarik (Dwiputra, 2. Kabupaten Bantul. libur nasional, bahkan libur panjang pada Wisatawan Goa Selarong masih bulan tersebut. Namun angka statistik jumlah didominasi oleh wisatawan lokal dari sekitar wisatawan di Goa Selarong berangsur-angsur wilayah D. Yogyakarta. Hasil wawancara dengan wisatawan menunjukkan bahwa dilangsungkan pada hari Minggu, hanya hampir semua wisatawan yang berkunjung dijumpai sebanyak 20 wisatawan yang saat penelitian diselenggarakan merupakan berkunjung dari pagi sampai dengan sore warga Yogyakarta. Terdapat 1 wisatawan Wisatawan datang dalam komposisi yang memiliki domisili asal Jawa Timur, rombongan berjumlah sedikit dalam kisaran namun bekerja dan tinggal di Yogyakarta. 2 Ae 5 orang, bahkan beberapa diantaranya Fakta tersebut menunjukkan bahwa lingkup datang sendiri. wisatawan Goa Selarong masih dalam Saat Usia wisatawan di Goa Selarong saat jangkau wisatawan Goa Selarong juga sangat kisaran usia 25 Ae 45 tahun. Portofolio usia Kondisi tersebut berimplikasi pada tersebut menunjukkan bahwa wisatawan Goa keberlanjutan usaha pengelolaan wisata di Selarong berada pada usia matang, yang Goa Selarong. Ketika daya jangkau objek sudah lepas dari usia belajar dan telah wisata hanya pada wisatawan lokal, maka memasuki usia kerja. Kondisi tersebut objek wisata menjadi cepat jenuh sehingga aktivitas wisata akan menurun seiring dengan berwisata dari wisatawan yang datang dalam penurunan jumlah wisatawan. Segmentasi kelompok berjumlah kecil. Wisatawan usia wisatawan berdasarkan indikasi geografis berpotensi menjadi salah satu elemen penting wilayah lokal. Hal tersebut membuat daya berwisata secara lebih intim dengan hanya bersama teman dekat atau keluarga saja. Hal wisata yang kemudian disesuaikan dengan tersebut berbeda dengan karakter wisatawan usia remaja yang mempunyai tendensi untuk potensial yang disasar (Dewi dkk, 2. berwisata secara rombongan dalam jumlah Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 Berbagai upaya telah dilakukan oleh Goa Selarong pengembangan objek Goa Selarong karena meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, atraktivitas alam yang ada di sekitar goa penyelenggaraan rutin event 3 bulanan. Pada cukup kuat dan dikenal oleh masyarakat, disamping citra utama Goa Selarong sebagai kesenian lokal yang ada di Kalurahan objek wisata budaya. Wisatawan usia matang Guwosari, serta berbagai perlombaan seperti melukis dan menggambar. Penyelenggaraan suasana alam (Dwiputra, 2. , sebagai pelarian atas rutinitas kerja sehari-hari yang kejenuhan atraktivitas pada objek wisata berdampak pada kejenuhan. Wisatawan Goa sehingga akan menjaga gairah wisatawan Selarong hanya datang mampir saja karena untuk tetap datang ke objek. Event wisata kebetulan lewat atau berkegiatan di dekat Kondisi tersebut menunjukkan fakta keputusan berkunjung para calon wisatawan bahwa objek Goa Selarong belum menjadi (Detmuliati dan Pratama, 2. , sekaligus tujuan utama wisatawan yang ada saat ini. sarana apembentukan citra positif objek Konektivitas dengan objek-objek wisata wisata (Fransisca, 2. sehingga menjadi sekitar yang memiliki magnet kuat untuk strategi yang bisa diandalkan untuk memicu menggaet wisatawan menjadi salah satu opsi peningkatan kunjungan wisatawan (Lestari strategis untuk pengembangan Goa Selarong. dkk, 2. Strategi integrasi objek-objek wisata dalam satu kawasan menjadi kunci dalam upaya Motivasi Berwisata Wisatawan Goa Selarong Goa Selarong masih dikonotasikan sebagai objek wisata alam. Hal tersebut divalidasi oleh wisatawan saat dilakukan wawancara, yang menyampaikan bahwa mereka lebih tertarik pada objek-objek alam sekitar Goa Selarong seperti air terjun dan suasana lingkungan sekitar objek yang dianggap asri. Hal tersebut sebenarnya heterogenisasi atraksi dalam wilayah yang berdekatan (Darmawan dkk, 2. Wisatawan yang ada di Goa Selarong motivasi utama, dan datang hanya untuk menikmati sajian alamnya. Wisatawan tidak banyak mengetahui unsur-unsur sejarah dan budaya yang melekat pada Goa Selarong, dan hanya mengenal sekilas tentang hubungan Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 sejarah antara Pangeran Diponegoro dan Goa dengan Goa Selarong memiliki nama asal Selarong. yaitu Goa Secang. Nama Selarong berasal wisatawan Goa Selarong merupakan jenis dari identitas keluarga Kerajaan Mataram wisatawan spesifik yang datang untuk tujuan- bernama Pangeran Arya Selarong, yang tujuan yang benar-benar khusus. Wisatawan merupakan putra Sultan Hanyakrawati, raja jenis khusus tersebut biasanya datang untuk kedua Mataram dengan permaisuri bernama Aungalap berkahAy, yaitu bahasa komunikasi Ratu Tulang Ayu. Seiring dengan pergantian yang dilakukan dalam bentuk ritual, dengan pemimpin kerajaan, terjadi selisih paham kegiatan seperti meditasi, membaca doAoa dan antara Pangeran Arya Selarong dengan raja mantra, serta menyediakan sesaji pada situs pada waktu itu yakni Amangkurat I. Perselisihan tersebut membuat Pangeran (Setiawati dan Safitri, 2. Wisatawan Arya Selarong pergi dari lingkungan istana biasanya datang pada waktu-waktu tertentu dan mengasingkan diri ke sebuah desa untuk yang dianggap waktu mujarab, dengan paling banyak datang saat menjelang pemilihan dijadikan sebagai penamaan desa tersebut. Aktivitas wisata khusus di Goa dan goa yang ada di wilayah desa juga Selarong berubah nama secara tidak resmi menjadi dengan cara bermalam di lokasi melakukan Goa Selarong. Terdapat 2 goa utama di Hal tersebut menunjukkan bahwa kawasan Goa Selarong yang dikenal dengan untuk segmen wisatawan khusus ini, lama nama Goa Kakung dan Goa Putri. Namun berwisata dari para wisatawan di Goa Nama Selarong Pada beberapa versi cerita. Goa Selarong cukup tinggi, dan menjadi potensi Selarong persembunyian dari Pangeran Diponegoro. Goa Selarong dan Jejak Pangeran Diponegoro Goa Selarong memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan sejarah dan jejak salah satu Pahlawan Nasional yaitu Pangeran Namun sebenarnya Goa Selarong bukan Goa Selarong dan Wisata Pilgrim Pangeran Diponegoro, melainkan sebuah pemukiman Selarong merupakan sebuah desa yang sudah dipersiapkan oleh Pangeran Diponegoro sebagai tempat untuk berkumpul dengan beberapa bangsawan keraton guna Diponegoro. Goa yang saat ini disebut Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Belanda (Dewi Pangeran bendera bergambar Erucakra . ua anak Diponegoro tidak melarikan diri ke Goa panah bersilang dan sebuah cakra. dengan Selarong, tetapi berpindah ke wilayah pasukan Belanda yang terjadi di Goa pemukiman yang ada di sekitar Goa Selarong Selarong (Carey, 2. Goa Selarong menjadi saksi dari diproklamirkannya perang Pangeran Diponegoro melakukan sabil oleh Pangeran Diponegoro yang penataan baik tata letak maupun arsitektural kemudian menarik simpati banyak tokoh di wilayah Selarong setelah mendapatkan agama untuk bergabung bersama (Siregar status Pilungguh pada bulan Juli tahun 1812, dan Kurniawati, 2. Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 dan sang pangeran sering menghabiskan waktu di wilayah tersebut terutama saat bulan Tuhan Yang Maha Esa di sebuah batu yang bernama Ambarmoyo yang berada di dalam Goa Secang (Bukhori. Selama melaksanakan ibadah puasa di Goa Selarong. Pangeran Diponegoro beberapa pengikutnya untuk menyiapkan kebutuhan makan yang disiapkan dari dapur yang dibangun disekitar goa (Carey, 2. Goa Selarong menjadi pusat kedua pergerakan pasukan Pangeran Diponegoro selama berlangsungnya Perang Jawa yang mengadopsi teknik perang model gerilya, dari pusat pergerakan sebelumnya yang berada di Kalisoko (Warto, 2. Bebarapa terjadi pertempuran kecil antara pasukan Pangeran Diponegoro Potensi Pengembangan Wisata Pilgrim Goa Selarong Wisata perjalanan wisata yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk mengunjungi tempat-tempat suci yang memiliki makna keagamaan atau spiritual, yang didorong oleh motif-motif religius, seperti ingin melakukan ritual keagamaan, mencari keberkahan, atau mendekatkan diri kepada Tuhan, dengan transformasi pribadi, di mana wisatawan tidak hanya berwisata untuk tujuan rekreasi, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan spiritual dan iman mereka (Jongmeewasin. Wisata pilgrim merupakan kegiatan wisata yang bertujuan untuk mengunjungi tempat-tempat suci atau situs yang memiliki makna religius (Chen et al, 2. , yang saat ini menjadi salah satu konsep wisata masyarakat Indonesia yang memiliki tradisi Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 berziarah untuk menghormati tokoh-tokoh dan Dahuri, 2. Selain itu, faktor promosi yang memiliki peran penting baik dalam dan inovasi (Wulandari dkk, 2. , juga persebaran agama maupun dalam sejarah dukungan dari sumber daya lokal (Anwar, masyarakat (Beriansyah dan Qitbiyah, 2. , 2. serta otentisitas dan identitas budaya dengan tujuan umum adalah untuk ngalap (Chen et al, 2. dalam wujud kerajinan berkah (Indrawati dkk, 2. , baik berkah maupun kuliner lokal (Suarez et al, 2. dalam konotasi ekonomi mapun berkah menjadi hal yang berpengaruh terhadap dalam makna politik (Masduki, 2. keputusan berwisata wisatawan jenis wisata Diversifikasi atraksi wisata pilgrim Oleh karena itu pengembangan Goa Selarong hendaknya memperhatikan tingkatan budaya, sejarah, dan ekonomi memperhatikan unsur sakral yang menjadi daerah tujuan wisata (Mill, 2. , serta citra khas komponen religi dan unsur profan Goa unsur-unsur Selarong (Nanggong et al, 2. melalui kombinasi pengembangan konsep wisata pilgrim di Goa dalam wujud sakral-profan (Mujibuddin. Selarong sangat ditentukan oleh unsur Potensi pengembangan wisata pilgrim atraksi, aksesibilitas, dan amenitas (Ridwan, di Goa Selarong diidentifikasi berdasarkan 2. , yang dalam pelaksanaanya juga akan pada beberapa elemen seperti dalam tabel dipengaruhi oleh keunggulan komparatif, dibawah ini. berwawasan lingkungan (Thalia dan Sugiarti. Secara aglomerasi, juga biaya transportasi (Nugroho Tabel 1. Elemen Pengembangan Wisata Pilgrim Goa Selarong Elemen Nilai Religius dan Simbolis Keaslian dan Kesucian Objek Fasilitas Ritual dan Keagamaan Daya Tarik Budaya dan Sejarah Potensi Goa Selarong Goa Selarong yang menjadi tempat bagi Pangeran Diponegoro untuk bermeditasi dan berdoAoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Goa Selarong merupakan situs goa yang terbentuk secara alamiah sehingga masih menyimpan citra originalitas yang Namun Goa Selarong bukan objek yang dianggap sakral atau suci. Goa Selarong belum memiliki fasilitas pendukung ritual yang mencukupi seperti tempat bersuci, ruang doa, maupun fasilitas penunjang peribadatan lainnya. Goa Selarong memiliki narasi sejarah yang erat dengan peristiwa Perang Jawa tahun 1785 Ae 1855 dalam Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 perjuangan Pangeran Diponegoro. Selain itu juga memiliki agenda event budaya dalam wujud Grebeg Selarong yang diselenggarakan setiap 5 tahun sekali. Goa Selarong memiliki lingkungan alam yang masih asri, dengan atraktivitas alam tambahan dalam wujud air terjun. Dukungan Lingkungan Diadopsi dari Jongmeewasin, 2016. Wisata pilgrim memiliki ceruk pasar alam, serta wisatawan khusus yang datang yang sangat potensial, namun sejauh ini pengembangannya masih sangat terbatas kepercayaan mistik, juga wisatawan yang (Nanggong et al, 2. Pada konsep wisata memadati objek saat acara Grebeg Selarong. pilgrim, terdapat wisatawan jenis eksistensial Namun demikian, wisatawan yang ada hanya yaitu mereka yang memiliki kebutuhan bersifat temporer dan musiman, dengan spiritual yang mendalam sehingga aktivitas hanya sebagian kecil wisatawan saja yang wisata dimaknai sebagai bentuk religiusitas secara kontinyu datang untuk menikmati sehingga seringkali melakukan aktivitas Konsep wisata pilgrim bisa menjadi wisata dalam durasi waktu yang panjang, alternatif dalam menjaga gairah aktivitas serta wisatawan jenis rekreasional yang lebih wisata karena objek Goa Selarong memiliki elemen nilai religius dan simbolis, keaslian, daya tarik sebagai aktivitas rekreasi (Biroli dkk, 2. dukungan lingkungan alam sekitar yang Potensialitas yang ada pada objek Goa sangat mumpuni. Fasilitas untuk kegiatan Selarong sangat menunjang dalam upaya yang bersifat peribadatan khas wisata pilgrim menjadi elemen yang perlu mendapatkan sehingga memaknai perjalanan pilgrim hanya mungkin bisa dihasilkan dari kegiatan DAFTAR PUSTAKA