ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTARA IBUPROFEN DAN ASAM MEFENAMAT TERHADAP TINGKAT DISMENORE PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM Putra Hendra1. Mariman Tjendera2. Rico Febrian Dwitanto3 Fakultas Kedokteran Universitas Batam, putrahendra@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, mariaman@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, ricofebrii18@gmail. ABSTRACT Background: Dysmenorrhea is abdominal pain caused by uterine cramps that occur during The pain is caused by the start of menstruation and lasts several hours to several days until it reaches peak pain. Dysmenorrhea treatment is divided into 2, namely pharmacology therapy and non-pharmacology therapy. Pharmacological treatment, namely non-steroidal drug therapy, is believed to be an anti-inflammatory or analgesic (NSAID), for example: ibuprofen and mefenamic acid are often used to treat dysmenorrhea. Methods: This research uses a quantitative design one group pretest Ae posttest method with a quasiexperimental approach. This research was conducted at Batam University in November 2023. The sampling technique is simple random sampling with a sample size of 32 or 16 respondents per group. Results: The results of the Paired T Test showed the effect of mefenamic acid 500 mg and ibuprofen 200 mg intervention on the level of dysmenorrhea. The p-value was 0. 001, which was smaller than the p-value of 0. 05, meaning there was a difference in reducing the level of dysmenorrhoea pain in the mefenamic acid 500 mg and Ibuprofen 200 mg intervention. The average difference in dysmenorrhoea pain during intervention was 0. This shows that Ibuprofen 200 mg is able to reduce 0. 687 times greater than administering mefenamic acid 500 mg. Conclusion: Based on the research results, the results show that there is a comparison of the effectiveness between mefenamic acid and ibuprofen on the level of dysmenorrhea in female students at the Faculty of Medicine. Batam University. Keywords: Dysmenorrhea. Mefenamic Acid. Ibuprofen ABSTRAK Latar Belakang: Dismenore adalah nyeri perut yang disebabkan oleh kram rahim yang terjadi saat Nyeri tersebut disebabkan oleh mulainya menstruasi dan berlangsung beberapa jam hingga beberapa hari hingga mencapai puncak nyeri. Penanganan dismenore terbagi menjadi 2 yaitu terapi farmakologi dan terapi non farmakologi. Penanganan secara farmakologi yaitu dengan terapi obat-obatan non steroid dipercaya sebagai anti inflamasi atau analgetik (NSAID) contohnya seperti: ibuprofen dan asam mefenamat sering digunakan untuk terapi dismenore. Metode: Penelitian ini Menggunakan metode Kuantitatif design one group pretest Ae postest dengan pendekatan quasi eksperimen. Penelitian ini di lakukan di Universitas Batam pada bulan November Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling dengan jumlah sampel 32 atau 16 responden tiap kelompok. Hasil: Hasil Uji Paired T Test mendapatkan hasil pengaruh intervensi asam mefenamat 500 mg dan ibuprofen 200 mg terhadap tingkat dismenore p-value 0,001 lebih kecil dari nilai p 0,05 berarti ada perbedaan penurunan tingkat nyeri dismenorea pada intervensi Asam mefenamat 500 mg dan Ibuprofen 200 mg. Perbedaan rata rata nyeri dismenorea pada intervensi sebesar 0. Hal ini menunjukkan bahwa Ibuprofen 200mg mampu menurunkan lebih besar sebanyak 0. 687 kali dibandingkan pemberian asam mefenamat 500 mg. Kesimpulan: Terdapat perbandingan efektivitas antara asam mefenamat dan ibuprofen terhadap tingkat dismenore pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Batam. Kata kunci: Dismenore. Asam Mefenamat. Ibuprofen Universitas Batam Batam Batam Page 70 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 PENDAHULUAN Masa remaja merupakan masa perpindahan yang dialami oleh seorang remaja baik laki-laki maupun perempuan. Saat masa peralihan ini remaja mengalami perubahan di beberapa aspek antara lain aspek biologi, psikologi serta mengalami kematangan organ reproduksinya. Pada fase ini, seorang remaja pasti mengalami beberapa perubahan antara lain fisiologis psikologi, yang akan membawa individu pada kematangan fisik dan Adapun perubahan yang terjadi pada perempuan seperti di antaranya payudara dan pinggul mulai membesar, tubuh bertambah tinggi, tumbuh rambutrambut halus disekitar diketiak dan kemaluan, serta menstruasi (Novianti R. Ketika remaja menstruasi, tidak sedikit remaja yang mengalami dismenore. Dismenore dapat diartikan sebagai kondisi menstruasi yang berat atau nyeri yang dirasakan saat haid. Menurut etimologi kata dalam bahasa Yunani kuno berasal dari kata AudysAy yang berarti berat dan menyakitkan, tidak normal dan dari kata AumenoAy yang artinya bulan, serta kata AurheaAy yang dapat diartikan sebagai aliran atau arus (Khotimah H. , 2. Dismenore adalah nyeri perut yang disebabkan oleh kram rahim yang terjadi saat menstruasi. Nyeri tersebut disebabkan oleh mulainya menstruasi dan berlangsung beberapa jam hingga beberapa hari hingga mencapai puncak nyeri. Nyeri dismenore umumnya terjadi 1-3 tahun setelah menarche yaitu pada masa remaja atau pada usia 15-18 tahun. Banyak orang yang mengeluhkan kondisi ini, namun tidak banyak yang tahu cara mengobatinya (Khotimah H. , 2. Universitas Batam Batam Batam Dysmenorrhea dirasakan oleh remaja menunjukkan gejala seperti nyeri pada perut bagian bawah, kekakuan di bagian pinggang dan punggung, kelemahan, kadang disertai dengan mual, pusing, bahkan ada yang merasakan keinginan untuk pingsan (Dino Gagah & Dahlan Gunawan, 2. Cara mengatasi dismenore dapat farmakologi dan non farmakologi. Pengobatan farmakologi yang paling sering digunakan obat golongan NSAIDs (Nonsteroidal Anti-Inflamatori Drug. seperti asam mefenamat, ibuprofen dan nefroxen (Ferry Daniel, 2. Menurut WHO pada penelitian yang di lakukan angka kejadian dismenore Dismenore terjadi pada perempuan sebesar 16,8 Ae81%. Di Eropa angka dismenore pada wanita berkisar 45-97%. Prevalensi terrendah di Bulgaria sebesar 8,8 % dan di negara Firlandia sebesar Di Amerika Serikat prevalensi dismenore sebesar 29 sampai 45% dan menjadi penyebab siswa tidak berangkat sekolah karena rasa nyeri yang disebabkan, terjadi pada perempuan usia 18-45 tahun (WHO 2. Menurut French . menyatakan bahwa di Amerika Serikat dismenore merupakan penyebab utama remaja perempuan tidak masuk sekolah sebanyak 14%-52%. Menurut Harel . juga menambahkan bahwa sekitar 53% remaja di Australia mengalami penurunan aktivitas di sekolah, olahraga dan sosial karena dismenore dan 24% pekerja perempuan remaja harus absen tiap bulan karena dismenore. Page 71 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 Menurut Riskesdas tahun 2018 Indonesia Prevalensi dismenore mencapai 25% yang terdiri dari dismenore primer 54,89% dan 9,36 dismenore sekunder (Riskesdas, 2. Prevalensi dismenore di Indonesia menurut Glasier menyatakan dismenore terjadi pada 60Ae 70% wanita di Indonesia. Suatu penelitian di Jakarta menemukan bahwa 83,5% siswi mengalami dismenore (Misliani A, 2. Penanganan menjadi 2 yaitu terapi obat . dan terapi non obat . on farmakolog. Penanganan secara farmakologi yaitu dengan terapi obat-obatan non steroid dipercaya sebagai anti inflamasi atau analgetik (NSAID) contohnya seperti: ibuprofen dan asam mefenamat sering digunakan untuk terapi dismenore. (Novianti R. , 2. Berdasarkan penelitian yang di lakukan oleh Wulan purnamasari . menyimpulkan bahwa baik terapi nonfarmakologis dan terapi farmakologis memiliki efektivitas dalam mengurangi nyeri haid. Terapi yang paling efektif untuk dismenore primer adalah terapi OAINS (Purnamasari W 2. Obat OAINS yang sering digunakan adalah ibuprofen dan asam OAINS dipilih karena Dengan menghambat menurunkan rasa nyeri dan menurunkan kontraksi uterus. (Misliani et al. , 2. Akan tetapi belum banyak penelitian yang membandingkan efektivitas terapi ibuprofen dan asam mefenamat untuk mengatasi dismenore. Oleh karena itu, pada penelitian selanjutnya peneliti ingin Universitas Batam Batam Batam efektivitas terapi farmakologis Ibuprofen dan asam mefenamat secara holistic untuk mengurangi dismenore pada Sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan survey pendahuluan universitas batam dan di dapatkan 81 mahasiswi mengalami dismenore dan 32 mahasiswi tidak mengalami dismenore. Di dapatkan pula 23 mahasiswi mengkonsumsi obat. Berdasarkan survey pendahuluan diatas maka penulis melakukan penelitian dengan judul AuPerbandingan efektivitas antara ibuprofen dan asam mefenamat Fakultas Kedokteran Universitas Batam 2023Ay. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan terapi farmakologi dan non-farmakologi terhadap penurunan nyeri menstruasi. Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Batam tahun 2023 yang berpopulasi 265 mahasiswi dan terdiri dari 4 angkatan dipilih menjadi subjek penelitian. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan metode Kuantitatif design one group pretest Ae postest dengan pendekatan quasi eksperimen. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunkan data sekunder berupa kuisioner. Populasi target dalam penelitian ini adalah Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Batam tahun 2023 yang berjumlah 265 orang terbagi menjadi 4 Page 72 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 32. Analisis data menggunakan Paired Sample T Test. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Distribusi Frekuensi Karakterisik Responden Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakterisik Responden Frekuensi Presentase Karakteristik . (%) Usia Menarche 11 tahun 12 tahun 13 tahun 14 tahun 15 tahun 16 tahun Siklus Menstruasi 21 hari 22 hari 24 hari 25 hari 27 hari 28 hari Lama Menstruasi 3 hari 4 hari 5 hari 6 hari 7 hari 8 hari 10 hari Total Tabel 1 diatas menunjukkan bahwa Universitas Batam Batam Batam sebagian besar responden mengalami menarche pada usia 13 tahun yaitu . sedangkan yang paling sedikit pada usia 14 tahun dengan 4 responden . dan 16 tahun sebanyak 2 responden . 3%). Menurut Pera Mandasari . Masa awal pubertas sampai tercapainya kematangan, biasanya mulai dari usia 14 tahun pada pria dan usia 12 tahun pada Salah satu tanda pubertas pada remaja wanita adalah menstruasi. Dismenore adalah keluhan sewaktu haid dalam siklus teratur akibat dari peningkatan kadar prostaglandin dalam darah haid. Usia menarche yang lebih awal merupakan faktor risiko yang Sebagian besar responden mengalami menstruasi selama 7 hari yaitu sebanyak 11 responden . 4%). Menurut Tiara Mayang Sari . Lama menstruasi menimbulkan adanya kontraksi uterus, terjadi lebih lama mengakibatkan uterus lebih sering berkontraksi yang normalnya berlangsung 4-7 hari. Menurut Isma Oktadiana . Dalam penelitiannya bahwa lamanya siklus menstruasi mempengaruhi farmakoterapi dalam penurunan nyeri menstruasi. Siklus menstruasi adalah siklus perubahan pada repsroduksi secara alami yang terjadi berulang-ulang dan melalui beberapa fase selama 24-35 hari dianggap normal. Responden yang memiliki siklus menstruasi normal masih beresiko tinggi mengalami nyeri menstruasi. Karena menurut Berkley . , setiap orang dapat berubah-ubah menjadi tidak teratur sesuai dengan kondisi tubuh. Keteraturan Page 73 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 siklus menstruasi ini dapat dikaitkan dengan aktivitas fisik yang remaja Sebagian besar responden memiliki siklus menstruasi selama 21 hari yaitu sebanyak 14 responden . ,8%) . Menurut Nurul indah . Siklus menstruasi dikatakan normal jika tidak kurang dari 21 hari dan tidak lebih dari 35 hari. Analisis Univariat Diketahui distribusi frekuensi rata-rata penurunan tingkat dismenorea sebelum dan sesudah diberikan Asam Mefenamat pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Batam tahun 2023 Tabel 2. Tingkat Dismenorea pada Intervensi Asam Mefenamat 500 mg dan Ibuprofen 200 95% CI Oc Nyeri Min Max Mean (LowerMean Uppe. Sebelum Asam Mefenamat 279 Ae 3. Sesudah Asam Mefenamat Sebelum Ibuprofen Sesudah Ibuprofen Total 32 100% Berdasarkan menunjukkan bahwa dari 16 responden yang di berikan intervensi Asam Mefenamat di dapatkan hasil rata-rata dismenorea 6,56 dengan standar deviasi Sedangkan rata-rata tingkat dismenorea sesudah intervesi 3,63 dengan standar deviasi 1. Perbedaan rata-rata tingkat dismenorea sebelum dan sesudah intervensi sebesar 2. Hal ini dikarenakan asam mefenamat dapat bekerja dengan cara menempati reseptor prostaglandin sintetase COX-1 dan COX-2 sehingga akan menghambat (Srivastava et al. , 2. Perubahan tingkat nyeri pada kelompok intervensi Asam Mefenamat dikarenakan Asam mefenamat yang merupakan salah satu terapi farmakologis yang menginhibisi enzim siklooksigenase (COX-. sehingga dapat Universitas Batam Batam Batam mengurangi ketidak nyamanan nyeri haid. Asam mefenamat adalah salah satu jenis obat NSAID yang banyak digunakan. Aktivitas senyawa ini mulai ditemukan sekitar tahun 1950. Sebagai suatu senyawa digunakan untuk meredakan nyeri akibat reumatik, cedera jaringan lunak, kondisi (Fitriansyah A, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan Kiki Fitria Anggraeni . berdasarkan analisis statistik uji Wilcoxon, rerata yang di temukan pada kelompok uji Asam Mefenamat 500 mg di dapatkan 4. yang berarti terdapat pengaruh bermakna asam mefenamat terhadap penurunan derajat dismenore. Berdasarkan menunjukkan bahwa dari 16 responden yang di berikakn intervensi Ibuprofen di Page 74 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 dapatkan hasil rata-rata dismenorea sebelum intervesi 7. 13 dengan standar deviasi sebesar 1. sedangkan rata-rata dismenorea sesudah intervesi ibuprofen dengan standar deviasi sebesar 1. Penurunan intensitas nyeri haid yang dialami responden disebabkan karena Analgesik dapat dikatakan efektif untuk menghilangkan rasa nyeri karena bekerja dengan cara menghalangi mediator sehingga aktifitas enzim siklooksigenase terhambat dan pembentukan prostaglandin tidak terjadi (Kusmiyati, 2. Ibuprofen sendiri mekanismenya adalah mampu menurunkan tekanan intra- uterin dan menurunkan level prostaglandin F2 alpha pada cairan menstruasi (Graham et al, 2. Ibuprofen merupakan penghambat enzim sikooksigenase pada biosintesis prostaglandin, sehingga konversi asam arakhidonat ke prostaglandin menjadi Prostaglandin ini sendiri berperan dalam produksi nyeri dan inflamasi, sehingga dengan adanya penghambat tersebut dapat menurunkan rasa nyeri. (Isniriyanti, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan Isma Oktadiana . bahwa Uji Wilcoxon, yang menghasilkan nilai signifikansi 0,000 <0. 05, artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat perbedaan intensitas nyeri menstruasi yang dirasakan responden saat sebelum terapi dan sesudah pemberian Maka dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh farmakoterapi Ibuprofen intensitas nyeri menstruasi pada Pondok X. Analisis Bivariat Pengaruh Intervensi Asam Mefenamat Terhadap Tingkat Dismenorea Sebelum dan Sesudah Universitas Batam Batam Batam Tabel 3. Pengaruh Intervensi Asam Mefenamatl Terhadap Tingkat Dismenorea Sebelum dan Sesudah Asam PN Mean SD Mefenamat Value Sebelum Sesudah Pengaruh Intervensi Ibuprofen Terhadap Tingkat Dismenorea Sebelum dan Sesudah Tabel 4. Pengaruh Intervensi ibuprofen Terhadap Tingkat Dismenorea Sebelum dan Sesudah PIbuprofen Mean SD Value Sebelum Sesudah Perbandingan Efektifitas Antara Asam Mefenamat dan Ibuprofen Terhadap Tingkat Dismenorea Sebelum dan Sesudah Tabel 5. Perbandingan Efektivitas Antara Asam Mefenamat dan Ibuprofen Terhadap Tingkat Dismenorea Sebelum dan Sesudah PVariabel N Mean Mean Valu Asam Mefenam 16 2. Ibuprofen 16 3. Berdasarkan menunjukkan bahwa p-value = 0,001 lebih kecil dari nilai p 0,05 berarti ada perbedaan penurunan tingkat dismenorea pada intervensi asam mefenamat dan Perbedaan rata rata nyeri dismenorea pada intervensi sebesar 0. Hal ini menunjukkan bahwa Ibuprofen Page 75 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 mampu menurunkan lebih besar sebanyak 687 kali dibandingkan pemberian asam Hasil Penelitian ini Sejaland engan penelitian A. Alifa Novita Sari . bahwa Penelitian setiap kelompok obat. Pada Ibuprofen memiliki nilai rata-rata 84,21 detik Asam Mefenamat hanya memiliki rata-rata 63. daridata menunjukkan bahwa pada kelompok Ibuprofen mgdibandingkan dengan Asam Mefenamat memiliki perbedaan rata-rata 21,17 detik . 0,0. Perubahan tingkat nyeri pada kelompok ibuprofen karena ibuprofen bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin, yaitu hormon yang berperan penting dalam patomekanisme dismenore. (Nuha K. Dalam beberapa tahun terakhir, pengobatan alami untuk mengatasi dismenore telah mendapat perhatian Ibuprofen diketahui bekerja melalui mekanisme serupa dalam mengurangi intensitas nyeri haid. Ibuprofen adalah salah satu obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang paling umum digunakan Cara kerjanya mirip dengan air kelapa hijau dan coklat hitam dengan vasodilatasi dan relaksasi otot polos, yang bertujuan untuk mengurangi intensitas nyeri haid. (Nuha K, 2. KESIMPULAN Berdasarkan analisis data hasil penelitian dan pembahasan tentang Perbandingan Efektivitas Antara Asam mefenamat dan Ibuprofen Terhadap Tingkat Dismenorea pada Mahasiswi Universitas Batam Batam Batam Universitas Batam Tahun 2023, peneliti menyimpulkan bahwa intervensi dengan Ibuprofen dan Asam Mefenamat mampu menurunkan tingkat dismenorea pada Fakultas Kedokteran Universitas Batam Tahun 2023, dengan Ibuprofen lebih efektif dalam menurunkan tingkat dismenorea di bandingkan dengan menurukan tingkat dismenorea sebanyak 687 kali lebih besar dibandingkan pemberian asam mefenamat. SARAN Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan jumlah sampel yang lebih besar untuk memperkuat validitas hasil dan generalisasi temuan. Kemudian dismenorea non-farmakologi. Seperti intervensi terapi panas, olahraga teratur atau diet sehat. DAFTAR PUSTAKA