e-ISSN: 2549-9122 Pola interaksi Guru Dengan Murid dalam Suasana Pembelajaran Oleh: Agus Readi agusreadi44@gmail. STIT Bustanul Arifin Bener Meriah Aceh. Indonesia Abstrak Penelitian ini dilakanakan dengan pertimbangan yang menunjukkan bahwa masing-masing sekolah belum memaksimalkan peraktek interaksi atau belum terbina dengan baik sebagaiman dengang yang diharapkan oleh pihak Hampir disetiap sekolah bahkan setiap guru menjalankan praktekpraktek intraksi yang dilakukan oleh para guru di kelas dan diluar kelas, sehingga tidak menggambarkan gambaran yang sebenarnya tentang inteksi yang diharapkan oleh lembaga yang terkait. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengambil latar belakang sejarah terjdinya MTs Syalafiyah SyafiAoiyah Sukorejo Situbondo tahun ajaran 2017. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi,teknik wawancara kepada pihak yang bersangkutan, seperti para guru dan kepala sekolah serta teknik dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data untuk dideskripsikan dan melakukan verifikasi data. Hasil penelitian ini adalah pertama pelaksanaan interaksi dalam suasana pembelajarane di MTs Syalafiyah SyafiAoiyah Sukorejo Situbondo dilaksanakan secara rutin dalam bentuk peraktek antara guru dengan murid ,murid dengan guru dan murid dengan murid disaat berlangsungnya pproses pembelajaran dan di lain waktu. Kedua bahwasanya setiap guru harus memiliki banyak pengalaman, buku-buku dan sering ikut seminar-seminar yang berkaitan dengan pola interaksi. Keywords: Pola interaksi. Guru. Suasana pembelajaran Agus readi Pendahuluan Pendidikan merupakan hal sumberdaya manusia dalam sebuah Melalui pendidikanlah, setiap generasi muda dipersiapkan untuk menjadi lebih siap dalam menghadapi masa depannya. Hal inilah yang dimaksudkan oleh Azyumardi Azra bahwa pendidikan merupakan suatu proses penyiapan generasi muda untuk menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih efektif dan Senada Azyumardi Azra tersebut di atas, dalam pasal 1 ayat 1 UU. Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Hubungannya manusia sebagai makhluk sosial, suatu maksud bahwa manusia bagaimanapun juga tidak dapat terlepas dari individu yang lain secara kodrati manusia akan selalu hidup Hidup bersama antar manusia akan berlangsung dalam berbagai bentuk komunikasi dan situasi. Dalam Azyumardi Azra. Pendidikan Mam. Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru (Jakarta: Penerbit Kalimah, 2. Cet. Ill, 3. Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sikdiknas dan peraturan pemerintah republik Indonesia tahun 2003 tentang standar Pendidikan Nasional (Bandung:citra umbara, 2. Cet. kehidupan semacam inilah terjadi Dengan demikian kegiatan hidup manusia akan selalu dibarengi komunikasi, baik interaksi dengan lingkungan, interaksi dengan sesamanya, interaksi antara guru dan murid, baik itu disengaja maupun tidak Dengan demkian siswa dan guru memiliki hubungan kuat dalam membentuk suasana belajar yang Utamanya bagi guru yang bertugas memberikan pengetahuan Tentu mengajar tidak akan lepas dari persepsi yang datangnya dari siswa. Guru adalah orang tua kedua bagi para siswanya terutama di sekolah. Semua yang dilakukan oleh orang tua secara otomatis akan diikuti oleh anakanak mereka, baik itu hal yang baik maupun hal yang buruk. Orang tua adalah model keteladanan yang paling dekat dengan anak. Guru di sekolah pembentukan kepribadian dan perilaku para siswanya terutama di sekolah. Para siswa menghabiskan cukup banyak waktu di sekolah dan mereka akan bertemu dan berhadapan langsung dengan para guru yang rnengajar Para siswa akan melihat dan bahkan cenderung mencontoh atau mengimitasi sikap dan perilaku dari guru mereka. Peserta perilaku/sikap guru mereka dalam proses pembelajaran, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Interaksi Sardiman A. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. (Jakarta: Rajawali Pers , 2009 ). Surya, et. Kapita Sekkta KependidikanSD. (Jakarta: Pusat Penerbitan UT, 2. Cet. ke-17, 47 | Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol: 06. No. Desember 2022 Polainteraksi Guru Dengan Murid Dalam Suasana PembelajaranAA. yang baik dari seorang peserta didik cenderung akan menimbulkan sikap positif dalam pembelajaran sehingga dapat berdampak pada minat yang baik untuk mengikuti pelajaran yang diampu oleh guru bersangkutan. Sebaliknya, interaksi yang tidak baik dari seorang peserta didik kepada guru, salah satunya dapat berdampak pada menurunnya semangat belajar peserta didik tersebut dalam mengikuti pembelajaran yang diampu oleh guru yang bersangkutan. Mulanya minat anak-anak di MTs Salafiyah-syafiAoiyah mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam sudah cukup baik adanya peningkatan fasilitas sarana dan prasarana yang tersedia. Dengan adanya minat ini maka perhatian dan usaha peserta didik akan lebih besar. Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh Slameto bahwa "minat merupakan suatu rasa ketertarikan pada suatu hal dan atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat". Pada berikutnya banyak siswa yang kurang berminat dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MTs Salafiyah-syafiAoiyah. Beberapa indikasinya adalah timbulnya kepasifan dalam proses belajar. Tentunya tidak hanya ditentukan oleh keinginan dan Pendidikan Agama Islam di sekolah saja, banyak faktor yang mempengaruhi, baik faktor internal maupun eksternal. Faktor internal berasal dari dalam diri individu peserta didik sedangkan faktor eksternal berasal dari luar individu peserta didik. Faktor-faktor tersebut ada yang mendukung dan ada pula yang menghambat peserta didik dalam Slameto. Belajar dan Faktorfaktor yang Mempengaruhi (Jakarta: Rineka Cipta, 1. , 57 Faktor pendukung misalnya adanya iming-iming hadiah dari pihak lain bila prestasi belajarnya meningkat, tersedianya saran dan prasarana yang baik, dan sebagainya. Sedangkan faktor yang menghambat peserta didik dalam belajar misalnya motivasi yang rendah, sarana dan prasarana yang terbatas, dan Proses pembelajaran mata pelajaran Fiqhi. Aqidah akhlak. AlqurAoan hadist,Tarih dan Lughotul Arabi diberikan oleh guru untuk menumbuh kembangkan minat belajar agama yang dirasakan masih belum optimal, karena tatap muka jam pelajaran Fiqhi. Aqidah akhlak. Al-qurAoan hadist,Tarih dan Lughotul Arabi masing-masing hanya 2 jam pelajaran dalam satu minggu. Oleh karena itu, sekolah terutama guru Pendidikan Agama Islam sangat besar mengembangkan minat siswa dalam belajar agama Islam. Upaya ini dapat dilakukan melalui berbagai macam cara diberikan kepada peserta didik agar tujuan pembelajaran ditentukan dapat dicapai. Peserta didik yang menurun prestasi belajarnya terutama pada pembelajaran agama Islam bisa disebabkan oleh beberapa hal, misalnya rnenganggap pelajaran agama Islam tidak terlalu penting,banyak para siswa dan siswi menganggap remih terhadap pelajararan agama islam, pengelolaan kelas kurang baik, ditambah jam tatap muka pada mata pelajaran Fiqhi. Aqidah akhlak. Al-qurAoan hadist. Tarih dan Lughotul Arabi masing-masing yaitu dengan alokasi waktu 2 x jam pelajaran . x 40 meni. dalam satu minggu. Apabila kompetensi guru agama Islam rendah dan tidak mampu menarik bagi peserta didik dapat berdampak pada minat belajar siswa di Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol: 06. No. Desember 2022 | 116 Agus readi kelas maupun di luar kelas. Mata pelajaran Fiqhi. Aqidah akhlak. AlqurAoan hadist. Tarih dan Lughotul Arabi yang menurun diiringi dengan prestasi belajar yang tidak optimal. Idealnya, guru harus mampu menampilkan pembelajaran yang menyenangkan dan menarik minat/perhatian peserta didik. Dengan penampilan guru yang baik dalam pembelajaran di sekolah, maka diharapkan peserta didik akan melihat hal itu sehingga mereka menjadi tertarik memahami materi yang disampaikan. Memperhatikan latar belakang masalah di atas, maka peneliti sangat tertarik untuk mengadakan penelitian untuk mengetahui bagaimana "Pola Interaksi Guru Dan Murid Dalam Suasana Pembelajaran di MTs SalafiyahSyafiAoiyah-Sukorejo-Situbondo tahun pelajaran 2016-2017AoAo Untuk memperoleh imformasi secara empiris mengenai pola interaksi guru dan murid dalam suasana pembelajaran dan Untuk Mengetahui interaksi antara Guru dengan Siswa d i MTs Salafiyah-SyafiAoiyah Sukorejo Situbondo 2016-2017 Kajian Konseptual Peneliti melakukan kajian terdahulu beradaptasi dengan judul Artikel AuInteraksi Antara Guru Dengan Siswa Dalam Mengembangkan Kedisiplinan Siswa Madrasah Aliyah Diponegoro Di Desa Menoreh Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang Tahun Ajaran2013/2014Ay dalam artikel ini kesimpulan bahwa :Interaksi antara guru dengan siswa di Madrasah Aliyah Diponegoro memberikan rasa yang dekat kepada peserta didiknya, guru dan murid harus saling terbuka dalam melaksankan kegiatan apa saja di madrasah, guru dan murid juga harus memberikan perilaku umpan balik dalam kegiatan apapun di Madaash Aliyah diponegoro. Penelitian yang dilakukan oleh Ferdiyanti Anik dengan judul AuPola Interaksi Antara Guru Dan Murid Sebagai Proses Peningkatan Kedisiplinan Siswa SMA WIDYA DHARMA TURENAy, permasalahan tentang bagaimana pola interaksi guru dengan murid dalam mengembangkan kedisiplinan siswa di SMA WIDYA DHARMA TUREN. Untuk mendapatkan dan mengumpulkan data, peneliti menggunakan metode Peneliti melakukan kajian terdahulu beradaptasi dengan judul artikel AuPersepsi Siswa terhadap Pola Interaksi dalam Pembelajaran IPS di SMP dua Mei CiputaAyPola interaksi yang sering digunakan oleh guru IPS di SMP Dua Mei Ciputat adalah pola satu arah dan pola dua arah. Pola satu arah merupakan cara untuk menyampaikan materi yang harus diketahui, atau sulit dipahami siswa. Sedangkan pola dua arah merupakan pola yang memungkinkan menanggapi materi yang disampaikan. Sedangkan persepsi siswa terhadap pola interaksi dalam pem belajaran IPS di SMP Dua Mei Ciputat adalah sebagian kecil siswa mengatakan setuju terhadap pola interaksi satu arah. Sedangkan pola interaksi dua arah, hampir seluruhnya siswa mengatakan setuju. Penelitian yang dilakukan oleh Mahfud Maulana sama halnya dengan penelitian yang dilakukan penulis, yaitu membahas tentang Interaksi Antara Guru Dengan Siswa Dalam Mengembangkan Kedisiplinan Siswa Madrasah Aliyah Diponegoro Di Desa Menoreh Kecamatan Salaman Alfani umri syaifulhaq, 2014. Di baca Pada tggl, 2 januari 2017. | Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol: 06. No. Desember 2022 Polainteraksi Guru Dengan Murid Dalam Suasana PembelajaranAA. Kabupaten Magelang Tahun Ajaran2013/2014Ay Penelitian yang dilakukan oleh Ferdiyanti Anik sama halnya dengan penelitian yang dilakukan penulis, yaitu membahas tentang pola interaksi antara guru dengan murid. Penelitian yang dilakukan oleh Ferdiyanti Anik sama dengan penelitian yang dilakukan penulis, yaitu membahas tentang Persepsi Siswa terhadap Pola Interaksi dalam Pembelajaran IPS di SMP dua Mei Ciputa. Penelitian yang dilakukan oleh penulis, ada kesamaan dan ada juga perbedaan dengan peneliti sebelumnya yaitu sama-sama membahas tentang pola interaksi guru dan murid. Namun, objek pembahasanya berbeda, jika penelitian yang dilakukan oleh penulis meneliti tentang pola interaksi guru dan murid dalam suasana pembelajaran di MTs Salafiyah-SyafiAoiyah Sukorejo Situbondo tahun pelajaran 2016-2017. Metode Penelitian ini termasuk dalam pendekatan yang dilakukan adalah melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Maksudnya adalah dalam penelitian kualitatif data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka melainkan data teresbut berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, dokumen pribadi. Sehingga yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah ingin menggambarkan realitas empiric dibalik fenomena yang ada secara mendalam, rinci dan tuntas. 8 Oleh Karen aitu. Lexy J Moleong. MetodologiPenelitianKualitatif(Bandung: RemajaRosdakary. , 1993, 5 Nazir. MetodePenelitian(Jakarta: Ghalia Indonesi. , 1988, 66 mencocokkan antara realitas empiric dengan teori yang telah berlaku, dengan Suberdata Memperoleh data dan informasi yang berhubungan dengan tujuan penelitian, maka sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Sumber data primer penelitian ini adalah buku-buku khusus yang berkaitan dengan pola interaksi guru dengan murid dalam suasana Adapun untuk sumber data sekunder penelitian ini meliputi data tidak langsung yaitu berupa catatan-catatan atau dokumen, jurnal, internet, majalah, dan bahan-bahan yang dapat diambil sesuai dengan pokok Pembahasan Madrasah Tsanawiyah Salafiyah SyafiAoiyah. Lembaga Pendidikan yang bernaung di bawah Pondok Pesantren Salafiyah SyafiAoiyah Sukorejo. Latar belakang berdirinya, tentunya tidak terlepas dengan latar belakang berdirinya Pondok Pesantren Salafiyah SyafiAoiyah yang dirintis dan didirikan oleh mendiang KHR. Syamsul Arifin dan secara resmi disahkan oleh bupati Situbondo pada tahun 1914 M. Semula Pondok Pesantren Salafiyah SyafiAoiyah sebagai lembaga Pendidikan Islam pendidikan kepada para santrinya dengan sistem pengajian sorogan atau wetonan yang dilaksanakan di surausurau, masjid dan tempat-tempat lain. Namun berikutnya dimana pondok pesantren ini mempunyai tujuan mencetak kader ulamaAo dan zuAoamaAo yang muttaqien dan mukhlishin sesuai tuntutan zaman, akhirnya Pondok Pesantren Salafiyah berada pada Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol: 06. No. Desember 2022 | 118 Agus readi mempertahankan ajaran-ajaran salaf yang dianggap baik dan relevan serta tidak menutup kemungkinan mengambil dan menerapkan sistem dan metode baru yang dianggap lebih baik dan mapan. Aual-Muhafadhah Aoala al-Qadim al-Shaleh, wa al-Akhdzu bi al-Jadid alAshlahAy. Untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita tersebut, maka alternatif yang dipilih tidak ada lain kecuali membuka dan mendirikan pendidikan formal klasikal tingkat pertama. Akan pendidikan sistem klasikal tersebut baru dapat terwujud setelah tongkat estafet Pondok Pesantren Salafiyah SyafiAoiyah diterima oleh putera mahkota sang pendiri dan pengasuh pertama, yakni KHR. AsAoad Syamsul Arifin yang ditandai dengan Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah SyafiAoiyah Sukorejo pada Delapan kemudian dari berdirinya lembaga tersebut, dirasakan banyak . iswa/santr. lulusan Madrasah Ibtidaiyah yang pendidikan pada jenjang berikutnya, di samping semakin tingginya anemo dan pesantren, maka dalam keadaan terdesak pada tahun 1943 dibuka Pendidikan Madrasah Tsanawiyah Salafiyah SyafiAoiyah Sukorejo dengan keadaan dan sarana gedung yang masih setengah permanen. Dari perkembangan Madrasah Tsanawiyah Salafiyah SyafiAoiyah mengalami peningkatan yang signifikan, mulai dari pengadaan sarana prasarana, kependidikan dan pembelajaran. Proses yang dilakukan di MTs ini ini seringkalisatu arah dimanasiswa hanya mendengarkan apa yang disampaikan Oelh karenanya siswa lebih dilibatkan secara aktif untuk berintraksi dengan guru atau antara siswa. Maka dari itu seperti apakah interaksi guru dan murid sudah baik. Pola interaksi guru dengan murid dalam Suasana pembelajaran di MTs Salafiyah-SyafiAoiyah Sukorejo Situbondo tahun pembelajaran Dalam mengajar, pasti terjadi interaksi antara guru dengan peserta didiknya. Dan proses interaksi ini dilakukan untuk menyampaikan pesan-pesan . ateri aja. Interaksi sangat berkaitan dengan komunikasi, dalam proses komunikasi dikenal komunikator, hubungan ini didasari karena menginteraksikan sesuatu massege. , mediaatau saluran jadi interaksi bisa terjadi apabila ada dua pihak yang sama-sama pesan-pesannya, kepada komunikan dan komunikator serta dibutuhkan media atau alat agar pesan-pesan tersebut bisa sampai dengan baik, utuh dan lengkap. Hal ini juga senada dengan pendapat Enco Mulyasa: menurut Enco Mulyasa pola interaksi itu ada tiga pola interaksi dalam proses pebelajaran sebagai berikut: AuInteraksi sebagai aksi atau interaksi satu arah, dalam hal ini guru berperan sebagai pemberi aksi dan siswa sebagai penerima aksi atau dengan istilah lain guru sebagai penyampai materi dan siswa sebagai penerima Guru aktif dan siswa pasif. Interaksi yang seperti ini kurang banyak menghidupkan kegiatan siswa | Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol: 06. No. Desember 2022 Polainteraksi Guru Dengan Murid Dalam Suasana PembelajaranAA. Interaksi satu arah. Dalam hal ini guru dan siswa berperan sama yaitu pemberi aksi atau materi dan penerima aksi atau materi. Disini sudah terlihan interaksi dua arah, tetapi terbatas antara guru dan murid secara individual. Antara siswa dan siswa tidak ada hubungan, siswa tidak bisa berdiskusi dengan temannya atau tdak bisi bertanya kepada temannya, keduanya tidak dapat saling memberi dan menerima. Interaksi ini lebih baik dari yang pertama, sebab kegiatan guru dan kegiatan siswa relatif Pola pendidik . Ae anak didik . Ae anak didik . Ae pendidik . , interaksi yang optimal yang memungkinkan adanya kesempatan yang sama bagi setiap anak didik dan guru untuk saling . omunikasi Interaksi ini murid dihadapkan pada suatu masalah, dan murid sendiri lah yang memecahkan masalah tersebut, kemudian hasil diskusi murid- murid tersebut dikonsultasikan kepada guru. Sehingga diri interaksi ini, murid memperoleh pengalaman dari teman-temannya Pola interaksi seperti ini, guru harus memberi motivasi agar muridmurid mampu memahami masalah dan dapat memecahkan masalah Dengan kondisi belajar yang seperti ini, maka setiap siswa ketika menghadapi suatu masalah akan aktif mencari jawaban atas inisiatifnya sendiri. Guru hanya membimbing, mengarahkan, dan menunjukkan sumber belajar. Ay Menurut keterangan yang dipaparkan oleh Enco Mulyasa diatas interaksi mengindikasikan bahwa pola iteraksi tidak hanya ada satu pola akan tetapi banyak pola yang terjadi dalam dunia interaksi, ada pola satu arah, ada pola dua arah dan ada pola multi arah. Senada dengan wawancara kepala sekolah (Bapak Erfan Quds. pada tanggal 29 Mei 2017 yang berbunyi sebagai berikut9 AuSesuai dengan yang saya lihat Pola interaksi antara guru dan murid terlihat sangat baik dan sangat bagus mengapa saya berkata demikian? karena antara guru dan murid mereka berinteraksi sama seperti temannya menunjukkan interaksi yang terjadi diantara mereka terlaksana dengan Dan pola yang seperti ini menurut buku yang saya pernah baca interaksi tersebut kalau tidak keliru disebut interaksi multi arah karena interaksi yang terjadi antara guru dan murid, dan antara murid dengan sesama muridnyaAy. Hasil wawancara di atas dijelaskan bahwa di MTs salafiyah syafiAoiyah bermacam-macam pola interaksi yang dilakukan oleh guru dan ini lebih baik dari pada interaksi yang hanya menggunakan satu arah atau satu macam, karena dengan menggunakan bermacam cara pola interaksi siswa menyampaikan hal-hal yang belum Wawancara berikut dengan Ust. Muzakki pada tanggal 29 Mei 2017 sebagai salah satu guru yang MTs syafiAoiyah: AuInteraksi juga menjadi poin penting dalam kegiatan belajar mengajar karena tidak hanya siswa yang dapat manfaat, namun juga para guru juga memperoleh umpan balik . apakah materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Auuntuk kepala sekolah. Wawancara . MTs salafiyah-syafiAoiyah, 29 Mei 2017. Ust. Muzakki. Wawancara. MTs salafiyah-syafiyah, 29 Mei 2017 Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol: 06. No. Desember 2022 | 120 Agus readi itu, mendengar pengalaman para siswa 2. Implikasi Interaksi guru dan murid dapat diaplikasikan dalam metode dalam suasana pembelajaran di pembelajaransebelum guru masuk ke MTs Salafiyah-SyafiAoiyah Sukorejo dalam penjelasan teori dan setelah Situbondo tahun pembelajaran perkenalanAy. Hasil wawancara di atas Imlikasi interaksi guru dan dijelaskan bahwa interaksi termasuk murid dalam suasana pembelajaran salah satu poin yang berperan penting ada dua imlikasi, pertamaimlikasi dalam kegiatan belajar mengajar maka interaksi negatif, imlikasi interaksi perlu bagi para dewan guru hususnya negatif ada enam, pertama kontrol dan untuk selalu mengimplimintasikan batasan siswa sangat ketat, dua lay out interaksi dilinggkungan sekolah dan kelas tetap sama, tidak mengubahdiluar sekolah. ngubah letak tempat duduk siswa Hal senada diungkapkan oleh sesuai dengan kegiatan pembelajaran, salah satu siswa kelas Vi B yaitu tiga siswa melanggar langsung di Ach. Fendiyanto,11 hukum, emmpat komunikasi hanya Auinteraksi menurut pemikiran saya satu arah, lima tidak ada minat dan termasuk salah satu faktor pendukung perhatian terhadap siswa, enam tidak untuk terjalinnya hubungan yang baik kreatif, menggunakan materi yang dalam suasana pembelajaran, sehingga sama setiap tahun. Keduaimlikasi saya dan teman-teman yang lain lebih interaksi positif ada sebelas, yang pertama mendengarkan dan tidak pelajaran yang kurang paham dan mendominasi, dua bersikap sabar, tiga tidak segan-segan untuk menanyakanAy menghargai dan rendah hati,emmpat Hasil wawancara di atas mau belajar, lima bersikap sederajat, dijelaskan bahwa interaksi termasuk enam bersikap akrab dan melebur, salah satu pendukung yang penting tujuh tidak berusaha menceramahi, dalam suasana pembelajaran. Hal ini delapan berwibawa, sembilan tidak juga sesuai dengan hasil observasi memihak dan mengkritik, sepulu yang dilakukan oleh peneliti, yang bersikap terbuka dan sebelas bersikap saya lihat interaksi yang terjadi di kelas sangat baik nampaknya tetapi Keterangan diatas senada dengan kalau diluar kelas terlihat tidak sama dengan yang terjadi di kelas, yang diwawancarai oleh peneliti pada saya amati ketika di kelas nampak tanggal 30 Mei 2017 yang berbunyi:12 AuImplikasi interaksi guru dan murid sangat terjalin dengan baik tetapi kalau di luar kelas nampak tidak yang positif dan nigatif, tetapi menjalin interaksi yang baik karena libih banyak dampak positifnya dari ketika saya lihat di luar kelas guru dan pada dampak nigatifnya, contoh murid seperti orang yang tidak kenal, dampak yang positif diantaranya guru hal inilah sebenarnya yang harus murid saling terbuka disaat ada ditekan pada para guru dan murid bahwa berinteraksi tidak memilih adalah siswa dilarang tempat dan waktu kapan dimana saja bertanya apabila ada pelajaran yang seharusnya tidak terlepas dengan tidak dipengertiAy. Ach. Fendiyanto,Wawancara. MTs salafiyah-syafiyah, 29 Mei 2017 Kepala sekolah,Wawancara. MTs salafiyah-syafiyah, 30 Mei 2017. | Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol: 06. No. Desember 2022 Polainteraksi Guru Dengan Murid Dalam Suasana PembelajaranAA. Hasil wawancara di atas dijelaskan bahwa imlikasi interaksi tidak hanya berdampak positif kenyataanya imlikasi juga berdampak nigatif, menurut hasil observasi yang saya lakukan faktanya imlikasi yang terjadi dilapangan ternya imlikasi bisa berdampak positif dan nigatif tergantung bagaimana sabjek . dan objek . harus sama-sama memberikan dampak yang positif. Wawancara berikutnya dengan bapak sugiyanto yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 30 Mei 2017 13AuPada imlikasi interaksi dalam suasana pembelajaran mimang berdampak dampak fositif dan negatif, dampak negatifnya yaitu terjalinya hubungan kekeluargaan di antara guru dan murid dan murid sesama murid, terjadinya hubunagn yang akrab dan harmunis diantara mereka. Dampak negatifnya guru yang terlalu menekan terhadap murid, terlalu serius dalam kelasAy. Wawancara diatas memberi kesan makna bahwa hubungan interksi tidakselama mengandung nilai-nilai yang positi akan tetapi tidak bisa menghindar dari nilai-nilai yang niegatif, maka dari itu tergantung pada guru dan murid bisa berintraksi baik atau buruk. Senada dengan wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan salah satu siswa kelas Vi C yaitu: Ach lukman,14 Auimlikasi membawa dampak yang bermamfaat dan terkadang membawa dampak yang buruk karena mimang sesuai dengan yang saya rasakan selama ini Bapak sugiyanto,Wawancara. MTs salafiyah-syafiyah, 30 Mei 2017. Ach. Lukman. Wawancara. MTs salafiyah-syafiyah, 30 Mei 2017. berinteraksi kepada sesamaAy Hasil wawancara di atas menjelaskan bahwa imlikasi interaksi ternyata tergantung begaimana kita menjalin interaksi yang baik sehingga munkin untuk mencapai dampak yang sesuai dengan yang kita harapkan. Setelah di peroleh data yang diharapkan, baik melalui observasi langsung,wawancaramaupun dokumentasi,uraian berikut akan menjelaskan tentang pembahasan hasil penelitian sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Pola interaksi guru dengan pembelajaran di MTs SalafiyahSyafiAoiyah Sukorejo Situbondo tahun pembelajaran 2016-2017. Pendidikan pada dasarnya pendidik dengan peserta didik, pendidikan, yang berlangsung Lingkungan ini diatur serta diawasi agar kegiatan belajar terarah sesuai dengan tujuan Pendidikan berfungsi membantupeserta didik dalam dirinya,yaitu pengembangan semua potensi, kecakapan, serta karakteristik pribadinya ke arah yang positif. Dalam pembelajaran antara pendidik dan Sebagai menyadari apa yang sebaiknya dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang serasi bagi peserta didik yang dapat menghantarkan peserta didik ke Di sini tentu saja tugas Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol: 06. No. Desember 2022 | 122 Agus readi guru sebagai pendidik berusaha menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi peserta didik. Guru sebagai pendidik tidak mendominasi kegiatan, tetapi membantu menciptakan kondisi yang kondusif serta memberikan motivasi dan bimbingan agar siswa dapat mengembangkan potensi dan kreativitasnya, melalui interaksi belajar mengajar. Oleh karena itu untuk meningkatkan keaktifan proses pembelajaran ini, guru harus memahami apa yang ada di dalam interaksi belajar mengajar, baik dari tujuan, faktor, unsur dan pola interaksi belajar mengajar. Dengan demikian, diharapkan hasil belajar lebih baik lagi sehingga terjadi keseimbangan keaktifan baik dipihak guru maupun dipihak Wawancara dengan Ust. Muzakki MA pada tanggal 29 mei 2017 sebagai berikut:15 AuMemang Erfandi,interaksi dalam seokolah membangun hubungan yang baik antara guru dan murid disaat membangun kepercayaan diri seorang siswa dan siswi dalam berintraksi dengan gurunya. Oleh sebab itu interaksi didalam kelas sangat dibutuhkan demi untuk (Wawancara denganUst. Muzakki MA. 29/05/. Ay Ust. Muzakki MA. Wawancara. MTs salafiyah-syafiyah, 29 Mei 2017. Dari ungkapan diatas, dapat dipahami bahwa interaksi di MTs Salafiyah-syafiAoiyahsangat diperhatikan, karena merupakan Diantara tersebut yang hendak dicapai adalah meningkatkan kepercayaan diri, sopan santun, hubungan yang Pola interaksi yang terjadi MTs Salafiyah SyafiAoiyah berjalan dengan baik, sehingga murid dan guru merasa senang disaat proses belajar mengajar berlangsung didalam kelas, sebagaimanana wawancara dengan Ust. Erfan Qudsi sebagai kepala sekolah pada tanggal 30 mei 2017 sebagai berikut:16 AuMemang benar pak Erfandi. Pola interaksi yang terjadi di sekolah MTs Salafiyah SyafiAoiyah berjalan dengan baik, sehingga murid dan guru merasa senang disaat proses belajar mengajar berlangsung didalam kelas bahkan interaksi yang dilakukan oleh anak-anak sekolah kami tidak hanyan terjadi didalam kelas akan tetapi juga diluar kelas, karena saya juga sering melihat murid-murid MTs Syalafiyah SyafiAoiyah ini mereka juga berintraksi dengan guru dan itu juga sering terjadi dengan saya. (Wawancara denganUst. Erfan Qudsi S1. 30/05/. Ay Dari ungkapan diatas, dapat dipahami bahwa Pola interaksi yang terjadi di sekolah MTs Salafiyah SyafiAoiyah berjalan dengan baik dan harus senantiasa di dukung oleh pihak seokolah Ust. Erfan Qudsi. Wawancara. MTs salafiyah-syafiyah, 30 Mei 2017. | Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol: 06. No. Desember 2022 Polainteraksi Guru Dengan Murid Dalam Suasana PembelajaranAA. dengan seksama karena dengan terjalinnya interaksi yang baik antara guru dan murid guru secara umum akan lebih muada untuk menyampaikan pelajaran dan lebih dekat dengan siswa siswinya dalam kesehariyannya. Faktor pendukung terjadinya interaksi antara guru dan murid dalam suasana pemebelajaran yaitu adanya metode pembelajaran yang baik dan kundusifnya kelas yang dipakai sehingga terbentuk interaksi diantara mereka, dan menghambat terjadinya interaksi antara guru dan murid dalam suasana pemebelajaran yaitu ada dua faktor, faktor yang pertama yaitu faktor internal seperti kondisi siswa siswi yang kurang sehat dan pikiran yang tidak tenang dikarenakan suatu hal seperti masalah keluarga, kedua faktor eskternal yaitu suasana yang membosankan seperti ruang kelas yang panas, metode yang kurang menyenangkan dan guru yang tidak peduli terhadap siswa sebagaimana wawancara yang dilakukan dengan kepala sekolah Bapak Erfan Qudsi pada tanngal 30 mei 2017 sebagai berikut: AuMemang benar pak Erfandi. Faktor pendukung interaksi antara guru dan murid dalam suasana pemebelajaran yaitu adanya metode pembelajaran yang baik dan kundusifnya kelas yang dipakai sehingga terbentuk interaksi diantara mereka, dan menghambat terjadinya interaksi antara guru dan murid dalam suasana pemebelajaran yaitu ada dua faktor. Yaitu faktor internal eskternal(Wawancara denganUst. Erfan Qudsi S1. 30/05/. Ay Hasil wawancara di atas menjelaskan bahwa interaksi bisa terjadi karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya interaksi, sesuai dengan yang saya amati bahwa faktor terjadinya interaksi adalah karena suatu kebutuhan, adanya tempat yang bersamaan untuk tujuan yang Implikasi Interaksi guru dan pembelajaran di MTs SalafiyahSyafiAoiyah Sukorejo Situbondo tahun pembelajaran 2016-2017. Imlikasi interaksi guru dan pembelajaran ada dua imlikasi, pertama imlikasi interaksi negatif, imlikasi interaksi negatif ada enam, pertama kontrol dan batasan siswa sangat ketat, dua lay out kelas tetap sama, tidak mengubahngubah letak tempat duduk siswa melanggar langsung di hukum, emmpat komunikasi hanya satu arah, lima tidak ada minat dan perhatian terhadap siswa, enam tidak kreatif, menggunakan materi yang sama setiap tahun. Kedua imlikasi interaksi positif ada mendominasi, dua bersikap sabar, tiga menghargai dan rendah hati,emmpat mau belajar, lima bersikap sederajat, enam bersikap akrab dan melebur, tujuh tidak berusaha menceramahi, delapan memihak dan mengkritik, sepulu bersikap terbuka dan sebelas bersikap positif. Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol: 06. No. Desember 2022 | 124 Agus readi Hsil Wawancara dengan Ust. Muzakki MA sebagai salah satu guru yang membidangi mata pelajaran hadist yaitu sebagai berikut,17 Audampak dari adanya interaksi saya banyak, yang pertama dengan berinteraksi guru dan murid bisa bergaul lebih akrab, yang kedua dengan adanya interaksi guru dan siswa akan lebih mudah untuk menyampaikan tujuan atau mata pelajaran dengan baik, dan yang ketiga dengan adanya interaksi siswa dengan siswa bisa bekerja sama dengan baik dalam hal-hal yang perlu bekerja sama Ay Pernyataan dampak interaksi yang baiklah kita bisa saling membantu antara guru, murid dan murid dengan murid, hal ini juga senada dengan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan Ust. Ahmad Sugiyanto. Pd. Isebagai salah satu guru yang membidangi mata pelajaran BMK yaitu, 18 Au imlikasi interaksi sebenarnya sangat bagus, kenapa saya mengatakan demikian?, karena dengan adanya interaksi didalam suasana pembelajaran seorang guru dan muridnya terlihat tidak segan-segan dalam menyampaikan keinginannya, baik keinginan berupa bertanya hal-hal yang belum jelas atau berupa usulanusulan untuk kenyamana kelas Ust. Muzakki MA. Wawancara. MTs salafiyah-syafiyah, 30 Mei 2017. Ust. Ahmad sugiyanto S,P,di. Wawancara. MTs salafiyah-syafiyah, 30 Mei disaat berlangsungnya pembelajaranAy Pernyataan dampak interaksi di kelas sangat bagus dan membantu terhadap sesuai dengan yang saya amati pada saat saya melakukan dilapangan, dampak dari interaksi dilingkungan sekolah, tetapi kalau diluar lingkungan sekolah tidak bisa dibedakan mana dampak dari adanya interaksi, tapai kalau mudah untuk menilai dampak dari interaksi tersebut. Seharusnya bagi guru dan murid bahkan bagi siapapun tidak memutus hubungan interaksi satu sama lain lebih-lebih guru dan Kesimpulan Setelah menganalisa pola interaksi guru dengan anak murid dalam suasana pembelajaran, maka penulis dapat tentang pola interaksi antara guru dengan murid yang terdapat dalam suasana pembelajarana,yaitu: Pola interaksi dengan murid dalam suasana pembelajaran menggunakan tipe pola interaksi bermacam-macam berbeda-bedadi antaranya model satu arah, model interaksi dua arah, model intarksi tiga arah dan model interaksi multi Implikasi Interaksi guru dan murid dalam suasana pembelajaran, | Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol: 06. No. Desember 2022 Polainteraksi Guru Dengan Murid Dalam Suasana PembelajaranAA. Imlikasi interaksi guru dan murid dalam suasana pembelajaran ada dua imlikasi, pertama imlikasi interaksi negatif, interaksi negatif ada enam,. Kedua imlikasi interaksi positif ada Daftar Pustaka