KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 2024: 175-184 https://bestjournal. id/index. php/kovalen Spesiasi dan Bioavailabilitas Merkuri dalam Sedimen Teluk Palu Pasca Gempa dan Tsunami dengan Metode Diffusive Gradient in Thin Film (DGT) [Speciation and Bioavailability of Mercury in Palu Bay Sediments Post Earthquake and Tsunami Using the Diffusive Gradient in Thin Film (DGT) Metho. Husain Sosidi. Khairuddin. Putri Dwiyana. RuslanA Jurusan Kimia. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Tadulako. Jl. Soekarno-Hatta Km. Kampus Bumi Tadulako. Palu. Abstract. Speciation and bioavailability of mercury in the sediments of Palu Bay after the earthquake and tsunami were conducted using fractionation and Diffusion Gradient in Thin Films (DGT). This method has been conducted using sediment samples from the estuary of the Pondo River. Palu. Heavy metal speciation of mercury ions was conducted by looking at the distribution of mercury ions in various species by sequential extraction and heavy metal bioavailability of mercury ions. This method was conducted by looking at the migration of mercury ions from sediments into the seawaters using a Diffusive Gradient in Thin Films (DGT). The speciation of mercury ions concentration with sequential extraction as EFLE . asily, freely, leachable, exchangeabl. fraction is about < 0005 ppm, the oxidizable fraction is about < 0. 0005 ppm and the resistant fraction is between < 0. 0005 ppm to 0063 ppm. The results of DGT experiments to study the migration of mercury ions from sediments into the seawaters during 3 days of immersion is between 0. 01003 ppm and 0. 01748 ppm. The availability of mercury ions concentration in the sediments allows for the migration of mercury ions into water. Keywords: Sediment, mercury ions, speciation, bioavailability. DGT Abstrak. Spesiasi dan bioavailabilitas merkuri dalam sedimen Teluk Palu pasca Gempa dan Tsunami dengan metode fraksinasi dan metode Diffusive Gradient in Thin Film (DGT), dengan sampel sedimen yang berasal dari muara Sungai Pondo. Palu. Metode ekstraksi sekuensial digunakan untuk melakukan spesiasi dan Diffusive Gradient in Thin Film (DGT) untuk melihat potensi migrasi ion logam berat merkuri. Spesiasi ion logam berat merkuri dalam sedimen sebagai fraksi EFLE . asily, freely, leachable, exchangeabl. < 0,0005 ppm, fraksi oxidisable < 0,0005 ppm, dan fraksi resistant antara < 0,0005 sampai 0,0063 ppm. Hasil penentuan migrasi ion mekruri dari sedimen ke badan air dengan perendaman DGT selama 3 hari berkisar antara 0,01003 sampai 0,01748 ppm. Konsentrasi ion merkuri dalam sedimen cukup memungkinkan adanya migrasi ion logam ke badan Kata kunci: Sedimen, ion merkuri, spesiasi, bioavaibilitas. DGT Diterima: 16 Juli 2024. Disetujui: 23 Agustus 2024 Sitasi: Sosidi. Khairuddin. Dwiyana. , dan Ruslan . Spesiasi dan Bioavailabilitas Merkuri dalam Sedimen Teluk Palu Pasca Gempa dan Tsunami dengan Metode Diffusive Gradient in Thin Film (DGT). KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 175-184. Corresponding author E-mail: Ruslan@untad. https://doi. org/10. 22487/kovalen. 2477-5398/ A 2024 Sosidi et al. This is an open-access article under the CC BY-SA license. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 2024: 175-184 Sosidi et al. LATAR BELAKANG ambang batas baku mutu. Dari hasil penelitian Secara geografis, pesisir Teluk Palu Paundanan, dkk . di perairan Teluk Palu terletak antara 119A52' Bujur Timur dan 119A49' rata-rata konsentrasi ion logam Hg melebihi Bujur Timur dengan garis lintang 0A52'45" baku mutu yang ditetapkan, sedangkan pada Lintang Selatan dan 0o51'19" Lintang Selatan. sedimen masih di bawah baku mutu. Pada Sedikitnya terdapat 15 sungai yang mengalir ke seluruh organ ikan yang diteliti rata-rata Teluk Palu dan memanjang di sepanjang konsentrasi ion logam Hg berada di bawah pesisir, mulai dari Tanjung Karang sampai baku mutu. Pelabuhan Pantoloan dengan panjang A 50 km. Khairuddin dan Ruslan . terhadap Khusus di sepanjang daerah aliran sungai yang konsentrasi ion logam Hg di perairan Teluk bermuara di Pantai Talise, terdapat banyak Palu dengan menggunakan metode DGT yang kegiatan penambangan emas dan sebagian di dilakukan sebelum terjadinya Gempa dan antaranya menggunakan proses amalgamasi. Tsunami di Teluk Palu menunjukkan massa ion yaitu proses pemisahan dengan menggunakan logam Hg yang terikat pada resin gel dengan merkuri untuk memperoleh emas. Dalam konsentrasi ion logam Hg pada perairan adalah kisaran 3,502 Ae 3,507 AAg/L. Pencemaran pada perairan yang disebabkan oleh Ion logam Hg tempat pembuangan limbah. Kajian kadar ion logam Hg di perairan telah banyak diteliti menggunakan berbagai Teluk Palu pertama kali dikemukakan oleh teknik pengukuran, salah satunya metode DGT Ruslan dan Khairuddin . Hasil penelitian secara in situ. Merkuri toksik dan tidak toksik tidak dapat konsentrasi ion logam merkuri di beberapa titik dibedakan dengan mengukur konsentrasi total pengambilan sampel operasi penambangan merkuri di lingkungan perairan, namun analisis Emas spesiasi dapat mengkualifikasi keberadaan Poboya konsentrasi maksimum yang diperbolehkan dan telah melampaui konsentrasi maksimum lingkungan (Kristianingrum, 2. Penerapan baku mutu yang dipersyaratkan untuk air, spesiasi yang paling umum adalah untuk sedimen, limbah cair. dan limbah padat, menunjukkan aktivitas analitis dan mengukur sedemikian rupa sehingga kondisinya tidak lagi Oleh karena itu, sebaran spesies dalam suatu sampel digambarkan dengan Mirdat, dkk . melaporkan bahwa istilah spesiasi. Spesiasi dapat terjadi dalam kandungan ion logam Hg di lokasi pengolahan berbagai bentuk kimia, seperti komposisi peleburan emas Kelurahan Poboya Kota Palu isotop, bilangan oksidasi, dan jenis ligan (Kiss dalam tanah sangat tinggi yaitu 0,057 Ae 8,19 et al. , 2. mg/kg, daerah ini merupakan daerah aliran Spesiasi ion logam berat dalam media Sungai Pondo yang bermuara di Teluk Palu. ir, tanah, dan sedime. dapat Menurut Purnawan dkk . , sedimen di menjadi dasar penentuan bioavailabilitasnya. muara Sungai Pondo Teluk Palu mengandung Bioavailabilitas adalah ketersediaan logam ion logam Hg dengan kisaran konsentrasi yang diserap oleh hayati dan dapat mengubah 0,0103 Ae 0,185 mg/kg yang masih di bawah karakteristik fisiknya sehingga memunculkan KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 2024: 175-184 Sosidi et al. efek toksik (Benard & Neff, 2. Metode DGT Prosedur Penelitian memudahkan penentuan spesies ion logam Lokasi pengambilan sampel yaitu tertentu untuk menentukan bioavailabilitas muara sungai yang diduga tercemar oleh ion logam di lingkungan perairan (Davison & logam merkuri sekitar muara Sungai Pondo. Zhang, 1994. Unsworth, dkk. , 2. Pantai Berdasarkan Talise. Sedimen diambil dengan menggunakan alat Sediment Grab di 3 titik. Sampel sedimen tersebut dimasukkan ke keterkaitan, yakni spesiasi dapat digunakan dalam plastik untuk memperkirakan bioavailabilitas pada suatu komponen perairan (Siaka dkk, 2. mengurangi oksidasi logam berat sebelum diuji Upaya di laboratorium. Pengambilan sampel dilakukan polietilen, kemudian disimpan pengulangan sebanyak 2 kali. sedimen Teluk Palu pasca Gempa dan Tsunami ekosistem dengan metode ekstraksi sekuensial hingga pengukuran migrasi ion logam dari sedimen ke air laut dengan metode DGT. Metode DGT sendiri di Indonesia belum banyak dipergunakan untuk analisis bioavailabilitas METODE PENELITIAN Bahan dan Peralatan Bahan yang digunakan adalah akuades. CH3COOH glasial . a Merc. HNO3 . Merc. H2O2 CH3COONH4 . a Merc. , larutan standar merkuri 1000 ppm, resin 3-merkaptopropil terikat silika gel, kertas saring whatman, benang dan tisu. Alat yang digunakan adalah alat-alat Gambar 1. Peta lokasi sampling di kampung Nelayan kelurahan Talise. Titik 1 muara sungai pondo pada 0o52Ao46,213oS 119o52Ao15,133oE Titik 2 sebelah selatan pada 0o53Ao2, 853oS 119o52Ao5,327oE Titik 3 sebelah utara pada 0o51Ao51,422oS 119o52Ao39,191oE. penunjang yang ada di laboratorium, shaker, sentrifuge, pH meter, neraca analitik, hot plate, penangas air, spatula plastik, lumpang dan alu, sediment grab, seperangkat alat Diffusive Gradient in Thin Film (DGT) (Research. Lancester. UK) Inductively Coupled Plasma Ae Optical Emission Spectrometry (ICPOES). Spesiasi Logam Hg Proses ekstraksi kimia akan diterapkan pada semua perlakuan, yaitu sampel sedimen akan mengalami perlakuan tahapan ekstraksi . equential merupakan adopsi metode Tessier yang telah KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 2024: 175-184 Sosidi et al. Ekstraksi tahap 1 . raksi EFLE) Sebanyak seluruh unit DGT terendam . Resin gel setelah perendaman diambil dengan memutar ditambahkan 25 mL CH3COOH 0,1 M, dikocok sekrup penutup. Tutup yang telah terbuka selama 3 jam. Selanjutnya, disentrifugasi dan dibersihkan, kemudian lepaskan filter dan lapisan difusi gel dan lapisan gel paling bawah Supernatan dimasukkan ke dalam labu ukur 50 yaitu resin gel. Resin gel ditambahkan 10 mL mL dan diencerkan dengan akuades. Logam larutan HNO3 1 M dalam tabung sampel yang Hg dalam filtrat diukur dengan ICP-OES. bersih dan campuran dibiarkan terelusi selama Ekstraksi tahap 2 . raksi oxidisabl. Residu dari ekstraski tahap 1 dicuci Kemudian alikuot hasil elusi HNO 3 diambil untuk pembuatan adisi standar. dengan akuades. Setelah itu, 10 mL larutan Pembuatan H2O2 8,8 M ditambahkan dan 78:2. dalam penangas air pada suhu 85oC. Larutan Adisi Standar (SNI Sebanyak 2 mL larutan hasil elusi dipindahkan kedalam tiga buah labu ukur 50 CH3COONH4 1 M, diatur sehingga pHnya 2 mL lalu ditambahkan larutan standar Hg 1000 ppm ke dalam masing-masing labu yaitu dikocok selama 3 jam lalu disentrifugasi dan sebanyak 0,5. 0,75. dan 1 mL. Masing-masing Filtrat diencerkan dengan akuades labu ukur tersebut ditambahkan akuades dalam labu ukur 50 mL, lalu logam Hg diukur hingga tanda batas, sehingga konsentrasi dengan ICP-OES. masing-masing yaitu 10. dan 20 ppm. HNO3, Kurva Sampel selanjutnya dianalisis dengan ICP- Ekstraksi tahap 3 . raksi resistan. OES. Residu dari ekstraksi tahap 2 dicuci dengan akuades kemudian ditambah 10 mL Analisis Kadar Hg dengan ICP-OES Sampel uji yang diperoleh dari perlakuan dipanaskan di atas hotplate dengan suhu ekstraksi dan DGT diinjeksikan ke alat ICP- Larutan disaring, kemudian filtrat yang OES. Disiapkan larutan SnCl2 2% dan HCl : diperoleh diencerkan dengan akuades dalam aquadem . Larutan sampel. SnCl2 2% dan labu ukur 50 mL. Larutan tersebut diukur HCl : aquadem . diinjeksikan ke alat ICP- dengan ICP-OES. OES dalam waktu yang sama (Wijaya, 2. Uji kuantitatif merkuri dalam sampel dilakukan Analisis Sampel menggunakan DGT (Zhang, masing sampel pada panjang gelombang Sampel sedimen dari tiga titik yang telah lolos ayakan 60 mesh masing-masing diambil 184,950 nm. Setelah itu didapatkan konsentrasi merkuri . sebanyak 500 g, lalu basahkan sedimen dengan sedikit air laut. Perendaman DGT HASIL DAN PEMBAHASAN dilakukan dengan prosedur sebagai berikut : Hasil Uji Ekstraksi Sekuensial Distribusi Logam berat Hg dalam Sedimen Pasangkan benang pada lubang di dasar DGT Merkuri yang secara alami berada di Selama waktu perendaman, pastikan alam sangatlah sedikit. Merkuri berasal dari KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 2024: 175-184 Sosidi et al. aktivitas gunung berapi, rembesan air tanah dan yang berada pada fraksi 3 . melalui daerah yang mengandung merkuri. adalah ion logam yang tidak bioavailable. Kandungan menggunakan merkuri sebagai bahan industri (Darmono, 2. Selain faktor alam, kegiatan Tabel 1. Distribusi kadar ion logam Hg dalam Kadar ion Hg pada Lokasi i Ekstraksi < 0,0005 < 0,0005 < 0,0005 < 0,0005 < 0,0005 < 0,0005 < 0,0005 0,0063 0,0052 yang menghasilkan limbah merkuri dapat konsentrasi merkuri di lingkungan seiring dengan pertambahan penduduk dan kemajuan Merkuri perairan akan mengalami bioakumulasi dan biomagnifikasi sehingga membahayakan baik manusia yang akan mengonsumsi spesies tercemar tersebut maupun organisme perairan Fraksi 1 (Easily Freely Leachable and Exchangabl. Fraksi dengan ikatan paling tidak stabil seperti ikatan ionik, ikatan karbonat, ikatan mengendap jika konsentrasi logam lebih besar kompleks ionik dan ikatan yang mudah ditukar dihasilkan antara logam dan asam yang ada Ion dalam air seperti karbonat, hidroksil dan klorida merupakan ion logam yang bioavailable dan (Ruslan dan Khairuddin, 2. Sebaran ion diklasifikasikan sebagai logam berbahaya bagi Logam Hasil fraksinasi yang berbeda ditunjukkan dengan pengukuran menggunakan metode ekstraksi merupakan hasil pemutusan senyawa karbonat sekuensial yang dilakukan pada setiap titik diperoleh konsentrasi ion Hg dalam sedimen lokasi sampel. Metode Tessier yang telah yaitu < 0,0005 ppm. Distribusinya hampir dimodifikasi digunakan untuk mengidentifikasi merata untuk setiap titik sampel. Penggunaan spesiasi ion logam Hg dalam sedimen Teluk asam asetat glasial pada fraksi ini diprediksi Palu pasca Gempa dan Tsunami. dapat melarutkan ion logam Hg yang berikatan dalam bentuk karbonat tanpa merusak spesies menggunakan berbagai jenis pereaksi untuk lain yang ada di sedimen. Reaksi yang terjadi mengevaluasi mobilitas logam berat dalam pada fraksi ini adalah : Spesies logam dapat digunakan 2 CH3COOH HgCO3 Ie Hg(CH3COO)2 CO2 H2O Ekstraksi Secara alami reaksi ini dapat disebabkan bioavailable, berpotensi bioavailable, dan non oleh perubahan kondisi lingkungan seperti pH. Ion logam Hg yang berada pada gelombang laut dan faktor lainnya. Oleh karena fraksi 1 (EFLE) adalah ion logam yang bersifat itu, fraksi ini mudah terlepas ke badan air bioavailable, logam yang berada pada fraksi 2 . adalah ion logam yang berpotensi bioavailable. Sosidi et al. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 2024: 175-184 Fraksi 2 (Oxidizabl. Hasil yang telah diperoleh dari setiap Ekstraksi tahap kedua yaitu mengekstrak tahapan ekstraksi pada Tabel 2 distribusi ion ion logam yang berikatan dengan senyawa logam berat Hg dalam sedimen yaitu, < 0,0005 organik atau dalam bentuk sulfida. Sedimen ppm pada setiap titik dalam senyawa karbonat diekstraksi dengan menggunakan hidrogen . , < 0,0005 ppm pada setiap titik dalam peroksida yang merupakan oksidator kuat, senyawa sulfida . dan yang terikat kuat pada kondisi teroksidasi materi organik dan pada senyawa silika . yaitu, < 0,0005 sulfida yang terikat dengan logam dapat ppm pada titik I, 0,0063 ppm pada titik II dan Amonium asetat ditambahkan ke 0,0052 pada titik i. Pola penyebaran spesiasi dalam larutan untuk membantu melarutkan ion ion logam Hg secara umum pada sedimen di logam yang telah dibebaskan dari ikatan molekul organik. Ion logam pada fraksi ini Tsunami adalah Fraksi 3 > Fraksi 1 = Fraksi 2. berpotensi bioavailable dan akan menjadi Berdasarkan hal tersebut dapat dilihat bahwa pola penyebaran ion Hg dalam sedimen yang mengenai sedimen di lingkungan tersebut Teluk Palu Gempa bersifat bioavailable relatif rendah. (Gasparatos dkk. Kadar ion logam Hg Berdasarkan International Association of dalam sedimen yang terekstraksi pada fraksi ini Dredging Companies (IADC)/Central Dredging yaitu < 0,0005 ppm di setiap titik sampel. Association menentukan fraksi resistant. Fraksi ini terdiri dari kumpulan logam yang terikat kuat pada mineral sedimen dan memiliki sifat stabil. Oleh karena sifat ikatan tersebut, maka fraksi ini disebut non bioavailable. Berdasarkan hasil yang diperoleh kadar ion logam Hg pada titik I sebesar < 0,0005, pada titik II sebesar 0,0063 dan pada titik i sebesar 0,0052 ppm. Penggunaan semua jejak logam yang terdapat dalam sedimen . raksi sis. Reaksi yang terjadi pada 3Hg 2HNO3 6HCl Ie 3HgCl2 4H2O 2NO Keberadaan ion logam pada fraksi ini tidak perlu dikhawatirkan karena bersifat non Ion logam pada spesies ini merupakan hasil dari kontaminasi alami, seperti mg/L. Pada hasil ini dapat dikatakan bahwa ion logam berat Hg yang bersifat bioavailable sedimen Teluk Palu masih berada di bawah baku mutu. Penelitian Paundanan, dkk . melaporkan bahwa konsentrasi ion logam Hg pada organ ikan yang berada di perairan Teluk Palu masih berada di bawah baku mutu. Pada merkuri yang bersifat non bioavailable atau yang terikat kuat pada batuan sedimen di Teluk Palu juga masih berada di bawah baku mutu. Berdasarkan paparan distribusi ion logam Hg dalam sedimen di Teluk Palu pasca Gempa fraksi ini adalah: cemaran logam merkuri pada sedimen yaitu 1,6 Fraksi 3 (Resistan. Ekstraksi (CEDA) dan Tsunami bahwa migrasi ion logam Hg dari sedimen ke badan air . ir lau. memiliki potensi yang masih sangat kecil. Kadar Hg dalam Sedimen Metode ekstraksi sekuensial didapatkan gambaran distribusi merkuri pada sedimen penguraian kristal silikat dalam batuan (Yap Teluk Palu dengan hasil kadar ion logam Hg , 2. berkisar antara 0,0063 O Hg < 0,0005 ppm. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 2024: 175-184 Sosidi et al. Tabel 2. Kadar ion logam Hg dalam sedimen . Ekstraksi Titik I Titik II Titik i Perlakuan berat dengan kateogri kadar logam berat pada lumpur > lumpur berpasir > berpasir. Faktor Rata- lainnya adalah kandungan ion logam Hg dalam Fraksi 1 <0,0005 <0,0005 <0,0005 sedimen dipengaruhi oleh kedalaman, jarak Fraksi 2 <0,0005 <0,0005 <0,0005 pantai dan ukuran butir sedimen. Fraksi 3 <0,0005 <0,0005 <0,0005 Fraksi 1 <0,0005 <0,0005 <0,0005 Fraksi 2 <0,0005 <0,0005 <0,0005 Fraksi 3 <0,0005 0,0063 0,0063 Fraksi 1 <0,0005 <0,0005 <0,0005 Paundanan, dkk . melaporkan bahwa Fraksi 2 <0,0005 <0,0005 <0,0005 kandungan Hg dalam sedimen di muara Sungai Fraksi 3 <0,0005 0,0052 0,0052 Pondo sebelum terjadinya peristiwa Gempa Kadar merkuri pada sedimen di sekitar muara Sungai Pondo relatif rendah dan masih aman bagi biota laut. Menurut penelitian dan Tsunami di Teluk Palu berkisar antara Berdasarkan Tabel 2. kadar merkuri dalam sedimen masih tergolong rendah. Pada perlakuan kedua terdeteksi ion logam Hg di fraksi 3 sebesar 0,0063 ppm pada titik II dan sebesar 0,0052 ppm pada titik i. Akumulasi konsentrasi ion logam merkuri pada sedimen di ketiga titik dengan berbagai tingkatan fraksi menunjukkan nilai yang tidak berbeda nyata 0,017 Ae 0,287 mg/kg . asih berada di bawah ambang batas baku mut. Cemaran merkuri di Teluk Palu pasca Gempa dan Tsunami ini menunjukkan telah mengalami penurunan dibandingkan sebelum terjadinya Gempa dan Tsunami, hal ini dapat terjadi karena adanya perubahan lapisan sedimen bawah laut yang dipengaruhi oleh longsor bawah laut. antara titik yang dekat muara maupun yang Secara zonasi konsentrasi rata-rata ion Hasil Penentuan Migrasi Ion Logam Hg dari Sedimen ke Air Laut Hg dalam sedimen menunjukkan Titik II > Titik i > Titik I. Pencemaran ion logam merkuri diduga tidak hanya disebabkan oleh kegiatan penambangan di Poboya, tetapi juga dapat disebabkan oleh pelapukan batuan, peralatan listrik, obat-obatan yang dibuang langsung ke lingkungan sekitar (Ruslan dan Khairuddin logam Hg dengan metode ekstraksi di atas, bermigrasi dari sedimen ke air laut masih relatif kecil, namun seiring dengan perkembangan Kota Palu kemungkinan terjadinya penumpukan logam Perbedaan kandungan ion logam Hg dalam sedimen di setiap titik diduga karena adanya faktor pencemar yang berasal dari darat seperti limbah dari aktivitas pemukiman, perhotelan. SPBU, pusat perbelanjaan dan PLTU. Kandungan ion logam Hg dalam Berdasarkan beberapa faktor, antara lain kecepatan arus dan jenis sedimen yang lebih dominan berpasir. Menurut Bintal Amin . bahwa jenis sedimen dapat mempengaruhi kadar logam Hg yang lebih besar di dalam sedimen. Rendahnya kadar merkuri pada sedimen tetap perlu diwaspadai karena sifat merkuri yang akumulatif sehingga berbahaya bagi biota yang hidup di sekitar daerah cemarannya. Oleh sebab itu pentingnya mengembangkan metode untuk melihat potensi bioavailable logam dengan metode Diffusive Gradient in Thin Film (DGT). Perangkat DGT hidrogel membran yang saling menempel. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 2024: 175-184 Sosidi et al. mengalami migrasi dari sedimen ke air laut bersentuhan langsung dengan sedimen pada pada Titik I yaitu 0,01003 ppm, pada Titik II saat pengaplikasian. Ion logam akan berdifusi yaitu 0,01748 dan pada Titik i yaitu 0,01155 melalui membran pendifusif, setelah itu akan Secara zonasi konsentrasi konsentrasi terperangkap pada binding gel. Binding gel ion logam Hg menunjukkan Titik II > Titik i > yang digunakan mengandung resin tiol (-SH) Titik I hal ini sesuai seperti distribusi ion logam yang dikembangkan untuk pengukuran spesies Hg dalam sedimen menggunakan metode ion logam Hg. Tiol adalah senyawa yang ekstraksi sekuensial. Menurut Khairuddin dan Ruslan . konsentrasi merkuri diperairan merupakan analog sulfur dari gugus hidroksil Teluk Palu dengan menggunakan metode atau alkohol. Afinitas yang besar dari anion Diffusive Gradient in Thin Film (DGT) yang tiolat terhadap logam berat yang terdapat pada dilakukan sebelum terjadinya Gempa dan gugus tiol menjadi keunggulan penggunaan Tsunami menunjukkan konsentrasi Hg pada binding gel tersebut (Wermuth, 2. Mousavi . juga menjelaskan hukum asam dan Sedangkan menurut penelitian Paundanan, dkk basa keras lunak yang memprediksi bahwa . konsentrasi rata-rata Hg pada organ asam lunak (H. dan basa lunak (-SH) akan ikan yang berada di perairan Teluk Palu yaitu memiliki interaksi yang kuat. 0,028 Ae 0,166 mg/kg . asih berada dibawah -SH Perhitungan CDGT melibatkan massa 3,502 3,507 baku mut. logam yang terserap, ketebalan membran penyaring dan difusi gel, waktu aplikasi, luas permukaan membran, serta koefisien difusi. Metode penambahan larutan standar yang diketahui konsentrasi hasil elusi pada DGT. Adapun tujuan dari penggunaan metode adisi standar karena kadar logam Hg pada fraksi yang mudah lepas pada hasil ekstraksi sekuensial Gambar 2. Hubungan lokasi sampel Vs CDGT-Hg relatif kecil sehingga dimungkinkan tidak dapat Konsentrasi ion logam Hg yang berhasil terlihat ion logam yang bersifat bioavailable diserap DGT jauh lebih tinggi karena perangkat atau ion logam yang memiliki potensi untuk tersebut hanya dapat menyerap spesi ion bermigrasi dari sedimen ke badan air. Data logam yang bersifat tidak stabil atau kompleks yang diperoleh pada penenggelaman DGT logam yang terikat lemah. Oleh karena itu, ion selama 3 hari dengan metode adisi standar Hg yang berhasil diserap pada DGT dianggap ditunjukkan pada Gambar 2. sebagai ion bebas Alkil Hg ataupun Hg2 dalam Berdasarkan hasil yang diperoleh pada bentuk unsur. Namun, jika dikaitkan dengan Gambar 2 didapatkan CDGT ion logam Hg yang sejarah lokal penambangan memiliki sifat bioavailable dan berpotensi daerah aliran sungai yang bermuara ke Teluk KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 2024: 175-184 Sosidi et al. Palu, maka hal ini diduga karena endapan itu, dimungkinkan untuk mengubah waktu limbah logam Hg yang terjadi selama bertahun- pengaplikasian unit DGT menjadi lebih singkat tahun akibat maraknya tambang dalam larutan tanah. Ketebalan difusi gel juga masyarakat berhasil terionisasi dapat digunakan untuk menghindari kejenuhan Selain itu selektivitas dari binding dan mendapatkan hasil yang lebih berarti (Conesa, dkk. , 2. gel 3-merkaptopropil terikat silika gel sangat baik dalam melakukan proses penyerapan Hg KESIMPULAN Distribusi ion logam Hg dalam sedimen pada sedimen tercemar. Berdasarkan Gambar 2 dapat dikatakan didominasi oleh spesies resistant sebesar < bahwa ion logam Hg akan mengalami migrasi 0,0005 0,0063 Hal dari sedimen ke badan air atau dengan asumsi menunjukkan bahwa sedimen telah tercemar bahwa ion logam diserap oleh DGT, maka hal merkuri walaupun masih berada di bawah ini dapat dimungkinkan pula terjadi pada batas maksimum yang dipersyaratkan. Migrasi ion logam Hg dari sedimen ke kondisi lingkungan perairan yang sebenarnya, bahwa logam berat merkuri yang memasuki perairan akan berikatan dengan unsur lain dalam air laut membentuk merkuri organik dan 0,01748 ppm. Simulasi pengukuran DGT anorganik yang bersifat labil dan akan mudah menunjukkan bioavailabilitas ion logam Hg mengalami migrasi dari sedimen ke badan air masih berada di bawah batas maksimum yang kemudian diserap oleh biota laut. Bioavailabilitas Merkuri dalam DGT UCAPAN TERIMAKASIH Kandungan logam dalam resin (C. logam dari sedimen ke badan air dan zat padat terhadap mikroorganisme maupun biota dalam lingkungan perairan. Menurut prinsip kerja perangkat DGT, konsentrasi efektif untuk CDGT Ucapan 0,01003 Tim DGT Peneliti haturkan kepada Dekan Fakultas Matematika Ilmu Tadulako Pengetahuan Alam Universitas Hibah Penelitian Skema Penelitian Unggulan Tahun 2022 melalui dana DIPA Fakultas. DAFTAR PUSTAKA