Tersedia di https://jurnal. id/index. php/JPMK/ Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Volume 5 No 2, 2023, 6-12 PENINGKATAN EDUKASI PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA REMAJA PUTRI IMPROVING BREAST SELF-EXAMINATION EDUCATION IN ADOLESCENT WOMEN Aris Noviani1. Yeni Anggraini2 Program studi D3 Kebidanan. STIKes Mitra Husada Karanganyar Email : arisnovianimhk@gmail. ABSTRAK Kanker payudara merupakan penyebab kematian sebagian besar perempuan yang saat ini menduduki peringkat kedua setelah kanker leher rahim diantara kanker yang menyerang perempuan. Salah satu cara efektif untuk mendeteksi lebih dini kanker payudara yaitu dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah dengan tehnik presentasi, pemutaran video, tanya jawab serta simulasi praktik langsung yang dikemas dalam bentuk penyuluhan. Media yang digunakan yaitu leaflet, laptop, lcd. MMT. Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada hari Jumat, 13 Januari 2023 yang dimulai pukul 11. 30 WIB - selesai bertempat di SMA Negeri Jumapolo Karanganyar dengan jumlah peserta yang mengikuti penyuluhan ini adalah 223 peserta yang terdiri dari Siswi Putri kelas XII. Siswi yang mengisi link pre test dan post test sebanyak 147 Siswi. Hasil dari 147 peserta sebagian besar memiliki pengetahuan Pre Test yang Cukup terhadap Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) sebanyak 133 peserta . %) serta dari 147 peserta sebagian besar memiliki pengetahuan Post Test yang Baik terhadap Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) sebanyak 103 peserta . %). Kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat efektif meningkatkan pengetahuan bagi siswi remaja putri dalam melakukan deteksi dini kanker payudara melalui SADARI. Kata kunci : Edukasi. SADARI. Remaja. Putri ABSTRACT Breast cancer is the cause of death for most women, which is currently ranked second after cervical cancer among cancers that affect women. One effective way to detect breast cancer earlier is by doing breast self-examination (BSE). This activity was carried out using the lecture method with presentation techniques, video playback, question and answer and hands-on practice simulations packaged in the form of counseling. The media used are leaflets, laptops. LCD. MMT. This community service was carried out on Friday. January 13, 2023 which began at 11. 30 WIB finished at Jumapolo Karanganyar State High School with the number of participants who took part in this counseling were 223 participants consisting of class XII female students. There were 147 students who filled out the pre-test and post-test links. The results of the 147 participants mostly had adequate pre-test knowledge of breast self-examination (BSE) as many as 133 participants . %) and of the 147 participants most had good post-test knowledge of breast self-examination (BSE) of 103 participants . %). This community service activity is very effective in increasing knowledge for young female students in early detection of breast cancer through BSE. Keywords: Education. BSE. Adolescents. Girls PENDAHULUAN Kanker payudara merupakan penyebab kematian sebagian besar perempuan yang saat ini menduduki peringkat kedua setelah kanker leher rahim diantara kanker yang menyerang perempuan (Sulistiyowati. Kanker payudara merupakan kanker dengan kasus terbanyak pada wanita usia subur 15-49 tahun setelah kanker payudara di Copyright A 2023. JPMK, e-ISSN: 2654-7996 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan 7 Volume 5 No 2, 2023 Indonesia. 030 kasus kanker baru dan 360 kematian akibat kanker diproyeksikan terjadi di Amerika Serikat. Insidensi selama 2014 peningkatan yang lambat untuk kanker payudara wanita . ebesar 0,5% per tahu. Pola kematian mencerminkan tren kejadian. Singkatnya, kemajuan telah mengalami stagnasi untuk kanker payudara. Intervensi kanker yang lebih bertarget dan investasi dalam deteksi dini dan pengobatan yang lebih baik akan kematian akibat kanker (Siegel et al. , 2. Cakupan deteksi dini IVA dan SADANIS di Indonesia sampai dengan Tahun 2016 943 orang atau sekitar 5,2% dari populasinya. Di Propinsi Jawa Tengah, cakupan deteksi dini hingga Tahun 2016 sebanyak 280. orang atau sekitar 5,7%. Sedangkan Kabupaten Karanganyar selama Tahun 2016 telah diperiksa sebanyak 3. orang atau 18,2%. Seluruh Puskesmas di Karanganyar telah memiliki tenaga terlatih dan sudah melaksanakan pelayanan deteksi dini kanker yang diidap (Kemenkes RI. Waktu yang terbaik untuk SADARI SADANIS menstruasi atau pada hari ke 710 setelah menstruasi karena waktu itu kepadatan jaringan lebih rendah pada payudara. Pada wanita yang memiliki menstruasi tidak teratur atau jarang dalam atu bulan tidak SADARI dilakukan pada hari yang sama SADARI dilakukan secara rutin setiap bulan untuk perempuan yang sudah mengalami menopause (Dwitania. Azizah dan Rosyidah. Berdasarkan pendahuluan yang dilakukan oleh (Yusuf dan Wulandari, 2. di SMA Negeri Jumapolo Karanganyar terdapat 17 dari melakukan praktik SADARI dan dari hasil wawancara dengan kepala jurusan tata busana, siswi penyuluhan kesehatan mengenai SADARI. Hal demikian juga SMA Negeri Jumapolo, dimana siswi kelas XII belum pernah mendapat penyuluhan tentang pemeriksaan SADARI dan SADANIS. Sesuai dengan data dan masalah yang ada, maka untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswi perlu dilakukan pendidikan Kesehatan tentang SADARI SADANIS. Pemberdayaan bidang kesehatan merupakan inti dari promosi kesehatan. Promosi Kesehatan adalah kemampuan pembelajaran dari, oleh, untuk bersama masyarakat agar dapat menolong dirinya sendiri dan dengan preventif akan dapat menyiapkan hidup yang lebih METODE Permasalahan beberapa Siswi masih kurang memahami arti dari SADARI. Copyright A 2023. JPMK, e-ISSN: 2654-7996 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan 8 Volume 5 No 2, 2023 Kegiatan dilaksanakan dengan metode presentasi, pemutaran video, tanya jawab serta simulasi praktik langsung yang dikemas Media yang digunakan yaitu leaflet, laptop, lcd. MMT. Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada hari JumAoat, 13 Januari 2023 yang dimulai pukul 30 WIB - selesai bertempat di SMA Negeri Jumapolo Karanganyar dengan jumlah penyuluhan ini adalah 223 peserta yang terdiri dari Siswi Putri kelas XII. Siswi yang mengisi link pre test dan post test sebanyak 147 Siswi. Siswi yang tidak mengisi link dikarenakan tidak membawa handphone, terkendala sinyal Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dimulai dengan registrasi peserta disampaikan oleh ketua Panitia/ Pelaksana, lalu di lanjutkan mengetahui tentang Edukasi Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dengan mengisi kuisioner melalui link. Masuk pada acara inti dimulai dengan AuPemaparan Materi dengan PPT dan Video berisi cara pemeriksaan payudara sendiri dan sadanis Serta pembagian leafletAy Kegiatan berikutnya yaitu melakukan evaluasi . ost tes. dengan membagikan melalui link https://s. id/jumapolo. Hal ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang edukasi yang sudah diberikan serta mampu mempraktikan . HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 Karakteristis Umur Ibu No Umur Jumlah % 1 16 tahun 2 17 Tahun 3 18 Tahun 19 Tahun Jumlah 147 Tabel 1 menunjukkan bahwa usia Siswi Kelas XII SMA dari 147 peserta terdiri sebagian besar berusia 17 tahun yaitu 101 peserta . %). Tabel 2 Karakteristik Peserta Berdasarkan Pengetahuan tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pre Test No Pengetahuan Pre Test 1 Baik 2 Cukup 3 Kurang Jumlah Jumlah Tabel 2 menjelaskan dari 147 peserta sebagian besar memiliki pengetahuan Pre Test yang Cukup terhadap Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) sebanyak 133 peserta . %). Copyright A 2023. JPMK, e-ISSN: 2654-7996 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan 9 Volume 5 No 2, 2023 Tabel 3 Karakteristis Pengetahuan Post Test Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pengetahuan Post Test Jumlah % 1 Baik 2 Cukup 3 Kurang Jumlah Tabel 3 menjelaskan dari 147 peserta sebagian besar memiliki pengetahuan Post Test yang Baik terhadap Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) sebanyak 103 peserta . %). Pengertian edukasi menurut (Notoadmodjo S. , 2. adalah proses meningkatkan kontrol dan sebagai upaya memperbaiki kesehatan, baik bagi individu maupun masyarakat. Dimana edukasi ini sebagai bentuk perilaku ataupun pola hidup Kesehatan mereka. Promosi kesehatan pada hakikatnya adalah suatu kegiatan atau usaha menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, kelompok atau individu. Dengan adanya pesan atau informasi yang disampaikan kepada sarsaran diharapkan pengetahuan tentang kesehatan Menurut ((Notoadmojo, 2. ) WHO telah merumuskan: AuPromosi kesehatan adalah proses untuk masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Selain itu, untuk mencapai sempurna, baik fisik, mental dan sosial, maka masyarakat harus lingkungannya . ingkungan fisik, sosial budaya dan sebagainy. Promosi kesehatan adalah suatu menghasilkan perilaku individu atau masyarakat yang diperlukan tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) meningkatkan kesadaran siswi untuk mengetahui factor resiko kanker payudara, serta cara pencegahan termasuk skrining Peningkatan tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) ini juga merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran siswi untuk melakukan skrining dan deteksi dini secara berkala. Selain pengetahuan kepada wanita usia pencegahan kanker payudara dengan cara menjaga kesehatan fisik, makan makanan yang sehat dan bergizi, tidak merokok, istirahat yang cukup dan lainnya (Kemenkes RI, 2. Edukasi tentang deteksi dini kanker payudara melalui sadari Kanker payudara merupakan penyebab kematian yang memprihatinkan bagi wanita usia reproduski dengan insiden yang tinggi di seluruh dunia. Penatalaksanaan harus dimulai dari awal yang mencakup skrining kanker yang ketat atau pendaftaran kanker Copyright A 2023. JPMK, e-ISSN: 2654-7996 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan 10 Volume 5 No 2, 2023 hingga strategi diagnostic dan (Kashyap et al. , 2. Kanker terdeteksi dan diobati secara dini, kemungkinan bertahan hidup sangat tinggi. Namun, banyak faktor yang menghambat dan bersifat sangat kompleks meliputi, faktor sosial, ekonomi, geografis dan factor-faktor lain yang saling terkait, yang dapat membatasi aksesnya secara tepat waktu, terjangkau, dan layanan perawatan kesehatan payudara yang efektif. Breast Health Global Initiative (BHGI) bertingkat sumber daya untuk pelaksanaan deteksi dini dan diagnosis kanker payudara. Pengembangan program deteksi dini, dimulai dengan strategi manajemen yang diperlukan untuk diagnosis penyakit yang kesadaran dan pelatihan teknis, anamnesis dan pemeriksaan fisik serta diagnosis jaringan yang akurat (Ginsburg et al. , 2. Sejalan dengan berbagai teori (Notoadmojo, 2. bahwa pengetahuan dapat menjadikan seseorang memiliki kesadaran berperilaku sesuai pengetahuan Perubahan pengetahuan, kesadaran dan sikap yang positif bersifat langgeng karena didasari oleh kesadaran mereka sendiri bukan SIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat efektif meningkatkan pengetahuan bagi siswi remaja putri dalam melakukan deteksi dini kanker payudara melalui SADARI. DAFTAR PUSTAKA