Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Meningkatkan Budaya Organisasi dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas Pegawai Yayasan Pendidikan Tajaul Karomah Desa Situ Gadung Kabupaten Tangerang Hafis Laksmana Nur Aldy1. Surya Budiman2. Laila Irawati3 Universitas Pamulang. Indonesia dosen02460@unpam. id1, dosen0464@unpam. id2, dosen02784@unpam. Submitted: 15th April 2025 | Edited: 29th June 2025 | Issued: 01st July 2025 Cited on: Aldy. Budiman. , & Irawati. Meningkatkan Budaya Organisasi dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas Pegawai Yayasan Pendidikan Tajaul Karomah Desa Situ Gadung Kabupaten Tangerang. Jurnal PKM Manajemen Bisnis, 5. , 622-629. ABSTRACT This community service activity was conducted to address the need for improving organizational culture in order to enhance employee productivity at Yayasan Pendidikan Tajaul Karomah. Desa Situ Gadung. Kabupaten Tangerang. The background of this activity stems from the observation that a weak organizational culture negatively affects employee performance and overall productivity among teachers, staff, and other The primary objective was to strengthen the organizational culture to support increased productivity within the foundation. The activity was held in the auditorium of Yayasan Pendidikan Tajaul Karomah on May 4, 2024, and was facilitated by 12 lecturers from Universitas Pamulang. The participants consisted of 25 teachers, staff, and employees of the foundation. The implementation of the community service involved three phases: planning, execution, and reporting. The methods employed during the activity included material presentations, practical exercises, group discussions, and question-and-answer sessions to ensure active participation and effective knowledge transfer. The results showed a marked improvement in participantsAo understanding of organizational culture and its role in enhancing Participants reported increased motivation and a more cooperative working environment after the activity. These findings indicate that deliberate efforts to develop organizational culture can significantly improve employee productivity in educational institutions. Keywords: Organizational Culture. Employee Productivity. Community Service. Educational Foundation. Yayasan Pendidikan Tajaul Karomah PENDAHULUAN Budaya organisasi merupakan salah satu aspek penting dalam menentukan keberhasilan sebuah organisasi, terutama dalam konteks Pendidikan (Anwar & Fatimah. Nurhadi & Agustina, 2. Budaya organisasi yang kuat dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif sehingga berdampak positif terhadap kinerja dan produktivitas pegawai (Schein, 2018. Santoso & Hidayat, 2. Di era modern ini, pendidikan tidak hanya dituntut untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. harus dikelola dengan manajemen yang baik, termasuk dalam aspek budaya organisasi (Hofstede et al. , 2. Penelitian Johnson & Smith . menunjukkan bahwa budaya organisasi yang sehat berperan dalam meningkatkan motivasi, kepuasan kerja, dan produktivitas Dalam konteks yayasan pendidikan, pegawai yang termotivasi dan memiliki budaya kerja yang baik akan mampu menjalankan tugasnya secara efektif dan efisien (Wijaya & Pranoto, 2. Namun, banyak yayasan pendidikan di Indonesia yang masih menghadapi tantangan dalam membangun budaya organisasi yang positif (Wibowo. Yayasan Pendidikan Tajaul Karomah yang berlokasi di Desa Situ Gadung. Kabupaten Tangerang, sebagai salah satu lembaga pendidikan swasta, juga mengalami kendala dalam hal budaya organisasi. Faktor-faktor seperti komunikasi internal yang kurang efektif, rendahnya keterlibatan pegawai, dan kurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai organisasi menjadi hambatan utama dalam peningkatan produktivitas (Prasetya & Nuraini, 2. Berdasarkan survei awal yang dilakukan, sebagian besar pegawai Yayasan Pendidikan Tajaul Karomah mengaku kurang mendapatkan dukungan dan apresiasi yang memadai dari pimpinan yayasan, sehingga menurunkan semangat kerja dan produktivitas mereka (Halim et al. , 2. Hal ini sejalan dengan temuan dari penelitian yang menyatakan bahwa dukungan organisasi merupakan faktor kunci dalam pembentukan budaya organisasi yang positif (Lee, 2. Selain itu, perkembangan teknologi dan tuntutan pendidikan yang semakin kompleks menuntut pegawai untuk terus beradaptasi dengan perubahan melalui budaya organisasi yang mendukung inovasi dan kerja sama (Zhang et al. , 2. Oleh karena itu, penguatan budaya organisasi di lingkungan yayasan menjadi sebuah kebutuhan mendesak agar pegawai dapat berkontribusi secara optimal. Berbagai strategi telah dikembangkan dalam literatur untuk memperbaiki budaya organisasi, antara lain melalui pelatihan, penguatan komunikasi internal, dan pembentukan nilai-nilai bersama yang jelas (Kurniawan, 2020. Muhammad & Santoso. Implementasi strategi-strategi produktivitas dan efektivitas kerja pegawai dalam organisasi pendidikan. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Mengacu pada kondisi tersebut, pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan fokus pada peningkatan budaya organisasi di Yayasan Pendidikan Tajaul Karomah menjadi langkah strategis. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman, pembinaan, dan praktik langsung kepada pegawai guna membangun budaya kerja yang positif sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja secara signifikan (Putra & Ramadhan, 2. METODE Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan pada tanggal 04 Mei 2024 di Aula Yayasan Pendidikan Tajaul Karomah. Pelaksana kegiatan terdiri dari 12 dosen Universitas Pamulang yang memiliki kompetensi di bidang manajemen organisasi dan pengembangan sumber daya manusia. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 25 orang, meliputi guru, staf, dan pegawai yayasan. Metode pelaksanaan kegiatan dirancang secara partisipatif dan interaktif dengan menggabungkan pemaparan materi, praktik langsung, diskusi kelompok, serta sesi tanya jawab. Pendekatan ini bertujuan agar peserta tidak hanya menerima informasi secara teoritis, tetapi juga dapat mengaplikasikan konsep budaya organisasi yang efektif dalam lingkungan kerja Proses pelaksanaan PKM diawali dengan tahap perencanaan yang meliputi koordinasi dengan pihak yayasan dan penyusunan materi yang relevan dengan kebutuhan peserta. Selanjutnya, tahap pelaksanaan dilaksanakan secara sistematis pada hari kegiatan dengan pembagian waktu untuk setiap metode yang diterapkan agar Setelah kegiatan selesai, dilakukan tahap pelaporan yang mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan, hasil yang diperoleh, dan rekomendasi tindak lanjut untuk pengembangan budaya organisasi di yayasan. Dengan demikian, pelaksanaan PKM ini berjalan secara terstruktur dan menyeluruh mulai dari persiapan hingga evaluasi akhir. PEMBAHASAN Gambaran Umum Objek PKM Yayasan Pendidikan Tajaul Karomah adalah lembaga pendidikan swasta yang berlokasi di Desa Situ Gadung Kabupaten Tangerang. Banten. Yayasan ini didirikan dengan tujuan untuk menyediakan pendidikan berkualitas bagi anak-anak di wilayah Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. tersebut, khususnya dalam jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Taman KanakKanak (TK). Pendidikan Sekolah Dasar, dan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama. Sejak berdirinya. Yayasan Pendidikan Tajaul Karomah telah berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung perkembangan karakter serta keterampilan anak. Melalui pendekatan pendidikan yang holistik, yayasan ini nilai-nilai Kegiatan ekstrakurikuler seperti tari, drumband, dan melukis juga menjadi bagian integral dari kurikulum untuk mengembangkan kreativitas dan bakat siswa. Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan manajemen internal. Yayasan Pendidikan Tajaul Karomah aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan tinggi. Salah satunya adalah melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh dosen Universitas Pamulang. Program ini bertujuan untuk memperkuat budaya organisasi di yayasan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja pegawai, serta menciptakan suasana kerja yang lebih harmonis dan profesional. Masalah yang Dihadapi Yayasan Pendidikan Tajaul Karomah menghadapi berbagai tantangan yang berhubungan dengan budaya organisasi yang masih belum optimal. Salah satu masalah utama adalah kurangnya keselarasan nilai dan visi di antara pegawai, sehingga menimbulkan komunikasi yang kurang efektif dan koordinasi kerja yang belum Hal ini menyebabkan terjadinya kesenjangan dalam pelaksanaan tugas serta rendahnya tingkat kolaborasi antar guru, staf, dan pegawai, yang pada akhirnya berdampak negatif pada produktivitas secara keseluruhan. Selain itu, motivasi kerja pegawai di yayasan ini masih tergolong rendah akibat kurangnya penghargaan dan pengakuan atas kontribusi mereka. Faktor ini diperparah dengan minimnya dukungan dari pimpinan dalam membangun lingkungan kerja yang kondusif dan menyenangkan. Situasi tersebut berpotensi menimbulkan kejenuhan dan ketidaktertarikan pegawai dalam menjalankan tugasnya secara optimal, sehingga produktivitas kerja menurun dan kualitas layanan pendidikan yang diberikan kurang Masalah lain yang muncul adalah keterbatasan pemahaman dan penerapan budaya organisasi yang kuat dan adaptif terhadap perubahan. Dalam konteks yayasan Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. pendidikan yang terus berkembang, penting bagi pegawai untuk memiliki budaya kerja yang mampu mendorong inovasi, komitmen, serta kerja sama yang solid. Namun, kurangnya pelatihan dan pembinaan mengenai budaya organisasi menyebabkan pegawai belum mampu menginternalisasi nilai-nilai tersebut, sehingga upaya peningkatan produktivitas pegawai melalui budaya organisasi belum berjalan efektif. Pelaksanaan Kegiatan PKM Pelaksanaan kegiatan PKM diawali dengan pembukaan yang dilakukan secara resmi oleh Ketua Yayasan Pendidikan Tajaul Karomah. Dalam sambutannya. Ketua Yayasan menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim dosen Universitas Pamulang serta antusiasme para peserta yang terdiri dari guru, staf, dan pegawai yayasan. Pembukaan ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang pentingnya kegiatan dan membangun semangat peserta agar mengikuti rangkaian acara dengan baik. Selanjutnya. Ketua Yayasan menyerahkan acara kepada pemateri utama untuk memulai sesi pembahasan materi. Pembahasan materi diawali dengan pengenalan konsep dasar budaya organisasi yang sangat penting untuk dipahami dalam konteks peningkatan produktivitas pegawai. Budaya organisasi merupakan kumpulan nilai-nilai, norma, dan kebiasaan yang dijalankan secara bersama oleh anggota suatu organisasi, yang secara langsung membentuk pola perilaku dan cara kerja mereka sehari-hari. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman dalam berinteraksi, mengambil keputusan, dan melaksanakan tugas, sehingga memengaruhi kinerja secara keseluruhan. Dalam lingkungan yayasan pendidikan seperti Tajaul Karomah, budaya organisasi bukan hanya sekadar aturan formal, melainkan fondasi yang menentukan iklim kerja dan suasana di mana pegawai menjalankan Budaya yang kuat dan positif mampu menciptakan rasa memiliki, meningkatkan motivasi, dan membangun solidaritas antarpegawai, yang semuanya berkontribusi pada tercapainya tujuan institusi secara efektif. Selain itu, budaya organisasi yang sehat memudahkan adaptasi terhadap perubahan dan mendorong inovasi dalam menjalankan tugas sehari-hari. Oleh karena itu, pemahaman dan penerapan budaya organisasi yang tepat sangat diperlukan agar yayasan dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan produktif, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kualitas pendidikan yang diberikan kepada siswa. Materi ini Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. menjadi landasan bagi peserta untuk mengembangkan budaya kerja yang selaras dengan visi dan misi yayasan. Selanjutnya, materi dilanjutkan dengan pengenalan berbagai elemen budaya organisasi yang krusial, seperti komunikasi efektif, kerja sama tim, kepemimpinan yang mendukung, dan penghargaan terhadap kontribusi individu. Peserta diberikan pemahaman bahwa komunikasi terbuka dan saling menghargai antar pegawai merupakan kunci dalam membangun suasana kerja yang harmonis. Selain itu, kerja sama tim dipaparkan sebagai mekanisme untuk meningkatkan efisiensi dan hasil kerja melalui sinergi antar anggota. Dalam sesi berikutnya, diberikan penjelasan tentang peran kepemimpinan dalam memperkuat budaya organisasi. Para pemateri menekankan pentingnya pimpinan yang tidak hanya berfungsi sebagai pengatur, tetapi juga sebagai motivator dan fasilitator. Kepemimpinan yang visioner dan inklusif mampu menumbuhkan rasa memiliki dan komitmen pegawai terhadap visi dan misi yayasan. Selain itu, pemimpin yang memberi penghargaan dan pengakuan akan meningkatkan semangat dan loyalitas pegawai. Materi juga mengupas strategi implementasi budaya organisasi di lingkungan kerja yayasan. Di sini, peserta diajak berdiskusi mengenai langkah-langkah praktis seperti penyusunan nilai-nilai bersama, peningkatan komunikasi internal, pelatihan rutin, dan pembentukan tim kerja yang solid. Selain itu, praktik langsung berupa simulasi komunikasi dan kerja sama tim dilakukan untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan peserta dalam menerapkan budaya organisasi yang efektif. Sesi tanya jawab menjadi bagian penting dalam kegiatan ini, di mana peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait tantangan dalam membangun budaya organisasi di yayasan mereka. Interaksi ini membantu mengidentifikasi kendala nyata yang dihadapi serta membuka ruang bagi solusi praktis yang disarankan oleh para Dengan demikian, diskusi menjadi sarana refleksi dan pembelajaran bersama yang sangat bermanfaat bagi seluruh peserta. Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta merasakan manfaat berupa meningkatnya kesadaran akan pentingnya budaya organisasi sebagai dasar produktivitas kerja. Guru, staf, dan pegawai menjadi lebih termotivasi untuk aktif berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif. Selain itu, mereka memperoleh keterampilan komunikasi dan kerja sama yang lebih baik, yang membantu membangun Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. suasana kerja yang harmonis dan efektif. Dengan peningkatan kemampuan ini, diharapkan produktivitas pegawai meningkat, sehingga mendukung pencapaian tujuan yayasan secara keseluruhan dan menciptakan suasana kerja yang lebih menyenangkan dan profesional. Secara keseluruhan, pelaksanaan PKM ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi Yayasan Pendidikan Tajaul Karomah. Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan peserta mengenai budaya organisasi, tetapi juga menumbuhkan komitmen bersama untuk meningkatkan produktivitas melalui perubahan sikap dan perilaku kerja. Dengan bekal ini, yayasan memiliki potensi lebih besar untuk mengembangkan sumber daya manusia yang profesional dan mendukung kemajuan institusi pendidikan secara berkelanjutan. KESIMPULAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya budaya organisasi sebagai fondasi utama dalam meningkatkan produktivitas pegawai di Yayasan Pendidikan Tajaul Karomah. Melalui rangkaian materi, praktik, dan diskusi interaktif, para guru, staf, dan pegawai yayasan memperoleh wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana nilai-nilai, komunikasi, kerja sama, dan kepemimpinan yang efektif dapat membentuk lingkungan kerja yang positif dan produktif. Implikasi dari kegiatan ini terlihat pada meningkatnya motivasi dan kesadaran peserta untuk menginternalisasi budaya organisasi yang sehat dalam aktivitas seharihari. Peserta menjadi lebih mampu mengidentifikasi peran masing-masing dalam mendukung visi dan misi yayasan, serta berkomitmen untuk meningkatkan kolaborasi dan komunikasi antar rekan kerja. Hal ini berpotensi mendorong peningkatan produktivitas kerja secara signifikan serta menciptakan suasana kerja yang lebih harmonis dan profesional. Secara keseluruhan, pelaksanaan PKM ini memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan sumber daya manusia di Yayasan Pendidikan Tajaul Karomah. Dengan membangun budaya organisasi yang kuat, yayasan tidak hanya mampu meningkatkan kinerja pegawai, tetapi juga memperkuat daya saing dan kualitas layanan pendidikan yang diberikan. Oleh karena itu, keberlanjutan program pembinaan budaya organisasi Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. sangat disarankan untuk mendukung pertumbuhan dan kemajuan institusi secara DAFTAR PUSTAKA