Prophetic : Professional. Empathy. Islamic Counseling Journal Vol. No. Desember 2024, hlm. e-ISSN : 2685-0702, p-ISSN : 2654-3958 Tersedia Online di http://syekhnurjati. id/jurnal/index. php/prophetic Email: prophetic@syekhnurjati. Peran Konselor terhadap Anak Broken Home: Analisis Dampak Fanny Septiany Rahayu1. Nurkholis2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. FKIP. Universitas Muhammadiyah Cirebon. Indonesia Correspondent Email: fanny. septiany@umc. Abstrak Broken home diartikan sebagai kondisi keluarga yang itdak serasi dan tidak berfungsi sebagai mana semestinya karena sering terjadi perselisihan yang berujung pada perrpisahan atau perceraian. Anak-anak yang broken home tidak hanya anak-anak yang berasal dari perceraian orang tua, tetapi juga anak-anak yang berasal dari keluarga yang tidak utuh atau tidak harmonis. Banyak faktor yang melatarbelakangi broken home, termasuk pertengkaran orang tua, perceraian, dan kesibukan orang tua sehingga memunculkan dampak broken home terhadap psikologis anak antara lain yaitu anak-anak mulai menderita kecemasan dan ketakutan yang tinggi. anak-anak merasa terjepit di tengah, karena harus memilih antara ibu atau ayah, anak sering memiliki rasa bersalah dan memungkinkan anak-anak dapat membenci salah satu orang tua mereka. Salah satu upaya yang dapat dilakukan Konselor untuk mengatasi keluarga broken home adalah konselor dapat melaukukan konseling keluarga yaitu terdiri dari interaksi antar keluarga, kontrak awal sebelum melakukan konseling. Hal ini bertujuan untuk membantu keluarga berkomunikasi pada sesi awal, serta meningkatakan kesadaran dan dinamika keluarga, memadukan konseling individual dengan kerja keluarga keseluruhan. Konseling keluarga juga melibatkan seluruh anggota keluarga. Kata Kunci: Broken Home. Layanan Bimbingan dan Konseling. Konselor. PENDAHULUAN Keluarga merupakan taman pendidikan pertama (Indonesia, 2. , terpenting dan terdekat yang bisa dinikmati anak. Anak akan tumbuh menjadi remaja yang merupakan salah satu tahapan dalam kehidupan manusia. Masa remaja sering digambarkan sebagai masa yang paling indah, dan tidak terlupakan karena penuh dengan kegembiraan dan tantangan. Namun masa remaja juga identik dengan kata AopemberontakanAo (Fadli, 2. Masalah dalam keluarga atau di rumah seperti interaksi anggota keluarga kurang harmonis, perpecahan rumah tangga . roken hom. , keadaan ekonomi yang terlalu kurang atau terlalu mewah, perhatian orangtua yang kurang terhadap prestasi belajar di sekolah atau dalam belajar di rumah misalnya motivasi belajar yang kurang atau menuntut terlalau banyak (Simanjuntak. Begitu juga masalah dengan anak yang broken home tentunya akan berbeda dengan tiap anak yang mengalaminya. Banyak faktor yang menyebabkan anak broken home berprilaku negatif karena kejiwaan remaja yang broken home sangat mudah terpengaruh oleh hal-hal yang negatif. Broken home menyebabkan pertengkaran dan berakhir dengan Prophetic : Professional. Empathy. Islamic Counseling Journal Ae Vol. No. Desember 2024 | 153 perceraian (Sulistiyanto, 2. Keadaan broken home seperti perceraian, akan menimbulkan dampak negatif terhadap semua anggota keluarga. Anak yang terbiasa hidup dengan kedua orang tuanya, pasti akan merasa sangat kehilangan dengan adanya perceraian yang menimpa keluarganya, namun berbeda anak yang mengalaminya saat mereka belum mengerti apa arti dari sebuah perceraian, dan biasanya orang tua mereka akan menutupi apa yang terjadi dengan keadaan sesungguhnya. Pada umur yang relatif labil yaitu, ( /-) 15 Ae 19 Tahun, pada masa remaja sampai dewasa inilah yang berbahaya dan bisa mempengaruhi psikologis anak, karena tidak menutup kemungkinan pada masa ini akan timbul pengaruh positif maupun pengaruh negatif yang terjadi pada anak tersebut, hal ini tergantung dari antisipasi yang akan di ambil oleh orang tua, dimana ia harus lebih memberi perhatian dan pengertian secara perlahan terhadap anak. Beberapa kasus membuktikan bahwa kondisi rumah tangga yang mengalami broken home . eretakan rumah tangg. dapat membawa implikasi yang sangat negatif pada psikologis anak. Hal ini disebabkan karena rumah tangga yang dalam kondisi broken home . eretakan rumah tangg. akan membawa pengaruh negatif bagi kejiwaan anak, terbukti bahwa hampir sebagian besar peserta didik menurun prestasi belajarnya karena dipengaruhi oleh kondisi keluarganya. PEMBAHASAN Rosenberg . mengungkapkan bahwa individu yang memiliki harga diri tinggi akan menghormati dirinya dan menganggap dirinya sebagai individu yang berguna. Sedangkan individu yang memiliki harga diri rendah, tidak dapat menerima dirinya dan menganggap dirinya tidak berguna dan serba kekurangan. Nathaniel Branden seorang psikolog dari Amerika yang dikenal dengan sebutan AuThe Father of The Self Esteem MovementAy dalam bukunya The Power of Self Esteem . 2, hlm. , menuliskan pada catatan pribadinya bahwa satu-satunya kunci paling penting dari motivasi manusia adalah harga diri. Selain itu ada beberapa tokoh penting, seperti William James. Stanley Coopersmith, dan Rosenberg yang telah memberikan kontribusi tak ternilai dalam pembahasan mengenai harga diri. Konsep harga diri sendiri . elf-estee. kaitannya dengan konsep diri . elf-concep. Brown. Collins, & Schmidt . 8, hlm. menyebut harga diri sebagai bagian dari konsep Konsep diri terdiri atas dua komponen dasar komponen kognitif yang disebut citra diri . elf-imag. dan komponen afektif yang disebut harga diri . elf-estee. Sehingga menurut Branden . , harga diri adalah evaluasi yang dibuat oleh individu dan dipertahankan mengungkapkan suatu persetujuan atau ketidaksetujuan, dan mengindikasikan sejauh mana seorang individu percaya bahwa dirinya mampu, penting, sukses, dan layak. Harga diri adalah penilaian individu tentang dirinya dan keyakinan dirinya terhadap sesuatu. Salah satu teori yang mengungkapkan tentang harga diri adalah Maslow. Menurut Maslow . alam Feist & Feist, 2008, hlm. harga diri adalah perasaan seseorang terhadap keberhargaan dan keayakinan dirinya. Harga diri lebih mendasar daripada reputasi dan prestise karena mencerminkan hasrat bagi kekuatan, pencapaian, ketepatan, penguasaan, dan kompetensi, keyakinan diri menghadapi dunia, independensi, dan kebebasan. Dengan kata lain, harga diri didasarkan pada kompetensi nyata dan bukan sekedar pendapat orang lain. 154 | Rahayu. Nurkholis Ae Peran Konselor terhadap . Definisi harga diri diperjelas oleh Smelser . alam Guindon, 2010, hlm. , harga diri adalah konsep awal dan merupakan konsepsi kebutuhan yang mendasar dalam teori dan Harga diri bukan sesuatu yang dapat dilihat, tetapi kita percaya bahwa harga diri itu hidup melalui artefaknya. Untuk mengetahui artefaknya, kita harus terlebih dahulu memahami akar perkembangan harga diri tersebut. Smelser juga mengatakan bahwa harga diri diartikan sebagai introspeksi diri dan pengamatan pada tingkah laku. Sehingga harga diri dapat dikatakan sebagai kebutuhan dalam hidupnyan dan merupakan ungkapan seseorang terhadap penilaian dirinya dan kebermaknaan dirinya. Menurut Alwisol . 8, hlm. , dua kebutuhan yang teratas harga diri dan aktualisasi diri adalah faktor motivator. Kalau kedua kebutuhan harga diri dan aktualisasi diri dapat terpenuhi, maka orang akan merasa puas dan percaya diri. Hal ini diperkuat pendapat Maslow . alam Cloninger, 2003, hlm. , ketika kebutuhan tidak terpenuhi kita akan merasa rendah diri. Sehingga dalam kasus kehamilan remaja diluar pernikahan, ketika hal itu terjadi padanya maka ia akan merasa tingkat percaya dirinya berkurang karena tidak adanya pemenuhan kebutuhan akan harga diri. Menurut Maslow . alam Cloniger, 2003, hlm. , mengatakan bahwa harga diri sifatnya stabil dan harus tegas. Artinya bahwa harga diri merupakan hasil dari kemampuan yang sebenarnya . restasi seseoran. dan reputasi berdasarkan premis yang salah tidak akan memenuhi kebutuhan ini. Teori ini memandang bahwa pada dasarnya manusia adalah baik, manusia memiliki struktur psikologik dengan struktur fisik yang artinya mereka memiliki kebutuhan, kemampuan, dan kecenderungan yang pada sifat dasarnya turun temurun. Gambar 1. Hirarki Kebutuhan dari Maslow Begitu pula dengan kasus perilaku seks bebas dikalangan membuat bahwa harga diri yang awalnya kita bangun sebagai benteng rasa penghormatan orang lain terhadap diri kita akan hilang ketika tau bahwa dari perbuatan perilaku seks bebas yang mengakibatkan kehamilan di luar pernikahan membuat harga diri kita menjadi rendah dan cara pandang masyarakat pun akan berbeda serta akan berimbasnya pada penolakan-penolakan yang dilakukan masyarakat kepada diri kita karena perbuatan yang kita lakukan sendiri. Maslow juga berpendapat . alam Cloniger, 2003, hlm. , bahwa konsep hirearkis yang menunjukkan bahwa orang-orang yang merasa tidak dicintai, dan penolakan orang tua akan Prophetic : Professional. Empathy. Islamic Counseling Journal Ae Vol. No. Desember 2024 | 155 terus bermakna hingga pada tingkatan ketiga hirarki dan tidak akan termotivasi oleh kebutuhan harga diri. Dalam teori holisme dan humanisme Maslow . alam Alwisol, 2008, hlm. terdapat dua jenis harga diri, yaitu sebagai berikut. Menghargai diri sendiri . elf-respec. yaitu kebutuhan kekuatan, penguasaan, kompetensi, prestasi, kepercayaan diri, dan kebebasan. Orang membutuhkan pengetahuan tentang dirinya sendiri, bahwa dirinya berharga, mampu menguasai tugas dan tantangan hidup. Mendapat penghargaan dari orang lain . espect from the other. yaitu kebutuhan prsetise, penghargaan dari orang lain, status, ketenaran, dominasi, menjadi orang penting, kehormatan, diterima, dan apresiasi. Orang membutuhkan pengetahuan bahwa dirinya dikenal baik dan dinilai baik oleh orang lain. Smelser . alam Guindon, 2010, hlm. , mengungkapkan bahwa aspek kognitif, afektif, dan evaluasi merupakan aspek dari harga diri. Aspek-aspek ini menunjukkan kemungkinan arti yang berbeda. Aspek kognitif menyatakan suatu bagian dari diri dalam hal deskriptif, seperti: keyakinan, kepercayaan diri dan kecakapan. Aspek afektif adalah aspek positif atau negatif dari masing-masing atribut atau valensi. Hal ini menentukan apakah harga diri tinggi atau rendah. Aspek evaluatif adalah tingkat kelayakan untuk tiap atribusi. Hal ini didasarkan pada standar sosial yang ideal. Kehamilan remaja diluar pernikahan, banyak memiliki dampak. Hal yang sering kita lihat adalah ketika seorang remaja hamil maka Ia akan menjadi tertutup dan mendapat pandangan negatif dari masyarakat. Sehingga sering menyebabkan remaja mengalami depresi atau bahkan hingga bunuh diri dan inilah yang menjadi ketakutan para orang tua. Melihat dari teori yang diungkapkan oleh Smelser, bahwa keseluruhan aspek baik kognitif, afektif, dan evaluatif menyangkut dengan harga diri. Artinya bahwa ketika seorang remaja hamil di luar pernikahan maka semua aspek dalam dirinya akan berperan karena menyangkut dengan harga diri yang Ia miliki. Saat remaja mengalami kehamilan diluar pernikahan, maka dalam hidupnya disatu sisi ia akan merasa dirinya hancur dan tidak menghargai dirinya sendiri dengan ditandai bahwa dirinya sudah tidak berharga lagi dan tidak mampu menghadapi tugasnya sebagai seorang remaja yang pada akhirnya dalam pikirannya akan muncul bahwa penghargaan dari orang lainpun tidak akan ia dapatkan karena status, dominasi, kehormatan, dan apresiasi telah hilang dari dirinya. Sesuai dengan yang diungkapkan oleh Maslow (Alwisol, 2008, hlm. bahwa penghargaan dari orang lain hendaknya diperoleh berdasarkan penghargaan diri kepada diri sendiri. Remaja yang hamil merasa kehormatannya telah hancur karena kehamilan diluar pernikahan adalah telah melanggar norma dan adat budaya masyarakat serta Hal ini juga merupakan sesuatu yang memalukan bukan hanya untuk remaja yang hamil tetapi juga keluarga dari remaja yang hamil. Sehingga erat kaitannya harga diri dengan kehamilan remaja diluar pernikahan. Kehamilan remaja juga berkaitan dengan teori Maslow yang mengatakan pada dasarnya manusia adalah baik. Sifat setan yang jahat, destruktif, dan kekerasan adalah hasil dari frustasi atau kegagalan memuaskan kebutuhan dasar, dan bukan bagian hereditas. Manusia mempunyai struktur yang potensial untuk berkembang poitif . alam Alwisol, 2008, hlm. 156 | Rahayu. Nurkholis Ae Peran Konselor terhadap . Artinya bahwa. Maslow percaya bahwa individu yang sekalipun telah memiliki masalah dan memiliki pengalaman atau kesalahan pada masa lalunya tetap bahwa ndividu tersebut pada dasarnya baik memiliki cara untuk terus mengembangkan dirinya secara positif serta kesalahan yang telah dibuatnya merupakan hasil kegagalan yang tidak perlu disesali dan hanya dijadikan sebagai pengalaman untuk menatap masa yang lebih positif lagi. Dalam pandangan Maslow . alam Alwisol, 2008, hlm. , mengatakan bahwa pengaruh lingkungan eksternal pada perkembangan normal bersifat minimal. Potensi organisme, jika bisa terkuak di lingkungan yang tepat, akan menghasilkan pribadi yang sehat dan integral. Artinya bahwa, setelah kehamilan remaja terjadi tidak dapat dipungkiri oleh Maslow bahwa pengaruh eksternal itu penting walaupun Maslow mengemukakan hanya bersifat minimal tetapi setidaknya lingkungan eksternal berpengaruh terhadap pribadi seorang Bukan hanya peran remaja dan lingkungan itu sendiri yang membuat remaja mengalami kehamilan di luar pernikahan, melainkan peran keluarga adalah titik awal ketika seorang remaja bersosialisasi di lungkungannya. Keluarga merupakan faktor pendukung dalam memberi motivasi dan membentuk karakter anak. Selain itu, struktur keluarga juga Peran anggota keluarga lain dalam mendukung dan membentuk karakter turut mempengaruhi kepribadian seorang anak. Sehingga antara anggota keluarga yang satu dengan yang lain perlu adanya kerjasama dan rasa saling menyayangi agar kasus kehamilan di luar pernikahan dapat dicegah. Teori kepribadian dari Maslow sebagai jalan pembuka mengenai harga diri dan pengklasifikasiannya tentang harga diri. Kebanyakan remaja tidak mengetahui dampak dari perilaku yang mereka lakukan, sehingga ketika kehamilan terjadi mereka tidak siap menerima keadaan dirinya baik secara fisik maupun emosional. Sehingga bagaimana cara remaja mengelola dirinya dengan apa yang sudah terjadi. Umumnya kehamilan di luar pernikahan dialami oleh remaja yang memiliki kondisi psikis yang labil, karena masa ini merupakan masa transisi dan pencarian jati diri. Dengan kehamilan diluar nikah banyak permasalahan yang akan dihadapi oleh remaja yaitu timbulnya perasaan takut dan bingung yang luar biasa, terutama pada wanita yang menjadi objek akan merasakan ketakutan besar terhadap respons orang tua, dan biasanya mereka menutupi kehamilannya hingga di dapatkan tindakan lain, muncul rasa ketakutan jika kekasih yang menghamilinya tidak mau bertanggung jawab dan tidak mau menolongnya keluar dari kondisi yang rumit ini, cemas jika sampai teman-temannya mengetahui, rasa takut yang timbul karena ia sangat tidak siap menjadi seorang ibu, dan timbul keinginan untuk mengakhiri kehamilannya dengan aborsi. Selain itu dengan terjadinya kehamilan diluar pernikahan maka perlu adanya peran dan dukungan baik dari keluarga di sekitar maupun lingkungan tempat individu sendiri itu berada. Dukungan akan sangat membantu remaja dalam menghadapi kondisi yang telah terjadi padanya artinya bahwa peran orang tua, anggota keluarga yang lain, teman-teman, maupun calon ayah dari bayinya harus benar-benar memberi dukungan secara penuh, karena ketika kehamilan itu terjadi, maka dalam bayangan remaja akan timbul persepsi yang bermacammacam yang terkadang diluar batas imajinasinya sehingga peran orang-orang terdekat adalah dengan cara memberikan dukungan dan gambaran bahwa apa yang akan ditakutkan oleh Prophetic : Professional. Empathy. Islamic Counseling Journal Ae Vol. No. Desember 2024 | 157 remaja tidak akan terjadi dan semua akan baik-baik saja walau terkadang kenyataan berkata SIMPULAN Bimbingan dan konseling merupakan salah satu bidang dalam lingkup formal yang membantu peserta didik dalam mencapai tugas perkembangannya. Mengacu pada dinamika remaja, program yang paling tepat untuk dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling sebagai konselor di sekolah dalam meminimalisir kehamilan di usia remaja adalah dnegan cara memberikan layanan orientasi, layanan informasi, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan konseling individu. Layanan orientasi bertujuan untuk membantu individu agar mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan atau situasi yang baru. Guru bimbingan konseling sebaiknya menjalankan layanan ini dengan melihat fungsi pencegahan, yaitu layanan orientasi bertujuan untuk membantu peserta didik agar terhindar dari hal-hal negatif seperti penyimpangan seksual yang dapat timbul apabila individu tidak memahami situasi atau lingkungannya yang baru. Di samping itu, guru bimbingan konseling memberi pelayanan informasi yang bertujuan agar individu . eserta didi. mengetahui dan menguasai informasi yang selanjutnya dimanfaatkan untuk keperluan hidupnya sehari-hari dan perkembangan dirinya. bimbingan konseling harus menyampaikan kepada peserta didik mengenai pendidikan seks, perkembangan remaja baik secara fisik maupun psikologis, termasuk perkembangan organ seksualnya, dampak buruk dari perilaku seksual, dll. Pengetahuan-pengetahuan akan perkembangan remaja dan pendidikan seks juga diharapkan dapat membuat peserta didik selalu bersikap sesuai norma yang ada sesuai lingkungan masyarakat dan dapat mengembangkan dirinya secara optimal. Tujuan bimbingan dan konseling ini tidak akan berhasil tentunya tanpa bantuan dari semua pihak baik dari pemerintah, sekolah, masyarakat, lingkungan pergaulan, maupun keluarga peserta didik, serta peserta didik itu sendiri dalam menyikapi keadaan yang ada pada dirinya. DAFTAR PUSTAKA