e-ISSN: 2721-6632 p-ISSN: 2721-6624 Vol 6. No 2. Oktober 2025 . http://sttmwc. id/e-journal/index. php/haggadah PERANAN KHOTBAH DAN PEMURIDAN BAGI PERUBAHAN KARAKTER KOMUNITAS AMAZING MINISTRY MEDAN Tirsanika Surbakti. Th1 STT Misi William Carey Tirsanikasurbakti@gmail. Correspondence: Tirsanikasurbakti@gmail. Abstract:Sermons as a means of conveying religious and moral messages, have significant potential for shaping individual behavior and values in a community. Sermons have a central role in worship and congregational building. By means of the sermon, the truths of the Lord's word are delivered and interpreted for application in everyday life. Effective sermons not only impart knowledge theological as well as can touch hearts and encourage character changes. Talks are often designed to touch emotions, arouse consciousness, and encourage concrete action. The changes in character in the cell community are not just external behavior changes, but deep internal transformations. Effective discipleship will help individuals to recognize and address the underlying issues of their character, and develop characteristics that conform to the will of the Lord. In this regard, the role of the leaders of cell communities is crucial as facilitators, mentors, and examples to members of cell comm unities. discipleship are one of the most important elements in the cell community. Through prawn, members of the cell community will be guided to understand and apply bible teachings in daily life. Praridan also helps members of the cell community to develop spiritual discipline, overcome character flaws, and grow in love and service. Conversion is the process of shaping one's character and faith through teaching and example. discipleship focus on developing closer relationships with god and strengthening faith through communities. Key word : discipleship, character, sermon Abstraksi:Khotbah sebagai sarana penyampaian pesan-pesan religius dan moral, memiliki potensi signifikan dalam membentuk perilaku dan nilai-nilai individu dalam suatu Khotbah memiliki peran sentral dalam ibadah dan pembinaan jemaat. Melalui khotbah. Kebenaran Firman Tuhan yang disampaikan dan diinterpretasikan untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Khotbah yang efektif tidak hanya memberikan pengetahuan secara teologis, tetapi juga dapat menyentuh hati dan mendorong perubahan Khotbah seringkali dirancang untuk menyentuh emosi, membangkitkan kesadaran, dan mendorong tindakan nyata. Perubahan karakter dalam komunitas sel bukan hanya sekedar perubahan perilaku eksternal, tetapi juga transformasi internal yang mendalam. Pemuridan yang efektif akan membantu individu untuk mengenali dan mengatasi akar masalah karakter mereka, serta mengembangkan karakter yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Dalam hal ini, peran pemimpin komunitas sel sangat penting sebagai fasilitator, mentor, dan teladan bagi anggota komunitas sel. Pemuridan merupakan salah satu elemen yang penting dalam komunitas sel. Melalui pemuridan, anggota komunitas sel akan dibimbing untuk memahami dan menerapkan ajaran-ajaran Alkitab dalam kehidupan seharihari. Pemuridan juga membantu anggota komunitas sel untuk mengembangkan disiplin rohani, mengatasi kelemahan karakter, dan bertumbuh dalam kasih dan pelayanan. Pemuridan adalah proses pembentukan karakter dan iman seseorang melalui pengajaran dan Pemuridan berfokus pada pengembangan hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan dan penguatan iman melalui komunitas. Kata Kunci : Khotbah. Pemuridan. Karakter CopyrightA2025. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 68 PENDAHULUAN Khotbah sebagai sarana penyampaian pesan-pesan religius dan moral, memiliki potensi signifikan dalam membentuk perilaku dan nilai-nilai individu dalam suatu Melalui khotbah. Kebenaran Firman Tuhan yang disampaikan dan diinterpretasikan untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Khotbah Sebagai salah satu sumber penyampaian pesan-pesan religius serta bimbingan agama dan moral , khotbah memiliki potensi penting untuk membina perilaku dan nilai-nilai keagamaan dalam suatu komunitas dan bimbingan moral , khotbah memiliki potensi signifikan untuk menumbuhkan perilaku dan nilai-nilai individu dalam suatu komunitas. Khotbah memiliki peran sentral dalam ibadah dan pembinaan jemaat. Melalui khotbah. Kebenaran Firman Tuhan dijelaskan dan ditafsirkan untuk diterapkan dalam dijelaskan dan ditafsirkan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari- hari . kehidupan sehari - hari . Khotbah yang efektif tidak hanya memberikan pengetahuan teologis tetapi juga mampu membangkitkan empati dan menyoroti perubahan karakter . tidak hanya memberikan pengetahuan teologis tetapi juga memiliki kemampuan untuk membangkitkan empati dan menyoroti perubahan karakter . Khotbah sering digunakan untuk membangkitkan perasaan, memperkuat kesadaran , dan mendorong tindakan nyata. Khotbah memiliki potensi signifikan untuk mempengaruhi perubahan karakter dalam komunitas sel. Dengan memahami dinamika komunitas sel dan mengatasi tantangan yang ada, khotbah dapat menjadi alat yang efektif untuk membantu anggota komunitas mengembangkan karakter yang lebih baik. Namun di jaman sekarang tantangan terhadap pembentukan karakter semakin kompleks. Pengaruh globalisasi, teknologi, dan perubahan nilai-nilai sosial dapat mengikis karakter positif dan memunculkan perilaku-perilaku yang kurang baik. Tidak semua komunitas sel berhasil menjalankan fungsi pemuridan secara Beberapa komunitas sel mungkin mengalami stagnasi dalam pertumbuhan karakter anggotanya, bahkan menghadapi konflik internal akibat perbedaan karakter yang tidak Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya pemahaman tentang prinsip-prinsip pemuridan yang efektif, kurangnya komitmen dari pemimpin dan anggota komunitas sel, atau kurangnya sumber daya yang mendukung proses pemuridan. Pemuridan merupakan salah satu elemen yang penting dalam komunitas sel. Melalui pemuridan, anggota komunitas sel akan dibimbing untuk memahami dan menerapkan ajaran-ajaran Alkitab dalam kehidupan sehari-hari. Pemuridan juga membantu anggota komunitas sel untuk mengembangkan disiplin rohani, mengatasi kelemahan karakter, dan bertumbuh dalam kasih dan pelayanan. Pemuridan adalah proses pembentukan karakter dan iman seseorang melalui pengajaran dan teladan. Pemuridan berfokus pada pengembangan hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan dan penguatan iman melalui komunitas. Seiring waktu, pemahaman dan praktik pemuridan telah berkembang. Dalam beberapa tradisi, hal ini telah diformalkan melalui katekismus dan kelas penguatan. Di tradisi lain, hal ini ditekankan melalui studi kelompok kecil dan hubungan pendampingan. Namun, terlepas dari pendekatan spesifiknya, prinsip intinya tetap sama pemuridan adalah perjalanan pertumbuhan dan transformasi rohani seumur hidup. Beberapa faktor permasalahan yang dapat menyebabkan jemaat malas mengikuti ibadah komunitas sel, yang pada akhirnya menghambat perubahan karakter mereka antara lain. Kegiatan dan Jadwal yang Padat sehingga Prioritas yang Berbeda. Seperti Kesibukan Kerja, banyak jemaat memiliki jadwal kerja yang padat karena memiliki tanggung jawab untuk keluarga sehingga Ibadah komunitas sel seringkali dianggap bukan yang prioritas tapi sebagai beban tambahan dalam jadwal yang sudah ada, sehingga mereka merasa sulit untuk meluangkan waktu. Beberapa jemaat mungkin merasa jikalau ibadah komunitas sel bukan sebagai sesuatu yang penting atau relevan dengan kehidupan mereka karena prioritas yang berbeda, mereka lebih baik mengejar karir, hobi, atau kegiatan rekreasi yang mereka anggap menyenangkan diri mereka sendiri. Faktor permasalahan yang lain mengapa jemaat malas mengikuti komunitas sel. Kurangnya pemahaman jemaat tidak sepenuhnya memahami tujuan atau menghargai nilai-nilai spiritualitas yang diberikan dalam komunitas sel. dukungan spiritual, persahabatan. mereka melihatnya hanya sebagai pertemuan sosial biasa. Disamping itu gereja mungkin saja tidak secara efektif menyampaikan tujuan dan manfaat CopyrightA2025. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 69 dari komunitas sel kepada jemaat. Akibatnya, jemaat tidak menyadari betapa pentingnya kehadiran mereka dalam komunitas sel tersebut. Oleh karena itu Penulis mengambil judul penelitian peranan khotbah dan penelitian bagi perubahan karakter pada komunitas sel Amazing Ministry Medan. Melalui penelitian ini. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi peranan Pemuridan dan efektivitas khotbah, diharapkan gereja dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif dalam membina jemaat dan menghasilkan individu-individu yang memiliki karakter Kristiani yang kuat dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut, sehingga jemaat dapat merasakan manfaat penuh dari komunitas sel dan bertumbuh menjadi murid Kristus yang sejati METODE PENELITIAN Penelitian ini berbentuk kualitatif deskriptif karena sesuai dengan masalah penelitian dengan lebih banyak mementingkan segi proses. 1Adapun bahasan dalam penulisan ini akan fokus pada poin-poin yang memiliki keterkaitan dengan proses penelitian ini: yakni. Peranan Pemuridan dan khotbah dengan mengumpulkan data-data yang penting, aktual dan berguna bagi kelancaran penelitian. Metode penelitian sebagai suatu prosedur yang ilmiah yang dipakai untuk mengumpul data-data yang berhubungan dengan berbagai fakta penelitian demi memberi bukti objektifitas pengujian yang dilakukan. PEMBAHASAN Khotbah berasal dari istilah homiletik . ahasa Yunani: homileo, homilio, homiletiko. yang artinya berkomunikasi, berdialog, mengatakan, membicarakan, berbicara dengan. Secara harfiah, homiletics berarti homo: yang sama, lego: membicarakan. Artinya membicarakan teks yang sama dibagian lain dalam satu kitab/sumber, atau menjelaskan teks yang sama dengan cara berbeda 3. Khotbah adalah salah satu cara yang dipakai untuk mengkomunikasikan pesan. Dalam tradisi Kristen, pesan ini didasarkan pada apa yang tertulis di dalam Alkitab atau yang biasa disebut kabar baik Dalam bahasa Yunani, kabar baik ini disebut Yunani eungalion. Alkitab sebagai sumber pemberitaan Firman Tuhan melalui proses. Sehingga khotbah yang disampaikan bukan pemikiran subjektif si pengkhotbah. Pesan dari teks Alkitab itu yang menjadi inti Haddon Robinson seorang profesor homiletika, mendefinisikan khotbah sebagai "komunikasi ide Alkitab yang relevan yang berasal dari teks Alkitab, yang dirancang untuk mengubah pikiran, perasaan, dan tindakan pendengar. " Definisi ini menekankan pentingnya khotbah yang berakar pada Alkitab dan relevan dengan kebutuhan pendengar. Khotbah sebagai "seni membawa orang lain ke dalam pengalaman teks Alkitab. " Menekankan pentingnya khotbah yang kreatif dan menarik yang dapat membantu pendengar untuk merasakan dan memahami pesan Alkitab. Sarana Pembentukan Karakter Khotbah memainkan peran penting dalam membentuk karakter seseorang. 4 Khotbah, dalam konteks komunitas sel, bukan hanya sekadar penyampaian informasi atau doktrin Lebih dari itu, khotbah adalah sarana yang ampuh untuk membentuk karakter individu agar semakin serupa dengan Kristus. Melalui khotbah, pendengar diperkenalkan pada prinsip-prinsip moral dan etika yang bersumber dari Firman Tuhan. Penyampaian Nilai-Nilai Kristiani Khotbah berfungsi sebagai wadah untuk menyampaikan nilai-nilai Kristiani yang mendasar, seperti kasih, pengampunan, kerendahan hati, kejujuran, dan keadilan. Melalui Moleong Lexy. Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi, (Bandung: Rosdakarya, 2. Amir Hamzah. Metode Penelitian Kepustakaan Library Research. Kajian Filosofis. Aplikasi. Proses dan Hasil Penelitian, (Malang: Literasi Nusantara, 2. , 132. Jongeneel. Hukum Kemerdekaan:Buku Pegangan Etik Kristen. Jakarta. Gunung Mulia. Gintings E. Khotbah dan Pengkhotbah. Jakarta : BPK Gunung Mulia, 2017 CopyrightA2025. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 70 khotbah, anggota komunitas sel diingatkan akan standar moral dan etika yang diharapkan dari seorang pengikut Kristus. Khotbah adalah sarana utama untuk menyampaikan nilainilai Kristiani kepada jemaat. Nilai-nilai ini bersumber dari Alkitab, yang dianggap sebagai Firman Allah yang diinspirasikan. Melalui khotbah, pendeta atau pengkhotbah menjelaskan dan menafsirkan ajaran-ajaran Alkitab, serta menghubungkannya dengan kehidupan seharihari. Pembentukan Pola Pikir Khotbah tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk pola pikir Pola pikir ini memengaruhi cara jemaat memandang diri sendiri, orang lain, dunia, dan Allah. Khotbah tidak hanya berhenti pada tataran kognitif, tetapi juga memotivasi anggota komunitas sel untuk bertindak sesuai dengan apa yang telah mereka dengar. Khotbah membantu jemaat untuk Berpikir secara kritis. Khotbah mendorong jemaat untuk berpikir secara kritis tentang isu-isu yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, serta mencari solusi yang sesuai dengan ajaran Alkitab. Khotbah mengajarkan jemaat untuk fokus pada halhal yang positif dan membangun, serta menghindari pikiran-pikiran negatif yang dapat merusak iman dan harapan. Khotbah membantu jemaat untuk merencanakan masa depan dengan bijaksana, serta mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencapai tujuan-tujuan yang sesuai dengan kehendak Allah. Khotbah membantu jemaat untuk mengubah pola pikir yang lama dan tidak sehat, serta menggantinya dengan pola pikir yang baru dan sesuai dengan ajaran Kristus. Khotbah dan Perubahan Zaman Pengkhotbah perlu memahami perbedaan-perbedaan dalam pemahaman teologis, latar belakang budaya, tingkat kedewasaan rohani, dan kebutuhan pribadi jemaat. Khotbah yang relevan adalah khotbah yang mempertimbangkan keberagaman ini dan berusaha menjembatani kesenjangan yang ada. Khotbah yang relevan akan lebih mudah dipahami dan diterima oleh semua orang, tanpa memandang latar belakang mereka. Hal ini memungkinkan pesan Injil menjangkau lebih banyak orang dan membawa dampak positif bagi kehidupan PEMURIDAN Pemuridan bukan hanya tentang menerima ajaran-ajaran Kristus, tetapi juga tentang menerapkan ajaran-ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan menolong orang lain untuk melakukan hal yang sama. Pemuridan adalah sebuah proses yang dibangun dengan pemahaman bahwa kita bertumbuh sembari menolong orang lain untuk bertumbuh. Ini merupakan suatu proses yang berlangsung secara terus-menerus. Pemuridan menuju pertobatan adalah proses awal yang dinamis dan berkelanjutan. Melalui Pemuridan akan membimbing seseorang untuk bertumbuh menjadi murid Kristus yang sejati dan mengalami pertobatan yang mengubah Proses ini membutuhkan kesabaran, kasih, dan komitmen untuk berjalan bersama orang lain dalam perjalanan iman mereka. Pemuridan adalah proses belajar, pelatihan, dan pembentukan yang berkelanjutan, di mana seseorang diajar untuk mengikuti ajaran dan teladan Yesus Kristus. Dalam komunitas sel, pemuridan terjadi melalui interaksi, diskusi, studi Alkitab, dan penerapan nilai-nilai Kristen dalam kehidupan sehari-hari. Titik Balik yang Mengubah Hidup Pertobatan adalah perubahan radikal yang terjadi dalam diri seseorang ketika ia menyadari dosa-dosanya dan berbalik kembali kepada Tuhan Yesus untuk menerima pengampunan dan memulai kehidupan yang baru. Mereka yang siap dimuridkan akan mengerti kebenaran Firman Tuhan dan tidak akan kompromi lagi dengan dosa. Pertobatan berarti Mengakui dosa-dosa kepada Allah dengan hati yang hancur dan menyesal dan bertekad untuk meninggalkan dosa tersebut. Mereka yang mau dimuridkan akan Percaya bahwa Yesus Kristus telah mati untuk menebus dosa-dosa dan menerima- Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat. Craddock. Fred B. Preaching. Abingdon Press, 1985. Open jurnal sistem indonesia Kekuatan retorika dalam khotbah,Jurnal Eksplorasi Teologi Vol. 9 No. CopyrightA2025. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 71 Sehingga terjadi perubahan hidup dengan Menunjukkan bukti pertobatan melalui perubahan dalam pikiran, perasaan, dan tindakan. pemuridan yang berfokus pada pertobatan berarti bahwa setiap anggota tidak hanya belajar tentang ajaran Kristen, tetapi juga didorong untuk secara aktif menerapkan ajaran tersebut dalam kehidupan mereka, mengakui dosa-dosa mereka, dan mengalami perubahan karakter yang nyata. Pemuridan dalam komunitas sel harus dirancang untuk memfasilitasi proses ini, dengan memberikan tantangan, motivasi, dan dukungan bagi jemaat untuk bertumbuh dalam iman dan karakter Model-Model Pemuridan Model pemuridan yang efektif adalah suatu proses membimbing orang lain untuk bertumbuh dalam iman dan menjadi serupa Kristus, serta melanjutkan tugas pemuridan dengan memuridkan orang lain. Model pemuridan yang efektif tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kehidupan yang serupa Kristus. Setiap model pemuridan memiliki keunggulan dan tantangan tersendiri. Pemilihan model yang tepat tergantung pada konteks gereja atau komunitas, tujuan pemuridan, serta kebutuhan anggota. Kombinasi beberapa model juga sering kali dilakukan untuk mencapai hasil yang maksimal dalam proses pemuridan. ada beberapa model-model dari pemuridan yang dilakukan oleh kelompok sel dalam meningkatkan kerohanian seseorang Model Kelompok Kecil (Small Grou. Model kelompok kecil memfasilitasi pemuridan dalam konteks komunitas yang lebih kecil. Anggota kelompok saling berbagi pengalaman pribadi, tantangan, dan kemenangan, mendiskusikan Firman Tuhan, dan mendoakan satu sama lain. Model ini menciptakan ikatan yang lebih kuat dan memungkinkan pembelajaran yang lebih mendalam. Model kelompok kecil biasanya melibatkan pertemuan rutin di mana para anggota terlibat dalam Pendalaman Alkitab Menjelajahi dan mendiskusikan ayat-ayat Alkitab Model Mentoring Model mentoring adalah pendekatan di mana seorang pemimpin atau mentor secara langsung membimbing murid dalam perjalanan iman mereka. Pemimpin berbagi pengalaman, memberi nasihat, dan membantu murid mengembangkan keterampilan kepemimpinan. Dalam model mentoring ini orang Kristen yang sudah percaya & mengenal Tuhan akan membimbing orang Kristen baru atau mereka yang baru menerima Tuhan dan membutuhkan bimbingan rohani. Mentor memberikan dukungan, dorongan, dan instruksi yang dipersonalisasi untuk membantu bertumbuh dalam iman mereka. Model Pemuridan Missional Menekankan pentingnya terlibat dalam misi Allah di dunia. Para murid didorong untuk menghidupi iman mereka dengan cara-cara praktis, melayani sesama, dan membagikan Injil kepada mereka yang belum mendengarnya. Fokus pada Misi dan Penekanan pada partisipasi dalam misi Allah untuk menebus dan memulihkan dunia. Mendorong murid-murid untuk melayani sesama dan menjangkau mereka yang membutuhkan. Mengadaptasi pesan Injil ke dalam berbagai konteks budaya. Berusaha mengubah individu, komunitas, dan masyarakat melalui kuasa Injil. Model Holistik Model ini menganggap bahwa pemuridan tidak hanya melibatkan aspek spiritual, tetapi juga Cloud. Henry, dan John Townsend. Batasan: Kapan Mengatakan Ya. Bagaimana Mengatakan Tidak Untuk Mengendalikan Hidup Anda. Jakarta: Gramedia, 2004. CopyrightA2025. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 72 fisik, emosional, dan sosial. Pemuridan holistik memperhatikan keseluruhan kehidupan murid, termasuk kesejahteraan mental dan fisik, serta keterlibatan dalam masyarakat. Faktor - Faktor pendukung Pemuridan Faktor pendukung pemuridan sangat penting karena mereka menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan spiritual dan transformasi karakter. Hubungan yang Otentik dan Penuh Kasih Pemuridan yang efektif dibangun di atas fondasi hubungan yang otentik, jujur, dan penuh kasih antara mentor . dan murid. Hubungan ini menciptakan ruang aman di mana murid merasa nyaman untuk berbagi kelemahan, pertanyaan, dan perjuangan mereka tanpa takut Kasih yang tulus dari mentor mencerminkan kasih Kristus dan menjadi daya tarik yang kuat bagi murid untuk bertumbuh dalam iman. Pentingnya hubungan yang penuh kasih dalam pembentukan karakter Kristen bahwa kasih adalah motivasi utama untuk melakukan disiplin rohani dan bertumbuh dalam kekudusan. Keteladanan Hidup yang Konsisten Mentor yang efektif bukan hanya mengajarkan prinsip-prinsip Alkitab, tetapi juga menghidupinya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Murid belajar lebih banyak dari apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar. Keteladanan hidup yang saleh, integritas, kerendahan hati, dan kasih yang nyata menjadi inspirasi dan model bagi murid untuk meniru Kristus. Henry Blackaby dan Richard Blackaby, dalam buku "Experiencing God," menekankan pentingnya mengamati bagaimana Tuhan bekerja dalam kehidupan orang lain dan mengikuti teladan mereka. Mereka berpendapat bahwa Tuhan sering menggunakan orangorang yang saleh sebagai alat untuk memuridkan orang lain. Pengajaran Alkitabiah yang Mendalam dan Relevan Pemuridan yang efektif didasarkan pada pengajaran Alkitabiah yang mendalam dan relevan dengan kebutuhan dan konteks kehidupan murid. Pengajaran ini tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membantu murid memahami implikasi praktis dari Firman Tuhan dalam setiap aspek kehidupan mereka. Pengajaran harus disesuaikan dengan tingkat pemahaman dan kebutuhan individu murid. Pengajaran yang efektif harus mengubah hidup murid dan mendorong mereka untuk bertindak sesuai dengan Firman Tuhan. Disiplin Rohani yang Teratur Pemuridan yang efektif melibatkan pembentukan kebiasaan disiplin rohani yang teratur, seperti membaca Alkitab, berdoa, berpuasa, dan melayani. Disiplin rohani membantu murid untuk terhubung dengan Tuhan, mengembangkan karakter Kristus, dan melawan godaan dosa. Mentor membantu murid untuk menemukan disiplin rohani yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka. Disiplin rohani adalah sarana anugerah yang Tuhan gunakan untuk membentuk kita menjadi serupa dengan Kristus. Komunitas yang Mendukung Pemuridan yang efektif terjadi dalam konteks komunitas yang mendukung, seperti gereja atau kelompok kecil. Komunitas memberikan lingkungan di mana murid dapat belajar dari orang lain, berbagi pengalaman, dan menerima dukungan dan dorongan. Komunitas juga memberikan kesempatan bagi murid untuk melayani dan menggunakan karunia mereka untuk membangun orang lain. Gereja harus menjadi tempat di mana orang dapat terhubung dengan Tuhan, dengan satu sama lain, dan dengan tujuan hidup mereka. CopyrightA2025. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 73 Komitmen dan Ketekunan Pemuridan adalah proses yang membutuhkan waktu dan komitmen. Harus memahami bahwa pertumbuhan rohani terjadi secara bertahap dan tidak selalu linier. Mentor juga harus tekun dalam membimbing dan mendukung murid mereka, bahkan ketika mereka menghadapi kesulitan atau kegagalan Karakter adalah suatu nilai yang terpatri dalam diri seseorang yang didapatkan dari pengalaman, pendidikan, pengorbanan, percobaan, serta pengaruh lingkungan yang kemudian dipadupadankan dengan nilai-nilai yang ada di dalam diri seseorang dan menjadi nilai intrinsik yang terwujud di dalam sistem daya juang yang kemudian melandai sikap, perilaku, dan pemikiran seseorang. Menurut John Maxwell Pengertian karakter jauh lebih baik dibandingkan dengan sekadar perkataan. Maxwell mengatakan karakter adalah suatu pilihan yang dapat menentukan tingkat kesuksesan seseorang. 9 Lickona mendefinisikan karakter sebagai pemahaman . , perasaan . , dan tindakan . Karakter yang baik melibatkan mengetahui nilai-nilai moral yang benar, merasakan komitmen emosional terhadap nilai-nilai tersebut, dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai tersebut secara konsisten. 10 Lickona menekankan bahwa karakter bukan hanya sekadar mengetahui apa yang benar, tetapi juga memiliki keinginan dan kemampuan untuk melakukan apa yang benar. Ini melibatkan aspek kognitif, afektif, dan perilaku. Karakter adalah inti dari siapa kita sebagai individu. mempengaruhi cara kita berpikir, merasa, dan bertindak. Memahami dimensi-dimensi karakter dan indikator-indikatornya memungkinkan kita untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan diri, serta merancang strategi pengembangan diri yang efektif. Karakter dapat dikatakan sebagai nilai-nilai dan sikap hidup yang positif, yang dimiliki seseorang sehingga mempengaruhi tingkah laku, cara berpikir dan bertindak orang itu, dan akhirnya menjadi tabiat hidupnya, terutama dalam menghadapi persoalan hidup, baik hidup pribadi, hidup bersama orang lain, dan juga dalam pekerjaannya. Dengan kata lain, sikap hidup baik itu sudah menjadi kebiasaan hidupnya. Seseorang dikatakan berkarakter disiplin, dalam kebanyakan hidupnya, ia memang disiplin. Seseorang dikatakan berkarakter menghargai orang lain bila dalam pikirannya, dalam bersikap, dan menghadapi orang lain, ia memang menghargai pribadi orang lain dan sikap itu sudah menjadi tabiatnya. Peran Komunitas Sel dalam Pembentukan Karakter Komunitas sel membantu individu menerapkan prinsip-prinsip Alkitab dalam kehidupan sehari-hari, mengembangkan kualitas-kualitas karakter Kristen, mengatasi kelemahan karakter, dan bertumbuh dalam iman. Komunitas sel menyediakan lingkungan yang mendukung dan akuntabel bagi anggotanya untuk saling membangun dan menjadi murid Kristus yang lebih efektif. Menerapkan Prinsip-Prinsip Alkitab dalam Kehidupan Sehari-hariMelalui pembelajaran Alkitab, diskusi, dan sharing pengalaman, anggota komunitas dapat menggali makna dan aplikasi praktis dari Firman Tuhan. Mereka dapat saling membantu memahami konteks, menafsirkan ayat-ayat, dan menemukan cara-cara untuk menerapkan ajaran Alkitab dalam berbagai aspek kehidupan. Menerapkan prinsip-prinsip Alkitab tidak selalu mudah. Komunitas sel menyediakan dukungan moral dan praktis bagi anggotanya untuk mengatasi tantangan dan Anggota dapat saling mendoakan, memberikan nasihat, dan berbagi pengalaman tentang bagaimana mereka berhasil menerapkan prinsip-prinsip Alkitab dalam situasi anggota dapat saling mengingatkan dan menegur ketika mereka menyimpang dari Soedarsono. Soemarno. Character Building Membentuk Watak. Jakarta: Elex. Media Komputindo Maxwell. John C. The 21 Indispensable Qualities of a Leader. Thomas Nelson Publishing. Lickona. Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books. CopyrightA2025. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 74 prinsip-prinsip Alkitab. Akuntabilitas ini membantu anggota untuk tetap berada di jalur yang benar dan menghindari dosa. Mengembangkan Kualitas-Kualitas Karakter Kristen Anggota komunitas dapat belajar dari teladan orang lain yang telah mengembangkan kualitas-kualitas karakter Kristen. Mereka dapat mengamati bagaimana orang lain menunjukkan kasih, sukacita, damai sejahtera, dan kualitas-kualitas lainnya dalam kehidupan sehari-hari. Anggota komunitas dapat saling memberikan dorongan dan nasihat untuk mengembangkan kualitas-kualitas karakter Kristen. Mereka dapat saling mengingatkan tentang pentingnya kualitas-kualitas ini dan memberikan saran praktis tentang bagaimana Komunitas sel menyediakan lingkungan yang aman dan suportif bagi anggota untuk berlatih mengembangkan kualitas-kualitas karakter Kristen. Mereka dapat mencoba menunjukkan kasih, kesabaran, dan kualitas-kualitas lainnya tanpa takut dihakimi atau ditolak. Bertumbuh dalam Iman. Melalui pembelajaran Alkitab dan diskusi, anggota komunitas dapat mendalami Firman Tuhan dan memahami kehendak-Nya. Anggota komunitas dapat berdoa bersama untuk kebutuhan pribadi dan kebutuhan orang lain. Doa bersama memperkuat iman dan membawa anggota lebih dekat kepada Tuhan. Anggota komunitas dapat melayani bersama dalam berbagai pelayanan di gereja dan di masyarakat. Melayani bersama memperkuat iman dan membantu anggota untuk menjadi berkat bagi orang lain. Anggota komunitas dapat saling berbagi pengalaman tentang bagaimana Tuhan bekerja dalam kehidupan mereka. Bersaksi memperkuat iman dan menginspirasi orang lain untuk mengenal Kristus. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh dalam rangka menjawab pertanyaan rumusan masalah penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Peranan Khotbah bagi perubahan karakter Memberikan tuntunan untuk memahami Alkitab dan diterapkan dikehidupan seharihari, membentuk karakter yang menginspirasi menjadi pribadi yang lebih baik , menguatkan iman serta memberikan perspektif baru, bertumbuh dalam Tuhan untuk semakin mengenal kehendak Tuhan dalam hidupnya. Peranan Pemuridan bagi perubahan karakter mengajarkan nilai-nilai spiritual untuk memahami pengajaran Alkitab yang Memberikan nilai-nilai positif agar mampu mengatasi masalah dan meningkatkan kualitas hidup serta memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan karakter REFERENSI