Journal of Biology Science and Education (JBSE) http://jurnal. Vol. No. Hal. Januari-Juni, . HUBUNGAN KETERAMPILAN MENGAJAR GURU DIMASA PANDEMI COVID 19 DENGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS XI IPA DI SMA NEGERI 1 LAKEA Rukmana*. Mohammad Jamhari. Sri Wahyuni, & Syech Zainal Program Studi Pendidikan Biologi. Universitas Tadulako. Indonesia Received: 10 Desember 2020. Accepted: 25 Desember 2020. Published: 5 Januari 2021 ABSTRAK. Keterampilan mengajar guru sangat berperan penting dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan hubungan keterampilan mengajar guru dimasa pandemi Covid 19 dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi kelas XI IPA di SMA Negeri I Lakea. Jenis penelitian termasuk kategori kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi pada siswa kelas XI MIA 1 dan XI MIA 2. Teknik analisis data yaitu statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan analisis Product Moment Correlation, serta menguji hipotesis menggunakan tabel koefisien korelasi. Hasil penelitian menunjukkan taraf kesalahan rtabel . %), dimana rhitung lebih besar dari rtabel atau 0,994>0,248 maka Ho ditolak dan H1 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada hubungan keterampilan mengajar guru dimasa pandemi Covid 19 dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi kelas XI IPA di SMA Negeri I Lakea. Kata Kunci: Keterampilan Mengajar. Pandemi Covid 19. Hasil Belajar The Relationship of Teacher Teaching Skills During the Covid 19 Pandemic With Student Learning Outcomes In Biology Subjects Class XI Science At SMA Negeri 1 Lakea ABSTRACT Teachers' teaching skills play an important role in the implementation of online learning. The purpose of this study is to describe the relationship between the teaching skills of teachers during the Covid 19 pandemic and student learning outcomes in Biology subjects in class XI IPA at SMA Negeri I Lakea. This type of research belongs to the quantitative category. Data collection techniques using questionnaires and documentation for students of class XI MIA 1 and XI MIA 2. Data analysis techniques are descriptive statistics and inferential statistical analysis with Product Moment Correlation analysis, as well as testing hypotheses using correlation coefficient tables. The results showed the error rate of rtable . %), where rcount was greater than rtable or 994>0. 248 then Ho was rejected and H1 was accepted. So it can be concluded thatthere is a relationshipteacher teaching skills during the Covid 19 pandemic with student learning outcomes in biology class XI science at SMA Negeri I Lakea. Keywords: Teaching Skills. Covid 19 Pandemic. Learning Outcomes Copyright A 2021 Rukmana. Mohammad Jamhari. Sri Wahyuni, & Syech Zainal Corresponding author: Rukmana. Program Studi Pendidikan Biologi. Universitas Tadulako. Indonesia. Email: Cicicuwitchy@gmail. PENDAHULUAN Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan, membentuk watak serta peradaban bangsa berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Zamuri, 2. Guru merupakan pemegang kunci utama bagi peningkatan mutu SDM masa depan terutama di bidang pendidikan (Hajrah, 2. Sagala, . guru salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah, oleh karena itu meningkatkan mutu pendidikan berarti juga meningkatkan mutu guru. Usman . cara mengajar guru dapat diketegorikan kedalam delapan keterampilan dasar mengajar yang meliputi keterampilan membuka dan menutup pelajaran, bertanya, menjelaskan, mengadakan variasi, mengelola kelas, membimbing diskusi kelompok kecil, mengajar perseorangan, memberikan penguatan. Ini bertolak belakang dengan keadaan dilapangan, guru belum menggunakan keterampilannya secara pembelajaran yang bervariasi, guru kurang menggunakan media dan alat peraga pendukung. Padahal keberhasilan belajar siswa salah satunya ditentukan oleh kemampuan guru saat mengajar, jika guru menguasai keterampilan dasar mengajar dengan baik maka suasana kelas akan menyenangkan, kondusif dan tidak akan membosankan, sehingga memberikan dampak pada hasil belajar memuaskan. Hadirnya wabah Covid-19 yang sangat mendadak, maka dunia pendidikan Indonesia perlu mengikuti alur yang sekiranya dapat menolong kondisi sekolah dalam keadaan darurat. Sekolah perlu memaksakan diri menggunakan media daring. Namun penggunaan teknologi bukan tidak ada masalah, banyak variasi masalah yang menghambat terlaksananya efektivitas pembelajaran dengan metode daring diantaranya adalah: keterbatasan penguasaan Teknologi Informasi oleh Guru dan Siswa. Sarana dan Prasarana yang Kurang Memadai. Akses Internet yang terbatas, dan Kurang siapnya penyediaan Anggaran (Aji, 2. Sudjana . hasil belajar adalah seseorang/peserta didik yang terjadi setelah mengikuti pembelajaran. Perebahan tersebut meliputi aspek kognitif . emampuan hapalan, pemahaman, penerapan, analisis, dan evaluas. , efektif . enerimaan, partisipasi, penilaian, dan karakterisas. , psikomotorik . esiapan, gerakan Hasilnya dituangkan dalam angka atau nilai. Metode pembelajaran yang digunakan guru mata pelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Lakea adalah pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran online. Pada pembelajaran yang menggunakan metode jarak jauh atau online membuat peserta didik merasa kesulitan dalam infrastruktur dan daya dukung teknologi, sehingga timbul rasa malas dari peserta didik untuk mencari informasi atau referensi untuk menambah pengetahuan, kurang berpartisipasi di dalam proses pembelajaran sehingga berdampak terhadap rendahnya hasil belajar siswa dari 69 siswa hanya terdapat 50% orang siswa yang tuntas dalam belajar, hal ini dapat dilihat berdasarkan nilai rapor yang didapatkan. Sedangkan 50% mendapatkan nilai dibawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah di tentukan di kelas XI IPA bernilai 75. Berdasarkan hasil uraian yang telah dikemukakan, maka perlu dilakukan penelitian tentang AuHubungan Keterampilan Mengajar Guru Dimasa Pandemi Covid 19 dengan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Biologi Kelas XI IPA di SMA Negeri I LakeaAy METODE Jenis penelitian ini termasuk kategori Penelitian kuantitatif sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, atau populasi yang digunakan untuk mengumpulkan data, dan analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ada. Penelitian ini bersifat deskriptif. Penelitian deskriptif adalah metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya (Sukardi, 2. Jadi, penelitian yang peneliti lakukan adalah penelitain kuantitatif dan bersifat deskriptif. Teknik Pengambilan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Angket . Isi dari angket pada penelitian ini adalah pernyataan mengenai keterampilan mengajar guru. Keterampilan mengajar guru dimasa pandemi Keterampilan keterampilan menjelaskan secara online, dan keterampilan mengadakan variasi secara online. Dokumentasi Dokumentasi digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data-data berupa dokumen, seperti jumlah siswa di SMA Negeri I Lakea Kecamatan Lakea Kabupaten Buol dan untuk memperoleh data mengenai hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Biologi. Teknik Analisis Data Analisis mengorganisasikan dan menguraikan data kedalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang telah disarankan oleh data. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu teknik analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial, seperti penjelasan berikut: Analisis statistik deskriptif Statistik deskriptif yaitu statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum dan generalisasi (Sugiyono, 2. Statistik deskriptif juga dapat dilakukan mencari kuatnya hubungan antara variabel melalui analisis Pada penelitian ini, statistik deskriptif digunakan untuk rumusan masalah pertama dan rumusan masalah kedua. Langkahlangkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: Menentukan range . Rentang data . dapat diketahui dengan cara mengurangi data yang terbesar dengan data terkecil yang ada dalam kelompok itu. Adapun rumus yang digunakan adalah (Hasan, 2. R = xt Ae xr Keterangan: R = Rentang. xt= Data terbesar dalam kelompok. xr = Data terkecil dalam kelompok . Menentukan jumlah kelas interval Jumlah kelas interval dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut (Supranto, 2. K = 1 3,3 log n Keterangan: K = Jumlah kelas interval. n = Jumlah data obsevasi. log = logaritma. Menghitung panjang kelas interval (Hasan. Keterangan: P = Panjang kelas. R = Rentang. K = Jumlah kelas interval. Mean atau rata-rata (Hasan, 2. Keterangan: Me = Mean untuk data bergolongan Ocfi = Jumlah data atau sampel xi= produk perkalian antara fi pada tiap antara data dengan tanda kelas . Tanda kelas . adalah rata-rata dari nilai terendah dan tertinggi setiap interval kelas. Standar deviasi (Sugiyono, 2. Keterangan: SD = Standar deviasi. fi = Frekuensi. xi = Titik tengah. Persentase (%) nilai rata-rata (Mangkuatmodjo. X 100% Keterangan: P = Persentase F = Frekuensi Jawaban Responden N = Jumlah . Membuat tabel distribusi frekuensi Analisis statistik inferensial Statistik inferensial digunakan untuk menguji hipotesis penelitian dengan analisis Product Moment Correlation untuk mengukur hubungan keterampilan mengajar guru dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran biologi, maka digunakan rumus sebagai berikut (Usman dan Purnomo, 2. Keterangan: X = Skor rata-rata dari x Y = Skor rata-rata dari y OcX = Jumlah skor rata-rata dari x OcY = Jumlah skor rata-rata dari y HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan keterampilan mengajar guru dimasa pandemi Covid 19 dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Lakea. Pengambilan data dengan menggunakan angket dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif untuk mengetahui gambaran dari masing-masing variabel dan statistik inferensial digunakan untuk mengetahui hubungan variabelnya. Deskripsi Keterampilan Mengajar Guru pada Mata Pelajaran Biologi kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Lakea. Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Lakea Kecamatan Lakea Kabupaten Buol, peneliti dapat mengumpulkan data melalui angket keterampilan mengajar guru pada mata pelajaran biologi yang diisi oleh siswa kelas XI MIA 1 dan XI MIA 2. Hal ini untuk mendapatkan data hubungan keterampilan mengajar guru dengan hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 Lakea, peneliti membuat angket yang disebarkan kepada 63 responden. Berdasarkan angket yang telah disebarkan kepada siswa kelas XI MIA 1 dan XI MIA 2 di SMA Negeri 1 Lakea Kecamatan Lakea Kabupaten Buol, penulis memasukkan dalam bentuk angka yang ketentuannya sebagai berikut: - Jawaban A (Serin. diberi skor 3 - Jawaban B (Kadang-Kadan. diberi skor 2 - Jawaban C (Tidak Perna. diberi skor 1 Data yang penulis peroleh dari hasil penyebaran angket tentang keterampilan mengajar guru, penulis sajikan dalam Tabel 4. Tabel. 1 Hasil Angket Keterampilan Mengajar Guru di Masa Pandemi pada Mata Pelajaran Biologi No Responden Skor JUMLAH Berdasarkan Tabel. 1, dengan melakukan penjumlahan skor jawaban terhadap beberapa pertanyaan berupa angket yang diajukan kepada beberapa siswa kelas XI MIA 1 dan XI MIA 2, maka diperoleh nilai tertinggi 44 dan nilai terendah 25 dengan jumlah sampel sebanyak 63 Untuk membuat tabel distribusi frekuensi, langkah yang perlu ditempuh adalah sebagai Range/ jangkauan (R), yaitu nilai terbesar . dikurang nilai terkecil . A) R = xt Ae xA = 44 - 25 = 19 Banyak kelas interval (K) K = 1 3,3 log n = 1 3,3 log 63 = 1 . 1,80 = 1 5,9 = 6,94 OO 7 Menghitung panjang kelas interval = 2,74 OO 3 Menghitung rata-rata (Mea. = 35,67 Menghitung simpangan baku (Standar Devias. = 3,25 Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif keterampilan mengajar guru pada mata pelajaran Biologi, setelah dilakukan penyebaran angket kepada beberapa siswa kelas kelas XI MIA 1 dan XI MIA 2 di SMA Negeri 1 Lakea Kecamatan Lakea Kabupaten Buol dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel. 2 Distribusi Frekuensi dan Persentase Keterampilan Mengajar Guru Inter Frek Nilai Ten (X. Fi. Xi- Fi(Xi - ) Persenta (%) Frekues Komula (FK) 88,89 3,17 3,17 ,11 10,22 12,70 56,89 39,68 69,44 1,59 36,51 3,17 Tabel distribusi frekuensi dan persentase hasil angket keterampilan mengajar guru di Tabel 2 , menunjukkan bahwa nilai terendah adalah 25, sedangkan nilai tertinggi adalah 44. Banyak kelas interval yaitu 8 dan panjang kelas interval Diperoleh nilai rata-rata atau mean sebesar 36,09 dan nilai simpangan baku . tandar devias. 2,42. Berdasarkan tabel distribusi frekuensi variabel X . eterampilan mengajar gur. , maka dapat digambarkan dalam histogram sebagai Gambar. 1 Histogram Frekuensi Keterampilan Mengajar Guru pada Mata Pelajaran Biologi Berdasarkan histogram. 1, diperoleh pada batas kelas 25-27 terdapat 2 frekuensi, pada batas kelas 28-30 terdapat 2 frekuensi, pada batas kelas 31-33 terdapat 8 frekuensi, pada batas kelas 34-36 terdapat 23 frekuensi, pada batas kelas 37-39 terdapat 25 frekuensi, dan pada batas kelas 40-42 terdapat 2 frekuensi, serta pada batas kelas 43-45 terdapat 1 frekuensi. Deskripsi Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Biologi di SMA Negeri I Lakea pada Masa Pandemi Covid 19 Berikut ini merupakan hasil belajar Siswa kelas XI MIA 1 dan XI MIA 2 pada mata pelajaran Biologi di di SMA Negeri I Lakea pada masa pandemi Covid 19 yang didapatkan dari data nilai di sekolah yang diperoleh dari leger nilai guru Biologi. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi dapat dilihat sebagai berikut: Tabel. 3 Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Biologi di SMA Negeri I Lakea pada Masa Pandemi Covid 19 No Responden Skor JUMLAH Tabel. menunjukkan nilai raport semester 2020/2021 semester ganjil siswa kelas XI MIA 1 dan XI MIA 2 pada mata pelajaran Biologi di di SMA Negeri I Lakea pada masa pandemi Covid 19, maka diperoleh nilai tertinggi 88 dan nilai terendah 70 dengan jumlah sampel sebanyak 63 orang. Untuk membuat tabel distribusi frekuensi, langkah yang perlu ditempuh adalah sebagai berikut: Range/ jangkauan (R), yaitu nilai terbesar . dikurang nilai terkecil . A) R = xt Ae xA = 88 - 70 = 15 Banyak kelas interval (K) K = 1 3,3 log n = 1 3,3 log 63 = 1 . 1,80 = 1 5,9 = 6,94 OO 7 = 2,74 OO 3 Menghitung rata-rata (Mea. = 76,43 Menghitung simpangan baku (Standar Devias. = 4,91 Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif pada hasil belajar siswa yang diperoleh dari leger nilai guru Biologi di SMA Negeri I Lakea, dapat dilihat pada Tabel. Tabel. 4 Distribusi Frekuensi dan Persentase Hasil Belajar Siswa Inter Frek Freku Komu (FK) Nila Ten (X. Fi. Xi- Fi(X. Persenta (%) 25,40 30,16 52,62 11,11 0,10 7,94 9,05 23,81 68,13 0,00 ,04 448,40 374,40 1,59 Menghitung panjang kelas interval ,29 Tabel distribusi frekuensi dan persentase hasil angket keterampilan mengajar guru pada Tabel. 4, menunjukkan bahwa nilai terendah adalah 70, sedangkan nilai tertinggi adalah 88. Banyak kelas interval yaitu 7 dan panjang kelas interval adalah 3. Diperoleh nilai rata-rata atau mean sebesar 76,43 dan nilai simpangan baku . tandar devias. sebesar 4,91. Berdasarkan tabel distribusi frekuensi variabel Y . asil belajar peserta didik pada mata pelajaran Biolog. , maka dapat dilihat pada Gambar 4. 2 dalam histogram sebagai berikut: Gambar. 2 Histogram Frekuensi Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan histogram. 2, diperoleh pada batas kelas 70-72 terdapat 16 frekuensi, pada batas kelas 73-75 terdapat 19 frekuensi, pada batas kelas 76-78 terdapat 7 frekuensi, pada batas kelas 79-81 terdapat 5 frekuensi, pada batas kelas 82-84 terdapat 15 frekuensi, dan pada batas kelas 85-87 terdapat 0 frekuensi, serta pada batas kelas 88-90 terdapat 1 frekuensi. Hubungan Keterampilan Mengajar Guru dengan Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Biologi di SMA Negeri I Lakea Analisis yang digunakan adalah analisis statistik inferensial. Statistik inferensial digunakan untuk menguji hipotesis penelitian dengan analisis Product Moment Correlation untuk mengukur hubungan keterampilan mengajar guru dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi. Tabel penolong analisis korelasi keterampilan mengajar guru di masa pandemic covid 19 dengan hasil belajar siswa. Tabel. 5 Tabel Penolong Analisis korelasi antara Variabel X (Keterampilan Mengajar Gur. dengan Variabel Y (Hasil Belajar Peserta Didi. Jumlah 2244 80524 368887 171369 Berdasarkan tabel di atas, diperoleh nilai/harga: OcX = 2244 OcY = 4811 = 80524 = 368887 OcXY = 171369 Berdasarkan hasil akhir dari Tabel 4. maka untuk mengetahui apakah kedua variabel x dan y berkorelasi maka di uji dengan menggunakan rumus korelasi produk moment sehingga diperoleh hasil sebagai berikut: = 0,994 Setelah di uji dengan rumus di atas, maka diperolehl sebesar 0,994 ini membuktikan bahwa keterampilan mengajar guru dengan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Biologi di SMA Negeri I Lakea memiliki koefisien korelasi yang yang sangat kuat. Hal ini berarti semakin baik keterampilan guru dalam mengajar, maka semakin baik pula hasil belajar yang diperoleh siswa pada mata pelajaran Biologi. Untuk dapat membuktikan pernyataan terhadap koefisien korelasi yang ditemukan besar atau kecil, maka dapat berpedoman pada keterangan yang tertera pada Tabel berikut. Tabel. 6 Pedoman untuk Membuktikan Interpretasi Terhadap Koefisien Korelasi Interval Koefisien 0,00 Ae 0,199 Tingkat Hubungan Sangat Rendah 0,20 Ae 0,399 Rendah 0,40 Ae 0,599 Sedang 0,60 Ae 0,799 Kuat 0,80 Ae 1,000 Sangat Kuat Sumber: Sugiyono . Berdasarkan Tabel. 6 koefisien korelasi yang ditemukan pada hasil penelitian ini di dapat rhitung sebesar 0,994 jika di lihat dari pedoman interval koefisien korelasi maka rhitung 0,994 berada pada kategori sangat kuat. Jadi dapat disimpulkan bahwa keterampilan mengajar guru berkorelasi sangat kuat terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Biologi. Untuk menguji signifikansi dengan membandingkan rhitung dengan rtabel dari hasil di atas, di peroleh rhitung lebih besar daripada rtabel. Dapat dilihat bahwa untuk n =37, taraf kesalahan rtabel . %) db = n-2 = 63-2 = 61, sehingga rtabel = 0,248 berdasarkan analisis yang diperoleh, maka diketahui rhitung lebih besar dari rtabel atau 0,994>0,248 . Jika rhitung > rtabel maka Ho ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H1 yang diajukan dalam penelitian ini diterima, dan Ho ditolak, sehingga ada hubungan keterampilan mengajar guru dimasa pandemi Covid 19 dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi kelas XI IPA di SMA Negeri I Lakea. Tabel. 7 Rekapitulasi hasil penelitian hubungan variabel X dengan Y setiap Indikator Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil Keterampilan menjelaskan secara online Keterampilan mengadakan variasi secara online Hasl Uji Korelasi Persentase (%) 0,994 40,69 0,988 28,03 0,990 31, 28 Berdasarkan Tabel. 7 hasil analisis untuk setiap indikator, diperoleh informasi hasil analisa deskriptif yang menunjukkan bahwa keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil memiliki persentase 40,69, keterampilan menjelaskan secara online memilki persentase 28,03 dan Keterampilan mengadakan variasi secara online memilki 31,28. Dari hasil uji korelasi, menunjukkan bahwa semua indikator yang berkorelasi kuat dengan hasil belajar yang dapat dilihat dari nilai koefisien korelasi berturut-turut yaitu yaitu 0,994, 0,988 dan 0,990. PEMBAHASAN Gambaran Keterampilan Mengajar Guru di Masa Pandemi Covid 19 pada Mata Pelajaran Biologi di SMA Negeri I Lakea Coronavirus Disease 2019 (COVID-. atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-. adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut virus corona. Virus corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian. Infeksi virus corona pertama kali ditemukan di kota Wuhan Negara China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara di dunia termasuk Indonesia yang hanya dalam waktu beberapa bulan (Nuralan dan Daipatama, 2. Pandemi Covid-19 memicu pihak guru maupun murid untuk melakukan proses pembelajaran secara daring/online. Guru harus memiliki strategi baru untuk melibatkan siswa pada proses pembelajaran karena keterlibatan siswa akan memampukan siswa untuk menerima dan memahami pembelajaran. Partami dan Sudjana, . menyatakan bahwa adanya kebijakan pelaksanaan pembelajaran jarak sebagai salah satu cara pencegahan penyebaran virus corona (COVID-. menyebabkan guru-guru harus mempersiapkan pembelajaran dengan seefisien mungkin, sehingga keterampilan mengajar guru sangat berperan penting dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Keterampilan mengajar guru adalah kecakapan atau kemampuan yang dimiliki seorang guru dalam melakukan pengajaran kepada siswa sehingga siswa dapat memahami materi pelajaran yang diajarkan terkhusus pada mata pelajaran Biologi dan dapat mencapai tujuan pembelajaran serta terjadi perubahan pada siswa baik dari segi kognitif, afektif, maupun psikomotor (Hajrah. Keterampilan mengajar guru dimasa pandemi memiliki komponen antara lain adalah keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan menjelaskan secara online, dan keterampilan mengadakan variasi secara Keterampilan mengajar guru dapat digambarkan dari hasil analisis angket yang diisi oleh siswa kelas XI MIA 1 dan XI MIA 2. Sebanyak 63 siswa yang mengisi angket diperoleh masing-masing 2 orang dalam kategori sangat kurang dengan persentase 3,17%, kemudian pada kategori kurang sebanyak 4 orang dengan persentase 6,35%, peserta didik yang berada pada kategori cukup sebanyak 29 orang dengan persentase 46,03%, siswa yang berada pada kategori baik sebanyak 25 orang dengan persentase 39,68% dan siswa yang berada pada kategori sangat baik sebanyak 3 orang dengan persentase 4,76%. Berdasarkan hasil analisis keterampilan mengajar guru diperoleh bahwa keterampilan mengajar guru pada mata pelajaran Biologi di SMA Negeri I Lakea berada pada kategori cukup, hal ini tercermin dari hasil yang diperoleh yakni terdapat 29 orang dengan hasil persentase 46,03%. Gambaran Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Biologi di SMA Negeri I Lakea Keterampilan mengajar, merupakan suatu kemampuan yang mutlak dimiliki guru agar tugasnya sebagai pendidik dapat terlaksana dengan baik. Kemampuan mengajar yang baik juga merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan hasil belajar siswa, meskipun ada faktor lain juga yang menetukan hasil belajar siswa yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Seorang guru yang memiliki kemampuan mengajar yang baik dalam melaksanakan proses pembelajaran akan membuat siswa mudah untuk menerima materi pelajaran yang disampaikan (Azmi, 2. Sebanyak 63 siswa yang dijadikan sebagai sampel dalam penelitian, diperoleh gambaran hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi terdapat 20 orang siswa pada kategori sangat kurang dengan hasil persentase mencapai 31,75%. Terdapat 21 orang siswa yang berada pada kategori kurang dengan hasil persentase mencapai 33,33%. Terdapat 6 orang siswa berada pada kategori cukup dengan persentase mencapai 9,52%. Terdapat 15 orang siswa pada kategori baik dengan persentase mencapai 23,81% dan 1 orang siswa pada kategori sangat baik dengan hasil persentase mencapai 1,59%. Adapun nilai rata-rata hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi diperoleh sebesar 76,37. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan Biologi di SMA Negeri I Lakea berada pada kategori kurang dengan hasil persentase sebanyak 33,33%. Hubungan Keterampilan Mengajar Guru dengan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Biologi di SMA Negeri I Lakea Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara keterampilan mengajar guru dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi di SMA Negeri I Lakea. Hal ini tercermin dari hasil analisis dengan menggunakan analisis korelasi product moment diperoleh nilai r = 0,994. Kemudian memasukkan nilai r pada tabel interpretasi koefisien korelasi r sehingga diperoleh hubungan antara keterampilan mengajar guru dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi di SMA Negeri I Lakea berada pada kategori sangat tinggi. Berdasarkan analisis korelasi product moment menunjukkan bahwa nilai korelasi r = 0,994 dan nilai r tersebut diinterpretasikan pada tabel koefisien korelasi yang tingkat hubungannya tergolong sangat tinggi. Hasil analisis statistik menggunakan statistik inferensial memperlihatkan bahwa nilai r yang diperoleh dari hasil perhitungan . lebih besar daripada nilai r yang diperoleh dari tabel distribusi r . dengan taraf signifikansi sebesar 5% . hitung> rtabe. Jadi 0,994>0,248. Jika rhitung > rtabel maka Ho ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H1 yang diajukan dalam penelitian ini diterima, dan Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa ada Hubungan keterampilan mengajar guru dimasa pandemi Covid 19 dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi kelas XI IPA di SMA Negeri I Lakea. Azmi, . melaporkan bahwa jika rhitung = 0,389, yaitu lebih besar dari ttabel = 0,254 dengan N=60 pada taraf signifikan 5%, yang berarti keterampilan mengajar guru memiliki hubungan dan signifikan dengan hasil belajar IPA siswa dengan kategori tingkat hubungan yang Berdasarkan uraian tersebut, dapat dikatakan bahwa keterampilan mengajar guru keterampilan menjelaskan secara online, dan keterampilan mengadakan variasi secara online merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Jadi, seorang guru harus menguasai komponen-komponen keterampilan mengajar agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa dimasa pandemi Covid 19. Merpaung dan Cendana, . mengatakan keterampilan menjelaskan secara online yaitu memberikan penekanan melalui intonasi dan ekspresi yang dimiliki membuat siswa terlihat lebih aktif dan berdialog dengan guru. Pingge . , menyatakan komponen yang mendukung keberhasilan guru dalam menjelaskan yaitu bagaimana guru merancang serta menyajikannya. Guru diharapkan untuk dapat menjelaskan apa yang telah dirancang secara sistematis dan juga dapat menyajikan menggunakan ekspresi dan penggunaan kata sesuai dengan tingkatan pada Keterampilan ini harus terus diasah oleh guru agar murid dapat memahami setiap pembelajaran yang diajarkan. Hal ini dapat disimpulkan bahwa memberikan penekanan melalui intonasi dan ekspresi membuat siswa memiliki minat untuk terlibat dalam proses Keterampilan kelompok kecil yaitu antara lain: memusatkan perhatian, memperjelas masalah, menganalisis pandangan siswa, meningkatkan partisipasi siswa terhadap kelompok, dan menyebarkan kesempatan berpartisipasi (Safitri, dkk, 2. Hambatan yang ditemui guru ketika membimbing diskusi kelompok kecil berasal dari faktor guru, siswa, dan waktu. Pertama, hambatan yang muncul dari guru adalah kurang tegasnya guru dalam membimbing diskusi kelompok kecil sehingga masih banyak siswa yang sibuk sendiri yang mengakibatkan suasana kelas kurang kondusif. Kedua, hambatan yang muncul dari faktor siswa , yaitu . perbedaan tingkat pemahaman siswa terhadap materi atau masalah yang diberikan, . kurang fokusnya siswa dan siswa sering melakukan hal-hal di luar diskusi dalam kelompok, dan . kondisi siswa yang berbeda disetiap kelas dan setiap pertemuan yang mengharuskan guru senantiasa harus bekerja ekstra keras dalam membimbing siswa yang pendiam atau pasif dengan cara memotivasi siswa. Ketiga, hambatan yang muncul dari faktor waktu adalah waktu yang telalu banyak tersita untuk kegiatan berdiskusi. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial diperoleh nilai rhitung > rtabel . ,994>0,. yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa keterampilan mengajar guru dimasa pandemi berkorelasi signifikan sangat kuat dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi di SMA Negeri I Lakea. DAFTAR PUSTAKA