MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN POLI UMUM DI PUSKESMAS LAINEA KAB. KONAWE SELATAN Factors Related To Events In Outpatient Hypertension Public Health Poli Lainea Kab. South Konawe Harmiati1. Wa Ode Nova Noviyanti2. Asrun Salam3 Program Studi Kesehatan Masyarakat STIKES Mandala Waluya Kendari . armiatiarsyad@gmail. com No. Hp: 082237733. ABSTRAK Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Lainea Kab. Konawe Selatan penderita Hipertensi rawat jalan pada tahun 2015 sebanyak 1. 446 penderita . ,89%), kemudian pada tahun 2016 sebanyak 1. 383 penderita . 37%), sedangkan pada tahun 2017 sebanyak 1. 585 penderita . ,24%). Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan antar konsumsi sayur, konsumsi buah, dan konsumsi gorengan terhadap kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan poli umum di Puskesmas Lainea Kab. Konawe Selatan tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan Case Control. Populasi dalam penelitian ini adalah 398 orang, dengan tehnik penarikan sampel secara Accidental Sampling, dengan jumlah sampel 100 orang. Metode analisis menggunakan Uji Statistik Chi-squre. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah konsumsi sayur (X2 hit =10,227>X2 tab = 2,71 I = 0,341 OR = 4,. dengan keeratan hubungan sedang, konsumsi buah kurang (X2 hit =9,058>X2 tab = 2,71 I =0,321 OR = 3,. dengan keeratan hubungan sedang dan konsumsi gorengan (X2 hit =4,871>X2 tab = 2,71 I = 0,241 OR = 2,. dengan keeratan hubungan lemah. Kata Kunci: Konsumsi sayur. Konsumsi buah. Konsumsi gorengan. Hipertensi. Puskesmas Lainea ABSTRACT Based on data obtained from health centers Lainea district. South Konawe ambulatory patients with hypertension in 2015 as many as 1,446 patients . 89%), then in 2016 as many as 1,383 patients . 37%), while in 2017 as many as 1,585 patients . 24%). The aim in this study to determine the relationship between the consumption of vegetables, fruit consumption, and the consumption of fried food on the incidence of hypertension in outpatient general clinic at the health center Lainea district. South Konawe 2018. This type of research is quantitative analytic method with case control design. The population in this study was 398 people, with sampling techniques are accidental sampling, with a sample of 100 The method of analysis using Chi-squre Test Statistics. Based on the results showed that the variables associated with the incidence of hypertension is the consumption of vegetables (X2 hit = 227> tab X2 = 2,71 I = 0. 341 OR = 4. with the relationship being, consumption of fruits (X2 hit = 9. 058> X2 tab = 2 , 71 I = 0. 321 OR = 3. with the relationship being and consumption of fried foods (X2 hit = 4. 871> tab X2 = 2,71 I = 0. 241 OR = 2. with the closeness of the relationship is weak. Keywords : Consumption of vegetables. Fruit consumption. Consumption of fried Hypertension. PHC Lainea MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 hipertensi di Indonesia mengalami hipertensi. PENDAHULUAN Tekanan darah tinggi atau Hipertensi tetapi mayoritas . ,1%) diantaranya tidak merupakan penyakit yang ditandai dengan menyadarinya sehingga mereka tidak berusaha peningkatan tekanan darah yang melebihi mendapatkan pengobatan. WHO menyebutkan Hipertensi bahwa kurangnya konsumsi buah dan sayur dapat menyebabkan penyakit degeneratife keberadaannya sering kali tidak disadari dan seperti obesitas, diabetes, hipertensi, tekanan darah tinggi, dan kanker. Kematian dini dan sampai suatu waktu terjadi komplikasi kehidupan produktif yang hilang karena cacat, jantung, otak, ginjal, mata, pembuluh darah, atau organ-organ vital lainnya. Hipertensi juga disebabkan karena rendahnya konsumsi buah dan sayur diperkirakan menyebabkan sekitar terjadinya panyakit kardiovaskular. Apabila 14% dari kematian akibat kanker pencernaan, tidak ditangani dengan baik, hipertensi dapat sekitar 11% dari jantung dan sekitar 9% menyebabkan stroke, infark miokard, gagal kematian stroke. Rekomendasi kecukupan jantung, demensia, gagal ginjal, dan gangguan konsumsi buah untuk mencegah penyakit kronis adalah 400-600 gram/hari. World Health Organization (WHO) Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun memperkirakan hipertensi menyebabkan 9,4 juta kematian dan mencakup 7% dari beban Indonesia yang didapat melalui pengukuran penyakit di dunia. Hipertensi juga merupakan pada umur Ou 18 tahun tahun sebesar 25,8%, tertinggi di Bangka Belitung . ,9%), diikuti Kalimantan Selatan . ,8%) dan Kalimantan Apabila dengan baik, hipertensi dapat menyebabkan Timur . ,6%). Hipertensi adalah suatu keadaan ketika tekanan darah di pembuluh darah meningkat secara kronis. Hal tersebut dapat terjadi karena jantung bekerja lebih Berdasarkan data statistik World Health keras memompa darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi tubuh. Jika menyumbang 51% kematian akibat stroke dan dibiarkan, penyakit ini dapat mengagnggu fungsi organ-organ lain, terutama organ-organ vital seperti jantung dan ginjal. Di Indonesia menyebabkan kebutaan, irama jantung tidak Hipertensi merupakan penyebab kematian beraturan dan gagal jantung. Angka kematian ketiga untuk semua umur setelah Stroke akibat komplikasi hipertensi mencapai 9,4 juta ,4%) dengan jumlah, mencapai 6,8%. Banyaknya Organization Hipertensi Perbandingan Tuberculosis (TB) . ,5%). MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 penderita Hipertensi diperkirakan 15 juta orang, tetapi hanya 4% yang memiliki tekanan Gorengan adalah salah satu makanan yang darah terkendali sedangkan 50% penderita dijual di kaki lima. Gorengan merupakan suatu memiliki tekanan darah tidak terkendali. Data Riskesdas tahun 2013 melaporkan prevalensi minyak, gorengan memiliki rasa yang renyah. Hipertensi penduduk umur 18 tahun ke atas gurih dan enak serta dengan dukungan harganya yang sangat terjangkau. Gorengan di Indonesia memiliki berbagai macam bentuk 25,8%. Hipertensi. Hipertensinya dan bahan dasar, tetapi biasanya komposisi Faktor risiko yang dapat berpengaruh yang pasti ada dalam gorengan adalah terigu pada kejadian hipertensi ada faktor risiko yang contohnya sepeti bala-bala, tempe goreng, tahu dapat diubah dan faktor risiko yang tidak dapat isi, dan pissng goreng. Gorengan menawarkan Beberapa faktor risiko yang tidak segala kenikmatan, sehingga beberapa orang dapat diubah seperti genetik, usia, jenis banyak mengkonsumsi gorengan berlebih. kelamin, dan ras. Sedangkan faktor risiko yang Proses penggorengan dengan menggunakan dapt diubah berhubungan dengan faktor minyak secara berulang membuat kandungan lingkungan berupa perilaku atau gaya hidup lemak dan kalori dalam makanan jadi jauh saperti obesitas, kurang aktifitas, stress, dan konsumsi makanan. Konsumsi makanan yang Hipertensi dicegah dengan gaya hidup sehat dan dan adalah konsumsi makanan asin, konsumsi mengendalikan faktor risikonya. Terjadinya makanan manis, dan konsumsi makanan pergeseran penyakit pola makan di kota-kota Menggoreng besar dari pola makan tradisional ke pola makan barat yang komposisinya terlalu tinggi dilakukan di Indonesia karena merupakan kalori, banyak protein lemak dan gula tetapi suatu metode memasak bahan pangan yang rendah serat menimbulkan ketidakseimbangan konsumsi gizi, merupakan faktor risiko untuk Bahan gorengan merupakan sebagian besar dari menu makanan manusia. Pada proses penggorengan, diabetes melitus, hipertensi, jantung koroner minyak goreng berfungsi sebagai medium dan masalah kesehatan lain. Untuk mencegah penghantar panas, menambah rasa gurih, menambah nilai gizi dan kalori dalam bahan mengurangi dan mengelola stress, makanan Minyak gorengyang dikonsumsi, erat yang sehat yang terdiri dari banyak buah dan kaitannya bagi kesehatan manusia. Minyak sayuran segar yang menyediakan nutrisi goreng yang berulang kali digunakan dapat seperti kalium dan serat, membatasi asupan menyebabkan penurunan mutu bahkan akan natrium, menyadari bahwa banyak makanan MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 olahan yang tinggi garam, gula, kopi dan bulan januari 104 kasus dengan prevalensi minuman keras. ,13%), pada bulan februari terdapat 109 Berdasarkan Dinas Kesehatan kasus dengan prevalensi . ,39%), pada bulan Tenggara, maret terdapat 86 kasus dengan prevalensi hipertensi merupakan penyakit yang paling 1,61%) dan pada bulam april terdapat 99 sering berada dalam daftar 10 penyakit Kasus dengan prevalensi . ,87%). Provinsi Sulawesi terbanyak di Sulawesi Tenggara. Pada tahun Hipertensi . enyakit tekanan darah tingg. yang tertinggi di. Kab. penderita sebanyak 24. 419 kasus dengan Konawe Selatan yaitu Lainea dengan jumlah prevalensi . ,01%). Kemudian pada tahun kasus 134 di tahun 2015 dan yang paling 2014, angka kejadian hipertensi sebanyak 34, rendah di daerah Puskesmas Bimamaroa 419 kasus dengan prevalensi . ,26%), 2015 dengan jumlah 10 kasus. Berdasarkan uraian diatas, maka perlu diteliti tentang kejadian penurunan sebanyak 19. 743 kasus dengan hipertensi, akan tetapi peneliti membatasi prevalensi . ,16%). Tetapi di tahun 2016 dengan beberapa faktor saja yaitu, konsumsi angka kejadian hipertensi meningkat menjadi 817 kasus dengan prevalensi . ,60%) dan Sedangkan faktor lainnya tidak diteliti karena 8% di antaranya meninggal dunia. keterbatasan waktu, dana dan untuk tujuan Jumlah Berdasarkan data di Dinas Kesehatan kota pengembangan penelitian lebih lanjut. Konawe Selatan menunjukkan bahwa penyakit Berdasarkan masalah tersebut diatas hal hipertensi pada tahun 2016 sebesar 2. kasus dengan prevalensi . ,38%), dan pada melakukan penelitian tentang AuFaktor-Faktor tahun 2017 sebesar 6. 055 kasus dengan prevalensi . ,62%). Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Lainea penderita Hipertensi rawat Berhubungan Kejadian Hipertensi pada Pasien Rawat Jalan Poli Umum di Puskesmas Lainea Kab. Konawe Selatan Tahun 2018Ay. jalan pada tahun 2015 sebanyak 1. 446 kasus dengan prevalensi . ,89%), kemudian pada tahun 2016 sebanyak 1. 383 kasus dengan prevalensi . 37%), sedangkan pada tahun 2017 sebanyak 1. 585 kasus dengan prevalensi . ,24%). Berdasarkan survey awal yang di lakukan penulis di Puskesmas Lainea pada tahun 2018 periode januari-maret jumlah kasus hipertensi untuk pasien rawat jalan mencapai 398 kasus dengan masing-masing periode METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan rancangan case control yaitu penelitian yang mempelajari dinamika kolerasi antara faktor hubungan dengan efek, menggunakan cara pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober Tahun 2018. Penelitian ini telah MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 dilaksanakan di Puskesmas Lainea Kab. pada saat penelitian berlangsung. Metode Konawe Selatan. Populasi dalam penelitian ini analisis menggunakan uji Statistik Chi Square. seluruh pasien yang Puskesmas Lainea pada bulan Januari-April Tabel 1 menunjukkan bahwa dari 100 2018 berjumlah 398 pasien Hipertensi rawat jalan poli umum. Maka sampel pada penelitian ini sebanyak 100 responden yang dibagi 50 responden untuk kelompok kasus, dimana responden kelompok kasus adalah wilayah kerja Puskesmas Lainea dan 50 responden untuk kelompok kontrol, dimana responden kelompok kontrol adalah responden yang tidak mengalami hipertensi dan tinggal di wilayah kerja Puskesmas Lainea Kab. Konawe responden, interval kelompok umur tertinggi pada umur 51-60 dengan jumlah 36 responden . %) dan yang terendah terdapat pada umur <40 tahun dengan jumlah masing-masing 4 responden . %). Menunjukkan bahwa dari 100 responden, terdapat 53 responden . %) yang berjenis kelamin perempuan dan 47 responden . %) yang berjenis kelamin laki-laki. Dari 100 responden, dilihat dari tingkat pendidikan yang terbanyak adalah tingkat SMA sebanyak 31 responden . %) dan terendah pada tingkat Selatan. Penarikan sampel pada penelitian ini HASIL PENELITIAN Accidental Sampling dengan mempertimbangkan bahwa sampel yang diambil yaitu pasien Hipertensi Poli Umum yang berkunjung ke Puskesmas Lainea pendidikan tidak sekolah yaitu 1 responden . %). Dari 100 responden, terbanyak adalah IRT sebanyak 38 responden . %) dan yang responden . %). Tabel 2 menunjukkan bahwa dari 100 mengkonsumsi sayur terdapat 32 responden responden yang menderita Hipertensi terdapat . %) menderita hipertensi dan 15 responden 50 responden . %) dan yang tidak Hipertensi . %) yang tidak menderita hipertensi. Hasil 50 responden . %). Tabel 3 uji chi-square diperoleh nilai X2 hitung = menunjukkan bahwa dari 100 responden, 227 dan X2tabel 2,71 dengan demikian X2 terdapat 47 responden . %) yang cukup mengkonsumsi sayur dan 53 responden . %) . ,227>2,. dengan nilai uji phi yaitu 0,341, sementara nilai Odds ratio = 4,148. Maka H0 Berdasarkan jumlah responden 53. %) yang ditolak dan Ha diterima yang berarti ada cukup mengkonsumsi sayur terdapat 18 hubungan sedang antara kosumsi sayur dengan responden . %) menderita hipertensi . kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan dan 35 responden . %) yang tidak menderita poli umum di Puskesmas Lainea Kab. Konawe Selatan. Berdasarkan MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur. Jenis kelamin. Tingkat pendidikan. Pekerjaan di Wilayah Puskesmas Lainea Kab. Konawe Selatan Tahun 2018 Karakteristik Kasus Kontrol Jumlah Umur O40 >70 Jumlah Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Jumlah Pendidikan Tidak Sekolah SMP SMA Perguruan tinggi Jumlah Pekerjaan IRT Wiraswasta PNS Petani Pedagang Jumlah Sumber: Data Primer, 2018 Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan Kejadian Hipertensi di Puskesmas Lainea Kab. Konawe Selatan Tahun 2018 No. Kejadian Hipertensi Kasus . Kontrol . idak hipertens. Jumlah Sumber: Data Primer, 2018 Bedasarkan Tabel responden, terdapat 46 responden . %) yang mengkonsumsi buah terdapat 35 responden cukup mengkonsumsi buah dan 54 responden %)yang menderita hipertensi . Berdasarkan jumlah responden 46. %) yang hipertensi . Hasil uji chi-square diperoleh nilai X2 hitung = 9,058 dan X2tabel responden . %) menderita hipertensi . 2,71 dengan demikian X2 hitung lebih besar dan 31 responden . %) yang tidak menderita dari X2 tabel . ,058>2,. dengan nilai uji phi yaitu 0,321, sementara nilai Odds ratio = . Berdasarkan MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 3,807. Maka H0 ditolak dan Ha diterima yang lebih mengkonsumsi gorengan terdapat 29 berarti ada hubungan lemah antara konsumsi responden . %) menderita hipertensi . kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan dan 17 responden . %) yang tidak menderita poli umum di Puskesmas Lainea Kab. Konawe hipertensi . Hasil uji chi-square Selatan. diperoleh nilai X2 hitung = 4,871 dan X2 tabel Berdasarkan tabel 3 bahwa dari 100 2,71 dengan demikian X2 hitung lebih besar responden, terdapat 54 responden . %) yang dari X2 tabel . ,771>2,. dengan nilai uji phi yaitu 0,241, sementara nilai Odds ratio = responden . %) yang kurang mengkonsumsi 2,681. Maka H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti ada hubungan lemah antara konsumsi . %) yang cukup mengkonsumsi gorengan gorengan dengan kejadian hipertensi pada terdapat 21 responden . %) pasien rawat jalan poli umum di Puskesmas Berdasarkan hipertensi . dan 33 responden . %) Lainea Kab. Konawe Selatan. yang tidak menderita hipertensi . Berdasarkan jumlah responden . %) yang Tabel 3. Hubungan Konsumsi Sayur. Konsumsi Buah. Konsumsi Gorengan pada Kejadian Hipertensi di Puskesmas Lainea Kab. Konawe Selatan Tahun 2018 Kejadian Hipertensi Jumlah X2 Hit Variabel Kasus Kontrol X2 Tab (Ph. 10,227 Konsumsi Sayur Cukup 2,71 Kurang 0,341 4,148 Jumlah 9,058 Konsumsi Buah Cukup 2,71 Kurang 0,321 3,807 Jumlah 4,871 Konsumsi Gorengan Cukup 2,71 Lebih 0,241 2,681 Jumlah Sumber: Data Primer, 2018 yang mengancam jiwa seperti kanker, jantung. PEMBAHASAN Sayur mengandung vitamin dan mineral stroke dan diabetes. Kandungan kalium dalam sayur dapat terhadap penyakit kronis. Serat fitokimia, antioksidan dan senyawa lain dari bauh dan sayur melindungi tubuh terhadap penyakit berperan sebagai agen diuretik yang dapat Beberapa mengurangi volume cairan ekstraseluler dan MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 Hasil uji chi-square diperoleh nilai X2 Konsumsi sayuran yang tinggi kalium dapat hitung = 10. 227 dan X2tabel 2,71 dengan menyebabkan relaksasi otot polospembuluh demikian X2 hitung lebih besar dari X2 tabel darah sehingga dapat menurunkan tekanan . ,227>2,. dengan nilai uji phi yaitu 0,341. Selain kalium, kandungan mineral lain sementara nilai Odds ratio = 4,148. Maka H0 seperti magnesium dalam buah dan sayur ditolak dan Ha diterima yang berarti ada hubungan sedang antara konsumsi sayur berpengaruh terhadap kontraksi otot pembuluh dengan kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan poli umum di Puskesmas Lainea Kab. Konawe Selatan. Hasil penelitian dari 100 responden Hasil . %) terhadap masyarakat di wilayah kerja penelitian Wuri Wulandari. Hasil uji hubungan Puskesmas Lainea, jumlah responden yang kurang mengkonsumsi sayur sebanyak 53 hipertensi adalah OR=1. %CI:0. Artinya, bahwa konsumsi buah lebih mengkonsumsi sayur kategori cukup sebanyak rendah belum menjadi faktor risiko kejadian 47 responden . %). prahipertensi, namun konsumsi buah rendah Hasil penelitian menggunakan uji ChiSquare Penelitian Australia sayur cukup, sebanyak 47 responden . %). bahwa terdapat hubungan signifikan negatif Dari 41 responden sebanyak 32 responden antara konsumsi buah, salad, sereal dan ikan mengalami hipertensi, disebabkan kurangnya terhadap tekanan diastolik pada aktivitas fisik maupun stres, dan 15 responden Semakin tinggi konsumsi buah, salad, sereal dan ikan semakin rendah tekanan diastolik. disebabkan responden mengkonsumsi sayur Penelitian McNaughton et al. pada yang cukup dan Hal Inggris Sedangkan 53 responden . %) kategori membuktikan bahwa konsumsi sayur, buah dan produk susu berhubungan signifikan . %)mengalami hipertensi dan 35 responden tinggisayur, buah dan rendah lemak memiliki Berdasarkan Diet tekanan sistolik 5. 5 mmHg lebih rendah. disimpulkan bahwa aktifitas fisik . Konsumsi sayur baik mentah maupun matang dan tidak adanya riwayat penyakit hipertensi secara signifikan menurunkan tekanan darah. Serat meningkatkan pengeluaran kolesterol melalui MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 feces dengan jalan meningkatkan waktu transit sebanyak 15 responden . %) mengalami bahan makanan melalui usus kecil. Selain itu, hipertensi, disebabkan kurangnya aktifitas konsumsi serat sayuran dan buah akan fisik responden dan beberapa responden mempercepat rasa kenyang. Keadaan ini menguntungkan karena dapat mengurangi sertasebanyak 31 responden . %) tidak pemasukan energi dan obesitas, dan akhirnya mengalami hipertensi, disebabkan konsumsi akan menurunkan risiko hipertensi. Dari buah yang cukup dan menjaga pola makan. Sedangkan 54 responden . %) mengkonsumsi sayur bayam, kangkung, daun kategori kurang dalam mengkonsumsi buah, kacang, labu hingga keladi, hal ini karena jenis sebanyak 35 responden . %) mengalami sayur tersebut gampang di peroleh di pasar dan hipertensi, disebabkan konsumsi buah yang ada beberapa responden yang memiliki kebun kurang, aktifitas fisik yang kurang serta pola makan yang tidak teratur dari responden dan Buah adalah sumber nutrisi alami berupa . %) aneka jenis vitamin dan mineral yang paling hipertensi,disebabkan tidak adanya riwayat penyakit hipertensi dari keluarga dan sering memberikan efek samping karena itu kita sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi aneka kategori kurang dalam mengkonsumsi sayur. Buah Hasil uji chi-square diperoleh nilai X2 memiliki kandungan kalori dan lemak yang hitung = 9,058 dan X2 rendah, selain itu buah-buahan merupakan demikian X2 hitung lebih besar dari X2 tabel sumber gula sederhana yang mengandung . ,058>2,. dengan nilai uji phi yaitu 0,321, banyak serat serta vitamin yang semuanya sementara nilai Odds ratio = 3,807. Maka H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti ada mengoptimalkan kesehatan tubuh manusia. tabel 2,71 dengan hubungan lemah antara konsumsi buah dengan Hasil penelitian dari 100 responden kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan . %) terhadap masyarakat di wilayah kerja poli umum di Puskesmas Lainea Kab. Konawe Puskesmas Lainea, sebanyak 54 responden Selatan. %) yang termasuk kategori kurang dalam Hal ini sesuai dengan penelitian yang mengkonsumsi buah dan 46 responden . %) dilakukan oleh Lizel Rachel dkk. berjudul Pengaruh Terapi Diet Pisang Ambon mengkonsumsi buah. Hasil yang diperoleh Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Klien Hipertensi Kota menggunakan uji Chi-Square menunjukkan Bitungyangmenunjukkan bahwa dari 46 responden . %) dengan penurunan tekanan darah setelah responden kategori cukup dalam mengkonsumsi buah, diberikan terapi diet pisang ambon sebanyak 3 MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 buah sehari selama 3 hari. Masing-masing meningkatkan ekskresi natrium dalam urin . , maupun diastolik ialah sebesar 9,545 mmHg volume darah dan tekanan darah, namun dan 9,091 mmHg. Selain itu terdapat juga sebaliknya penurunan kalium dalam ruang penelitian yang dilakukan oleh Menti Juliana intrasel menyebabkan cairan dalam ruang Pandiangan, jurusan keperawatan universitas intrasel cenderung tertarik keruangan ekstrasel advent indonesia dengan judul Pengaruh dan retensi natrium dikarenakan respon dari Konsumsi Buah Pisang Ambon Terhadap Tekanan Darah Pada Mahasiswi Pre hipertensi kompartemen berada pada titik ekuilibrium Hasil namun hal tersebut dapat meningkatkan Universitas Advent Indonesia. adanya`pengaruh Beberapa menyatakan buah yang sering di konsumsi mengkonsumsi buah pisang ambon terhadap yaitu beberapa jenis pisang termasuk pisang ambon, apel, ubi, hal ini disebabkan karena mahasiswi pre hipertensi di UNAI Bandung. Hasil penelitian ini sesuai dengan jenis buah tersebut tidak susah untuk di temui dan sudah banyak di jual di pasar. penelitian Siti Widyaningrum . , yang Konsumsi lemak yang berlebihan dapat menyatakan bahwa ada hubungan antara menimbulkan risiko hipertensi karena akan asupan serat dengan kejadian hipertensi di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Jember. Kolesterol tersebut akan melekat pada Namun hasil penelitian ini tidak sesuai dengan dinding pembuluh darah yang semakin lama pembuluh darah akan tersumbat akibat adanya menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara plaque dalam darah yang disebut dengan asupan serat dengan tekanan darah pada Plaque yang terbentuk akan Denny Putri Desa Kuwiran Kecamatan Banyudono Kabupaten Boyolali. Konsumsi menyempitsehingga volume darah dan tekanan darah akan meningkat. mengkonsumsi pisang ambon. Penurunan . %) terhadap masyarakat di wilayah kerja tekanan darah oleh pisang ambon disebabkan Puskesmas Lainea, sebanyak 46 responden oleh kandungan kalium yang tinggi dan . %) natrium yang rendah. Kalium dalam pisang mengkonsumsi gorengan dan 54 responden ambon membantu menjaga tekanan osmotik diruang intrasel sedangkan natrium menjaga mengkonsumsi gorengan. Hasil penelitian dari 100 responden Hasil yang diperoleh dari penelitian sehingga kadar kalium yang tinggi dapat terhadap 100 responden menggunakan uji Chi- MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 Square menunjukkan bahwa 46 responden lemak dengan peningkatan tekanan darah atau . %) hipertensi dibuktikan dengan nilaip=0,024, sementara nilai Odds ratio = 2,681. Begitu juga penelitian yang dilakukan oleh Fathina disebabkan oleh konsumsi gorengan yang . diKlinik Rawat Jalan di RSU Kodia berlebih serta adanya riwayat hipertensi dari responden dan sebanyak 17 responden . %) . =0,. %) responden mengkonsumsi buah dan sayur Semakin tinggi volume mengkonsumsi yang cukup dan menjaga pola makan serta gorengan maka semakin tinggi jumlah lemak yang masuk kedalam tubuh yang dapat melakukan aktifitas fisik. Sedangkan 54 meningkatkan kadar tekan darah diastolik dan responden . %) dengan kategori cukup dalam mengkonsumsi gorengan, sebanyak 21 mengkonsumsi lemak terutama lemakjenuh sangat erat kaitannya dengan peningkatan disebabkan oleh kurangnya konsumsi buah, berat badan yangdapat berisiko terjadinya aktifitas fisik serta pola makan yang tidak Konsumsi lemak jenuh juga dapat . %) Hal . %) berkaitan dengan tekanan darah. Penurunan konsumsi lemak jenuh,terutama lemak dalam danpeningkatan konsumsi asam lemak tidak berolahraga meskipun responden termasuk jenuh secukupnya yang berasal dari minyak Hasil uji chi-square diperoleh nilai X2 hitung = 4. 871 dan X2 tabel 2,71 dengan sayuran, biji-bijian dan makanan yang lain yang bersumber dapat menurunkan tekanan demikian X hitung lebih besar dari X tabel Hampir semua responden menyatakan . ,871>2,. dengan nilai uji phi yaitu 0,241. sering mengkonsumsi gorengan mulai dari Maka H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti tahu isi, bakwan, molen hingga ubi, hal disebabkan selain karena harga terjangkau gorengan dengan kejadian hipertensi pada juga dapat mengenyangkan. Akan tetapi tanpa pasien rawat jalan poli umum di Puskesmas responden sadari semakin tinggi volume atau Lainea Kab. Konawe Selatan. semakin sering mengkonsumsi gorengan yang Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sugiharto . , di pembengkakan lemak hingga menyebabkan Karanganyar kegemukan dan menjadi resiko hipertensi. hubungan yang signifikan antara konsumsi MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil dan pembahasan dalam Puskesmas Lainea perlu adanya pencegahan penelitian, maka yang menjadi kesimpulan tejadinya penyakit hipertensi sedini mungkin adalah yaitu: Ada hubungan sedang antara terutama pada masyrakat yang memiliki faktor Konsumsi Sayur dengan Kejadian Hipertensi pada pasien rawat jalan poli umum di masyarakat yang telah menderita hipertensi Puskesamas Lainea Kab. Konawe Selatan agar selalu melakukan pemeriksaan tekanan dengan besar risiko 4,148. Ada hubungan darah secara teratur, dan agar penderita hipertensi dapat mengatur pola hidupnya Konsumsi Buah Kejadian Hipertensi pada pasien rawat jalan poli umum di Puskesamas Lainea Kab. Konawe Selatan dengan besar risiko 3,807. Ada gorengan kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan poli umum di Puskesamas Lainea Kab. Konawe Selatan dengan besar risiko 2,681. penelitian yang ada, sebagai saran pada penelitian ini yaitu: Bagi pemerintah Daerah Kab. Konawe Selatan jajarannya, disarankan untuk terus melakukan peningkatan kemampuan petugas kesehatan di Puskesmas dalam rangka mendukung kegiatan mencegah dan mengendalikan faktor-faktor risiko Hipertensi mengingat angka kejadian hipertensi semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kepada Instansi Kesehatan, hendaknya sering melakukan upaya promosi mengenai faktor risiko kejadian Hipertensi, seperti penyuluhan tentang bahaya Hipertensi dan Hipertensi. Dan sesuai dengan pola hidup sehat. DAFTAR PUSTAKA