SURYA ABDIMAS Volume 2 Nomor 1. April, 2018, pp: 14-19 Available online at: http://jurnal. id/index. php/abdimas p-ISSN: 2580-3492 e-ISSN: 2581-0162 Pemberdayaan Nilai Ekonomis AuRinjingAy Sebagai Potensi Desa Kalinongko Alvian Agus Wicaksono. Hesti Eko Puspitosari Universitas Muhammadiyah Purworejo Jl. KHA. Dahlan 3 Purworejo. Jawa Tengah. Indonesia email: alvian_a@gmail. Abstrak Ae Topografi Desa Kalinongko terdiri dari sawah, tegal, darat, pegunungan, dengan lahan sebagian dimanfaatkan oleh masyarakat untuk lahan pertanian, peternakan, dan perkebunan sehingga sebagian besar masyarakat desa adalah petani dan petani penggarap. Potensi kerajinan sebagai kearifan lokal belum dimanfaatkan secara ekonimis baik dari segi seni maupun ekonomis. Melalui KKN UM Purworejo, warga desa diajak untuk meningkatkan nilai seni dan ekonomis melalui pemberdayaan kerajinan dalam skala industri rumah tangga. Bentuk kegiatan berupa pelatihan, pendampingan, mupun pemasaran. Diharapkan menggugah kesadaran warga masyarakat untuk meningkatkan produksi sehingga meningkatkan taraf hidup warga Kalinongko sebagai desa sentra kerajinan di kabupaten Purworejo. Kata kunci: Potensi desa. Kerajinan. Rinjing Empowerment of Economic Value "Rinjing" as the Potential of Kalinongko Village Abstract - The topography of Kalinongko Village consists of rice fields, tegal, land, mountains, with land partly used by the community for agricultural land, livestock and plantations so that most of the village community are farmers and tenant farmers. The potential of handicrafts as local wisdom has not been utilized economically, both from an artistic and economic perspective. Through KKN UM Purworejo, villagers are invited to increase the value of arts and economics through empowering crafts on a home industry scale. The form of activities is in the form of training, mentoring, and even It is hoped that it will raise awareness of the community to increase production so as to improve the standard of living of Kalinongko residents as a handicraft center village in Purworejo Keyword: Potensi desa. Kerajinan. Rinjing Article Info: Submitted: 28/02/2018 | Revised: 22/03/2018 | Accepted: 24/04/2018 PENDAHULUAN Pemberdayaan masyarakat ini merupakan sekumpulan praktek serta kegiatan yang kemudian diungkapkan di dalam bentuk simbol simbol. Simbol tersebut kemudian mengomunikasikan mengenai suatu kekuatan yang tangguh untuk dapat mengubah hal yang ada didalam diri, orang lain yang dianggap penting serta juga masyarakat SURYA ABDIMAS Volume 2 Nomor 1. April, 2018, pp: 14-19 Available online at: http://jurnal. id/index. php/abdimas p-ISSN: 2580-3492 e-ISSN: 2581-0162 (Andriyani, 2017. Ridwan & Surya, 2018. Sugita dkk. , 2. Secara umum, tujuan pemberdayaan di dalam masyarakat, meliputi: . pemberdayaan masyarakat dibentuk guna menggali potensi yang terdapat di dalam kehidupan masyarakat, . pembedayaan masyarakat itu dilakukan dengan tujuan untuk memperkuat potensi, . pemberdayaan dilakukan ialah sebagai langkah meningkatkan modal sosial, dan . membentengi masyarakat dari segala macam ketertindasan dalam aspek-aspek ekonomi (Hatu, 2010. Ridwan & Surya, 2. Kerajinan tangan merupakan produk potensi lokal yang harus dijaga kelestarian dan keberlangsungan produksinya (Arum & Haryanti, 2017. Hastuti, 2013. Qeis dkk. , 2. Melalui pemberdayaan keterampilan berbasis budaya lokal ini diharapkan dapat melestarikan warisan leluhur berupa keterampilan tangan dalam hal anyaman. Apabila dicermati, dewasa ini keterampilan tersebut telah luntur dan nyaris punah, karena generasi penerus tidak mempelajari atau menekuni bidang serupa dengan pendahulunya. Kalinongko merupakan salah satu desa di Kabupaten Purworejo. Desa Kalinongko berada di wilayah Kecamatan Loano. Desa Kalinongko merupakan dataran tinggi di wilayah Purworejo yang dekat dengan Kota Purworejo. Desa Kalinongko berbatasan dengan Desa Bulus di sebelah barat. Desa Loano di sebelah utara. Desa Keseneng di sebelah selatan, dan desa Trirejo di sebelah timur. Desa Kalinongko terdiri dari 7 dusun, yang masing-masing dipimpin satu kepala dusun atau kadus sekaligus membedakan 7 RW yang ada di Desa Kalinongko. Desa Kalinongko merupakan dataran tinggi sehingga banyak ditumbuhi pohon-pohon rindang dan hijau di sisi kanan dan kiri sepanjang Desa Kalinongko. Oleh karena itu, perkebunan dan pertanian menjadi sektor pekerjaan warganya. METODE Metode Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk penyuluhan. Penyuluhan disampaikan dalam bentuk ceramah dan dialog interaktif atau diskusi. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh LPPM Universitas Muhammadiyah Purworejo. Pelaksanaan kegiatan selama kegiatan KKN berlangsung. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan di Desa Kalinongko. sebagai mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah seluruh lapisan masyarakat yang berdomisili di desa Kalinongko. Prosedur pada kegiatan pengabdian ini meliputi kegiatan observasi, wawancara, dan melakukan kunjungan ke warga masyarakat yang tengah membuat anyaman dari bahan Berdasarkan hasil observasi, masih banyak lahan-lahan warga yang masih kosong, di sekitar rumah juga belum ada tanaman penunjang dapur seperti cabai, terong, bumbubumbu dapur dan lain sebagainya. Berdasarkan hal tersebut, dirancang suatu program pemberdayaan warga masyarakat Kalinongko dalam peningkatan nilai ekonimis anyaman bambu untuk meningkatkan perekonomian warga. Data pada kegiatan pengabdian ini diperoleh berdasarkan hasil penyuluhan, pelatihan dan tanya jawab yang dilaksanakan antara pemateri dengan peserta. Data yang telah diperoleh dari hasil praktik, pengamatan, hasil tanya jawab dan tanggapan dari SURYA ABDIMAS Volume 2 Nomor 1. April, 2018, pp: 14-19 Available online at: http://jurnal. id/index. php/abdimas p-ISSN: 2580-3492 e-ISSN: 2581-0162 seluruh peserta yang mengikuti kegiatan pengabdian, selanjutnya data tersebut kemudian dilakukan analisis dengan analisis deskriptif. HASIL DAN PEMBAHASAN Banyak sekali potensi desa yang terdapat di desa Kalinongko. Untuk hasil pertanian dan perkebunan utama di desa Kalinongko yaitu singkong. Sedikit warga yang menanam Jika kami melihat-lihat pekarangan rumah penduduk, kami banyak menemui tanaman singkong yang hampir ada di setiap rumah warga. Tidak semua tanaman bisa tumbuh subur di desa Kalinongko. Untuk tanaman bambu, cabai, tomat, tanaman toga, dan tanaman buah-buahan seperti rambutan, mangga, duku, pepaya, matoa, dan alpokat mampu tumbuh di tanah desa Kalinongko terkecuali sukun, kelengkeng, itu kurang mampu bertahan hidup di Kalinongko. Di dekat balaidesa Kalinongko terdapat banyak tanaman kelengkeng, namun hanya sekedar tumbuh dan tidak mampu berbuah. Selain itu, terdapat kerajinan yang juga terdapat di Desa Kalinongko yang bergerak di bidang home industry. Home industry di bidang kerajinan tersebut yakni pembuatan Warga desa Kalinongko menyebutnya dengan sebutan penggok. Kerajinan ini merupakan potensi utama desa Kalinongko. Pembuatan rinjing atau penggok dibuat di dusun Sembujo. Banyak rumah yang membuka usaha tersebut. Salah satunya yakni rumah ibu Iyem. Ibu Iyem merupakan wanita tangguh pengrajin penggok yang sudah lama menjadi pengrajin penggok. Ibu Iyem memiliki tiga orang anak yang telah sukses. Ada salah satu anak ibu Iyem yang merupakan lulusan kampus tercinta kita. Universitas Muhammadiyah Purworejo dan sekarang telah menjadi pengajar di salah satu sekolah di Pituruh. Untuk menyeleasikan pekerjaannya itu, ibu Iyem tidak sendirian. Ibu Iyem memiliki dua orang karyawan yang sangat giat membuat anyaman penggok, seperti ditunjukkan pada Gambar 1. SURYA ABDIMAS Volume 2 Nomor 1. April, 2018, pp: 14-19 Available online at: http://jurnal. id/index. php/abdimas p-ISSN: 2580-3492 e-ISSN: 2581-0162 Gambar 1. Penggok atau Rinjing Usaha tersebut menjadi potensi desa karena masyarakat modern saat ini memiliki ketergantungan yang tinggi akan penggunaan kantong plastik. Di satu sisi, kantong plastik memiliki banyak kegunaan. Namun di sisi lain, kantong plastik juga menghasilkan efek negatif berupa limbah. Limbah kantong plastik sangat sulit terurai di dalam tanah dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dapat diurai. Belum lagi selama proses penguraian bermacam-macam zat kimia yang terkandung di dalamnya akan mencemari tanah dan merusak kelestarian alam. Gambar 2. Proses pembuatan rinjing/penggok Dahulu masyarakat di desa-desa sudah menjawab tentang permasalahan hal ini dengan kearifan lokalnya dalam menjaga keseimbangan serta kelestarian alam. Mereka tidak serta merta mengandalkan kantong plastik sebagai alat untuk membungkus atau membawa barang dari suatu tempat ke tempat yang lain. Masyarakat pedesaan lebih mengenal atau menggunakan rinjing sebagai alat untuk membawa barang dari satu tempat ke tempat yang lain. Rinjing terbuat dari anyaman bambu yang menyerupai keranjang hanya saja anyaman rinjing lebih rapat. Rinjing digunakan untuk membawa hasil pertanian kepasar dan sebaliknya untuk membawa barang belanjaan dari pasar. Sekarang ini, rinjing tetap dapat digunakan untuk fungsi tersebut maupun hal lain. Rinjing dapat digunakan untuk membersihkan beras dalam jumlah besar. Rinjing di Desa Kalinongko di pasarkan di wilayah Purworejo. Magelang. Wonosobo. Kebumen dan sekitanya. Masih beroperasinya pabrik rumahan di Desa Kalinongko sekali membuat rinjing sekaligus melestarikan kearifan lokal yang ada di Kabupaten Purworejo. SURYA ABDIMAS Volume 2 Nomor 1. April, 2018, pp: 14-19 Available online at: http://jurnal. id/index. php/abdimas p-ISSN: 2580-3492 e-ISSN: 2581-0162 Pembuatan rinjing memakan waktu lebih kurang 4 jam untuk satu rinjing jadi. Seorang pekerja akan membuat seluruh bagian rinjing sehingga setiap pekerja dapat membuat rinjing secara maksimal. Rinjing-rinjing produksi Desa Kalinongko masih dipasarkan dengan sangat sederhana tanpa promosi apa lagi online. Hal tersebut karena eksistensi rinjing sudah kalah saing dijaman yang serba plastik. Padahal rinjing lebih ramah lingkungan mengingat bahan bakunya terbuat dari bambu yang tumbuh dari alam. Pengrajin rinjing di Desa Kainongko dibina oleh desa agar tetap bertahan di zaman sekarang ini. Pembinaan tersebut berupa dukungan modal untuk para pengrajin. Desa juga ikut mempromosikan jika ada stand atau pameran-pameran mengenai potensi desa. Mekanisme pendampingan mahasiwa KKN Universitas Muhammadiyah Purworejo melalui pemberdayaan dengan memberikan penyuluhan di setiap home industry mengenai ide dan inovasi baru mengenai rinjing. Untuk meningkatkan daya tarik produk, diberikan tampilan baru pada rinjing yang diproduksi, seperti memberikan warna-warna yang cerah pada bagian luar rinjing agar dapat digunakan untuk hiasan dengan rinjing warna sehingga dapat dipasarkan ke toko oleh-oleh khusus kerajinan. Inovasi yang telah dilakukan antara lain dengan membentuk rinjing diinovasikan lebih beragam. Agar dapat memberikan inovasi dalam pemanfaatannya, dan membuka kelas untuk membuat rinjing yang berbentuk unik dan beraneka ragam. KESIMPULAN Rinjing merupakan salah satu produk asli Desa Kalinongko. Pemberian inovasi bentuk, warna, dan pemanfaatan tambahan akan menambah penjualan rinjing yang ada di Penambahan penjualan akan meningkatkan penghasilan warga Desa Kalinongko yang bekerja di home industry pembuatan rinjing. Dengan adanya inovasi baru tersebut diharapkan warga Desa Kalinongko tetap melestarikan dan mempertahankan home industry rinjing tersebut. Adanya perhatian dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 03 Universitas Muhammadiyah Purworejo mengenai rinjing diharapkan dapat menjadi acuan dan mendukung home industry di desa tersebut. Saran kepada warga pengrajin rinjing untuk tetap mempertahankan home industry-nya dan mempraktikkan inovasi-inovasi baru yang ada sehingga tujuan adanya inovasi tercapai. DAFTAR PUSTAKA