Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 HUBUNGAN LAMA DUDUK DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA MAHASISWA STIKES PANTI RAPIH YOGYAKARTA Anasthasia Yohana Lepa1. MI. Ekatrina Wijayanti2. Thomas Aquino Erjinyuare Amigo3 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401 Pringwulung. Condong Catur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia . Email: anasthasialepa@gmail. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401 Pringwulung. Condong Catur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia. Email: ekatrina_wijayanti@stikespantirapih. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401 Pringwulung. Condong Catur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia. Email: ekatrina_wijayanti@stikespantirapih. ABSTRAK Latar belakang: Pada umumnya mahasiswa akan menghabiskan lama waktu duduk selama 6-8 jam dalam satu hari untuk melaksanakan pembelajaran sehingga harus lebih diperhatikan lama duduk agar tidak mengakibatkan nyeri punggung bawah seperti hindari duduk dalam posisi yang sama selama lebih dari 30 menit. Sekitar 60% orang mengalami nyeri punggung area bawah dirasakan setelah aktivitas duduk selama 15 Ae 20 menit. Menurut World Health Organization (WHO) sekitar 1,71 miliar orang mengalami gangguan muskuloskeletal dan nyeri punggung bawah, ini menjadi penyebab utama kecacatan di 160 negara. Di Indonesia disabilitas akibat nyeri punggung bawah pada tahun 2017 yaitu sekitar 855 orang per 100. 000 kasus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran lama duduk dan nyeri punggung bawah serta hubungan lama duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah pada mahasiswa Stikes Panti Rapih Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sample penelitian 243 responden yang dipilih dengan accidental sampling. Metode pengumpulan data dengan pengisian kuisioner ODI (Oswestry Disability Inde. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 88,5% yaitu 215 mahasiswa dalam satu hari duduk dengan waktu >30 menit, 86,4% yaitu 210 mahasiswa mengalami disabilitas minimal dan berdasarkan hasill uji statistik dengan Uji Fisher didapatkan p value 1,000 > 0,05. Simpulan: Tidak terdapat hubungan lama duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah pada mahasiswa STIKes Ppanti rapih yogyakarta. Kata kunci: lama duduk, nyeri punggung bawah. ODI ABSTRACT Backgroud: Generally students will spend a length of time to sit for 6-8 hours in one day to carry out learning so that it must be more attention to sit down so as not to cause lower back pain such as avoiding sitting in the same position for more than 30 minutes. About 60% of people experience back pain in the lower area are felt after sitting for 15-20 minutes. According to the World Health Organization (WHO) 71 billion people experience musculoskeletal disorders and lower back pain, this is the main Anasthasia Yohana Lepa. MI. Ekatrina Wijayanti. Thomas Aquino Erjinyuare Amigo Hubungan Lama Duduk Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta cause of disability in 160 countries. In Indonesia, disability due to lower back pain in 2017 is around 855 people per 100,000 cases. Purpose: The purpose of the study was to find out the long picture of sitting and lower back pain and the long -standing relationship with complaints of lower back pain in students of STIKES Panti Rapih Yogyakarta. The research method uses a cross sectional approach. Research sample 243 respondents with accidental sampling. Data collection methods by filling out the ODI (Oswestry Disability Inde. Result: The results of the study were 88. 5%, namely 215 students in one day sitting with a time of> 30 minutes, 86. 4%, namely 210 students experienced a minimum disability and based on the results of alternative statistical Fisher test was obtained P Value 1,000> 0. Conclusion There is relationship with complaints of lower back pain in students of STIKES Panti Rapih Yogyakarta. Keywords: long sitting, lower back pain. ODI PENDAHULUAN Individu yang sudah mencapai usia pembelajaran campuran yang menggabungkan perguruan tinggi, dan memiliki kesadaran pembelajaran daring dan tatap muka, yang pribadi untuk mengoptimalkan potensi yang sering disebut sebagai blended learning dimilikinya guna mencapai status ilmuwan, (Todaro, 2007 dalam Ariani, dkk 2. intelektual, praktisi, dan profesional, dapat Biasanya, mahasiswa menghabiskan waktu Mahasiswa yang cukup lama, sekitar 6-8 jam dalam sehari, mengacu pada individu berusia antara 18 untuk mengikuti proses pembelajaran di mana hingga 30 tahun yang secara resmi terdaftar mereka dalam pembelajaran dengan keadaan dan aktif dalam proses pembelajaran di duduk (Mustofa dkk. , 2019 dalam Puti & institusi perguruan tinggi (Sarwono, 2008 Rosady, dalam Permatasari dkk, 2021 ). Saat ini, komputer selama 2-4 jam bisa menimbulkan terdapat sekitar 8. 213 mahasiswa yang telah mendaftar di berbagai perguruan tinggi Untuk mencegah nyeri punggung di seluruh Indonesia (Handini. , dkk 2. bawah, perlu dilakukan tindakan pencegahan Ketika pandemi Penyakit Coronavirus seperti duduk dengan posisi yang benar dan (COVID-. Beraktivitas Indonesia, menghindari duduk dalam posisi yang sama mahasiswa dihadapkan pada pembelajaran selama lebih dari 30 menit (Akbar & Nilapsari, daring, yang mengharuskan mereka untuk mengikuti kuliah secara online. Dampaknya Menurut World Health Organization terasa hingga sekarang, di mana beberapa (WHO) Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 Kurniawidjaja, . sekitar 1,71 miliar Meskipun orang di seluruh dunia mengalami gangguan punggung di Indonesia tidak diketahui dengan pasti, diperkirakan berada dalam kisaran Gangguan ini menjadi penyebab antara 7,6% hingga 37%. Data dari Badan Pusat Statistik tahun 2018 juga menunjukkan memerlukan layanan rehabilitasi di 134 dari bahwa sekitar 26,74% penduduk usia kerja, 204 negara yang dianalisis. Nyeri punggung yaitu 15 tahun ke atas, mengalami keluhan menjadi masalah kesehatan yang paling dan gangguan kesehatan (Kemenkes RI, 2019 memberatkan di seluruh dunia, mempengaruhi dalam Kumbea. Sumampouw dan Asrifuddin, sekitar 568 juta orang dan menyebabkan 64 Pada tahun 2017, di Indonesia, terdapat hidup dengan cacat Years Lived with Disability (YLD) (Cieza et al, 2020 dalam penduduk yang mengalami disabilitas akibat Kurniawidjaja, 2. Berdasarkan data dari nyeri punggung. Daerah Istimewa Yogyakarta National Health Interview Survey (NHIS) tahun 2019, ditemukan bahwa kejadian nyeri tertinggi dengan rata-rata angka kejadian punggung bawah (Low Back Pai. mencapai sekitar 39% pada populasi orang dewasa penduduk (Kumbea et al. , 2021 dalam Putri, . erusia 18 tahun ke ata. di Amerika Serikat. Angka ini cenderung meningkat seiring Sekitar 60% orang dewasa mengalami bertambahnya usia, dimulai dari 28,4% pada sakit punggung yang disebabkan oleh masalah kelompok usia 18-29 tahun, kemudian 35,2% Biasanya, gejala ini muncul sekitar 15 pada kelompok usia 30-44 tahun, 44,3% pada hingga 20 menit setelah seseorang duduk, hal kelompok usia 45-64 tahun, dan 45,6% pada kelompok usia 65 tahun ke atas (Lucas dkk, 2021 dalam Kurniawidjaja, 2022 ). timbulnya rasa nyeri pada bagian punggung Hal otot-otot Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar. Mahasiswa yang tidak menjaga posisi . prevalensi masalah Muskuloskeletal tubuh ergonomis saat beraktivitas cenderung Disorders (MSD. di Indonesia yang telah didiagnosis oleh tenaga kesehatan sebesar punggung bawah. Dalam kasus duduk dalam 11,9%, dan angka tersebut meningkat menjadi jangka waktu yang lama, tulang belakang 24,7% jika dilihat dari diagnosis atau gejala. bagian lumbar menerima tekanan berlebihan. Anasthasia Yohana Lepa. MI. Ekatrina Wijayanti. Thomas Aquino Erjinyuare Amigo Hubungan Lama Duduk Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta yang akhirnya bisa mengakibatkan terjadinya terutama saat duduk dalam jangka waktu yang sakit punggung (Puti & Rosady, 2. Nyeri lama (Hutasuhut dkk. , 2. Penelitian yang punggung dan masalah pinggang yang dialami dilakukan oleh Anggiat, dkk . dalam oleh seseorang terjadi karena posisi duduk Fitriani, yang tidak tepat (Susanti & Septi, 2021 dalam menunjukkan bahwa kejadian nyeri pada Tuti, 2. Selain itu, menurut Hall dan bagian punggung bawah lebih sering terjadi Guyton dalam Pramana dan Adiatmika, . pada mahasiswa yang duduk untuk kuliah nyeri punggung dapat timbul akibat aktivitas selama lebih dari tiga jam dalam sehari. fisik yang tidak tepat dan postur tubuh yang Persentase buruk, terutama terkait dengan posisi duduk dibandingkan dengan mereka yang hanya duduk kurang dari tiga jam dalam sehari, yang berbagai aktivitas. Ketika seseorang duduk mencapai 63,9%. Dengan demikian, penelitian dalam waktu yang lama tanpa adanya istirahat, ini mengindikasikan bahwa durasi duduk yang proses biomekanik yang terjadi di tulang lebih lama berkaitan dengan peningkatan belakang dapat mempengaruhi struktur tulang risiko nyeri punggung bawah pada mahasiswa. belakang itu sendiri. Saat berada dalam posisi Penelitian yang dilakukan oleh Hutasuhut, duduk, tekanan pada cakram intervertebralis dkk . menunjukkan adanya hubungan bisa meningkat dua kali lipat dibandingkan yang signifikan antara durasi duduk dan saat dalam posisi berdiri. Jika tidak ditangani keluhan nyeri pada bagian punggung bawah . Fakultas Universitas Sam Ratulangi. Penelitian ini juga seseorang (Hutasuhut dkk, 2. Kedokteran mendukung temuan yang dihasilkan oleh Terdapat penelitian yang dilakukan di Alfiansyah Tresnasari . Pakistan pada mahasiswa kedokteran dan menyatakan adanya hubungan yang signifikan keperawatan yang menyatakan bahwa duduk antara durasi duduk dan kejadian nyeri selama sekitar 2 jam saat belajar dapat punggung bawah pada mahasiswa Fakultas berdampak pada rasa tidak nyaman pada Kedokteran (Unisb. tingkat 3 tahun 2022. Hasil tersebut menunjukkan bahwa waktu yang relatif menunjukkan bahwa duduk dalam jangka singkat seperti 2 jam saja dapat memengaruhi waktu kurang dari 2 jam dapat mengurangi kenyamanan dan kesehatan punggung bawah, risiko nyeri punggung bawah, sementara Hal Universitas Islam Bandung Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 duduk lebih dari 2 jam dapat meningkatkan tersebut terdiri dari tiga program studi yaitu risiko nyeri pada bagian tersebut. Dengan kata D3 Keperawatan . ingkat 1 dan . Sarjana Gizi . ingkat 1, 2, 3, dan . , serta Sarjana Keperawatan . ingkat 1, 2, 3, dan . Total dalam mengelola risiko nyeri punggung jumlah mahasiswa dalam populasi adalah 133 bawah di kalangan mahasiswa. mahasiswa D3 Keperawatan, 162 mahasiswa Berdasarkan studi pendahuluan yang Sarjana Gizi, dan 325 mahasiswa Sarjana melibatkan 334 mahasiswa, ditemukan bahwa Keperawatan. Jadi, keseluruhan populasi yang dari jumlah tersebut, sekitar 252 mahasiswa diteliti dalam penelitian ini adalah sebanyak . ,4%) pernah mengalami nyeri pada bagian 620 mahasiswa. punggung bawah. Mayoritas dari mereka Dalam cenderung menggunakan posisi duduk yang pengambilan sampel yang digunakan adalah Teknik mahasiswa . ,3%). Sementara itu, sekitar aksidental . ccidental samplin. dilakukan 141 mahasiswa . ,2%) melaporkan bahwa berdasarkan kebetulan atau pertemuan dengan mereka duduk selama sekitar 2-3 jam dalam individu yang memenuhi kriteria sebagai sampel penelitian. Penelitian mengetahui hubungan antara lama duduk dan Penelitian ini dilakukan di Sekolah keluhan nyeri pada bagian punggung bawah Tinggi Yogyakarta pada bulan mei 2023 hingga Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Rapih Yogyakarta. Ilmu Kesehatan Panti Rapih Pengumpulan data dilakukan dengan peneliti menjelaskan terkait penelitian METODE PENELITIAN Penelitian ditemui bersedia untuk menjadi responden penelitian observasional dengan pendekatan maka peneliti akan meminta responden untuk menyiapkan pena yang akan digunakan untuk mengamati atau mengukur variabel bebas dan menandatangani informed consent dan juga terikat secara bersamaan dalam satu waktu. handphone yang dilengkapi jaringan internet cross-sectional, yang akan dilakukan, jika mahasiswa yang Populasi dalam penelitian ini mencakup Peneliti seluruh mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu memberikan lembar informed consent kepada Kesehatan Panti Rapih Yogyakarta. Populasi mahasiswa yang menyetujui, maka mahasiswa Anasthasia Yohana Lepa. MI. Ekatrina Wijayanti. Thomas Aquino Erjinyuare Amigo Hubungan Lama Duduk Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta dengan hasil ukur 0% - 20 % : disabilitas tersebut dan dapat menjadi responden. Peneliti minimal, 21% - 40% : disabilitas sedang, 41% mengirimkan link gform kepada responden - 60% : disabilitas parah, 61% - 80% : disabilitas sangat parah, 81% - 100% : Pasien sudah sangat tersiksa oleh nyeri yang timbul. WhatsApp, kuesioner pada link gform yang terdiri dari 12 Analisis sekitar 15 menit. Setelah data terkumpul digunakan untuk mengetahui gambaran dari peneliti mulai melakukan olah data dari variabel bebas . yaitu untuk editing, coding, data entry dan melakukan mengetahui lama duduk dalam satu hari analisa data. Setelah pengolahan data selesai dengan pilihan yaitu <30 menit dan >30 menit dilakukakan maka peneliti dapat melanjutkan dan untuk mengetahui gambaran dari variabel dengan melakukan analisa univariat dan terikat . yaitu untuk mengetahui nyeri punggung bawah Menurut Makbul. Suharsimi . Arikunto Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Rapih Yogyakarta dengan menggunakan kuesioner merupakan alat bantu yang dipilih dan Oswestry Disability Index (ODI). digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan Analisis ini digunakan untuk melihat nyeri punggung bawah pada mahasiswa Variabel independen: lama duduk Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Rapih dengan kuesioner yang berisi pertanyaan Yogyakarta. Analisis bivariat yang akan terkait lama duduk dalam satu hari yang digunakan peneliti untuk melihat hubungan diberikan pertanyaan dengan pilihan jawaban < 30 menit dan > 30 menit. Variabel dependen: korelasi Chi-square, karena peneliti ingin mahasiswa Stikes Panti Rapih Yogyakarta mengetahui hubungan sebab akibat dari dengan kuesioner yang berisi pertanyaan variabel yang akan diteliti. Data yang akan untuk mengukur nyeri punggung bawah yaitu menggunakan kuesioner Oswestry Disability berpasangan dengan jenis data ordinal-ordinal. Index (ODI) yang terdiri dari 10 pertanyaan Syarat hubungan antara lama duduk dengan keluhan pada mahasiswa Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 menggunakan uji Chi-square yaitu Tabel 2 x square tidak terpenuhi dan dapat dilakukan uji K: bila ordinal dan sel dapat digabung secara alternatif yaitu uji Fisher. Selain itu, terdapat beberapa kondisi jika syarat uji Chi-square penggabungan sel (Dahlan, 2. Namun tidak terpenuhi maka sebagai alternatifnya apabila setelah dilakukan uji Chi-square dan dapat dilakukan penggabungan sel. ditemukan ada sel yang nilai expected HASIL DAN PEMBAHASAN countnya kurang dari 5 maka syarat uji Chi- Tabel 1 Hubungan Lama Duduk Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta Sumber: Data primer, 2023. Pada tabel 1 menunjukkan bahwa masih penggabungan sel dan menggunakan uji terdapat nilai expected count yang kurang dari alternatif yaitu 5 yang berarti tidak memenuhi syarat untuk penggabungan sel dan menggunakan uji Fisher. Chi-Square, uji Fisher, berikut hasil Tabel 2 Hubungan Lama Duduk Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta Pada Sumber: Data primer, 2023 86,5% . dan responden yang responden yang lama duduk risiko >30 menit mengalami disabilitas sedang, parah dan sebagian besar mengalami disabilitas minimal 13,5% . Anasthasia Yohana Lepa. MI. Ekatrina Wijayanti. Thomas Aquino Erjinyuare Amigo Hubungan Lama Duduk Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta sedangkan responden yang lama duduk tidak berkurang (Mahardhika dkk, 2. , penelitian lainnya yang dilakukan pada mahasiswa disabilitas minimal 85,7% . dan Fakultas Kedokteran Unisba Tingkat 3 tahun responden yang mengalami disabilitas sedang, 2022 sebagian besar termasuk dalam kategori parah dan sangat tersiksa 14,3% . lama duduk yaitu Hasil uji statistik menggunakan alternatif Uji menunjukkan bahwa lama duduk merupakan Fisher didapatkan p value 1,000 > 0,05 faktor risiko kejadian nyeri punggung bawah artinya Ho gagal ditolak yang berarti tidak (Alfiansyah, & Tresnasari, 2. <30 (>2 ja. hal ini Menurut teori yang ada serta hasil dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan mahasiswa stikes panti rapih yogyakarta. dapat diketahui bahwa dari penelitian ini Hasil analisis univariat terkait gambaran menunjukkan bahwa mahasiswa Stikes Panti lama duduk mahasiswa Stikes panti rapih Rapih Yogyakarta sejumlah 88,5% yaitu 215 yogyakarta menunjukkan sebanyak 88,5% mahasiswa duduk dalam waktu >30 menit yaitu 215 mahasiswa Stikes panti rapih dalam satu hari. Berdasarkan pengalaman yogyakarta dalam satu hari duduk dengan peneliti sebagai salah satu mahasiswa sarjana waktu >30 menit. Hasil penelitian yang keperawatan Stikes Panti Rapih Yogyakarta diketahui bahwa dalam satu sesi pembelajaran Universitas Ratulangi luring yang dilakukan selama 100 menit menunjukkan bahwa ketika duduk selama 8 mengharuskan para mahasiswa duduk pada jam perhari menjadi faktor risiko terjadinya kursi tanpa jeda istirahat. Terdapat berbagai nyeri punggung bawah (Hutasuhut. Lintong, jenis kursi yang ada di berbagai ruang & Rumampuk, 2. begitu juga penelitian pembelajaran seperti adanya kursi kayu dan yang dilakukan pada dosen aktif pengajar di kursi yang dilengkapi dengan bantalan. Hal ini Institut Teknologi. Sains, dan Kesehatan RS tentunya memberikan tekanan yang berbeda Soepraoen. Malang yang menunjukkan pada tiap kursi yang digunakan. Sam bahwa jika semakin lama waktu duduk selama Hasil analisis univariat terkait gambaran atau lebih dari 7 jam maka dosen akan nyeri punggung bawah mahasiswa Stikes merasakan nyeri punggung bawah, akan tetapi Panti jika waktu duduk dosen berkurang maka rasa sebanyak 86,4% yaitu 210 mahasiswa Stikes Panti Rapih Yogyakarta mengalami disabilitas Rapih Yogyakarta Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 Hasil penelitian yang dilakukan pada penyandang disabilitas dikategorikan sebagai STIKes Hang Tuah Tanjungpinang menunjukkan bahwa keluhan disabilitas kategori ini telah mampu untuk nyeri punggung bawah yang dirasakan oleh hidup mandiri, dapat melakukan aktifitas para responden yang berusia < 30 tahun sehari-hari serta mampu untuk bersosialisasi dirasakan saat melakukan aktifitas sehari-hari (Mazida, 2. Sehingga pentingnya para yang sebagian besar dilakukan dengan posisi mahasiswa untuk lebih sadar dan lebih duduk (Siagian. Widiastuti & Sitindaon, 2. mengerti tentang nyeri punggung bawah yang Para mahasiswa yang menjadi responden dialami agar tingkat disabilitas tidak semakin Seperti yang diketahui bahwa para aktifitas sehari-hari seperti saat pembelajaran responden dalam penelitian ini merupakan calon-calon tenaga kesehatan yang tentunya dilakukan dengan posisi duduk, hal ini perlu harus memiliki kesehatan tubuh yang prima diperhatikan agar tidak terjadi keluhan nyeri agar dapat memberikan pelayanan yang punggung bawah (Siagian. Widiastuti & optimal sehingga, pentingnya para calon Sitindaon, 2. tenaga kesehatan untuk lebih menyadari Menurut teori yang ada serta penelitian terkait nyeri punggung bawah yang dialami yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa agar tingkat nyeri punggung bawah tidak mahasiswa stikes panti rapih yogyakarta semakin tinggi. sejumlah 86,4% yaitu 210 mahasiswa Stikes Hasil analisis bivariat tentang hubungan Panti Rapih Yogyakarta mengalami disabilitas lama duduk dengan keluhan nyeri punggung minimal, artinya bahwa para mahasiswa dapat bawah pada mahasiswa Stikes Panti Rapih melakukan sebagian besar aktifitas hidupnya Yogyakarta sehari-hari tanpa terganggu oleh rasa nyeri. hubungan lama duduk dengan keluhan nyeri Dalam hal ini tidak diperlukan pengobatan, punggung bawah pada mahasiswa stikes panti hanya saja pentingnya untuk mengetahui terkait bagaimana cara yang benar saat hubungan namun terlihat bahwa lama duduk mengangkat suatu benda serta cara duduk para responden selama >30 menit sebanyak yang benar agar nantinya tidak bertambah 88,5% tingkat disabilitas. Disabilitas ringan atau dibandingkan dengan lama duduk <30 menit minimal, merupakan keadaan ketika seorang 11,5% yaitu sejumlah 28 responden. Para Anasthasia Yohana Lepa. MI. Ekatrina Wijayanti. Thomas Aquino Erjinyuare Amigo Hubungan Lama Duduk Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta responden yang lama duduk risiko >30 menit Hasil sebagian besar mengalami disabilitas minimal penelitian lain yang menunjukkan bahwa tidak 86,5% . dan responden yang ada hubungan antara lama duduk dengan mengalami disabilitas sedang, parah dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas 13,5% . sedangkan responden yang lama duduk tidak Trisakti Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian <30 (Kusumaningrum, responden yang mengalami disabilitas sedang, kesehatan masyarakat Universitas Airlangga, parah dan sangat tersiksa 14,3% . yang menunjukkan bahwa tidak terdapat Walaupun para responden duduk < 30 hubungan atau korelasi antara lama duduk dan disabilitas minimal 85,7% . dan keluhan nyeri punggung bawah (Samaha, menyebabkan para responden mengalami nyeri punggung bawah, faktor-faktor risiko Akan tetapi, hasil penelitian ini berbeda yang dapat menyebabkan nyeri punggung bawah terjadi seperti dari faktor individu menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara lama duduk dengan kejadian nyeri punggung bawah pada mahasiswa penyakit nyeri punggung bawah serta faktor Fakultas Kedokteran Unisba tingkat 3 tahun psikologi seperti stress, kecemasan, depresi 2022 (Alfiansyah dan Tresnasari, 2. serta kurangnya dukungan sosial, dan meja penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang digunakan dapat menjadi faktor risiko yang dilakukan pada mahasiswa kedokteran seseorang mengalami nyeri punggung bawah Universitas Sam Ratulangi (Hutasuhut, dkk (Ye dkk, 2017 dalam Janna, 2. selain itu 2. yang menunjukkan terdapat hubungan faktor lain seperti posisi berdiri, membungkuk lama duduk terhadap keluhan nyeri punggung dalam waktu yang lama, duduk dikursi yang bawah pada mahasiswa fakultas kedokteran tidak sesuai, postur tubuh yang buruk serta Universitas Sam Ratulangi. Secara teori menjadi faktor resiko yang signifikan terhadap (Rachmat dkk, 2. keluhan nyeri punggung bawah, bahkan ketika seseorang duduk dalam waktu yang lama dan Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 disertai dengan sikap duduk yang salah dapat penumpukan asam laktat, sehingga kedua hal meningkatkan resiko berkembangnya nyeri tersebut yang menjadi pemicu munculnya rasa punggung bawah (Rachmat dkk, 2019 dalam nyeri (Akbar & Nilapsari, 2. Nyeri Gurusinga dkk. , 2. Selain itu, ketika punggung bawah ini juga dapat terjadi karena duduk dengan posisi yang sama atau dalam duduk dalam waktu yang lama hal ini karena sikap tertentu selama lebih dari 30 menit kurva vertebra lumbal berubah disebabkan mampu menyebabkan nyeri punggung bawah, oleh pembebanan yang terjadi secara terus sehingga dibutuhkan istirahat atau peregangan menerus ketika duduk dalam waktu lama tiap 30-60 menit (Akbar & Nilapsari, 2. (Sambo, 2021 dalam Arifah, 2. Sehingga Berdasarkan hasil penelitian, teori dan para responden harus lebih mengerti terkait faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya nyeri punggung bawah karena tidak hanya hubungan lama duduk dengan keluhan nyeri lama duduk yang menjadi faktor penyebab punggung bawah pada mahasiswa Stikes Panti nyeri terjadi terdapat faktor lainnya seperti Rapih Yogyakarta para mahasiswa harus lebih mengerti terkait lama waktu yang digunakan melakukan pembelajaran luring. Sehingga saat duduk. Pentingnya menyadari bahwa ketika duduk sudah lebih dari 30 menit maka melakukan peregangan sebelum atau saat dan sebaiknya melakukan peregangan agar tidak setelah melakukan pembelajaran ketika sudah terjadi kontraksi otot secara berkelanjutan penelitian ini, peneliti menggunakan kuisioner Oswestry Disabilitas Index >30 (ODI) Pada merupakan alat ukur yang berisi daftar berdampak pada jaringan akan mengalami pertanyaan yang telah dirancang agar dapat kekurangan pasukan oksigen dan nutrisi memberikan informasi terkait seberapa besar (Akbar & Nilapsari, 2. Jika kontraksi otot dan tinggi tingkat disabilitas nyeri punggung bawah seseorang dalam melakukan aktifitas menyebabkan peradangan. Hal ini dapat sehari-hari. memicu munculnya sensasi nyeri. Selain itu Disabilitas Index (ODI), masih terdapat kuisioner lainnya yang dapat digunakan untuk melakukan pengukuran seperti Roland Morris Selain Oswestry Anasthasia Yohana Lepa. MI. Ekatrina Wijayanti. Thomas Aquino Erjinyuare Amigo Hubungan Lama Duduk Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta Disability (RMDQ). Questionnaire Bagi Mahasiswa Stikes Panti Rapih Functional Rating Index, dan the Quebec Yogyakarta. Back Pain Disability Scale (QDS), namun mahasiswa dapat melakukan peregangan saat melakukan aktifitas dalam keadaan Oswestry Disabilitas Index (ODI) diketahui lebih responsif jika duduk setelah >30 menit dibandingkan alat ukur lain yang sejenis serta Bagi peneliti selanjutnya, untuk peneliti sangat sensitif untuk mendeteksi perubahan berikutnya dapat melakukan penelitian klinis (Wahyuddin, 2. menjadi faktor risiko terjadinya nyeri SIMPULAN DAN SARAN punggung bawah serta dapat melakukan Berdasarkan pembahasan dari penelitian penelitian dengan jenis kuisioner yang yang telah dilakukan, peneliti menyimpulkan berbeda dalam mengukur nyeri punggung penelitian mengenai gambaran lama duduk mahasiswa Stikes Panti Rapih Yogyakarta DAFTAR PUSTAKA