PROSIDING SEMINAR NASIONAL KABASTRA IX 2024 UNSUR MULTIKULTURAL PADA BUKU TEKS BAHASA INDONESIA DALAM BINGKAI BHINEKA TUNGGAL IKA Wastiana Universitas Tidar Jl. Kapten Suparman No. 39 Protobangsan, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia, Telp. (0293)364113 *Surel: wastiana@students.untidar.ac.id Abstrak: Keberagaman suku, adat, ras, dan agama di Indonesia merupakan bukti dari kekayaan nilai-nilai multikultural di Indonesia dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika. Unsur multikultural tersebut tidak sedikit yang tercermin dalam buku Teks Bahasa Indonesia pada jenjang SMP. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberagaman unsur multikultural yang ada di buku Teks Bahasa Indonesia siswa SMP. Dengan menggunakan desain kualitatif dan teori analisis wacana kritis, penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan unsur-usnur multikultural yang terdapat pada buku teks Bahasa Indonesia SMP dalam bingkai semboyan Bhineka Tunggal Ika. Teknik pengumpulan data dan metode yang digunakan adalah metode simak dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif. Buku Teks Bahasa Indonesia kelas VII, VII, dan IX adalah sumber data penelitian ini. Buku Teks yang dipilih merupakan buku teks terbitan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Tekonologi yang digunakan pada kurikulum 2013 revisi 2015-2018. Data yang diambil dari sumber data berupa penggunaan kata, teks, dan gambar/ilustrasi yang mengandung unsur multikultural. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat 21 data yang mengandung unsur multikultural meliputi nilai menghormati budaya, suku, dan agama yang berbeda, menghormati budaya masyarakat adat, menghindari konflik dan mengutamakan perdamaian, serta apresiasi produk budaya kreatif. Kata Kunci: bhineka Tunggal ika, Bahasa Indonesia, buku teks, keberagaman budaya, unsur multicultural. Abstract: The diversity of tribes, customs, races and religions in Indonesia is proof of the richness of multicultural values in Indonesia in the motto Bhinneka Tunggal Ika. Many of these multicultural elements are reflected in Indonesian language textbooks at junior high school level. This research is motivated by the diversity of multicultural elements contained in Indonesian language textbooks for junior high school students. By using qualitative design and critical discourse analysis theory, this research aims to describe the multicultural elements contained in middle school Indonesian textbooks within the frame of the motto Bhinneka Tunggal Ika. The data collection techniques and methods used are observation and documentation methods. The data analysis technique uses descriptive methods. Indonesian language textbooks for classes VII, VII and IX are the data source for this research. The selected textbook is a textbook published by the Ministry of Education, Culture, Research and Technology © UPA BAHASA UNIVERSITAS TIDAR 1 PROSIDING SEMINAR NASIONAL KABASTRA IX 2024 which is used in the 2013 revised 2015-2018 curriculum. Data taken from data sources consists of the use of words, text and images/illustrations that contain multicultural elements. The results of this research show that there are 21 pieces of data that contain multicultural elements including the value of diversity of ethnic and religious values, cultural diversity of indigenous peoples, diversity of conflict and peace, and diversity of global cultural products. Key Words: bhineka tunggal ika, Indonesian language, textbooks, cultural diversity, multicultural elements. A. PENDAHULUAN Indonesia dikenal sebagai negara dengan keberagaman yang sangat kaya, baik dalam aspek budaya, suku, agama, bahasa, maupun adat istiadat. Keberagaman ini tercermin dalam semboyan nasional "Bhinneka Tunggal Ika" yang berarti "Berbedabeda tetapi tetap satu". Semboyan ini menggambarkan tekad bangsa Indonesia untuk hidup dalam keragaman tanpa mengurangi semangat persatuan dan kesatuan. Dalam konteks pendidikan, keberagaman ini memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan pemahaman siswa terhadap pentingnya toleransi dan kerukunan antar kelompok masyarakat yang berbeda. Keberagaman yang ada di Indonesia yang tercermin dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, menjadi landasan utama dalam kehidupan sosial, budaya, dan pendidikan di negara ini. Sebagai negara yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras, dan golongan, Indonesia memiliki tantangan besar dalam membangun harmoni dan saling pengertian antarwarganya. Dalam konteks pendidikan, pengajaran mengenai multikulturalisme, nilai yang mengedepankan penghargaan terhadap keberagaman, merupakan hal yang sangat penting untuk ditanamkan sejak dini. Salah satu sarana penting dalam pendidikan yang berperan dalam pengenalan keberagaman adalah buku teks, terutama buku teks pelajaran Bahasa Indonesia. Buku teks Bahasa Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai multikultural kepada siswa. Buku teks tidak hanya berfungsi sebagai sumber belajar, tetapi juga sebagai media untuk menggambarkan keberagaman Indonesia dalam berbagai bentuk, baik dalam cerita, teks, maupun contoh soal yang ada di dalamnya. sebagai salah satu bahan ajar yang banyak digunakan di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), memiliki potensi untuk memperkenalkan konsep keberagaman dan mengajarkan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika kepada siswa. Buku teks dapat mencakup berbagai materi yang tidak hanya menyampaikan aspek kebahasaan, tetapi juga memuat nilai-nilai sosial dan budaya yang relevan dengan realitas masyarakat Indonesia yang beragam. Misalnya, melalui cerita rakyat, teks sastra, atau contoh soal yang menggambarkan interaksi antar individu dengan latar belakang budaya yang berbeda. Namun, meskipun buku teks tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan yang sesuai dengan kurikulum, belum ada penelitian yang secara sistematik menganalisis sejauh mana unsur multikultural © UPA BAHASA UNIVERSITAS TIDAR 2 PROSIDING SEMINAR NASIONAL KABASTRA IX 2024 ditanamkan dalam buku teks Bahasa Indonesia di tingkat SMP. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai bagaimana buku teks tersebut merepresentasikan keberagaman budaya, agama, dan sosial di Indonesia, serta apakah buku tersebut dapat berfungsi sebagai alat untuk membentuk karakter siswa yang mengedepankan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis sejauh mana unsur-unsur multikultural diterapkan dalam buku teks Bahasa Indonesia untuk SMP. Dengan memahami bagaimana nilai-nilai keberagaman dan toleransi tercermin dalam materi ajar, diharapkan dapat memberikan gambaran tentang seberapa besar buku teks tersebut mendukung pembentukan karakter siswa yang menghargai perbedaan. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kurikulum yang lebih inklusif dan mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Melalui penelitian ini, penulis berharap dapat memberikan wawasan mengenai kekuatan atau kelemahan dalam integrasi nilai-nilai multikultural dalam buku teks, serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan yang dapat mendukung terciptanya pendidikan yang inklusif dan menghargai perbedaan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan materi ajar yang lebih responsif terhadap keberagaman Indonesia dan lebih efektif dalam mendukung pembelajaran yang mengutamakan persatuan di tengah perbedaan. B. LANDASAN TEORI 1. Teori Multikulturalisme Teori multikulturalisme merujuk pada pandangan bahwa dalam masyarakat yang terdiri dari berbagai kelompok etnis, agama, suku, dan budaya, setiap kelompok berhak mempertahankan identitas kultural mereka, sementara tetap hidup berdampingan dalam kerangka negara yang sama. Dalam konteks Indonesia, multikulturalisme lebih dari sekadar pengakuan terhadap keberagaman; ia juga berfungsi sebagai landasan untuk menciptakan keharmonisan sosial dengan menghargai perbedaan dan menghindari diskriminasi. Setyono & Handoyo (2019) dalam karya mereka The Representation of Multicultural Values in the Indonesian Ministry of Education and Culture-Endorsed EFL Textbook: A Critical Discourse Analysis mendefinisikan beberapa prinsip utama dalam multikulturalisme, yaitu: 1) Menghormati budaya, suku, dan agama yang berbeda: Setiap individu di Indonesia diharapkan untuk menerima kenyataan bahwa terdapat keberagaman suku, agama, dan budaya. Penghormatan terhadap perbedaan ini penting untuk menjaga kerukunan dan perdamaian. 2) Menghormati budaya masyarakat adat: Mengakui dan menghargai keberadaan serta tradisi masyarakat adat yang ada di Indonesia sebagai bagian integral dari identitas bangsa. © UPA BAHASA UNIVERSITAS TIDAR 3 PROSIDING SEMINAR NASIONAL KABASTRA IX 2024 3) Menghindari konflik dan mengutamakan perdamaian: Dalam masyarakat yang multikultural, menjaga harmoni dan menghindari konflik menjadi prioritas, dengan mengedepankan dialog dan saling pengertian. 4) Mengapresiasi produk budaya kreatif: Masyarakat juga diajak untuk menghargai dan memanfaatkan produk budaya kreatif dari berbagai kelompok, sebagai bagian dari upaya memperkaya budaya nasional. 2. Nilai-Nilai Multikultural dalam Pendidikan Nilai-nilai multikultural dalam pendidikan bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang memiliki rasa toleransi, saling menghargai, dan kesadaran akan pentingnya hidup berdampingan dengan keberagaman. Dalam konteks buku teks Bahasa Indonesia, pengintegrasian nilai-nilai multikultural sangat penting untuk menciptakan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menghormati perbedaan dalam masyarakat. Pendidikan yang berbasis multikultural diharapkan dapat mengurangi prasangka, stereotip, dan diskriminasi yang sering terjadi dalam masyarakat. Beberapa nilai multikultural yang relevan dalam buku teks di antaranya toleransi dan saling menghormati, keadilan sosial, kesetaraan dan inklusi. Buku teks yang baik harus dapat menumbuhkan sikap saling menghargai di antara siswa, baik di dalam konteks interaksi antarsesama siswa maupun dengan masyarakat luas. Buku teks juga dapat memberikan pemahaman mengenai pentingnya keadilan dalam konteks sosial, terutama terkait dengan hak-hak kelompok minoritas atau yang terpinggirkan.Penghargaan terhadap perbedaan tidak hanya dilakukan secara verbal, tetapi juga dalam tindakan yang menciptakan ruang yang setara bagi semua kelompok. 3. Buku Teks sebagai Media Pembelajaran Multikultural Buku teks merupakan salah satu sumber belajar utama yang digunakan di sekolah, yang tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk mengajarkan keterampilan bahasa, tetapi juga sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai sosial, budaya, dan moral kepada siswa. Dalam konteks pendidikan multikultural, buku teks berfungsi sebagai media yang dapat memperkenalkan dan menyebarkan ideologi keberagaman, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan. Buku teks yang mengandung unsur multikultural harus menyajikan materi yang memperkenalkan nilai-nilai tersebut melalui cerita, teks sastra, dan contoh soal yang beragam. Pengintegrasian nilai multikultural dalam buku teks Bahasa Indonesia dapat dilakukan dengan menyertakan teks-teks yang menggambarkan keberagaman budaya, suku, agama, serta cerita-cerita yang menceritakan interaksi antar kelompok yang berbeda. Dengan demikian, buku teks tidak hanya menjadi alat bantu dalam proses pembelajaran bahasa, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter siswa yang menghargai dan memahami keberagaman. 4. Analisis Wacana © UPA BAHASA UNIVERSITAS TIDAR 4 PROSIDING SEMINAR NASIONAL KABASTRA IX 2024 Analisis wacana merupakan pendekatan yang digunakan untuk memahami bagaimana teks—baik dalam bentuk lisan maupun tulisan—dapat merepresentasikan ideologi, nilai, dan perspektif tertentu. Dalam konteks buku teks, analisis wacana digunakan untuk menganalisis bagaimana representasi keberagaman dan nilai-nilai multikultural diterjemahkan ke dalam teks dan materi ajar. Dengan menggunakan pendekatan ini, peneliti dapat menggali bagaimana wacana dalam buku teks menciptakan representasi tentang keberagaman dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi persepsi siswa terhadap kelompok-kelompok yang berbeda. Teori analisis wacana, seperti yang dijelaskan oleh Fairclough (1995), memandang wacana sebagai sesuatu yang tidak hanya menggambarkan realitas, tetapi juga berfungsi untuk membentuk realitas tersebut. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, analisis wacana digunakan untuk mengeksplorasi bagaimana buku teks Bahasa Indonesia menyajikan nilai-nilai multikultural dan apakah representasi tersebut selaras dengan prinsip-prinsip Bhinneka Tunggal Ika. C. METODE Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan analisis wacana untuk menganalisis unsur-unsur multikultural dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas VII, VIII, dan IX SMP. Data penelitian berupa teks dan ilustrasi yang mengandung unsur multikultural dalam buku teks tersebut, yang dianalisis menggunakan model analisis wacana. Peneliti mengidentifikasi elemen-elemen tekstual dan visual yang merepresentasikan keberagaman budaya, suku, dan agama. Peneliti menjelaskan bagaimana representasi multikultural dalam buku teks. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, dengan buku teks bahasa Indonesia jentang SMP/MTS sebagai sumber utama data penelitian. D. PEMBAHASAN Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat 21 data yang mengandung unsur multikultural yang tersebar dalam 3 jenjang buku teks bahasa Indonesia, yakni kelas VII, VIII, dan IX. Keduapuluh satu data tersebut meliputi 10 nilai menghormati budaya, suku, dan agama yang berbeda, 5 nilai menghormati budaya masyarakat adat, 2 nilai menghindari konflik dan mengutamakan perdamaian, serta 4 apresiasi produk budaya kreatif. © UPA BAHASA UNIVERSITAS TIDAR 5 PROSIDING SEMINAR NASIONAL KABASTRA IX 2024 Unit 1 Tabel 1. Unsur Multikultural Buku Teks Kelas VII Tema Tampilan Visual Halaman Nilai Multikultural Teks 15 Menghormati Deskripsi budaya masyarakat adat. 1 Teks Deskripsi 18 Menghormati budaya masyarakat adat. 2 Cerita Fantasi 43 Apresiasi produk budaya kreatif. 2 Cerita Fantasi 59 Menghormati budaya, suku, dan agama yang berbeda. © UPA BAHASA UNIVERSITAS TIDAR 6 PROSIDING SEMINAR NASIONAL KABASTRA IX 2024 3 Teks Prosedur 83 Menghormati budaya masyarakat adat. 3 Teks Prosedur 85 Apresiasi produk budaya kreatif. 4 Laporan Hasil Observasi 124 Menghormati budaya, suku, dan agama yang berbeda. Unit Tema 1 Teks Berita Tabel 2. Unsur Multikultural Buku Teks Kelas VII Tampilan Visual Halaman Nilai Multikultural 1 Menghormati budaya, suku, dan agama yang berbeda. © UPA BAHASA UNIVERSITAS TIDAR 7 PROSIDING SEMINAR NASIONAL KABASTRA IX 2024 2 Iklan 30 Menghormati budaya, suku, dan agama yang berbeda. 2 Iklan 32 Menghormati budaya masyarakat adat. 2 Iklan 34 Menghormati budaya, suku, dan agama yang berbeda. 2 Iklan 37 Menghormati budaya, suku, dan agama yang berbeda. 8 Drama 203 Apresiasi produk budaya kreatif. © UPA BAHASA UNIVERSITAS TIDAR 8 PROSIDING SEMINAR NASIONAL KABASTRA IX 2024 8 Drama Unit Tema Cover 208 Apresiasi produk budaya kreatif. Tabel 3. Unsur Multikultural Buku Teks Kelas VII Tampilan Visual Halaman Nilai Multikultural i Menghormati budaya, suku, dan agama yang berbeda. 2 Pidato 40 Menghormati budaya, suku, dan agama yang berbeda. 3 Cerita Pendek 79 Menghormati budaya, suku, dan agama yang berbeda. 4 Tanggapan 88 Menghindari konflik dan mengutamakan perdamaian. © UPA BAHASA UNIVERSITAS TIDAR 9 PROSIDING SEMINAR NASIONAL KABASTRA IX 2024 4 Tanggapan 98 Menghindari konflik dan mengutamakan perdamaian. 4 Tanggapan 108 Menghormati budaya, suku, dan agama yang berbeda. 5 Teks Diskusi 117 Menghormati budaya masyarakat adat. Sebanyak sepuluh data dalam penelitian ini menggambarkan nilai menghormati budaya, suku, dan agama yang berbeda, yang mencerminkan pentingnya toleransi dan saling menghargai antar kelompok masyarakat yang beragam. Buku teks Bahasa Indonesia untuk SMP menampilkan teks dan ilustrasi yang menggambarkan keberagaman dalam masyarakat Indonesia. Salah satu contoh yang ditemukan adalah ilustrasi yang menunjukkan siswa dengan berbagai latar belakang budaya, suku, dan agama. Misalnya, terdapat gambar yang menggambarkan siswa yang mengenakan hijab dan yang tidak mengenakan hijab, serta ilustrasi yang menampilkan perbedaan warna kulit, seperti kulit putih dan hitam, serta perbedaan jenis rambut, seperti rambut keriting dan lurus. Representasi ini tidak hanya memberikan pengajaran tentang keberagaman fisik, tetapi juga mengajarkan siswa untuk saling menghargai perbedaan, serta melihat perbedaan tersebut sebagai bagian dari kekayaan sosial budaya Indonesia. Sebanyak lima data dalam penelitian ini menggambarkan nilai menghormati budaya masyarakat adat, yang memperlihatkan pengakuan terhadap keberagaman © UPA BAHASA UNIVERSITAS TIDAR 10 PROSIDING SEMINAR NASIONAL KABASTRA IX 2024 budaya lokal di Indonesia. Buku teks menampilkan teks atau cerita yang menggambarkan kehidupan masyarakat adat dengan segala kearifan lokal dan tradisinya. Misalnya, ada cerita atau contoh teks yang memperkenalkan pembaca pada budaya suku-suku tertentu di Indonesia, seperti suku Dayak, Toraja, atau Bali, beserta adat istiadat yang mereka jalani. Penyajian budaya masyarakat adat ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran pada siswa bahwa keberagaman budaya yang ada di Indonesia, termasuk budaya adat, merupakan bagian integral dari identitas bangsa yang perlu dihargai dan dilestarikan. Sebanyak dua data yang ditemukan dalam penelitian ini menekankan nilai menghindari konflik dan mengutamakan perdamaian. Dalam konteks pendidikan multikultural, nilai ini sangat penting untuk diajarkan sejak dini, agar siswa dapat memahami pentingnya menjaga keharmonisan di tengah-tengah perbedaan yang ada. Buku teks Bahasa Indonesia menyajikan teks yang menampilkan situasi konflik yang dapat diselesaikan dengan cara-cara yang damai dan mengedepankan dialog antar kelompok yang berbeda. Misalnya, terdapat cerita yang menggambarkan bagaimana dua kelompok dengan latar belakang budaya yang berbeda dapat berdamai melalui saling pengertian dan kerja sama. Nilai ini mengajarkan siswa untuk tidak hanya menghargai perbedaan, tetapi juga untuk mencari solusi damai ketika terjadi ketegangan antar kelompok. Empat data dalam penelitian ini menggambarkan nilai apresiasi terhadap produk budaya kreatif. Buku teks Bahasa Indonesia untuk SMP memberikan contoh teks atau cerita yang mempromosikan produk budaya yang dihasilkan oleh masyarakat Indonesia, seperti seni tari, musik tradisional, batik, dan kerajinan tangan. Melalui teks ini, siswa diajak untuk mengenal dan menghargai produk budaya kreatif yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Apresiasi terhadap karya budaya ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang keragaman budaya, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya Indonesia yang kaya. Dengan mengenal dan menghargai produk budaya kreatif, siswa diharapkan dapat melestarikan dan mengembangkan kebudayaan tersebut di masa depan. E. PENUTUP Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat 21 data yang mengandung unsur multikultural dalam buku teks Bahasa Indonesia jenjang SMP. Unsur-unsur multikultural tersebut meliputi 10 data yang menggambarkan nilai menghormati budaya, suku, dan agama yang berbeda, 5 data tentang menghormati budaya masyarakat adat, 2 data yang menekankan pentingnya menghindari konflik dan mengutamakan perdamaian, serta 4 data yang mengapresiasi produk budaya kreatif. Meskipun buku teks ini sudah mencakup berbagai nilai multikultural yang relevan dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika , masih terdapat ruang untuk memperkuat representasi nilai-nilai tersebut, terutama dalam konteks yang lebih mendalam dan beragam, sehingga dapat lebih optimal dalam © UPA BAHASA UNIVERSITAS TIDAR 11 PROSIDING SEMINAR NASIONAL KABASTRA IX 2024 membentuk sikap toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman di kalangan siswa. DAFTAR PUSTAKA Achmadi, Muchsin. (1990). Dasar-Dasar Komposisi Bahasa Indonesia . Malang: Yayasan Asih Asah Asuh Malang. Arifudin, Iis. (2007). “Urgensi Implementasi Pendidikan Multikultural di Sekolah”. Insania, 2, XII, hlm. 220-233. Badan Standar Nasional Pendidikan. (2006). Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: BSNP. Bakry, Noor Ms. (2010). Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Harsiatu, Titik, dkk. (2016). Bahasa Indonesia Untuk SMP/MTS Kelas VII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Kosasih, E. (2017). Bahasa Indonesia Untuk SMP/MTS Kelas VIII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Trianto, Agus, dkk. (2018). Bahasa Indonesia Untuk SMP/MTS Kelas IX. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Zuchdi, Darmiyati. (1993). Panduan Penelitian Analisis Konten. Yogyakarta: Lembaga Penelitian IKIP Yogyakarta © UPA BAHASA UNIVERSITAS TIDAR 12