Jurnal Ilmiah Pamenang - JIP E-ISSN : 2715-6036 P-ISSN : 2716-0483 DOI : 10. KEBERADAAN AMBULAN MASYARAKAT DI DESA KABUPATEN KEDIRI Vol. 7 No. Desember 2025, 149 - 154 MOBIL PELEM, SIAGA DESA KECAMATAN BAGI PARE, EXISTENCE AMBULAN MOBIL SIAGA DESA IN THE PUBLIC COMMUNITY AT PELEM. PARE. KEDIRI Ikhwan K. Bambang W. 2,*. Syafina I. 1, 2, 3 Prodi S1 Keperawatan Ners. Stikes Pamenang Kediri *Corresponden autor: bambangwiseno0601@gmail. ABSTRAK Pendahuluan: Layanan kesehatan memerlukan alat transportasi yang memadahi yaitu ambulan. Mobil siaga desa diharapkan mampu mengoptimalkan pelayanan pada masuyarakat salah satunya pada penanganan kasus emergency. Fasilitas seadanya sebagai alat transportasi pre-hospital, mobil siaga desa telah memberikan nuansa di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan, perasaan, pendapat, keinginan dan harapan masyarakat dengan ambulan mobil siaga desa sebagai transportasi kesehatan. Metode: Penelitian kualitatif ini dilakukan pengambilan data tanggal 20 Juni sampai 20 Agustus 2024 pada 6 partisipan dengan teknik purposive sampling, yaitu warga yang ada di Desa Pelem. Partisipan didapatkan secara random saat peneliti berkunjung atau bertemu partpisipan yang berkenan mengikuti penelitian setelah mendapatkan penjelasan maksud tujuan dari penelitian ini dan selanjutnya pengambilan data dilakukan dengan indepth interview. Pengambilan data penelitian berfokus pada tujuan dan dengan panduan wawancara yang sesuai dengan yang diharapkan peneliti yaitu pengalaman, pandangan, harapan dan kebutuhan masyarakat desa terhadap Pengumpulan data dilakukan 2 sampai 3 kali untuk klarifikasi data dan validasi temuan tema dengan partisipan. Hasil: Analisa data menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) ditemukan sebanyak 6 tema, yaitu. keperluan Ambulan, keadilan dan kebersamaan, sarana dan prasarana Ambulan, tenaga ahli dan kendaraan alternatif. Analisa: Dari penemuan tema diatas dimungkinkan bahwa perlu adanya kejelasan informasi penggunaan ambulan mobil siaga desa pada masyarakat sehingga pemanfaatannya lebih optimal. Diskusi: Mungkin diperlukan pula adanya Keputusan Kepala Desa untuk pedoman pengoperasian mobil siaga dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang disampaikan ke masyarakat. Penelitian ini hanya lingkup kecil wilayah desa, sehingga mungkin diperlukan penelitian sejenis dalam lingkup yang lebih luas. Kata Kunci: Ambulan. Transportasi. Pasien. Mobil. Kinerja ABSTRACT Introduction: Ambulances are used as one of the means of transportation for ill people. Adequate transportation in health services is very important as a preventive service in the community . rehospital actio. that can determine the health of people who need it before action in the hospital. The transportation that is on standby in the village is the village standby car in the village government to optimize services to the community, one of which is in handling health cases even with minimal facilities that are very lacking compared to ambulances with complete emergency The community has different views and understandings about their needs for ambulances as a means of health transportation. Method: This qualitative study is to determine the views, feelings, opinions, desires and hopes of the community with ambulances as health transportation. Participants in this study were the community of Pelem Village. Pare Kediri where one of the Kediri Regency Hospitals operates. Result: Data was taken using a purposive sampling technique. A total of 6 residents who were willing to participate provided research data and after going through data analysis using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), 5 themes were found, namely. need because it is close to the hospital. Feeling sorry for residents in areas far from referral services. Upholding togetherness and justice. Hoping that the existing vehicles are complete with expert personnel. Emergency transportation as needed. Analysis: From the findings of the theme above, it Submitted : 15 Mei 2025 Accepted: 8 Oktober 2025 Website : jurnal. di | Email : jurnal. pamenang@gmail. Keberadaan Ambulan Mobil Siaga Desa Bagi Masyarakat. (M. Ikhwan K. Dk. is possible that there needs to be clear information on the use of village standby cars for the community so that their use is more optimal. Discussion: It may also be necessary to have a Village Head Decree for guidelines for operating standby cars with Standard Operating Procedures (SOP) that are conveyed to the community. This study only covers a small area of the village, so similar research may be needed in a wider scope. Keywords: Transportation. Patients. Cars. Emergency. Performance Pendahuluan Mobil siaga desa yang sering disebut juga dengan ambulan desa dalam beberapa tahun terakhir menjadi suatu fenomena baru dalam pemerintahan desa. Kendaraan ini mudah ditemukan di jalan raya. Keberadaan alat transportasi ini merupakan salah salu pelayanan pemerintah untuk masyarakat desa dalam memenuhi kebutuhan alat transportasi untuk keperluan darurat (BNPB, 2. , di wilayah desa masing-masing termasuk untuk pelayanan kesehatan. Mobil siaga desa adalah salah satu alat transportasi roda empat yang digunakan oleh pemerintah desa untuk kepentingan, kebutuhan dan keperluan (Bojonegorokab. id, 2. (SETWAN. Keberadaan mobil siaga desa diharapan mampu mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat desa, khususnya melayani berobat dan kebutuhan darurat . Mobil siaga merupakan salah satu alat transportasi yang penting dalam penanganan kasus rujukan kegawatdaruratan, sehingga harus siap 24 jam (Jaya. , mose. Husin. Effendi. , & sunjaya, 2. Kabupaten Kediri dengan jumlah desa 343 dan 1 kelurahan telah mendapatkan fasilitas mobil siaga desa. Pemerintah kabupaten kediri pada awal tahun 2022 meluncurkan mobil siaga desa yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat desa (SETWAN, 2. Mobil siaga desa ini merupakan mobil dinas pemerintahan desa yang diperuntukkan antara lain untuk menunjang kelancaran tugas tugas kedinasan, meningkatkan fungsi pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan kualitas hasil kerja serta untuk menunjang pelaksanaan program program pemerintahan desa. Salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat yang sangat diperlukan yaitu alat transportasi dalam keadaan darurat kesehatan warga (Roy Massie dan Grace D. Kandou, 2. Program-program kesehatan sangat gencar dilakukan (WHO, 2. untuk tercapainya Indonesia sehat. Sarana prasarana dipersiapkan dan diadakan untuk mendukung suksesnya Indonesia sehat (Junaidi, 2. Sebagai alat transportasi tentunya mobil siaga desa diharapkan dapat diperankan dalam pelayanan kesehatan. Salah satu hal yang hambatan saat ini adalah kemajemukan masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai tingkatan sosial dan latar belakang pendidikan yang bervariasi sehingga pengelolaan alat transportasi inipun juga bermacam-macam penggunaannya. Adapun sasaran dari program-program itu adalah masyarakat luas pada umumnya, maka sesuai dengan misi Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat . M) Stikes Pamenang dengan meningkatkan kinerja publikasi dan penerapan hasil penelitian di masyarakat sekaligus sebagai bentuk laporan kinerja Metode Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan mengeksplorasi, menemukan, menguraikan dan menjelaskan masyarakat sebagai individu dewasa yang berada di desa dengan fasilitas mobil siaga desa yang tidak tergambar jelas dan diukur Penelitian menggunakan pendekatan fenomenologi interpretative yang lebih detail dalam memahami terhadap fenomena bantuan mobil siaga desa pada hampir kabupaten. Tujuan pendekatan penelitian ini adalah memaknai psikologis, suasana hati, keinginan dari warga masyarakat dengan keberadaan mobil siaga desa terhadap kehidupannya dan mencari kesatuan makna dengan mengidentifikasi inti fenomena yang menggambarkan secara akurat dalam pengalamannya. Pengambilan partisipan menggunakan teknik purposive sampling yang memenuhi prinsip kesesuaian . , masyarakat yang desanya mendapatkan bantuan mobil siaga desa. Untuk kriteria Keberadaan Ambulan Mobil Siaga Desa Bagi Masyarakat. (M. Ikhwan K. Dk. inklusi penelitian sebagai berikut: . Individu dewasa yang berada di desa dengan fasilitas mobil siaga desa, . Partisipan yang bersedia terlibat dalam penelitian, . Partisipan yang bukan sebagai pengelola mobil siaga desa . Partisipan bersedia diwawancarai dan direkam selama penelitian dan memberikan persetujuan publikasi hasil penelitian. Peneliti tidak akan membahas permasalahan mobil siaga yang ada hubungan dengan politik. Pengumpulan data dengan indepth interview dan wawancara yang tidak terstruktur berfokus pada tujuan yang diharapkan peneliti yaitu pengalaman. Pengumpulan data dilakukan 2 sampai 3 kali untuk klarifikasi data dan sekaligus sebagai validasi temuan tema dengan partisipan. Secara umum analisis data yang digunakan terdiri dari 5 fase, yaitu . mengumpulkan kembali dan menyusun, . intepretasi, dan . Proses analisa data dengan mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola untuk memudahkan peneliti menemukan kategori, dilanjutkan dengan menemukan sub tema yang akan menghasilkan tema tertentu (Moleong, 2. Secara detail peneliti Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) (Creswell. Validasi instrumen pada kualitas peneliti ini yaitu peneliti merupakan seorang perawat, pengajar keperawatan, aktifis sosial kemanusiaan dalam pengelolaan mobil ambulans salah satu organisasi kemanusiaan yang selalu berinteraksi dengan kebutuhan memudahkan masuk dalam situs yang diteliti. Untuk membuktikan keakuratan penelitian dilakukan validasi external dengan peneliti kualitatif lain. Hasil Proses analisa data dilakukan terhadap semua data yang didapatkan dari partisipan baik berupa hasil wawancara, observasi, pengamatan dihasilkan beberapa tema Hasil temuan dari partisipan tentang kebutuhan ambulan untuk masyarakt di Desa Pelem yang merujuk dari tujuan penelitian, yaitu sebanyak 5 tema yang bisa didapatkan antara lain. Tidak perlu karena dekat rumah sakit. Merasa kasihan untuk warga di daerah jauh dari layanan rujukan. Menjunjung tingginya kebersamaan dan keadilan. Berharap kendaraan yang ada lengkap dengan tenaga yang ahli. Transportasi darurat yang cepat. Dari setiap tema yang ditemukan diuraikan masing-masing tema dengan beberapa kutipan wawancara dari Tidak perlu karena dekat rumah sakit Berada di wilayah yang dekat dengan Masyarakat wilayahnya tidak memerlukan mobil siaga desa untuk layanan emergency karena bila membutuhkan layanan emergency maka dengan cepat bisa menghubungi rumah sakit terdekat yang ada. Partisipan merasa bahwa mobil siaga desa diutamakan untuk kegiatan pemerintahan desa bukan untuk layanan kesehatan emergency. Hal ini seperti yang disampaikan oleh beberapa partiasipan: A A tidak perlu, kan cuma deket situ saja A A (P-. A A ambulan sudah ada dari rumah sakitA A (P-. A A mobil siaga desa itu kan untuk kegiatan desa, jadi bukan untuk ambulan. Toh rumah sakit juga dekat A A (P-. Merasa kasihan untuk warga di daerah jauh dari layanan rujukan Rasa empati dari warga masyarakat terhadap sesama masih erat muncul pada diri partisipan. Partisipan merasa kalau pemanfaatan mobil siaga desa / ambulan lebih baik bila diberikan pada daerah yang jauh dari jangkauan layanan kesehatan Masyarakat merasa kasihan jika dalam keadaan membutuhkan alat transportasi untuk rujukan ke rumah sakit harus menggunakan alat transportasi yang tidak memadahi. Hal ini dibuktikan dengan hasil cuplikan wawancara partisipan sebagai berikut: . A nek mriki mawon kadhose mboten betah ambulan, sekecane engkang sing tebih mawon . alau di sini sepertinya tidak butuh ambulan, sebaiknya yang jauh saja . auh dari rumah saki. ) A A (P-. A A malah mesakne sing adoh ko rumah sakit . ebenarnya kasihan yang jauh dari rumah saki. , kono . ilayah san. yang sebenarnya butuh ambulan karena perlu untuk mengirim pasien ke rumah sakit A A (P-. A A pernah lihat ada mobil bak terbuka membawa pasien ke Keberadaan Ambulan Mobil Siaga Desa Bagi Masyarakat. (M. Ikhwan K. Dk. rumah sakit. lhaa terus mobil siaga desa di mana? Kasihan . A (P-. Menjunjung tingginya kebersamaan dan keadilan Fasilitas yang diperuntukkan untuk masyarakat umum seperti mobil siaga desa yang ada di setiap desa saat ini merupakan salah satu apresiasi dari pemerintah untuk memberikan dukungan pemerintahan desa. Peruntukan mobil siaga desa untuk layanan bagi masyarakat secara luas dan masyarakat juga menyadari bahwasanya semua warga berhak mendapatkan fasilitas tersebut sesuai dengan kebutuhannya. Menjunjung tinggi kebersamaan dan pemanfaatan mobil siaga bersama seperti wawancara berikut: A A tidak mengapa kalau digunakan oleh perangkat desa, pemerintaham desa A A (P-. A A rapopo pak kalau itu digunakan oleh semua . emua warga des. A semua berhak mendapatkan layanan itu A A (P. A A saya sih yaa ngglenggono . erbesar hat. kalau mobil itu untuk seluruh warga karena, yaa semuakan juga bayar pajak A A (P-. Berharap kendaraan yang ada lengkap dengan tenaga yang ahli Masyarakat membutuhan kendaraan untuk emergency yang sesuai dengan Keberadaan mobil siaga desa yang saat ini ada di masyarakat dirasa kurang pas dan kurang sesuai dengan peruntukan bila untuk difungsikan sebagai Partisipan juga merasa perlu tenaga khusus yang paham untuk mengoperasikan kendaraan tersebut. Berikut cuplikan harapan dari masyarakat. A A nek ambulan kie yoo sekalian sing lengkap, lha iku digae ngusung pasien yo repot raiso slonjoran . alau memang digunakan sebagai ambulan ya sebaiknya sekalian lengkap, lha itu . obil siaga des. dibuat untuk mengusung pasien susah A A (P-. A A pernah lihat orang-orang . memasukkan dan menempatkan pasien di , yaa mungkin karena kurang ngerti atau memang speck mobil yang tidak sesuai. A A sebaiknya kalau begitu sekalian yang ahli lah yang bawa mobil A A (P-. Transportasi darurat yang cepat Korban kecelakaan atau keadaan gawat darurat dilapangan pastinya membutuhkan alat transportasi untuk kesehatan secepatnya. Masyarakat merasa perlu untuk mengirimkan korban dengan kendaraan apapun yang ada secepatnya ke rumah sakit. Hal ini dibuktikan dengan pendapat Partisipan seperti cuplikan wawancara berikut: A A kondisi darurat, apa saja yang ada bisa untuk mengantarkan ke rumah sakit A A (P-. A A truk sayur . obil pickup untuk mengangkut hasil pertania. yang lewat di stop untuk mengantarkan ke rumah sakit, lhaa gimana lagi? Adanya saat itu hanya truk sayur. daripada nunggu ambulanA, pernah juga lihat itu kecelakaan . diangkut dengan bentor . ecak bermoto. A A(P-. Pembahasan Partisipan menyampaikan pendapat, perasaan dan keinginannya dari keberadaan mobil siaga desa sehingga ditemukannya beberap tema hasil penelitian. Dari temuan tersebut dapat diuraikan kemungkinan mengapa hal tersebut dapat terjadi pada partisipan. Tidak perlu karena dekat rumah sakit Desa Pelem merupakan tempat berdirinya Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kediri yang telah lama Karena keberadaannya itulah masyarakat merasa bahwa ambulan desa atau mobil siaga desa kurang dibutuhkan untuk kegawatandarurat. Masyarakat sudah terbiasa menggunakan ambulan dari Rumah Sakit sebagai faslitas kesehatan Selain itu, banyaknya staff Rumah sakit yang bertempat tinggal di sekitarnya menambah kemudahan warga mendapatkan akses informasi dan fasilitas dalam kegawatdaruratan. Masyarakat yang dekat dengan menguntungkan terlebih bila menghadapi Masyarakat membutuhkan layanan akan dengan cepat menuju tempat tanpa harus menunggu mobil ambulan atau mobil siaga yang disediakan oleh pemerintahan desa. Terlebih saat ini adanya beberapa fasilitas yang disediakan oleh manajemen Rumah Sakit untuk mempercepat pelayanan pada masyarakat dengan adanya petugas Keberadaan Ambulan Mobil Siaga Desa Bagi Masyarakat. (M. Ikhwan K. Dk. transporter dan tarunamu sesuai Visi dan Misi Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK, 2. Merasa kasihan untuk warga di daerah jauh dari layanan rujukan Partisipan merasa bahwa mobil siaga pemerintahan desa bukan untuk layanan kesehatan emergency. Namun demikian beberapa warga merasa empati pada masyarakat yang jauh dari layanan Mereka berpendapat bila mobil siaga desa atau ambulan lebih dibutuhkan oleh masyarakat yang daerahnya jauh dari jangkauan layanan kesehatan tujukan. Partisipan merasa kasihan jika alat transportasi untuk rujukan ke rumah sakit menggunakan transportasi yang tidak memadahi dan tidak standart yang tidak sesuai dengan peraturan yang ada (KemenkesRI, 2. Menjunjung tingginya kebersamaan dan keadilan Mobil siaga desa merupakan salah satu apresiasi dari pemerintah daerah untuk memberikan dukungan pemerintahan desa dalam melayani kebutuhan masyarakat. Termasuk didalamnya adalah untuk aktifitas kegiatan pemerintahan desa dan juga untuk membantu masyarakat desa yang membutuhkan alat transportasi. Mengetahui hal tersebut beberapa partisipan menyadari bahwasanya semua warga berhak mendapatkan fasilitas tersebut sesuai dengan kebutuhannya. Berharap kendaraan yang ada lengkap dengan tenaga yang ahli Mobil siaga desa yang saat ini sudah ada di masyarakat tentunya membantu aktifitas pemerintahan dan kegiatan masyarakat desa. Namun demikian untuk kebutuhan transportasi dalam keadaan darurat, mobil siaga desa dirasa belum layak sebagai alat transportasi emergency yang belum memenuhi standar, termasuk tenaga staff pengelola ambulan desanya Kurangnya pengetahuan yang ada di masyarakat dalam hal transportasi korban ke rumah sakit, sering korban diangkut dengan tidak sesuai prosedur penanganan kegawatdaruratan. Kelengkapan alat-alat kegawatdaruratan banyak yang tidak ada di mobil siaga desa atau kadang diturunkan dari mobil karena mobil digunakan untuk kegiatan lainnya. Transportasi darurat yang cepat. Masyarakat terbiasa mendapatkan pelayanan dan fasilitas cepat dalam kegawatdaruratan karena dekat Rumah Sakit Umum Daerah, dengan ada atau tidak adanya mobil siaga desa masyarakat terbiasa segera mengevakuasi dengan cepat korban/kasus kegawatdaruaratan ke Rumah sakit. Karena masyarakt meyakini korban anak mendapatkan penanganan Sehingga kendaraan apapun akan digunakan untuk bisa mengirimkan ke rumah sakit, walaupun kendaraan itu tidak sesuai dengan peruntukannya. Simpulan dan Saran Keberadaan ambulan mobil siaga desa menurut Warga di Ds. Pelem. Kec. Pare dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa partisipan belum banyak memahami manfaat kebutuhan mobil siaga desa dalam kesehatan. Namun mobil siaga desa dapat digunakan untuk kebutuhan transportasi kesehatan warga yang sakit . rang yang membutuhka. yang memungkinkan untuk diangkut dengan kondisi kursi mobil siaga desa . ursi standar yang menghadap ke depa. Satu kendaraan siaga untuk satu desa dirasa kurang untuk kebutuhan transportasi dalam keadaan gawat darurat, sehingga kadang menggunakan kendaraan pribadi warga lainnya karena akses untuk mendapatkan fasilitas belum banyak dipahami oleh warga. Mobil siaga desa belum layak untuk angkutan emergency pre-hospital seperti mobil ambulan. Penelitian ini hanya dilakukan pada partisipan di suatu kelompok warga di sebuah Karena keterbatasan waktu dan kesempatan serta menyesuaikan dengan tujuan penelitian ini maka tidak dilakukan pengambilan data pada kelompok yang lebih Untuk itu mungkin perlu penelitian lebih lanjut untuk hal tersebut. Ucapan Terima Kasih Peneliti sampaikan terima kasih kepada semua yang telah memberikan support dalam penelitian ini. Ketua dan seluruh karyawan Stikes Pamenang termasuk Staff pM Stikes Pamenang. Kepala Desa dan seluruh staff Pemerintahan Desa Pelem dan partisipan yang telah bersedia terlibat dalam penelitian ini. Keberadaan Ambulan Mobil Siaga Desa Bagi Masyarakat. (M. Ikhwan K. Dk. DAFTAR PUSTAKA BNPB.