Seminar Nasional Politani Kupang Ke-7 Kupang, 05 Desember 2024 KAJIAN RENCANA PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN BERKELANJUTAN DESA BESMARAK KABUPATEN KUPANG Melinda R. Moata1*. Dina V. Sinlae1. Chris Namah1. Nimrot Neonufa1. Petrus Timate2 1Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Jl. Prof. Dr. Yohanes Lasiana Kupang 2Desa Besmarak. Kecamatan Nekamese. Kabupaten Kupang *e-mail: rosita. moata@gmail. ABSTRAK Desa merupakan pemerintah terkecil dalam suatu sistem pemerintahan di sebuah negara, namun perannya yang krusial sebagai dasar atau pondasi pembangunan suatu bangsa. Kemajuan suatu desa menjadi penggerak kemajuan kabupaten dan seterusnya, namun juga sebaliknya. Karena itu, suatu kajian komprehensif dilakukan di Desa Besmarak Kecamatan Nekamese. Kabupaten Kupang. Nusa Tenggara Timur dengan tujuan untuk menyusun rencana pembangunan desa mandiri dan berkelanjutan sesuai potensi dan tantangan yang ada. Beberapa metode yang digunakan yaitu survei lapangan, kajian pustaka, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD) bersama kepala desa, tokoh masyarakat, pemilik lahan, petani dan staff dosen. Hasilnya adalah analisis SWOT untuk pengembangan desa dimana berpotensi untuk pembangunan model agroeduwisata. Analisis SWOT model Agroeduwista, menunjukkan perlunya penguatan kapasitas SDM, pemenuhan sarana dan prasarana, penerapan model pertanian adaptif iklim, dan inovasi model bisnis. Keempat faktor ini yang menjadi kunci penggerak pembangunan Desa Besmarak yang berkelanjutan dan mandiri. Kajian dan informasi ini sangat penting sebagai dasar pembangunan desa untuk jangka waktu pendek, menengah, dan panjang yang dapat juga diterapkan oleh desa-desa lain dengan kondisi yang sama. Kata kunci: Agroeduwisata, analisis SWOT, model pembagunan PENDAHULUAN Desa atau kelurahan merupakan satuan pemerintah terendah yang kemudian membentuk kecamatan, kabupaten/ kota dan provinsi. Selain itu mayoritas penduduk Indonesia tinggal di desa. Karena itu, pembangunan desa berperan penting dalam pembangunan nasional karena dapat menciptakan stabilitas bangsa. Pembangunan yang berhasil jika dilakukan melalui perencanaan yang matang, karena perencanaan adalah cara, teknik atau metode untuk mencapai tujuan secara terarah dan efisien dengan sumber daya yang tersedia. Menurut Undang-undang No 25 tahun 2004, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, yang dimaksud dengan perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. Perencanaan pembangunan dibedakan berdasarkan sifatnya, berdasarkan sumberdaya, berdasarkan tingkat keluwesan, dan berdasarkan sistem ekonomi (Sjafrizal, 2. Pembangunan suatu wilayah melalui pendekatan sektor harus mampu memanfaatkan keunggulan lokal dari setiap wilayah, sehingga mampu memberikan dan sosial budaya pada wilayah tersebut (Tobari dan Dharmawan, 2. Desa Besmarak merupakan salah satu desa dalam wilayah pemerintahan Kabupaten Kupang. Desa ini dibentuk dengan Keputusan Gubernur KDH. Swatantra Tk. I NTT Nomor: Und. 2/1/27 tanggal 4 November 1964 dan ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan Bupati KDH Tk. II Kupang Nomor: DD. 12/II/I tanggal 7 Mei 1969. Jarak Desa Besmarak ke ibukota Kecamatan sekitar 5 km dan jarak ke ibukota Kabupaten/ Kota sekitar 46 km. Namun, jarak ke ibukota Provinsi lebih dekat sekitar 10 Hal ini yang menjadikan Desa Besmarak sangat strategis sebagai supply pangan . ayuran dan Seminar Nasional Politani Kupang Ke-7 Kupang, 05 Desember 2024 berpotensi pengembagan ekonomi des. Desa Besmarak memiliki luas wilayah lebih kurang 7,5 km2 yang terdiri dari lahan basah sekitar 40 % dan lahan kering 60%. Penggunaan lahan kering wilayah di Desa Besmarak terbesar adalah kawasan tegal/ladang seluas 208,350 ha/m 2 (Profil Desa Besmarak. Curah hujan rata-rata pertahun sebesar 1. 164 mm/tahun dengan jumlah bulan basah 4 bulan, kelembapan udara antara 60 Ae 80 %, suhu rata-rata harian 30-36 oC dan suhu minimum 21-24,5 oC. Jenis tanahnya kambisol dan alluvial dan berlempung yang didominasi dengan wilayah dengan kelerengan 45% (Profil Desa Besmarak, 2. Ada berbagai model pembangunan desa yang dapat dilakukan antara lain model desa wisata, agropolitan, dan lainnya. Konsep agropolitan tersebut kemudian diwujudkan dalam Kebijakan Pengembangan Kawasan Agropolitan (PKA) yang digagas oleh Kementrian Pertanian sejak 2002 dan merupakan bagian dari implementasi kebijakan pembangunan nasional yang diterjemahkan hingga tingkat kabupaten (Saleh et al, 2. Pengembangan desa dengan Kawasan Agropolitan tidaklah mudah, ada berbagai kendala seperti kualitas SDM. Manajamen, dan konsep agribisnis, selanjutnya menuju agrowisata dengan konsep Community Based Tourism (Mandasari dan Prabawati, 2. Pembangunan desa yang diharapkan haruslah lintas sektoral (Syahza dan Suarman, 2. Demikian halnya dengan Desa Besmarak, dalam pengelolaan dana desa perlu adanya perencanaan baik jangka pendek, menengah, atau panjang yang baik yang didasari pada kajian yang Karena itu, penelitian terapan ini bertujuan untuk menghasilkan dokumen kajian untuk pembuatan perencanaan pengembangan desa yang mandiri dan berkelanjutan. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Desa Besmarak Kabupaten Kupang (Gambar . dengan menggunakan metode analisis deskriptif sejak tahun 2020. Metode ini menitikberatkan pada observasi, maka peneliti mengamati dan mencatat gejala langsung sebagai observasi dan penulis melakukan wawancara ke lapangan. Gambar 1. Peta Desa Besmarak. Kab. Kupang Seminar Nasional Politani Kupang Ke-7 Kupang, 05 Desember 2024 Adapun tahapan pelaksanaan kajian ini meliputi: survei lapangan . engamatan langsung di lokasi pengembangan, kondisi lahan, sumber air, komodit. Focus Group Discussion . elibatkan tokoh masyarakat, petani, pemerintah desa. PMD (Pemberdayaan Masyarakat Des. , pendamping desa, wanita tani. Perguruan Tinggi, dan pemerintah kabupate. , dan data sekunder . rofil desa atau sumber data lai. Data dianalisis secara bertahap meliputi potensi desa secara umum, potensi kawasan, dianalisis secara deskriptif untuk dipetakan dalam matriks SWOT (Strength. Weakness. Opportunity. Threa. sehingga didapatkan strategi pengembangan yang paling cocok dengan wilayah. Seminar Nasional Politani Kupang Ke-7 Kupang, 05 Desember 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil survei. FGD dan informasi dari data sekunder maka dianalisis dengan analisis SWOT seperti pada Gambar 3. Gambar 2. Analisis SWOT Desa Besmarak Kabupaten Kupang Seminar Nasional Politani Kupang Ke-7 Kupang, 05 Desember 2024 Ada beberapa strategi pengembangan Desa Besmarak yang dapat dilakukan dari hasil analisis SWOT, yaitu: Pengembangan multifungsi ekosistem yaitu penerapan model pengembangan agroeduwisata . ertanian- pendidikan- wisat. Pengembangan model pertanian terpadu . ircular econom. Pengembangan sistem pemanfaatan hemat air . ystem irigasi tete. Pengembagan produk olahan pasca panen . dding valu. pada setiap rantai . alue chai. Karena itu direkomendasikan untuk pengembangan kawasan Agroeduwisata sebagai strategi utama dalam pengembangan Desa Besmarak. Agroeduwisata merupakan salah satu pengembangan ekonomi kreatif di bidang pertanian dan pendidikan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui wisata. Penetapan Kawasan untuk pengembangan agroeduwisata Penetapan kawasan untuk pengembangan agroeduwisata dilakukan berdasarkan potensi desa . okasi sentra pertanian rakya. , kesepakatan masyarakat melalui forum musyawarah desa yaitu berlokasi di dusun I Biupu Desa Besmarak dengan total lahan 20 ha (Gambar . Gambar 3. Peta Lokasi dan Kepemilikkan Lahan Dusun 1 Biupu Desa Besmarak. Kab. Kupang Seminar Nasional Politani Kupang Ke-7 Kupang, 05 Desember 2024 Untuk membuat perencanaan desa model Agroeduwisata, maka dilakukan analisis SWOT seperti pada Gambar 4. Gambar 4. Analisis SWOT Pengembangan Desa Besmarak Model Agroeduwisata Seminar Nasional Politani Kupang Ke-7 Kupang, 05 Desember 2024 Berdasarkan hasil analisis SWOT terhadap pengembangan agroeduwisata ini maka didapatkan beberapa strategi, yaitu: Pelatihan dan pendampingan masyarakat tentang agroeduwisata Perbaikan sarana & prasarana . istrik, air dan telepon/ interne. Perbaikan sistem pertanian terpadu yang adaptif terhadap perubahan iklim Penerapan multifungsi pertanian Penyediaan sarana pertanian, pendidikan dan wisata Rencana Pengembangan Desa Besmarak model Agroeduwisata Visi Agroeduwisata Desa Bismarak adalah: Menjadi desa Agroeduwisata berbasis masyarakat dan keunggulan lokal yang mampu memandirikan desa dan masyarakatnya secara berkelanjutan tahun 2035. Misi Agroeduwisata Desa Bismarak adalah: Meningkatkan pendapatan asli desa (PAD). Menciptakan Menjaga kelestarian tanaman lokal unggulan Desa Besmarak (Jambu mete. Jambu bij. , dan menyediakan Benih . umah beni. Menjadi model pertanian terintegrasi: pertanian, perikanan, peternakan. Menjadi pusat wisata edukasi pertanian di NTT. Mendidik masyarakat mengembangkan potensi desa sesuai sapta pariwisata . man, tertib, sejuk, bersih, indah, ramah dan kenanga. Mendidik masyarakat tentang sistem pertanian ramah lingkungan dan bina lingkungan usia dini. Rencana pengembangan desa model Agroeduwisata untuk jangka pendek, menengah, dan panjang dapat dilihat pada Tabel 1. Berdasarkan hasil survei dan analisis tanah, lahan agroeduwisata ini memiliki iklim, topografi, kandungan nutrisi dan fisik tanah yang sesuai untuk budidaya beberapa tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan seperti padi gogo, wortel, tomat, buncis, cabai, kentang, dan mete yang dapat mendukung produktivitas lahannya. Kecuali untuk kelor (Moringa oleifer. perlu adanya perbaikan fisik tanah karena kelor menghendaki tanah lempung berpasir atau berpasir sementara tanah di lahan agroeduwisata lempung Namun, untuk usaha tani berkelanjutan maka sirkulasi nutrisi, air, cahaya dan iklim mikro tetap harus Pemeliharaan kesuburan tanah dengan menerapkan model circular economy dimana low external input sustainable agroculture (LEISA) perlu dipertimbangkan. Sistem usaha tani terpadu . ircular econom. dan multifunctional farming system . endidikan, usaha tani, konservasi, rekreas. berbasis Climate Smart Agriculture (CSA). Circular economy (CE) adalah Seminar Nasional Politani Kupang Ke-7 Kupang, 05 Desember 2024 pendekatan berbasis masalah, produksi, konsumsi dan dampaknya dengan memperhatikan ketahanan sumber daya, efisiensi ekosistem alami, pemanfaatan produk dengan cara memperbaiki . , memperbaharui . , menggunakan produk lagi . sebelum selesai masa produk tersebut (Sauve et. Untuk bidang pertanian. CE berkaitan dengan sirkulasi material yang ada dalam ekosistem alami dengan mempertimbangkan keseimbangan antara ekonomi dan ekosistem melalui penggunaan kembali sumber daya pertanian reducing, reusing dan recycling dalam produksi (Jun and Xiang, 2. Pembangunan desa model agroeduwisata ini juga pernah dikembangkan di desa Kabupaten/Kota Bogor dengan beberapa konsentrasi yang perlu diperhatikan, antara lain petani membutuhkan penyuluhan terkait budidaya dan pelibatan berbagai pihak . elompok wanita tani, gabungan kelompok tani, dan kelompok lainnya (Novikarumsari dan Amnah. Di tempat lain, ada kendala rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata akibat lemahnya tata kelola . elum jelas aturan dan perijina. (Djuwendah, dkk, 2. Seminar Nasional Politani Kupang Ke-7 Kupang, 05 Desember 2024 Tabel 1. Rekomendasi Rencana Pengembangan Desa Model Agroeduwisata di Desa Besmarak Seminar Nasional Politani Kupang Ke-7 Kupang, 05 Desember 2024 KESIMPULAN Ada berbagai model pengembangan desa, salah satunya adalah model Agroeduwisata. Hasil analisis SWOT pada Desa Besmarak, direkomendasikan untuk mengembangkan model Agroeduwisata. Keunggulan model ini adalah pertama dan satu-satunya agroeduwisata lahan kering di NTT yang berbasis wisata desa dan dikelola oleh masyarakat lokal. Namun perlu adanya penguatan kapasitas SDM, pemenuhan sarana dan prasarana, penerapan model pertanian adaptif iklim, dan inovasi model bisnis. Melalui kajian rencana pengembangan yang disusun secara periodik . angka pendek, menengah, dan panjan. dapat membantu pencapaian desa mandiri dan berkelanjutan. Hasil kajian ini diharapkan dapat dipakai juga oleh desa lain yang memiliki karakteristik yang sama sehingga desa menjadi mandiri dan berkelanjutan model bisnisnya baik dari segi ekologi, ekonomi, dan sosial budaya. UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat dan pemerintah Desa Besmarak kepada Politani Kupang melalui tim kajian akademik untuk melakukan penelitian terapan ini dengan sumber dana seluruhnya dari Desa Besmarak. Terima kasih juga untuk semua pendamping lapangan, pemerintah, dan mitra lain atas idea dan gagasan melalui berbagai pertemuan dan diskusi yang mendalam. DAFTAR PUSTAKA