https://jurnal. ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA An. Hi PENDERITA STUNTING DENGAN MASALAH DEFISIT NUTRISI Efi Irwansyah Pane1. Sinta Juli Asmara2. Josep Kristian Lubis3 A Dosen Akper Gita matura Abadi Kisaran AMahasiswa Akper Gita Matura Abadi Kisaran Dosen Universitas Efarina *Email koresponden : eip. kisaran@gmail. Abstract Stunting is a disorder of growth and development of children due to chronic malnutrition and recurrent infections, which is characterized by their length or height being below standard. Stunting toddlers are included in chronic nutritional problems caused by many factors such as socio-economic conditions, maternal nutrition during pregnancy, illness in infants, and lack of nutritional intake in This writing method uses a case study method with a family nursing care approach to An. Hi, a stunting patient with 1 child patient. Data collection uses family nursing care which includes assessment, diagnosis, intervention, implementation and evaluation. Based on the analysis of data obtained from the assessment, there is one priority diagnosis, namely nutritional deficit related to the inability to absorb nutrients, characterized by a weight loss of at least 10% below the ideal range. The supporting factor in this case study is the willingness of all family members to improve An. Hi's nutritional status. It is expected that the family should be able to recognize the health problems of their family members, then the family can decide what actions should be taken immediately, caring for sick family members. Keywords: Nursing Care, nutritional deficit. Stunting Abstrak Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Balita stunting termasuk masalah gizi kronik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Metode penulisan ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga pada An. Hi penderita stunting dengan 1 pasien anak. Pengumpulan data menggunakan asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Berdasarkan analisa data yang diperoleh dari pengkajian terdapat satu diagnosa prioritas yaitu defisit nutrisi B/d ketidakmampuan mengasorbsi Nutrisi,d/d berat badan menurun minimal 10% di bawah rentang ideal. Faktor pendukung dalam studi kasus ini adalah kemauan seluruh anggota keluarga untuk memperbaiki status gizi An. Hi Diharapkan kepada keluarga hendaknya dapat mengenal masalah kesehatan anggota keluarganya, kemudian keluarga dapat memutuskan tindakan apa yang harus segera dilakukan, merawat anggota keluarga yang sakit. Kata kunci: Asuhan Keperawatan. Defisit Nutrisi. Stunting PENDAHULUAN Stunting atau pendek merupakan masalah kekurangan gizi kronis yang Vol 1. No 2. Juli, 2025 *Corresponding author email : eip. kisaran@gmail. Page 21 of 28 Copyright: @ 2025 Authors disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek . dari standar usianya (Kemenkes RI. , 2. Stunting merupakan salah satu tantangan dan masalah gizi secara global yang sedang dihadapi oleh masyarakat di dunia. Ambitious World Health Assembly penurunan 0% angka stunting di seluruh dunia pada tahun 2025. Global Nutritional Report 2018 melaporkan bahwa terdapat sekitar 150,8 juta . ,2%) balita stunting yang menjadi salah satu faktor terhambatnya pengembangan (World Health Organization. , 2. menetapkan lima daerah subregio prevalensi stunting, termasuk Indonesia yang berada di regional Asia Tenggara . %). Prevalensi stunting pada balita di Indonesia adalah sebesar 30,8%, itu artinya satu dari tiga balita mengalami stunting. Angka ini lebih tinggi dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yaitu sebesar 22% di tahun 2025. Bahkan Indonesia menjadi negara dengan beban anak stunting tertinggi kedua di kawasan Asia Tenggara dan kelima di dunia (Kemenkes. , 2. Sejak Kementerian Kesehatan Indonesia, telah mengumumkan status gizi Indonesia pada tahun 2021 hingga (SSGI), dengan tingkat gangguan Sumatra Utara meningkat menjadi 25,8%. Sumatra Utara sebagai wilayah ke-17 dengan anak-anak terbanyak di Indonesia. Angka Stunting di Kabupaten Asahan pada tahun 2022 mengalami pada tahun 2021 angka stunting di Kabupaten Asahan sebesar 18,9 % dan pada tahun 2022 menjadi 15,3% (Perencanaan & (BAPPENAS), 2. Stunting anak adalah masalah nutrisi kronis, dikombinasikan dengan penyakit menular dan masalah lingkungan pada anak - anak, karena penyerapan nutrisi tidak cukup dalam jangka panjang (UNICEF. Stunting meningkatkan risiko kematian anak, sehingga perhatian khusus harus ditarik dan dapat menghalangi perkembangan fisik dan intelektual anak. Gangguan menyebabkan anak-anak yang gagal mencapai potensi genetik, menunjukkan peristiwa jangka panjang dan efek konsumsi gizi yang tidak memadai, serta status kesehatan dan pengasuhan yang tidak memadai (Fikawati. Sandra, 2. Stunting dikaitkan dengan peningkatan risiko nyeri dan kematian dan menghambat perkembangan sepeda motor anak -anak dan kemampuan intelektual (UNICEF. Banyak faktor yang dapat menyebabkan tingkat setrum yang tinggi pada anak kecil. Faktor penyebab langsung adalah kurangnya diet pada anak kecil (Izzaty. Astuti. , & Cholimah. Penyebab lain adalah sosial ekonomi, penyakit menular, kurangnya pengetahuan ibu, pengasuhan palsu, kebersihan dan kebersihan, dan layanan kesehatan yang rendah (Rosiyati. Pratiwi. Poristinawati. Rahmawati. Nurbayani & Lestari. Wardani. , & Nugroho, 2. Peran dukungan keluarga yang umum dilakukan dapat membantu mencegah anak-anak tentang pentingnya mencegah stunting anak-anak (Maulid. Anisa & SRD. , 2. Keluarga akan merasa lebih percaya diri dan lebih termotivasi untuk mengatasi masalah dengan dukungan. Kemandirian keluarga mengalami tingkat kinerja yang rendah karena kurangnya pengetahuan Oleh karena itu, sulit untuk mengubah cara keluarga berpikir dan sikap terhadap kesehatan. Ini berarti bahwa Copyright: @ 2025 Authors melaksanakan tantangan kesehatan keluarga yang bertujuan untuk mendirikan keluarga. Kemampuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan makanan baik dalam jumlah dan kualitas makanan mereka memiliki dampak besar pada status gizi anak. Pendapatan keluarga adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian pada anak kecil (Illahi, 2. Berdasarkan temuan penelitian yang dilakukan oleh (Fikrina, 2. , ada hubungan penting antara pendapatan keluarga anak-anak kecil dan kejadian stunting. Keluarga cenderung dapat memenuhi kebutuhan makanan mereka, terutama untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak mereka. Sedangkan peran perawat yang dapat keperawatan, meneliti, mengedukasi atau penyuluhan dan konsultasi masyarakat terkait delapan 8 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Asuhan keperawatan untuk anak-anak kecil dengan stunting sering dilakukan oleh perawat di rumah sakit dan layanan medis. sana, masalah keperawatan umum pada anak anak dengan gangguan penghambatan adalah gangguan gizi. Kekurangan nutrisi tidak memenuhi kebutuhan metabolisme bayi (Tim Pokja SDKI DPP PPNI. , 2. Nutrisi pada anak dengan stunting tidak terpenuhi maka dapat mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan anak terhambat. Perawat perlu dipersiapkan secara profesional untuk menyelesaikan masalah gizi pada anak-anak dengan stunting. Perawat asuhan keperawatan pendekatan proses keperawatan, dalam menentukan intervensi keperawatan (Tim Pokja SIKI DPP PPNI. , 2. , melakukan tindakan serta dapat melakukan evaluasi keperawatan pada anak stunting (Tim Pokja SLKI DPP PPNI. , 2. METODE Metode penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga pada An. Hi penderita stunting di kelurahan kisaran kota kecamatan kisaran barat tahun 2024. Subjek dalam studi kasus ini adalah 1 pasien anak penderita stunting. HASIL Identitas dan hasil anamnesa Tabel 1 Identitas dan hasil anemnesa Identitas pasien Nama Umur Jenis kelamin Pendidikan Pekerjaan Orangtua Status Pernikahan Orangtua Status Imunisasi An. 3 tahun Laki-laki Pra sekolah Berdagang Menikah Tidak Lengkap Keluhan utama dan riwayat sakit Tabel 2 Keluhan utama dan riwayat sakit Data fokus An. Keluhan yang Riwayat Anak susah makan berat, badan sulit naik Ibu mengatakan terkadang anak enggan untuk makan dalam porsi yang sedikit, setelah makan biasanya anak cepat merasa kenyang Tahap keluarga Tn. H merupakan tahap IV keluarga dengan anak remaja, hal ini menjadi tantangan bagi keluarga Tn. H dalam mendukung serta memberikan arahan pada anak Nafsu makan menurun, berat mengunyah lemah, cepat kenyang setelah makan An. H mengalami BB dan PB Riwayat dan Tahap Perkembangan Tanda Pemeriksaan Copyright: @ 2025 Authors Data fokus An. yang tidak sesuai dengan usianya yaitu BB:9,5 kg dan TB:80cm dengan status gizi . Pemeriksaan fisik pada bagian Kulit tampak kering, dan mengelupas di sekitar jari tangan dan kaki serta tidak ada bekas luka, turgor baik, tidak ada tandatanda infeksi. Kuku klien pendek dan bersih. CRT < 2 Pada pencernaan klien tidak ada keluhan mual dan muntah, nafsu makan tidak baik, tidak ada alergi Berdasarkan tabel 2 ditemukan keluhan utama Anak Hi makan dengan porsi sedikit,1 sendok makan terdiri dari nasi, ikan teri, terkadang juga tahu dan dengan makanan ringan berupa kerupuk. dari riwayat penyakit terhadap keluarga Tn. H selama ini tidak pernah memiliki riwayat penyakit serius, hanya saja muncul masalah baru yaitu An. yang mengalami gangguan tumbuh kembang. Analisa Data Tabel 3 Analisa Data Data Fokus DS. -Ny. sudah memberi makanan yang An. H tetapi anak kenaikan berat badan - Ny. An. -Ny. Mengatakan anaknya hanya Etiologi Ketidakmampuan Masalah Defisit Nutrisi Data Fokus DO: An. kurus dan kecil anakseusianya Ank sedikit dan 1 terdiri: nasi, ikan terkadang juga dengan makanan -Usia An. H 3 tahun TB: 80 cm -BB: 9,5kg LK: 45,3 DS: -Ny,M mengatakan apa yang terjadi pada tumbuh kembang sehingga bb dan tb anaknya tidak seperti layaknya anak seusianya. Ny. makanan yang klien tetapi anak kenaikan berat badan - Ny. mengatakan anak sulit makan Ny. Mengatakan makanan yang An,Hi anak tidak ada kenaikan berat Etiologi Masalah Ketidakmampuan Keluarga Merawat Anggota Keluarga Sakit Gangguan Tumbuh Kembang DO: - Anak tampak Copyright: @ 2025 Authors Data Fokus anak - TB:80 BB:9,5 LK:45,3 LILA:15,6 Tampak di grafik KMS bahwa BB Ank. Tampak di grafik BB . angat DS. -Ny. mengatakan kulit klien kering Ny. bayi DO: -Kulit kering Tampak garis halus. Etiologi Kurang terpapar Masalah Defisit DO: -tampak terlihat tidak mengetahui diderita An. Hi Keluarga tampak dengan masalah Berdasarkan tabel 3 dari hasil analisa data ditemukan 4 diagnosa keperawatan yaitu Defisit nutrisi B/d ketidakmampuan Nutrisi, badanmenurun minimal 10% di bawah rentang ideal (D. Gangguan tumbuh kembang b/d defiensi stimulus d/d pertumbuhan fisik terganggu, nafsu makan menurun (D. Gangguan integritas kulit/jaringan b/d . elebihan/kekuranga. d/d kerusakan jaringan/lapisan kulit (D. Defisit pengetahuan b/d kurang terpapar informasi d/d menanyakan masalah yang dihadapi (D. (Tim Pokja SDKI DPP PPNI. , 2. Diagnosa keperawatan Pada responden mempunyai masalah prioritas yaitu defisit nutrisi B/d ketidakmampuan mengasorbsi Nutrisi,d/d berat badan menurun minimal 10% di bawah rentang ideal (D. Intervensi keperawatan Pada responden dilakukan intervensi nanajemen nutrisi dengan cara identifikasi kasus nutrisi, identifikasi alergi dan toleran makanan, identifikasi makanan yang disukai, identifikasi kebutuhan kalori dan jenis nutrient, identifikasi perlunya penggunaan selang nasogastric, monitor asupan makanan, monitor berat badan dan monitor hasil pemeriksaan laboratorium. dilanjutkan secara terapeutik dengan melakukan Oral Hygiene sebelum makan, fasilitasi menentukan pedoman diet, sajikan makanan secara menarik dan suhu yang sesuai, berikan makanan tinggi serat untuk mencegah konstipasi, berikan makanan tinggi kalori dan tinggi protein, berikan suplemen makanan jika perlu, hentikan nasogastric, jika asupan oral dapat ditoleransi, edukasi dengan anjurkan posisi duduk jika mampu, ajarkan diet yang Implementasi Tindakan keperawatan yang di lakukan kepada responden merupakan tindakan yang mampu untuk penanganan pada pasien dengan masalah defisit nutrisi dengan mengidentifikasi status nutisi dengan cara memberi pengetahuan tentang Copyright: @ 2025 Authors pilihan makanan yang sehat misalnya kacangkacangan, bayam, jagung, tahu, tempe, ikan. mengidentifikasi faktor alergi dan intoleransi makanan misal faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya masalah pencernaan yang terjadi setelah makan makanan tertentu. mengidentifikasi makanan yang disukai anak Hi. Evaluasi Diperoleh hasil selama 6 hari di lakukan intervensi keperawatan masalah defisit nutrisi sudah teratasi dan intervensi pun dihentikan dibuktikan anak Hi tampak mau makan buah, dan mau minum air susu kedelai, tampak perubahan peningkatan sebanyak 2 kg. PEMBAHASAN Dari hasil pengkajian pada An. Hi usia 3 tahun, keluhan utama yaitu Anak susah makan berat, badan sulit naik serta data objektif didapatkan TB: 80 cm -BB: 9,5kg. Hal ini masuk dalam rentang -2 SD hingga 3SD masuk dalam kategori kurus. Panjang badan/tinggi badan 80 cm masuk dalam rentang -2 SD hingga -3 SD masuk dalam kategori pendek. An. Hi termasuk usia pra sekolah yang mengalami stunting, dengan kondisi orangtua bekerja berdagang dan ekonomi keluarga menengah kebawah, ibu berstatus ibu rumah tangga namun sering membantu suami bekerja, orangtua juga menyampaikan tidak pasti akan imunisasi yang diberikan pada anaknya lengkap atau Hal tersebut dapat mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan pada Sebagian besar anak-anak yang stunting berusia antara 12 dan 23 bulan, yang seringkali merupakan anak pra sekolah. Usia ibu, yang diklasifikasikan sebagai risiko rendah, lebih dimiliki daripada usia berisiko lebih tinggi. Sebagian besar pendapatan rendah adalah dari ibu yang melumpuhkan anak di antara proporsi ibu yang tidak bekerja atau yang anaknya memiliki jumlah yang Menurut (Anggaraeningsih. , & Yulianti, 2. , usia 0-59 adalah usia di mana kondisi gizi yang diperlukan untuk tubuh/jaringan ditumbuhkan dan dikembangkan. Nutrisi adalah bagian penting dari pertumbuhan dan perkembangan anak kecil. Jika tidak dipenuhi dengan benar, salah satu masalah yang muncul pada anak kecil adalah cacat. Menurut hasil (Nugroho. Sasongko, , & Kristiawan, 2. , salah satu hal mengejutkan yang dialami oleh balita dan anak kecil adalah faktor dalam pengetahuan mereka tentang orang tua dan ibu, sejarah BBLR, dan lingkungan anak. Menurut keperawatan (Tim Pokja SDKI DPP PPNI. , kekurangan gizi memiliki definisi asupan gizi yang tidak memadai untuk menutupi persyaratan metabolisme dan mengurangi nafsu makan. Perawatan yang diterapkan oleh penulis termasuk penilaian alergi makanan, status gizi, pemantauan asupan makanan, makan asupan makanan dengan serat tinggi untuk menghindari sembelit, menyediakan makanan yang sangat californate dan kaya protein, dan mempromosikan makanan tambahan dalam bentuk camilan tinggi protein. Hasil bahwa mereka mendukung penyediaan makanan tambahan (PMT) dan saran yang efektif untuk mendukung pengurangan Temuan ini ditingkatkan dengan percobaan yang dilakukan oleh (Rahmawati NF. Fajar NA, 2. dan menunjukkan perubahan status gizi setelah pemberian PMT pada anak kecil ke berat badan normal 93,8%. Selain itu, ada perbedaan yang signifikan dalam status gizi berdasarkan berat dan ukuran sebelum dan sesudah menerima PMT dengan nilai nilai p 0. Perbedaan Copyright: @ 2025 Authors dalam status gizi pada anak kecil terlihat berdasarkan indeks antropometrik BB/U dan Dan TB/U sebelum dan sesudah menerima PMT. Ini konsisten dengan temuan penelitian yang ada (Nurhayati, 2. Setelah enam hari langkah-langkah menerima hasil bahwa gangguan gizi dalam masalah keperawatan diselesaikan dengan menggunakan intervensi yang direncanakan. Masalah keperawatan ini ditandai dengan peningkatan status gizi dengan standar. Nafsu makan yang meningkatkan di mana anak mulai meningkatkan dan meningkatkan tubuh ketika anak memiliki berat menjadi 11,5 kg (Tim Pokja SLKI DPP PPNI. , 2. KESIMPULAN DAN SARAN Masalah utama yang muncul pada An. Hi dengan masalah defisit nutirisi telah di lakukan 6x24 jam implementasi ke perawatan keluarga di dapat hasil peningkatan berat badan dan nafsu makan. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan deskriptif, peneliti yang akan datang dapat mengembangkan desain penelitian misalnya studi kualitatif dan menambahkan faktor resiko stunting lainnya. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis ucapkan terimakasih kepada Keluarga An. Hi. Perangkat Desa Kelurahan Kisaran Kota Kecamatan Kisaran dan institusi yang telah mendukung penelitian ini, semoga studi kasus ini membawa manfaat bagi kita semua dan membantu mengembangkan ilmu DAFTAR PUSTAKA