TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 152-164 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Media Lentera Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPAS Siswa Kelas IV Ellayati Rafsanjani A*. Lovika Ardana Riswari A. Rihayati 3 1,2 PPG PGSD Universitas Muria Kudus 3 SD 4 Bulungcangkring *Email Korespondensi : ellayatir@gmail. Info Artikel Diterima : 31 Mei 2025 Direvisi : 10 Juni 2025 Diterbitkan : 29 Juni 2025 Kata Kunci: Problem Based Learning. Media LENTERA. Pemahaman Konsep Cara merujuk artikel ini: Rafsanjani. , dkk. Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Media Lentera untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPAS Siswa Kelas IV, 5 . , h. Abstrak Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman konsep IPAS pada materi "Aku dan Kebutuhanku" melalui model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media LENTERA (Lemari Interakti. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus di kelas IV SD 4 Bulungcangkring yang berjumlah 40 siswa. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam partisipasi aktif dan pemahaman konsep setelah penerapan metode PBL dan media LENTERA. Rata-rata pemahaman siswa meningkat dari 56% pada pra-siklus menjadi 62,5% pada siklus I, dan 82% pada siklus II, menunjukkan kenaikan sebesar 26%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model PBL berbantu media konkret yang interaktif sangat bermanfaat dan terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif serta menambah pemahaman siswa terhadap materi IPAS. Abstract This study aims to improve studentsAo conceptual understanding of IPAS in the topic "Aku dan Kebutuhanku" through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model supported by LENTERA (Interactive Cabine. The research was conducted as a two-cycle Classroom Action Research (CAR) in the fourth-grade class of SD 4 Bulungcangkring, involving 40 students. The results showed a significant increase in active participation and conceptual understanding after the implementation of the PBL method and LENTERA media. The average level of student understanding increased from 56% in the pre-cycle to 62. 5% in the first cycle, and 82% in the second cycle, indicating a 26% improvement. The conclusion of this study is that the implementation of the PBL model supported by concrete and interactive media is highly beneficial and has proven to be effective in enhancing studentsAo active engagement and improving their understanding of IPAS content. Keywords: Problem Based Learning. LENTERA media. Conceptual PENDAHULUAN Pelajaran IPAS merupakan salah satu mata pelajaran yang dapat meningkatkan sikap kerjasama. Pembelajaran IPAS melibatkan siswa dalam mengeksplorasi pendekatan ilmiah untuk mencapai tujuan yang telah di tentukan (Rofiq, 2. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di tingkat sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 152-164 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals solutif pada siswa. Kurikulum Merdeka mendorong siswa untuk aktif membangun pengetahuan melalui pengalaman nyata dan kerja kolaboratif. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran IPAS di kelas IV SD 4 Bulungcangkring belum mencapai hasil yang optimal. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, ditemukan bahwa sebagian besar siswa menunjukkan partisipasi yang rendah selama proses pembelajaran. Guru masih mendominasi kelas dengan metode ceramah satu arah, sehingga siswa cenderung pasif dan kurang terlibat secara aktif dalam kegiatan belajar. Selain itu, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar kebutuhan primer dan sekunder, yang merupakan materi "Aku Kebutuhanku". Hal ini diperkuat oleh data hasil pretest yang menunjukkan bahwa hanya 56% siswa yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), sementara sisanya belum mencapai standar kompetensi yang ditetapkan. Rendahnya capaian tersebut mengindikasikan adanya ketimpangan antara tujuan kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran aktif, kontekstual, dan kolaboratif, dengan berlangsung di kelas. Kondisi ini menegaskan perlunya penerapan model pembelajaran inovatif yang mampu menghadirkan aktivitas nyata dan media meningkatkan kualitas pembelajaran serta pemahaman konseptual siswa secara Menurut Luritawaty dalam (Salamah, 2. salah faktor yang menyebabkan rendahnya pemahaman konsep adalah siswa tidak memperhatikan penjelasan guru, menyatakan bahwa kemampuan yang paling pokok yang harus dimiliki oleh siswa adalah kemampuan pemahaman Hal tersebut juga sependapat penelitian (Apriliyana,2. menyatakan bahwa bukti keberhasilan siswa dalam memahami pelajaran adalah dengan cara memahami konsep, ini merupakan suatu keterampilan siswa dalam penguasaan memahami konsep pada Menurut Wahyuni dan Lestari . , siswa sekolah dasar lebih mudah langsung dengan pengalaman nyata melalui media visual interaktif. Oleh karena itu, rencana pemecahan masalah dalam penelitian ini adalah dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media LENTERA (Lemari Interakti. Model PBL dipilih karena terbukti efektif meningkatkan keterlibatan kolaboratif (Joyce. Weil, & Calhoun, 2. Sementara LENTERA diharapkan dapat menghadirkan pengalaman multisensori yang mendukung pembelajaran aktif dan bermakna. Berbagai penelitian sebelumnya telah pembelajaran berbasis masalah untuk Handayani & Nuraini . menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan Penelitian oleh Jihanifa. Sumaji, & Riswari . membuktikan bahwa PBL berbasis STEAM efektif dalam meningkatkan Sementara itu. Salamah et al. berhasil meningkatkan pemahaman konsep melalui model role playing berbantuan media Magic Book, dan Kusumawati & Suryani . menegaskan pembelajaran IPAS. Namun demikian, mayoritas penelitian tersebut belum menggabungkan model PBL dengan media pembelajaran visual konkret yang secara spesifik dirancang untuk materi kebutuhan manusia pada IPAS. Penelitian ini menghadirkan inovasi dengan mengintegrasikan model Problem Based Learning This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 152-164 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals LENTERA (Lemari Interakti. Media ini memvisualisasikan konsep kebutuhan primer dan sekunder melalui benda konkret dan gambar klasifikasi dalam bentuk lemari, sesuai dengan gaya belajar dominan siswa SD yang bersifat visual dan kinestetik. Keunggulan penelitian ini dibandingkan studi sebelumnya adalah fokus pada konteks pembelajaran IPAS kelas IV yang selama ini kurang mendapatkan perhatian dalam integrasi model PBL dan media konkret visual, serta adanya desain media yang responsif terhadap preferensi belajar siswa berdasarkan hasil diagnosis awal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kondisi awal pemahaman konsep IPAS siswa sebelum penerapan tindakan, mengkaji efektivitas penerapan model Problem Based Learning berbantuan media LENTERA dalam meningkatkan pemahaman konsep materi "Aku dan Kebutuhanku", keterampilan guru dalam merancang dan Problem Based Learning. Dengan pendekatan ini, diharapkan tidak hanya meningkatkan pencapaian akademik siswa, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kolaboratif, dan pemecahan masalah yang menjadi tujuan utama pembelajaran abad ke-21 (Nasution, 2. Solusi untuk me. ngatasi pe. dalam prose. s pe. lajaran adalah de. lajaran yang dapat me. mampuan pe. cahan masalah siswa rta me. mhaman konse. p salah satunya adalah l pe. lajaran be. rbasis masalah l Proble. Base. Le. (Jihanifa,2. Se. ntara itu, me. lajaran se. rti LE. NTE. RA be. untuk me. nghadirkan me. dia ajar dalam ntuk visual konkre. t yang me. Variabel penelitian ini meliputi: Pemahaman Konsep, yang diukur melalui indikator menjelaskan sesuai kategori pemahaman menurut Bloom . alam Yani, 2. Model Problem Based Learning, diimplementasikan berdasarkan sintaks lima tahap menurut Ibrahim . alam Suprihatiningrum, 2. serta Media LENTERA, yang dikembangkan untuk Dengan mengintegrasikan model Problem Based Learning dan media LENTERA, penelitian pembelajaran IPAS yang lebih efektif dan menyenangkan di sekolah dasar. METODE PENELITIAN Pe. litian ini me. rupakan Pe. Tindakan Ke. las (PTK) yang dilakukan langsung ole. h pe. liti yang be. bagai pe. ngajar dan obse. Pe. dilakukan dalam dua siklus se. Adapun jadwal laksanaan pe. rbaikan pe. lajaran IPAS ngan mate. ri pokok Kebutuhanku adalah pada siklus I dilaksanakan tanggal 6,12,13 maret 2025 sementara pada siklus II dilaksanakan pada tanggal 17,19,20 maret Pe. litian dilaksankan di ke. las IV SDN 4 Bulungcangkring. Ke. Je. Kabupate. n Kudus. Propinsi Jawa Te. ngah pada se. r ge. nap tahun lajaran 2024/2025. Subje. k pe. adalah siswa ke. las IV SDN 04 Bulungcangkring se. banyak 40 siswa, te. atas 16 siswa laki-laki dan 24 siswi Te. knik pe. ngambilan sampe. nggunakan te. knik total sampling, yaitu luruh siswa ke. las IV dijadikan subje. Be. rdasarkan obse. rvasi awal, mukan bahwa siswa me. miliki tingkat aktifan yang baik te. tapi masih re. dalam ke. rlibatan be. rpikir kritis dan mahaman konse. ptual, se. jalan de. ristik pe. mbangan kognitif usia 9Ae 10 tahun me. nurut Piage. alam Suprijono. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 152-164 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals Tujuan pe. litian ini adalah untuk ningkatkan pe. mahaman konse. p IPAS lalui pe. rapan mode. l Proble. m Base. Le. arning (PBL) be. rbantuan me. dia LE. NTE. (Le. mari Inte. Pe. litian Tindakan Ke. las (PTK) ini me. nggunakan mode. Ke. mmis dan Mc Taggart yang me. mpat tahapan utama yang dilaksanakan cara siklus (Arikunto, 2. bahwa pe. litian ini me. lalui e. mpat tahap ngamatan dan re. Adapun alur litian yang digunakan dapat dilihat dalam gambar be. Gambar 1. Skema Alur PTK Kemmis dan Mc. Tanggart (Wulan,2. Te. knik pe. ngumpulan data dilakukan lalui kombinasi me. s dan non-te. Te. butuhan manusia me. lalui soal pilihan ganda pada Bab 7 aku dan ke. Se. ntara itu, te. knik non-te. s me. rvasi aktivitas siswa de. ngan le. rvasi te. rstruktur, wawancara se. rstruktur untuk me. ndapatkan informasi ktif dari siswa te. ntang pe. dia LE. NTE. RA, se. rta dokume. rupa foto dan catatan ke. Me. Mile. Hube. , kombinasi te. kuantitatif dan kualitatif ini pe. nting untuk na yang dite. Ole. h kare. na itu data yang dipe. h dianalisis me. knik de. skriptif kualitatif dan kuantitatif. data kualitatif dipe. h dari informasi ntuk kalimat yang me. gambaran te. ntang suasanan pe. IPAS materi Aku dan Kebutuhanku yang di observasi,wawancara, dan doumentasi. Data ini be. rupa le. mbar obse. rvasi aktivitas guru, le. mbar obse. rvasi aktivitas siswa, wawancara pada be. rapa siswa dan guru rta dokume. Se. dangkan data kuantitatif dipe. h untuk me. nilai te. s, de. ngan me. mbandingkan rata-rata tuntasan siswa se. lum tindakan, se. siklus I, dan se. lah siklus II. Rumus tuntasan klasikal digunakan untuk nilai pe. rhasilan siswa ncapai Krite. ria Ke. rcapaian Tujuan Pe. lajaran (KKTP). Untuk data non-te. digunakan analisis mode. l inte. raktif yang liputi re. duksi data, pe. nyajian data, dan rifikasi (Mile. s & Hube. rman, 2. Validitas data dipe. rkuat me. lalui triangulasi knik, yakni me. mbandingkan hasil te. rvasi, dan wawancara. Rancangan tindakan dilakukan dalam dua siklus. Siklus I me. mfokuskan pada rapan awal mode. l Proble. m Base. Le. arning be. rbantu me. dia LE. NTE. RA, ntara siklus II dilakukan se. mpurnaan strate. gi pe. Se. tiap siklus te. rdiri dari tiga kali muan, me. ngikuti sintaks PBL: ntasi pada masalah, me. mbangkan dan me. nyajikan hasil, rta me. nganalisis prose. s be. lajar (Joyce. We. il, & Calhoun, 2. Me. dia LE. NTE. dioptimalkan dalam se. tiap aktivitas klasifikasi ke. butuhan manusia untuk rkuat pe. mahaman konse. p siswa cara aktif dan me. Pe. ini, diharapkan de. ngan me. kombinasi dmode. l Proble. m Base. d Le. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 152-164 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals dan me. dia LE. NTE. RA dapat me. mahaman konse. p siswa ke. IV pada mate. ri IPAS bab 7 mate. ri Aku dan Ke. Me. nurut Riswari . skor pe. mahaman konse. p IPAS dapat dihitung de. ngan rumus: Ke. Px = Pe. tuntasan pe. p siswa x = Jumlah skor pe. mahaman konse. n = Jumlah siswa Tabel 1. Kriteria Pemahaman Konsep Persentase Kriteria Pemahaman Pemahama Konsep IPAS Konsep 91 Ae 100 Sangat Baik / Sangat Tuntas 81 Ae 90 Baik / Tuntas 71 Ae 80 Cukup / Hampir Tuntas 61 Ae 70 Kurang / Be. lum Tuntas O 60 Sangat Kurang / Tidak Tuntas (Riswari, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Be. rdasarkan data yang dipe. lalui obse. rvasi, wawancara dan te. rhadap pe. rapan mode. l proble. m base. arning be. rbantuan me. dia LE. NTE. mari inte. pada pe. lajaran IPAS bab ke. butuhan di ke. las IV SD 4 Bulungcangkring. Prose. dur pe. litian yang dilaksanakan te. rdiri atas 2 siklus de. nam pe. Di awal se. tiap siklus guru dan pe. liti te. lah me. lakukan pe. lajaran de. ngan me. nggunakan mode. m base. d le. arning be. rbantuan me. LE. NTE. Pada laksanaannya, me. dia LE. NTE. RA . digunakan se. bagai me. raktif yang dise. suaikan de. ngan sintak m base. d le. Nasution . Gambar 2. Media LENTERA . emari Interakti. Pe. dilaksanakan pada ke. las IV di SD 4 Bulungcangkring pe. litian ini difokuskan pada pe. mahaman konse. p be. lajar IPAS bab rapkan mode. l Proble. m Base. d Le. rbantu me. dia LE. NTE. RA. Pada tahap awal akan dilaksanakan ke. giatan pra siklus untuk me. lakukan ide. ntifikasi masalah. Se. lanjutnya dilakukan tindakan ke. ngan me. lalui siklus I dan siklus II de. masing-masing me. lalui e. mpat tahap yang rdiri atas pe. ncanaan, pe. ngamatan, dan re. Pra Siklus Tahap pra siklus me. rupakan tahap awal untuk me. lakukan ide. ntifikasi masalah ngan me. ncari pe. bab re. mahaman konse. p be. lajar IPAS pada siswa ke. las IV. Ide. ntifikasi masalah pada tahap pra siklus ini dipe. h hasil bahwa rmasalahan yang dihadapi ole. h siswa las IV adalah re. ndahnya ke. mahaman konse. p IPAS pada siswa. Pe. rmasalahan lainnya adalah siswa kurang aktif dan kurang antusias pada saat lajaran be. Be. informasi te. but, ke. mudian dilakukan wawancara de. ngan wali ke. las dan siswa untuk me. tahui minat dan me. lajar yang disukai dalam pe. Be. rdasarkan angke. t diagnostik dipe. hasil 90% siswa me. nyukai me. yang interaktif. Saat wawancara dengan This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 152-164 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals siswa. Achsan Ghoni Attaqi salah satu pendapat siswa kelas 4 tentang penggunaan model Problem Based Learning berbantu medi LENTERA me. nyatakan bahwa Au saya suka dengan pengguanaan model PBL dan media Lemari Interaktif dalam pembelajaran IPAS kali ini karena saya bisa melihat langsung gambar kebutuhan manusia secara langsung serta saya bisa bekerjasama dengan teman-teman sehingga belajar menjadi lebih aktif serta menyenangkan, selain itu saya jadi lebih mudah mengingat materi pembelajaran karena bnetuknya bisa dilihat . Ay Tidak itu, be. diagnostik juga me. nunjukkan bahwa siswa las IV me. miliki be. ragam gaya be. yaitu me. liputi 75% visual, 20% kine. dan 5% audio. Informasi lain te. rkait banyak siswa yang tidak me. nyukai IPAS adalah nakan mate. rinya yang banyak dan ks se. hingga me. mbuat siswa ce. rasa je. nuh dan susah untuk dipahami. Hal ini dikare. nakan banyaknya istilah asing yang me. mbuat siswa ke. sulitan me. dan juga kare. na me. dia pe. kuarang inte. (Nurdiana, 2. Gambar 3. Persentase Ketuntasan Kemampuan Pemahaman Konsep IPAS Pra Siklus Be. rdasarkan analisis nilai ulangan harian yang dike. rjakan ole. h siswa ke. las IV h informasi bahwa nilai IPAS siswa masih te. rgolong re. Data dari nilai ulangan dite. mukan bahwa te. siswa yang tuntas dan 17 siswa yang be. tuntas atau jika diprose. kan yaitu siswa 56% yang sudah tuntas KKTP dan te. 44% siswa yang be. lum tuntas, hal ini te. blajaran yang diharapkan. Hasil wawancara de. ngan wali ke. las, pe. ndahnya nilai hasil be. lajar IPAS ini adalah siswa ke. sulitan me. mahami konse. p mate. dalam mata pe. lajaran IPAS se. rta kurang rmotivasi saat be. lajar se. hingga saat lajaran masih banyak siswa yang rbicara dan ce. rung tidak te. ngan mate. ri yang dibe. rikan, se. lain itu juga kurang me. nunjukkan pe. rhatian se. rlibatan dalam be. Ole. h kare. na ini rlu dilaksanakan tindakan siklus I ngan pe. rapan mode. l pe. yang me. libatkan siswa se. cara aktif untuk rpikir kritis, salah satunya adalah mode. Proble. m Base. d le. Hal ini be. mahaman konse. p IPAS pada siswa ke. IV. Siklus I Tahap Pe. Pada tahap pe. ncanaan yang mulai dilaksankana adalah de. ngan me. rangkat pe. lajaran se. rti modul ajar. Le. mbar Ke. rja Pe. rta Didik (LKPD), n e. valuasi, se. rta le. mbar obse. aktivitas siswa dan guru. Re. lajaran disusun agar me. langkah-langkah sintak pada mode. l Proble. Base. d Le. arning, yakni pe. rian masalah kstual, inve. stigasi ole. h siswa, diskusi lompok, pre. ntasi hasil pe. mikiran, dan Mate. ri pe. lajaran dirancang agar re. van de. ngan ke. hidupan nyata siswa, misalnya ke. butuhan se. hari-hari rti makanan, pakaian, dan alat tulis. Pe. nilaian difokuskan pada tujuh indikator mahaman konse. p IPAS, te. mampuan me. nyatakan ulang konse. Tahap Pe. Pada tahap pe. laksanaan pada siklus I dilaksanakan se. banyak 3 pe. muan pada This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 152-164 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals tanggal 6,12,13 Mare. t 2025 de. ngan mate. IPAS pada Bab Aku dan Ke. butuhanku topik AuBagiamana Me. ndapatkan Se. mua Ke. KitaAy. Se. lama pe. laksanaan tindakan pe. rtindak se. bagai pe. ngajar dan obse. rsama de. ngan te. man se. jawat yang te. Ke. giatan pe. lajaran dimulai kstual be. rupa ce. rita atau situasi nyata ntang ke. butuhan hidup. Siswa dibagi ke. dalam 8 ke. lompok yang te. rdiri dari 5 siswa untuk be. rdiskusi dan me. mahaman konse. Guru be. bagai fasilitator yang me. mbimbing prose. rpikir kritis siswa. Se. lama prose. rlangsung, tampak bahwa be. siswa mampu me. nyampaikan ide. aktif, te. tapi se. bagian lainnya masih te. pasif atau bingung dalam me. p abstrak yang disampaikan se. lisan tanpa bantuan visual. Me. mikian, diskusi ke. lompok te. tap be. ngan baik dan mampu me. rasa ingin tahu siswa. Tahap Obse. Tahap pe. ngamatan ini dilakukan saat laksanaan pe. lajaran di ke. las dan juga mahaman konse. p IPAS. Me. lalui ke. rvasi ini juga Hasil yang dipe. siswa dalam pe. lajaran me. l PBL ini dapa dilihat pada tabe. rikut ini. Tabel 2. Nilai Hasil Evaluasi Pemahaman Konsep IPAS pada Siklus I Kategori Nilai Nilai te. Nilai Te. Rata-Rata Jumlah Siswa Tuntas Jumlah Siswa Be. Tuntas % Tuntas % Be. lum Tuntas Pada tahap obse. rvasi me. bahwa aktivitas siswa se. lama pe. pra-siklus, walaupun ke. rlibatan be. lum me. Be. rapa siswa masih me. ngalami ke. dalam me. nyampaikan pe. ndapat atau mahami pe. rmasalahan yang disajikan. Be. rdasarkan hasil te. s pada akhir siklus I, rlihat adanya pe. ningkatan rata-rata mahaman konse. p siswa dari 56% njadi 62,5%. Pe. lajar siswa juga me. ningkat dari 23 siswa . %) pada pra-siklus me. njadi 25 siswa . ,5%) yang tuntas pada siklus I. Me. nilai te. rtinggi me. ncapai 90 namun nilai ndah masih ada yang me. Se. ntara siswa yang tuntas be. siswa akan te. tapi siswa yang be. lum tuntas juga masih banyak yakni be. Tahap Re. Dalam me. ntukan ke. lajar siswa, se. orang guru pe. lakukan ke. giatan pe. lajaran te. Untuk me. mastikan pe. mik dan pe. mbangan pribadi siswa, sangat pe. nting bagi guru untuk rlibat dalam ke. giatan pe. lajaran yang suaikan de. ngan ke. butuhan individu (Le. Be. rdasarkan hasil pe. laksanaan dan rvasi pada siklus I, dapat disimpulkan bahwa pe. rapan mode. l Proble. m Base. Le. arning (PBL) mulai me. nunjukkan dampak positif te. rhadap pe. ningkatan aktivitas dan lajaran IPAS. Hal ini te. rlihat dari me. partisipasi be. rapa siswa dalam diskusi lompok dan adanya rasa ingin tahu yang Se. lain itu, rata-rata nilai mahaman konse. p siswa juga me. ningkatan dari kondisi pra-siklus, se. tuntasan be. lajar naik me. 62,5% . ari se. lumnya 56%). Namun, hasil but be. lum se. nuhnya optimal kare. masih te. rdapat 17 siswa . %) yang be. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 152-164 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals ncapai ke. tuntasan, dan nilai te. masih be. rada pada angka 55. Dari data hasil rvasi juga me. nunjukkan bahwa rlibatan siswa masih be. lum me. rutama kare. na se. bagian siswa masih pasif dan ke. sulitan dalam me. mahami konse. abstrak yang disampaikan hanya se. lisan tanpa dukungan visual atau me. t, ole. h kare. na itu masih pe. dilaksanakan upaya pe. rbaikan me. rnatif tindakan pada siklus II de. nambahkan me. dia inte. raktif LE. NTE. yang dikombinasikan de. ngan mode. Proble. m Base. d Le. Siklus II Tahap Pe. Pe. ncanaan pe. lajaran dilakukan ngan me. mpurnakan pe. rangkat ajar dari siklus se. lumnya dan me. nario pe. lajaran yang te. ngan pe. nggunaan me. dia Le. Guru nyusun LKPD yang me. n inte. raktif di dalam Le. Me. dia ini be. risi gambar, be. nda nyata, dan informasi yang diklasifikasikan se. ngan konse. p jual be. li, ke. butuhan pokok, dan pe. Tujuannya adalah agar siswa tidak hanya be. rdiskusi se. abstrak, te. tapi juga dapat me. lihat dan ntuh me. dia pe. lajaran yang las konse. Tahap Pe. Pada tahap pe. laksanaan dalam siklus II dilaksanakan pada tanggal 17,19, 20 Mare. lajaran IPAS masih me. l Proble. m Base. d Le. arning (PBL), namun ngan pe. nambahan me. dia LE. NTE. (Le. mari Inte. bagai alat bantu me. Mate. ri yang dibahas pada siklus ini adalah submate. ri "Ke. giatan Jual Be. li se. bagai Salah Satu Cara Pe. Ke. butuhan Manusia". Pe. nambahan me. dia ini dirancang untuk me. ngatasi ke. pada siklus I, yaitu kurangnya visualisasi t dalam me. mahami konse. Se. laksanaan, pe. lajaran be. bih hidup dan inte. Guru ke. mulai de. ngan pe. rian masalah kstual yang be. rkaitan de. giatan jual be. Siswa ke. mudian diajak rja dalam ke. lompok untuk me. manfaatan me. dia Le. Me. ngamati isi dari le. mari inte. nda-be. ndiskusikan prose. s jual be. li yang van de. ngan ke. hidupan me. Me. Le. ra te. rbukti sangat me. mbantu siswa yang se. lumnya pasif me. njadi le. bih aktif na me. ka dapat me. mahami mate. cara langsung me. lalui me. dia konkre. yang inte. Tahap Obse. Ke. giatan obse. rvasi dilakukan untuk nganalisis data te. s hasil e. valuasi siswa pada siklus II yaitu se. bagai be. Tabel 3. Nilai Hasil Evaluasi Pemahaman Konsep IPAS pada Siklus II Kategori Nilai Nilai Te. Nilai Te. Rata-Rata Jumlah SiswaTuntas Jumlah Siswa Be. Tuntas %Tuntas % Be. lum Tuntas Pada tahap obse. rvasi guru me. dari hasil obse. rvasi bahwa adanya ningkatan signifikan dalam ke. siswa se. lama pe. Siswa te. bih antusias, aktif be. rdiskusi, dan le. Ke. dibandingkan de. ngan siklus I, hasil tuntasan be. lajar dari 62,5% me. njadi 82%, atau se. tara de. ngan 33 siswa dari total 40 yang te. lah me. ncapai Krite. ria Ke. Tujuan Pe. lajaran (KKTP). Pada Siklus II ini je. las me. ngalami ke. naikan yang This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 152-164 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals signifikan bahkan ada siswa yang h nilai te. rtinggi se. mpurna yakni 100 me. skipun masih ada nilai te. yang me. ndapatkan nilai 65. Hasil yang positif pada siklus II yang mana jumlah siswa yang tuntas sangat signifikan yakni 33 siswa se. ntara siswa yang nilainya lum tuntas jauh me. nurun hanya banyak 7 siswa. individual, atau pe. nugasan re. dial yang rsifat aplikatif dan me. Be. rdasarkan hasil te. s e. valuasi pada pra siklus, siklus I, siklus II maka dipe. tuntasan hasil pe. p IPAS pada bab Ke. h hasil le. bih rinci se. suai de. indikator Pe. mahaman Konse. p me. Apriliyana . yang me. Tahap Re. Be. rdasarkan hasil pe. laksanaan dan rvasi pada Siklus II, te. rlihat adanya ningkatan signifikan dalam pe. p IPAS se. rta ke. rlibatan aktif siswa lama prose. s pe. Pe. dia LE. NTE. RA (Le. mari Inte. bagai alat bantu visual dan konkre. rbukti e. ktif dalam me. ngatasi ke. yang dite. mukan pada Siklus I, yaitu minimnya visualisasi dan ke. siswa yang be. lum me. Siswa yang lumnya pasif me. njadi le. bih aktif saat dapat be. raksi langsung de. ngan be. nyata yang te. dia dalam Le. Prose. ngamatan, pe. lompokan, dan diskusi nai ke. butuhan dan ke. giatan jual be. njadi le. bih be. rmakna kare. na be. ngalaman langsung. Ke. giatan ini juga ndorong pe. ningkatan ke. rpikir kritis, kolaboratif, dan komunikasi Se. cara kuantitatif, ke. tuntasan be. ningkat dari 62,5% (Siklus I) me. 82% (Siklus II), de. ngan rata-rata nilai ke. naik dari 64 me. njadi 82,5. Nilai te. ncapai 100, se. ntara nilai te. juga me. ngalami pe. ningkatan me. ibanding 55 pada Siklus I). Jumlah siswa yang me. ncapai ke. tuntasan me. njadi 33 siswa, se. ntara yang be. tuntas me. nurun drastis me. njadi hanya 7 De. ngan capaian ini, tindakan lajaran pada Siklus II dapat dianggap rhasil, me. skipun re. ksi ke. pan te. dibutuhkan untuk me. mbantu be. siswa yang be. lum tuntas. Langkah tindak lanjut dapat be. rupa pe. tambahan, pe. nguatan konse. p se. Tabel 4. Ketuntasan Hasil Indikator Keamampuan Pemahaman Konsep IPAS Siswa Kelas IV Indikator Siklus (Persentas. Kemampuan Pra Siklus Siklus Pemahaman Siklu Konsep IPAS Me. 60% 67,5% ulang se. Me. ngklasifikasik 57,5% 65% 87,5% an obje. nurut sifatsifat te. suai de. Me. ri contoh dan bukan contoh dari buah konse. Me. p, dalam rbagai be. p IPAS Me. mbangka 52,5% 62,5% n syarat pe. dari suatu Me. 77,5% dan juga Me. 52,5% 57,5% n konse. p IPAS dan pe. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 152-164 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals Total Rata-rata 62,5% Dari data tabe. l diatas dapat dilihat p siswa be. rdasarkan hasil te. s de. rjakan soal yang dibe. rikan pada pra siklus, siklus I, dan siklus II. Pe. ningkatan ini tampak pada se. luruh indikator, rata-rata nguasaan indikator pe. mahaman konse. juga me. ngalami ke. naikan yang se. pada tahap pra siklus masih re. ndah yakni 56 % be. rubah me. njadi 62,5% pada siklus I, bahkan me. njadi naik 82% pada siklus II. Indikator Aume. nyatakan ulang konse. pAy ncapai 90%, dan indikator lain se. Aume. ngklasifikasikan obje. kAy . ,5%) se. Aume. pAy . %) nunjukkan ke. majuan nyata. Bahkan indikator yang se. lumnya re. ndah, se. Aume. IPASAy, ningkat me. njadi 75% pada siklus II untuk le. bih je. lasnya dapat dilihat pada gambar grafik be. Gambar 4. Diagram Pemahaman Konsep IPAS Pra Siklus. Siklus I. Siklus II Se. ntara itu, ke. rhasilan tindakan dalam pe. litian ini dapat dilihat pada Tabe. Be. rdasarkan Tabe. l 5 dan diagram Gambar rbandingan rata-rata skor siswa antara pra siklus, siklus 1 dan siklus 2 me. Tabel 5. Data Keberhasilan Tindakan Keberhasilan Tindakan Pemahaman Ket Tindakan Konsep Siswa (%) >81% Pra Siklus Sangat Kurang Siklus I 62,5% Kurang Siklus II Baik Pada kondisi awal . , mahaman konse. p IPAS siswa te. rata-rata nya se. sar 56 %. Hal ini nunjukkan bahwa mayoritas siswa lum me. ncapai ke. tuntasan yang te. Se. lajaran de. ngan mode. l Proble. m Base. Le. arning pada siklus I te. rjadi pe. Rata-rata pe. mahaman konse. p IPAS siswa di las IV me. ningkat me. njadi 62,5%. Hal ini mbangan, namun be. lum signifikan dan me. ncapai targe. t yang te. lah dite. Re. ksi pada siklus 1 me. rapa alte. rnatif pe. rbaikan te. pada hal pe. rian instruksi, me. motivasi siswa dan me. las instruksi pada mode. l Proble. m Base. d Le. arning yang ditambahkan de. ngan bantuan me. LE. NTE. RA (Le. mari Inte. , se. pada siklus II hasil yang didapatkan le. Rata-rata pe. mahaman konse. IPAS siswa me. ncapai me. njadi 82% yang rmasuk ke. dalam kate. gori baik atau Maka capaian yang dipe. h pada siklus II te. but sudah me. nuhi hasil yang diharapkan. Pembahasan Pe. lajaran Ilmu Pe. tahuan Alam dan Sosial (IPAS) bab "Ke. butuhanku" me. rapan mode. l Proble. m Base. d Le. (PBL) be. rbantuan me. dia LE. NTE. RA (Le. Inte. Hasil pe. litian me. bahwa mode. l PBL yang dikombinasikan This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 152-164 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals ngan me. dia inte. raktif me. dampak positif te. rhadap pe. Bulungcangkring. Pada tahap pra siklus, data nunjukkan bahwa pe. mahaman konse. siswa masih re. ndah de. ngan rata-rata tuntasan se. sar 56%. Faktor pe. utamanya adalah me. yang ce. rung monoton, minimnya nggunaan me. dia konkre. t, dan dominasi ran guru dalam pe. Se. lain itu, bagian be. sar siswa me. miliki gaya be. visual dan me. nunjukkan minat te. dia pe. lajaran be. rbasis pe. dan aktivitas inte. Pe. rapan siklus I de. ngan mode. l PBL mulai me. nunjukkan hasil yang le. bih baik. Rata-rata ke. tuntasan me. ningkat me. 62,5%, dan aktivitas siswa dalam diskusi juga me. ningkat me. skipun masih be. Be. rapa siswa masih me. sulitan dalam me. mahami konse. p abstrak na ke. rbatasan me. dia pe. Re. ksi pada siklus I me. kankan pe. mpurnaan de. ngan me. dia visual yang konkre. t dan inte. mahaman te. Pada II, mpurnakan pe. lajaran de. grasikan me. dia LE. NTE. RA ke. PBL. Me. mungkinkan siswa untuk be. langsung de. ngan be. nda nyata yang diklasifikasikan se. suai mate. ri, se. butuhan pokok dan ke. giatan jual be. Hasilnya me. nunjukkan pe. ningkatan yang signifikan baik dari se. gi partisipasi siswa maupun hasil be. Rata-rata ke. siswa me. ncapai 82%, de. ngan pe. pada se. mua indikator pe. mahaman konse. IPAS. Indikator se. rti Aume. nyatakan ulang pAy dan Aume. ngklasifikasikan obje. kAy nunjukkan hasil yang sangat baik, masing-masing me. ncapai 90% dan 87,5%. Dari pe. rbandingan pra siklus, siklus I, dan siklus II, dapat dianalisis bahwa nggunaan mode. l PBL be. rbantuan me. LE. NTE. RA se. cara e. ktif me. mahaman konse. p siswa. Ke. rhasilan ini tampak pada pe. ningkatan hasil te. ningkatan partisipasi aktif siswa dalam lajaran, dan pe. rbaikan dalam indikator pe. mahaman konse. p yang Pe. ndukung te. muan se. lumnya bahwa gi pe. lajaran yang be. rpusat pada siswa dan me. nggunakan me. dia konkre. dapat me. ningkatkan motivasi se. rta hasil lajar (Riswari,2. Hal ini juga sejalan dengan hasil penelitian oleh Sari dan Fitriani . yang menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning secara signifikan dapat meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar melalui aktivitas eksploratif dan pemecahan masalah kontekstual. Selain itu, menurut Lestari dan Wibowo . , penggunaan media pembelajaran konkret dalam model PBL mampu menjembatani konsep abstrak menjadi lebih mudah dipahami oleh siswa, terutama pada mata pelajaran IPAS yang berkaitan dengan lingkungan sekitar. De. ngan de. mikian, pe. rapan mode. Proble. m Base. d Le. arning be. rbantuan me. LE. NTE. ningkatkan kualitas pe. lajaran IPAS. Kombinasi antara pe. katan konte. lompok me. rikan pe. ngalaman be. yang be. rmakna bagi siswa. Guru disarankan untuk te. rus me. ngakomodasi ke. butuhan dan gaya lajar siswa se. cara le. bih optimal. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas IV SD 4 Bulungcangkring, bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan bantuan media LENTERA (Lemari Interakti. dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa IPAS "Aku Kebutuhanku". Peningkatan pemahaman This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. TaAodiban: Journal of Islamic Education Volume 5 No 2 Januari-Juni 2025, 152-164 e issn 2797-5886 DOI: https://doi. org/10. 61456/tjie. Website: https://ojs. id/index. php/tadibanjournals konsep ditunjukkan dengan adanya kenaikan nilai rata-rata dari 56% pada prasiklus menjadi 62,5% pada siklus I, dan mencapai 82% pada siklus II. Selain itu, penerapan metode ini juga meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam proses Dengan adanya temuan tersebut, disarankan agar guru menggunakan model PBL secara konsisten dalam pembelajaran, terutama untuk materi yang membutuhkan Penggunaan media interaktif seperti LENTERA juga sangat dianjurkan karena terbukti mampu menarik perhatian siswa dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses belajar. Selain itu, penelitian lanjutan dapat dilakukan pada materi atau jenjang lain untuk menguji konsistensi efektivitas model dan media ini dalam konteks yang berbeda. REFERENSI