Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, Vol. 9 No. 1, 24-37 ISSN(print): 2354-869X | ISSN(online): 2614-3763 FOOTBALL PLAYER MARKET VALUE: APAKAH USIA PEMAIN BERPERAN DALAM PENENTUAN HARGA PASAR? M. Elfan Kaukab1, Za’im Naillul Falah2 1,2Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sains Al-Qur’an, Wonosobo, Indonesia elfan@unsiq.ac.id, falahzaimnaillul@gmail.com INFO ARTIKEL Riwayat Artikel : Diterima : 12 Novemebr 2021 Disetujui : 28 Desember 2021 Kata Kunci : Usia pemain, posisi pemain, performance, contract left and fee, FIFA EA Sport rating, nilai pasar ARTICLE INFO Article History : Received : 12 November 2021 Accepted : 28 December 2021 Keywords: Player age, player position, performance, contract left and fee, FIFA EA Sport rating, market value ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk megetahui pengaruh usia sebagai variabel moderasi dalam memperkuat pengaruh player position, performance, contract left and fee dan FIFA EA Sport rating terhadap football player market value pada pemain dalam 20 klub paling berniai di dunia. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan data sekundar yang didapat dari transfermarkt.co.id, whoschored.com, dan www.ea.com. Sampel penelitian ini adalah pemain yang termasuk dalam 20 klub paling bernilai di dunia dan memenuhi kriteria tertentu. Adapun kriteria yang dijadikan sampel adalah nilai performance ≥ 6.68 FIFA EA Sport rating ≥ 78 dan sisa kontrak pemain > 1 tahun, sehingga diketahui jumlah sampel pada penelitian ini adalah 126 pemain. Metode analisis data yang digunakan menggunakan analisis regresi linear berganda dan regresi dengan pendekatan moderated regression analysis (MRA) dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS statistics versi 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa player position, performance, contract left and fee dan FIFA EA Sport rating berpengaruh positif terhadap football player market value. Serta usia memperkuat pengaruh contract left and fee terhadap football player market value dan usia tidak memperkuat pengaruh player position, performance dan FIFA EA Sport rating terhadap football player market value. Penelitian ini memiliki keterbatasan tidak bisa fokus pada liga atau kompetisi klub atau negara. Serta variabel penelitian yang masih dapat ditemukan lagi selain variabel yang diteliti. Penelitian selanjutnya dapat memperluas populasi dan sampel penelitian serta fokus pada liga suatu negara atau kompetisi Eropa serta Dunia baik klub atau negara. Serta dapat menambah variabel independen lain. ABSTRACT This study aims to determine the effects of age as variable moderation in strengthening influence player position, performance, contract left and fee so FIFA EA Sport rating to football player market value at players in 20 of the most valuable clubs in the world. The method of collecting data on this research uses the secondary data obtained from transfermarkt.co.id, whoschored.com and www.ea.com. The sample of this research is 20 the most valuable club in the world and meets certain criteria. As for the criteria used as the sample is performance rating ≥ 68, FIFA EA Sport rating ≥ 78 and contract left > 1 years. So the number of sample in this study is 126 data. Analysis method using double linier regression analysis and regression with a moderated regression analysis (MRA) with help of the IBM statistics version 22. The result suggests the player position, performance, contract left and fee so FIFA EA Sport rating have a positive effect on 24 Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, Vol. 9 No.1 , 24 - 37 ISSN(print): 2354-869X | ISSN(online): 2614-3763 football player market value. And age as moderating variable strengthen effect of contract left and fee on football player market value. And age as moderating variable not strengthen effect of player position, performance, and FIFA EA Sport rating on football player market value. The research has not focus on the liege or club competition and national competition. And many other variables could be found more than those variables. Further research can expand population and research samples and focus on country liege or European competition or World Cup and can add other independent variables. 1. PENDAHULUAN Sepakbola merupakan cabang olahraga yang paling popular di dunia dengan jumlah penggemar mencapai 3,5 miliar orang atau hampir setengah dari jumlah penduduk di dunia ini. Dengan kepopulerannya, banyak orang terlibat dalam industri ini baik sebagai pemilik, manajemen, pelatih, pemain maupun pendukung kesebelasan klub sepakbola. Sepakbola bukan hanya sekedar olahraga dengan permainan yang menarik tetapi didalamnya terdapat industri yang besar dengan sejarah yang panjang. Dengan industri yang besar membuat semua orang yang menyukainya ingin terlibat didalamnya, terutama sebagai pemain sepakbola. Selain menjadi suatu kegemaran tetapi juga bisa menghasilkan uang. Pemain sepakbola sendiri dalam akuntasi termasuk dalam akuntansi sumber daya manusia dan diakui sebagai aset tetap tidak berwujud. Tidak heran jika pemain sepakbola diakui sebagai aset dalam klub sepakbola karena mereka merupakan instrumen utama untuk berjalannya industri sepakbola. Istilah yang digunakan dalam sepakbola untuk mengukur seberapa besar aset pemain sepakbola untuk transaksi jual beli pemain adalah market value. Market value atau nilai pasar merupakan nilai instrinsik yang melekat pada pemain dengan berbagai perimbangan. Normalnya, sebuah klub tidak akan menjual pemain mereka jika tawaran lebih rendah darimarket value pemain tersebut. Banyak pertimbangan yang bisa membuat market value pemain sepakbola tinggi atau rendah. Pertimbangan seperti baik tidaknya performance atau penampilan pada saat pertandingan, posisi pemain, usia pemain, klub yang diperkuat, contract left and fee liga yang diikuti dan masih banyak faktor lain. Pada umumya ketika pemain sepakbola mempunyai statistik performance yang baik maka market value pemain tersebut akan tinggi. Begitu juga posisi pemain seperti pemain depan dan gelandang serang yang sering mencetak goal dan assist akan membuat market value semakin tinggi. Begitu juga pada usia pemain, dalam sepakbola terdapat usia produktif yaitu 23-28 tahun. Diluar usia tersebut maka market value biasanya akan rendah. Sisa kontrak pemain pada suatu klub dan besarnya gaji yang diterimanya pada setiap tahun juga mempengaruhi market value pemain tersebut. Hal itu terjadi karena jika pemain memiliki sisa kontrak yang masih lama, maka market value nya semakin tinggi, begitu juga ketika transfer fee pemain besar pada klub tersebut maka market value nya juga semakin besar. Kesenjangan fenomena terjadi pada football player market value. Beberapa keadaan menunjukkan pamain yang memiliki statistik performance bagus namun market value rendah, dan pemain dengan statistik performance rendah tetapi memiliki market value yang tinggi dikarenakan penilaian potensi pada masa mendatang. Begitu juga pada player position, tidak hanya pemain yang bertugas mencetak goal dan memberi assist saja yang memiliki market value tinggi, akan tetapi posisi seperti penjaga gawang maupun pemain bertahan ketika memiliki penampilan yang baik memiliki market value yang tinggi juga. Itu terjadi karena setiap pemain bermain pada posisi yang mereka ambil dan memiliki tanggung jawab utama yang berbeda. Sehingga indikator performance dari setiap posisi pun berbeda. Dalam setiap pembelian pemain tertulis kontrak dan besaran biaya transfer pemain 25 Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, Vol. 9 No. 1, 24-37 ISSN(print): 2354-869X | ISSN(online): 2614-3763 didalamnya. Ketika pemain masih muda dan mendapat kepercayaan tinggi dari klub maka dapat ditawari dengan kontrak yang panjang dan gaji yang tinggi. Seperti pembelian pemain termahal di dunia Neymar Jr dengan nilai transfer 222 juta euro atau 3.5 triliun rupiah yang dibeli klub asal Perancis PSG dari klub asal Spanyol Barcelona pada tahun 2016. Pada saat itu Neymar Jr berusia 25 tahun dan bermain sangat baik di Barcelona selama 4 musim dengan 105 goal dan 59 asist serta 1 Treble pada tahhun 2015. Sedangkan sisa kontrak pemain pada klub juga menjadi pertimbangan dalam menilai market value pemain. Hal itu karena pemain yang memiliki sisa kontrak lama maka pemain tersebut masih dianggap penting bagi klub sehingga market value nya tinggi. Sedangkan pemain yang memiliki sisa kontrak sedikit cenderung menurunkan market value nya jika tidak ada perpanjangan kontrak karena sudah dianggap tidak dibutuhkan klub lagi. Selain tiga hal di atas, terdapat hal yang sering diperbincangkan akhir-akhir ini, yaitu FIFA EA Sport. Sebuah video game sepakbola terlaris di dunia yang digemari semua kalangan. Didalamnya terdapat nilai atau rating keahlian pemain sepakbola mulai dari kecepatan, tembakan, umpan, menggiring, bertahan dan fisik, semuanya digabungkan dan membentuk FIFA EA Sport Rating Overall yang bisa menjadi pertimbangan dalam membentuk market value. Usia pemain sepakbola selalu menjadi fenomena masalah dalam melakukan penelitian. Jika usia produktif pemain sepakbola pada umumnya 23-28 tahun dan memiliki market value yang tinggi, namun pada kenyataannya pemain yang bisa berkontribusi signifikan terhadap tim yang diperkuatnyalah yang mempunyai market value tinggi. Seperti pemain bintang Cristiano Ronaldo, Leonel Messi maupun Robert Lewandowski yang memilik market value tinggi padahal usia mereka lebih dari 33 tahun, tetapi karena kontribusi terhada tim yang besar membuat mereka lebih bernilai harganya. Begitu juga untuk pemain muda seperti Erling Braut Haland dan Klyian Mbappe yang berusia dibawah 22 tahun tetapi memiliki market value paling tinggi di dunia yaitu masing-masing 1,9 triliun dan 3,1 triliun. 2. TEORITIS DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Player position seperti penjaga gawang, pemain bertahan, pemain gelandang dan, pemain penyerang adalah hal penting dalam menentukan market value. Masing-masing posisi pemain memiliki tingkat kepentingan dalam klub yang berbeda dan membuat market value mereka juga bisa berbeda (Frick, 2007). Majewski (2016) menyebutkan bahwa player position berpengaruh positif terhadap football player market value. Sedangkan Oliver Muller, Alexander (2017) menyimpulkan bahwa player position berpengaruh positif terhadap football playermarket value. Serta Jose Luis Filipe (2020) juga menyebtkan bahwa player position berpengaruh terhadap football player market value. Secara teoritis, jika player position merupakan posisi yang sering mencetak goal atau assist atau berperan penting dalam klub yang dibela maka football player market value nya akan tinggi. Sebaliknya jika pemain dengan player position yang tidak berkontribusi banyak untuk tim dan jarang mencetak goal atau assist, maka football player market value nya akan rendah. Oleh karena itu kebanyakan pemain yang memilik market value tinggi yaitu pemain penyerang. Dari penjelasan diatas maka dapat dibuat hipotesis yaitu: H1: Player position berpengaruh positif terhadap football player market value. Performance merupakan kinerja pemain yang mencerminkan seberapa baik penampilan mereka ketika bertanding di lapangan. Waktu bermain menjadi salah satu yang dinilai dalam performance. Misalkan jumlah waktu bermain pada klub maupun negara berpengaruh positif terhadap market value. Majewski (2016) menyimpulkan bahwa performance berpengauh positif terhadap football player market value. Sedangkan Aik (2020) menyimpulkan bahwa performance berpengauh positif terhadap football player market value. Selain itu Salahudin (2017) juga menimpulkan bahwa performance berpengauh positif terhadap football player market value. Semakin baik penilaian terhadap performance dalam suatu pertandingan maka semakin tinggi juga market value yang dimiliki. Begitu juga sebaliknya, jika performance burang baik maka market 26 Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, Vol. 9 No.1 , 24 - 37 ISSN(print): 2354-869X | ISSN(online): 2614-3763 value yang dimiliki pun rendah. Dari penjelasan di atas, dapat dibuat hipotesis yaitu: H2: performance berpengaruh terhadap football player market value. Dalam setiap pembelian pemain sepakbola profesional di dalamnya dicantumkan besarnya nilai transfer atau biaya transfer dan durasi kontrak yang ditandatangani. Besaran biaya transfer tidak terlalu jauh dari besarnya market value yang dimiliki pemain tersebut. Barbuscak (2018) menyimpulkan bahwa contract left and fee berpengaruh positif terhadap football player market value. Sedangkan penelitian Oliver (2017) juga menyimpulkan bahwa contract left and fee berpengaruh positif terhadap football player market value. Juga dalampenelitian He Miao (2016) menyimpulkan bahwa contract left and fee berpengaruh positif terhadap football player market value.Secara teoritis, semakin lama sisa kontrak pemain dan besarnya biaya transfer akan membuat market value semakin tinggi. Begitu juga sebaliknya ketika sisa kontrak masih sedikit dan biaya transfer pemain juga rendah maka akan membuat marketvalue rendah juga. Dari pernyataan di atas dapat dibuat hipotesis yaitu: H3: Contract left and fee berpengaruh positif terhadap football player market value. FIFA Sport Rating merupakan penilaian dari pihak EA Sport terhadap setiap pemain proferional yang ada di dunia terkait dengan kemampuan setiap individu dalam setiap posisinya. Karena kemampuan setiap individu dalam bentuk akhir overall rating, maka akan membuat market value pemain yang mempuntai overall rating tinggi menjadi tinggi. Begitu juga sebaliknya ketika rating rendah maka membuar market value rendah. Sejauh pengetahuan penulis, belum ada penelitian yang menghubungkan FIFA EA Sport Rating dengan football player market value. oleh karena itu variabel ini termasuk dalam kebaruan penelitian. Dari penjelasan di atas dapat dibut hipotesis yaitu: H4: FIFA EA Sport Rating berpengaruh positif terhadap football player market value. Setiap pemain memiliki masa keemasan masing-masing. Pada dasarnya pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang dan pemain belakang memiliki umur produktifitas lebih lama karena semakin pengalaman mereka semakin tenang dalam menjaga pertahanan, tidak seperti pemain gelandang dan pemain penyerang yang harus bekerja lebih keras sehingga memiliki masa produktivitas lebih sedikit. Sejauh pengetahuan penulis, belum ada penelitian yang menjadikan usia sebagai variabel moderasi untuk menghubungkan pengaruh antara variabel player position terhadap foorball player market value. Oleh karena itu, ini termasuk dalam kebaruan penelitian. Dari penjelasan diatas dapan dibuat hipotesis yaitu: H5: Usia memperkuat pengaruh player position terhadap football player market value Ketika seorang pemain memiliki performance yang bagus dan masih dalam usia produktif, maka akan membuat market value tinggi, begitu sebaliknya, ketika pemain walaupun dalam usia produktif, akan tetapi tidak memiliki performance yang baik maka akan membuat market value rendah. Sejauh pengetahuan penulis, belum ada penelitian yang menjadikan usia sebagai variabel moderasi untuk menghubungkan pengaruh antara variabel performance terhadap foorball player market value. Oleh karena itu, ini termasuk dalam kebaruan penelitian. Dari penjelasan di atas, dapat dibuat hipotesis yaitu: H6: Usia memperkuat pengaruh performance terhadap football player market value. Ketika pemain mulai habis masa produktivitasnya, maka akan membuat klub enggan untuk melakukan kontrak perpanjangan dan biaya transfer pun akan rendah, sehingga membuat market value menjadi rendah juga. Akan tetapi ketika masih dalam masa produktifitasnya maka pihak klub akan berusaha mempertahankan pemain dengan perpanjangan kontrak sehingga membuat market value pemain tersebut tetap tinggi. Sejauh pengetahuan penulis, belum ada penelitian yang menjadikan usia sebagai variabel moderasi untuk menghubungkan pengaruh antara variabel contract left and fee terhadap foorball player market value. Oleh karena itu, ini termasuk dalam kebaruan penelitian. Dari penjelasan di atau dapat dibuat hipotesis yaitu: H7: Usia memperkuat pengaruh contract left and fee terhadap football player market value. 27 Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, Vol. 9 No. 1, 24-37 ISSN(print): 2354-869X | ISSN(online): 2614-3763 Ketika pemain sudah mulai tua maka akan mengurangi tingkat ketahanan fisik, maupun kecepatan yang membuat rating pada FIFA EA sport rating menjadi rendah, dan ketika rating randah maka akan membuat market value rendah juga. Sejauh pengetahuan penulis, belum ada penelitian yang menjadikan usia sebagai variabel moderasi untuk menghubungkan pengaruh antara variabel FIFA EA Sport Rating terhadap foorball player market value. Oleh karena itu, ini termasuk dalam kebaruan penelitian. Dari penjelasan di atas maka dapat dibuat hipotesis yaitu: H8: Usia memperkuat pengaruh FIFA Sport Rating terhadap football player market value. H1 X1 Player Position H2 X2 Performance X3 Contract Left and Fee Y Market Value H3 H5 H4 H6 X4 FIFA EA Sport Rating H7 H8 Z Usia Gambar 1 Model Penelitian 3. METODOLOGI Populasi dalam penelitian ini adalah pemain sepakbola profesional yang terdaftar di FIFA tahun 2020. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi seluruh pemain yang berstatus sebagai pemain klub sepakbola profesional yang merupakan klup paling bernilai selama musim kompetisi 2020/2021 menurut situs transfermarket.co.id. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini terdiri dari tiga macam variabel, yaitu variabel dependen (Y), variabel independen (X), dan variable modersi (Z). Variabel Dependen (Y) Football player market value didapat dari situs resmi penyedia data mengenai transfer pemain dan Football player market valueyaitu www.transfermarket.co.id yang merupakan platform swasta asal Negara Jerman yang mengelola datanya secara mandiri. Data yang diambil berupakan data pada akhir tahun kompetisi 2020/2021 dari 20 klub paling bernilai menurut www.transfermarket.co.id. Variabel Independen (X) yaitu Player position merupakan posisi pemain sepakbola. Pada dasarnya terdapat 4 posisi pemain sepakbola yaitu: penjaga gawang, pemain bertahan, pemain tengah, dan pemain penyerang. Data payer position diperoleh dari data sekunder www.transfermarket.co.id dan dari situs resmi masing-masing klub yang diteliti. Yang kedua Performance merupakan penilaian penampilan dari masing-masing pemain yang diteliti. Data performance diperoleh dari data sekunder www.whoscored.com yang merupakan platform penyedia data statistik pemain sepakbola yang diakui FIFA. Ketiga Contract left and fee merupakan sisa kontrak pemain di sebuah klub dan biaya pemain waktu didatangkan klub tersebut. Data dari Contract left and fee diperoleh dari data sekunder www.transfermarket.co.id sebagai penyedia informasi jual beli pemain dan juga memperoleh data dari masing-masing klub yang diteliti. Keempat FIFA EA Sport Rating merupakan penilaian kondisi pemain sepakbola baik dari segi keahlian dan kondisi fisik yang dibuat dalam video game bernama FIFA EA Sport. Rating ini merupakan akumulasi dari beberapa keahlian yang dimiliki oleh pemain dan dikaegorikan sesuai dengan posisi pemain sepakbola. Data FIFA EA Sport rating diperoleh dari data sekunder web resmi www.ea.com yang dapat diakses secara umum. Variabel Moderasi dalam penelitian ini, variabel moderasi yang digunaka yaitu variabel usia. Usia pemain sepakbola pasa saat penelitia dilakukan. Data usia pemain diperoleh dari data sekunder dari situs resmi masing-masing klub dalam mendaftarkan pemainnya ke dalam skuad dalam mengikuti kompetisi. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan langkah menganalisis statistic deskriptif kemudian menguji ketepatan model (F). Sebelum menganalisis hipotesis dilakukan uji kualitas data dengan mengukur 28 Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, Vol. 9 No.1 , 24 - 37 ISSN(print): 2354-869X | ISSN(online): 2614-3763 validitas dan reliabilitas. Kemudian dilakukan pengujian asumsi klasik berupa uji normalitas, multikolonieritas, dan heterokedastisitas. Terakhir uji determinasi (R²) dilakukan untuk mengetahui besar keterikatan atau keeratan variable dependen. 4. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Dalam penelitian ini terdapat dua pengujian yang dilakukan untuk uji hipotesis yaitu dengan regresi liniar berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA). Regresi linear berganda digunakan untuk menguji player position, performance, contract left and fee dan FIFA EA Sport rating terhadap market value (H1, H2, H3 dan H4). Sedangkan MRA digunakan untuk menguji pengaruh player position, performance, contract left and fee dan FIFA EA Sport rating terhadap market value dengan usia sebagai variabel moderasi (H5, H6, H7 dan H8) Tabel 1. Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda Model 1 (Constant) Player position Performance Contract left and fee FIFA EA Sport rating Unstandardized Coefficients B Std. Error -8366776504382.715 1001610378293.539 Standardized Coefficients Beta t Sig. -8.353 .000 90060871647.953 32122006507.901 .189 2.804 .006 557645883662.987 141767774966.171 .289 3.934 .000 .049 .013 .240 3.688 .000 58734540729.616 10873026883.379 .387 5.402 .000 Jika t hitung > t tabel dengan nilai signifikansi < 0.05 maka secara individu variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. t tabel diketahui dengan melihat tabel distribusi t dengan probabilitas 0.05 dan df = n-k = 126-4 = 122. Maka diperoleh nilai t tabel yaitu 1.657439. Berdasarkan tabel 1 dapat diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = -8366776504382.715 + 90060871647.953 X1 + 557645883662.987 X2 + 0.049 X3 + 58734540729.616 X4 + 304400370904.533 Berdasarkan tabel 4.10 maka dapat dijelaskan persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: 1 Nilai konstanta sebesar -8366776504382.715 (negatif) menunjukkan bahwa ketika variabel independen yaitu player position, performance, contract left and fee dan FIFA EA Sport rating (x = 0) maka market value akan menjadi negatif sebesar (8366776504382.715) 2 Berdasarkan tabel 1 nilai koefisien regresi variabel player position sebesar 90060871647.953 (positif) dan nilai t hitung 2.804 lebih besar dari t tabel 1.657439 dengan nilai sifgnifikansi 0.006 yang lebih kecil dari nilai signifikansi 5% (0.05). Dengan demikian maka hipotesis pertama (H1) yang menyatakan bahwa player position berpengaruh positif terhadap football player market value diterima, artinya semakin maju posisi pemain seperti tengah dan penyerang maka semakin tinggi juga football player market value, dengan asumsi variabel lainnya dianggap konstan. 3 Berdasarkan tabel 1 nilai koefisien regresi variabel performance sebesar 557645883662.987 (positif) dan nilai t hitung 2.934 lebih besar dari t tabel 1.657439 dengan nilai signifikansi 0.00 yang lebih kecil dari nilai signifikansi 5% (0.05). Dengan demikian maka hipotesis kedua (H2) yang menyarakan bahwa performance berpengaruh positif terhadap football player 29 Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, Vol. 9 No. 1, 24-37 ISSN(print): 2354-869X | ISSN(online): 2614-3763 market value diterima, artinya semakin tinggi rating performance pemain maka semakin tinggi juga football player market value, dengan asumsi variabel lainnya dianggap konstan. 4 Berdasarkan tabel 1 nilai koefisien regresi variabel contract left and fee sebesar 0.049 (positif) dan nilai t hitung 3.688 lebih besar dari t tabel 1.657439 dengan signifikansi sebesar 0.00 lebih kecil dari nilai signifikansi 5% (0.05). Dengan demikian maka hipotesis ketiga (H3) yang menyatakan bahwa contract left and fee berpengaruh positif terhadap football player market value diterima, artinya semakin tinggi sisa kontrak dan biaya transfer suatu pemain maka akan semakin tinggi juga football player market value, dengan asumsi variabel lainnya dianggap konstan. 5 Berdasarkan tabel 1 nilai koefisien regresi variabel FIFA EA Sport rating sebesar 58734540729.616 (positif) dan nilai t hitung 5.402 lebih besar dari t tabel 1.657439 dengan nilai signifikansi 0.00 lebih kecil dari nilai signifikansi 5% (0.05). Dengan demikian maka hipotesis keempat (H4) yang menyatakan bahwa FIFA EA Sport rating berpengaruh positif terhadap football player market value diterima, artinya semakin tinggi FIFA EA Sport rating suatu pemain maka akan semakin tinggi juga football player market value. Untuk menguji variabel moderasi maka digunakanlah MRA. Berikut ini hasil uji MRA. Tabel 2. Hasil Pengujian MRA Model 1 (Constant) Player position Usia X1Z 1 (Constant) Performance Usia X2Z 1 (Constant) Contract left and fee Usia X3Z 1 (Constant) FIFA EA Sport rating Usia X4Z Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Beta T Sig. 1.483 1.260 -.979 -.877 -.799 1.144 -.067 -.160 8.042 .141 .210 .329 .382 .426 .255 .947 .873 .000 .115 -1.012 -1.810 .073 -77172686570.359 12633240805.517 .011 .004 5638912828056.897 14494809155496.387 -.562 -6.109 1.323 2.385 .000 .019 -2.570 .011 B Std. Error 1309954241079.954 883198171257.049 366977863346.894 291271531571.128 -32571415422.921 33256336144.446 -9706586157.649 11063079559.636 -5443085875398.095 6814980307369.346 1113833251052.573 973589007700.382 -17559554617.814 263998450496.424 -6044066781.685 37738606706.224 2675751724665.243 332715280830.494 -.208 .770 -.237 -.546 .578 -.128 -.312 209885625938.016 67211524256.168 1.384 3.123 .002 236862939341.700 -3878250030.901 213651293550.170 2541504525.030 1.725 1.109 -2.622 -1.526 .270 .130 Tabel 2 menunjukkan hasil pengujian MRA semua variabel independen dengan variabel moderasi. Berdasarkan tabel tersebut dapat diperoleh persamaan sebafgai berikut: Y = 1309954241079.954 + 366977863346.894 X1 - 32571415422.921 Z 9706586157.649 X1Z + 883198171257.049 30 Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, Vol. 9 No.1 , 24 - 37 ISSN(print): 2354-869X | ISSN(online): 2614-3763 Y = -5443085875398.095 + 1113833251052.573 X2 -17559554617.814 Z 6044066781.685 X2Z + 6814980307369.346 Y = 2675751724665.243- 0.208 X3 77172686570.359 Z + 0.011 + 332715280830.494 X3Z + 332715280830.494 Y = -14494809155496.387 + 209885625938.016 X4 + 236862939341.700 Z -3878250030.901 X4Z + 5638912828056.897 Dengan persamaan di atas maka dapat dijelaskan bahwa: 1 Berdasarkan tabel 2 dan persamaan regresi yang pertama. Dapat dijelaskan bahwa nilai signifikansi usia sebesar 0.329 yang artinya lebih besar dari nilai signifikansi 0.05 (tidak signifikan). Nilai koefisien regresi interaksi sebesar -9706586157.649 dengan signifikansi 0.382 yang artinya lebih besar dari nilai signifikansi 0.05 (tidak signifikan). Dengan demikian maka hipotesis kelima (H5) yang menyatakan bahwa usia memperkuat pengaruh player position terhadap football player market value ditolak. Artinya usia tidak memoderasi pengaruh player position terhadap football player market value. 2 Berdasarkan tabel 2 dan persamaan regresi yang kedua. Dapat dijelaskan bahwa nilai signifikansi variabel usia sebesar 0.947 yang artinya lebih besar dari nilai signifikansi 0.05 (tidak signifikan). Nilai koefisien regresi interaksi usia dengan performance sebesar 6044066781.685 (negatif) dengan tingkat signifikansi sebesar 0.873 yang artinya lebih besar dari nilai signifikansi 0.05 (tidak signifikan). Dengan demikian maka hipotesis keenam (H6) yang mengatakan bahwa usia memperkuat pengaruh performance terhadap football player market value ditolak. Ini berarti bahwa usia tidak memoderasi pengaruh performance terhadap football player market value. 3 Berdasarkan tabel 2 dan persamaan regresi yang ketiga. Dapat dijelaskan bahwa nilai signifikansi variabel usia sebesar 0.000 yang berarti lebih kecil daripada nilai signifikan 0.05 (signifikan). Koefisien regresi interaksi usia dengan contract left and fee sebesar 0.011 (positif) dan nilai signifikansi 0.019 yang artinya lebih kecil daripada nilai signifikansi 0.05 (signifikan). Dengan demikian maka hipotesis ketujuh (H7) yang mengatakan bahwa usia memperkuat pengaruh contract left and fee terhadap football player market value diterima. Artinya bahwa pengaruh contract left and fee terhadap football player market valueakan semakin kuat apabila nilai usia semakin tinggi. 4 Berdasarkan tabel 2 dan persamaan regresi keempat. Dapat dijelaskan bahwa nilai signifikansi variabel usia sebesar 0.270 yang berarti lebih rkecil daripada nilai signifikansi 0.05 (tidak signifikan). Koefisien regresi interaksi usia dengan FIFA EA Sport rating sebesar -3878250030.901 (negatif) dengan nilai signifikansi 0.130 yang berarti lebih kecil daripada nilai signifikan 0.05 (tidak signifikan). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedelapan (H8) yang mengatakan bahwa usia memperkuat pengaruh FIFA EA Sport rating terhadap football player market value ditolak. Artinya usia tidak memoderasi pengaruh FIFA EA Sport rating terhadap football player market value. Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel independen dalam menjelaskan secara komprehensif cariabel dependen. Berikut ini hasil uji koefisien determinasi. Tabel 3. Hasil Uji Koefisien Determinasi R .716a R Square .513 Std. Adjusted R Error of Square the Estimate 3044003 .497 70904.53 3 Dari tabel 3 koefisien determinasi ditunjukkan oleh Adjusted R Square sebesar 0.497 atau 49.7%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel dependen football player market value dipengaruhi oleh variabel independen player position, performance, contract left and fee dan FIFA EA Sport rating sebesar 49.7%, sedangkan sisanya 50.3% dipengaruhi oleh 31 Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, Vol. 9 No. 1, 24-37 ISSN(print): 2354-869X | ISSN(online): 2614-3763 variabel independen penelitian. lain diluar variabel 4.2 Pembahasan Pengaruh Player Position terhadap Football Player Market Value Player position merupakan posisi setiap pemain sepakbla dalam sebuah tim yang terdiri dari 4 posisi yaitu: kiper, bertahan, tengah dan penyerang. Hasil pengujian hipotesis pada tabel 1 menunjukkan bahwa player position berpengaruh positif terhadap football player market value. Hasil ini sesuai dengan hipotesis awal yang menyatakan bahwa player position berpengaruh positif terhadap football player market value sehingga H1 diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Majewsky (2016), Muller (2017) dan Filipe (2020) yang membuktikan bahwa player position berpengaruh terhadap football player market value. Player position merupakan tanggung jawab setiap pemain yang harus dilakukan untuk membantu tim dalam memenangkan pertandingan. Karena tujuan dari permainan sepakbola adalah untuk memasukkan bola ke gawang lawan maka pemain yang berposisi sebagai pemain tengah dan penyeranglah yang memiliki football player market value paling tinggi. Contoh dalam data penelitian yaitu Keylor Navas kiper PSG yang memiliki market value Rp. 208.000.000.000, dan Alex Telles pemain bertahan Manchaster United memiliki market value Rp. 347.000.000.000, sedangkan Mateo Kovacic pemain tengah Chelsea memiliki market value Rp. 782.000.000.000, dan Gabriel Jesus penyerang Manchaster United memiliki market value Rp. 1.042.000.000. Pengaruh Performance Player Market Value terhadap Football Performance merupakan statistik penampilan pemain sepakbola selama pertandingan. Setiap pemain yang bermain akan memiliki rating performance yang diukur untuk menilai seberapa baik mereka bermain. Hasil pengujian hipotesis pada tabel 1 menunjukkan bahwa performance berpengaruh positif terhadap football player market value. Hal ini sesuai dengan hipotesis awal yang menyatakan bahwa performance berpengaruh positif terhadap football player market value sehingga H2 diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Salahudin (2017), Muller (2017) dan Barbuscak (2018) yang membuktikan bahwa performance berpengaruh positif terhadap football player market value. Pemain sepakbola dengan performance rating yang tinggi dapan memiliki football player market value yang tinggi. Karena artinya mereka bermain dengan baik dan konsisten membantu timnya selama musim kompetisi berjalan sehingga menjadi pemain kunci dan penting yang menjadikan tingkat market value yang mereka miliki pun semakin tinggi. Contoh dalam data penelitian yaitu John Evans pemain Leicester dengan performance 6.87 memiliki market value Rp. 121.000.000.000, dan Alex Sandro pemain Juventus dengan performance6.94 memiliki market value Rp. 347.000.000.000 sedangkan Gosens pemain Atalanta dengan performance 7.19 memiliki market value Rp. 608.000.000.000. Pengaruh Contract Left and Fee terhadap Football Player Market Value Contract left merupakan sisa kontrak pemain dalam suatu klub sedangkan fee merupakan biaya transfer yang terjadi ketika pemain tersebut dibeli. Hasil penelitian hipotesis pada tabel 1 menunjukkan bahwa contract left and fee berpengaruh positif terhadap football player market value, hal ini sesuai dengan hipotesis awal yang mengatakan bahwa contract left and fee berpengaruh positif terhadap football player market value sehingga H3 diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian hang dilakukan oleh Rahayu (2020), Barbuscak (2018) dan salahudin (2017) yang membuktikan bahwa contract left and fee berpengaruh positif terhadap football player market value. Sisa kontrak pemain pada suatu klub akan diperpanjang jika pemain tersebut masih dibutuhkan oleh klub. Dengan bertambahnya sisa kontrak makan pemain tersebut dianggap penting dan menjadi pemain yang diperhitungkan sehingga market value pemain menjadi semakin tinggi. Begitu juga dengan 32 Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, Vol. 9 No.1 , 24 - 37 ISSN(print): 2354-869X | ISSN(online): 2614-3763 biaya transfer yang terjadi. Klub akan mengeluarkan biaya untuk membeli pemain yang pantas dengan harga yang tidak jauh berbeda dengan market value yang dimiliki pemain tersebut. Contoh dalam data penelitian yaitu Coman pemain Munich dengan sisa kontrak 2 tahun dan biaya transfer Rp. 365.000.000.000 memiliki market value Rp. 1.129.000.000.000 dan Llorente pemain Atletico Madrid dengan sisa kontrak 3 tahun dan biaya transfer Rp. 521.000.000.000 memiliki market value Rp. 1.390.000.000.000 sedangkan De Bruyne dengan sisa kontrak 4 tahun dan biaya transfer Rp. 1.321.000.000.000 memiliki market value Rp. 1.738.000.000.000. Pengaruh FIFA EA Sport Rating terhadap Football Player Market Value FIFA EA Sport rating merupakan variabel baru dalam penelitian ini karena sepengetahuan penulis belum ada penelitian yang menjadikan FIFA EA Sport rating sebagai variabel independen untuk menguji pengaruhnya terhadap football player market value. Hasil pengujian hipotesis pada tabel 1 menunjukkan bahwa FIFA EA Sport rating berpengaruh positif terhadap football player market value. Hal ini sesuai dengan hipotesis awal yang menyatakan bahwa FIFA EA Sport rating berpengaruh psitif terhadap football player market value sehingga H4 diterima. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada kebaruan penelitian dalam membuktikan variabel independen yang dapat mempengaruhi variabel dependen football player market value. FIFA EA Sport rating merupakan penilain game sepakbola terhadap pemain sepakbola yang dikeluarkan dalam bentuk rating overall. Sehinga ketika pemain tersebut memiliki statistik yang baik dalam pertandingan akan menjadikan rating pada FIFA EA Sport tinggi sehingga berpengaruh juga terhadap tingkat football player market value. Contoh dalam data penelitian yaitu Szczesny pemain Juventus dengan FIFA EA Sport rating 87 memiliki market value Rp. 434.000.000 dan Curtois pemain Real Madrid dengan FIFA EA Sport rating 89 memiliki market value Rp. 1.042.000.000.000 sedangkan Jan Oblak pemain Atletico Madrid dengan FIFA EA Sport rating 91 memiliki 1.216.000.000.000. market valueRp. Usia Memperkuat Pengaruh Player Position terhadap Football Player Market Value Usia sebagai variabel moderasi menjadi kebaruan dalam penelitian ini. Setelah sebelumya dapat dibuktikan bahwa player position berpengaruh positif terhadap football player market value, maka dalam pembahasan ini akan menyimpulkan variabel usia apakah meperkuat pengaruh tersebut atau tidak. Dilihat pada tabel 2 menunjukkan bahwa usia tidak memperkuat pengaruh player position terhadap football player market value. Hal ini tidak sesuai dengan hipotesis awal yang menyatakan bahwa usia memperkuat pengaruh player position terhadap football player market value sehingga H5 ditolak. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variabel moderasi usia tidak dapat membuktikan memperkuat pengaruh player positionterhadap football player market value. Berdasarkan data dan hasil penelitian, hal ini terjadi karena usia pemain yang berposisi sebagai kiper dan bertahan kebanyakan mereka yang berpengalaman sehingga umur mereka tinggi sedangkan pemain tengah dan penyerang kebanyakan pemain muda yang berpotensi untuk masa depan. Contoh dalam data penelitian, seperti pemain yang disebutkan dalam player position berpengaruh positif terhadap market value,dan yang seharusnya semaik tua semakin tinggi market value. Hal yang terjadi justru sebaliknya. Kiper Keylor Navas berusia 33 tahun, pemain bertahan Alex Telles berusia 27 tahun, pemain tengah Mateo Kovacic berusia 26 tahun dan pemain penyerang Gabrien Jesus berusia 23 tahun yang berarti semaik kedepan pemain justru semakin muda usianya. Usia Memperkuat Pengaruh Performance terhadap Football Player Market Value Usia sebagai variabel moderasi mendadi kebaruan penelitian dalam penelitian ini. Setelah sebelumnya dapat dibuktikan bahwa performance berpengaruh positif terhadap football player market value. maka hipotesis ini 33 Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, Vol. 9 No. 1, 24-37 ISSN(print): 2354-869X | ISSN(online): 2614-3763 menguji usia akapah memperkuat pengaruh tersebut atau tidak. Sesuai dengan pengujian hipotesis pada tabel 2 menunjukkan bahwa usia tidak memperkuat pengaruh performance terhadap football player market value. Hal ini tidak sesuai dengan hipotesis awal yang menyatakan bahwa usia memperkuat pengaruh performance terhadap football player market value sehingga H6 ditolak. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variabel usia tidak dapat membuktikan memperkuat pengaruh performance terhadap football player market value. Berdasarkan data dan hasil penelitian, hal ini terjadi karena pemain yang memiliki performance tinggi justru pemain muda dan pemain yang memiliki performance rendah yaitu pemain senior. Contoh dalam data penelitian seperti pemain yang disebutkan dalam performance berpengaruh positif terhadap football player market value, dan yang seharusnya semakin tua pemain semakin baik performance dan tinggi market value, hal yang terjadi justru sebaliknya. Usia John Evans 33 tahun tahun dengan performance 6.87, usia Alex Sandro 29 tahun dengan performance 6.94 dan usia Gosens 25 tahun dengan performance 7.19. Usia Memperkuat Pengaruh Contract Left and Fee terhadap Football Player Market Value Usia sebagai variabel moderasi merupakan suatu kebaruan penelitian dalam penelitian ini. Setelah sebelumnya contract left and fee berpengaruh positif terhadap football player market value. Maka dalam hipotesis ini akan menguji apakah usia dapat memperkuat pengaruh tersebut atau tidak. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pada tabel 2 menunjukkan bahwa usia memperkuat pengaruh contract left and fee terhadap footballplayer market value. Hal ini sesuai dengan hipotesis awal yang menyatakan bahwa usia memperkuat pengaruh contract left and fee terhadap football player market value sehingga H7 diterima. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa usiaterbukti memperkuat pengaruh contract left and fee terhadap football player market value. Sehingga semakin tinggi usia pemain maka akan semakin tinggi juga pengaruh contract left and fee terhadap football player market value dan market value yang dimiliki setiap pemain akan semakin tinggi. Contoh dalam data penelitian yaitu seperti pemain yang disebutkan pada contract left and fee berpengaruh positif terhadap football player market value. Semakin usia maka semakin tinggi contract left and fee dan market value pemain. Coman yang berusia 24 tahun, Llorente yang berusia 25 tahun dan De Bruyne yang berusia 29 tahun. Usia Memperkuat Pengaruh FIFA EA Sport Rating terhadap Football Player Market Value Usia sebagai variabel moderasi dalam penelitian ini merupakan suatu kebaruan penelitian. Setelah sebelumya dapat dibuktikan vahwa FIFA EA Sport rating berpengaruh positif terhadap football player market value maka dalam hipotesis ini akan menguji apakah usia dapat memperkuat pengaruh tersebut atau tidak. Berdasarkan hasil penelitian hipotesis pada tabel 2 menyatakan bahwa usia tidak memperkuat pengaruh FIFA EA Sport rating terhadap football player market value. Hal ini tidak sesuai dengan hipotesis awal yang menyatakan bahwa usia memperkuat pengaruh FIFA EA Sport rating terhadap football player market value sehingga H8 ditolak. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variabel usia tidak dapatmembuktikan memperkuat pengaruh FIFA EA Sport rating terhadap football player market value. Berdasarkan data dan hasil penelitian, hal ini terjadi karena pemain yang memiliki FIFA EA Sport rating tinggi dan market value tinggi justru memiliki usia yang muda. Contoh dalam data penelitian yang disebutkan dalam FIFA EA Sport rating berpengaruh positif terhadap football player market value, sedangkan usia pemain justru semaik muda. Pemain Szczesny dengan rating 87 berusia 30 tahun, Curtois dengan rating 89 berusia 28 tahun dan Jan Oblak dengan rating 91 berusia 27 tahun. 5. PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai peran usia dalam meningkatkan football player market value, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 34 Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, Vol. 9 No.1 , 24 - 37 ISSN(print): 2354-869X | ISSN(online): 2614-3763 1 Player position berpengaruh positif terhadap football player market value (H1 diterima). Artinya semakin besar nilai player position atau dapat diartikan semakin maju posisi pemain tersebut seperti pemain tengah dan penyerang maka semakin tinggi juga tingkat football player market valueyang dimiliki. 2 Performance berpengaruh positif terhadap football player market value (H2 diterima). Artinya semakin baik penampilan pemain di lapangan akan semakin besar rating performance yang dimiliki pemian sepakbola maka akan semakin tinggi juga football player market value yang dimiliki. 3 Contract left and fee berpengaruh positif terhadap football player market value (H3 diterima). Artinya ketika pemain memiliki sisa kontrak tinggi dan memiliki riwayat transfer yang besar maka akan semakin tinggi juga tingkat football player market value yang dimiliki. 4 FIFA EA Sport rating berpengaruh positif terhadap football player market value (H4 diterima). Artinya semakin tinggi FIFA EA Sport rating yang dimiliki pemain sepakbola maka akan semakin tinggi juga football player market value. 5 Usia tidak memperkuat pengaruh player position terhadap football player market value (H5 ditolak). Artinya usia sebagai variabel moderasi tidak dapat membuktikan bahwa usia memperkuat pengaruh player position terhadap football player market value. Hal ini bisa terjadi karena dalam data penelitian pemain yang berposisi sebagai kiper dan bertahan memiliki usia yang tinggi sedangkan pemain tengah dan penyerang justru memiliki usia yang masih muda. 6 Usia tidak memperkuat pengaruh performance terhadap football player market value (H6 ditolak). Artinya usia sebagai variabel moderasi tidak dapat membuktikan bahwa usia memperkuat pengaruh performance terhadap football player market value. Hal ini terjadi karena dalam data penelitian pemain yang memiliki performance rendah adalah pemain yang berusia tua, sedangkan pemain yang memiliki performance tinggi justru pemain yang masih muda. 7 Usia memperkuat pengaruh contract left and fee terhadap football player market value (H7) diterima. Artinya usia berperan dalam pengaruh contract left and fee terhadap football player market value. Semakin tinggi usia maka semakin tinggi juga pengaruh contract left and fee terhadap football player market value. 8 Usia tidak memperkuat pengaruh FIFA EA Sport rating terhadap football player market value (H8) ditolak. Artinya usia sebagai variabel moderasi tidak dapat membuktikan bahwa usia memperkuat pengaruh FIFA EA Sport rating terhadap football player market value. Hal ini terjadi karena dalam data penelitian pemain yang memiliki FIFA EA Sport rating tinggi justru pemain muda dan sebaliknya pemain yang memiliki FIFA EA Sport rating rendah justru pemain yang lebih tua. 5.2 Saran Berdasarkan kesimpulan diatas, maka peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut: 1 Manajemen klub harus lebih teliti dan pandai dalam melakukan transfer pemain, karena banyak ditemukan pembelian pemain dengan nilai transfer yang jauh lebih tinggi daripada market value yang dimiliki pemain tersebut sehingga tidak dapat menghemat pengeluaran klub dalam transfer pemain. 2 Platform transfermarkt.com untuk memberikan market value yang tepat sesuai dengan statistik pemain yang ada. Jangan sampai market value menjadi overprice yang dikarenakan transfer besar yang pernah ada sehingga semuanya menjadi lebih mahal market value. 3 Pemain sepakbola Indonesia yang sudah berkarir di luar negeri atau ingin berkarir di luar negeri untuk memilih posisi bermain yang belih kedepan dan meningkatkan performance sesuai standar di luar negeri agar dapat menarik perhatian mereka sehingga dapat masuk dalam klub yang paling bernilai di dunia serta memiliki nilai pasar yang tinggi. 5.3 Keterbatasan 35 Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, Vol. 9 No. 1, 24-37 ISSN(print): 2354-869X | ISSN(online): 2614-3763 Peneliti menyadari masih ada beberapa keterbatasan dalam penelitian ini yaitu: 1 Penelitian masih terfokus pada klub paling bernilai di dunia, sehingga tidak dapat menyimpulkan berdasarkan kompetisi atau negara penyelenggara liga. 2 Variabel yang digunakan dalam penelitian hanya memenuhi 49.7% sehingga masih terdapat lebih dari 50% pengaruh terhadap football player market value dipengaruhi oleh variabel lain. 3 Variabel moderasi usia belum diteliti terlebih dahulu sehingga dari 4 hipotesis penelitian yang menjadikan usia sebagai variabel moderasi hanya 1 hipotesis yang dapat dibuktikan sedangkan lainnya tidak terbukti. 4 Nilai football player market value dan transfer fee belum disederhanakan dalam satuan milyar. 5.4 Agenda penelitian yang akan datang Dengan adanya keterbatasan penelitian diatas, disarankan pada penelitian selanjutnya untuk: 1 Menfokuskan penelitian pada liga dan kompetisi yang diikuti oleh klub, atau mengambil penelitian terkait negara seperti Piala Asia, Eropa atau bahkan Piala Dunia. 2 Menambah variabel independen yang belum diteliti dalam penelitian ini sehingga dapat memenuhi pengaruh terhadap variabel dependen yang 50% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian. 3 Meneliti variabel moderasi terlebih dahulu untuk memberikan gambaran variabel usia bisa digunakan sebagai variabel moderasi atau tidak. Dan bisa digunakan metode lain untuk meneliti variabel usia agar dapat membuktikan pengaruh moderasi terhadap hipotesis yang ada. 6. DAFTAR PUSTAKA Barbuscak, L. (2018). What Makes a Soccer Player Expensive? Analyzing the Transfer Activity of the Richest Soccer. Augsburg Honors Review, 11(5), 64–83. https://idun.augsburg.edu/honors_review Availableat:https://idun.augsburg.edu/hon ors_review/vol11/iss1/5 Bazzi, M. (2019). Faculty of sciences institute of sports sciences and physical education dr . Marton gergely physical educationtraining bachelor of science. May. Ekonomika, F., Bisnis, D. A. N., & Diponegoro, U. (2013). Pengaruh performance , umur , dan cost of inputs terhadap market value. Felipe, J. L., Fernandez-Luna, A., Burillo, P., de la Riva, L. E., Sanchez-Sanchez, J., & Garcia-Unanue, J. (2020). Money talks: Team variables and player positions that most influence the market value of professional male footballers in Europe. Sustainability (Switzerland), 12(9), 10– 17. https://doi.org/10.3390/su12093709 Han, E. S., & goleman, daniel; boyatzis, Richard; Mckee, A. (2019). 済無No Title No Title. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689– 1699. He, M., Cachucho, R., & Knobbe, A. (2015). Football Player Market Value. In Proceedings of the 2nd Workshop of Sports Analytics, European Conference on Machine Learning and Principles and Practice of Knowledge Discovery in Databases (ECML PKDD)., 1–9. https://dtai.cs.kuleuven.be/events/MLSA1 5/papers/mlsa15_submission_8.pdf He, Y. (2014). Predicting Market Value of Soccer Players Using Linear Modeling Techniques. Stat.Berkeley.Edu, 1–15. http://www.stat.berkeley.edu/~aldous/Res earch/Ugrad/Yuan_He.pdf Liana, L. (2009). Penggunaan MRA dengan Spss untuk Menguji Pengaruh Variabel Moderating terhadap Hubungan antara Variabel Independen dan Variabel Dependen. XIV(2), 90–97. Majewski, S. (2016). Identification of factors determining market value of the most valuable football players. Journal of Management and Business 36 Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, Vol. 9 No.1 , 24 - 37 ISSN(print): 2354-869X | ISSN(online): 2614-3763 Administration. Central Europe, 24(3), 91–104. https://doi.org/10.7206/jmba.ce.24507814.177 Muhammad, S. (2017). Pengaruh Performance, Umur, dan Cost Of Input Terhadap Market Value Pemain Sepakbola Profesional (Studi Empiris pada Klub Sepakbola yang berkompetisi salam Liga Spanyol pada periode 2014/2015. Yogyakarta. UIIY Rohde, M., & Breuer, C. (2016). Europe’s Elite Football: Financial Growth, Sporting Success, Transfer Investment, and Private Majority Investors. International Journal of Financial Studies, 4(2), 12. https://doi.org/10.3390/ijfs4020012 Všb-, O., & Perechuda, I. (2016). 8 th International Scientific Conference Managing and Modelling of Financial Risks Market value, book value and intellectual capital value in case of football clubs listed on stock exchange. September. www.stoxx.com Wahyu, O., Fakultas, W., & Ugm, P. (2010). Prosedur Analisis Regresi dengan Variabel Moderator Tunggal melalui SPSS. 1–5. 37