Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Volume 1. Nomor 1. August 2023. Halaman 59-61 E-ISSN: 3025-6704 DOI: https://doi. org/10. 5281/zenodo. Gambaran Resiko Jatuh pada Keluarga dengan Lansia di Kabupaten Cianjur Ricko Dwi Haryanto1. Obar2. M Jafar S3 123STIKes Permata Nusantara Cianjur ABSTRAK ARTICLE INFO Article history: Received Auguts 01, 2023 Revised August 08, 2023 Accepted Auguts 28 2023 Available online August 29, 2023 Keywords: Lansia. Pasien Jatuh. Standar Pasien Risiko Jatuh Keywords: Elderly. Patient Falls. Fall Risk Patient Standards This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2023 by Author. Published by Yayasan Daarul Huda Berbagai masalah kesehatan yang terjadi pada lansia akibat dari kemunduran sel-sel tubuh sehingga mengakibatkan fungsi dan daya tahan tubuh menurun. Masalah kesehatan fisik yang banyak sekali terjadi pada lansia salah satunya adalah jatuh. Akibat jatuh yang dialami lansia berdampak ada psikologis sosiologis dan emosional serta akan mengakibatkan cedera fisik, keterbatasan gerak serta kematian. Program latihan ini melibatkan pusat keseimbangan yang berada pada otak dan untuk meningkatkan respon keseimbangan sehingga dapat mengurangi Tujuan dari laporan ini adalah memberikan gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan yang komprehensif terhadap lansia dengan risiko jatuh. Pelayanan kesehatan di wilayah Cianjur cenderung telah mendorong percepatan perubahan lingkungan perawatan di lingkungan kesehatan, salah satunya dengan pelayanan dalam penyuluhan oleh Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Pengambilan sampel dengan total sampling. Itu jumlah sampel penelitian adalah sebanyak 37 lansia dengan didampingi keluarga. Hasil: sebagian besar lansia . ,5%) atau sebanyak 25 orang adalah dalam kategori resiko jatuh di sekitar keluarga. Sedangkan 21,5 % lansia tidak beresiko jatuh atau sebanyak 12 orang lansia tidak beresiko jatuh. ABSTRACT Various health problems that occur in the elderly are a result of the deterioration of body cells, resulting in decreased function and endurance. One of the physical health problems that often occurs in the elderly is falls. The consequences of falls experienced by the elderly have psychological, sociological and emotional impacts and will result in physical injury, limited movement and death. This exercise program involves the balance center in the brain and increases the balance response so that it can reduce falls. The aim of this report is to provide an overview of the implementation of comprehensive nursing care for elderly people at risk of falling. Health services in the Cianjur area tend to encourage accelerated changes in the care environment in the health environment, one of which is through counseling services by nurses. This research uses quantitative, descriptive Sampling with total sampling. The total research sample was 37 elderly people accompanied by their Results: most of the elderly . 5%) or 25 people were in the risk category for falls around the family. Meanwhile, 21. 5% of elderly people are not at risk of falling or as many as 12 elderly people are not at risk of PENDAHULUAN Menua atau menjadi tua adalah suati keadaan yang terjadi di dalam kehidupan manusia. Proses menua merupakan proses sepanjang hidup, tidak hanya dimulai dari suatu waktu tertentu, tetapi dimulai dari permulaan kehidupan. Menjadi tua merupakan proses alamiah, yang berarti seseorang telah melakukan tiga tahap kehidupannya yaitu, anak, dewasa dan tua. Memasuki usia tua berarti mengalami kemunduran misalnya kemundiran fisik yain di tandai dengan kulit mengendur, rambut memutih, gigi mulai ompong, figur tubuh yang tidak proporsional (Untari, 2. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 43 tahun 2004, lanjut usia adalah seseorang yang mencapai usia 60 . nam pulu. tahun ke atas. Lansia telah memasuk tahapan akhir dari fase kehidupan kehidupan. Kelompok yang dikategorikan lansia ini akan terjadi suatu proses yang disebut aging process atau proses penuaan (Kemenkes, 2. Menurut World Health Organization . , proporsi penduduk di atas 60 tahun di dunia tahun 2000 sampai 2050 akan berlipat ganda dari sekitar 11% menjadi 22%, atau secara absolut meningkat dari 605 juta menjadi 2 milyar lansia. Sedangkan diamerika diperkirakan pada tahun 2050 sekitar 89 juta orang. Peningkatan jumlah lansia dikarenakan peningkatan angka harapan *Corresponding author Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 1 Tahun 2023, pp. ife expectanc. , penurunan angka fertilitas . dan mortalitas . Proses terjadinya penuaan penduduk di pengaruhi oleh beberapa factor, misalnya peningkatan gizi, sanitasi, pelayanan kesehatan, hingga baik. (Kemenkes,2. METODE Penelitian mengunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif yang dilakukan di salah satu Puskesmas yang berada di Wilayah Kabupaten Cianjur. Populasi dalam penelitian adalah lansia dengan total responden 37orang responden. Dalam penelitian ini pengambilan sampel dengan Total Sampling. Pemilihan sampel ini digunakan apabila populasi tidak melebihi dari 100 responden (Sugiyono,2. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Proses penelitian dilakukan dengan cara melakukan observasi secara langsung terhadap lansia melalui anggota keluarga dirumah bilamana terjadi Resiko Tinggi Jatuh di wilayah kerja puskesmas yang bersangkutan dijadikan tempat penelitian. Dalam proses pengambilan data peneliti meminta bantuan kepada pihak pegawai . Puskesmas untukmembantu peneliti dalam mengobservasi tindakan intervensi lansia resiko tinggi jatuh. Karakteristik responden penelitian dibagi menjadi jenis kelamin, umur, yang dilakukan oleh responden penelitian. Karakteristik responden menunjukan distribusi frekuensi berdasarkan jenis kelamin, umur. Berdasarkan distribusi frekuensi jenis kelamin laki-laki sebanyak 27 responden . ,2%) sedangkan jumlah responden perempuan sebanyak 10 responden . ,8%). Berdasarkan distribusi frekuensi umur 61 Ae 70 tahun sebanyak 19 responden . ,5%), 71 Ae 80 tahun sebanyak 18 responden . ,5%). Dapat dilihat bahwa Kategori Resiko Jatuh memiliki frekuensi sebanyak 25 responden . ,5%). Kategori tidak Resiko Jatuh memiliki frekuensi sebanyak 12 . ,5%). Berdasar hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa lansia dengan resiko tinggi jatuh apabila tidak diperhatikan oleh keluarganya, sedangkan yang diperhatikan oleh keluarganya tidak beresiko Hasil penelitian, didapatkan bahwa sebagian besar responden dengan kategori memiliki prosedur intervensi lansia dengan risiko tinggi jatuh sebanyak 25 rsponden . ,5%) sedangkan 12 responden . ,5%) yaitu lansia dengan tidak beresiko jatuh karena dijaga oleh pihak keluarga. Dari 37 responden hanya terdapat 27 responden lansia berjenis kelamin laki-laki . ,2%) sedangkan 10 responden lansia perempuan . 8%), dengan usia yang bervaritif, menjelaskan bahwa strategi mengurangi resiko jatuh pada lansia dengan dijaganya oleh pihak keluarga, maka dari itu peran keluarga sangat penting ditengah Aetengah kehidupan lansia. Hasil observasi dari usia lansia dari usia 61 Ae 70 sebanyak 19 responden . ,5 %) sedangkan dengan usia 71 Ae 80 sebanyak 18 responden . ,5%) Berdasarkan observasi kunjungan datang ke rumah lansia yang didampingi oleh keluarga, dari hasil wawancara serta observasi lansia yang tidak di dampingi atau didampingi sangat signifikan untuk terjadinya resiko jatuh. Kesimpulan penelitian di salah satu puskesmas wilayah Kabupaten Cianjur menunjukkan bahwa lansia yang didampingi oleh keluarga terjamin aman untuk dijaga dan mengurangi SIMPULAN Hasil observasi, yang telah dilakukan yang ditegakkan yaitu resiko jatuh sebagai kerentanan untuk jatuh yang dapat memberikan kerusakan fisik jatuh. Rumusan intervensi keperawatan yang direncanakan sesuai rumusan intervensi keperawatan teoritis yaitu identifikasi resiko dan pencegahan , yang diberikan sesuai dengan intervensi yang sudah Klien juga diberikan latihan mengenai penanganan resiko jatuh dengan baik untuk mengurangi jatuh dengan meningkatkan keseimbangan dan kekuataan anggota gerak. Evaluasi akhir dalamhasil ini menunjukkan bahwa terdapat dampak positif bagi lansia dan Ricko Dwi Haryanto, dkk/ Gambaran Resiko Jatuh Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 1 Tahun 2023, pp. keluarga, yaitu terjadi peningkatan pengetahuan pada klien dengan resiko jatuh dan adanya perubahan kekuatan otot dan keseimbangan pada lansia. REFERENSI