Vol. No. November 2024, hal, 94-102 Pengabdian Masyarakat Melalui Kegiatan Pendampingan TPQ di Masjid AlMuttaqin Desa Mertelu. Gunung Kidul Muhammad Zain Mushlih. Abimanyu Septian Triyananda Putra. Maryono Maryono. 1,2,. Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya. Indonesia Info Artikel Kata kunci : Pendampingan Pembelajaran TPQ Pemberdayaan TPQ Email Koresponden : Mushlihzain@gmail. stp@gmail. maryono@stai-ali. ABSTRAK Penelitian ini menggambarkan pelaksanaan kegiatan KKN Kelompok Desa Mertelu STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya yang berfokus pada pendampingan terhadap TPQ Al-Muttaqin di Dusun Krinjing Desa Mertelu. Kec. Gedangsari. Kab. Gunung Kidul. Provinsi Jogjakarta. Metode yang digunakan adalah partisipatory action research (PAR), dengan melibatkan mahasiswa sebagai agen perubahan dalam memberikan pembelajaran tambahan mengenai Huruf Hijaiyah dan Makharijul Huruf kepada para santri. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan kualitas pembacaan Al-Quran, pelaksanaan wudhu, dan salat, serta diberlakukannya salat Ashar berjamaah sebelum proses belajar mengajar di TPQ. Pemberian materi tambahan ini membantu para santri memahami huruf-huruf hijaiyah dengan lebih baik, serta membedakan tempat keluarnya huruf sesuai dengan Makharijul Huruf. Kesimpulannya, pendampingan ini memberikan dampak positif dalam memperdalam pemahaman agama, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperkuat praktik keagamaan para santri, serta berkontribusi dalam pembentukan karakter generasi muda. PENDAHULUAN Desa Mertelu, terletak di wilayah Kecamatan Gedangsari. Kabupaten Gunung Kidul. Provinsi Jogjakarta, merupakan sebuah lokasi yang memiliki sedikit lembaga pendidikan formal. Dalam desa ini, terdapat tiga SD dan satu SMP, sehingga total lembaga pendidikan formal menjadi empat di desa Namun, keberadaan lembaga non-formal, terutama Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), menjadi penting dan mendapat perhatian di tengah masyarakat. Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) merupakan lembaga pendidikan non-formal yang fokus pada pembelajaran baca dan tulis Al-Qur'an. Fungsi TPQ tidak hanya sekadar menyiapkan generasi muda agar tidak terjadi kemerosotan agama di masa mendatang, tetapi juga bertujuan untuk membentuk generasi qurani dengan karakter yang kuat dan akhlak mulia (Anwar, 2. Di dusun Krinjing, salah satu bagian dari Desa Mertelu, terdapat TPQ Al-Muttaqin yang menjadi pusat kegiatan keislaman masyarakat. Meskipun masyarakat di dusun Krinjing sudah sadar akan pentingnya pendidikan Al-Qur'an, namun terdapat ketidakseimbangan antara pengajar dan peserta didik di TPQ Al-Muttaqin. Kondisi ini menyebabkan kekurangan tenaga pengajar untuk kegiatan pembelajaran sehari-hari. Oleh karena itu, sebagai langkah untuk memperbaiki permasalahan ini, dilakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat melalui pendampingan pengajaran TPQ di Desa Mertelu. Gedangsari. Kabupaten Gunung Kidul. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Muhammad Zain Mushlih. Abimanyu Septian Triyananda Putra. Maryono Maryono Dalam lapangan, beberapa permasalahan ditemui, antara lain: . metode belajar yang digunakan masih tidak konsisten, . kurangnya tenaga pengajar di TPQ, . alokasi waktu untuk pendampingan pembelajaran masih kurang, . minimnya fasilitas pembelajaran, dan . kurangnya pemberian materi mengenai fiqih dan praktiknya. Semua permasalahan ini menjadi dasar pemikiran untuk melakukan kegiatan pendampingan dengan tujuan meningkatkan kemampuan membaca dan menulis santri-santri di TPQ Al-Muttaqin serta membantu meringankan tugas pengajar dalam mengajarkan pembelajaran Al-Qur'an pada santri TPQ. Proses pembelajaran di dua TPQ tersebut menggunakan buku panduan dalam Iqra`, dimulai dari jilid 1 hingga jilid 6 dengan huruf hijaiyyah bersambung. Metode yang digunakan dalam pendampingan ini adalah metode Participatory Action Research (PAR), dengan peneliti terjun dan terlibat secara langsung dalam kegiatan belajar mengajar di TPQ. Temuan penelitian menunjukkan bahwa program dilaksanakan dalam upaya pendidikan karakter melalui pengajaran bacaan Al-Quran secara mendalam, penghafalan surat-surat juz amma, penemuan ayat Al-Quran, hadist, dan kata-kata mutiara berbahasa Arab (Mahfuzha. Untuk mengatasi hambatan dalam pembelajaran, digunakan pendekatan membiarkan anak belajar sambil bermain namun tetap diawasi oleh guru pembimbing. Pendidikan Al-Quran di TPQ Al-Muttaqin memiliki peran penting dalam membentuk karakter santri melalui pembimbingan, pelatihan yang berkesinambungan, dan nasehat dalam membentuk karakter religius, mandiri, serta komunikatif pada anak usia dini (Iswan & Herwina, 2. Berdasarkan penelitian Hidayah dan Muflihah . yang berjudul "Pendampingan Baca Tulis AlQurAoan Di Tpq Al-Istiqomah Kedungurang Kecamatan Gumelar," perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian ini adalah penekanan pada penguatan kualitas pengajar di TPQ, kurangnya wawasan pendidikan qur'ani, ketidak konsistennya penerapan metode, dan kurangnya pemberian materi tajwid dan makharijul huruf. Dengan segala permasalahan dan tantangan yang dihadapi TPQ Al-Muttaqin, maka peneliti memilih judul "Pengabdian Masyarakat Melalui Kegiatan Pendampingan TPQ di Desa Mertelu. Gunung Kidul. " Dengan demikian, kegiatan pendampingan ini diharapkan mampu memperbaiki permasalahan-permasalahan yang ada dan mencapai sasaran yang diharapkan, serta dapat terakomodir dengan baik dalam TPQ Al-Muttaqin. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pengabdian Masyarakat melalui Kegiatan PendampinganA METODE PENGABDIAN Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah field research . enelitian lapanga. , yang merupakan penelitian mengenai gejala atau peristiwa tertentu yang terjadi pada suatu wilayah dalam suatu kelompok masyarakat. Dalam konteks KKN (Kuliah Kerja Nyat. Kelompok Desa Mertelu STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, penelitian ini juga dapat disebut sebagai penelitian kasus atau studi kasus . ase stud. Jenis penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan bersumber dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari mahasiswa peserta KKN Kelompok Desa Mertelu STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, yang berjumlah 18 orang dari program studi Pendidikan Bahasa Arab. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumentasi. Metode pengumpulan data yang digunakan melibatkan wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan untuk menggali informasi tentang keadaan murid, tenaga pendidik, dan lingkungan sekitar TPQ Al-Muttaqin di Desa Mertelu. Gunung Kidul. Responden wawancara melibatkan mahasiswa KKN, murid TPQ Al-Muttaqin, tenaga pendidik, serta warga di sekitar TPQ. Observasi dilakukan dengan cara mengamati atau meninjau secara cermat dan langsung kondisi yang terjadi pada wilayah tersebut. Objek observasi melibatkan murid TPQ Al-Muttaqin, tenaga pendidik, serta warga di sekitar TPQ Al-Muttaqin. Metode dokumentasi digunakan sebagai penghubung kegiatan penelitian, termasuk lokasi KKN, data peserta KKN, dan sebagainya. Dalam pelaksanaan kegiatan KKN Kelompok Desa Mertelu STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, digunakan metode PAR (Participatory Action Researc. Metode ini dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan warga masyarakat dalam wilayah tertentu. TPQ Al-Muttaqin menjadi objek penelitian, di mana mahasiswa KKN ingin mengaplikasikan ilmu-ilmu keagamaan yang telah dipelajari di bangku perkuliahan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di TPQ. Kegiatan pengabdian masyarakat dalam lingkup keagamaan melibatkan kontribusi mahasiswa KKN Kelompok Desa Mertelu STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya dalam melakukan pembelajaran di TPQ Al-Muttaqin. Pendampingan dilakukan dengan mengajar murid TPQ Al-Muttaqin, seperti menghafal surat-surat pendek, hadist, doa-doa sehari, menulis huruf hijaiyah, dan makhorijul huruf Melalui kegiatan pendampingan di TPQ ini, diharapkan dapat meningkatkan minat murid untuk datang ke TPQ dan memberikan dampak positif pada kualitas pembelajaran di TPQ AlMuttaqin. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Muhammad Zain Mushlih. Abimanyu Septian Triyananda Putra. Maryono Maryono HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan KKN Kelompok Desa Mertelu STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya dilaksanakan selama 30 hari di Dusun Krinjing. Desa Mertelu. Kec. Gedangsari. Kab. Gunung Kidul. Provinsi Jogjakarta. Salah satu kegiatan keagamaan yang dilakukan adalah pendampingan TPQ yang ada di Dusun Krinjing Desa Mertelu, yakni TPQ Al-Muttaqin. Pelaksanaan pendampingan TPQ ini dilaksanakan mulai dari tanggal 2 Januari 2024 hingga 30 Januari 2024, setiap hari Kamis-Ahad pada 00 baAoda magrib hingga pukul 20. 00 WIB. Kegiatan yang dilakukan saat pendampingan TPQ adalah turut membantu belajar mengajar dan memberikan tambahan wawasan berupa materi huruf hijaiyah, makharijul huruf, tahsin. emperbaiki bacaa. dan praktek shalat. Adapun pemberian tambahan wawasan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap beberapa masalah yang ditemui di TPQ Al-Muttaqin. Beberapa masalah yang diidentifikasi terdokumentasi dalam tabel 1. Dari hasil pemberian materi tambahan oleh KKN Kelompok Desa Mertelu STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, terjadi perubahan positif, seperti peningkatan kualitas mengaji, dan salat para santri. Selain itu, di TPQ Al-Muttaqin, telah diberlakukan salat Magrib berjamaah terlebih dahulu sebelum proses belajar mengajar ngaji dimulai dan juga Shalat Isya berjamaah ditengah proses pembelajaran. Hasil Survey Masalah yang Ditemukan di TPQ Al-Muttaqin No. Table Column Head TPQ Hasil Survey Kurangnya A Metode pembelajaran yang masih kurang Al Muttaqin Karena, terlalu monoton untuk diberikan kepada para A Kurang materi yang diberikan Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pengabdian Masyarakat melalui Kegiatan PendampinganA No. Table Column Head TPQ Hasil Survey dikerjakan oleh para A Waktu pembelajaran juga terlalu singkat untuk para santri bisa yang diberikan pada hari itu. Masih belum adanya materi pembelajaran dan arahan mengenai fiqh, seperti tatacara pakaian dan tempat. Sehingga banyak santri yang melakukan kegiatan Peraturan Pemerintah No. 55 tahun 2007 pasal 24 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan menegaskan bahwa Pendidikan Al-QurAan terdiri dari Taman Kanak-Kanak Al-QurAan (TKQ). Taman Pendidikan Al-QurAan (TPQ). TaAlimul QurAan lil Aulad (TQA), dan bentuk lain yang sejenis. TPQ Al-Muttaqin adalah lembaga yang melaksanakan pendidikan nonformal berbasis keagamaan dengan tujuan utama sebagai pengajaran membaca Al-QurAan sejak dini (Aliwar, 2. Pendampingan TPQ merupakan bagian integral dari kegiatan KKN Kelompok Desa Mertelu STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, yang bertemakan AuModerasi BeragamaAy, sehingga pendampingan TPQ menjadi fokus yang penting. Tahapan pendampingan TPQ yang dilakukan oleh mahasiswa KKN kelompok Desa Mertelu STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya terdiri dari beberapa langkah, yaitu: Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Muhammad Zain Mushlih. Abimanyu Septian Triyananda Putra. Maryono Maryono Koordinasi dengan Ketua TPQ Al-Muttaqin TPQ Al-Muttaqin merupakan lembaga TPQ terbesar di Desa Mertelu. Seluruh program kegiatan KKN dimulai dengan koordinasi untuk mendapatkan izin pelaksanaan kegiatan dengan pihak TPQ, dengan membawa surat resmi dari LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyaraka. Hasil dari koordinasi ini adalah perizinan untuk melaksanakan pendampingan TPQ sesuai jadwal yang telah disepakati, serta terjalinnya kerjasama antara anggota kelompok KKN Desa Mertelu STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya dengan para Pembina TPQ Al-Muttaqin. Gambar 1. Koordinasi dengan Pembina TPQ Pelaksanaan Program Kegiatan Kegiatan pendampingan TPQ dilaksanakan dengan berbagai komponen kegiatan yang telah ditelaah dari hasil survei tentang masalah atau kekurangan yang ada di TPQ Al-Muttaqin. Kegiatan tersebut meliputi pendampingan baca tulis IqraA dan Al-QurAan, pemberian wawasan tentang huruf hijaiyah dan makharijul huruf, serta praktek wudhu dan salat. Pendampingan Mengajar Para Santri Pendampingan mengajar para santri dilakukan dengan memperhatikan karakteristik masingmasing TPQ. TPQ Al-Muttaqin memiliki kurang lebih 300 santri, sehingga terbagi dalam beberapa kelas sesuai dengan tingkatan iqraA. Pendampingan dilakukan oleh anggota kelompok KKN Desa Mertelu STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, dibantu oleh ustadz atau ustadzah dari TPQ. Pembelajaran iqraA dilakukan secara klasikal dengan membacakan oleh pendamping, diikuti secara bersama-sama oleh para santri. Setoran baca iqraA oleh para santri dinilai oleh ustadz/ah atau pendamping, yang memberikan koreksi bacaan jika diperlukan. Selain itu, materi tambahan seperti penulisan huruf hijaiyah dan makharijul huruf diberikan untuk menguatkan dasar pembacaan para Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pengabdian Masyarakat melalui Kegiatan PendampinganA Gambar 2. Proses Pendampingan Mengajar Pendampingan di TPQ Al-Muttaqin bertujuan agar peserta memenuhi kriteria tujuan, dengan pendekatan yang telah diteliti oleh Ulum, dkk. Metode pendampingan yang diterapkan telah terbukti efektif, seperti yang dikonfirmasi dalam penelitian Riyani . Beberapa penyesuaian dilakukan, seperti meningkatkan efisiensi dalam setoran tulis iqraA, dengan memberikan koreksi langsung terkait dengan penulisan huruf huruf. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di TPQ Al-Muttaqin. Pemberian Materi tentang Huruf Hijaiyah dan Makharijul Huruf Dalam pelaksanaan KKN Kelompok Desa Mertelu STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, pendampingan TPQ Al-Muttaqin di Dusun Krinjing Desa Mertelu. Kec. Gedangsari. Kab. Gunung Kidul. Provinsi Jogjakarta, mengalami beberapa tantangan yang kemudian direspons dengan memberikan materi tambahan tentang Huruf Hijaiyah dan Makharijul Huruf kepada para santri. Huruf Hijaiyah merupakan fondasi utama dalam membaca Al-Quran. Pengetahuan mengenai huruf-huruf ini menjadi penting bagi para santri, sebagaimana disampaikan dalam penelitian Hasan . Materi yang diberikan meliputi pengertian huruf hijaiyah, cara penulisan, dan pengucapan yang benar. Terkait Makharijul Huruf, para santri diberikan pemahaman tentang tempat keluarnya huruf dalam melafalkan Al-Quran. Hal ini sangat penting karena membentuk dasar dalam melafalkan hurufhuruf hijaiyah secara benar (Khozin & Abror, 2. Dengan memahami Makharijul Huruf, santri diharapkan dapat melafalkan Al-Quran sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Dalam pembahasan Makharijul Huruf. Imam Khalil Bin Ahmad membagi tempat keluarnya huruf menjadi 17 bagian. Dengan pemahaman ini, diharapkan para santri dapat membedakan dengan baik tempat keluarnya huruf-huruf hijaiyah. Hal ini penting untuk memastikan pembacaan Al-Quran yang baik dan benar. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Muhammad Zain Mushlih. Abimanyu Septian Triyananda Putra. Maryono Maryono Pemberian materi tambahan tentang Huruf Hijaiyah dan Makharijul Huruf memberikan dampak positif, terutama dalam meningkatkan kualitas mengaji dan memperbaiki bacaan shalat para Selain itu, di TPQ Al-Muttaqin, telah diberlakukan salat Ashar berjamaah sebelum proses belajar mengajar dimulai, menunjukkan adanya perubahan positif dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan di TPQ tersebut. SIMPULAN Melalui kegiatan KKN Kelompok Desa Mertelu STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, pendampingan terhadap TPQ Al-Muttaqin di Dusun Krinjing Desa Mertelu. Kec. Gedangsari. Kab. Gunung Kidul. Provinsi Jogjakarta, telah memberikan hasil yang signifikan. Dengan memberikan materi tambahan mengenai Huruf Hijaiyah dan Makharijul Huruf kepada para santri, terlihat adanya peningkatan dalam kualitas pembacaan Al-Quran, pelaksanaan wudhu, dan salat. Pemberian materi tambahan ini tidak hanya membantu para santri dalam memahami hurufhuruf hijaiyah secara lebih baik, tetapi juga membantu mereka membedakan tempat keluarnya hurufhuruf hijaiyah sesuai dengan Makharijul Huruf. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai hal ini, diharapkan pembacaan Al-Quran oleh para santri dapat menjadi lebih baik dan benar. Selain itu, perubahan positif juga terlihat dari diberlakukannya salat Ashar berjamaah sebelum proses belajar mengajar di TPQ Al-Muttaqin. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan di TPQ tersebut. Dengan demikian, kesimpulan dari kegiatan pendampingan ini adalah memberikan dampak yang positif bagi para santri dalam memperdalam pemahaman mereka tentang Al-Quran, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperkuat praktik keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Semua ini berkontribusi dalam upaya memperkuat kualitas pendidikan agama di lingkungan TPQ AlMuttaqin, serta memberikan kontribusi yang berarti dalam pembentukan karakter dan spiritualitas generasi muda. DAFTAR PUSTAKA