Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember MELAHIRKAN SUMBER DAYA GURU (SDG) MI UNGGULAN DI ERA GLOBALISASI Elga Yanuardianto Dosen Tetap Prodi PGMI Universitas Islam Jember HP. 087 839 366 678. Email: elgayanuardianto@yahoo. Abstrak: Memasuki era globalisasi sekarang ini kita dibawa kepada suatu kesadaran global yaitu fase dimana dunia terbuka tanpa batas. dalam dunia yang tanpa batas inilah terjadi persaingan yang mencangkup seluruh aspek kehidupan. Globalisasi terjadi Antara lain disebabkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi terutama tekhnologi informasi yang semakin hari semakin pesat dan . Untuk itu diperlukan upaya perubahan mendasar dalam berbagai bidang kehidupan, ekonomi, politik, sosial, dan budaya, termasuk pendidikan. Di sisi lain, untuk dapat keluar sebagai pemenang dalam era yang penuh persaingan ini maka kata kuncinya adalah sumber daya manusia yang berkualitas. Dan oleh karena itu pendidikan menjadi sebuah keniscayaan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi, karena salah satu wahana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut adalah melalui pendidikan yang berkualitas. Keywod. Melahirkan SDG. MI Unggulan Di Era Globalisasi Pendahuluan Kuantitas dan kualitas pendidikan harus diprioritaskan secara Yang sering terjadi adalah kuantitas yang tinggi akan mengurangi kualitas atau sebaliknya kualitas yang tinggi dapat mengurangi kuantitas. 1 Oleh karena itu dalam perencanaan pendidikan harus mencangkup semua hal, sarana dan prasarana, media, tenaga pendidikan, dan pembiayaan pendidikan. Implikasi dari penyelengaraan pendidikan setelah diberlakukannya otonomi daerah adalah lebih menekankan pada otonomi sekolah dan mendorong sekolah untuk merencanakan arahnya sendiri, walaupun tetap mengacu dan berpedoman pada peraturan pemerintah. Dengan diterapkannya otonomi, sekolah memiliki kewenangan yang Junaidi. Desain Pengembangan MUTU MADRASAH (Konsep Rancangan Pengembangan Sekola. (Yogyakarta: Teras, 2. hlm, 2 Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember lebih besar dalam mengelola sekolahnya, sehingga sekolah lebih Dengan kemandiriannya, sekolah lebih berdaya dalam mengembangkan program-program yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki. Selanjutnya dalam rangka pelaksanaan desentralisasi di bidang pendidikan, salah satunya adalah diterapkannya Manajemen Berbasis Sekolah/Madrasah (MBS/MBM) dan MPMBS (Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekola. , sebagai wujud dari otonomi pendidikan dan otonomi sekolah. Secara umum, manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah (MPMBS) dapat di artikan sebagai model manajemen yang memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah, dan mendorong partisipasi secara langsung warga sekolah. Dengan fleksibilitas atau keluwesan-keluwesannya, sekolah akan lebih lincah dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya sekolah secara optimal. Untuk mencapai standar tersebut, diperlukan suatu terobosan melalui upaya peningkatan mutu, responsive terhadap tantangan dan antisipatif terhadap perubahan-perubahan yang diakibatkan oleh tatanan internel maupun dunia kesejagatan. Karena bila sekolah hanya memelihara keadaan stabil tanpa ingin merespon berbagai gejolak dan pengaruh eksternal pada akhirnya akan bertemu dengan keadaan tidak menguntungkan seperti kehilanagan enrollment, berkurangnya kepercayaan masyarakat, dan tidak relevannya lulusan. Pendidikan Islam di Indonesia sebagai sub system pendidikan nasional, pada hakikatnya bertujuan untuk berpartisipasi dalam membangun kualitas bangsa dalam segala aspeknya, terutama sekali dalam hal peningkatan moral. Namun dalam proses penyelengaraannya, pendidikan Islam telah diatur oleh pemerintah melalui jalur formal, non formal, dan in formal. Dalam prespektif historis, keberadaan lembaga pendidikan formal seperti madrasah sekarang ini, meruplam akumulasi berbagai macam budaya dan tradisi pendidikan yang berkembang di masyarakat Indonesia. Mulai dari tradisi pra sejarah atau tradisi asli, tradisi hindu2 Sasongko. Ranbut Nur. MBS dan MPMBS. (Bengkulu: Program Studi MMP. Universitas Bengkulu, 2. , hlm, 14 Komariah. Aan dan Cepi Triana. Visionery Leadership Menuju Sekolah Efektif. (Jakarta: Bumi Aksara, 2. hlm, 29 Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember budha, tradisi Islam dan tradisi barat atau modern. Oleh sebab itu madrasah telah menjadi salah satu wujud entitas budaya bangsa Indonesia yang menjalani proses sosialisasi yang relative intensif, dan dalam waktu yang cukup panjang itu telah memainkan peran tersendiri dalam panggung pembentukan peradaban bangsa. Namun dalam kenyataannya, lembaga-lembaga pendidikan Islam, seperti pesantren, madrasah, dan sekolah-sekolah Islam, pada awalnya kurang mendapat perhatian dari masyarakat, terutama kelompok masyarakat menengah atas. Hal ini disebabkan karena lembagalembaga pendidikan tersebut dianggap belum mampu mengakomodasi kepentingan dan tuntutan masyarakat terkait dengan pengembangan peserta didik untuk persiapan hidup di masa depannya. Terutama dengan adanya keberadaan lembaga pendidikan madrasah tersebut. Sejak lahir dan berkembangnya yang pada umumnya berada diwilayah perdesaan, apabila dicermati mayoritas penduduk pedesaan berekonomi kelas menengah kebawah dengan pola kehidupan bercocok tanam . Di wilayah perkotaan justru madrasah pada mulanya sulit untuk berkembang, atau dengan kata lain kurang diminati masyarakat perkotaan. Apabila berbicara tentang madrasah berarti berbicara tentang tradisi orang desa. Pertanyaan yang muncul adalah mengapa lembaga pendidikan Islam . yang secara historis telah berjalan cukup lama, tetapi masih di anggap belum bisa memberikan harapan yang maksimal bagi masyarakat, khususnya ummat Islam? Mengapa madrasah yang jumlahnya puluhan ribu dan menyebar diseluruh wilayah Indonesia masih dianggap belum mampu berkembang seperti lembaga pendidikan formal lainnya seperti sekolah? Mengapa mutu lulusan madrasah selalu kalah disbanding dengan mutu lulusan sekolah? Apa yang salah dalam pengelolaan system pendidikan madrasah? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Dari persoalan-persoalan dan beberapa pertanyaan tersebut, sebenarnya umat Islam dituntut untuk memikirkan ulang mengenai eksistensi madrasah sebagai lembaga pendidikan khas milik umat Ahmad. Fatah yasin. Pengembangan Sumber Daya Manusia Di Lembaga Pendidikan. (Malang: UIN Maliki Press, 2. hlm: 2 Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Islam, agar tidak tertinggal dan selalu direspon oleh masyarakat, mengingat jumlah umat Islam Indonesia mayoritas tetapi justru peminat memilih lembaga pendidikan madrasah masuk katagori minoritas terutama di masyarakat perkotaan. Keberadaan sumber daya manusia (SDM) merupakan bagian integral dalam kehidupan suatu madrasah. Karena masing-masing SDM mempunyai peranan strategis. Oleh sebab itu, pembinaan terhadap personal yang ada menjadi tanggung jawab kepala madrasah sebagai pimpinan tertinggi disuatu madrasah. Konsekuensinya setiap kepala madrasah harus memahami benar mengenai lingkup atau dimensi-dimensi kepegawaian. Tantangan Kompleks Madrasah Di Era Globalisasi Perubahan di era globalisasi berjalan sangat cepat, sampai kita tidak sadar bahwa kita sendiri turut berubah. Kemajuan pengetahuan dan tekhnologi semakin meningkat dan membawa problem yang kompleks dalam kehidupan manusia. Dalam menghandapi era ini, dibutuhkan individu yang mampu berpikir abstrak-simbolis, mempunyai daya kritis, kemampuan berkomunikasi dan bekerja, dan tentu saja kemampuan menggunakan dan memanfaatkan tekhnologi 5 Di sampng itu, kekuatan moral yang kokoh sangat dibutuhkan untuk menunjukkan kedaulatan dan martabat bangsa ini di tengah pusaran dunia global dan modal sosial yang lentur. Lembaga pendidikan berkewajiban untuk mempersiapkan dan menjembatani kemampuan yang ada saat ini dengan kemampuan yang seharusnya dimiliki di masa depan. Tugas ini sangatlah berat, tapi harus dilakukan. Untuk merumuskan kemampuan ideal anak didik di era globalisasi ini, terlebih dahulu kita harus tahu, tantangan apa yang menghadang di Kita tidak perlu menghadang arus Globalisasi ataupun mengikuti secara membuta perubahanperubahan global. Demikian pula kita lihat lahirnya budaya global bukan bearti hilangnya identitas suatu masyarakat, namun globalisasi telah merangsang kesadaran individu, kesadaran etnis dari suatu komunitas yang pluralistic. Singkatnya pendidikan nasional kita perlu mempunyai sikap didalam mengahadapi perubahan-perubahan global dalam era globalisasi dewasa ini. Dengan kata lain pendidikan nasional kita perlu ditransformasikan agar supaya dapat menjawab tuntutan-tuntutan baru di dalam perubahan global dewasa ini. Tilaar. Manifesto Pendidikan Nasional (Jakarta: Kompas, 2. hlm: 166 Zamroni. Dinamika Peningkatan Mutu. (Yoyakarta: Gavin Kalam Utama, 2. hlm: 178 Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember depan kita akibat era globalisasi ini. Disini dipaparkan tantangantantangan masa kini yang harus direspon madrasah secara aktif dan Demoralisasi Pelajar Tantangan pertama yang dihadapi madrasah adalah kemerosotan moral pelajar dan remaja pada umumnya yang sudah sedemikian akut. Mereka yang terlibat dalam minum-minuman keras. Geng motor,7 narkoba, free sex, perkelahian sampai pembunuhan, pencurian, dan pemerasan, sudah tak terhitung lagi. Keringnya nilai relegius menyebabkan perilaku yang tidak terkendali. Degradasi Keilmuan Dan Moral Guru Tantangan kedua madrasah adalah penurunan kualitas ilmu guru yang berpengaruh besar terhadap kualitas amal dalam bentuk apapun. Amal adalah manifesto dari ilmu, sehingga jika ilmunya sedikit dan kering, maka amalnyapun sedikit dan kering. Degradasi keilmuan guru sekarang ini disebabkan oleh lemahnya semangat belajar guru sehingga sulit sekali menciptakan kreasi dan inovasi yang berkualitas. Kemalasan belajar untuk mendalami pengetahuan dan mengembangkannya menjadikan ilmu ditangan guru stagnan dan pasif, ilmu tidak berkembang sebagai mana mestinya. Akhirnya pembelajaran menjadi tidak menarik dan membosankan. Kekerasan yang dilakukan pelajar kian memprihatinkan, seperti aksi premanisme yang dilakukan oleh pelajar yang tergabung dalam Geng Nero (Neko-neko dikroyo. , dan banyak lagi perilaku kekerasan lainnya. Geng Nero barangkali hanya salah satu potret dari sekian banyak geng yang ada dilinkungan masyarakat yang dilakukan oleh pelajar. Kejadian ini mungkin juga pernah dialami oleh sekolah-sekolah yang lain, namun tidak terekspos media masa. Dimyati. AuPeran guru sebagai model dalam pembelajaran karakter dan kebajikan moral melalui pendidikan jasmani, dalam cakrawala pendidikan,Ay(Yogyakarta. UNY. Mei 2010. Th. XXIX, edisi Khusus Dies Natalis UNY), hlm. Menurut Kepala BKKBN. Sugiri Syarif, data Badan Kordinasi Keluarga Berencana National (BKKBN) pada 2010, menunjukkan 51 persen remaja di Jabotabek telah melakukan seks pranikah. Artinya dari 100 remaja, 51 sudah tidak perawan. Beberapa wilayah lain di Indonesia, seks pra nikah juga dilakukan beberapa remaja. Misalnya saja di Surabaya tercatat 54 persen, di bandung 47 persen, dan 52 persen di medan. Dari kasus perzinaan yang dilakukan para remaja putri tersebut, yang paling dahsyat terjadi di Yogyakarta. Pihaknya menemukan dari hasil penelitian di yogya kurun waktu 2010 setidaknya tercatat sebanyak 37 persen dari 1. mahasiswi di kota gudeg ini menerima gelar MBA . arriage by acciden. alias menikah akibat hamil maupun kehamilan diluar nikah. Didit tri Kertapati. Aukepala BKKBN: 51 dari 100 remaja di Jabotabek sdah tak perawanAy dalam,\ http://ww. com/read/2010/11/28/094930/1504117/ kepada-bkkbn-51-dari-100-remajadi-jabotabek-sudah-tak-perawan. Di akses pada tanggal 1 Maret 2016 Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Bahkan di banyak madrasah, wawasan dan pengetahuan murid lebih luas dan dalam dari pada gurunya. Jika begitu bagaimana pembelajaran dapat berlangsung secara interaktif dan menarik kalau faktanya seperti Madrasah Dan Orientasi Pengembangan Sumber Daya Manusia Bertitik tolak dari paradigma berpikir tentang pendidikan dalam prespektif ilmu-ilmu sosial, dapat dikatakan bahwa kegiatan pendidikan merupakan sesuatu yang inheren dalam setiap SDM. Karena melalui kegiatan pendidikan itulah kekayaan budaya dalam suatu SDM diwariskan, dipelihara, dan dikembalikan dari suatu generasi ke generasi berikutnya. 9 Melalui aktivitas pendidikan itulah generasi baru memperoleh seperangkat pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan yang bersifat jasmaniah maupun rohaniah sehingga mereka dapat memainkan peran-peran sosial sebagaimana yang diharapkan dalam system kehidupan sosial dimana pendidikan itu Dalam konteks pewarisan budaya tersebut, misi pendidikan selalu dikaitkan dengan konteks budaya dan tuntutan kehidupan SDM sesuai Hal ini sebagaiman dikatakan oleh sayyidina Ali RA Adidiklah anak-anak kalian sesuai zamannya, karena mereka lahir pada zamannya, dan bukan pada zaman dimana kalian dididikAy. Dalam hal ini pendidikan harus diarahkan kepemenuhan kebutuhan SDM dan masa depan sebagaimana dijelaskan Qalfin Toffler dalam malik fadjar, bahwa Aeducation must shift into the future tenseA. Konsep Tentang Sumber Daya Manusia Di Madrasah Keberadaan tenaga kerja sebagai salah satu factor produksi sangat penting artinya bagi organisasi. Dalam perkembangannya, organisasi akan menghadapi permasalahan tenaga kerja yang semakin kompleks, dengan demikian pengelolaan SDM harus dilakukan secara professional oleh departemen tersendiri dalam suatu organisasi, yaitu human resource departemen. SDM sebagai salah satu unsur penunjang organisasi, dapat diartikan sebagai manusia yang bekerja dilingkungan Ruslikan, dalam Haris Supratno. Kontruksi Teori Ilmu-Ilmu Sosial. (Surabaya: Unesa University press, 2. hlm, 947 Malik Fadjar. Tantangan dan Peran Umat Islam Dalam Menyongsong Abad XXI. (Surabaya: Makalah IAIN Sunan Ampel, 1. hlm, 3 Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember suatu organisasi . isebut personal, tenaga kerja, pekerja atau karyawa. , atau potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi dalam mewujudkan eksistensinya, atau potensi yang merupakan asset dan berfungsi sebagai modal non material dalam organisasi bisnis yang dapat diwujudkan menjadi potensi nyata secara fisik dan non fisik dalam mewujudkan eksistensi organisasi. 11 Pada organisasi yang masih bersifat tradisional, focus terhadap SDM belum sepenuhnya Organisasi tersebut masih berkonsentrasi pada fungsi produksi, keuangan, dan pemasaran yang cenderung berorentasi jangka pendek. Mengingat betapa pentingnya peran SDM untuk kemajuan organisasi, maka organisasi dengan model yang lebih moderat menekankan pada fungsi SDM dengan orientasi jangka Mengelola SDM di era globalisasi bukan merupakan hal yang Oleh karena itu, berbagai macam suprastruktur dan infrastruktur perlu disiapkan untuk mendukung proses terwujudnya SDM yang berkualitas. Lembaga sekolah yang ingin tetap eksis dan memiliki citra positif di mata masyarakat tidak akan mengabaikan aspek pengembangan kualitas SDM. Oleh karena itu, peran manajemen SDM dalam organisasi tidak kecil, bahkan sebagai sentral pengelola maupun penyedia SDM bagi departemen lainnya. Manajemen SDM dapat diartikan sebagai kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarah, dan pengendalian atas pengadaan, tenaga kerja, pengembangan, kompetensi, integrasi pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja dengan SDM, atau dengan kata lain, secara lugas manajemen SDM dapat diartkan sebagai kegiatan perencanaan. Pengadaan, pengembangan, pemeliharaan, dan penggunaan SDM dalam upaya mencapai tujuan individual maupun organisasional. Arah Pengembangan Sumber Daya Manusia Di Madrasah Madrasah dituntut untuk selalu melakukan perubahan dan pengembangan agar madrasah menjadi sekolah alternative dan selalu menjadi tumpuan SDM. Madrasah dalam hal ini akan menjadi Agen Of Change tanpa menghilangkan ciri keislamannya. Usaha meningkatkan Hadari Nawawi. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Bisnis Kompetitif. (Yogyakarta: Gajahmada University Press. hlm, 13 Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember kualitas pendidikan di madrasah tampaknya terus bergulir dan usaha menuju kekesatuan system pendidikan nasional dalam rangka pembinaan semakin ditingkatkan. Usaha tersebut tidak hanya tugas dan wewenang Departemen Agama saja, akan tetapi juga merupakan tanggung jawab SDM. Pada tahun 1976 Departemen Agama mengeluarkan kurikulum sebagai standard untuk dijadikan acuan oleh madrasah, baik untuk MI. Mts. MA. Selain itu DEPAG juga mengeluarkan: Pedoman dan aturan penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran pada madrasah, sesuai dengan aturan yang berlaku pada sekolah-sekolah umum. Deskripsi berbagai kegiatan dan metode penyampaian program untuk setiap bidang studi, baik untuk bidang studi agama, maupun bidang studi umum. Pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan di madrasah terus dilakukan, seiring dengan perkembangan zaman yang ditandai dengan majunya ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Dengan diberlakukannya UU Nomor 2 tahun 1989 tentang system pendidikan nasional sebagai pedoman pelaksanaan, maka kurikulum yang berlaku sudah disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang Ahmad Zayadi, menjelaskan bahwa arah pengembangan pendidikan madrasah bertujuan agar dapat Aumengantarkan peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, berkepribadian, menguasai ilmu pengetahuan dan tekhnologi, serta mampu mengektualisasikan diri dalam kehidupan berbangsa dan bernegaraAy. Dalam pengembangan madrasah sedikitnya ada dua sisi yang harus dipenuhi sekaligus. Pertama, adalah perhatian terhadap daya dukung, baik meliputi ketenagaan, kurikulum, sarana, dan pra sarana, pendanaan, dan manajemen yang tangguh. Kedua, harus ada cita-cita, etos kerja dan semangat yang tinggi dari semua pihak yang terlibat Selain dari pada itu, untuk memajukan lembaga pendidikan madrasah diperlukan adanya peran para manajer pendidikan. Para Hasbullah. Sejarah Pendidikan Islam Di Indonesia. (Jakarta: LSIK. hlm, 182 Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember manajer yang dimaksud di sini adalah para pemimpin di berbagai lapisan lembaga itu. Para manajer tidak hanya memilki kekuatan untuk mengarahkan, memberi bimbingan, mengontrol, atau mengevaluasi, melainkan juga memberikan kekuatan penggerak. Kekuatan penggerak yang dimaksud adalah selalu menguatkan dan memperbaharui etos kerja, cita-cita, imajinasi-imajinasi secara terus menerus. Untuk merealisaiskan pengembangan madrasah perlu mempertimbangkan kemampuan, kesiapan, niat atau tekat yang kuat serta kebersamaan dari semua warga madrasah, yang dipelopori oleh kepala madrasah dan didukung oleh pengurus yayasan, komite madrasah, serta diikuti oleh para guru dan staf lainnya untuk berpartisipasi dalam melakukan pengembangan dan pembaharuan dimadrasah, serta didukung oleh aturan-aturan kebijakan yang fleksibel baik dari kanwil ataupun pusat, guna menatap masa depan yang lebih cerah. Teori-Teori Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam prespektif teori manajemen pengembangan mutu sumber daya manusia (MSDM) terdapat dua pendekatan atau strategi, yaitu: . pendekatan AubuyAy yaitu pendekatan yang berorientasi pada penarikan . sumber daya manusia (SDM), dan . pendekatan AumakeAy yakni pendekatan yang berorientasi pada pengembangan SDM yang ada berupa pendidikan, pelatihan, dan Kata AupengembanganAy . menurut Magginson dan Mathews adalah proses jangka panjang untuk meningkatkan potensi dan evektivitas. 16 Sedangkan yang dimaksud dengan pengembangan SDM dalam konteks ini, sebagaimana dijelaskan oleh handiko, yakni upaya lebih luas dalam memperbaiki dan meningkatkan pengetahuan, kemampuan, sikap, dan sifat-sifat kepribadian. Sementara. Riadi mendifinisikan pengembangan SDM adalah suatu proses yang dilakukan secara sadar, terarah, terprogram, dan terpadu. Hal tersebut Imam Suprayogo. Revomasi Visi Pendidikan Islam. (Malang: STAIN Press, 1. hlm, 71-73 Zuhairini dan Abdul Ghofir. Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. (Malang: UM Press, 2. hlm, 14 Alwi S. Manajemen Sumber Daya Manusia. Strategi Keunggulan Kompetitif. Edisi I. (Yogyakarta: BPFE, 2. hlm, 88-90 Magginson dan Mathews. Alih Bahasa Filicia. Pengembangan Sumber Daya Manusia. (Jakarta: Gramedia, 1. hlm, 27 Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember bertujuan pula untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia baik secara fisik maupun non fisik, agar nantinya menjadi manusia-manusia berdaya guna bagi SDM, bangsa, dan Negara yang dilandasi dengan nilai-nilai moral dan agama. SDM guru dituntut untuk professional di bidang akademik masing-masing. Pola ini secara linier memberi harapan akan lahirnya guru-guru professional yang menguasai dibidangnya, yang memungkinkan lahirnya murid-murid berkualitas dalam ilmu dan tekhnologi yang di transfernya. Hasil yang dapat dilihat akibat kemajuan dunia pendidikan kita adalah kualitas peserta didik dalam dasa warsa terakhir ini, yang menunjukkan kualitas penguasaan sains dan tekhnologi cukup membenggakan. Namun di sisi lain, system pendidikan nasional kita cenderung melahirkan generasi yang menghambakan diri terhadap ilmu dan pengetahuan, tanpa diikuti oleh AukematanganAy jiwa dan pribadi sebagai seorang yang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, keluarga. SDM, dan Negara. Kecendrungan terjadinya perilaku negatif pada remaja disekolah, dan di berbagai permasalah siswa lainnya disekolah formal menurut Ozon. Antara lain disebabkan oleh: System pendidikan yang terlalu berorientasi pada kemajuan sains dan tekhnologi. System pendidikan yang berorientasi pada kemajuan sains dan tekhnologi memberikan pembekalan mutlak pada murid untuk mapu menguasai ilmu dan tekhnologi yang di transfer oleh pengajar secara baik dan utuh. Setiap murid diharapkan memilki atau menguasai ilmu dan pengetahuan yang diterimanya sebagai dasar bagi proses pendidikan kejenjang lebih tinggi serta memberi harapan setiap murid mampu mengantisipasi kemajuan sains dan tekhnologi yang muncul. System ini seringkali mengabaikan gejala-gejala ketidak mampuan atau kesiapan siswa dalam menerima proses transfer sains dan tekhnologi tersebut. Hal ini menimbulkan benyak siswa yang merasa tidak mampu atau tersisih yang kemudian dimanifestasikan dalam bentuk perilaku menyimpang seperti bolos sekolah. , menggabungkan diri dalam geng sekolah Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember sebagai upaya mengamankan diri, perilaku anarkis, ketidaksopanan, egosentris, dan sebagainya. System pendidikan yang berorentasi pada pengembangan spesialisasi pengajar . System ini secara menyata memotivasi para pengajar . untuk berkompetisi dalam mengejar akreditasi. Para pengajar termotivasi melakukan pendalaman-pendalaman materi yang harus dikuasai secara Kontribusi terhadap anak didik secara langsung ataupun tidak memberikan kemudahan dalam hal proses transfer penguasaan ilmu. Ekses yang terjadi, ketika seorang guru mwmpunyai spesialisasi yang sangat baik dalam hal materi ilmu pengetahuan tertentu maka ia menjadi kurang perhatian atau penguasaan terhadap ilmu pengetahuan lainnya. Hal ini menimbulkan kekakuan dalam proses belajar mengajar sehingga terjadinya kejenuhan murid dalam dalam mengadopsi ilmu yang diberikan gurunya. System pendidikan yang kurang diimbangi dengan penanaman nilai-nilai sosial budaya. Kurangnya penanaman nilai sosial budaya menyebabkan siswa sulit untuk menyesuaikan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari dan sulit untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperolehnya dengan kondisi umum di Indonesia. Hal ini bertendensi pada pola pikir guru dan anak didik yang terlalu diwarnai oleh falsafah Negara asal ilmu pengetahuan tersebut. Kondisi ini secara tidak disadari telah mengikis kekuatan dan ketahanan sosial remaja. Perilaku yang muncul sebagai akibat lemahnya nilai-nilai sosial budaya pada remaja. Antara lain: hedonism, mengagungkan hak asasi pribadi, demikratisasi yang salah kaprah dan System pendidikan yang menyampingkan aspek sosial psikologi guru dan murid, masa remaja merupaka masa perkembangan yang memiliki kompleksitas yang tinggi. Pada tahap ini manusia dihadapkan pada berbagai kondisi harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Masa remaj juga merupakan masa pencarian identitas diri. Kondisi ini pun sangat rentan terhadap Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember stimulus-stimulus dari luar sehingga memerlukan keisapan lingkungan untuk memberikan stimulus yang positif untuk membentuk kematangan kepribadian seseorang. Kondisi objektif mengindikasikan bahwa banyak proses belajar mengajar disekolah formal kurang kurang memperhatikan kerentanan tahap perkembangan remaja sehingga banyak siswa yang mencari Austimulus negativeAy tanpa sepengetahuan guru atau kepala sekolah yang kemudian menimbulkan berbagai permasalahan baru. Dari uraian diatas dapat dirasakan bahwa penyelenggaraan pendidikan sedang menghadapi berbagai tantangan kendala yang cukup berat. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap kualitas SDM generasi muda kita, yang selain diharapkan menguasai ilmu dan tekhnologi, juga memiliki keunggulan kepribadian yang utuh. Teori Pengembangan Mutu Sumber Daya Guru Pengembangan sumber daya guru adalah nilai yang diciptakan oleh fungsi manajemen SDM dan menentukan bagaimana pekerjaan yang dilakukan oleh manajer bersama yang lainnya menambah nilai terhadap organisasi yang dijalankan. Dengan demikian pengembangan SDM menentukan prioritas apa yang diperlukan untuk menciptakan nilai tersebut. 17 Secara umum dapat dijelaskan bahwa implementasi pengembangan SDM harus sejalan dengan arah strateginya . trategic directio. , seperti visi, misi, nilai dan tujuan, system perencanaan manajemen, dan rencana strategic yang akan dilakukan. Upaya pengembangan ketenagaan atau SDM menurut hanafiah yaitu mencangkup dua segi yaitu kualitas dan kuantitas. Pengembangan sumber daya guru identic dengan istilah Aupendekatan, tipologi, teknik, dan bentukAy. Untuk itulah ada beberapa pendekatan, tipologi, teknik, dan bentuk strategi pengembangan mutu sumber daya Dalam konteks ini, pengembangan sumber daya guru menurut alwi, dapat di bagi menjadi dua bagian, yaitu: . pendekatan yang dikenal dengan AubuyAy yaitu pendekatan yang beririentasi penarikan rekutmen SDM, . pendekatan yang dikenal AumakeAy yaitu pendekatan Alwi Hasan. Manajemen Sumber Daya ManusiaA, hlm, 91 Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember yang berorientasi pada pengembangan SDM yang ada berupa pendidikan, pelatihan, dan bimbingan. Seperti pada kasus di MIN I Malang, pelaksanaan pengembangan SDG sebagai upaya peningkatan mutu SDM pada MI ini, telah dilaksanakan oleh para guru dengan baik berdasarkan intruksi dari kepala madrasah dan juga inisiatif para guru sendiri untuk meningkatkan kualitas diri mereka sendiri. Melaksanakan kegiatan peningkatan mutu dilakukan secara komprehensif, artinya mencangkup semua aspek, yakni profesionalitas, personalitas . , menyangkut aspek relegius, kedisiplinan, komitmen, dan merubah pola Agenda kegiatan untuk meningkatkan mutu telah ada dengan jelas dan rapi, tertulis dalam schedule madrasah, hampir setiap minggu ada kegiatan koordinasi, setiap bulan ada pelatihan, seminar, dan Jadwal kegiatan dilaksanakan oleh petugas sesuai dengan jobnya masing-masing, seperti kegiatan keagamaan ditangani guru agama. Adapun kegiatan yang berkaitan dengan pemahaman kurikulum dan mutu pembelajaran ditangani oleh waka kurikulum. Kegiatan guru selain mengajar sebagai tugas akademik, mereka juga melaksanakan kegiatan non akademik, khususnya berkaitan dengan pembinaan antar guru yang akan mendampingi isswa dalam mengikuti lomba-lomba atau ajang kompetisi di dalam madrasah maupun diluar madrasah. Di MI I Malang ini, banyak siswa yang sering mendapat juara baik di tingkat kota, propinsi, maupun nasional. Semua itu tidak lepas dari semangat guru untuk meningkatkan prestasi dirinya, para guru, yang ditunjuk untuk mendampingi siswa mengikuti lomba-lomba, terlebih dahulu dibekali saran, masukan oleh guru lain melalui diskusi sehingga menemukan kiat untuk mendapat juara. Lebih rinci kegiatan pengembangan SDG di MI ini Antara lain: Studi lanjut gelar . ekarang ini sudah ada 9 orang guru yang bergelar magister/S. Studi lanjut non regular. Ahmad. Fatah yasin. Pengembangan Sumber Daya Manusia Di Lembaga PendidikanA, hlm. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Pengadaan pertemuan ilmiah berupa seminar, symposium, penataran/lokakarya, dan lainnya. Kolokium. Program magang dan studi banding. Pembentukan kelompok kerja guru. Mengadakan kerjasama dengan lembaga, instasi atau LSM. Menyediakan perpustakaan. Mengadakan pembinaan-pembinaan berupa pembinaan profesionalisme ataupun pembinaan rohani. Mengadakan rapat-rapat dan kegiatan lainnya, yang semua itu dirasa sangat mendukung program pembinaan dan pembangunan mutu guru di madrasah ini. Evaluasi terhadap perkembangan SDG sangat diperlukan, guna mengetahui lebih dalam tentang seberapa besar tingkat perkembangan kemampuan guru yang bersangkutan dan bagian mana yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Pada kasus MIN I Malang, evaluasi terhadap kegiatan guru dilakukan pada tiap kali rapat dan pemantauan dilakukan secara keseluruhan prilaku pribadi masing-masing sivitas akademika. Pada MIN I Malang juga diberlakukan system roling posisi pekerjaan supaya memberikan pengalaman dan keterampilan yang lebih. Evaluasi dilaksanakan dengan dua model: pertama, secara langsung oleh kepala madrasah dengan mengawasi kinerja guru dan sekaligus memastikan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru tersebut berjalan sesuai dengan rencana. Model kedua, adalah pengawqasan melalui wakasek yang kemudian dilaporkan pada saat rapat kordinasi maupun rapat evaluasi Evaluasi dilaksanakan sewaktu-waktu, pada setiap akhir semesteran dan bisa juga pada hari-hari efektif. MIN I Malang menggunakan alat ukur evaluasi/ lembar evaluasi daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP. Lembar ini adalah lembar control untuk mengukur perkembangan kualitas kinerja pada guru dan staf di MIN I Malang. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Catatan Akhir Salah satu dimensi penting dalam system penyelengaraan pendidikan Islam adalah dimensi sumber daya manusia (SDM). SDM memegang peran kunci dalam memajukan sebuah institusi, termasuk institusi pendidikan Islam seperti madrasah. Untuk bisa membangun system penyelengaraan pendidikan Islam . , maka kunci utamanya adalah madrasah harus memiliki SDM yang handal, madrasah harus melakukan berbagai upaya dan strategi dalam mengelola dan mengembangkan . erekrut, memberdayakan, dan memanfaatka. SDM yang dimiliki tersebut semaksimal mungkin. Daftar Rujukan Ahmad. Fatah yasin. Pengembangan Sumber Daya Manusia Di Lembaga Pendidikan. Malang: UIN Maliki Press Alwi S. Manajemen Sumber Daya Manusia. Strategi Keunggulan Kompetitif. Edisi I. Yogyakarta: BPFE Daftar Rujukan Hadari Nawawi. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Bisnis Kompetitif. Yogyakarta: Gajahmada University Press. Hasbullah, 1999. Sejarah Pendidikan Islam Di Indonesia. Jakarta: LSIK. Imam Suprayogo. Revomasi Visi Pendidikan Islam. Malang: STAIN Press. Junaidi, 2011. Desain Pengembangan MUTU MADRASAH (Konsep Rancangan Pengembangan Sekola. Yogyakarta: Teras Komariah. Aan dan Cepi Triana. Visionery Leadership Menuju Sekolah Efektif. Jakarta: Bumi Aksara Magginson dan Mathews. Alih Bahasa Filicia. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Gramedia Malik Fadjar. Tantangan dan Peran Umat Islam Dalam Menyongsong Abad XXI. Surabaya: Makalah IAIN Sunan Ampel Mulyasa. Manajement Berbasis Sekolah (Konsep. Strategi, dan Implimentas. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Ruslikan, dalam Haris Supratno. Kontruksi Teori Ilmu-Ilmu Sosial. Surabaya: Unesa University press Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Sasongko. Ranbut Nur. MBS dan MPMBS. Bengkulu: Program Studi MMP. Universitas Bengkulu Tilaar. Manifesto Pendidikan Nasional. Jakarta: Kompas Zamroni. Dinamika Peningkatan Mutu. Yoyakarta: Gavin Kalam Utama Zuhairini dan Abdul Ghofir, 2004. Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Malang: UM Press